• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • page. 6
Arsip:

SDG 15: Ekosistem Daratan

Faperta UGM Jalin Kolaborasi 4 Perguruan Tinggi Lewat Kerja Sama Penelitian Kekebalan Tanaman Tropis

beritakerjasama Monday, 24 February 2025


Pada Kamis, 20 Februari 2025, telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), College of Agriculture, Ibaraki University, Jepang, Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP UNUD), dan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (FST UNISA). Kerja sama ini berfokus pada penelitian mengenai kekebalan tanaman tropis dalam menghadapi berbagai patogen dan kondisi lingkungan yang menantang.


Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme kekebalan tanaman tropis serta mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit. Dengan penelitian bersama, diharapkan hasilnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tropis serta mendukung ketahanan pangan global.
“Kerjasama ini merupakan kerjasama strategis yang memadukan sumber daya dari empat universitas yakni Ibaraki University, UNISA, UNUD, dan UGM yang bertujuan untuk merespon isu strategis terkait iklim, keragaman diversitas dan ketahanan komoditas pertanian. Kerjasama ini prospektif untuk menghasilkan berbagai temuan yang tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga menyelesaikan problem pertanian yang sangat kompleks,” jelas Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Faperta UGM.


Dari Faperta UGM sebagai tuan rumah, acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Jaka Widada, MP, Ph.D; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.; Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Hadir pula Kepala Agrotropica Learning Center (AGLC), Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D. serta Kepala Departemen Proteksi Tanaman dan Mikrobiologi Pertanian, dan juga dosen Faperta UGM.
Sementara itu, dari perwakilan dari Ibaraki University, dihadiri oleh Presiden Ibaraki University, Prof. Hiroyuki Ohta, beserta jajaran. Dalam wawancaranya, Prof. Ohta mengungkapkan antusiasmenya untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
“Saya sangat senang dapat bergabung dalam upacara ini. Saya yakin kolaborasi ini akan membawa perubahan besar dengan berfokus pada penelitian untuk menemukan solusi atas isu-isu yang ada. Topik penelitian ini sangat penting bagi masa depan kita, sehingga saya sangat mengharapkan perkembangan dari kerja sama ini.” terang Prof. Ohta.
Selain itu, turut hadir Dekan FP UNUD, I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., beserta jajaran. Perwakilan dari FFST UNISA yang hadir antara lain Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D., beserta rombongan, yang turut memberikan dukungan terhadap kerja sama ini.
I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan hasil dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, seperti program summer course, winter course, dan double degree, yang telah menghasilkan alumni berkontribusi dalam penelitian perlindungan tanaman dari hama dan penyakit. Ia berharap bahwa implementasi dari kerjasama ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata.
Kolaborasi positif ini juga disambut positif oleh UNISA. Salah satu perwakilan FST UNISA, Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D. juga menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menangani perubahan iklim.
“Kolaborasi ini memberikan kontribusi yang baik dalam menghadapi permasalahan terkait perubahan iklim melalui penelitian ketahanan tanaman.” tambah Dinar.
Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memajukan penelitian dan keunggulan akademik, khususnya di bidang pertanian dan ilmu lingkungan. Melalui kemitraan ini, Faperta UGM mewujudkan komitmennya dalam mendorong inovasi yang bermakna, memperkuat kerja sama internasional, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi upaya dalam mencapai tujuan SDGs diantaranya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Faperta UGM Jadi Tuan Rumah Diskusi Program Pengelolaan Sumber Daya Air di Kecamatan Sentolo, Kulonprogo

berita Monday, 24 February 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah dalam diskusi pengelolaan sumber daya air untuk pengembangan lahan tanaman padi dan jagung di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Februari 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya dalam sektor padi dan jagung, yang menjadi komoditas utama di daerah tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, terutama pada sektor padi dan jagung, yang merupakan komoditas utama di daerah ini. Kami berharap melalui program ini, produktivitas pertanian dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani setempat,” ujar Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D, selaku dosen sekaligus perwakilan Faperta UGM

Diskusi yang digelar di Joglo tea, coffee, and cacao learning center, Faperta UGM ini  dihadiri oleh berbagai pihak seperti Gunawan SP, M.Si, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, bersama jajaran stafnya. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Dinas Pertanian DIY serta perwakilan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Yogyakarta.

Sementara itu, dari unsur dosen Faperta UGM, hadir Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., Ir. Supriyanta, M.P., serta Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D. Pertemuan ini juga melibatkan perwakilan masyarakat, yaitu Ketua dan Sekretaris Kelompok Tani Kaliwiru, Tuksono, Kleben, dan Kaliagung, Sentolo, yang merupakan kelompok binaan Faperta UGM, serta Kapolres SKepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sentolo beserta tim.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya air guna mendukung keberlanjutan dan peningkatan hasil pertanian di daerah tersebut. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkrit dan sinergi antara pihak pemerintah, akademisi, serta masyarakat, guna mendorong kemajuan sektor pertanian di Kulonprogo.

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antar stakeholder dapat terealisasikan melalui program pengelolaan sumber day aair yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi perwujudan SDGs, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Irfan Dwidya

 

 

 

Komitmen Pelestarian Alam: Plantagama Berpartisipasi dalam Kegiatan Penanaman Pohon oleh 1001 Pendaki

berita Friday, 21 February 2025

Tim Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), yang dikenal dengan nama PLANTAGAMA, berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon di jalur pendakian Gunung Merbabu via Cuntel. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati satu dekade keberadaan komunitas 1001 Pendaki, bersama dengan pendaki, tim SAR, TNI, warga Cuntel, dan relawan konservasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melestarikan alam serta mendukung konservasi flora dan fauna.

“Kami berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian alam serta untuk menerapkan Saptabrata, khususnya asas kedua, yakni kecintaan pada alam,” terangsalah satu anggota PLANTAGAMA, Afita Rismawati (Ilmu Tanah 2024),

Acara dimulai dengan sarasehan dan apel pagi, kemudian dilanjutkan dengan pendakian menuju pos bayangan 1, di mana penanaman pohon dilakukan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 783 peserta dari lebih 30 komunitas yang turut mendukung upaya konservasi. Tujuan utama acara ini adalah untuk menciptakan rumah bagi flora dan fauna endemik serta menjaga sumber mata air yang sangat berguna bagi masyarakat sekitar Dusun Cuntel.

Penanaman pohon dilakukan sepanjang jalur pos bayangan 1 pendakian Gunung Merbabu, di mana para peserta menanam berbagai jenis pohon seperti kayu putih, damar, wilodo, dan puspa. Keikutsertaan dalam acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu dekade komunitas 1001 Pendaki Tanam Pohon, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan mendukung keberagaman hayati di sekitar kawasan gunung.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kawasan sekitar Gunung Merbabu dapat lebih terjaga kelestariannya, tidak hanya untuk manfaat ekosistem, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen dalam mewujdukan SDGs, antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Plantagama

Tingkatkan Keterampilan, Plantagama Gelar Kegiatan Dokumentasi dan Jurnalistik di Dusun Cuntel

berita Friday, 21 February 2025

Anggota khusus Plantagama, mahasiswa pecinta alam Fakultas Pertanian UGM, Angkatan 39 dan 40 sukses melaksanakan kegiatan dokumentasi dan jurnalistik yang berlangsung pada 28-29 Januari 2025, di Dusun Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang fotografi, videografi, dan jurnalistik melalui praktik langsung di lapangan.

Kegiatan tersebut melibatkan enam kelompok, masing-masing terdiri dari dua anggota. Setiap kelompok diberikan tugas untuk mencari konsep dan tema foto yang sesuai dengan kondisi di sekitar Dusun Cuntel. Peserta diminta untuk mengamati lingkungan sekitar dan menerapkan teknik fotografi yang telah dipelajari sebelumnya. Selain itu, mereka juga melakukan wawancara dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kehidupan mereka.

Para peserta tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga diharapkan dapat membuat esai yang menghubungkan setiap foto dengan pesan yang ingin disampaikan. Esai tersebut akan mencakup latar belakang, tujuan, dan pesan yang ingin diteruskan melalui gambar, dengan harapan foto tersebut dapat memiliki makna yang lebih dalam.

“Pelatihan ini tidak hanya memberi kami kesempatan untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga memperkaya pengalaman kami dalam mendokumentasikan cerita kehidupan masyarakat. Apalagi sebelumnya kami sudah dibekali materi mengenai dokumentasi dan jurnalistik dari Tim Media Faperta dan Mas Ignas” ujar Afita Rismawati (Ilmu Tanah 2024), salah satu anggota Plantagama.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para anggota dalam bidang dokumentasi, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya sektor pangan dan ketahanan negara. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara anggota dengan masyarakat sekitar, yang memberikan kesempatan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu upaya mewujudkan SDGs diantaranya, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Plantagama

 

 

 

Faperta UGM Persiapkan Petani untuk Program Kemitraan Pepaya Callina dengan Indomaret

berita Tuesday, 18 February 2025


Tim pendamping Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melakukan kunjungan lapangan untuk mempersiapkan program kemitraan komoditas pepaya Callina antara Petani Milenial Sleman dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama Program Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang telah disepakati antara ketiga pihak tersebut sebelumnya.

Kunjungan ini dilaksanakan pada Selasa, 11 Februari 2025, di lima lokasi lahan petani yang akan menanam pepaya pada musim pertama.
Dalam kunjungan ini, Dody Kastono, S.P., M.P., dosen sekaligus pendamping dari Fakultas Pertanian UGM, menekankan pentingnya persiapan lahan yang optimal.
“Lahan harus dibersihkan dari rumput dan digenangi (dilep). Jika hanya disiram di lubang tanam, tanah akan cepat kering, yang berisiko menghambat pertumbuhan dan pembungaan tanaman,” ujar Dody.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan, ketersediaan air, dan pemeliharaan tanaman untuk menghindari potensi serangan jamur, penyakit, atau hama yang dapat menyerang tanaman. Dody juga mengingatkan bahwa pada tiga bulan pertama, bibit pepaya memerlukan pengairan intensif dan perhatian khusus agar pertumbuhannya optimal dan siap dipanen.
Selain itu, Dody memberikan saran untuk memberi perlakuan khusus pada lahan, seperti menambahkan Bacillus sebelum ditutup mulsa, guna menjaga kesuburan dan kesehatan tanah agar tanaman tumbuh dengan baik.


Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan komitmen petani dalam mengikuti program kemitraan dengan Indomaret. Salah satu indikator komitmen tersebut adalah kesiapan petani dalam membuat bedengan di lahan masing-masing. Bibit dan pupuk yang disediakan melalui program kemitraan menjadi jaminan bagi petani untuk memulai penanaman pepaya Callina dengan persiapan yang matang.
Kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi petani milenial dalam mengembangkan usaha pertanian mereka dan memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan dengan sektor ritel seperti Indomaret.

Kegiatan ini sekaligus sejalan dengan komitmen Faperta UGM dalam mewujudkan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Dyah Woro Untari

Faperta UGM Inisiasi Kerjasama Student Exchange dengan CEBAR Universiti Malaya

berita Tuesday, 18 February 2025


Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengnisiasi kerjasama student exchange dengan Centre for Research in Biotechnology (CEBAR), Universiti Malaya. Kegiatan inisiasi ini terlaksana pada Kamis, 6 Februari 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Inisiasi kerjasama ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa program Pascasarjana di Faperta UGM untuk berpartisipasi dalam program Master of Agricultural Biosecurity.
“Kerjasama ini memberikan peluang luar biasa bagi mahasiswa Faperta UGM untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang biosekuriti pertanian, yang menjadi kunci untuk memastikan ketahanan pangan masa depan, yang menjadi perhatian Faperta UGM,” ujar Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Faperta UGM.
CEBAR sendiri merupakan pusat penelitian unggulan di Universitas Malaya yang menempati peringkat ke-60 dalam QS World University Rankings pada tahun 2025. Didirikan pada tahun 2005, CEBAR menawarkan program unggulan yang berfokus pada biosekuriti pertanian, sebuah bidang yang sangat penting untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan global.

Program Master of Agricultural Biosecurity di Universiti Malaya berfokus pada studi mengenai teknologi deteksi dan diagnostik terbaru, manajemen hama dan penyakit pertanian, serta kebijakan lingkungan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui riset yang relevan dengan isu-isu biosekuriti yang saat ini dihadapi sektor pertanian di seluruh dunia.
“Kami berharap melalui inisiasi kerjasama ini, mahasiswa Faperta UGM dapat kembali dengan wawasan internasional yang lebih luas dan siap menghadapi tantangan dalam pengelolaan sektor pertanian yang berkelanjutan, sesuai dengan visi dan misi kami,” tambah Weny.
Kerjasama ini tidak hanya mendukung pencapaian ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM Berikan Edukasi Urban Agriculture kepada Siswa SMA

berita Friday, 14 February 2025

Pada Kamis, 6 Februari 2025, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari siswa-siswi beserta guru dari SMA Negeri 9 Tangerang Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, dan rombongan diterima oleh Tim Citra Faperta UGM.

Acara dimulai dengan penjelasan dari Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D, Dosen Departemen Perikanan, mengenai informasi ke-UGM-an, termasuk sejarah dan visi-misi Universitas Gadjah Mada. Paparan dilanjutkan oleh Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., Dosen Departemen Budidaya Pertanian, dengan penjelasan mengenai identitas Fakultas Pertanian UGM, mulai dari berbagai program studi serta fasilitas yang ditawarkan di fakultas ini.

Tidak hanya itu, Dr. Rizky Pasthika Kirana atau akrab yang disapa Kiki juga memperkenalkan prospek dunia pertanian salah satunya terkait dengan penerapan smart farming. Ia mengungkapkan bahwa pertanian dan pangan merupakan bidang yang sangat strategis bagi umat manusia.

Mengutip pernyataan Ir. Soekarno, “Siapa yang menguasai pangan, maka akan menguasai dunia,” Kiki menekankan betapa krusialnya sektor pangan dalam menjaga ketahanan negara, terutama di tengah berbagai krisis global seperti perang dan pandemi COVID-19.

“Sekarang ini, dunia pertanian semakin didorong oleh teknologi smart agriculture dan precision agriculture. Teknologi-teknologi ini nggak cuma mengubah pandangan negatif yang sering muncul tentang pertanian yang dianggap kotor dan penuh pekerjaan manual, tapi juga melibatkan petani milenial yang semakin melek teknologi,” jelas Kiki.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 9 Tangerang Selatan, Arya Perkasa, S.Or., menyampaikan tujuan kunjungan kampus ini adalah untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai studi lanjut di Universitas Gadjah Mada, khususnya di Fakultas Pertanian UGM. Harapannya, para siswa bisa mendapatkan gambaran jelas mengenai peluang dan potensi yang ada di dunia pertanian dan bagaimana pendidikan di UGM dapat membuka peluang tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Pertanian UGM untuk meningkatkan citra positifnya serta mempromosikan berbagai program studi yang tersedia. Lebih dari itu, kunjungan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Tingkatkan Kualitas Produksi Buah, Tim Faperta UGM Beri Pelatihan Bacillus pada Petani Milenial Sleman

berita Thursday, 6 February 2025

Tim Fakultas Pertanian UGM mengadakan pelatihan pembuatan dan penggunaan Bacillus sp. pada Petani Milenial Sleman untuk meningkatkan kualitas produksi buah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan sekaligus tindak lanjut kerja sama antara Indomaret, UGM, dan Petani Milenial Sleman yang telah terjalin sebelumnya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani serta meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka. Sebanyak 25 Petani Milenial Sleman turut hadir dalam kegiatan ini.

“Kabupaten Sleman telah mengembangkan komoditas unggulan seperti pisang kepok kuning, salak pondoh, dan salak madu yang kini mulai dikirim ke Jakarta. Setelah semangka dan pepaya, diharapkan produk lainnya juga dapat berkembang sehingga dapat menyuplai untuk wilayah cabang Sleman, Jogja, dan Klaten. Karena komoditas tersebut nantinya akan dijual kembali di Indomaret, maka kualitas produk harus memenuhi standar yang baik,” ujar Wibi Budi Laksono selaku Manager Microeconomics Region 2 Indomaret yang turut hadir sebagai narasumber.

Senada dengan hal tersebut, Dody Kastono, S.P., M.P., selaku bagian dari tim pendamping Faperta UGM, menambahkan bahwa pepaya Callina memiliki potensi yang sangat baik. Menurutnya, peluang kerja sama ini harus dijawab dengan produk yang sesuai standar kualitas industri.

“Melalui jalur pemasaran dan harga yang layak dari Indomaret, harapannya petani dapat berkomitmen untuk menaati standar budidaya yang telah disampaikan oleh Petani Milenial Sleman dan tim pendamping UGM agar mencapai keberhasilan,” terang Dody.

Tim pendamping Faperta UGM dalam kegiatan ini memberikan penyuluhan tentang pembuatan Bacillus yang berperan sebagai PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Satu tong kecil Bacillus yang telah difermentasi selama lima hari dapat diaplikasikan untuk 30 hektar lahan. Dari 30 liter Bacillus yang dihasilkan, sebanyak 25 liter diaplikasikan ke lahan, sementara lima liter sisanya digunakan untuk pengembangbiakan kembali yang dapat dilakukan hingga lima kali.

Aplikasi Bacillus dilakukan dalam beberapa tahap yakni, tahap pengolahan tanah, perlakuan benih, serta pasca tanam. Pada tahap pengolahan tanah, Bacillus dapat dikombinasikan dengan Trichoderma dan kemudian disemprotkan setelah penebaran pupuk kandang. Hal ini bertujuan untuk membantu dekomposisi bahan organik serta menekan potensi patogen layu jamur. Pada tahap perlakuan benih, dapat dilakukan dengan merendam benih dengan Bacillus sebelum penanaman. Terakhir pada pasca tanam, dapat diaplikasikan setelah tanaman tumbuh untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman. Penggunaan Bacillus ini memungkinkan penghematan pupuk kimia tanpa menurunkan hasil panen serta lebih ramah lingkungan

Pelatihan ini mendapat respons positif dari para petani, termasuk Isnaini Baroroh, CEO PT Petani Milenial Sleman. Ia menyatakan bahwa pendampingan ini dapat membantu petani menjadi lebih mandiri secara ekonomi serta mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekitar.

“Harapannya, Sleman semakin mandiri dalam ketahanan pangan dan para petani lebih peduli terhadap inovasi pertanian. Dengan demikian, saat musim paceklik, masyarakat tetap memiliki cadangan pangan dan pendapatan, sehingga lebih siap menghadapi situasi tak terduga seperti krisis ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya Fakultas Pertanian dalam mencapai tujuan SDGs diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Dyah Woro Untari

 

Faperta UGM Bangga, Prof. Rudi Hari Murti Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Pemuliaan Tanaman Hortikultura

berita Thursday, 23 January 2025

Prof. Dr. Ir. Rudi Hari Murti, S.P., M.P., IPM, resmi diangkat sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Pengukuhan tersebut ditandai dengan prosesi pengalungan samir guru besar oleh Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UGM, didampingi oleh Sekretaris DGB UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Acara ini berlangsung pada Selasa, 22 Januari 2025, di Balai Senat, Balairung UGM.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Arti Penting, Tantangan, dan Pemecahan Masalah Hortikultura Melalui Program Pemuliaan Tanaman yang Efisien”, Prof. Rudi menekankan peran strategis sektor hortikultura serta pentingnya inovasi dalam pemuliaan tanaman untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Sektor hortikultura berperan penting dalam menjaga keamanan pangan, kelestarian lingkungan, keindahan, terapi dan obat, rekreasi, keragaman genetik, serta penyerapan tenaga kerja,” jelas Prof. Rudi. Hortikultura juga menjadi penyedia utama vitamin dan mineral melalui konsep gizi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).

Pada saat yang sama, Prof. Rudi menekankan sejumlah tantangan dalam produksi hortikultura saat ini, seperti serangan penyakit, produktivitas rendah, mutu hasil yang cepat rusak, rantai pasok yang panjang, perubahan selera konsumen, serta penurunan luas lahan. Kondisi ini mempengaruhi ketersediaan hasil hortikultura secara nasional. Oleh karena itu, inovasi dalam menciptakan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi, mutu baik, serta tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik menjadi solusi penting.

Untuk mengatasi tantangan ini, Prof. Rudi menyarankan pengembangan varietas tahan penyakit melalui strategi pemuliaan yang lebih efisien.

“Varietas tanaman tahan virus banyak diminati karena lebih sederhana dan efisien dalam mengurangi kerugian akibat penyakit virus,” ungkapnya. Salah satu pendekatan yang diajukan adalah penggunaan varietas hibrida yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit serta hasil panen yang lebih besar.

Lebih jauh, Prof. Rudi menguraikan metode inovatif untuk mempercepat proses pemuliaan tanaman diantaranya, pemuliaan tanaman homozigot serta penggunaan mandul jantan dalam produksi hibrida. Pemuliaan tanaman homozigot menjadi penting untuk menghasilkan varietas hibrida yang unggul. Salah satunya dengan menggunakan metode haploid ganda yang yang memungkinkan pembentukan galur homozigot dengan cepat dan tingkat kemurnian tinggi dibandingkan metode konvensional. Metode ini dapat dilakukan secara In vivo dengan kultur jaringan, maupun In vitro dengan pendekatan haploid inducer sebagai alternatif. Sementara itu, penggunaan teknik mandul jantan dapat meningkatkan efisiensi produksi benih hibrida, menghilangkan kebutuhan emaskulasi manual, serta menjamin kemurnian benih yang lebih tinggi.

“Pemuliaan tanaman konvensional tetap menjadi tumpuan utama, meskipun membutuhkan waktu lama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas keilmuan untuk mempercepat perakitan tanaman homozigot melalui haploid ganda dan teknik mandul jantan guna menghasilkan varietas hibrida dengan produktivitas dan mutu tinggi serta tahan cekaman,” jelas Prof. Rudi.

Inovasi ini tidak hanya mempercepat proses pemuliaan tetapi juga menekan biaya produksi benih, meningkatkan pendapatan petani, dan memaksimalkan hasil panen. Prof. Rudi optimis bahwa melalui kolaborasi dan adopsi teknologi terkini, sektor hortikultura Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif di pasar nasional dan global. Dengan ini, wujud komitmen dalam mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 15: Ekosistem Daratan semakin terlihat nyata.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Dorong Smart Farming Melalui Penggunaan IoT, Faperta UGM dan Program Studi Teknik Komputer UMN Luncurkan Aplikasi MySalak

berita Tuesday, 21 January 2025

Dalam rangka mendorong penerapan inovasi pertanian berbasis smart farming, Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) bekerjasama dengan Program Studi Teknik Komputer Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan aplikasi MySalak. Peluncuran ini berlangsung pada Rabu, 15 Januari, 2025 di Mitra Turindo, Sleman, Yogyakarta.

“Kami berupaya menciptakan program yang dapat menjawab tantangan besar terkait lalat buah, yang selama ini menjadi hambatan utama dalam ekspor global. Aplikasi ini dirancang untuk membantu petani memantau populasi lalat buah secara efektif, sehingga pengendalian dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dengan begitu, produktivitas meningkat dan daya saing ekspor pun dapat terus ditingkatkan,” ujar Dr. Suputa, S.P., M.P., Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta UGM yang menjadi koordinator projek MySalak.

Aplikasi MySalak dirancang untuk membantu petani salak mengendalikan hama pada tanaman salak melalui sistem smart farming berbasis Artificial Intelligence (AI) serta Internet of Things (IoT). Aplikasi ini memiliki berbagai macam fitur yang bermanfaat diantaranya Hitung Lalat Buah Otomatis, Peta Persebaran Hama, Prediksi Cuaca, dan Artikel Informatif. Aplikasi ini terintegrasi dengan perangkat MySalak Node yang bermanfaat untuk membantu pemantauan lingkungan berbasis data bagi petani salak.

“Hasil kerja ini adalah bukti nyata dari kolaborasi lintas disiplin yang luar biasa. Saya kira ini merupakan awal yang baik antara ilmu komputer dan ilmu pertanian, serta akan menjadi cikal bakal pertanian modern bagaimana IoT dimanfaatkan dalam pertanian,” tambah Suputa.

Kegiatan peluncuran aplikasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMN dan Faperta UGM, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementan RI, Balai Karantina Yogyakarta, Dinas Pertanian DIY, serta Kelompok Mitra Turindo.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian dan pengabdian masyarakat dengan judul EPIC (Engineering Project in Community Service) yang bekerja sama dengan IEEE. Kami berharap, dengan hadirnya aplikasi MySalak, tanaman salak dapat terlindungi dari gangguan lalat buah dan memberikan dampak positif bagi para petani,” ujar DR. Ir. P.M. Winarno, M.Kom., selaku Direktur LPPM UMN.
“Saya pertama kali diperkenalkan dengan proyek ini enam bulan yang lalu, dan saya sangat kagum melihat para petani yang sudah mulai memanfaatkan teknologi,” tanggap Ramneek Kalra, selaku Mentor EPICS in IEEE.
Acara ini tidak hanya sekadar peluncuran, tetapi juga mencakup sesi demonstrasi dan sosialisasi penggunaan MySalak. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion atau FGD) dan pengisian kuesioner untuk mendapatkan masukan dari para peserta. Para petani terlihat antusias dalam mengikuti demonstrasi ini.


“Kami sangat berterima kasih atas adanya program ini. Kami berharap mendapatkan bimbingan dan pendampingan agar program-program ini dapat berjalan dengan maksimal,” ujar Suroto selaku Ketua Paguyuban Mitra Turindo.
Hadirnya MySalak diharapkan dapat berdampak positif dalam meningkatkan produksi dan produktivitas buah salak melalui pengendalian hama lalat buah.

”Kami berharap alat ini nantinya bermanfaat bagi Bapak Ibu semua, dan juga semoga bisa menjadi langkah kecil membawa dampak besar bagi petani Mitra Turindo pada umumnya, dan petani Indonesia pada khususnya,” ujar Nabila Husna Shabrina, S.T., M.T., selaku Dosen Teknik Komputer, UMN sekaligus koordinator projek MySalak yang terlibat langsung dalam proyek MySalak.

Keterlibatan Faperta UGM dalam peluncuran aplikasi MySalak menunjukkan komitmen Faperta UGM dalam mewujudkan SDGs diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

1…45678…14

BERITA FAKULTAS

  • ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan
    28/04/2026
  • Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan
    28/04/2026
  • Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026
    28/04/2026
  • Athifah Rahmadhani Raih Emas di 15th Silent Knight Karate Cup 2026
    28/04/2026
  • ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB
    24/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju