• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • page. 8
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Cerita dari Citta Bulukumba: Pengolahan yang Berkelanjutan, Edukasi Tepung Tulang Ikan

berita Thursday, 14 August 2025

Kegiatan KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) Universitas Gadjah Mada menjadi ajang pengabdian sekaligus pembelajaran bermakna bagi Ahmad Prasetya Muladi (Teknologi Hasil Perikanan 2022) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM 2025 Citta Bulukumba. Program ini berlokasi di Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan berlangsung selama 50 hari, mulai Juni hingga Agustus.
Dalam pelaksanaannya, Ahmad bersama tim berkesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat. Selama kegiatan, mereka mendapatkan arahan dan bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Dwi Ertiningsih, S.Si., M.Si. yang berperan penting dalam mengarahkan dan membimbing program kerja sesuai tujuan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Kelurahan Tanah Jaya dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan yang cukup tinggi. Namun, banyak limbah hasil pengolahan seperti tulang ikan yang belum termanfaatkan secara optimal. Melihat potensi ini, Muladi bersama timnya menjalankan program “Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Menjadi Tepung dan Pakan Ternak Ayam” sebagai bentuk kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.

Pada awal pelaksanaan KKN, Muladi melakukan observasi langsung terhadap aktivitas pengolahan ikan, disini ada UMKM juga yang bergerak pada bidang pengolahan hasil perikanan yaitu pembuatan abon ikan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang kuat karena pengolahan ikan menjadi abon ikan menyisakan limbah berupa tulang ikan dan belum dimanfaatkan. Dari pengamatan tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar warga membuang tulang ikan karena dianggap tidak memiliki nilai guna. Padahal, secara ilmiah, tulang ikan mengandung kalsium, fosfor, dan kolagen yang tinggi sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pakan ternak alternatif.

Berbekal pengetahuan perkuliahan dan hasil studi literatur, Muladi menyusun program pelatihan sederhana bagi siswa SMK untuk mengolah limbah tulang ikan menjadi tepung tulang ikan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan praktik langsung mulai dari pembersihan tulang ikan hingga pencampuran tepung ke dalam formula pakan ayam tanpa konsentrat. Pelatihan ini tidak hanya memberi pengalaman baru, tetapi juga membuka peluang wirausaha kecil berbasis limbah lokal.
Proses pengolahan tulang ikan dilakukan secara bertahap. Tulang ikan dibersihkan dari darah dan sisa daging, kemudian direbus untuk menghilangkan bau dan melunakkan struktur tulang. Setelah itu dilakukan proses pengeringan secara tradisional menggunakan sinar matahari. Tulang yang telah kering lalu digiling menggunakan blender dan diayak hingga menjadi tepung halus yang siap digunakan sebagai bahan pakan. Hasil olahan tersebut kemudian diuji coba dalam formulasi pakan ayam sederhana, tanpa tambahan konsentrat, dengan komposisi: dedak halus 50%, jagung giling 40%, tepung ikan 5%, dan tepung tulang ikan 5%. Campuran ini terbukti mudah dibuat dan secara fungsional mampu mendukung kebutuhan nutrisi ayam rumahan. Puncak kegiatan diisi dengan pelatihan dan demonstrasi langsung pembuatan tepung tulang ikan, diikuti oleh sesi praktik pencampuran pakan ayam. Peserta, dari kalangan siswa diajak terlibat secara langsung dalam setiap tahapan. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan evaluasi, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap metode sederhana namun berdampak.

Melalui program ini, Muladi juga belajar banyak tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Diskusi bersama peternak lokal, guru SMK, dan pemuda desa memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan potensi desa. Tidak hanya menerapkan ilmu dari bangku kuliah, kegiatan KKN juga menjadi ruang belajar mengenai toleransi, semangat gotong royong, dan cinta terhadap tanah air.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah berbasis lingkungan dan ekonomi lokal. Selain membantu mengurangi pencemaran, program ini juga mendorong ketahanan pangan dan peluang usaha mikro yang berkelanjutan. Bagi Muladi, pengalaman KKN ini bukan sekadar tugas kuliah, tetapi menjadi bentuk nyata kontribusi sebagai mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus memperkuat identitas sebagai warga negara Indonesia yang peduli dengan lingkungan dan pemberdayaan desa. penyusunan program kerja ini sejalan dengan tujuan SDG 1: Tanpa Kelaparan, SDG 2: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Ahmad Prasetya Muladi
Editor : Agrit Kirana Bunda
Foto : Tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba 2025

Mahasiswa KKN-PPM UGM Besamo Ketahun Gagas Pelatihan Olahan Inovatif Stik Tulang Ikan dan Nugget Ikan: Wujud Nyata Dukung Gemarikan dan Kurangi Limbah Perikanan

berita Thursday, 14 August 2025

Sebanyak 27 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 Besamo Ketahun dari Universitas Gadjah Mada melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pasar Ketahun, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Tim KKN-PPM UGM Besamo Ketahun berada di bawah bimbingan Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Salah satu program kerja yang digagas adalah pelatihan bertajuk “Inovasi Olahan Ikan: Dari Limbah Jadi Lezat, Dari Gizi Jadi Sehat”. Program ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu pelatihan pembuatan stik tulang ikan sebagai pemanfaatan limbah perikanan, dan pelatihan pembuatan nugget ikan dalam rangka diversifikasi olahan untuk mendukung program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Pasar Ketahun dan diikuti oleh ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) serta pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan bahan baku, proses pembuatan tepung tulang ikan, hingga pengolahan stik dan nugget dengan teknik yang higienis dan ekonomis.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tulang ikan tidak harus dibuang, tetapi bisa diolah menjadi produk bergizi dan bernilai jual seperti stik tulang. Selain itu, nugget ikan merupakan olahan yang disukai anak-anak, sehingga bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan konsumsi ikan sejak dini,” ujar Adinda Khansa Tiffania (Teknologi Hasil Perikanan 2022), selaku koordinator program kerja.

Proses pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang nilai gizi ikan dan pentingnya protein hewani bagi tumbuh kembang anak. Kemudian peserta diajak praktik langsung membuat stik tulang ikan, mencampurnya dengan bahan lain seperti tepung dan bumbu rempah, hingga membentuk dan menggoreng stik tulang ikan. Untuk sesi kedua, peserta diajak membuat adonan nugget ikan menggunakan ikan berdaging putih, serta teknik mengurangi bau amis dengan bahan alami seperti jeruk nipis dan daun salam.

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa tulang ikan bisa dikonsumsi dan diolah menjadi produk bernilai jual. Beberapa pelaku UMKM bahkan menyatakan minat untuk mengembangkan produk stik tulang dan nugget sebagai tambahan menu jualannya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih produktif dalam mengolah hasil perikanan lokal, serta semakin sadar akan pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan keluarga.

Program KKN-PPM “Besamo Ketahun” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Adinda Khansa Tiffania
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: Tim KKN-PPM UGM Besamo Ketahun

Sinergi Edukasi dan Pemberdayaan: Upaya Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari dalam Transformasi Pertanian Desa Gubugklakah

berita Tuesday, 12 August 2025

Sebanyak 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode II Tahun 2025 dari Tim Bromo Bestari melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Gubugklakah dan Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan Kesejahteraan untuk Meningkatkan Potensi Lokal, Pembangunan Kesadaran Ekologis, serta Pergerakan Ekonomi melalui Pengembangan Pariwisata dan Sistem Pertanian Terpadu”. Tim ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Adam Wijaya Sukarno, S.IP., M.Sc. Salah satu mahasiswa dari Prodi Ilmu Tanah (2022), Sulthon Isma Hanggoro Putra, turut berperan aktif dalam pengembangan pertanian dan pengelolaan lahan di Dusun Gubugklakah.

Kegiatan KKN-PPM dilaksanakan selama 50 hari dengan beberapa program kerja unggulan di bidang pertanian, antara lain penyuluhan pemanfaatan limbah dapur sayur dan buah sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair menggunakan media ember tumpuk yang berlangsung pada 7 Juli 2025. Selanjutnya, pada tanggal 11 Juli 2025 dilakukan pengelolaan feses dan urin ternak sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan di Desa Gubugklakah serta pembuatan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pada hari yang sama, juga digelar sosialisasi pemahaman terkait manajemen lahan pertanian kepada para petani setempat.

Program-program ini menyasar beragam target masyarakat, mulai dari kader kesehatan, petani, hingga anggota kelompok tani (poktan), dengan tujuan utama memberikan edukasi praktis yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong keberlanjutan pertanian lokal. Meski menghadapi tantangan dalam mengumpulkan warga dan menyampaikan materi secara efektif, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan.

“Kami berharap materi yang kami sampaikan dapat membantu masyarakat desa Gubugklakah dalam mempermudah pengelolaan pertanian dan memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan,” ucap Sulthon, salah satu mahasiswa dari Ilmu Tanah yang turut serta dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Program KKN ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam mendukung meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui inovasi pertanian terpadu dan pengembangan potensi lokal desa yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, tim KKN-PPM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Darat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendorong kesejahteraan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan sinergi kemitraan yang berkelanjutan di Desa Gubugklakah.

Penulis: Khasanah Kartika Dewi, Sulthon Isma Hanggoro Putra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari

Cerita dari Citta Bulukumba: Upaya Pengembangan Desa Bahari Berdaya dari Kajang melalui Konservasi, Pemberdayaan Nelayan, dan Edukasi Generasi Muda

berita Tuesday, 12 August 2025

Kelapa merupakan salah satu komoditas alam unggulan di Desa Pantama, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Selama tiga hari melakukan observasi, Namira Rismada Sari (Manajemen Sumberdaya Akuatik 2022), merencanakan untuk mengolah limbah tempurung kelapa menjadi suatu media untuk konservasi terumbu karang. Setelah melakukan riset melalui sosial media dan jurnal, tercetuslah inovasi pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi bioreeftek.

Ide ini lahir setelah Namira melakukan riset melalui media sosial dan jurnal ilmiah. Bioreeftek dipilih karena bahan pembuatannya yang sederhana seperti tempurung kelapa, besi hollo/beton bekas, dan campuran pasir juga semen. Program ini merupakan satu dari 13 program interdisipliner tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Citta Bulukumba. Namira sebagai penanggung jawab berkolaborasi dengan 2 kluster lainnya yakni Hayu Sindoro (Ilmu Ekonomi 2022) yang mengkaji potensi pengembangan ekonomi bioeeftek dan Satria Bima Yudha (Teknik Sipil 2022) sebagai perancang fisik juga penanggung jawab alat dan bahan bioreeftek.

Namira dan rekan-rekannya kemudian menyusun konsep ini bersama pemerintah desa agar dapat menjadi inovasi konservasi terumbu karang sekaligus mendukung sektor pengembangan wisata Pantai Batunggulung. Akhirnya setelah berdiskusi panjang antara mahasiswa dan kepala Desa Pantama, disusunlah konsep bahwa satu unit bioreeftek ini dapat diatasnamakan seseorang sebagai bentuk ikut dalam upaya konservasi terumbu karang, yang nantinya namanya diabadikan di setiap unit yang dibeli.

Kegiatan puncak dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 025, di rumah Kepala Dusun Balampangi. Sebanyak 13 nelayan hadir bersama Kepala Dusun dan Kepala Desa Pantama. Acara dibuka dengan pemaparan potensi kenapa dan kondisi laut yang asri, dilanjutkan dengan penjelasan nilai ekonomi bioeeftek, serta demonstrasi pembuatannya.

Selain program konservasi, Namira juga menginisiasi kegiatan edukatif kreatif di SMPN 29 Bulukumba dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang menjadi aksesori gelang. Kegiatan tersebut sejalan dengan tema KKN yang diusung yakni “Penguatan Ketahanan Pangan dan Pariwisata berbasis Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pertanian dan Perikanan dengan Menerapkan Ekonomi Sirkular di Kelurahan Tanah Jaya dan Desa Pantama, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreasi dan imajinasi siswa-siswi SMPN 19 Bulukumba melalui keterampilan membuat gelang, sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pemasaran hasil karya masing-masing.

Tidak hanya itu, Namira juga memperkenalkan diversifikasi produk olahan perikanan kepada siswa-siswi kelas 3 SDN 100 Centre Kajang melalui pengenalan SURIKAN (Susu Ikan). SURIKAN merupakan produk perikanan hasil hidrolisis enzimatis protein ikan, yang menghasilkan peptida dengan asam amino esensial dan non-esensial lengkap, serta senyawa alami PUFA, EPA, dan DHA.

Pada sektor pemberdayaan nelayan, Namira bersama staff pelabuhan menginisiasi program pengurusan perkapalan bagi kapal–kapal kecil berukuran 6 GT. Ia bersama  staff pelabuhan mendatangi satu persatu rumah nelayan mulai dari kawasan Erangbulan sampai Borca. Namia juga memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya surat kapal ketika melaut dan pengurusan administrasi perkapalan. Kurang dari seminggu, surat kapal dalam bentuk elektronik dan cetak telah diterima nelayan untuk dibawa saat berlayar.

“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh aggota tim KKN–PPM UGM Citta Bulukumba dan masyarakat kecamatan kajang, kita telah berhasil mengukir cerita indah bersama disini. Dengan semua warna yang dituangkan dalam setiap program kerja yang dilaksanakan,” ujar Namira.

Secara keseluruhan setiap program KKN yang telah disusun sejalan dengan tujuan yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Namira Rismada Sari

Editor:  Agrit Kirana Bunda

Foto: Tim KKN PPM UGM Citta Bulukumba 2025

 

 

 

Edukasi Hijau Anak dan Peluang Ekonomi Baru melalui Pelatihan Terrarium dalam Festival Rakyat Panyingkiran

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Iringan Panyingkiran, di bawah bimbingan apt. Rumiyati, S. Si., M. Si., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) , meresmikan pembukaan gerai UMKM Desa Panyingkiran, dengan menggelar Festival Rakyat, sebuah rangkaian kegiatan kolaboratif selama tiga hari yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu, 25-27 Juni 2025 di RT 4 Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.

Festival ini menjadi wadah sinergi antar mahasiswa dan masyarakat, yang menghadirkan berbagai program kerja tematik dari tiap anggota KKN. Salah satu kegiatan yang menjadi magnet utama pengunjung adalah Pelatihan Pembuatan Terrarium, sebuah mini ekosistem tanaman hias dalam wadah kaca.

“Dengan adanya Festival Rakyat ini, diharapkan menjadi langkah awal penggerak ekonomi desa sekaligus wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang dan dikenal lebih luas. Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga ruang pertemuan warga dan

promosi produk lokal” Jelas Ageng Sisto Wijoyo (Kehutanan 2022), selaku ketua pelaksana kegiatan Festival Rakyat.

 

Pelatihan pembuatan terrarium awalnya hanya ditargetkan untuk 20 peserta dari kalangan umum, namun justru menarik 33 anak-anak yang antusias ingin belajar membuat terrarium. Tingginya minat menyebabkan peserta dewasa tidak mendapat kesempatan untuk  membuatnya. Bahkan banyak diantara anak-anak yang ingin membuat lebih dari satu terrarium.

“Siapa sangka stand terrarium ini sangat diperebutkan anak-anak dan menjadi salah satu daya tarik pengunjung Festival Rakyat” tutur Yahya Ayas Firdausi (Teknik Biomedis 2022), anggota tim KKN yang membersamai pembuatan Terrarium ini. Terrarium yang dibuat berisi tanaman hias Fittonia, dirangkai secara berlapis menggunakan pasir malang, pasir silika, cocopeat, lumut, dan batu hias. Selain menjadi dekorasi rumah, terrarium ini dikenalkan sebagai inovasi bernilai ekonomi, edukatif, dan ramah lingkungan.

“Diharapkan, terrarium ini tidak hanya menjadi tanaman hias belaka, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi anak-anak tentang dunia tanaman, sekaligus menjadi inspirasi wirausaha baru bagi masyarakat” tutup Syifa Aulia Aninda (Agronomi 2022), mahasiswa Fakultas Pertanian selaku pemilik program kerja.

Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN-PPM UGM Iringan Panyingkiran 2025

Editor: Agrit Kirana Bunda

Dokumentasi : Tim KKN-PPM UGM Iringan Panyingkiran 2025

 

 

 

Aksi Cek pH Tanah: KKN-PPM Tilik Tulakan Jadi Langkah Awal Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tilik Tulakan periode II tahun 2025 berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Tulakan dan Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Tim yang beranggotakan 29 mahasiswa ini dibimbing secara langsung oleh Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kecamatan Tulakan dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan sektor pertanian sebagai sektor unggulan daerah. Program yang berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2025 tersebut berfokus pada respons terhadap keluhan warga mengenai menurunnya hasil pertanian akibat kondisi tanah yang kurang subur.

Menjawab permasalahan tersebut Almayra Khanza Fahrani (Mikrobiologi Pertanian 2022) bersama mahasiswa kluster agro lainnya melaksanakan kegiatan pengukuran pH tanah di sawah milik warga Dusun Gesingan, Kecamatan Tulakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keasaman tanah yang selama ini diduga menjadi penyebab menurunnya produktivitas padi. Pengukuran dilakukan menggunakan pH meter digital dan indikator manual secara langsung di sawah petani.

“Melihat langsung kondisi sawah di Dusun Gesingan membuat kami lebih memahami tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait keasaman tanah yang berdampak pada hasil panen” ungkap Almayra, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Warga yang hadir turut mengikuti sesi diskusi hasil pengukuran dan mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pH tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Setelah tim menganalisis di sawah dan mengecek pH tanah di beberapa titik, keadaan tanah di sawah dusun gesingan rata-rata memiliki ph 4-5 yang artinya asam. Tim juga memberikan solusi praktis, seperti pemberian kapur dolomit pada tanah yang bersifat asam, serta penambahan bahan organik untuk memperbaiki kualitas tanah.

Salah satu petani, Pak Turikin mengungkapkan keluhannya, “Tanah disini sering menyebabkan padi gagal panen, padi mengalami kopong, dan tidak panen sempurna. Sepertinya karena tidak ada perlakuan khusus yang memperhatikan kesehatan tanah.”

Tim membawa alat pH meter untuk mengecek keadaan di lapangan. Tim juga menghibahkan alat cek pH meter ke petani Dusun Gesingan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih memahami kondisi lahannya dan mulai menerapkan langkah-langkah perbaikan demi pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, anggota tim KKN Tilik Tulakan terjun langsung untuk membangun inisiasi berkelanjutan di sektor pertanian seperti pengetahuan mengenai biopestisida, pembuatan kompos, silase, serta pengenalan alat dan mesin canggih untuk petani. Dengan adanya program tersebut, Almayra dan rekan-rekannya berharap bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Program KKN-PPM “Tilik Tulakan” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim , serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Almayra Khanza Fahrani

Editor: Agrit Kirana Bunda

 

 

 

Menggali Kearifan Lokal dan Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Refleksi Akhir Summer Course SC-STA 2025 UGM

berita Monday, 11 August 2025

Rangkaian kegiatan Summer Course SC-STA 2025 yang digelar Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) diakhiri dengan presentasi Tfinal pada hari Jumat, 8 Agustus 2025. Gedung AGLC Fakultas Pertanian UGM menjadi saksi kemeriahan presentasi final rangkaian acara Summer Course SC-STA 2025. Acara ini menandai puncak pembelajaran dan kolaborasi peserta dari berbagai latar belakang yang telah mengikuti serangkaian kegiatan intensif selama program berlangsung. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia penyelenggara.

“Kami Fakultas Pertanian UGM sangat membuka pintu apabila ada kesempatan untuk berkolaborasi kembali dilain kesempatan,” tambah Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM.

Selanjutnya, acara berjalan dengan sesi presentasi yang dibawakan oleh delapan grup peserta. Masing-masing grup berbagi hasil kajian mereka selama mengikuti summer course, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan mendalam dari juri dan peserta. Presentasi ini mencerminkan berbagai perspektif dan solusi kreatif yang berkembang dari pembelajaran selama kegiatan summer course berlangsung.

Sebagai penutup, acara penghargaan (awarding) diberikan kepada peserta dan grup yang menampilkan performa terbaik selama program berlangsung, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka. Terdapat tiga kategori penghargaan yaitu video favorit, grup terbaik, serta poster terbaik. Penutupan acara berlangsung hangat dengan harapan agar pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat terus diaplikasikan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan di masa depan.

Summer Course UGM (SC-STA 2025) bukan hanya menjadi wadah pembelajaran, tapi juga ruang bagi para peserta untuk memperluas jaringan, berbagi inspirasi, dan memperkuat komitmen bersama menuju pertanian tropis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Foto: Media Faperta

 

 

Lentera DESA UGM Warnai Jogja Benih Expo 2025 Bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI

berita Friday, 8 August 2025

Lentera DESA UGM turut meramaikan Jogja Benih Expo 2025 dengan membuka booth yang bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 6 dan 7 Agustus 2025, bertempat di Unit Produksi Gading BP3MBTP Yogyakarta dan sukses menarik perhatian berbagai kalangan, dari petani hingga pemerhati pangan.

Expo ini dihadiri oleh tokoh penting seperti Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR RI dan KGPAA Paku Alam X selaku Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang turut memberikan semangat dan motivasi bagi para peserta dan pengunjung. Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menegaskan pentingnya kualitas benih sebagai kunci utama untuk mencapai swasembada pangan nasional.

“Swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa adanya benih yang berkualitas,” ujarnya, menekankan peran kritis benih dalam ketahanan pangan.

Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi tentang program dan inovasi Lentera DESA, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam kelas pelatihan yang diselenggarakan langsung oleh tim Lentera DESA. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pengunjung yang mengikuti pelatihan dan ikut serta dalam berbagai kegiatan seru seperti games interaktif, doorprize, dan hadiah menarik yang disiapkan khusus untuk para pengunjung.

Acara Jogja Benih Expo 2025 menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk bersinergi dan terus mendorong kemajuan pertanian di Indonesia, serta memastikan ketersediaan benih berkualitas sebagai fondasi utama ketahanan pangan bangsa.

Keikutsertaan Lentera DESA UGM dalam Jogja Benih Expo 2025 merupakan bukti nyata kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kepada masyarakat secara langsung, khususnya dalam mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan ini, Lentera DESA berupaya memperkuat jaringan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya benih unggul serta inovasi dalam sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Foto: Lentera DESA

 

Workshop Pembuatan Pupuk Jadam Microbial Solution (JMS): KKN-PPM UGM Bromo Bestari 2025 Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Kota Agrowisata Malang

berita Friday, 8 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari Periode II Tahun 2025 telah menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Wringinanom dan Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim ini terdiri atas 30 mahasiswa, dan dibimbing oleh Adam Wijaya S, S.I.P, M.A., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kecamatan Poncokusumo dipilih sebagai lokasi KKN karena letaknya yang strategis dan memiliki potensi yang besar dalam integrasi antara sektor pertanian dan pariwisata, sejalan dengan visi pengembangan Kota Agropolitan Malang. Dalam program pengabdian yang dilaksanakan pada 20 Juli hingga 8 Agustus 2025, salah satu fokusnya adalah pada pengenalan sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Nidaul Hasanah dan Otniel Thery, mahasiswa Program Studi Agronomi 2022 Fakultas Pertanian UGM, bersama mahasiswa kluster agro lainnya, berkolaborasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Poncokusumo serta petani lokal untuk menginisiasi kegiatan pembuatan Jadam Microbial Solution (JMS).

Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari Periode II Tahun 2025 melaksanakan kegiatan workshop pembuatan pupuk Jadam Microbial Solution (JMS) bersama Kelompok Tani Palapa 1, Palapa 2, dan Palapa 3 di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di sekitar petani sebagai bahan dasar pupuk organik. JMS sendiri merupakan pupuk hayati berbasis mikroorganisme lokal yang mudah dibuat, murah, dan ramah lingkungan. Dalam workshop ini, peserta dikenalkan dengan dua jenis JMS, yaitu JMS Organik berbahan Kentang, Akar bambu, dan garam, serta JMS Sulfur berbahan belerang, KOH, dan garam.

“Pupuk JMS ini bisa menekan biaya produksi, khususnya di bagian pupuk, karena harganya lebih murah dibanding pupuk kimia yang biasa dipakai bapak-bapak petani. Ditambah lagi ini ramah lingkungan dan bahannya mudah didapatkan,” jelas Nidaul, Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Petani yang hadir dalam kegiatan ini juga mendapat edukasi terkait berbagai permasalahan yang sering mereka temui di lapangan, seperti serangan patek dan menurunnya kesuburan tanah. Mereka diberi kesempatan untuk bertanya langsung dan berdiskusi dengan tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari terkait solusi yang bisa diterapkan di lahan masing-masing. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik cair JMS. JMS berbahan kentang, akar bambu, dan garam krosok bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, mengurangi dampak layu akibat Fusarium, dan mencegah penyakit antraknosa (patek). Sementara itu, JMS sulfur yang mengandung belerang, Kalium Hodroksida (KOH), dan garam krosok, berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman seperti kutu daun, lalat buah, jamur, dan bakteri. Kandungan belerang pada JMS Sulfur menghasilkan aroma menyengat yang tidak disukai serangga, sehingga dapat mengurangi serangan hama tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

“Besok kita coba bikin JMS bareng-bareng ya, Rek. Nanti hasilnya dibagi dan dipakai di lahan masing-masing. Kalau cocok, ya bisa dilanjut terus,” kata Pak Sumaji, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Wringinanom, kepada para petani yang hadir dalam kegiatan workshop ini.

Diharapkan, pelatihan pembuatan pupuk JMS ini dapat diterapkan dan menjadi alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal, petani didorong untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pertanian mereka. Pendekatan ini sejalan dengan visi pengembangan Kota Agropolitan Malang, yang menekankan penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal, kemandirian petani, serta keberlanjutan lingkungan di kawasan penyangga wisata dan pertanian lereng Gunung Bromo.

Program KKN-PPM UGM Bromo Bestari menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Nidaul Hasanah

Editor: Agrit Kirana Bunda

Foto:

 

 

 

 

 

 

SC-STA 2025 Eksplorasi Kopi Merapi: Praktik Nyata Pertanian Tropis Berkelanjutan

berita Friday, 8 August 2025

Sebagai bagian dari agenda hari ketiga Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 (SC-STA 2025), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan di sentra budidaya kopi Merapi yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini dipandu oleh Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dan  Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si yang memandu peserta internasional dari berbagai negara seperti Singapura, Bangladesh, Gambia, Pakistan, India, Malaysia, dan Filipina. Pada kesempatan ini para peserta berkesempatan mengeksplorasi langsung praktik budidaya kopi tropis berkelanjutan di Cangkringan, Sleman. Komoditas kopi Robusta yang ditanam di kawasan ini tidak hanya menjadi unggulan pertanian lokal, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Peserta summer course mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai teknik budidaya kopi, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi. Mereka juga diajak memahami peran kopi Merapi sebagai bagian dari praktik adaptif terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan limbah, serta sebagai simbol kebangkitan ekonomi warga di daerah rawan bencana dengan memasarkan produknya melalui marketplace dan coffeshop sekitar .

“Kopi Merapi adalah contoh nyata bagaimana masyarakat lokal bisa mengelola kopi dari hulu ke hilir dengan melalui pemanfaatan limbah dan strategi pemasaran yang terintegrasi,” terang Andriyanto.

Selain memberikan pengalaman lapangan yang berharga, kunjungan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan menghadirkan langsung praktik pertanian tropis berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal, SC-STA 2025 memperkuat komitmen Faperta UGM dalam mencetak generasi muda global yang peduli pada masa depan sistem agroekologi dunia.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor : Desi Utami

1…678910…41

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
  • Sekolah Tani UGM Lanjutkan Sesi Kedua: Inovasi Budidaya Padi Gamagora
    06/03/2026
  • 5th International Youth Summit
    06/03/2026
  • Japanese Class Bersama Mahasiswa Yamagata University: Belajar Kaligrafi hingga Eksplorasi Minat Peserta
    05/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Workshop Gene Expression untuk Perkuat Riset Berkelanjutan
    04/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju