• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • page. 30
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Gelar Aksi “Sapu Lantai” dalam Rangka Dies Natalis Ke-39

beritaPrestasi Wednesday, 13 November 2024

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-39 Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (KMSEP) Fakultas Pertanian UGM dengan tema “Harmonia Serenada Kilau Asa”, KMSEP menyelenggarakan kegiatan sosial berupa membersihkan pantai bersama bertajuk “Sapu Lantai”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 29 September 2024 dan berlokasi di Pantai Depok.

“Sapu Lantai merupakan akronim dari aksi peduli lahan pantai. “Sapu” sendiri melambangkan diri kita sebagai seorang yang mampu menjaga lingkungan dan “lantai” melambangkan bumi sebagai tempat dimana kita berpijak dan harus kita jaga kelestariannya,” ujar Fashi Rahmania Ousia (Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022) selaku ketua penyelenggara Dies Natalis ke-39 KMSEP.

Selain itu, Fashi mengungkapkan bahwa acara bersih-bersih pantai diadakan bukan hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi sebagai wujud refleksi sebagai mahasiswa pertanian akan keadaan lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendapat antusias yang cukup banyak, di mana kegiatan diikuti oleh mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, khususnya panitia dies natalis dengan total 40 orang.

Kegiatan Sapu Lantai ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menunjukkan peran aktifnya sebagai generasi muda yang sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Lebih lanjut, Fashi juga berharap agar apa yang dilakukan oleh KMSEP UGM bisa menginspirasi generasi muda lainnya dan juga masyarakat lainnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan Sapu Lantai ini dapat menambah awareness kita sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, maupun masyarakat luas, akan pentingnya menjaga lingkungan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bukan hanya sekedar membersihkan sampah, melainkan juga memberikan contoh kepada masyarakat sekitar dan mengingatkan mereka tentang perubahan besar dimulai dari tindakan kecil sehingga keberlanjutan lingkungan dapat terjaga. Poin keberlanjutan itulah yang kita harapkan untuk KMSEP ke depannya,” tutur Fashi.

Kegiatan Sapu Lantai merupakan bentuk komitmen mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung keberhasilan SDGs, utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Khairani Nabilah
Editor: Hanita Athasari Zain
Foto: Dokumentasi KMSEP UGM

Hadirkan Art de Sosek, Keluarga Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Pamerkan Kreativitas Mahasiswa

beritaPrestasi Monday, 11 November 2024


Untuk pertama kalinya, Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada (KMSEP UGM) menghadirkan Art de Sosek yang merupakan kegiatan pameran seni dengan menampilkan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis ke-39 KMSEP UGM dengan tujuan memperkenalkan Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM kepada masyarakat luas.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 5 Oktober 2024 di Rooftop Porta by Ambarukmo, Yogyakarta, tersebut menghadirkan karya fotografi, lukis digital, serta karya kolaborasi antara kegiatan Pekan Departemen dan Srawung Bareng Sosek (SBS) dengan total lebih dari 10 karya. Fashi Rahmania Ousia (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian angkatan 2023) selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa pameran Art de Sosek mengusung tema yang sama dengan tema Dies Natalis ke-39 KMSEP, yaitu “Harmonia Serenada Kilau Asa”. Lebih lanjut, ia memaparkan tema tersebut memiliki makna kesatuan antara seluruh mahasiswa dengan perjalanan organisasi yang penuh semangat.

“Harmonia yang berarti kesatuan dan serenada yang menggambarkan perjalanan organisasi menjadi tema yang sangat tepat. Adapun Kilau Asa adalah nama kabinet KMSEP UGM tahun 2024, sehingga dalam pameran Art de Sosek ini, kami mengintegrasikan elemen seni dan budaya yang mampu menggambarkan perjalanan KMSEP selama ini yang tidak selalu mudah,” ujar Fashi.

Fashi mengutarakan, panitia memerlukan waktu selama tiga bulan untuk persiapan. Mengingat kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama kali dilakukan, Fashi dan segenap panitia pun menghadapi beragam tantangan. Namun, dedikasi dan kerja sama yang baik antar panitia membawa Art de Sosek menuju puncak keberhasilannya dengan antusias pengunjung yang luar biasa, di mana pengunjung hadir dari berbagai kalangan, seperti alumni Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, dosen, tenaga kependidikan, bahkan mahasiswa di luar UGM.

Melalui rangkaian Dies Natalis ke-39 kali ini, Fashi berharap KMSEP dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi orang – orang disekitarnya untuk terus bersinar membawa harmoni dalam setiap langkah, seraya mengalunkan serenada demi masa depan KMSEP yang cemerlang. Kegiatan ini menjadi bukti kesadaran mahasiswa dalam menyongsong tercapainya tujuan SDGs, terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi KMSEP UGM

Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah UGM Gelar “Soil Fun Walk” untuk Perkuat Kekeluargaan

beritaPrestasi Monday, 11 November 2024

Dengan usia yang telah genap 50 tahun, Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (KMIT UGM) selalu berupaya untuk memperkuat rasa kekeluargaan. Salah satunya adalah melalui acara Soil Fun Walk yang digelar pada Sabtu, 26 Oktober 2024, sebagai rangkaian Lustrum X KMIT UGM.

Acara yang mengusung tema “Together We Step, Together We Change” tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjadi sehat untuk bisa berperan aktif di masyarakat. Selain kegiatan jalan santai dan berbagai permainan seru, acara ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan dan menjalin interaksi antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama, serta dengan para dosen dan tenaga kependidikan di Departemen Tanah, Fakultas Pertanian UGM.

Muh. Rizky (Ilmu Tanah 2022) selaku Ketua Panitia Lustrum X KMIT UGM menjelaskan rangkaian acara yang dimeriahkan dengan berbagai games dan hadiah menarik. Ia menyebutkan, acara ini diikuti sejumlah 150 orang peserta. Menanggapi hal tersebut, Alvian Tegar Wiranda (Ilmu Tanah 2021) sebagai Ketua Umum KMIT UGM tahun 2024, merasa bahwa segala rasa lelah dari panitia selama persiapan telah terbayar dengan kemeriahan dan kesuksesan acara.

“Persiapan teman-teman panitia untuk acara ini lumayan panjang dan berat. Panitia memiliki harapan agar acara bisa berlangsung dengan sukses dan penuh kebahagiaan atas perayaan hari jadi ke-50 tahun berdirinya KMIT UGM. Saya bangga dan saya rasa semua rasa lelah kami juga terbayarkan melihat suksesnya acara yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa,” ujar Tegar.

Rangkaian acara Soil Fun Walk dilangsungkan di Lapangan Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Atas inisiasi ini, KMIT UGM telah menunjukkan kontribusinya dalam mendorong tercapainya tujuan SDGs, antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi KMIT UGM

Sambangi Fakultas Pertanian UGM, Lebih Dari 300 Siswa SMA Tunjukkan Semangat Berpendidikan Tinggi

berita Friday, 8 November 2024

Kunjungan siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) kembali diterima oleh Fakultas Pertanian UGM. Pada Kamis, 7 November 2024, sebanyak lebih dari 300 siswa-siswi SMA Darul Ulum Peterongan Jombang dan SMA Qur’an El Tahfidh Bogor menyambangi Fakultas Pertanian UGM. Dalam kegiatan kunjungan tersebut, para siswa menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi untuk mengenal lebih jauh mengenai Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pertanian.

Rombongan kedua sekolah tersebut disambut oleh Kepala Kantor Administrasi Fakultas Pertanian UGM, Agus Sudarwinto, S.E., M.M., di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Penyampaian materi pengenalan Fakultas Pertanian dan kampus UGM dilakukan oleh sejumlah dosen, antara lain Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc., Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., dan Susanti Mugi Lestari, S.P., M.Si., Ph.D.

Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang kerap disapa Najmu, menyampaikan bahwa antusias siswa-siswi sangat tinggi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya banyak pertanyaan, bahkan beberapa calon penanya pun tidak bisa menyampaikan pertanyaannya secara langsung karena keterbatasan waktu.

“Hari ini kami melihat antusias siswa sangat tinggi. Setelah presentasi selesai, banyak sekali yang mengajukan pertanyaan. Namun, pada akhirnya jumlah penanya harus dibatasi karena keterbatasan waktu,” ujar Najmu.

Ia menambahkan, poin utama yang disampaikan kepada para siswa adalah terkait gambaran umum universitas dan fakultas. Tak hanya itu, Tim Citra Fakultas Pertanian UGM juga memaparkan beberapa strategi pemilihan program studi. Harapannya, melalui kunjungan ini, para siswa bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait pilihan program studi yang tersedia di Universitas Gadjah Mada.

Adanya penerimaan kunjungan oleh Fakultas Pertanian UGM bagi siswa-siswi SMA menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung tercapainya tujuan SDGs, utamanya adalah tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor : Desi Utami
Foto: Dokumentasi Tim Citra Fakultas Pertanian UGM

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Bahas Kunci Pertanian Berkelanjutan Lewat Low Emission Development

berita Thursday, 7 November 2024

Di era global saat ini, pertanian menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca yang dapat merusak sumber daya air, kualitas tanah, dan lingkungan tumbuh tanaman. Untuk itu, penerapan low emission development (LED) dalam pertanian menjadi kunci untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, memastikan sistem pertanian yang sehat, serta mendorong peningkatan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam produksi tanaman dan ternak, sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., Guru Besar Ekonomi Pertanian UGM, menyampaikan topik tentang Low Emission Development (LED) for Sustainable Agriculture dalam the 2nd International Conference on Sustainable Agricultural Socioeconomics, Agribusiness, and Rural Development (ICSASARD) 2024. Acara yang diadakan pada 17 Oktober 2024 di Hotel Alana Yogyakarta ini membahas pertanian berkelanjutan, sistem pangan resilient, dan pembangunan pedesaan inklusif.

Beliau menyampaikan bahwa produksi pertanian dan sistem pangan merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sektor pertanian secara langsung bertanggung jawab atas 8,5 persen dari total emisi gas rumah kaca, sementara 14,5 persen lainnya berasal dari perubahan penggunaan lahan, produksi pangan, dan metana yang dihasilkan oleh ternak.

“Pertanian menyumbang emisi karbon melalui berbagai cara, seperti pembakaran lahan, pengeringan lahan basah, penggunaan bahan kimia, serta penggembalaan ternak yang menghasilkan metana. Penggunaan energi fosil dalam proses produksi juga berkontribusi. Selain itu, deforestasi, perubahan penggunaan lahan, produksi ternak, pemupukan, dan pengelolaan limbah turut menambah beban emisi tersebut.” jelas Prof. Irham

Dengan semakin meningkatnya isu emisi gas rumah kaca, pertanian jejak karbon rendah (Low Carbon Footprint Agriculture) muncul sebagai pendekatan berkelanjutan untuk produksi pangan yang bertujuan meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas pertanian. Pendekatan ini meliputi berbagai praktik, seperti penerapan sistem pertanian organik, manajemen hama terpadu, serta aquaponik dan hidroponik.

Selain itu, praktik pertanian konservasi, mempromosikan varietas tanaman yang tahan iklim, dan pemilihan pakan yang tepat untuk ternak dan unggas turut menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi jejak karbon. Tak kalah penting, transformasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sektor pertanian juga memainkan peran besar dalam mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Berinvestasi dalam praktik pertanian berkelanjutan sangat penting, tidak hanya untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat. Salah satu kunci agar pertanian tetap berkembang dan berkelanjutan adalah dengan memastikan regenerasi petani keluarga. Oleh karena itu, kita perlu melakukan langkah nyata untuk mendukung keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian dan mendorong mereka untuk berkontribusi secara aktif dalam pembangunan pedesaan.” terang Prof. Irham.

Penerapan LED dalam pertanian tidak hanya berperan dalam ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan, tetapi juga mendukung pelestarian ekosistem. Dengan mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan, LED berkontribusi pada pengelolaan air yang lebih baik dan mendorong kebijakan berkelanjutan yang mendukung tujuan pembangunan global, seperti yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Panitia

Soft Launching Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau: Sarana Relaksasi dengan Sentuhan Musik Kolintang di Fakultas Pertanian UGM

berita Thursday, 7 November 2024


Fakultas Pertanian UGM melakukan soft launching “Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau” pada 16 Oktober 2024 lalu. Fasilitas baru ini merupakan hasil kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM dengan Kopi & Roti Dua Kerbau. Kegiatan soft launching Kopi & Roti Dua Kerbau dihadiri oleh dosen, staf, dan mahasiswa, sekaligus memperkenalkan kafe sebagai tempat bersantai baru di kampus.

Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau hadir sebagai tempat relaksasi bagi sivitas akademika di tengah kesibukan kampus, sekaligus menawarkan ruang untuk melepas penat dengan berinteraksi dan berkreasi. Dengan fasilitas seperti area bermain voli dan alat musik kolintang, kafe ini tidak hanya menambah keseruan tetapi juga mendukung kreativitas, kolaborasi, serta pengembangan minat di luar kegiatan akademik, sehingga membantu menjaga keseimbangan hidup sivitas akademika, terutama mahasiswa.
Kolintang menjadi daya tarik utama di Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau, menawarkan pengalaman unik bagi mahasiswa yang ingin mencoba alat musik tradisional ini. Rumah musik kolintang yang diresmikan oleh Rahmat Shah, salah satu donatur beasiswa di Fakultas Pertanian ini dilakukan pada 31 Juli 2024 ditujukan untuk menambah sentuhan kebudayaan yang memperkaya suasana Fakultas Pertanian. Dengan hadirnya kolintang, kafe ini tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga ruang interaksi sosial yang menggabungkan hiburan dan budaya dalam kehidupan kampus.

Melalui fasilitas ini, Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa serta kesejahteraan seluruh anggota fakultas. Hal ini sekaligus menjadi salah satu wujud komitmen Fakultas Pertanian dalam mencapai SDGs diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Media Faperta

Menggali Filosofi Dadi Wong dalam Isu Regenerasi Petani, Mahasiswi EPA Raih Best Presenter di Ajang Internasional

berita Wednesday, 6 November 2024


Nadya Mangesti Wibowo, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) angkatan 2022, berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada The 2nd International Conference on Sustainable Agricultural Socioeconomics, Agribusiness, and Rural Development (ICSASARD) 2024, dalam subtema Inclusive Rural Development. Penghargaan tersebut diterima pada 17 Oktober 2024 di Hotel Alana Yogyakarta. Nadya mempresentasikan mengenai hasil penelitiannya yang berjudul “The ‘Dadi Wong’ Philosophy: A Glimpse into Yogyakarta Farmers and Their Hopes for Regeneration”.

Penelitian yang dipresentasikan Nadya merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang berlangsung dari April hingga Agustus 2024. Nadya bersama timnya, yaitu Alexandros Candra Febrian (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2022), Hosana Adel Ivory (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022), dan Iqbal Tafqy Aunika (Ilmu Sejarah 2022), di bawah bimbingan Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., berhasil mengkaji isu regenerasi petani di tengah tantangan modernisasi dan perubahan sosial di pedesaan Yogyakarta.

Penelitian ini membahas filosofi dadi wong dalam konteks kehidupan petani di Yogyakarta dan harapan mereka terhadap regenerasi petani. Dalam presentasinya, Nadya menyoroti bagaimana filosofi dadi wong yang terkandung dalam Serat Wedhatama mempengaruhi pandangan masyarakat petani terhadap profesi pertanian.
“Jadi di sini kita ingin mengidentifikasi, bagaimana petani-petani di Yogyakarta, khususnya dari aspek persepsi orang tua dalam memandang profesi petani. Secara garis besar, kami membandingkan pandangan antara petani yang berada di daerah rural dengan daerah urban. Kemudian kami merumuskan strategi untuk mengatasi masalah regenerasi petani yang semakin menurun, terutama dari segi keluarga itu sendiri” jelas Nadya.
Perasaan haru dan kegembiraan Nadya setelah menerima penghargaan Best Presenter terlihat jelas. Nadya dengan jujur mengungkapkan perasaannya.

“Kaget, senang, dan tidak menyangka. Sebenarnya sebelum presentasi sempat merasa sangat takut karena ini adalah seminar internasional,” ujarnya.

Meskipun gugup, Nadya tetap berusaha memberikan yang terbaik dengan mempresentasikan hasil penelitiannya dengan percaya diri. Setelah sesi diskusi berlangsung, ia merasa senang karena bisa berdiskusi secara mendalam dan mendapatkan wawasan baru dari peserta lainnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Nadya dan tim, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM mampu berkontribusi dalam diskusi global mengenai isu penting seperti regenerasi petani, yang vital bagi masa depan pertanian Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Webinar Bincang Desa#51: Membuka Peluang Singkong sebagai Solusi Pangan Masa Depan dan Ketahanan Pangan

berita Tuesday, 5 November 2024

Acara Bincang Desa (BISA) #51 yang bertema “Singkong: Solusi Pangan Masa Depan untuk Ketahanan Nasional” berlangsung pada 28 September 2024, mengangkat pentingnya singkong sebagai alternatif pangan yang berkelanjutan di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh narasumber yang luar biasa, termasuk Dr. Tri Harjaka dari Fakultas Pertanian UGM dan Riza Azyumarrida, pendiri Rumahmocaf.id.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber sepakat dan menekankan bahwa singkong memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan utama di tengah krisis pangan global. Singkong dikenal kaya akan nutrisi dan mudah dibudidayakan, membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dr. Tri Harjaka menyatakan bahwa singkong dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim, menjadikannya tanaman yang ideal untuk masa depan.

Narasumber ke dua, Riza Azyumarrida menambahkan bahwa pengolahan singkong menjadi berbagai produk, seperti tepung mokaf dan keripik singkong, dapat membuka peluang ekspor yang menjanjikan. Dengan meningkatnya minat terhadap makanan sehat dan bebas gluten di pasar internasional, produk olahan singkong semakin diminati di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini juga merupakan gambaran kegiatan yang telah dilakukan oleh Riza Azyumarrida selaku pendiri Rumahmocaf.id. Melalui kegiatan bisnisnya di Rumahmocaf.id, produk olahan singkong telah berhasil dipasarkan secara mendunia dan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar untuk berproses dalam proses pembuatan produk olahan singkong.
“Potensi singkong ini sangat besar bahkan menduduki peringkat ke-2 di dunia sehingga akan sangat rugi apabila tidak dimanfaatkan dan dikembangkan,” tambah Riza.

Webinar Bincang Desa ini menegaskan bahwa singkong tidak hanya sekadar makanan tradisional, tetapi juga merupakan solusi strategis untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, pengembangan singkong dapat meningkatkan kualitas hidup petani sekaligus memenuhi kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan. Di sisi lain, kegiatan Webinar Bincang Desa ini juga merupakan salah satu wujud implementasi SDGs dari Fakultas Pertanian, antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Agricia Channel

Mahasiswa EPA Ikuti Program Innovation Challenge, Tawarkan Ide SAMPAI: Sampah Jadi Nilai

Prestasi Saturday, 2 November 2024


Khosyi Adam Surya Atmaja (Ekonomi Pertanian Agribisnis 2022), bersama kedua rekannya, Aryawijaya Adiyatma (Teknologi Industri Pertanian 2022), Amanda Inkuta Ramadhania (Manajemen 2022) telah mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah melalui ide start up mereka, SAMPAI: Sampah jadi Nilai.

Tim ini berhasil mengikuti program Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh Innovation Academy UGM, dengan berfokus pada pengumpulan minyak jelantah dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan menyalurkannya ke pengolah minyak jelantah. Tujuan mereka adalah mendapatkan keuntungan dari selisih margin antara pengumpulan dan pengolahan, sambil turut berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ke depannya, tim SAMPAI akan mengikuti pendampingan intensif selama 8 minggu, mulai dari 12 Oktober hingga 16 November 2024. Selama masa pendampingan ini, mereka mendapatkan berbagai pengetahuan penting, mulai dari riset pasar, pemetaan stakeholder dan konsumen, penyusunan dan pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga ke tahap akhir yakni pitching dan berjejaring.

Khosyi mengungkapkan bahwa ide SAMPAI berasal dari lomba sebelumnya, di mana mereka sudah bekerja pada proyek pengelolaan sampah namun merasa lingkupnya tersebut terlalu luas. Sehingga kemudian diputuskan untuk membuat usaha yang berfokus pada pengolahan minyak jelantah, yang dianggap memiliki permintaan serta memiliki dampak yang lebih spesifik.
Ia berharap pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan masa depan, serta menjadi langkah awal yang penting dalam membangun startup SAMPAI agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas.
“Semoga kami bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga dari program ini, dan semoga startup SAMPAI dapat berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi banyak orang.” ujar Khosyi.
Partisipasi Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM ke dalam Innovative Challenge menjadi salah satu komitmen untuk mencapai tujuan SDGs antara lain, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Kisah Henra, Mahasiswa Fast Track S2-S3 Fakultas Pertanian UGM, yang berhasil Lulus Program Magister dalam Waktu 1 Tahun 15 Hari

Prestasi Friday, 1 November 2024


Henra, mahasiswa Fast track S2-S3 baru saja berhasil menyelesaikan program S2 hanya dalam waktu 1 tahun, 0 bulan, dan 15 hari. Prestasi ini diraih dengan penelitiannya yang berjudul “Aktivitas Senyawa Antifungi dan Antibiofilm Bacillus velezensis BP1 terhadap Candida albicans: in Vitro Bioassay, Metabolomic, in Silico Molecular Docking.” dengan Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. sebagai pembimbing utamanya.
Henra merupakan wisudawan pascasarjana dari Program Studi Bioteknologi yang berhasil menyelesaikan program magisternya melalui skema Fast Track yang ditawarkan oleh UGM. Di mana pada saat yang bersamaan, ia juga melanjutkan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Pertanian dengan minat Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM.

Program Fast Track ini memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan studi S2 dan S3 secara berkesinambungan dalam waktu empat tahun. Dengan dedikasi dan kerja keras, Henra tidak hanya mampu menuntaskan studi S2 dalam waktu singkat, tetapi juga terus menjaga prestasi akademiknya yang luar biasa dengan memperoleh IPK 3.87 dari 4.00.
“Alasan saya mengikuti program Fast Track S2-S3 ini karena adanya peluang menyelesaikan S2 dan S3 sekaligus dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun. Program ini juga mendukung cita-cita saya yang ingin menjadi peneliti di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan tentunya untuk mencapai hal tersebut harus memenuhi kualifikasi, salah satunya telah menyelesaikan program doktoral. Dukungan dosen-dosen, terutama dosen pembimbing sejak program magister kemarin membuat saya mantap untuk mengambil program fast track ini” terang Henra.

Henra berpesan kepada teman-teman yang ingin mengambil program fast track agar siap menghadapi tantangan, terutama dalam hal manajemen waktu.

“Harus siap capek, karena kita perlu membagi waktu dengan baik untuk menempuh dua jenjang pendidikan sekaligus,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, karena meskipun perencanaan waktu sudah matang, jika kondisi fisik tidak optimal, maka hasilnya tidak akan maksimal. Selain itu, Henra mengingatkan pentingnya memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuan diri dan menjaga kesehatan mental, karena kepercayaan diri dan ketahanan mental menjadi kunci utama untuk bisa bertahan dan sukses dalam program ini.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P. Ph.D., turut memberikan apresiasi atas prestasi ini melalui sambutannya pada saat prosesi purna wisuda pascasarjana Fakultas Pertanian UGM.

“Alhamdulillah, tadi juga diumumkan di tingkat universitas bahwa, Henra, mahasiswa magister yang lulus dalam 1 tahun 0 bulan ini sekarang telah melanjutkan ke program fast track S3 di Fakultas Pertanian UGM. Fakultas Pertanian UGM berkomitmen untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam hal menyediakan pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui akses pendidikan yang lebih luas dan mudah.” ujar Dekan Fakultas Pertanian UGM.

Keberhasilan Henra menjadi contoh nyata dari komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung mahasiswanya untuk mempercepat jenjang pendidikannya tanpa mengurangi kualitas akademik. Hal ini selaras dengan tujuan SDGs diantaranya, SDG 3: Kehiduapan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

1…2829303132…47

BERITA FAKULTAS

  • Bangun Mentalitas Agropreneur, Ir. Hadi Mustofa Bagikan Kiat Sukses Kelola Bisnis Pertanian pada Sesi Pembelakan Wisuda
    23/02/2026
  • Mempersiapkan Lulusan Unggul, Faperta UGM Gelar Pembekalan Wisudawan Sarjana Periode II TA 2025/2026
    23/02/2026
  • Pembekalan Wisudawan: Ignatius Putra Andika Bagikan Tips Persiapan Studi Pascasarjana kepada Calon Wisudawan Faperta UGM
    23/02/2026
  • Lowongan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
    23/02/2026
  • Gelar “Sekolah Tani”, Faperta UGM dan PWNU DIY Berkolaborasi Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora
    20/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju