• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • page. 38
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Fakultas Pertanian UGM Tularkan Visi Smart Eco-bioproduction kepada Pengunjung AgriFest 2024 di PIAT

beritaPrestasi Saturday, 7 September 2024

Visi Fakultas Pertanian UGM yang selalu digaungkan, yaitu Smart Eco-bioproduction, tidak hanya menjadi semangat bagi civitas akademika di dalam lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Visi ini pun digelorakan kepada para pengunjung booth Fakultas Pertanian UGM selama acara AgriFest 2024 pada 5-7 September 2024 di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. Melalui pembagian souvenir berupa botol minum (tumbler) dan bibit kelapa, Fakultas Pertanian UGM menginginkan agar masyarakat menyadari pentingnya gerakan hidup sehat dan cita-cita kemandirian pangan.

Penanggung jawab keterlibatan Fakultas Pertanian UGM dalam acara AgriFest 2024, Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran Fakultas Pertanian UGM di lingkungan masyarakat harus memberikan dampak positif. Untuk itu, pembagian souvenir berupa tumbler dan bibit kelapa dilakukan bukan tanpa alasan, tetapi menjadi suatu upaya untuk menularkan visi Smart Eco-bioproduction.

“Kita membagikan sebanyak 60 buah tumbler dan 30 bibit kelapa. Hal ini kita tujukan sesuai visi dan tagline kita, yaitu Smart Eco-bioproduction, dan juga untuk mengikuti instruksi Rektor UGM mengenai gerakan hidup sehat dan meminimalisir sampah sekali pakai,” jelas Desi.

Desi menambahkan, bibit kelapa yang dibagikan kepada para pengunjung adalah bibit kelapa Genjah. Bibit kelapa ini merupakan hasil nursery kelapa di Kebun UGM Mangunan, Bantul, yang dapat berbuah pada usia 5 tahun setelah tanam. Pembagian bibit kelapa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat dalam gerakan menanam tanaman produktif yang bermanfaat, serta untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Usaha nyata yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian UGM untuk meningkatkan gerakan pola hidup sehat dan gerakan menanam oleh masyarakat umum menjadi wujud kuatnya komitmen untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain
Foto: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Sambut Kedatangan Mahasiswi Yamagata University Japan sebagai Pengajar Kelas Bahasa Jepang

Prestasi Saturday, 7 September 2024

Fakultas Pertanian UGM kembali membuka kelas Bahasa Jepang yang dapat diikuti oleh tidak hanya mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga seluruh mahasiswa Universitas Gadjah Mada dari berbagai fakultas dan sekolah. Kelas yang dilaksanakan selama satu minggu sejak 2 September hingga 11 September 2024 mendatang, akan diisi secara langsung oleh mahasiswi Yamagata University, Japan. Pada hari Selasa, 3 September 2024, pimpinan Fakultas Pertanian UGM menyambut dan menerima baik kedatangan dua mahasiswi Yamagata University.

Dalam penerimaan tersebut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa student mobility dari Yamagata University sudah dilakukan lebih dari tiga tahun. Bahkan Fakultas Pertanian UGM sudah aktif mengirim mahasiswa untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Yamagata University lebih dari 10 tahun. Beliau menambahkan bahwa program kelas Bahasa Jepang ini sangat bermanfaat untuk kedua belah pihak, baik bagi mahasiswa Yamagata University, maupun mahasiswa UGM.

“Mahasiswa Yamagata University berkesempatan belajar budaya Indonesia sekaligus memperluas perspektif kehidupan akademik dan kehidupan sosial di Indonesia. Sementara itu, mahasiswa UGM juga dapat belajar bahasa dan budaya Jepang, serta memperluas international exposure,” jelas Prof. Subejo.

Adapun kedua mahasiswi Yamagata University yang akan menjadi pengajar dalam kelas Bahasa Jepang, yaitu Rina Shirahata dari Art Major, Faculty of Humanities and Social Sciences dan Haruka Ishiguro dari Mass Media Communication Major, Faculty of Humanities and Social Sciences. Mereka akan menjadi pengajar bahasa Jepang yang diikuti oleh rata-rata 30 mahasiswa UGM di tiap sesi, di mana total sesi kelas Bahasa Jepang adalah sebanyak 16 sesi.

Penerimaan mahasiswa Yamagata University oleh Fakultas Pertanian UGM menjadi salah satu komitmen besar untuk menciptakan lingkungan pembelajaran di institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap international exposure dengan kesempatan bagi seluruh mahasiswa UGM. Ini menjadi upaya bersama untuk mewujudkan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta UGM

Widyakarya Departemen Sosek ke Malaysia: Kunjungi Negara Kompetitor Kelapa Sawit Utama bagi Indonesia

berita Saturday, 7 September 2024

Mahasiswa Magister Ekonomi Pertanian angkatan 2023 melaksanakan kegiatan Widyakarya di Malaysia pada 11 hingga 15 Agustus 2024 lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 19 orang mahasiswa tersebut bertujuan untuk memenuhi mata kuliah wajib dan mempelajari berbagai institusi dan instansi pertanian yang ada di Malaysia. Kegiatan Widyakarya didampingi oleh Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. dan Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. selaku dosen pembimbing.

Malaysia Palm Oil Board (MPOB), Beryl’s (Industri Coklat), dan Malaysian Agricultural Research and Development (MARDI) menjadi tujuan utama dari kegiatan Widyakarya tersebut. Malaysia dipilih menjadi negara kunjungan karena dinilai sebagai kompetitor utama kelapa sawit di Indonesia dan terkenal dengan industri coklatnya. Kegiatan Widyakarya tesebut bertujuan untuk menambah wawasan internasional bagi mahasiswa sekaligus mempelajari potret pertanian khususnya kelapa sawit dan coklat yang ada di Malaysia.

Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. selaku dosen pembimbing kegiatan Widyakarya menyampaikan beberapa harapannya terkait dengan pelaksanaan program ini kepada mahasiswa.

”Harapannya mereka mendapat insight baru, utamanya tentang mekanisme perkembangan kelapa sawit di sana, perkembangan UMKM, hilirisasi produk-produk pertanian karena hal tersebut dapat meningkatkan umur ekonomi dari produk-produk pertanian,” tutur Hani.

Kegiatan Widyakarya Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM ini menjadi bukti nyata dari komitmen untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Wilhelmina Alexandra Valmay Putri Aberth
Editor: Desi Utami
Foto:Magister Ekonomi Pertanian

Adakan Innovation Bootcamp Kewirausahaan, Fakultas Pertanian UGM Siapkan Generasi Tangguh dan Inovatif

berita Friday, 6 September 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Innovation Bootcamp Kewirausahaan yang berlangsung pada 23-27 Agustus 2024. Rangkaian acara ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Kewirausahaan Mikrobiologi yang dikoordinatori oleh Ir. Donny Widianto, Ph.D. dengan tim pengajar, yaitu Toronata Tambun, dan Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D. Kelas dengan konsep project-based ini memberikan gambaran tentang dunia kewirausahaan berbasis inovasi kepada mahasiswa.

Bootcamp bertujuan untuk mengizinkan mahasiswa merasakan secara fire-hose perjalanan dengan framework yaitu 24 Disciplined Entrepreneurship. Rangkaian acara yang diadakan selama lima hari tersebut dimulai dengan doktrin paying customer ataupun sopo sing arep bayar. Berbeda dengan pemahaman latah startup, framework ini mencakup 5 doktrin dasar yang meliputi 1) tidak tergila-gila produk, 2) fokus kepada paying customer (bukan market, bukan segment, tetapi siapa yang mau beli dan bisa scaling), 3) iterasi, 4) strategy is about being unique (dan unik itu bukan di produk), 5) dan melihat dari belakang kepala paying customer.

Sejak hari pertama bootcamp, 34 peserta mahasiswa dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri atas 3-4 orang, dimulai dengan ideation (step 0) yang mungkin berasal dari paying customer yang mengetahui adanya masalah untuk dipecahkan. Selain itu, bisa juga dilihat dari founder yang mempunyai good sense making, sehingga bisa memulai ideation dengan teknologi sebagai awal iterasi, atau campuran keduanya. Dilanjutkan dengan memastikan ide tersebut memiliki kemungkinan 14 potential paying customers yang dibedakan berdasarkan tiga hal, antara lain 1) same sales process, 2) same solution, 3) same word of mouth. Setelahnya, dilakukan narrowing 14 to 8 to 1 as beachhead. Beachhead tersebut mendefiniskan end-user yang perlu diketahui jumlahnya untuk menentukan target pasar yang disepakati sebesar dua juta USD.

Acara bootcamp dilanjutkan dengan modul kedua, yaitu solution, di hari kedua dan ketiga untuk memahami dan mengintegrasi masalah dengan solusi yang ditawarkan pada hari kedua dan ketiga mencakupi memahami full life cycle use case, dalam mengiterasi high level spec solution, dan mendefinisikan sebagaimana adanya dan keadaan yang mungkin untuk mencari selisih value, lalu mendefiniskan posisi competitor serta keunikan yang dimiliki masing-masing tim.

Kunci bootcamp ini ada pada mentor yang mendampingi mahasiswa sepanjang kelas dan setelah kelas usai yaitu antara lain Richard Mote, S.T. (mahasiwa Master of Science, Shanghai Jiaotong sekaligus Founder sebuah Startup Pertanian), Nicholas Sidharta, S.T. (Mahasiswa S2 Perikanan UGM dan Founder sebuah Startup Perikanan), Charles Fuad, MD, (Cambridge University), Anderson Tan, Alika Clarissa, Daniel Silitonga (STEI-ITB), dan Fahimudin Tamash S,P. Ketujuh mentor tersebut pernah mengikuti Innovation Bootcamp yang diampu Toronata Tambunan atau yang sering disapa Toro, baik itu di STEI-ITB, DTNTF UGM ataupun di Faperta UGM.

Puncak dari acara bootcamp ini adalah pitching dalam waktu tiga menit menggunakan Bahasa Inggris untuk menyampaikan permasalahan yang dialami persona, solusi yang ditawarkan oleh tim dan kelebihan team. Koordinator Mata Kuliah Kewirausahaan Mikrobiologi, Toronata Tambun dan Ir. Donny Widianto, Ph.D., menegaskan bahwa bootcamp diadakan untuk mencetak generasi yang anti-fragile dan bukan sekedar menciptakan startup latah.

“Kami berharap adanya bootcamp ini dapat memfasilitasi mahasiswa untuk menjadi pribadi dengan mentalitas yang tangguh, tahan terhadap berbagai guncangan hidup serta berani berwirausaha untuk menciptakan solusi bagi tantangan pertanian di Indonesia,” jelas Donny.

Dengan adanya kegiatan Innovation Bootcamp ini, Fakultas Pertanian UGM semakin berkomitmen untuk turut serta menyediakan pendidikan berkualitas serta menjadi upaya nyata untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Reportase: Severinus Adrian Maitri
Editor: Desi Utami

Inovasi Persilangan Teh PT Pagilaran Dikenalkan pada Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Friday, 6 September 2024

PT Pagilaran sebagai private company yang bergerak dalam bidang perkebunan, perindustrian, perdagangan, dan konsultasi sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada (UGM). PT Pagilaran dikenal karena ciri khasnya yang membedakan dari produsen teh lainnya di Indonesia. Sekitar 60% dari teh yang ditanam dan diproduksi di PT Pagilaran berasal dari seedling, sedangkan sebagian besar produsen teh lain menggunakan klon atau stek. Hal ini memberikan karakter rasa dan aroma yang sangat khas pada teh Pagilaran.

PT Pagilaran baru-baru ini mengumumkan pencapaian terbaru mereka dalam penelitian dan pengembangan teh. Dalam acara Kenal Kebun 2024, PT Pagilaran UGM memperkenalkan inovasi berupa klon-klon unggul teh yang telah dilepas secara nasional yaitu: PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 10, PGL 11, PGL 12, dan PGL 15.  Selain itu, PT Pagilaran UGM saat ini sedang melakukan persilangan antara dua spesies teh yang berbeda yaitu Asamika dan Sinensis. Klon baru ini mengintegrasikan keunggulan dari kedua jenis teh tersebut. Persilangan ini menghasilkan produk dengan kualitas yang unggul yaitu kadar aroma yang lebih kaya dan khas serta memiliki produktivitas tinggi.

Taufan Alam, S.P., M.Sc., Dosen Fakultas Pertanian UGM sekaligus Direktur Produksi PT Pagilaran yang juga terlibat dalam kegiatan penelitian ini mengungkapkan harapannya bahwa persilangan teh ini kedepan akan menjadi unggulan PT Pagilaran untuk lebih meningkatkan produktivitas serta kualitas teh sehingga memperkuat posisi Pagilaran dalam percaturan industri teh nasional maupun internasional.

“Penelitian persilangan antara Asamika dan Sinensis pada awalnya diinisiasi oleh Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., selain itu dalam rangka meningkatkan efisiensi produksi, PT Pagilaran UGM telah melakukan revitalisasi dengan mengadopsi teknologi terbaru. Mesin pemetik modern kini digunakan untuk memastikan proses pemetikan teh yang lebih efisien dan berkualitas tinggi” ujar Taufan.

Dalam upaya untuk memperluas jangkauan pasar, PT Pagilaran UGM juga memasarkan produknya ke pasar internasional yaitu: Malaysia, Jepang, UEA, India, Inggris, Polandia, Rusia, Amerika Serikat, dan Kenya. Salah satu produk baru yang diluncurkan adalah Artisan Tea dengan merk Pajavarta Tea, yang menawarkan campuran teh inovatif dengan keragaman rempah dan bunga. Produk ini memiliki komposisi unik sehingga memberikan variasi rasa yang menarik.

Dengan adanya inovasi ini, PT Pagilaran UGM telah menunjukkan komitmen terhadap point  SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

 

Penulis: Alkhansa Khairunnisa

Editor: Desi Utami

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Daya Saing Global, Fakultas Pertanian UGM Siapkan Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 6 September 2024

Fakultas Pertanian UGM aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan alumni yang berdaya saing global. Salah satu langkah yang ditempuh, yaitu dengan akreditasi internasional dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge in Ingenieurwissenschaften, Informatik, Naturwissenschaften und Mathematik). Tahun ini, satu program studi S1 yaitu Mikrobiologi Pertanian, serta tiga program studi S2 yaitu Magister Ilmu Perikanan, Magister Ilmu Hama Tanaman, dan Magister Fitopatologi sedang mempersiapkan pengajuan akreditasi ASIIN dengan adanya rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Rapat koordinasi dilakukan sebagai upaya persiapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global, setelah delapan program studi jenjang S1 lainnya terakreditasi internasional, antara lain Agronomi, Akuakultur, Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Ilmu Tanah, Manajemen Sumberdaya Akuatik, Proteksi Tanaman, dan Teknologi Hasil Perikanan. Rapat tersebut diikuti oleh tim akreditasi yang dibentuk untuk memastikan semua program studi memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh ASIIN.

Adapun rapat koordinasi dipimpin oleh Ketua Jaminan Mutu Fakultas Pertanian UGM, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. yang berharap akreditasi internasional ASIIN bisa meningkatkan reputasi Fakultas Pertanian UGM di kancah internasional.

“Besar harapannya, hasil dari akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi fakultas di kancah internasional, tetapi juga untuk memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa kita,” ujar Hani.

Guna memastikan persiapan ASIIN berjalan dengan lancar, Fakultas Pertanian UGM mengundang Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku dosen Fakultas Biologi UGM yang memiliki banyak pengalaman dalam pelaksanaan akreditasi ASIIN. Persiapan ini meliputi penyusunan dokumen evaluasi diri, pengumpulan data terkait kurikulum, fasilitas, dan sumber daya manusia.

“Dokumen ASIIN dari Fakultas Pertanian sudah lengkap, tetapi masih perlu mendapat perhatian di beberapa hal, seperti penambahan pemetaan mata kuliah dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi, pemberitaan kegiatan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta informasi tentang pelaksanaan yudisium,” jelas Zuli.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. yang turut hadir dalam rapat tersebut menyatakan bahwa Fakultas Pertanian UGM memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih akreditasi internasional ASIIN.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian agar dapat bersaing di tingkat global. Akreditasi ASIIN adalah langkah penting dalam mewujudkan visi tersebut,” tambah Weny.

Rapat koordinasi ASIIN di Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG), antara lain, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Desi Utami

Editor: Hanita Athasari Zain

 

Fakultas Pertanian UGM Berikan Pembekalan untuk Dosen Baru

berita Friday, 6 September 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan acara pembekalan bagi dosen baru pada hari Rabu-Kamis, 4-5 September 2024. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen baru, baik calon aparatur sipil negara (CASN) maupun dosen tetap SK Rektor yang bergabung dengan fakultas, serta pimpinan departemen dan fakultas. Kegiatan pembekalan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan kepada dosen muda sebelum terjun ke dunia kerja.

Pembekalan yang digelar di Venture Lab Gedung AGLC Lantai 6 tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menyampaikan pentingnya peran dosen dalam mencetak generasi unggul di bidang pertanian. Dalam sambutannya, beliau menekankan nilai-nilai integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, Dekan juga menggarisbawahi mengenai visi misi Fakultas Pertanian UGM dengan tagline “Smart Eco-Bioproduction” yang diturunkan menjadi enam pilar, antara lain crop, smart, eco, bio-production, agribusiness, serta communication. Harapannya dengan mengetahui konsep yang diusung, dosen baru dapat lebih berkontribusi dan semangat berkolaborasi.

Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang menghadirkan berbagai narasumber, antara lain Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Subejo menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian UGM memberikan dukungan penuh dan fasilitas untuk semua dosen dalam berkembang sesuai bidangnya masing-masing, termasuk penyediaan hibah untuk dosen muda yang berbasis output. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi tentang tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan tinggi saat ini.

Para dosen baru juga diberikan pengenalan akademik dan kemahasiswaan yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. Weny menyampaikan seberapa banyak mahasiswa yang ada di Fakultas Pertanian UGM dari program-program unggulan seperti International Undergraduate Class (IUC), Asian International Mobility for Student (AIMS), dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memerlukan support dari semua civitas akademika Fakultas Pertanian UGM, termasuk dosen yang baru saja bergabung.

Peserta pembekalan berharap dapat segera berkontribusi dalam mengembangkan ilmu pertanian dan mendukung visi Fakultas Pertanian UGM sebagai pusat keunggulan di tingkat nasional maupun internasional. Semangat yang tinggi ditunjukkan oleh salah satu peserta, yaitu Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech, Ph.D., atau yang sering disapa Micky, dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian.

“Saya berharap bisa bersinergi dan bekerja sama, tidak hanya dengan dosen di Departemen, tetapi juga dengan dosen dari departemen lain, bahkan fakultas lain, sehingga dapat turut memajukan Fakultas Pertanian UGM baik di kancah nasional maupun international,” ujar Micky.

Tak hanya itu, Ishadiyanto Salim, S.Pd., M.Pd., dosen baru di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) yang sering disapa Salim, menyampaikan harapannya bergabung di Fakultas Pertanian UGM karena ketertarikan di bidang pertanian, khususnya inovasi dan teknologi untuk mendukung diseminasi ilmu.

“Sebagai seorang dosen di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, saya memiliki ketertarikan mendalam terhadap pertanian, khususnya dalam bagaimana inovasi dan teknologi bisa mendukung penyuluhan pertanian untuk kesejahteraan petani dan pembangunan sektor ini. Dengan menjadi dosen di Fakultas Pertanian UGM, saya merasa dapat berkontribusi secara langsung dalam mencetak generasi baru yang memiliki wawasan, kemampuan, dan semangat untuk memajukan pertanian Indonesia,” ungkap Salim.

Hari kedua acara dilanjutkan dengan pengenalan terkait keuangan, aset, dan SDM oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. Sita menyampaikan tentang Peraturan Rektor UGM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Manajemen Sumber Daya Manusia yang menjelaskan tugas, hak dan kewajiban seorang dosen. Kegiatan dilanjutkan  dengan pemaparan dari masing-masing departemen, yaitu dari Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Ketua Departemen Budidaya Pertanian, Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian, Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ketua Departemen Tanah, Ketua Departemen Perikanan, serta ditutup dengan pengenalan terkait administrasi umum oleh Kepala Kantor Administrasi (KKA) Fakultas Pertanian UGM, Agus Sudarwinto, S.E., M.M. Agus menjelaskan mengenai ketentuan prosedural persuratan, perizinan, dan administrasi lainnya.

Fakultas Pertanian UGM semakin berkomitmen untuk turut serta menyediakan pendidikan berkualitas serta menjadi upaya nyata untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Desi Utami

Editor: Hanita Athasari Zain

 

Departemen Budidaya Pertanian Kembali Adakan BUPER TALK #11 “Artisan Tea: Functional Beverage for Wellness”

berita Thursday, 5 September 2024

Buper talk merupakan Webinar Nasional yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian UGM ke-79 yang dilaksanakan oleh Departemen Budidaya Pertanian. Acara ini diadakan pada 27 Agustus 2024 secara daring melalui Zoom. Topik bahasan Buper Talk #11 ini mengangkat tema Artisan Tea: Functional Beverage for Wellness dengan dua narasumber yaitu Ir. Iriana Ekasari Muadz, M.M., Pendiri Asosiasi Artisan Teh Indonesia dan Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., dosen Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM, serta sebagai moderator yaitu Dr. Elly Syafriani, S.P., dosen Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM.

“Dengan diadakannya Buper Talk #11 ini, harapannya dapat menjadi sarana silaturahmi agar bisa bertukar pengalaman antara akademisi, praktisi dengan masyarakat di luar kampus sehingga menambah wawasan dan pengetahuan bagi kita semua,” Ujar Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D., Ketua Departemen Budidaya Pertanian.

Dengan tema yang diangkat pada Buper Talk #11 akan selaras dengan peningkatan kualitas hidup warga negara. Kualitas hidup ini dapat dinilai dari aspek kesehatan. Lewat kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi makanan maupun minuman menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan. Dalam pembahasan Buper Talk #11 Ibu Ir. Iriana Ekasari Muadz, M.M. memiliki terobosan untuk konsumsi minuman, khususnya minuman teh, atau yang dikenal sebagai artisan tea, minuman fungsional yang baik untuk kesehatan.

“Cara Gen milenial dan Gen z dalam memaknai suatu hal sangat berbeda, dengan dibuatnya Asosiasi Artisan Teh Indonesia, harapannya  memajukan dan mengangkat citra teh Indonesia dan turut berpengaruh pada kesehatan nasional. Teh artisan merupakan teh yang diperkaya rasanya dan selama prosesnya menggunakan cara dan bahan yang alami,” ujar Iriana.

Rizky selaku Dosen di Departemen Budidaya Pertanian yang memiliki fokus pada pemuliaan tanaman menyadari bahwa saat ini dan di masa yang akan datang peluang pemuliaan tanaman tidak hanya pada peningkatan jumlah panen tetapi perakitan tanaman yang memiliki kualitas nutrisi yang baik.

“Nutrisi penting bagi semua kalangan karena kondisi kesehatan seseorang ditentukan dari apa yang masuk dalam mulut yaitu makanan ataupun minuman. Material untuk menjadi artisan tea bisa ditingkatkan dengan Biofortification dan juga memperkaya variasinya dengan pemuliaan tanaman,” ujar Rizky.

Terlaksananya Buper Talk #11 ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai tujuan SDGs, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Khairani Nabilah

Editor: Desi Utami

 

 

Fisheries and Agriculture Career Expo 2024: Menggali Peluang Karier di Bidang Pertanian dan Perikanan

berita Thursday, 5 September 2024

Pada hari Jumat, 23 Agustus 2024, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar acara Seminar Career yang menjadi bagian dari rangkaian Fisheries and Agriculture Career Expo (FACE). Acara ini berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM, dan berhasil menarik perhatian para mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam tentang peluang karier di bidang pertanian dan perikanan.

Seminar ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Pertanian, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., P.hD. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan harapan diselenggarakannya kegiatan ini.

“Pada hari ini kita berkesempatan untuk berbagi informasi dan berbagi kisah-kisah terkait dunia kerja, sehingga teman-teman jauh lebih siap lagi ketika memasuki dunia kerja terutama di dunia industri sektor pertanian dan sektor perikanan,” ujar Prof. Subejo.

Seminar ini menghadirkan dua pembicara inspiratif yang ahli dalam bidangnya. Dari bidang pertanian, hadir Bapak Eldi Nuzan, General Manager PT Sampoerna Agro, yang membagikan pengalamannya selama berkarir di salah satu perusahaan agribisnis terbesar di Indonesia. Sementara itu, dari bidang perikanan, seminar ini diisi oleh Ibu Paulina Dessy Wulandari, Recruitment & Talent Manager PT Suri Tani Pemuka, yang membahas peluang karier dan dinamika industri perikanan di Indonesia.

Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menginspirasi para mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin dalam menghadapi dunia kerja. Kedua pembicara menekankan pentingnya keterampilan adaptif, penguasaan teknologi, dan kemampuan berpikir kritis sebagai modal utama untuk sukses di dunia kerja.

Melalui kegiatan ini Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmennya mencapai tujuan SDGs, yakni SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

PERMAHAMI Gelar Bincang Bareng Keilmuan: “Study Abroad: Expanding Horizons through Education”

berita Thursday, 5 September 2024

Pada tanggal 30 Agustus 2024, Perhimpunan Mahasiswa Mikrobiologi (PERMAHAMI) kembali mengadakan acara Bincang Bareng Keilmuan (BBK) dengan tema “Study Abroad: Expanding Horizons through Education.” Acara ini bertempat di ruang KPTU Gedung A1,  Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh 30 orang peserta dari Departemen Mikrobiologi Pertanian. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, Zikra Fathin Nabila dan Sausan Syadzafie Shafar, yang merupakan penerima beasiswa Asean International Mobility Student Programs (AIMS) 2023. Mereka berbagi pengalaman berharga selama menjalani pertukaran pelajar di Jepang dan Korea Selatan.

Zikra Fathin Nabila, mahasiswi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2021, melakukan pertukaran di Universitas Ibaraki, Jepang. Dalam sesi tersebut, Zikra menjelaskan persiapan yang ia lakukan sebelum keberangkatan, seperti pengurusan visa, paspor, serta dokumen pendukung lainnya. Di Universitas Ibaraki, Zikra terlibat dalam model pembelajaran berbasis diskusi dan studi lapangan yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar di luar kelas, termasuk kegiatan memanen hasil pertanian. Selain itu, Zikra juga berkesempatan melakukan penelitian mandiri di laboratorium yang difasilitasi oleh Universitas Ibaraki.

Sausan Syadzafie Shafar, juga mahasiswi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2021, menjalani pertukaran di Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan. Sausan membagikan pengalamannya selama belajar di GNU, yang memiliki fasilitas kampus lengkap seperti perpustakaan, laboratorium, kantin, dan asrama. Beberapa mata kuliah yang diambil oleh Sausan antara lain kelas bahasa, fisika kayu, dan ekonomi pertanian. Di samping pembelajaran akademik, Sausan juga aktif berpartisipasi dalam berbagai festival dan kegiatan komunitas di kampus.

Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian, Ir. Donny Widianto, Ph.D. yang membuka acara BBK menyampaikan bahwa kegiatan sharing session dari kakak tingkat sepert ini penting untuk memberikan semangat dan informasi bagaimana cara mendapatkan beasiswa pertukaran.

“Saya mengapresiasi kepada PERMAHAMI yang mengadakan acara seperti ini. Bagi mahasiswa baru dan adik tingkat, acara seperti ini penting untuk diikuti sehingga bisa memberikan movitasi dan tahu bagaimana cara apply exchange program”.

Kegiatan BBK kali ini dikemas dalam format talkshow, di mana kedua narasumber berinteraksi langsung dengan peserta, menjawab pertanyaan, dan memberikan motivasi. Radea Adi Prasetyo, ketua pelaksana BBK, menyatakan pentingnya pelaksanaan acara ini bagi mahasiswa Mikrobiologi Pertanian, terlebih dengan banyaknya mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti pertukaran pelajar. Ia berharap, melalui acara ini, peserta dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang studi di luar negeri dan termotivasi untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatkan.

“BBK kemarin sangat memotivasi dan memberi pelajaran bahwa studi di luar negeri itu bukanlah hal yang mustahil,” ujar Radea.

Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., dosen di Departemen Mikrobiologi Pertanian yang menutup acara BBK juga menyampaikan bahwa pentingnya mahasiswa S1 untuk mulai merasakan paparan kegiatan di level internasional. Hal tersebut bisa dimulai dengan menjadi student buddy bagi mahasiswa asing yang kuliah di Fakultas Pertanian UGM. Desi juga menyampaikan pentingnya untuk mengikuti program pertukaran pelajar yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membangun jaringan global dan memahami praktik pertanian di negara lain. Banyak alumni yang merasakan manfaat besar setelah mengikuti program ini, seperti peningkatan keterampilan dan peluang kerja yang lebih luas.

Pelaksanaan acara Bincang Bareng Keilmuan oleh Departemen Mikrobiologi Pertanian menjadi bentuk impelementasi SDGs No 4: Pendidikan Berkualitas dan No. 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Dwi Nur Cahyani

Editor: Yomita Misya

 

1…3637383940…50

BERITA FAKULTAS

  • Tenangkan Perut, Fokuskan Pikiran: Pondasi UTS Fakultas Pertanian UGM
    08/04/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Perkuat Reputasi Global Melalui Peringkat Internasional
    07/04/2026
  • Donor Darah HUT Plantagama ke-42: Wujud Kepedulian Sosial Mahasiswa
    07/04/2026
  • Pengalaman Akademik dan Budaya: Nabilah Salma Jalani Pertukaran Mahasiswa di Universitas Ibaraki
    01/04/2026
  • Mahasiswi Agronomi UGM Ikuti Program AIMS di Tokyo University of Agriculture and Technology
    01/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju