• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus

berita Friday, 25 September 2026

Peringatan Lustrum ke-XVI sekaligus Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM menjadi pembuktian bahwa alumni senantiasa menjadi mitra strategis dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi almamater. Hal ini ditandai dengan seremoni penyerahan Buku Inspirasi Alumni bertajuk “Dari Bulaksumur ke Ladang Bakti: Refleksi Alumni Pertanian UGM untuk Bangsa” pada perhelatan Temu Alumni KAGAMA Pertanian di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Buku inspirasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., kepada pihak almamater yang diwakili Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Karya ini merangkum jejak pengabdian, pemikiran kritis, serta kontribusi nyata para sarjana pertanian Bulaksumur yang kini berkiprah di berbagai penjuru ladang pengabdian masyarakat, industri agribisnis, pemerintahan, hingga lembaga riset internasional.

Keberhasilan penyelenggaraan temu alumni yang dipromotori oleh Angkatan 1986, 1996, dan 2006 ini juga terwujud berkat dukungan kemitraan industri agribisnis dan perbankan terkemuka, seperti Petrokimia Gresik, Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Sang Hyang Seri, BISI, Indomaret, Bank Mandiri, BSI, Bank BTN, Bank BRI, serta Bank Jateng. Kolaborasi erat antara universitas, alumni, dan korporasi ini menjadi pilar utama dalam mengakselerasi transformasi pertanian modern berbasis Smart Eco Bioproduction.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi untuk mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui buku inspirasi alumni yang menghadirkan pengalaman, rekam jejak, dan keteladanan untuk memperkaya wawasan mahasiswa; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomimelalui keterhubungan pendidikan pertanian dengan dunia profesional, industri, dan agribisnis; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan keterhubungan antara pengetahuan dan inovasi agrokompleks di lingkungan akademik dengan kebutuhan industri modern; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, alumni, BUMN, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung Pendidikan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 September 2026

Suasana temu alumni Lustrum XVI Faperta UGM pada Minggu (20/9) tidak hanya dipenuhi diskusi formal, tetapi juga gelak tawa saat para alumni lintas angkatan mengenang masa-masa menjadi mahasiswa di Bulaksumur. Dari sekian banyak rutinitas perkuliahan, praktikum laboratorium dan lapangan selalu menjadi cerita paling berkesan yang mempererat solidaritas angkatan.

Berikut 5 praktikum legendaris yang paling melekat dalam ingatan alumni Faperta UGM:

  1. Praktikum Kimia dan Biologi Dasar

Menjadi praktikum paling dinanti di semester awal. Karena pelaksanaannya diampu di laboratorium fakultas lain (FMIPA dan Fakultas Biologi), mahasiswa Faperta punya alasan resmi untuk jalan-jalan keliling kluster sains dan mengenal sudut-sudut kampus UGM lebih luas.

  1. Praktikum Rancangan Percobaan/Rancob

Praktikum yang satu ini sukses membuat dahi berkerut. Menghitung analisis ragam (ANOVA), uji beda nyata terkecil, hingga rancangan faktorial dengan kalkulator ilmiah—sering kali diulang karena angka desimal yang selisih sedikit—menjadi momen perjuangan bersama yang kini dirindukan.

  1. Praktikum Gulma

Momen seru ketika mahasiswa harus menyusuri pematang sawah dan kebun percobaan demi mengumpulkan spesimen gulma daun sempit, daun lebar, hingga teki-tekian. Menjemur, mengepres, hingga menempelkan label herbarium sering kali diwarnai canda tawa di selasar gedung kampus.

  1. Praktikum Bakteriologi dan Mikrobiologi

Menginokulasi bakteri di dekat api bunsen, menuang media agar dengan cermat, hingga menunggu hasil biakan di inkubator memberikan sensasi seru menjadi peneliti sejati. Pengamatan koloni dan pewarnaan gram menjadi salah satu materi paling menarik selama di laboratorium.

  1. Praktikum Manajemen Penyiaran

Khusus bagi mahasiswa yang mendalami ilmu komunikasi dan penyuluhan pertanian, praktikum ini adalah arena mengasah kreativitas. Mahasiswa belajar memproduksi konten audio, teknik siaran radio, hingga drama audio penyuluhan yang interaktif dan penuh tawa di ruang studio.

Kenangan melewati deretan praktikum inilah yang turut membentuk ketelitian, daya tahan, keterampilan, dan kebersamaan para sarjana Faperta UGM dalam berkarya di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dalam mendukung kesempatan pendidikan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan pertanian yang mendukung sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dan laboratorium; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi teknis, analitis, komunikasi, dan pemecahan masalah; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman mengenai flora, gulma, mikroorganisme, dan ekosistem pertanian. Pengalaman belajar bersama juga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui penguatan komunitas akademik dan jejaring lintas generasi, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui pengembangan kerja sama, kekompakan, dan relasi sosial yang sehat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Alumni Fakultas Pertanian UGM Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa KAGAMA Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Kepedulian nyata terhadap keberlanjutan studi generasi penerus ditunjukkan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Pertanian (KAGAMA Pertanian) melalui penyerahan Beasiswa KAGAMA Pertanian 2026. Agenda ini menjadi salah satu sesi utama dalam Temu Alumni KAGAMA Pertanian dalam rangka Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Faperta UGM yang digelar di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Penggalangan beasiswa ini dikelola secara akuntabel melalui Yayasan Profesor Harjono Danoesastro dengan akumulasi total dana beasiswa mencapai 1,3 M. Komitmen tersebut diperkuat oleh sumbangan Dana Abadi dari angkatan penyelenggara, di antaranya Angkatan 1986 (dikoordinasi Ir. Ardiati & Ir. Kuswantri Heri) sebesar Rp28.000.000, Angkatan 1996 (dikoordinasi Sapta Wira U., S.P., M.I.Kom.) sebesar Rp30.000.000, serta Angkatan 2006 (dikoordinasi Iga Aditya, S.P.) sebesar Rp12.850.000.

Pemberian beasiswa untuk periode Oktober 2026 hingga September 2027 ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., bersama jajaran Sekjen KAGAMA Pertanian dan Dekanat Faperta UGM kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi:

  1. Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
  2. Ayudya Martha Sholihah (Agronomi)
  3. Muhammad Wildan Mustofa (Proteksi Tanaman)
  4. Rafel Hidayat Rizki (Teknologi Hasil Perikanan)
  5. Riris Rhegita Chayani (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)
  6. Amanda Irfatul Hidayah (Ilmu Tanah)

Inisiatif beasiswa ini menunjukkan komitmen alumni dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Faperta UGM. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui bantuan finansial yang membantu mengurangi beban biaya pendidikan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui dukungan terhadap keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan tinggi; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia terdidik dan terampil yang dipersiapkan untuk berkontribusi di dunia kerja; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan menyelesaikan pendidikan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kemitraan antara Faperta UGM, KAGAMA Pertanian, Yayasan Profesor Harjono Danoesastro, alumni lintas angkatan, dan berbagai sektor profesional dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Forum Maritim Bali Dorong Peran Generasi Muda dalam Menjaga Laut

berita Friday, 25 September 2026

Forum Maritim Bali (FMB) menghadirkan perspektif lintas generasi mengenai pentingnya menjaga sumber daya maritim Indonesia dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Kegiatan tersebut menghadirkan empat pemateri dengan latar belakang duta yang berbeda untuk membahas keterkaitan antara pangan, ekosistem laut, kesejahteraan masyarakat, dan peran generasi muda.

Empat pemateri yang hadir yakni Keyza Morenata, salah satu Duta Protein Indonesia 2024; Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya, Duta Kids Maritim Bali 2024; Putu Winie Arisachi Karita, Runner Up 3 Duta Maritim Bali 2024; serta Ni Komang Larasati Kusumawardana, Duta Maritim Bali 2024.

Dalam pemaparannya, Keyza Morenata mengangkat materi mengenai pentingnya konsumsi ikan dan protein berkualitas. Ia menekankan bahwa edukasi mengenai pangan dan protein tidak cukup berhenti pada penyampaian informasi, tetapi perlu diwujudkan melalui solusi yang nyata. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein yang cukup, aman, dan bergizi, memastikan mutu ikan yang dikonsumsi, serta mendukung sumber pangan lokal dengan tetap menjaga keberlanjutan laut.

“Edukasi tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui solusi yang nyata,” ujar Keyza.

Perspektif mengenai keberlanjutan laut kemudian dilanjutkan oleh Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya melalui materi “Peran Gen Alfa dalam Menjaga Ekosistem Terumbu Karang.” Ia menyoroti karakter Generasi Alfa yang tumbuh berdampingan dengan teknologi sebagai peluang untuk memperluas edukasi mengenai lingkungan laut. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi sekaligus mengajak lebih banyak generasi muda untuk peduli terhadap ekosistem terumbu karang.

“Kami, Generasi Alfa, tidak hanya sebagai penerus, tetapi sebagai bagian dari solusi,” ungkap Ananda.

Sementara itu, Putu Winie Arisachi Karita membahas keterkaitan erat antara ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Ekosistem laut tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai organisme, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat, khususnya masyarakat pesisir. Oleh karena itu, upaya menjaga kelestarian laut juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.

“Menjaga ekosistem laut bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Putu.

Pembahasan kemudian ditutup dengan perspektif Generasi Z yang disampaikan oleh Ni Komang Larasati Kusumawardana melalui materi “Peran Gen Z dalam Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Maritim.” Ia menekankan bahwa generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem laut, bukan sekadar menjadi penonton. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya digital movement, edukasi dan sosialisasi, serta aksi nyata dalam menjaga lingkungan laut.

“Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan untuk mencegah kerusakan dan melestarikan ekosistem laut,” ujar Larasati.

Kegiatan Forum Maritim Bali dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Faperta UGM berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut, terumbu karang, dan keberlanjutan sumber daya maritim. Pembahasan mengenai konsumsi ikan dan protein berkualitas juga berkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam mendorong kesadaran terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas. Keterkaitan sumber daya laut dengan mata pencaharian masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara ajakan untuk menjaga sumber daya laut secara berkelanjutan sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Edukasi dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga ekosistem laut juga memperkuat kesadaran dan aksi masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan yang berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

Family Gathering Lustrum XVI Faperta UGM Jadi Etalase 15 UMKM Binaan

berita Friday, 25 September 2026

Sebanyak 15 UMKM turut memeriahkan rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Minggu, 13 September 2026. Kehadiran para pelaku UMKM menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan keluarga besar Faperta UGM dalam suasana kebersamaan dan silaturahmi.

Berbagai produk UMKM hadir dalam bazar yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para pelaku usaha memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa dan memperkenalkan produk mereka kepada peserta Family Gathering.

Salah satu pelaku UMKM yang turut berpartisipasi adalah UMKM dari Kelompok Tani Sedyo Maju dari Purwormartani, Kalasan  dibawah bimbingan Dody Kastono, S.P., M.P. dosen Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM yang menghadirkan produk  unggulan yaitu Semangka Varietas Klasik dan Madrid. Nurcahya Tri Haryanta mengaku senang dapat menjadi bagian dari kegiatan Family Gathering Lustrum XVI Faperta UGM.

“justru ini adalah kesempatan bagi kami poktan poktan untuk bisa muncul dan diberi wadah pada event event tertentu untuk menambah semangat kami selaku pelaku dibawah”

Menurut Nurcahya Tri Haryanta, kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Selain dapat mengikuti suasana Family Gathering, kehadirannya sebagai pelaku UMKM juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan para peserta yang hadir.

Kehadiran 15 UMKM dalam Family Gathering Lustrum XVI turut menambah ragam kegiatan dalam perayaan Dies Natalis ke-80 Faperta UGM. Bazar menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku usaha dengan keluarga besar fakultas dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan.

Kegiatan Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Faperta UGM juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberian ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM serta penguatan aktivitas kewirausahaan lokal. Kegiatan ini juga mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan ruang partisipasi dan akses yang lebih luas bagi kelompok usaha dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Selain itu, keterlibatan Faperta UGM, dosen pendamping, kelompok tani, dan pelaku UMKM mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal.

 

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Duta Maritim Bali Kenalkan Potensi Tuna dan Pentingnya Keberlanjutan Laut kepada Generasi Muda

berita Friday, 25 September 2026

Potensi kelautan Indonesia tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dikenalkan dan dijaga keberlanjutannya oleh generasi muda. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna yang menghadirkan para Duta Maritim Bali dalam Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) di Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, para duta memperkenalkan ikan tuna dari berbagai perspektif, mulai dari nilai ekonomi dan kandungan gizi hingga peluang inovasi pengolahan dan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut.

Ni Putu Indhira Laksmi Putri, Runner Up V Duta Maritim Bali 2026, menjelaskan bahwa tuna dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan isu kelautan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, tuna memiliki karakteristik yang relevan untuk menghubungkan aspek ekonomi, pangan, kesehatan, dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Menurut saya, ikan tuna bisa menjadi simbol yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama Gen Z dan Gen Alpha,” ujar Ni Putu Indhira.

Ia menjelaskan bahwa tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang luas. Di sisi lain, tuna juga dikenal sebagai sumber protein dan mengandung berbagai zat gizi, termasuk asam lemak omega-3. Potensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan sumber daya kelautan Indonesia.

Namun, pemanfaatan tuna perlu diiringi dengan perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Ni Putu Indhira menyoroti ancaman seperti overfishing dan pencemaran sampah plastik yang dapat memengaruhi keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Jika ikan tuna terancam oleh overfishing dan sampah plastik, maka inilah yang menjadi sinyal darurat bahwa laut kita sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa tuna tidak hanya dapat dipandang sebagai komoditas pangan dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut yang pemanfaatannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan sektor perikanan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Sementara itu, Ni Kadek Selbi Tariadani, Runner Up Duta Maritim Bali 2026, menyoroti pentingnya menghubungkan potensi sumber daya kelautan dengan inovasi pengolahan pangan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi pengolahan tuna yang ditujukan kepada peserta Family Gathering di lingkungan Faperta UGM.

Dalam wawancara tersebut, Ni Kadek Selbi menyampaikan bahwa potensi hasil perikanan dari wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan selatan Yogyakarta, dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan. Kegiatan demonstrasi menjadi sarana untuk memperkenalkan bahwa hasil perikanan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa Faperta UGM untuk semakin tertarik mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, potensi pangan Indonesia berasal dari sumber daya daratan maupun lautan yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Pengolahan hasil perikanan seperti tuna juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkenalkan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan secara optimal dan bertanggung jawab.

Dimensi pendidikan dan keberlanjutan turut disampaikan oleh Ni Kadek Keisha Suparta, Runner Up II Duta Kids Maritim Bali 2024. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran mengenai sektor maritim sejak usia dini. Menurutnya, kepedulian terhadap laut tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, tetapi juga melalui proses mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan maritim Indonesia.

“Kami sebagai Duta Kids Maritim Bali berharap agar generasi muda dapat menjadi generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan ikut berperan dalam menjaga dan memajukan potensi Indonesia,” tutur Ni Kadek Keisha.

Ia juga mengaitkan peran generasi muda dengan pengembangan ekonomi biru dan cita-cita membangun Generasi Emas 2045. Karena itu, edukasi mengenai maritim perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran dan tanggung jawab terhadap laut dapat tumbuh sejak dini.

Pesan serupa disampaikan oleh I.G.A. Kineta Adiaraya, Runner Up I Pra Kids Maritim Bali 2025. Menurutnya, kepedulian terhadap laut bukan hanya tanggung jawab masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Masyarakat yang berada jauh dari laut pun dapat berkontribusi melalui perilaku sehari-hari.

“Walaupun saya tinggal jauh dari pesisir, saya berhak untuk menjaga laut,” tegas I.G.A. Kineta.

Ia mencontohkan berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air, memilah sampah, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan edukasi mengenai lingkungan laut.

Rangkaian wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna tersebut memperlihatkan bahwa isu maritim memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Potensi tuna dapat dibahas dari sisi pangan dan gizi, nilai ekonomi, inovasi pengolahan, hingga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem laut.

Kehadiran Duta Maritim Bali di lingkungan perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai kelautan dapat dibangun melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Pengenalan terhadap komoditas seperti tuna menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pengetahuan mengenai sumber daya laut dengan persoalan pangan, lingkungan, dan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen sumber daya maritim, tetapi juga memahami nilai, potensi, serta tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutannya. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing dan berkembang menjadi partisipasi yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan sektor maritim Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai ikan sebagai bagian dari pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai potensi, pemanfaatan, dan keberlanjutan sumber daya maritim, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan nilai ekonomi dan peluang pengembangan hasil perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui demonstrasi serta pengembangan inovasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pengetahuan dan edukasi mengenai isu kemaritiman kepada generasi muda.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan secara lebih optimal serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi tentang keberlanjutan sumber daya ikan, ancaman overfishing, pengurangan pencemaran, dan perlindungan ekosistem laut; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dan aktivitas di daratan turut memengaruhi kesehatan ekosistem pesisir dan laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui interaksi dan kolaborasi antara Duta Maritim Bali, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta kepedulian terhadap keberlanjutan maritim.

Melalui pengenalan potensi tuna dan edukasi mengenai keberlanjutan laut, kegiatan ini menegaskan bahwa membangun budaya maritim tidak harus dimulai dari wilayah pesisir. Kepedulian dapat tumbuh dari ruang pendidikan, keluarga, komunitas, hingga tindakan sederhana sehari-hari. Dari sana, generasi muda dapat mengambil peran dalam memastikan kekayaan laut Indonesia tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Wawancara Alumni Faperta UGM: Refleksi dan Harapan di Temu Alumni 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian kegiatan Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) 2026 pada Minggu, 20 September 2026, sejumlah alumni berbagi refleksi pengalaman masa kuliah serta menyampaikan harapan bagi pengembangan fakultas ke depan. Wawancara singkat ini menjadi ruang inspiratif untuk meneguhkan nilai kebersamaan sekaligus memperkaya perspektif sivitas akademika.

Onis, alumni Prodi Pemuliaan Tanaman angkatan 2006, menuturkan bahwa jika diberi kesempatan mengulang masa kuliah satu hari, ia ingin lebih fokus pada perkuliahan dan penyelesaian skripsi. “Dulu saya sambil bekerja sehingga waktu kuliah agak terbagi. Jika bisa mengulang, saya ingin lebih fokus agar penyelesaian studi tidak tertunda,” ungkapnya. Pesan ini mencerminkan pentingnya manajemen waktu dan komitmen akademik bagi mahasiswa.

Sementara itu, Jaka Waluya, alumni Agronomi angkatan 1986 dengan spesialisasi Pemuliaan Tanaman, menekankan bahwa semangat keguyuban di Faperta UGM tetap terjaga lintas generasi. “Keguyupannya tidak pernah berubah, selalu solid. Namun yang perlu dibenahi adalah bagaimana lulusan dipersiapkan menghadapi dunia setelah kuliah. Jangan berpikir lulusan Faperta hanya untuk bertani, karena kariernya sangat luas. Ilmu pertanian penting, tetapi ilmu hidup juga sangat menentukan,” jelasnya. Pandangan ini menegaskan relevansi pengembangan karier alumni yang lebih beragam dan adaptif.

Syahrul, alumni Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 1996, menyampaikan harapan singkat namun penuh makna. “Untuk Faperta ke depan, saya berharap kita bisa merakyat, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya. Perspektif yang disampaikan para alumni juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan kualitas pendidikan dan pembekalan mahasiswa dengan kompetensi akademik maupun keterampilan kehidupan berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penyiapan lulusan untuk memasuki berbagai bidang profesi dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pandangan mengenai luasnya pilihan karier lulusan pertanian juga berkaitan secara pendukung dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan peluang pengembangan kapasitas bagi lulusan dengan beragam latar belakang dan jalur karier. Sementara itu, keterhubungan alumni dengan almamater serta pertukaran pengalaman lintas generasi memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antara alumni, fakultas, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Wawancara alumni ini tidak hanya menghadirkan refleksi personal, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, relevansi ilmu pertanian, dan arah pengembangan fakultas yang berkelanjutan. Fakultas Pertanian UGM berharap semangat alumni dapat terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Ketua KAGAMA Faperta UGM Teguhkan Komitmen Alumni dalam Peringatan Lustrum XVI

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Ketua KAGAMA Fakultas Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., turut memberikan sambutan penuh makna dalam kegiatan Temu Alumni yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Minggu, 22 September 2026.

Selain menjabat sebagai Ketua KAGAMA Faperta, Mahmudi merupakan alumni Faperta UGM yang saat ini dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding gula di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Kiprahnya di dunia industri menunjukkan bagaimana alumni Fakultas Pertanian mampu berkontribusi tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga dalam pengelolaan sektor strategis nasional.

Dengan kapasitasnya sebagai pemimpin perusahaan sekaligus representasi alumni, Mahmudi menegaskan komitmen untuk terus mendukung kejayaan Fakultas Pertanian UGM. “Semoga Fakultas Pertanian makin jaya. Atas nama alumni, kami mengucapkan selamat atas Lustrum XVI dan ulang tahun ke-80,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam sambutannya, Mahmudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan mitra yang telah berkontribusi dalam penggalangan beasiswa KAGAMA Pertanian. Hingga kini, dana yang terkumpul mencapai Rp1,3 miliar, dan telah disalurkan kepada enam mahasiswa selama satu tahun. Dukungan ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni terhadap keberlanjutan pendidikan dan penguatan kapasitas generasi muda.

Mahmudi juga mengajak seluruh alumni untuk semakin meningkatkan keberadaan KAGAMA Pertanian sebagai wadah kolaborasi. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada alumni angkatan 1986, 1996, dan 2006 yang telah berperan sebagai tuan rumah dan memfasilitasi kegiatan ini.

Sambutan Ketua KAGAMA menegaskan pentingnya sinergi antara alumni, fakultas, dan mitra strategis. Dengan dukungan berkelanjutan, Fakultas Pertanian UGM diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperluas jejaring, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Selain sebagai agenda temu alumni, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dukungan Beasiswa KAGAMA Pertanian berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) karena bantuan finansial dapat membantu mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan melanjutkan pendidikan. Sementara itu, kiprah alumni Faperta UGM di berbagai bidang profesional, termasuk sektor industri dan agroindustri, turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui kontribusi sumber daya manusia terdidik dan profesional dalam dunia kerja serta pembangunan sektor ekonomi. Kolaborasi antara alumni lintas angkatan, fakultas, dan mitra dalam pengembangan program beasiswa serta kegiatan alumni juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Lentera DESA Faperta UGM Perkuat Kelembagaan Petani Lewat Kelas Partisipatif di BPSDMP DIY

berita Wednesday, 23 September 2026

Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.

Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.

Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Pererat Kerjasama dan Diplomasi Budaya, Faperta UGM Gelar Farewell Party Mahasiswa Yamagata University

berita Wednesday, 23 September 2026

Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Auditorium MMA Lantai 3 Gedung Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM pada Kamis, 10 September 2026. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka melepas kepulangan delegasi mahasiswa Yamagata University, Jepang, yang telah menyelesaikan program pembelajaran dan pertukaran akademik di Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan farewell party ini dihadiri oleh mahasiswa Yamagata University, tim buddy mahasiswa Faperta UGM yang mendampingi selama di Yogyakarta, serta para mahasiswa pegiat Japanese Class Faperta UGM. Acara diisi dengan sesi sharing budaya Jepang, persembahan penampilan bakat, aneka permainan kelompok (games) yang interaktif, hingga ramah tamah yang mempererat tali kekeluargaan antarmahasiswa lintas negara.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., hadir langsung memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keikutsertaan para mahasiswa selama berada di kampus UGM, sekaligus berharap bahwa kemitraan historis antara UGM dan Yamagata University terus tumbuh secara berkelanjutan, khususnya dalam riset kolaboratif serta pengembangan sains pertanian global.

Kegiatan Farewell Party mahasiswa Yamagata University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pertukaran wawasan lintas budaya, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, pengalaman internasional, dan jejaring mahasiswa, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan inklusivitas dan pemahaman antarbudaya, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan persahabatan, saling pengertian, dan diplomasi budaya antarmahasiswa lintas negara, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama akademik dan hubungan kelembagaan antara Universitas Gadjah Mada dan Yamagata University dalam bidang pendidikan dan sains pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…33

BERITA FAKULTAS

  • Vigoasa Kalina Zaida Artha Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo 2026
    25/09/2026
  • Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus
    25/09/2026
  • 5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM
    25/09/2026
  • Temu Alumni: Momentum Sinergi Lintas Generasi untuk Kemajuan Pertanian
    25/09/2026
  • Alumni Fakultas Pertanian UGM Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa KAGAMA Pertanian
    25/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju