• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • page. 7
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Cerita Seru Amal sebagai Awardee Asean International Mobility Students (AIMS) di Gyeongsang National University, Korea Selatan

berita Tuesday, 2 September 2025

Pada Bulan Agustus hingga Desember 2024 lalu, beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengikuti program Asean International Mobility Students (AIMS). Salah satunya adalah Amalia Sawita Linuwih yang akrab dipanggil Amal, mahasiswi Program Studi Proteksi Tanaman, berbagi pengalamannya selama study exchange di Gyeongsang National University, Korea Selatan. Program AIMS merupakan program kerja sama di bawah kemitraan antar universitas yang berasal dari negara-negara di kawasan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan. Program ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar di luar negeri dalam disiplin ilmu tertentu dan mengembangkan keterampilan belajar dan antarbudaya mereka untuk memperkaya kompetensi global mereka serta berkontribusi pada internasionalisasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

Menurut Amal, mengikuti program AIMS memiliki peluang besar dan kesempatan yang berharga untuk menambah pengalaman di bidang akademik dan non akademik. Selain itu, program ini juga fully funded, sehingga sangat memberikan benefit yang besar bagi para awardee. Amal juga berbagi cerita mengenai perbedaan sistem belajar yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa di Gyeongsang National University. “Dosen disana selalu on time baik masuk dan keluarnya sesuai jadwal. Biasanya kalau tipe dosen kita selalu kasih waktu untuk berdiskusi menganai topik perkuliahan, sedangkan kalau disana tidak diberi kesempatan itu. Jadi kalau mahasiswa bingung dengan pembelajarannya dituntut untuk mencari informasi sendiri contohnya melalui bacaan di perpustakaan,” jelasnya.

Selain perbedaan tipe mengajar dosen, mahasiswa di sana cenderung bersifat individualis karena sistem penilaian yang menggunakan sistem distribusi normal. Amal menjelaskan, “Ketika sudah memasuki masa ujian, pperpustakan pasti penuh sampai mereka rela menginap dan bawa sikat gigi ke perpustakaan. Mereka sangat serius untuk pendidikan, sehingga memotivasi aku untuk lebih rajin belajar dan menyempatkan waktu ketika weekend ke perpustakaan”.

Amal merasa sangat menikmati dunia perkuliahan di luar negeri seperti kegiatan belajar mengajar yang tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. “Salah satu mata kuliah favoritku adalah International Cooperation in Agriculture karena setiap dua minggu sekali ada outdoor learning untuk mengamati pertanian di Korea jadi nggak bosen,” terangnya.

Tentunya menjadi mahasiswa yang merantau ke negeri orang juga mengalami perbedaan dari segi daily life. “Tantangan yang paling basic adalah dasar beretika orang korea dan kendala dalam berkomunikasi. Karena ada beberapa dialek yang sulit didengar dan dimengerti,” tutur Amal. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Amal berusaha untuk adaptasi dengan memperhatikan etika dan cara bersosialisasi melalui teman-temannya yang berasal dari korea serta belajar bahasa korea dengan bantuan aplikasi pendukung untuk memudahkan komunikasi.

Banyaknya pengalaman berharga yang didapatkan Amal melalui AIMS merupakan salah satu upaya Fakultas Pertanian untuk ikut serta menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Intan Naura Buktikan Bahwa Mahasiswa KIP Bisa Ikut Program Pertukaran Pelajar ke Korea, Melalui Program AIMS

berita Tuesday, 2 September 2025

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Intan Naura Nur Ain atau yang sering disapa Naura, berhasil lolos seleksi ASEAN International Mobility for Students (AIMS) dan mengikuti rangkaian kegiatan pertukaran pelajar ke Gyeongsang National University, Department of Agronomy, Republic of Korea. AIMS merupakan salah satu program unggulan Faperta UGM yang menjembatani mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di negara negara Asia.

“Awalnya untuk membuktikan diri ke orang lain sekaligus membuktikan ke diri sendiri. Saya merupakan anak KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk menempuh kuliah. Beberapa orang di sekitar saya, terutama teman-teman dan seorang dosen saya berkata bahwa program pertukaran pelajar ke luar negeri hanya untuk orang kaya” ucap Naura.

Naura tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan pergi ke negara yang dijuluki sebagai Negeri Gingseng di umur 20 tahun. Tekadnya dimulai dari bulan Desember 2023, di mana dia mulai tertarik untuk mencoba tantangan baru. Naura pertama kali mengetahui informasi terkait AIMS dari salah satu kakak tingkatnya yang juga pernah mengikuti program ini. Semenjak itu, Naura mulai mempersiapkan segala persyaratan yang di butuhkan di tengah kesibukan perkuliahan.

“Saat itu periode pendaftaran sangat mepet sehingga saya harus memadatkan jadwal saya untuk belajar English Proficiency yaitu TOEFL secara mandiri. Saya hanya belajar TOEFL selama dua minggu dengan menggunakan e-book dan Youtube“ ucap Naura.

Faperta UGM juga mendukung Naura dalam proses pengurusan pemberkasan dan menyediakan informasi pendaftaran. Tidak hanya itu, dosen pembimbing akademik (DPA) Naura, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D., juga sangat mendukung dan mendorong mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Saat menjalani program ini, Naura mengikuti beberapa kegiatan akademik berupa beberapa mata kuliah, yaitu International Cooperation in Agriculture, Farm Practice 2PBL, English Reading and Writing using Media, Intercultural Communication and Global Etiquette, Comprehensive Crop Science Design, dan Environmental Politics. Selain itu, Narua juga aktif dalam kegiatan non-akademik seperti tari modern atau dance. Dia bersama mahasiswa-mahasiswa dari Korea, Indonesia, dan Spanyol untuk tampil di Gaecheon Arts Festival, Jinju Lantern Festival dan berhasil meraih juara 1 melawan puluhan institusi  lain di Korea.

“Hal yang bisa mutusin mampu atau gaknya kamu melakukan sesuatu itu ya cuma Tuhan dan kamu sendiri. Jangan peduliin omongan orang lain kalau mereka gatau hidupmu. Kamu mau apa ya mintanya ke Tuhan, Tuhan itu maha Kaya” ujar Naura.

Program ini memberikan dampak positif bagi Naura, termasuk dapat belajar bersosialisasi sama banyak orang baru, dengan latar belakang, bahasa, ras, dan kewarganegaraan beragam. Bertemu orang-orang hebat yang memotivasi buat lebih maju dan berkembang.

“Dunia itu terlalu luas untuk gak dijelajahi dan terlalu sayang untuk gak dinikmati. Manfaatin semua kesempatan/privilege yang disediain dari Faperta UGM. Program AIMS di UGM cuma ada di Faperta lho. Kapan lagi ke luar negeri saingan pendaftarnya cuma anak-anak Faperta UGM doang?” pesan Naura.

Pesan ini juga mengajak seluruh mahasiswa di FAPERTA UGM untuk memanfaatkan program yang ditawarkan oleh fakultas dengan semaksimal mungkin. Tentunya setiap program akan memberikan dampak yang bermanfaat bagi masa depan peraihnnya.  Dengan program AIMS di Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG), antara lain: SGD 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Olivia Regita Br Tarigan

Editor: Desi Utami

 

Mengukir Prestasi di Negeri Gingseng: Kisah Farra Resita sebagai AIMS Awardee 2024

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengirim 6 mahasiswa dari berbagai jurusan untuk mengikuti program pertukaran pelajar AIMS (Asian International Mobility for Students) ke sejumlah universitas di luar negeri. Salah satu awardee yang menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran pelajar di negeri gingseng selama satu semester ialah Rr. Farra Resita Dewi Std atau yang biasa dipanggil Farra. Farra merupakan mahasiswa jurusan Manajemen Sumberdaya Akuatik angkatan 2021. Farra menjadi AIMS Awardee periode Fall semester 2024 dengan menempuh jurusan Agronomi di Gyeongsang National University, Korea Selatan. Program ini dilakukan guna memperluas wawasan global mahasiswa, memperkuat jejaring internasional, dan meningkatkan kompetensi di bidang pertanian dan perikanan.

Selama program berlangsung, Farra membagikan pengalamannya selama berada di Korea Selatan. Ia mengambil berbagai mata kuliah yang ditawarkan, mulai dari Environmental Politics, Agricultural Production Economics, International Cooperation in Agriculture, dan Farm Practice 2PBL. Melalui berbagai mata kuliah tersebut, ia belajar mengenai isu-isu pertanian dan lingkungan di Korea Selatan dan internasional, ekonomi dalam lingkup agribisnis serta berbagai teknologi pertanian di negara 4 musim. Selain itu, ia juga mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan mengikuti field trip ke beberapa perkebunan komoditas subtropis. Dari berbagai mata kuliah yang ia jalani, Environmental Politics menjadi mata kuliah favoritnya karena membuka perspektif baru tentang isu lingkungan serta model kelas yang terbuka dengan banyak diskusi dari mahasiswa.

“Environmental politics, karena benar-benar membuka perspektif baru dan selalu dipacu untuk berpikir kritis dan solutif. Sesi diskusi dan debat di kelas mengubah cara pandangku terhadap kontrakdiksi kepentingan lingkungan, pemerintah, dan bisnis” terangnya.

Tak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba pengalaman di luar akademik selama berada di Korea Selatan, Farra menuturkan bahwa ia mencoba berbagai hal baru dan pengalaman untuk mengenal kebudayaan Korea Selatan lebih jauh. Ia bersama teman-temannya dari berbagai negara berkesempatan untuk mengikuti lomba dance pada 73rd Gaecheon Arts Festival. Farra menuturkan bahwa hal itu adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba dance. Namun, berkat semangat dan kerja sama tim yang luar biasa, ia dan tim berhasil menyabet Juara 1 dalam festival tahunan yang diadakan di Kota Jinju.

Farra merasa sangat bersyukur dapat mengikuti program AIMS tahun 2024. Pengalaman ini benar-benar meningkatkan semangat belajarnya dan membuka perspektif baru tentang berbagai hal. Farra juga mengungkapkan bahwa program ini membantunya untuk belajar nilai-nilai positif dari kehidupan di Korea Selatan seperti bagaimana cara menghargai waktu dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan aktif. Ia juga berharap bahwa suatu saat nilai-nilai ini dapat diadopsi dalam sistem pembelajaran di Indonesia.

Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SGDs) yang tertuang dalam poin SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta Poin SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Noor Amelia Putri
Editor : Desi Utami
Foto: Farra Resita

Mahasiswa Faperta UGM Raih Best Community Empowerment Proposal di UP HIRAYA 2025 Filipina

berita Monday, 1 September 2025

Ulin Nuha Diah Wulandari, mahasiswa Fast Track Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), sukses meraih penghargaan Best Community Empowerment Proposal dalam UP HIRAYA Short-Term Exchange Program 2025 di Filipina. Proposal bertajuk “Threadcycle: Weaving Waste into Worth by Community Initiative” ini menekankan pengelolaan limbah tekstil berbasis inisiatif masyarakat sebagai upaya membangun ekonomi sirkular. Gagasan tersebut dinilai istimewa karena tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian sosial-ekonomi melalui partisipasi komunitas.

Program yang diinisiasi oleh University of the Philippines ini mengusung tema “Honing an Inclusive and Socially Responsive Internationalization Program” dan dirancang sebagai ruang kolaborasi akademik lintas negara. Dari Faperta UGM, delegasi terdiri atas tiga mahasiswa, yakni Ulin Nuha Diah Wulandari (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2021 & Magister Ekonomi Pertanian 2024), Panca Rahadi Mulyo (Magister Ekonomi Pertanian 2024), dan Ilham Justin Asmara (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022).

Selama tiga minggu, para peserta mengikuti kegiatan di Manila, Batangas, dan Bicol. Di Manila, mereka diperkenalkan dengan budaya Filipina melalui kelas aksara kuno Baybayin, kuliner khas seperti Halo-Halo, hingga kunjungan ke situs budaya dan sejarah. Peserta juga berkesempatan mengunjungi University of the Philippines Resilience Institute (UPRI) untuk mempelajari mitigasi risiko bencana melalui permainan edukatif Sakunwari, serta mengikuti lokakarya terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Di Batangas, kegiatan lebih menekankan pada design thinking dan pemberdayaan komunitas bersama Gawad Kalinga, sebuah organisasi yang fokus pada pembangunan sosial-ekonomi. Interaksi langsung dengan masyarakat difasilitasi lewat pertunjukan seni hingga dialog bersama pemerintah daerah. Sementara di Provinsi Bicol, peserta terlibat dalam berbagai modul praktis seperti pertanian organik, apiculture (budidaya lebah tanpa sengat), pengolahan cokelat, dan penanaman mangrove. Modul pertanian dilaksanakan di Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA) yang menekankan praktik pertanian berkelanjutan.

Partisipasi mahasiswa Faperta UGM dalam UP HIRAYA 2025 diharapkan mampu memperluas perspektif global, memperkuat kolaborasi internasional, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu-isu keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menunjukkan perannya dalam mendukung pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Adhika Hafizh Prasada, S.P., Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM

 

Inovasi Pertanian dari Desa: KKN UGM Moro Donorojo Dorong Transformasi Ekonomi Gedompol

berita Thursday, 21 August 2025

Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di Dusun Cabe, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, menghadirkan berbagai inovasi pertanian berbasis potensi lokal. Di bawah bimbingan Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa Tim KKN-PPM UGM Moro Donorjo mengusung tema “Transformasi Ekonomi melalui Sinergi Mata Pencaharian Lokal oleh Masyarakat dan BUMDes demi Membangun Ekowisata”.

Fahreza Reybima Daffa, mahasiswa program studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM merancang sejumlah kegiatan pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan petani di Dusun Cabe. Ia menggagas edukasi dan pelatihan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk membantu petani menentukan dosis pupuk secara tepat, memperkenalkan inovasi pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit singkong sebagai solusi pemanfaatan hasil samping pertanian, serta menginisiasi pembuatan pestisida nabati berbahan daun pepaya guna mengendalikan hama pada tanaman kacang tanah. Rangkaian pelatihan tersebut dilaksanakan pada 24 dan 29 Juli 2025, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Melalui program-program ini, Fahreza berharap petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga semakin mandiri dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Namun, pelaksanaan program tidak terlepas dari tantangan. Kendala utama yang dihadapi tim KKN-PPM UGM Moro Donorojo adalah keterbatasan jaringan telekomunikasi yang menyulitkan komunikasi dan penyebaran informasi melalui media digital. Selain itu, jarak desa yang cukup jauh dari pasar membuat ketersediaan bahan baku tidak selalu terjamin. Infrastruktur penerangan jalan yang masih minim juga menjadi hambatan bagi pelaksanaan kegiatan malam hari.

Meski demikian, program-program yang dijalankan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga aktif bertanya dan berbagi pengalaman saat sosialisasi berlangsung. Potensi lokal seperti kulit singkong dan daun pepaya yang mudah dijumpai di Gedompol menjadi daya tarik tersendiri. Dukungan perangkat desa turut memperlancar kegiatan dengan menyediakan fasilitas serta menciptakan suasana kondusif.

Sebagai penutup, Fahreza menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan program yang telah dijalankan. “Ke depan, kami berharap perangkat desa, kelompok tani, dan lembaga penyuluhan pertanian dapat terus melanjutkan serta mengembangkan program yang telah dirintis. Pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan, terutama dalam pemanfaatan hasil uji tanah sebagai dasar pemupukan, serta keberlanjutan inovasi POC kulit singkong dan pestisida nabati daun pepaya. Dengan sinergi yang kuat, Desa Gedompol berpotensi menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis inovasi lokal yang mendukung ekowisata dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Program KKN ini tidak hanya menghadirkan inovasi pertanian, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Darat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Fahreza Reybima Daffa, Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN-PPM UGM Moro Donorojo 2025

Orientasi Pascasarjana Faperta UGM 2025: Pengenalan, Motivasi, dan Strategi Sukses Studi

berita Wednesday, 20 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini diikuti oleh 64 mahasiswa magister reguler, 33 mahasiswa fast track, serta mahasiswa 18 program doktor baik secara luring maupun daring.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., memperkenalkan jajaran wakil dekan, ketua departemen, ketua program studi, serta pimpinan unit-unit penunjang akademik di lingkungan Faperta UGM. Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa baru lebih memahami struktur organisasi fakultas dan mengetahui layanan yang dapat mendukung kelancaran studi mereka.

Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan pesan selamat datang sekaligus dorongan motivasi kepada mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Pertanian UGM. Nanti akan ada banyak sosialisasi dari masing-masing program studi. Mudah-mudahan dengan dimulainya perkuliahan ini para mahasiswa dapat menjalani studi dengan lancar. Kalau ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan pembimbing,” ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa studi pascasarjana berbeda dengan jenjang sarjana. Mahasiswa dituntut lebih mandiri, kreatif, dan aktif mencari berbagai sumber ilmu.

“Berbeda dengan S1, di jenjang ini Anda dituntut untuk lebih kreatif, mandiri, dan aktif mencari peluang. Khusus mahasiswa S3, saya berpesan agar lebih giat lagi karena syarat kelulusan adalah publikasi di jurnal internasional. Kuncinya ada pada semangat dan komunikasi yang baik dengan pembimbing,” tambahnya.

Selain sambutan dari pimpinan fakultas, kegiatan orientasi juga diisi dengan sejumlah materi pembekalan. Di antaranya adalah penyampaian kode etik mahasiswa pascasarjana, pengenalan Faperta UGM, serta alur penyelesaian studi magister yang disampaikan oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai tata tertib akademik, lingkungan kampus, hingga tahapan yang harus ditempuh agar studi dapat diselesaikan tepat waktu.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa selain jalur reguler, penerimaan mahasiswa pascasarjana tersedia melalui jalur fast track yang jumlahnya mencapai 50% dari jalur reguler, serta jalur alumni berprestasi sebagai bentuk apresiasi dari UGM. Untuk program doktor, Faperta UGM membuka dua bidang studi, yaitu Doktor Ilmu Pertanian dan Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis, dengan total 10 minat studi. Salah satunya adalah minat baru Agribusiness and Entrepreneurial Marketing (AEM) yang merupakan hasil kerja sama dengan Markplus. Melalui berbagai jalur dan program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan waktu serta menyusun strategi bersama pembimbing agar dapat lulus tepat waktu.

Selain itu, mahasiswa baru juga mendapatkan materi motivasi dari Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., dosen sekaligus alumni Faperta UGM. Dalam kesempatan tersebut, Firdausi berbagi pengalaman selama menempuh studi pascasarjana melalui program PMDSU, mulai dari manajemen diri, alur studi, hingga persiapan publikasi. Materi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa pascasarjana menyusun strategi studi agar lulus tepat waktu.

Dengan adanya orientasi ini, diharapkan mahasiswa baru dapat memahami lebih dalam sistem akademik yang berlaku di Faperta UGM serta mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Faperta UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

 

Mahasiswa KKN UGM Bakam Bercerita Hadirkan Inovasi Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kemandirian Desa

berita Wednesday, 20 August 2025

Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta UGM) dan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UGM) berperan aktif dalam mendorong kemandirian Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Melalui program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II 2025 yang berlangsung selama 50 hari, tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita yang dibimbing langsung oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan inovasi pangan, pertanian, dan perikanan berbasis potensi lokal.

Koordinator klaster agro, Ahmad Abdurrohman, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang dengan prinsip keberlanjutan dan sesuai kebutuhan warga. “Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menambah wawasan mereka mengenai pemanfaatan sumber daya lokal,” ujar Abdur.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan sistem aquaponik, yang dijalankan oleh Cantika Adhelia dari Departemen Perikanan Faperta UGM dan Najma Inayati Hazima dari FTP UGM. Dalam ember berkapasitas 80 liter, ikan lele dibudidayakan di bagian bawah, sementara tanaman seperti kangkung tumbuh di bagian atas dengan memanfaatkan nutrisi dari kotoran ikan. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dan berhasil membuat warga terkesan serta menambah wawasan baru. “Belum pernah terpikirkan menggabungkan ikan dan tanaman. Ini solusi bagus untuk menghemat pengeluaran keluarga,” ungkap Sultanda, salah satu peserta kegiatan.

Di Dusun Sidomulyo, inovasi hadir melalui pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Program ini merupakan sinergi antara Fuad Nur Ikhsan dari FTP UGM dan Rafida Hasna Kholidi dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta UGM. Warga dilatih mulai dari pemilihan singkong, fermentasi, penjemuran, penggilingan, hingga pengolahan MOCAF menjadi brownies yang lezat. Kepala Dusun Sidomulyo, Ibu Fernia, mengapresiasi pelatihan ini karena membuka peluang usaha baru berbasis hasil pertanian lokal.

Di bidang pertanian, tim memperkenalkan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu, yang dijalankan oleh Muhammad Adzka Mumtaz dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM. PGPR berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama. Antusiasme warga terlihat sangat besar—petani hortikultura hingga pekebun kelapa sawit aktif mengikuti praktik pembuatan. Produk PGPR kemudian dibagikan kepada warga pada Festival Bukit Layang untuk mendorong penerapan pertanian berkelanjutan.

Sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan, yang dibawakan oleh Maria Vania Lucy Nugraha dari Departemen Perikanan Faperta UGM. Peserta belajar menggiling ikan, mencampur bumbu, membentuk, hingga mengukus dimsum bergizi tinggi yang memiliki potensi dijadikan usaha rumahan. “Dimsum disukai semua kalangan usia, sehingga peluang pasarnya cukup besar,” kata Maria.

Melalui rangkaian kegiatan ini, sinergi klaster agro berhasil menggabungkan inovasi teknologi tepat guna dengan pemberdayaan masyarakat desa. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat sektor pangan, pertanian, dan perikanan, tetapi juga membuka jalan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kontribusi ini menjadi bukti nyata sinergi klaster agro KKN-PPM UGM Bakam Bercerita dalam menerapkan ilmu dari bangku kuliah ke tengah masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan warga mampu menciptakan perubahan nyata yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN Bakam Bercerita

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN Bakam Bercerita

Pengabdian Masyarakat FAPERTA UGM: Optimalisasi Fermentasi Duckweed untuk Pakan Ikan dan Ternak sebagai Solusi Ekonomi Produktif di Panti Asuhan Imogiri

berita Wednesday, 20 August 2025

Inovasi kecil yang mampu membawa perubahan besar, baru-baru ini Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Imogiri, Bantul tepatnya di Panti Asuhan Al-Dzikro. Program ini mengangkat tema terkait “Optimalisasi Fermentasi Duckweed untuk Pakan Ikan dan Ternak sebagai Solusi Ekonomi di Panti Asuhan Imogiri”. Tujuan pelaksanaan program ini yaitu untuk mendorong kemandirian ekonomi panti asuhan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Tim akademisi dan peneliti yang dipimpin oleh ibu Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. bersama dosen ahli lain serta mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Pertanian. Program pengabdian masyarakat ini telah berlangsung mulai 26 Juli 2025.

Program ini hadir untuk memanfaatkan keberlimpahan sumber daya alam dan potensi yang ada menjadi peluang nyata. Melalui serangkaian pengabdian masyarakat, anak-anak panti Asuhan Al Dzikro diajak untuk mengenal, membudidayakan, dan pengenalan pakan berbahan dasar fermentasi duckweed yang memiliki nutrisi baik untuk pertumbuhan ikan dan ternak. Anak-anak panti Asuhan Al-Dzikro juga diperkenalkan lebih dekat dengan UGM melalui kisah dan pengalaman mahasiswanya. Melalui kegiatan ini harapannya mampu menyalakan semangat belajar dan menumbuhkan motivasi anak-anak untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Inovasi fermentasi duckweed menjadi alternatif pakan ternak dan ikan tidak hanya meningkatkan kualitas pakan dan memperkuat kemandirian pangan, tetapi mampu membuka peluang usaha ekonomi produktif yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya sebatas pengenalan teknologi maupun inovasi namun mampu meningkatkan kepercayaan diri, rasa kemandirian, dan semangat wirausaha bagi anak-anak panti asuhan. Melalui kolam kecil dan tumbuhan mungil, lahirlah harapan besar bahwa sumber daya lokal mampu menjadi jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi yang kuat oleh tim akademisi, ahli peneliti, dan mahasiswa/i dari Faperta UGM pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, menumbuhkan semangat wirausaha, memupuk kemandirian pangan, dan memperkuat peran panti asuhan sebagai agen perubahan ekonomi di lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Padia Desi Rahmawati
Editor: Agrit Kirana Bunda

KKN-PPM UGM Melukis Pakis Dorong Pengelolaan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan di Magelang

berita Thursday, 14 August 2025


Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Melukis Pakis melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ketundan dan Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Hasil Lahan Pertanian Terpadu Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Pemberdayaan Desa Cerdas serta Peningkatan Kesadaran terhadap Risiko Penyakit Gigi dan Mulut pada Masyarakat Desa Ketundan dan Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Budi Rodestawati, S.Kp.G., M.P.H.

Surya Adetya (Ilmu Tanah 2022), salah satu anggota Tim KKN Melukis Pakis sekaligus mahasiswa Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) menggas dua program kerja yakni “Workshop Pemanfaatan Maggot BSF sebagai Biokonverter Sampah Organik Rumah Tangga dan Sayuran” serta “Workshop Pembuatan Galon Komposter untuk Produksi Pupuk Organik Cair sebagai Solusi Penanganan pH Tanah Masam” yang dilaksanakan pada Kamis, 10 Juli 2025 serta Kamis, 25 Juli 2025. Sasaran program ini adalah petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta umum masyarakat Dusun Gerotan.

Menurut Surya Adetya, pengelolaan limbah organik di wilayah ini masih mengalami beberapa tantangan seperti minimnya kesadaran masyarakat terhadap nilai ekonomis limbah. “Beberapa warga masih belum terbiasa memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, sehingga perlu pendekatan persuasif dan contoh nyata agar mau mencoba. Keterbatasan waktu KKN juga menjadi tantangan dalam memastikan penerapan teknologi berjalan konsisten di masyarakat.” jelasnya.

Selama workshop berlangsung, masyarakat Dusun Gerotan menunjukkan minat tinggi untuk mengikuti kegiatan, terutama karena materi yang diajarkan langsung bermanfaat bagi usaha pertanian mereka. Beberapa warga aktif bertanya dan mencoba langsung selama praktik pembuatan maggot BSF maupun galon komposter.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat Dusun Gerotan dapat terus menerapkan teknologi pengelolaan limbah organik secara mandiri, mengembangkan produk pupuk organik cair, dan membagikan pengetahuan ini kepada warga lain. Semoga praktik ini dapat membantu menekan biaya pupuk, meningkatkan kesuburan tanah, dan menjaga lingkungan desa tetap bersih,” terang Surya Adetya.

Program ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Surya Adetya, Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: KKN-PPM UGM Melukis Pakis

Cerita dari Citta Bulukumba: Gizi Tumbuh dari Laut Kajang

berita Thursday, 14 August 2025

Faridatus Sabilal Khoiriyah, Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), mengubah ikan cakalang menjadi surimi bergizi tinggi sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Kassi, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) Tahun 2025 ini tak hanya membantu pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu posyandu, dengan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dwi Ertiningsih, S.Si., M.Si.

Di tangan kreatif Farida, ikan cakalang tak lagi hanya berakhir di wajan goreng atau meja makan sebagai lauk biasa. Melalui program unggulannya yang berjudul “SIPOKOK: Pengolahan Produk Hasil Perikanan dalam Produk Olahan Setengah Jadi (Surimi)”, ia bersama tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba 2025 menghadirkan gebrakan baru untuk pemanfaatan hasil laut yang melimpah di Desa Kassi, Kecamatan Kajang.

Program kerja ini ditujukan pada ibu-ibu posyandu sebagai target utama dengan membawa misi penting yaitu menciptakan alternatif bahan baku bergizi untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Surimi dari ikan cakalang yang kemudian dapat diolah menjadi pempek khas Palembang adalah solusi yang menarik. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penanganan stunting dengan memperkenalkan olahan ikan bergizi tinggi yang mudah diterima oleh anak-anak.

“Melalui program kerja ini, kami ingin masyarakat nggak cuma tahu dan suka makan ikan, tapi juga tahu cara mengolahnya menjadi produk yang lebih tahan lama dan cocok sebagai bahan baku PMT”, ungkap Farida, sang penggagas..

Wilayah kajang dikenal dengan lautnya yang kaya, namun hasil laut seperti ikan cakalang hanya diolah dengan cara yang itu-itu saja. Padahal, potensi ekonominya luar biasa jika diolah dengan metode yang tepat. surimi – produk olahan setengah jadi dari daging ikan yang memiliki tekstur elastis dan tahan lama menjadi jawaban inovatif atas masalah di atas.

Farida dan tim tidak hanya memaparkan materi tentang apa itu surimi, cara pembuatannya, dan keunggulannya, tetapi juga mengajak peserta untuk praktik langsung cara pembuatannya dan mencoba produk olahannya yang berupa pempek. Antusiasme ibu-ibu posyandu dan petugas kesehatan dari puskesmas luar biasa, salah satu peserta juga mengatakan “baru tahu ada produk namanya surimi dan bisa dijadikan bahan baku pempek. Pempeknya rasanya enak banget apalagi kuah cukonya nagih, mau coba buat di rumah”.

Program ini bukan hanya bicara soal makanan. Tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba secara tidak langsung juga mendorong pencapaian beberapa poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dengan pendekatan yang tepat sasaran bisa menciptakan dampak besar bagi masyarakat. Surimi bukan hanya soal teknologi pengolahan pangan, tetapi juga pintu menuju pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi gizi, dan kreativitas ibu-ibu desa. Dengan langkah kecil namun bermakna ini, Farida dan timnya membuktikan bahwa KKN bukan sekadar turun ke desa, tetapi ikut menanamkan benih perubahan yang berdampak nyata.

Penulis: Faridatus Sabilal Khoiriyah
Editor: Agrit Kirana Bunda
Foto: Tim KKN PPM UGM Citta Bulukumba 2025

1…56789…41

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
  • Sekolah Tani UGM Lanjutkan Sesi Kedua: Inovasi Budidaya Padi Gamagora
    06/03/2026
  • 5th International Youth Summit
    06/03/2026
  • Japanese Class Bersama Mahasiswa Yamagata University: Belajar Kaligrafi hingga Eksplorasi Minat Peserta
    05/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Workshop Gene Expression untuk Perkuat Riset Berkelanjutan
    04/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju