• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan

berita Wednesday, 21 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kuliah tamu pada Kamis, 15 Oktober 2026 bertajuk “Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan” dengan menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., sebagai pembicara utama. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fakultas Peternakan UGM.

Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen. Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., Dekan Fakultas Pertanian UGM Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., beserta jajaran pimpinan fakultas, serta sejumlah pejabat dan mitra strategis dari Kementerian Pertanian, BULOG, PT Pupuk Indonesia, dan berbagai organisasi profesi.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi sentral dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik, hingga fluktuasi rantai pasok pangan dunia. Oleh karena itu, percepatan pembangunan pertanian perlu didukung melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, hilirisasi komoditas, dan penguatan sumber daya manusia pertanian.

Dalam kuliah tamu tersebut, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menekankan pentingnya regenerasi sumber daya manusia pertanian sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan sektor pertanian nasional. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang dan peluang yang lebih luas untuk berkontribusi dan berinovasi.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada generasi muda. Sebagai generasi yang lebih senior, sudah seharusnya kita membuka peluang dan mendukung mereka untuk berkembang. Jika tidak ada dukungan dan ruang bagi generasi muda, maka tidak akan ada regenerasi yang dapat membawa perubahan,” tegas Menteri Pertanian di hadapan peserta kuliah tamu.

Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam berbagai strategi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Beragam isu yang mengemuka meliputi regenerasi petani, modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga peluang inovasi teknologi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia.

Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan pertanian. Turut hadir Direktur Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., para tenaga ahli Menteri Pertanian, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, perwakilan BULOG, PT Pupuk Indonesia, serta berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan pembangunan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung pembangunan pertanian nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa terhadap tantangan dan peluang sektor pertanian sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi yang berkontribusi pada terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Kuliah tamu ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan produktivitas pertanian, dan percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan wawasan, pengetahuan, dan kapasitas mahasiswa mengenai kebijakan pembangunan pertanian, inovasi teknologi, serta tantangan sektor pertanian nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dorongan regenerasi petani, pemberdayaan generasi muda, pengembangan peluang kerja di sektor pertanian, dan peningkatan daya saing ekonomi pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan modernisasi pertanian, penerapan inovasi teknologi, dan hilirisasi komoditas untuk meningkatkan produktivitas serta nilai tambah produk pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dorongan pengembangan sistem produksi pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara lebih efisien; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta pengembangan strategi pembangunan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM, Fadel Gama Putrra (DKRG UGM)

Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien

berita Wednesday, 21 October 2026

Upaya mewujudkan sistem pangan nasional yang sehat, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim memerlukan integrasi antara riset akademis, inovasi teknologi digital, dan perumusan kebijakan yang inklusif. Gagasan inilah yang diusung program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform), kerjasama Australia-Indonesia, di mana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi bagian dari tim peneliti.

Riset kolaboratif pada program KONEKSI melibatkan sembilan lembaga dari kedua negara, yaitu The University of Queensland (UQ), Monash University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IPB University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Negeri Malang (UNM), Center of Indonesian Policy Studies (CIPS), serta Parti Gastronomi. Dari UGM, kolaborasi ini dijalankan oleh tim peneliti Departemen Sosial Ekonomi Pertanian yang diketuai oleh Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D. dengan anggota dosen Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc. dan Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc., serta didukung mahasiswa S1 dan S2 Departemen Sosial Ekonomi Pertanian yang terlibat sebagai asisten peneliti.

Melalui tim peneliti Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, UGM berkontribusi aktif dalam menjalankan kajian di bidang sosial ekonomi dalam program KONEKSI. Kajian berfokus pada pemodelan dinamis produksi padi berkelanjutan di kawasan peri-urban untuk menemukan solusi terpadu yang menjaga kesejahteraan petani sekaligus kelestarian lingkungan serta menganalisis niat penggunaan aplikasi MyINDAH Diet pada wilayah urban dan peri-urban di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan UTAUT2, dengan perhatian pada pemberdayaan kelompok rentan melalui kesehatan digital.

Rangkaian riset kolaboratif tersebut mencapai puncaknya dalam kegiatan dua hari bertajuk “Akselerasi Sistem Pangan Sehat dan Resilien: Mengintegrasikan Kebijakan, Inisiatif Lokal, dan Inovasi Digital” yang berlangsung di Hotel Mercure, Jakarta (02/07). Kegiatan pada hari pertama berfokus pada “Paper-to-Submission Writing Workshop” bagi para peneliti dan akademisi. Workshop intensif ini dipimpin langsung oleh Prof. Ammar Abdul Aziz (UQ) dan berlangsung secara interaktif dan kolaboratif. Melalui masukan dari Prof. Ammar dan sesama peneliti, setiap draf dibedah secara mendalam, mulai dari kebaruan metodologi, argumentasi ilmiah, hingga ketajaman analisis kebijakan sosial ekonomi pertanian. Melalui kegiatan ini, program KONEKSI bersama UGM dan lembaga lainnya mendorong agar hasil penelitian dapat dipublikasikan secara luas, memperkaya khazanah keilmuan sosial ekonomi pertanian, dan menjadi landasan bagi perumusan kebijakan di sektor pertanian.

Memasuki hari kedua, Kamis (02/07), kegiatan berfokus pada dialog publik dan peluncuran resmi aplikasi MyINDAH Diet (INclusive DigitAl solutions for Healthy and Sustainable Diets and Food Security in Java’s Urban and Peri-Urban Food Systems). Dr. Risti Permani, Project Leader dari UQ, menyampaikan bahwa aplikasi ini lahir dari riset berpendekatan system thinking yang melibatkan lebih dari 1000 responden untuk memahami keterkaitan kompleks antara produksi pangan, pola konsumsi, kerentanan iklim, dan akses informasi. Pencapaian terbesar kolaborasi ini adalah terbangunnya kemitraan multipihak yang kokoh. Hal ini diapresiasi oleh Steward Norupt, Head of Planning, Performance, and Learning KONEKSI, yang menilai keterlibatan pemerintah dan masyarakat sejak awal riset memperbesar peluang agar temuan dapat langsung diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan di lapangan.

Aplikasi MyINDAH Diet dirancang secara komprehensif dengan dua metode utama. Metode petani dikembangkan oleh tim Agribisnis UMY melalui pendekatan bottom-up. Fitur ini menyediakan data cuaca berbasis lokasi, panduan teknis budidaya, panduan pestisida presisi, dan catatan usaha tani. Adapun mode konsumen dikembangkan oleh BRIN untuk memperkuat literasi nutrisi masyarakat melalui kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI), informasi harga pangan, rekomendasi resep sehat, serta edukasi gizi seimbang. Peluncuran aplikasi tersebut dibawakan oleh Dr. Puspitasari dan Dr. M. Zaki dari UMY dengan semangat “Small decision, big impact” dan “Beyond harvest into home.”

Sesi dialog publik dan diskusi panel yang dipandu oleh Dr. Yanti N. Muflikh dari IPB University menghadirkan pandangan strategis dari kementerian dan lembaga terkait. Ir. Prayudi Syamsuri, Ph.D. dari Kemenko Pangan menyoroti stagnansi produktivitas dan keterbatasan lahan sehingga pertanian presisi berbasis digital diperlukan untuk memprediksi kebutuhan input spesifik daerah, di samping peningkatan peran perempuan yang memegang keputusan keuangan usaha tani. Di sisi lain, Yuni Zahraini, S.K.M., M.K.M. dari Kemenkes menjelaskan pentingnya keterjangkauan pangan lokal bergizi untuk mempercepat penurunan stunting (Perpres 72/2021). Sementara itu, Aang Sutrisna dari GAIN menekankan peran MyINDAH Diet sebagai sistem peringatan dini kewaspadaan gizi, upaya pengurangan food waste, dan promosi bahan pangan lokal bagi masyarakat.

Selain itu, keterlibatan ini menunjukkan kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan pengembangan sistem pertanian berkelanjutan di kawasan urban dan peri-urban melalui pemodelan produksi padi serta peluncuran aplikasi MyINDAH Diet; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi pola konsumsi pangan sehat dan bergizi seimbang, pemantauan status gizi, serta dukungan terhadap upaya pencegahan stunting melalui inovasi kesehatan digital; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas peneliti dan mahasiswa dalam penulisan serta publikasi ilmiah, penguatan kompetensi riset, dan pertukaran pengetahuan melalui kolaborasi akademik internasional; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan peran perempuan petani dalam pengambilan keputusan finansial usaha tani serta peningkatan akses terhadap teknologi digital pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan aplikasi MyINDAH Diet sebagai inovasi teknologi digital yang mendukung pertanian presisi, penyediaan informasi pangan, dan transformasi sistem pangan berkelanjutan; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberdayaan kelompok rentan dan perluasan akses yang inklusif terhadap informasi kesehatan, gizi, serta teknologi digital bagi masyarakat urban dan peri-urban; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan ketahanan sistem pangan kawasan perkotaan dan peri-urban, optimalisasi produksi pangan lokal, serta peningkatan akses masyarakat terhadap pangan sehat dan berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui promosi konsumsi pangan lokal, pengurangan limbah pangan (food waste), serta penggunaan input pertanian secara efisien dan presisi; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan ketahanan sistem pangan terhadap variabilitas dan perubahan iklim dengan pemanfaatan informasi cuaca berbasis lokasi serta pemodelan produksi pertanian berkelanjutan; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset internasional dan kemitraan multipihak yang melibatkan sembilan institusi dari Indonesia dan Australia, termasuk perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan pemerintah.

 

Penulis: Asih Kusumaningsih

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen SOSEK UGM

Fakultas Pertanian UGM Terima Kunjungan BRI untuk Perkuat Sinergi dan Peluang Kolaborasi

beritakerjasama Wednesday, 21 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari jajaran pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Sub Branch Office (SBO) UGM dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Dekanat, Gedung A1 Lantai 2 Fakultas Pertanian UGM. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan layanan dan kegiatan akademik di lingkungan fakultas.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026 tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Pertanian UGM, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Kepala Kantor Administrasi Fakultas Pertanian, serta jajaran pimpinan dan tim dari BRI SBO UGM.

Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara institusi pendidikan tinggi dan sektor perbankan dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika.

Bagi Fakultas Pertanian UGM, kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Kehadiran mitra dari sektor perbankan diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam aspek layanan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, maupun program-program yang mendukung penguatan institusi.

Sementara itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi informasi mengenai program dan layanan yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM. Melalui dialog yang terjalin, diharapkan tercipta berbagai inisiatif kolaboratif yang mampu mendukung tercapainya tujuan bersama dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat.

Fakultas Pertanian UGM menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai sektor. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia perbankan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan institusi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan layanan dan kegiatan akademik; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kerja sama dengan sektor perbankan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan inovasi dan layanan kelembagaan; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui potensi pengembangan layanan yang lebih inklusif; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan hubungan dan tata kelola kelembagaan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan sinergi strategis antara perguruan tinggi dan sektor perbankan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Perkuat Capacity Building SDM Pertanian Jawa Barat, Lentera DESA Faperta UGM dan Kemenko Pangan Gelar Pelatihan Literasi Digital di Bogor

berita Wednesday, 21 October 2026

Melanjutkan komitmen penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian secara berkelanjutan, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI kembali menyelenggarakan Pelatihan Literasi Digital dan Penerapan Buku Tani Digital Seri Kedua. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, bertempat di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Kampus Cinagara, Jawa Barat.

Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat digitalisasi sektor agrikultur di kawasan Jawa Barat, khususnya wilayah Kabupaten Ciawi dan sekitarnya. Sebanyak 50 peserta hadir memenuhi sesi pelatihan offline, yang terdiri atas 30 petani muda, 15 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta 5 penyuluh swadaya. Para peserta dibekali materi pencatatan usaha tani berbasis digital guna meningkatkan efisiensi, akurasi data finansial, serta efektivitas tata kelola agribisnis di tingkat lapangan.

Tim fasilitator Lentera DESA Faperta UGM yang mendampingi jalannya pelatihan terdiri atas Bella Mega Pahlevi, S.P., Dian Rahmanisa, Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc., dan Alfonsus Ligouri Carhesa Gilmore, S.P., M.Sc. Kehadiran para fasilitator ini diperkuat oleh arahan serta bimbingan dari tim pakar Faperta UGM, yaitu Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ishadiyanto Salim.

Jalannya pelatihan dipantau langsung oleh Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Kemenko Pangan RI, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi aktif antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong akselerasi ketahanan serta swasembada pangan nasional.

Antusiasme dan semangat peserta terlihat sangat tinggi sepanjang pelatihan tatap muka dua hari tersebut. Keberlanjutan program ini tidak berhenti pada sesi offline, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan dan pembelajaran mandiri secara online melalui platform kelas interaktif Lenteradesa.id guna memastikan pemahaman serta penerapan ilmu yang optimal di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, melalui peningkatan kapasitas pengelolaan usaha tani dan literasi keuangan digital yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan kapasitas teknis petani muda dan penyuluh dalam mengelola usaha tani secara efisien guna mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan berkelanjutan dan pelatihan literasi digital yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui modernisasi pengelolaan keuangan usaha tani berbasis teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing agribisnis; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan inovasi teknologi Buku Tani Digital dan platform Lenteradesa.id dalam mendukung transformasi digital pertanian; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui perluasan akses pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan digital bagi petani muda serta penyuluh pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor antara Fakultas Pertanian UGM, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, dan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Percepat Swasembada Pangan, Lentera DESA dan Kemenko Pangan Fasilitasi Pelatihan Literasi Digital dan Buku Tani Digital bagi SDM Pertanian Kabupaten Semarang

berita Tuesday, 20 October 2026

Dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI menyelenggarakan Pelatihan Literasi Digital dan Penerapan Buku Tani Digital. Kegiatan yang berlangsung pada Senin–Selasa, 5–6 Oktober 2026 ini bertempat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas 30 petani muda, 10 penyuluh swadaya, dan 10 penyuluh pertanian lapangan dari Kabupaten Semarang. Selama dua hari, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai literasi digital serta penggunaan praktis platform Buku Tani Digital yang dapat diakses melalui portal Lenteradesa.id. Platform ini dirancang untuk memodernisasi pencatatan usaha tani secara optimal, akurat, dan terstruktur guna mendukung efisiensi manajemen usahatani di tingkat petani.

Empat fasilitator dari Lentera DESA Faperta UGM yang memiliki latar belakang teknis pertanian serta ekonomi pertanian dan agribisnis bertugas mendampingi proses pelatihan, yaitu Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc., Arsya Pradhipta Nurya Siwi, S.P., M.Sc., Devira Putri Rahmalia, S.P., M.Sc., dan Alfonsus Ligouri Carhesa Gilmore, S.P., M.Sc. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh tim pakar Faperta UGM, yakni Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. dan Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D.

Turut hadir memantau jalannya kegiatan, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Kemenko Pangan RI, Silvi Charlote Sumanti, S.E., M.S.E. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini serta menyerahkan penghargaan langsung kepada para peserta terbaik selama pelatihan. Antusiasme para petani muda dan penyuluh terlihat sangat tinggi sepanjang sesi interaktif, khususnya saat mempraktikkan pencatatan keuangan dan manajemen usahatani secara digital.

Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah ini, Faperta UGM terus berkomitmen mendorong transformasi digital di sektor pertanian, mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat fondasi ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, melalui penguatan kapasitas pengelolaan usaha tani yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis petani muda serta penyuluh melalui pelatihan terstruktur; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha tani berbasis teknologi digital; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penerapan inovasi Buku Tani Digital untuk modernisasi pengelolaan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui perluasan akses pengetahuan dan keterampilan digital bagi pelaku pertanian di tingkat daerah; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian UGM, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, dan P4S Citra Muda.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Perkuat Soliditas dan Kerjasama Tim, Lentera DESA Faperta UGM Isi Sesi Dinamika Kelompok pada Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan UPTD Balai PPA DIY

berita Tuesday, 20 October 2026

Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan peternakan daerah. Bertempat di UPTD Balai Pemberdayaan Pertanian dan Agribisnis (Balai PPA, sebelumnya BPSDMP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Lentera DESA Faperta UGM dipercaya mengisi sesi pembuka Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan yang diselenggarakan selama lima hari pada 12–16 Oktober 2026.

Pada hari pertama pelatihan, Senin, 12 Oktober 2026, Lentera DESA Faperta UGM menghadirkan sesi interaktif bertema “Dinamika Kelompok”. Sesi ini dipandu langsung oleh fasilitator Beny Nabila Happy Fauziah, S.P., M.Sc.

Sesi dinamika kelompok dikemas secara menarik dan aplikatif melalui berbagai games dan simulasi permainan kelompok. Pendekatan berbasis aktivitas interaktif ini dirancang untuk membangun komunikasi efektif, menyusun strategi bersama, serta menanamkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kohesivitas dan kerja sama tim sebelum peserta menerima materi teknis pengolahan hasil peternakan pada hari-hari berikutnya.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membina kelompok tani dan peternak yang adaptif, solid, serta berdaya saing tinggi demi mendukung penguatan agribisnis dan ketahanan pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia peternakan yang berpotensi mendukung produktivitas dan ketahanan pangan daerah; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan metode pelatihan interaktif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kapasitas dan daya saing kelompok peternak serta pelaku agribisnis lokal; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam industri pengolahan hasil peternakan; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui peningkatan efektivitas komunikasi, koordinasi, dan soliditas kelembagaan kelompok peternak; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian UGM dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melalui UPTD Balai PPA.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Fakultas Pertanian UGM dan SEAQIS Perkuat Kolaborasi Pendidikan Sains untuk Guru melalui Pelatihan Kelautan, Perikanan, dan Pertanian

beritakerjasama Thursday, 8 October 2026

 

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Science (SEAQIS) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada penguatan kapasitas guru di bidang sains dan teknologi pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, Fakultas Pertanian UGM dan SEAQIS akan mengembangkan berbagai program pelatihan bagi guru, khususnya pada bidang sumber daya perikanan dan kelautan yang menjadi salah satu keunggulan Fakultas Pertanian UGM.

Selain itu, kedua institusi juga membuka peluang perluasan ruang lingkup kerja sama ke berbagai bidang strategis lainnya, termasuk pertanian dan pangan. Perluasan tersebut diharapkan mampu mendukung penguatan literasi sains guru sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penandatanganan kerja sama ini tidak hanya menjadi momentum penguatan kemitraan kelembagaan, tetapi juga langsung diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan perdana bagi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi awal dari rangkaian program pengembangan kapasitas guru yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran sains kontekstual berbasis sumber daya alam serta isu-isu pembangunan berkelanjutan.

Melalui keterlibatan akademisi dan pakar dari Fakultas Pertanian UGM, para peserta memperoleh wawasan mengenai potensi sumber daya perikanan, kelautan, pertanian, dan pangan sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran di sekolah dan mendorong lahirnya generasi muda yang lebih peduli terhadap pengelolaan sumber daya alam.

Bagi Fakultas Pertanian UGM, kerja sama dengan SEAQIS sejalan dengan komitmen fakultas dalam memperluas dampak tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan program peningkatan kompetensi pendidik berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Melalui sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan organisasi regional pendidikan, Fakultas Pertanian UGM berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan sains di tingkat sekolah sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian, perikanan, dan pangan secara berkelanjutan. Capaian ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan literasi ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran sains; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengenalan potensi ekonomi berkelanjutan berbasis sumber daya alam; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan literasi sains, teknologi, dan inovasi; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui edukasi pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan; SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui peningkatan pemahaman mengenai pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui edukasi pelestarian sumber daya pertanian dan lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi kelembagaan dalam peningkatan kualitas pendidikan sains.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen Perikanan Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM dan Ailesh Tinjau Implementasi SDGs Bumitama Gunajaya Agro Group untuk Perkuat Praktik Keberlanjutan

berita Thursday, 8 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Ailesh melalui Center for Sustainable Agriculture (CSA) melakukan kegiatan verifikasi implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) pada PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola keberlanjutan perusahaan sekaligus memastikan kontribusi program-program yang dijalankan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Verifikasi SDGs dilaksanakan di Fakultas Pertanian UGM dengan melibatkan tim ahli multidisiplin yang dipimpin oleh Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. sebagai Ketua Tim Verifikator SDGs, di bawah arahan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, PT Cipta Inovasi Berkelanjutan, serta Fakultas Pertanian UGM melalui pembentukan Center for Sustainable Agriculture (CSA).

Sebagai agenda pembangunan global yang mencakup 17 tujuan dan 169 target, SDGs menjadi kerangka penting bagi dunia usaha dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam strategi bisnis. Dalam konteks tersebut, proses verifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa capaian dan kontribusi perusahaan didukung oleh data yang relevan, konsisten, dapat ditelusuri, dan sesuai dengan indikator yang digunakan.

Kegiatan verifikasi difokuskan pada penelaahan implementasi program di PT Gunajaya Karya Gemilang (GKG) dan PT Windu Nabatindo Lestari (WNL). Proses yang dilakukan mencakup peninjauan keterkaitan program dengan target SDGs, evaluasi data baseline, target dan realisasi capaian, metode pengukuran indikator, hingga kesesuaian bukti pendukung yang digunakan dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan.

Tim verifikator dari Fakultas Pertanian UGM melakukan telaah dokumen, verifikasi substantif, diskusi dan klarifikasi bersama pihak perusahaan, serta memberikan catatan dan rekomendasi untuk penyempurnaan implementasi maupun pelaporan SDGs. Pendekatan ini mengedepankan prinsip objektivitas, berbasis bukti, transparansi, konsistensi, dan keterlacakan data sehingga hasil verifikasi dapat memberikan gambaran yang komprehensif terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan.

Melalui keterlibatan akademisi dalam proses verifikasi, Fakultas Pertanian UGM berkontribusi menghadirkan perspektif ilmiah dalam mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. Selain mengidentifikasi capaian yang telah diraih perusahaan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan rekomendasi strategis guna meningkatkan kualitas implementasi dan pelaporan SDGs serta mendukung penyusunan dokumen keberlanjutan dan PROPER Hijau tahun 2026.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor swasta, dan mitra profesional ini mencerminkan peran strategis Fakultas Pertanian UGM dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Melalui Center for Sustainable Agriculture, Fakultas Pertanian UGM terus mendorong penguatan praktik keberlanjutan berbasis bukti ilmiah yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor agribisnis Indonesia. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui dukungan terhadap pengembangan praktik pertanian berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan dan pertukaran pengetahuan akademik dalam evaluasi keberlanjutan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan tata kelola bisnis yang berkelanjutan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penerapan pendekatan ilmiah dan inovasi berbasis data dalam evaluasi kinerja keberlanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan praktik produksi dan pelaporan keberlanjutan perusahaan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui dukungan terhadap evaluasi aspek lingkungan dalam implementasi SDGs; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui penguatan pengelolaan sumber daya lahan dan ekosistem secara berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor swasta, dan mitra profesional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Fakultas Pertanian UGM Berkontribusi dalam Pertemuan Perdana Konsorsium ACIAR untuk Penguatan Produksi Mangga Berkelanjutan

berita Wednesday, 7 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut ambil bagian dalam HORT/2022/125 Inception Meeting, sebuah pertemuan perdana konsorsium riset internasional yang berfokus pada transformasi produksi mangga melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) dan penggunaan pestisida yang lebih cerdas di Asia Tenggara dan Australia. Pertemuan ini diselenggarakan pada 20-23 September 2026 di University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina, dan mencakup kunjungan lapangan ke San Pascual, Batangas.

Keterlibatan dalam konsorsium yang didukung oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) ini menegaskan peran aktif Faperta UGM dalam jejaring riset internasional untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) secara resmi berkontribusi dalam diskusi mengenai implementasi proyek, prioritas masing-masing negara, kegiatan penelitian, koordinasi antar lembaga, serta perencanaan program pada tahun pertama pelaksanaan proyek.

Pada pertemuan tersebut, tim Indonesia memaparkan perkembangan industri mangga nasional dan berbagai program riset yang telah dijalankan. Presentasi turut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc. (Dosen Departemen Hama dan Perlindungan Tumbuhan) menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen mangga terbesar dunia sekaligus tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya saing industri mangga nasional.

Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa industri mangga Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi petani, komoditas mangga juga berkontribusi terhadap perdagangan ekspor. Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, seperti pengelolaan hama dan penyakit tanaman, penggunaan pestisida yang efisien, kualitas produk yang konsisten, serta penguatan rantai pasok dan akses pasar ekspor.

Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan pendekatan Area-Wide Integrated Pest Management (AW-IPM) untuk pengendalian lalat buah pada komoditas mangga. Pengalaman riset dan implementasi yang telah dilakukan di berbagai sentra produksi mangga di Jawa Barat menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

Melalui keterlibatan dalam konsorsium internasional ini, Fakultas Pertanian UGM diharapkan dapat memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara, memperluas pengembangan inovasi berbasis IPM, serta mendorong lahirnya solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, keamanan pangan, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan industri mangga di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Keterlibatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Proteksi Tanaman UGM Raih Juara 2 Nasional pada Kompetisi Plant Doctor Plant Protection Day 2026

PrestasiUncategorized Wednesday, 7 October 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Tim mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi Plant Doctor pada ajang Plant Protection Day 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 24-26 September 2026 dan diikuti oleh 11 tim dan 33 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim Fakultas Pertanian UGM terdiri atas Aprilia Nur Safitri, Reza Umami, dan Hapsah Luthfia Rahmawati, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2023. Melalui kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang kuat, tim berhasil menunjukkan kompetensi unggul di bidang perlindungan tanaman sehingga meraih posisi kedua pada kompetisi nasional tersebut.

Kompetisi Plant Doctor merupakan salah satu rangkaian kegiatan Plant Protection Day 2026 yang berfokus pada identifikasi dan analisis hama serta penyakit tanaman berdasarkan gejala yang diamati secara langsung. Seluruh peserta ditantang untuk melakukan diagnosis terhadap berbagai permasalahan tanaman melalui pengamatan spesimen yang telah disediakan panitia. Materi yang diujikan mencakup Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), gejala dan tanda serangan hama maupun patogen penyebab penyakit, Pengendalian Hama Terpadu (PHT), entomologi, fitopatologi, toksikologi dan pestisida, hingga studi kasus perlindungan tanaman di Indonesia.

Mengusung tema “Sinergi Ilmu, Inovasi, dan Industri untuk Deteksi Tanaman Keberlanjutan”, kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan teori, tetapi juga ketelitian, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan analisis peserta dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang perlindungan tanaman. Keberhasilan mahasiswa UGM dalam kompetisi ini menunjukkan kualitas akademik sekaligus kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Fakultas Pertanian UGM mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional secara berkelanjutan. Perolehan prestasi tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang perlindungan tanaman dan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Aprilia Nur Safitri

123…34

BERITA FAKULTAS

  • Tim Citra Fakultas Pertanian UGM Perkuat Branding dan Promosi Fakultas Melalui Kunjungan Sekolah
    22/10/2026
  • Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern
    22/10/2026
  • Faperta UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro
    22/10/2026
  • Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21/10/2026
  • Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien
    21/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju