
Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2023 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut mengambil bagian dalam program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) melalui pendampingan Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi Penyuluh Pertanian Swadaya. Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari pada 6–10 April 2026 di UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, serta melalui kunjungan lapangan ke Stasiun Klimatologi BMKG DIY dan Rejo Farm, Sleman.
Sebanyak lima mahasiswa PKP UGM, yaitu Adelita Regina Cahyani, Meilany Adi Susilowati, Dewi Sarah Azzahra, Virgie Salsa Dewanty Ansani, dan Afifah Sinta Hayuningrum, turut terlibat aktif dalam mendampingi jalannya pelatihan. Program yang diselenggarakan oleh UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diikuti oleh 30 penyuluh swadaya dari lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pengalaman pengabdian antara dua hingga tiga belas tahun.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim terhadap sektor pertanian, mulai dari pergeseran musim tanam, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman, hingga risiko banjir dan kekeringan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dengan beragam tugas, seperti administrasi peserta, dokumentasi, fasilitasi diskusi, pendampingan narasumber, pembawa acara, hingga evaluasi kegiatan.
Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, manajemen pelatihan, dan hubungan masyarakat. Virgie Salsa Dewanty Ansani menuturkan, “Kesempatan berbincang langsung dengan para penyuluh menjadi pengalaman yang paling berkesan. Cerita yang mereka bagikan membuka wawasan baru mengenai kondisi nyata di lapangan yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.”

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dari narasumber lintas lembaga:
- Hari pertama: kebijakan pembangunan pertanian menghadapi iklim ekstrem serta analisis proyeksi perubahan iklim oleh BMKG DIY.
- Hari kedua: emisi gas rumah kaca, teknologi panen air, dan budidaya adaptif bersama BRMP Yogyakarta.
- Hari ketiga: dampak perubahan iklim terhadap organisme pengganggu tanaman dan ekologi tanah oleh dosen Fakultas Pertanian UGM.
- Hari keempat: kunjungan lapangan ke BMKG DIY dan Rejo Farm untuk mempelajari teknologi pengamatan iklim dan greenhouse.
- Hari kelima: materi mengenai Pranata Mangsa dan dinamika kelompok oleh praktisi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah peserta telah mengimplementasikan materi pelatihan, antara lain sosialisasi prakiraan iklim BMKG untuk penentuan waktu tanam, penerapan teknologi irigasi tetes, pembuatan sumur ladang, serta produksi mikroorganisme lokal (MOL) untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Mukhlis Abdullah, penyuluh dari Kulon Progo, menyampaikan bahwa kelompok tani binaannya menyambut positif informasi yang diberikan karena menawarkan solusi praktis dalam menghadapi risiko usaha tani.
Kegiatan pendampingan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, tetapi juga memperkuat kapasitas penyuluh sebagai agen pembelajaran dan pendamping petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Afifah Sinta Hayuningrum, Adelita Regina Cahyani, Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Afifah Sinta Hayuningrum dan Adelita Regina Cahyani
























