• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • page. 31
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Bantu Upayakan Regenerasi Petani, Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (KMSEP) UGM Kenalkan Dunia Pertanian Kepada Anak Sekolah Dasar

berita Tuesday, 3 September 2024

 

Departemen Pengabdian Masyarakat, Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (KMSEP) UGM laksanakan program kerja Kidsfarm pada tanggal 16 Agustus 2024 di SD Negeri Potrojayan 2, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Program kerja Kidsfarm merupakan program kerja tahunan Departemen Pengabdian Masyarakat KMSEP yang bertujuan untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak ditingkat sekolah dasar. Program kerja ini didasarkan pada kekhawatiran mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian UGM atas rendahnya regenerasi petani di Indonesia. Oleh karena itu, mereka bertekad kuat untuk mengenalkan dan menumbuhkan minat bidang pertanian kepada anak-anak.

Pada tahun ini, siswa yang menjadi sasaran kegiatan adalah siswa kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar (SD). Selain itu, tema yang diangkat adalah budidaya tanaman hortikultura, yakni kangkung.

Intan Nur Khasanah, mahasiswi Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Angkatan 2022, selaku Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat KMSEP menyampaikan bahwa tidak banyak perbedaan antara Kidsfarm tahun ini dengan tahun sebelumnya.

“Kidsfarm tahun lalu dengan tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda. Kami selalu membawa konsep menanam tanaman sayur-mayur, sehingga terkesan dekat dengan mereka. Perbedaannya hanya di jenis sayuran dan frekuensi pelaksanaan. Tahun lalu tanamannya bayam, kalau tahun ini kangkung. Kemudian, tahun lalu tiga kali pelaksanaan, sedangkan tahun ini cukup dua kali saja. Kidsfarm pertama berfokus pada kegiatan menanam dan daur ulang sampah. Sementara itu, Kidsfarm kedua berfokus pada kegiatan panen,” ungkap Intan.

Program kerja Kidsfarm tidak hanya mengajarkan cara menanam kangkung saja, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan sampah. Salah satunya adalah pemanfaatan galon bekas menjadi pot tanaman.  Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk belajar cara mendaur ulang sampah yang sekaligus dapat meningkatkan kreativitas mereka.

Kegiatan Kidsfarm oleh Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian ini merupakan bentuk komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung keberhasilan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Karina Nisa Intan Kusuma

Editor: Agrit Kirana Bunda

Dokumentasi: Panitia

 

Mahasiswa AIMS Belajar Langsung Budidaya Teh dan Kakao Lewat Kegiatan Kenal Kebun 2024

Prestasi Tuesday, 3 September 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar kegiatan tahunan Kenal Kebun 2024 yang dilaksanakan pada dua gelombang yakni tanggal 23-25 Agustus 2024 serta 30 Agustus-1 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 384 mahasiswa Fakultas Pertanian dan 9 mahasiswa asing yang sedang mengikuti program AIMS (Asean International Mobility Student Programs). Mahasiswa asing ini berasal dari negara Jepang, Korea Selatan, Filipina, serta Laos.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung terkait proses budidaya dan pengolahan tanaman perkebunan khususnya pada komoditas teh dan kakao, yang jarang ditemui di kampus. Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa kepada mahasiswa untuk mengenalkan secara langsung dunia pertanian di lapangan sekaligus memperkaya teori,” jelas Prof. Subejo.

Kegiatan Kenal Kebun berlangsung di dua lokasi, yakni Kebun Teh Pagilaran dan Kebun Kakao Segayung. Ketua Panitia Kenal Kebun 2024 sekaligus Dosen Fakultas Pertanian, Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai rantai produksi pertanian dari hulu ke hilir

“Mahasiswa pertanian bisa belajar cara budidaya kopi, teh, dan kakao dari mulai pembibitan, pemupukan, pengendalian OPT, hingga pengolahannya agar mahasiswa memiliki bekal tentang ilmu dasar di bidang pertanian,” terang Firdausi.

Di Kebun Teh Pagilaran, peserta belajar budidaya teh, mulai dari pembuatan pupuk kompos, pemuliaan tanaman, pembibitan, pengendalian hama, hingga pemangkasan dan pemetikan, serta melihat langsung proses pengolahan teh di pabrik.

Sementara itu, di Kebun Kakao Segayung, mahasiswa mempelajari budidaya dan pengolahan kakao, termasuk pembibitan, perbanyakan vegetatif, dan fermentasi, memberikan pengalaman langsung tentang seluruh rantai produksi.

Kegiatan Kenal Kebun mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang kegiatan, baik dari mahasiswa lokal maupun internasional. Jinwon Gang, mahasiswa asal Korea Selatan, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti acara ini. Menurutnya, Kenal Kebun adalah kesempatan berharga untuk belajar langsung dari orang-orang terkait praktik pertanian secara langsung.

Hal serupa juga disampaikan oleh Takuma Onose, mahasiswa asal Jepang, yang merasa senang bisa merasakan pengalaman menarik dan berkesan ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan ilmu baru, tetapi juga kesempatan menikmati keindahan alam serta kegiatan menarik yang belum tentu bisa ia temui di Jepang.

Melalui kegiatan Kenal Kebun 2024, Fakultas Pertanian berupaya untuk mencapai tujuan SDGs, diantaranya: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Kolaborasi Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dengan Proteksi Tanaman Adakan Pelatihan Pengendalian Penyakit Layu Fusarium di Ngawen Gunung Kidul

berita Monday, 2 September 2024

Fakultas Pertanian UGM mengadakan pelatihan pengendalian penyakit layu fusarium pada Minggu, 1 September 2024. Melalui kolaborasi antara Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian bersama Program Studi Proteksi Tanaman, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian penyakit layu fusarium yang kerap ditemukan pada tanaman pisang, salah satu komoditas utama di Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul.

Narasumber yang merupakan salah seorang dosen Program Studi Proteksi Tanaman, Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc., membagikan materi komprehensif mengenai penyebab dan gejala penyakit layu fusarium. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan beberapa perlakuan yang bisa dilakukan oleh para petani pisang Kelompok Tani di Dusun Tobong, Ngawen, khususnya perlakuan yang mengikuti standar pengendalian hama secara terpadu (PHT).

“Salah satu yang bisa dilakukan sebagai pencegahan penyakit layu fusarium adalah dengan menggunakan agensia hayati, seperti Bacillus sp dan Trichoderma sp. Seperti yang tadi kita lihat bersama saat kunjungan lapangan, beberapa tanaman yang pernah kita aplikasikan kedua agensia hayati ini menunjukkan hasil yang lebih baik,” jelas Arif.

Untuk mengetahui keberhasilan pelatihan, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) mengimplementasikan sistem pre-test dan post-test. Menurut Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D., dosen yang turut terlibat dalam kegiatan pelatihan, sistem ini dilakukan agar dapat mengetahui adanya peningkatan pengetahuan petani antara sebelum sesi materi dan sesudah sesi materi dilakukan, sehingga hasilnya pun bisa digunakan sebagai evaluasi bersama.

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu bagian dari proyek penelitian yang didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dengan project leader, yaitu Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. Adapun selain dosen, beberapa mahasiswa terlibat untuk membantu kelancaran kegiatan pelatihan, antara lain tiga mahasiswa Prodi S1 Proteksi Tanaman angkatan 2020, yaitu Arkhan Mohamad Fateh, Ucik Nugroho, dan Rezqi Kurniawati, serta mahasiswi Prodi S1 PKP angkatan 2020, Khoirun Nisa, dan mahasiswi Prodi S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Hanita Athasari Zain.

Peserta yang terdiri atas 28 petani pisang menerima dengan baik adanya pelatihan ini. Ketua Kelompok Tani Dusun Tobong, Mursiyo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Fakultas Pertanian UGM atas inisiasi pendampingan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan wawasan petani. Selain itu, Panewu Kapanewon Ngawen, Sugito, S.H., M.H., yang turut hadir juga menyampaikan harapannya agar Fakultas Pertanian UGM melanjutkan kegiatan pendampingan kepada petani di daerahnya.

“Masyarakat Kapanewon Ngawen ini 80% adalah petani dan buruh tani, sehingga apabila mereka sejahtera, maka masyarakat pun akan sejahtera. Saya harap, Fakultas Pertanian UGM bisa terus memberikan pendampingan atau pelatihan seperti ini lagi untuk memberikan ilmu kepada petani kami, baik terkait tanaman pisang maupun komoditas lainnya,” ujarnya.

Pelatihan yang diadakan oleh Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Foto: Media Faperta UGM

Gandeng PT Sumitomo Corporation dan Nippon Telegraph and Telephone (NTT), Fakultas Pertanian UGM Kembangkan Inovasi Pengurangan Emisi

beritakerjasama Sunday, 1 September 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama strategis bersama PT Sumitomo Corporation dan Nippon Telegraph and Telephone (NTT) untuk meningkatkan pengembangan teknologi informasi dan pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam bidang pertanian. Audiensi kerja sama berlangsung pada hari Kamis, 29 Agustus 2024 di Ruang Venture, Gedung AGLC Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh perwakilan PT Sumitomo Corporation, NTT, dekan, wakil dekan, ketua departemen, serta ketua unit di Fakultas Pertanian UGM.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan solusi inovatif dalam bidang pengurangan emisi pada penanaman padi menggunakan Alternate Wetting and Drying (AWD). Selain itu, dalam audiensi tersebut, dilakukan juga persiapan launching program Green Campus. Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyambut baik inisiatif kerjasama ini dengan harapan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

“Kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM, Sumitomo, dan NTT merupakan langkah penting dalam memperkuat kapasitas akademik dan praktis bagi mahasiswa, sekaligus dapat memberikan kontribusi positif dalam perkembangan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia,” ujar Dekan.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., memaparkan rumusan potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama Sumitomo dan NTT, yaitu diawali dengan penjelasan konsep Smart eco-bioproduction yang menjadi tagline dan visi Fakultas Pertanian UGM. Selain itu, ia juga memaparkan langkah-langkah strategis Fakultas Pertanian UGM yang sudah dilakukan guna mendukung pengoptimalan program Green Campus yang ada di UGM.

“Fakultas Pertanian UGM sudah banyak melakukan kegiatan yang mendukung pelaksanaan pencapaian Green Campus seperti Pembangunan Gedung Agrotropical Learning Center (AGLC) yang mendapat Final EDGE Certification dari Green Building Council Indonesia, pembangunan co-working space di taman buah anggur, penanganan sampah, pengembangan inovasi pertanian berbasis IoT, penggunaan bus listrik di dalam kampus, dan beberapa kegiatan strategis lainnya,” jelas Prof. Subejo.

PT Sumitomo Corporation dan NTT berharap bahwa kolaborasi ini dapat membantu menciptakan solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi oleh petani di Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan kerja sama ini, Fakultas Pertanian UGM berkomitmen untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dan penelitian yang relevan. Di sisi lain, pihak PT Sumitomo dan NTT berkomitmen untuk menyediakan akses teknologi terbaru yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Kegiatan audiensi kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Desi Utami
Editor: Hanita Athasari Zain

 

News Anchor Kompas TV Sampaikan Pentingnya Personal Grooming dan Public Speaking bagi Civitas Akademika Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Sunday, 1 September 2024

Public speaking merupakan keterampilan berbicara di depan umum dengan tujuan menyampaikan informasi kepada audiens. Keterampilan ini melibatkan penguasaan bahasa tubuh dan interaksi dengan audiens untuk menciptakan kesan positif. Untuk itu, setiap individu perlu memahami personal grooming. Hal inilah yang disampaikan oleh Frisca Clarissa, S.H., news anchor dan producer dari Kompas TV dalam workshop “How to Elevate Your Public Speaking and Look Well-Groomed” pada Minggu, 25 Agustus 2024.

Frisca menjelaskan bahwa dalam berinteraksi sosial, kepercayaan diri menjadi kunci untuk memperluas jaringan. Dengan penempatan diri, pemahaman terhadap target audiens, dan pendekatan yang tepat, maka lawan bicara atau audiens akan tertarik dengan topik yang diangkat. Cara berbicara dan penampilan pun akan tersorot.

“Berbicara di depan umum adalah seni yang membutuhkan latihan dan dedikasi, di mana perlu adanya persiapan, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Agar pesan yang disampaikan mudah diterima oleh audiens, maka perlu mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang tepat. Komunikasi yang efektif memiliki tiga elemen kunci, diantaranya adalah suara, konten, dan penampilan. Selain itu, dalam berbicara perlu memperhatikan artikulasi, tempo, intonasi, menjaga sikap tenang, dan percaya diri,” jelas Frisca.

Selain itu, Frisca menambahkan, koordinasi dan analisis situasi menjadi dua hal penting untuk dilakukan terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Ia menegaskan perlunya kebersihan, kesesuaian pakaian, dan bahasa tubuh yang baik untuk menciptakan kesan pertama yang positif. Hal tersebut mempengaruhi personal branding dalam membangun citra dan reputasi yang konsisten.

Workshop public speaking dan personal grooming ini diselenggarakan oleh Unit Media dan Sistem Informasi Fakultas Pertanian UGM dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan dibuka oleh Ketua Unit Media dan Sistem Informasi Fakultas Pertanian UGM, Desi Utami, S. P., M.Env.Sc., Ph. D., yang menyampaikan harapannya agar workshop dapat bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan diri. Tak hanya itu, harapannya hal ini juga menjadi motivasi untuk membuka lebar peluang karir, serta membangun hubungan yang baik antar dan dengan dosen, kantor, maupun profesional lainnya.

“Tumbuh bersama dengan meng-upgrade diri melalui kegiatan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri memang diperlukan, terlebih percaya diri dalam menyampaikan informasi yang akan menjadi media berita untuk masyarakat luas. Adanya narasumber yang hebat merupakan salah satu cara belajar yang tepat sebagai langkah kita berproses,” ujar Desi.

Workshop “How to Elevate Your Public Speaking and Look Well-Groomed” menjadi komitmen bersama untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan.

 

Penulis: Khairani Nabilah

Editor: Hanita Athasari Zain 

Peserta Summer Course Fakultas Pertanian UGM 2024 Usung Gerakan Generasi Z untuk Kampanye Pertanian Berkelanjutan

Prestasi Sunday, 1 September 2024

Fakultas Pertanian UGM yang menggelar Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2024 (SC-STA 2024) sejak 15 Juli 2024 lalu telah sampai di kegiatan penutup, yaitu final presentation oleh para peserta. Para peserta sebanyak 20 mahasiswa luar negeri yang berasal dari negara Filipina, Malaysia, China, Jepang, dan Yaman  memaparkan hasil yang telah mereka peroleh sejak mengikuti pre-course dan field trip dalam bentuk video dan pemaparan selama 10 menit yang meliputi masalah atau tantangan yang mereka temukan, serta solusi yang mereka tawarkan. Dari segala pemaparan peserta, dapat terlihat bahwa solusi utama yang ditawarkan adalah gerakan anak muda atau generasi Z (Gen-Z) untuk aktif mengkampanyekan pertanian berkelanjutan, khususnya terkait komoditas kakao. 

Seperti yang dipaparkan oleh Kelompok Hybrid 2 sebagai kelompok presenter terbaik, mereka menyebutkan solusi “Gen-Z in Coco(A)CTION” yang menegaskan pentingnya kontribusi Gen-Z melalui media sosial untuk menyebarluaskan praktik pertanian berkelanjutan. 

 

“Karena Gen-Z lebih banyak terlibat pada media digital, daripada generasi sebelumnya, maka kampanye melalui media sosial dapat digalakkan untuk membuat konten yang menyoroti dampak perubahan iklim. Dari situ diharapkan muncul kesadaran untuk memperbanyak praktik pertanian berkelanjutan,” jelas JM Santos, salah satu anggota Kelompok Hybrid 2, yang berasal dari Filipina. 

Adapun Kelompok Hybrid 2 menjadi kelompok presenter terbaik setelah melalui penilaian oleh para juri yang meliputi beberapa kriteria, antara lain dasar teori, metode penelitian, kerja sama tim dan manajemen waktu, serta estetika dan kreativitas. Tiga juri yang berasal dari dosen Fakultas Pertanian UGM antara lain adalah Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D., Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., dan Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D.

Kegiatan final presentation yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Agustus 2024 di Ruang Venture Gedung AGLC tersebut dihadiri pula oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Direktur Kemitraan, Relasi Global UGM, Prof. Dr. apt. Puji Astuti, S.Si., M.Sc dan seluruh panitia Summer Course 2024. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Puji menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta Summer Course Fakultas Pertanian UGM 2024. Ia juga berharap para peserta mendapatkan banyak wawasan baru, serta tertarik untuk kembali ke UGM dalam bentuk kegiatan lain.

“Saya mengapresiasi keikutsertaan teman-teman dalam kegiatan Summer Course oleh Fakultas Pertanian UGM. Tidak perlu merasa sungkan, kami dari UGM akan sangat terbuka apabila teman-teman ingin kembali ke sini dalam kegiatan lain yang durasinya lebih lama, seperti student exchange atau joint research bahkan lanjut S2 maupun S3,” ujar Prof. Puji.  

Kegiatan summer course yang digelar oleh Fakultas Pertanian UGM menjadi wujud komitmen untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas,  SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Editor: Desi Utami

Foto: Media Faperta UGM

Mahasiswa Faperta UGM Selesaikan Studi dalam Waktu Singkat dengan IPK Gemilang

Prestasi Saturday, 31 August 2024

Fakultas Pertanian UGM kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan gelar lulusan tercepat yang diraih oleh dua mahasiswi Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, yaitu Aulia Putri Nur Cahyani dan Aisyah Fatikah Nur Ghani. Mereka berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu hanya 3 tahun 7 bulan 16 hari. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang mengagumkan di tengah segala tantangan akademik yang ada.

Aulia mencatat waktu kelulusan tercepat dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,90 dengan penelitian yang berjudul “Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah terhadap Pendapatan Rumah Tangga Tani di Kalurahan Srikayangan Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulon Progo”. Aulia menjelaskan bahwa kunci untuk menjadi wisudawan tercepat adalah dengan tidak melupakan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa, yaitu belajar, meskipun tetap mengikuti berbagai kegiatan non-akademik. Menurut Aulia, masa kuliah adalah waktu untuk menikmati dan mencoba berbagai hal positif melalui kegiatan non-akademik. Selama kuliah, bahkan ketika pandemi, Aulia aktif dalam berbagai kepanitiaan, organisasi, dan kegiatan volunteer. 

“Kuliah adalah waktunya menjadi mahasiswa ‘kura-kura’ (kuliah-rapat). Saya mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian, berbagai acara di tingkat fakultas dan universitas, menjadi asisten praktikum, bekerja paruh waktu di program studi, dan di masa akhir kuliah saya juga menjadi asisten penelitian,” ujarnya yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.

Selain Aulia, Aisyah yang juga menjadi wisudawan tercepat dengan IPK 3,92, mengungkapkan bahwa tantangan terberat selama kuliah adalah menjaga konsistensi belajar dan mengatur waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Salah satu strategi efektif Aisyah dalam menghadapi tantangan kuliah adalah dengan mencari lingkungan pertemanan yang positif dan suportif, serta teman-teman yang selalu mengingatkan untuk terus berprogres.

Selama menjadi mahasiswa yang melakukan penelitian berjudul “Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Organik Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Tani di Kabupaten Boyolali”, Aisyah aktif dalam berbagai organisasi, kepanitiaan, kegiatan volunteer, magang, dan mengembangkan beberapa proyek bersama teman-teman mahasiswa UGM lainnya. Salah satu proyek terbaru Aisyah adalah mengembangkan Program Desa Energi Berdikari yang berkolaborasi dengan Pertamina Foundation. Aisyah menambahkan tips dalam membagi waktu dengan efektif sehingga menjadi wisudawan tercepat, di mana Aisyah selalu membiasakan diri membuat timeline rutin dan menetapkan target, serta tidak lupa konsultasi dengan pembimbingnya, yaitu Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D. 

“Saya selalu membuat timeline mingguan dan bulanan. Selain itu, saya juga menetapkan target yang perlu saya capai dengan jelas. Dengan timeline dan gambaran target yang sudah saya buat sebelumnya, ini membantu saya untuk menentukan skala prioritas. Kebetulan juga, segera lulus dari UGM adalah salah satu target yang saya prioritaskan,” tutur Aisyah.

Prestasi yang diraih oleh Aulia dan Aisyah menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk menghasilkan lulusan unggul dan mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Alkhansa Khairunnisa 

Editor: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

Febriana Salvy: Penerima Beasiswa KAGAMA Pertanian dan Lulusan Terbaik Departemen Budidaya Pertanian 

Prestasi Saturday, 31 August 2024

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Pertanian memberikan beasiswa kepada beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM. Salah satunya adalah Febriana Salvy Kusumawati yang berasal dari Program Studi Agronomi. Dalam acara Purnawisuda Program Sarjana Fakultas Pertanian UGM Periode IV tahun akademik 2023/2024 yang digelar pada Rabu, 28 Agustus 2024, mahasiswa yang kerap disapa Salvy tersebut telah dinyatakan lulus dan menyandang gelar sebagai lulusan terbaik Departemen Budidaya Pertanian.

Salvy menerima Beasiswa KAGAMA Pertanian selama satu tahun, sejak ia berada di semester lima sampai semester enam. Bagi Salvy, adanya Beasiswa KAGAMA Pertanian yang ia peroleh sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan penunjang perkuliahan, utamanya seperti laptop. Dengan begitu, Salvy mampu menjalani masa studinya secara maksimal hingga meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3.84, berpredikat pujian (cumlaude). 

“Beasiswa KAGAMA Pertanian ini sangat membantu di mana beban orang tua pun jadi berkurang. Saya menggunakan beasiswa tersebut untuk memenuhi barang-barang yang saya butuhkan selama perkuliahan, sehingga dari saya sendiri pun juga merasa sangat terbantu,” ujar Salvy yang menamatkan studinya dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan 4 hari.

Selain Beasiswa KAGAMA Pertanian, Salvy juga menerima bantuan pendanaan untuk penelitian tugas akhir yang diperoleh dari hibah penelitian bersama dosen, yaitu hibah penelitian dari dosen pembimbingnya, Dr. Dyah Weny Repsatie, S.P., M.Si., yang juga seorang Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM.  Adapun penelitian yang ia lakukan berjudul “Potensi Daun Jati (Tectona grandis Linn. F.) sebagai Bioherbisida Gulma Tridax procumbens pada Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril”.  

Sokongan biaya yang diberikan oleh KAGAMA Pertanian dan Fakultas Pertanian UGM untuk kelancaran studi mahasiswanya menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

Lulusan Terbaik Program Sarjana Fakultas Pertanian UGM Angkat Penelitian Usaha Tani Petani Milenial 

Prestasi Friday, 30 August 2024

Fakultas Pertanian UGM kembali meluluskan sarjana unggulan dengan total 286 sarjana pertanian dan sarjana perikanan dalam acara Wisuda Program Sarjana Periode IV TA 2023/2024. Kali ini, penghargaan lulusan terbaik diraih oleh Anna Tria Nita (Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96. Anna, yang menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 3 tahun 9 bulan 14 hari, mengangkat topik penelitian mengenai usaha tani petani milenial.

Penelitian yang ia lakukan meliputi perbandingan kelayakan usaha tani yang dilakukan oleh petani milenial dan petani non milenial. Hal tersebut didasari oleh perbedaan karakteristik yang ada. Anna menambahkan, hasil penelitiannya mampu memberikan gambaran lebih detail mengenai perbandingan keuntungan yang diperoleh dari usaha tani bawang merah oleh petani milenial dan petani non milenial. 

“Dari penelitian saya, dapat diketahui ternyata usaha tani bawang merah petani milenial lebih menguntungkan dibandingkan dengan petani non milenial. Artinya, hal tersebut menjadi isu penting untuk meningkatkan regenerasi petani agar usaha tani dapat dikelola lebih maksimal,” jelas Anna. 

Anna menyebutkan bahwa judul penelitiannya secara lengkap adalah “Kelayakan Usaha Tani Bawang Merah Semi Organik Petani Milenial dan Non Milenial di Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul”. Adapun penelitian tersebut termasuk dalam hibah penelitian dosen yang terdiri atas tiga orang dosen dan salah satunya adalah dosen pembimbing akademik (DPA) dari Anna, yaitu Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc.

Selain membagikan hasil penelitiannya, Anna juga memberikan pesan bagi para mahasiswa yang masih dalam masa studi. Ia berpesan agar para mahasiswa tidak hanya fokus di akademik, tetapi juga mencari kesempatan untuk magang atau kegiatan non-akademik lainnya.

“Untuk para mahasiswa, jangan lupa untuk mencari berbagai peluang atau kesempatan di luar kegiatan akademik. Dari program studi, departemen, fakultas, hingga level universitas, pasti ada beragam kesempatan yang bisa dicoba untuk mengembangkan keahlian dan keilmuan diri sendiri,” tutur Anna.

Prestasi yang diraih oleh Anna menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk menghasilkan lulusan unggul dan mencapai tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Luncurkan Sugar Cane Learning Center-Corner Bersama PT Sinergi Gula Nusantara

berita Thursday, 29 August 2024

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) secara resmi meluncurkan Sugar Cane Learning Center-Corner (SCLC-Corner). Acara ini juga turut dihadiri Ir. Jaka Widada M.P., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, Bapak Mahmudi selaku Direktur Utama PT SGN, dan Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. selaku Ketua Senat Fakultas Pertanian UGM. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan swasembada gula nasional.

Peluncuran SCLC-Corner ini juga menjadi upaya tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) “Tata Kelola Tebu Rakyat sebagai Upaya Penguatan Supply Bahan Baku Menuju Swasembada Gula Nasional 2028” yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2024 sebelumnya.

Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Direktur Utama PT SGN, dan Ketua Senat Fakultas Pertanian UGM. Kehadiran ketiga tokoh tersebut semakin menegaskan kerjasama dan komitmen kuat kedua belah pihak dalam mengembangkan pusat pembelajaran ini.

Selain peresmian, acara juga dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM dan Direktur Utama PT SGN.

“Ini adalah langkah awal untuk menciptakan kohesivitas yang lebih baik antara dunia akademisi dan industri gula, dengan memanfaatkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Fakultas Pertanian UGM. Kolaborasi bersama ini merupakan upaya untuk menghadapi tantangan industri gula di masa depan yang tentu tidak semakin mudah, dan membutuhkan perhatian bersama. Ini adalah wujud dukungan dan komitmen kuat dari Fakultas Pertanian dalam bidang industri gula,” jelas Mahmudi.

Hadirnya SCLC-Corner, diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang tanaman perkebunan, khususnya tebu. SGLC-Corner juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan ruang yang nyaman dalam melakukan pembelajaran.

“Ini adalah hub yang menjembatani antara industri dan pendidikan. Kita (universitas) bisa menghasilkan lulusan yang match dengan kebutuhan industri yang ada, salah satunya gula. Sekaligus juga bisa menjadi pusat penelitian dan pengembangan dari industri tersebut untuk mengembangkan teknologi efektif dan efisien melalui penggunaan digitalisasi, IoT, AI, dan lain-lain sehingga teknologi yang dikembangkan bisa dimanfaatkan di dunia industri,” papar Jaka. 

“Saya kira SGLC ini tentu diharapkan juga dapat menjadi hub di bidang rekayasa teknologi dan pengembangan industri gula nasional,” tambah Prof. Irham.

Sinergi dan kerja sama Fakultas Pertanian UGM dengan PT SGN juga menjadi upaya merealisasikan SDGs, terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis : Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

1…2930313233…41

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
  • Sekolah Tani UGM Lanjutkan Sesi Kedua: Inovasi Budidaya Padi Gamagora
    06/03/2026
  • 5th International Youth Summit
    06/03/2026
  • Japanese Class Bersama Mahasiswa Yamagata University: Belajar Kaligrafi hingga Eksplorasi Minat Peserta
    05/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Workshop Gene Expression untuk Perkuat Riset Berkelanjutan
    04/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju