• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Pembekalan Konsep HPU bagi Panitia PIONIR Organik 2026 menjadi Bekal Wujudkan Lingkungan Akademik Sehat

berita Thursday, 16 July 2026

Panitia PIONIR Organik 2026 sukses menyelenggarakan pembekalan upgrading bersama unit Health Promoting University (HPU) yang diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber psikolog klinis, Ratih Ratnasari, M.Psi., Psikolog, juga kepala HPU Fakultas Pertanian, Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan keadaan fisik dan mental sebagai panitia untuk menjadi role model yang berkarakter dan memiliki edukasi baik sehingga nantinya menjadi contoh positif bagi mahasiswa baru.

Kegiatan upgrading HPU dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026 bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro dengan kehadiran dua narasumber utama sekaligus koordinator gugus fakultas pertanian, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., serta wakil dekan bidang akademik dan kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., yang turut berkesempatan hadir ketika kegiatan sedang berlangsung. Dalam kesempatan ini panitia juga diarahkan untuk membangun lingkungan kampus sehat dengan membentuk relasi sehat guna mencegah kekerasan seksual, menumbuhkan kepedulian terhadap mahasiswa disabilitas tampak maupun tidak tampak, serta menegakkan pola hidup sehat melalui kebijakan bebas asap rokok di lingkungan kampus.

“Panitia memegang posisi peran strategis sebagai provider yang akan melayani langsung 625 mahasiswa baru. Dinamika di lapangan nanti akan luar biasa karena harus mengoordinasikan mahasiswa baru yang berada dalam fase transisi dari sekolah ke lingkungan kuliah. Oleh karena itu, situasi ini riskan bagi kesehatan mental. Panitia harus bisa memastikan diri sendiri sehat secara jiwa dan raga terlebih dahulu sebelum mulai melayani orang lain.” ujar Weny dalam sambutannya.

Urgensi adanya pembekalan ini yakni peran strategis panitia sebagai wajah awal bagi mahasiswa baru. pengenalan lingkungan kampus yang sehat sengaja dibangun sejak masa orientasi agar mahasiswa baru sejak awal menyadari bahwa pentingnya peduli terhadap diri sendiri dan orang lain. Mahasiswa juga diberikan kesadaran bahwa mereka tidak berdiri sendiri ketika menghadapi masalah, tetapi mampu didukung oleh fasilitas kesehatan fisik dan mental yang siap membantu kapan saja. Melalui materi yang disampaikan oleh para pakar, panitia dibekali kemampuan regulasi emosi melalui teknik STOP, grounding 54321, dan cognitive reframing, serta strategi coping untuk mendeteksi tanda-tanda stres psikis yang kerap kali mewujud dalam gejala fisik, emosi, dan perilaku.

“Sehat itu tidak hanya tentang mengelola emosi, tetapi juga bagaimana bersikap di setiap aktivitas. Kita harus peka karena seringkali masalah psikis tidak disadari, padahal tanda-tandanya sudah muncul melalui keluhan fisik seperti demam atau asam lambung. Kenali ciri psikis yang tidak sehat sejak dini, seperti kecemasan tiba-tiba, penurunan rasa percaya diri, serta emosi marah dan sedih yang tidak terkendali.” jelas Ratih.

Kegiatan pembekalan materi Health Promoting University ini menjadi wujud kesadaran dan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai tujuan global SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Dokumentasi: DDD PIONIR Organik 2026

Harmonisasi Revisi UU Perlindungan Petani: Kontribusi Guru Besar UGM untuk SDGs  

berita Thursday, 16 July 2026

Komitmen memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia memasuki tahap strategis melalui Harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung DPD RI ini menghadirkan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, sebagai Koordinator Tim Ahli Penyusun RUU. Kehadiran beliau menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengawal kebijakan publik berbasis riset dan pengalaman empiris.

Sebagai koordinator, Prof. Subejo memimpin penyusunan naskah akademik, perumusan substansi perubahan pasal, serta sinkronisasi masukan dari akademisi, organisasi petani, pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan pakar hukum, ekonomi pertanian, kelembagaan, dan pembangunan wilayah memperlihatkan bahwa revisi ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi petani.

Menurut Prof. Subejo, revisi UU ini bukan sekadar penyempurnaan redaksional, melainkan transformasi paradigma pembangunan pertanian. Perlindungan petani diperluas dari sekadar peningkatan produksi menjadi jaminan keberlanjutan usaha tani, kesejahteraan, ketahanan terhadap risiko, serta regenerasi petani yang adaptif terhadap teknologi digital.

Salah satu inovasi penting adalah penambahan Bab baru mengenai Regenerasi Petani dan Petani Muda. Definisi Petani Muda (usia 19–39 tahun) serta konsep regenerasi dimasukkan secara eksplisit dalam ruang lingkup perlindungan dan pemberdayaan. Program ini mencakup pendidikan, pelatihan, magang, akses lahan, pembiayaan, teknologi, kewirausahaan, digitalisasi, penelitian, dan inovasi.

RUU juga mengusulkan perluasan jaminan sosial nasional hingga mencakup petani muda, pengembangan prasarana berbasis teknologi informasi, serta penguatan layanan publik pertanian melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Revisi UU menekankan pentingnya sistem peringatan dini perubahan iklim, peningkatan kompetensi penyuluh dalam teknologi digital, serta adaptasi kelembagaan petani. Hal ini memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap risiko iklim.

Keterlibatan Prof. Subejo dan tim ahli memperlihatkan kontribusi nyata Universitas Gadjah Mada dalam proses legislasi nasional. Dengan basis penelitian, pengalaman lapangan, dan praktik terbaik pembangunan pertanian berkelanjutan, UGM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendukung penyelesaian persoalan strategis bangsa.

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang dikawal Prof. Subejo secara langsung mendukung pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Regulasi baru ini diharapkan menjadi instrumen nyata dalam mendorong transformasi pertanian nasional menuju sistem yang modern, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Executive Leadership Panel: Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026

berita Wednesday, 15 July 2026

Forum kepemimpinan industri benih Indonesia tahun 2026 resmi dibuka dengan sesi Executive Leadership Panel: Talent and Technology for the Next Decade di The Grand Ballroom Eastparc Hotel. Diskusi strategis ini dipimpin oleh Dr. agr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P., yang menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menyiapkan talenta serta teknologi untuk menghadapi tantangan lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Dalam pengantarnya, Dr. Panjisakti menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang kolaborasi yang jarang terjadi, di mana universitas dan industri dapat duduk bersama untuk merumuskan kurikulum dan kompetensi prioritas yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Fokus diskusi mencakup eksplorasi sumber daya manusia, perkembangan teknologi seperti precision agriculture dan artificial intelligence (AI), serta tantangan yang dihadapi industri benih di Indonesia.

Sesi ini menghadirkan enam narasumber yang memberikan perspektif berharga, yaitu

  1. Muhammad Aris (Ikatan Produsen Benih Hortikultura) menekankan pentingnya kolaborasi universitas, industri dalam memperkuat fundamental breeding. Ia menyoroti peluang digital breeding dan penerapan Good Seed Production Practice (GSPP) sebagai standar mutu.
  2. Imam Sujono (PT Syngenta Indonesia) memaparkan fokus pada jagung bioteknologi, termasuk pemanfaatan double haploid dan AI untuk mempercepat pemuliaan. Ia menekankan perlunya regulasi genome editing agar Indonesia dapat bersaing secara global.
  3. Dr. Glenn Pardede (PT East West Seed Indonesia) menyoroti kebutuhan talenta yang mampu menjembatani sains dan praktik lapangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menghasilkan SDM unggul.
  4. Agustinus Budi (PT Sang Hyang Seri) menjelaskan transformasi SHS menuju perusahaan genetik, dengan fokus pada breeding, bioteknologi, data science, agribisnis, dan leadership. SHS telah bermitra dengan UGM untuk pengembangan varietas dan talenta.
  5. Dr. Cahyo Sri Wibowo (PT Astra Agro Lestari Tbk) menekankan kebutuhan benih legal dalam perkebunan kelapa sawit serta tantangan replanting. Ia menyoroti peran AI dan infrastruktur dalam mendukung produktivitas sawit.
  6. Ir. Dwi Asmono (PT Prime Agri Resources Tbk) memberikan peringatan tentang risiko penyakit pada hybrid sawit. Ia menekankan perlunya breeder berkompetensi dengan dukungan AI, data analyst, dan leadership yang kuat.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan inovasi benih untuk mendukung ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan talenta; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor perbenihan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan bioteknologi, artificial intelligence (AI), dan precision agriculture; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan standar produksi benih yang baik serta penggunaan benih legal dan berkualitas; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam mendorong inovasi sektor benih.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Faperta UGM Bahas SDM dan Kolaborasi Industri Benih dalam Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026

berita Wednesday, 15 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi aktif dalam Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026, khususnya pada Session 2: Sectoral Roundtable Discussions pada komoditas pangan yang digelar Kamis, 11 Juni 2026 di Eastparc Hotel Yogyakarta. Diskusi ini dipimpin oleh Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dengan Sugeng Rijadi, S.P. (PT Sang Hyang Seri) sebagai pengarah utama (lead discussant).

Forum ini menyoroti kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam industri benih, tantangan pengembangan varietas hibrida, serta peluang kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah. Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 410 ribu ton benih padi untuk mendukung rencana penanaman 16 juta hektare lahan pada tahun 2026. Namun, saat ini benih bersertifikat baru mencakup 60% dari kebutuhan nasional, sehingga diperlukan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian benih.

Dalam diskusi, Nana Laksana Ranu (Asosiasi Benih Indonesia/Asbenindo) menekankan perlunya penguatan hard skills dan soft skills bagi SDM, khususnya tenaga pemulia dan pemasaran. Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. (Dirjen Perbenihan/Pangan) menyoroti keterbatasan tenaga Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang saat ini hanya berjumlah 883 orang, jauh dari kebutuhan ideal 1.550 orang, dengan distribusi yang timpang antara Jawa dan luar Jawa.

Sementara itu, Ir. Putu Darsana, M.P., Ph.D. (PT BISI Internasional Tbk.) menegaskan pentingnya integritas, sikap kerja, serta modul pelatihan yang dapat diakses mahasiswa maupun masyarakat umum. Hariyanta, M.Sc. (PT Zaini Makmur Sentosa) menekankan perlunya soft skills seperti problem solving, analogi, dan kemampuan bahasa asing untuk mendukung kolaborasi internasional.

Dari sisi industri, Syarifin Firdaus (PT Advanta) menyoroti pentingnya pengalaman magang, integritas, serta self branding melalui media sosial sebagai faktor penentu rekrutmen. A. Novia Edi Maharanto, S.E., M.M. (PT Bisi Internasional Tbk.) menekankan tantangan komunikasi dengan petani yang memiliki ego kuat, sehingga diperlukan pendekatan adaptif. Safe’i Pradana (PT Bayer Indonesia Crop Science) menegaskan bahwa hanya sekitar 10% lulusan baru yang siap terjun ke industri, sehingga mentalitas dan daya juang perlu dipupuk sejak masa pendidikan.

Selain itu, Rakimin (PT Twinn) mengusulkan integrasi mata kuliah berbasis SKS agar lebih aplikatif, serta akses terhadap plasma nutfah yang lebih luas bagi mahasiswa. Pak Taryono mengingatkan perlunya perspektif nasional dalam diskusi, agar tidak hanya berfokus pada lingkup institusi.

Diskusi menyimpulkan bahwa kompetensi wajib bagi lulusan mencakup kemampuan teknis perbenihan, integritas, komunikasi efektif, ketangguhan fisik dan mental, serta daya juang tinggi. Pelatihan prioritas yang perlu dikembangkan adalah komunikasi efektif, bahasa asing, serta keahlian khusus di bidang perbenihan. Kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu mendukung kemandirian benih dan ketahanan pangan nasional.

Melalui partisipasi dalam forum ini, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan sebagai fondasi ketahanan pangan nasional, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industri, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja dan penguatan daya saing sektor pertanian, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi perbenihan dan varietas unggul, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam membangun ekosistem industri benih nasional yang berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta

Forum Industri Benih Hortikultura Dorong Kompetensi Lulusan dan Kolaborasi Riset Strategis

berita Wednesday, 15 July 2026

Sesi diskusi hortikultura dalam rangkaian Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menghadirkan percakapan mendalam antara akademisi dan praktisi industri benih di The Grand Ballroom Eastparc Hotel. Dipimpin oleh Enik Nurlaili Afifah, S.P., M.Sc., Ph.D., forum ini menyoroti kebutuhan mendesak akan kompetensi lulusan baru, prioritas pelatihan tenaga kerja, serta peluang kolaborasi riset strategis.

Diskusi dibuka oleh lead discussant, CH Atik Setyawati, S.P., M.P. (Hortindo), yang menekankan bahwa sektor hortikultura masih menghadapi tantangan besar, mulai dari kualitas SDM, adopsi teknologi terbarukan, hingga inovasi yang harus bergerak cepat. Sebagian peserta berpendapat bahwa hal yang perlu digarisbawahi adalah fresh graduate tidak cukup hanya menguasai teori dasar, tetapi juga harus memiliki keterampilan aplikatif, seperti smart breeding, manajemen rantai pasok, komunikasi pertanian, serta kemampuan membaca pasar global. Selain itu, loyalitas, komitmen, dan daya juang juga dinilai sebagai faktor penting yang menentukan keberhasilan di dunia kerja.

Selain itu, forum ini merumuskan tiga pelatihan prioritas yang perlu segera diperkuat, yakni sertifikasi benih, market analysis, dan smart farming dengan pemanfaatan greenhouse presisi dan drone. Pelatihan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja.

Pada bagian kolaborasi riset, peserta forum menekankan pentingnya kerja sama universitas dan industri dalam bidang mapping patogen, prediksi perubahan iklim, serta market prediction berbasis AI. Riset strategis terkait pemuliaan bawang putih juga menjadi sorotan, mengingat tingginya ketergantungan impor komoditas tersebut.

Forum ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM, pelatihan aplikatif, dan kolaborasi riset strategis merupakan kunci untuk memperkuat daya saing industri benih hortikultura Indonesia. Fakultas Pertanian UGM berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan akademik, sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan.

Diskusi dan rekomendasi ISILF 2026 sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan industri benih hortikultura mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penyediaan benih berkualitas yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Upaya mendorong kurikulum yang lebih aplikatif, sertifikasi profesi, serta pengalaman magang yang relevan dengan kebutuhan industri mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Pengembangan kompetensi lulusan agar siap memasuki dunia kerja dan mampu bersaing secara global sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sementara itu, penerapan smart breeding, smart farming, teknologi greenhouse presisi, drone, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam analisis pasar dan riset menunjukkan kontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pembahasan mengenai pemetaan patogen dan prediksi perubahan iklim sebagai bagian dari agenda riset strategis juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan inovasi untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan industri benih dalam pengembangan riset dan sumber daya manusia merupakan implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta

 

 

 

UGM Dorong Ekosistem Riset Perkebunan melalui ISILF 2026

berita Wednesday, 15 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran akademisi di sektor perkebunan melalui partisipasi aktif pada Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 pada 11 Juni 2026. Dalam sesi Sectoral Roundtable Discussion subsektor perkebunan yang berlangsung di Hibiscus Room, Eastparc Hotel, Ketua Departemen Budidaya Pertanian, Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D., memimpin jalannya diskusi bersama para pemangku kepentingan dari industri, akademisi, dan alumni.

Forum ini menyoroti kebutuhan mendesak akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang perkebunan, khususnya pada komoditas kakao, kelapa, karet, dan tebu. Para narasumber menekankan bahwa kompetensi kepemimpinan, mentalitas kerja, regulasi, serta familiaritas terhadap ekosistem perkebunan menjadi faktor utama yang harus diperkuat. Diskusi juga menggarisbawahi keterbatasan riset varietas, peluang beasiswa, serta pentingnya kolaborasi riset yang realistis dalam kurun waktu tidak lebih dari dua belas bulan.

Sejumlah masukan strategis muncul dalam forum, mulai dari perlunya mata kuliah berbasis industri dan program magang riset terpadu, hingga dorongan untuk memperluas akses informasi dan memperkuat regulasi pelepasan varietas. Konsorsium riset genom sawit juga menjadi perhatian, dengan harapan Indonesia tidak lagi bergantung pada kepakaran luar negeri. Usulan pembentukan program Magister Manajemen Benih serta program pascasarjana berbasis riset turut mengemuka, sebagai jawaban atas kebutuhan industri yang semakin berbasis permintaan.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa UGM harus membangun ekosistem riset perkebunan yang terintegrasi dengan industri, mencakup aspek sumber daya manusia, mentalitas, kepemimpinan, regulasi, dan inovasi. Upaya ini tidak hanya memperkuat posisi UGM sebagai pusat akademik, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset dan pengembangan varietas unggul pada komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, karet, tebu, dan kelapa sawit mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Integrasi kurikulum berbasis industri, program magang riset, serta pengembangan pendidikan pascasarjana yang relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Upaya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi teknis, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengembangan konsorsium riset genom kelapa sawit, inovasi varietas unggul, dan penguatan kolaborasi riset menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Di sisi lain, pemanfaatan dan pengembangan sumber daya genetik tanaman perkebunan secara berkelanjutan turut mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pelestarian keanekaragaman hayati pertanian dan penguatan ketahanan sumber daya genetik tanaman. Selain itu, kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, industri perkebunan, lembaga riset, alumni, dan berbagai mitra strategis mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Jejak Kreativitas Mahasiswa PKP UGM di PEKSIMIPROV DIY 2026

Prestasi Tuesday, 14 July 2026

Ajang Pekan Seni Mahasiswa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang digelar pada 24 Juni 2026 kembali menjadi panggung penting bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Kompetisi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi di DIY ini tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan karakter generasi muda melalui seni.

Dalam cabang Desain Poster, Cantik Djatoek Fadillah, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2025, Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih Juara III. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat berkarya mampu menghasilkan capaian yang membanggakan, sekalipun di tengah persaingan yang ketat.

Cantik berbagi refleksi atas pengalaman berharga tersebut. “PEKSIMIPROV DIY menjadi pijakan berharga bagiku untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada. Meski target awal adalah melangkah ke panggung nasional, berdiri di ajang ini sebagai juara menyadarkanku betapa bernilainya setiap proses dan pencapaian yang telah diraih. Mengingat lamanya persiapan, bimbingan secara berkala, serta perjuangan membagi waktu antara kuliah dan latihan, aku sangat bersyukur. Terlebih, kompetisi ini mempertemukanku dengan orang-orang hebat yang luar biasa berbakat. PEKSIMIPROV DIY memang telah usai, namun ruang tumbuh untuk diriku masih menjadi bagian dari cerita terbaik dalam proses membawa nama baik Universitas Gadjah Mada,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar raihan juara, pencapaian ini mencerminkan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya. Partisipasi mahasiswa dalam ajang ini memperkuat reputasi UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkiprah dalam ranah kreatif, memperkaya pengalaman belajar, dan memperluas kontribusi sosial.

Prestasi Cantik juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seni mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pembelajaran yang holistik di luar ruang kelas. Keberhasilan Cantik sebagai mahasiswa perempuan dalam meraih prestasi di tingkat provinsi juga mencerminkan semangat SDG 5: Kesetaraan Gender, yang mendorong kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berkembang dan berprestasi. Kreativitas yang diwujudkan melalui desain poster sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mengingat seni dan desain merupakan bagian dari industri kreatif yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kesempatan yang setara bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkompetisi mencerminkan nilai SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Di sisi lain, seni berperan dalam memperkuat identitas budaya, ekspresi masyarakat, dan kehidupan komunitas sehingga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Tidak kalah penting, penyelenggaraan PEKSIMIPROV yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarinstitusi dalam mengembangkan potensi generasi muda.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Cantik Djatoek Fadillah

Harmoni Prestasi Mahasiswa PKP UGM di Panggung PEKSIMIPROV DIY 2026

Prestasi Tuesday, 14 July 2026

Semangat seni dan kreativitas mahasiswa kembali bergema di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui ajang Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV DIY) 2026 pada 24 Juni 2026. Kompetisi bergengsi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi di wilayah ini menjadi wadah ekspresi, kolaborasi, sekaligus pembuktian bahwa seni memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.

Dalam suasana penuh antusiasme, M. Al Hazmi Kynan, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2024, Universitas Gadjah Mada, tampil bersama tim vokal grup dan berhasil meraih Juara III. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, kerja sama, dan keberanian untuk tampil di panggung kompetisi mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan, sekalipun di tengah persaingan ketat antar mahasiswa dari berbagai kampus.

Kynan mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan berharga tersebut. “Berpartisipasi dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus berharga bagi saya pada tahun kedua perkuliahan ini. Suatu kebanggaan bagi saya dan tim karena mendapat kesempatan untuk mewakili Universitas Gadjah Mada dalam ajang perlombaan ini. Saya juga bersyukur dapat menjadi bagian dari tim hebat yang berhasil meraih Juara 3. Meskipun hasil yang didapat masih belum sesuai dengan ekspektasi, pencapaian ini tetap menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar raihan juara, keikutsertaan mahasiswa UGM dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya. Ajang ini memperkuat reputasi UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkiprah dalam ranah kreatif, memperkaya pengalaman belajar, dan memperluas kontribusi sosial.

Prestasi Kynan dan tim vokal grup juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seni mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengayaan pengalaman belajar, pengembangan kreativitas, serta pembentukan karakter di luar ruang kelas. Kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan berprestasi di bidang seni juga mencerminkan semangat SDG 5: Kesetaraan Gender, yang mendorong inklusivitas dan kesempatan yang sama bagi setiap individu. Kreativitas yang diasah melalui seni pertunjukan sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mengingat seni dan industri kreatif merupakan sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam kompetisi ini mencerminkan nilai SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan kesempatan yang setara untuk berkompetisi dan berkembang. Selain itu, seni memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya, mempererat hubungan antarkomunitas, serta mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Penyelenggaraan PEKSIMIPROV DIY yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan juga menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dalam mengembangkan potensi generasi muda dan memajukan seni budaya.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: M. Al Hazmi Kynan

 

Launching Dies Natalis ke-80 (Lustrum XVI) Fakultas Pertanian UGM: Momentum Transformasi Menuju Pertanian Berkelanjutan

berita Friday, 10 July 2026

Tanggal 10 Juli 2026 menjadi momentum yang sangat bermakna bagi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Hari ini menandai dimulainya rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 atau Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM, sebuah tonggak sejarah yang bukan hanya merefleksikan perjalanan panjang selama delapan dekade dalam mengemban tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen menghadapi tantangan pembangunan pertanian, perikanan, dan pangan Indonesia di masa depan.

Selama delapan puluh tahun, Fakultas Pertanian UGM telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi terdepan yang melahirkan ribuan alumni yang tersebuar di sleuruh Indonesia, menghasilkan berbagai inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian nasional. Berbagai dinamika global, mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, degradasi sumber daya alam, transformasi digital, hingga perubahan struktur demografi petani, semakin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi.

Oleh karena itu, tema besar Dies Natalis ke-80 tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat transformasi Fakultas Pertanian UGM menuju institusi yang semakin unggul, adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat nasional dan global.

Launching rangkaian Dies Natalis tahun ini ditandai dengan dua momentum strategis yang menggambarkan arah pembangunan Fakultas Pertanian UGM pada masa mendatang. Kedua penanda tersebut merepresentasikan dua pilar utama pengembangan fakultas, yaitu penguatan ekosistem inovasi melalui pembangunan infrastruktur riset modern serta percepatan hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Momentum pertama adalah Ground Breaking Gedung Smart Eco Bioproduction Fakultas Pertanian UGM, yang dilaksanakan oleh Rektor UGM bersama jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM, para dosen, serta tenaga kependidikan. Peletakan batu pertama ini bukan sekadar dimulainya pembangunan sebuah gedung baru, tetapi merupakan simbol dimulainya babak baru pengembangan ekosistem pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi multidisiplin di lingkungan Fakultas Pertanian.

Gedung Smart Eco Bioproduction dirancang sebagai pusat inovasi pertanian dan perikanan yang komprehensif, modern, dan unggul. Fasilitas ini akan menjadi ruang kolaborasi yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, inkubasi inovasi, penguatan kemitraan dengan industri, serta pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan. Konsep smart eco bioproduction mencerminkan paradigma baru pembangunan pertanian yang memadukan teknologi digital, kecerdasan buatan, bioteknologi, pertanian presisi, ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya, serta prinsip-prinsip keberlanjutan.

Keberadaan gedung ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mengawal ketahanan pangan nasional melalui pengembangan praktik pertanian regeneratif yang berkelanjutan. Di tengah semakin kompleksnya tantangan produksi pangan akibat perubahan iklim, konversi lahan, keterbatasan sumber daya air, dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, pembangunan infrastruktur riset yang modern menjadi investasi jangka panjang yang sangat strategis. Melalui fasilitas ini diharapkan lahir berbagai inovasi teknologi, model produksi, serta sistem pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Lebih dari itu, Gedung Smart Eco Bioproduction diharapkan menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjembatani kesenjangan antara laboratorium dengan dunia usaha, antara penelitian dengan kebutuhan masyarakat, serta antara ilmu pengetahuan dengan implementasi kebijakan publik. Dengan demikian, pembangunan gedung ini bukan hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga menjadi aset strategis bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Penanda kedua dalam launching Dies Natalis ke-80 adalah simbolisasi penguatan hilirisasi riset melalui panen perdana Melon Hibrida Premium, hasil inovasi penelitian dan pengembangan Fakultas Pertanian UGM. Momentum ini memiliki makna yang sangat penting karena menunjukkan bahwa proses penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Benih Melon Hibrida Premium merupakan salah satu produk unggulan hasil kegiatan Research and Development Fakultas Pertanian UGM yang dikembangkan melalui proses penelitian yang panjang, sistematis, dan berbasis keunggulan ilmiah. Pengembangan varietas ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat kemandirian benih hortikultura nasional.

Saat ini, sebagian besar benih melon premium yang digunakan di Indonesia masih bergantung pada produk impor dari berbagai negara produsen benih. Ketergantungan tersebut tidak hanya berdampak pada tingginya biaya produksi petani, tetapi juga meningkatkan kerentanan sistem produksi hortikultura nasional terhadap dinamika pasar global. Oleh karena itu, keberhasilan menghasilkan benih melon hibrida premium dalam negeri menjadi langkah strategis menuju penguatan kedaulatan benih nasional.

Panen perdana ini menjadi simbol bahwa inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing sektor hortikultura Indonesia. Ke depan, pengembangan benih unggul lokal tidak hanya diharapkan mampu menggantikan produk impor, tetapi juga membuka peluang ekspor, memperkuat industri perbenihan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penggunaan benih berkualitas tinggi yang lebih adaptif terhadap kondisi agroekosistem Indonesia.

Momentum panen perdana ini sekaligus menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat budaya hilirisasi hasil penelitian. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat dikomersialisasikan, dimanfaatkan oleh masyarakat, dan memberikan nilai tambah ekonomi. Dengan demikian, aktivitas Research and Development menjadi bagian integral dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kedua momentum tersebut sesungguhnya menggambarkan arah transformasi Fakultas Pertanian UGM dalam menyongsong masa depan. Transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada penguatan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan global. Fakultas Pertanian UGM berkomitmen menjadi pusat unggulan yang mampu mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis untuk menjawab tantangan pangan, pertanian, perikanan, energi hayati, dan kelestarian lingkungan.

Peringatan Dies Natalis ke-80 menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, industri, lembaga penelitian, komunitas petani, serta mitra internasional dalam membangun sistem pertanian Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Tantangan global membutuhkan kolaborasi yang semakin erat, sehingga inovasi yang lahir dari kampus dapat diterapkan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Delapan puluh tahun perjalanan Fakultas Pertanian UGM merupakan warisan yang sangat berharga. Namun, sejarah panjang tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk melangkah lebih jauh. Melalui pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction dan penguatan hilirisasi inovasi melalui Melon Hibrida Premium, Fakultas Pertanian UGM menegaskan tekadnya untuk terus menjadi salah satu pelopor terdepan transformasi pertanian Indonesia.

Semangat Dies Natalis ke-80 mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, berkelanjutan, serta mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Dengan mengusung semangat inovasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan, Fakultas Pertanian UGM siap memasuki dekade baru pengabdiannya bagi bangsa dan negara, menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak, teknologi yang bermanfaat, serta inovasi yang menginspirasi masa depan pertanian dan perikanan Indonesia.

Kedua momentum tersebut sekaligus merepresentasikan kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi benih unggul dan penguatan sistem pertanian regeneratif mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi turut memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan menyediakan ekosistem pembelajaran, riset, dan hilirisasi yang modern. Pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan, komersialisasi hasil penelitian, dan peningkatan daya saing sektor pertanian juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penerapan konsep smart eco bioproduction yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara pengembangan teknologi pertanian adaptif dan regeneratif memperkuat SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. Di samping itu, sinergi antara sivitas akademika, alumni, pemerintah, industri, komunitas petani, dan mitra internasional mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

Penulis: Fakultas Pertanian UGM

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Hangat dan Meriah, Pembukaan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI Faperta UGM Rajut Kebersamaan Seluruh Keluarga Besar

berita Friday, 10 July 2026

Suasana penuh kegembiraan dan kehangatan menyelimuti halaman Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Jumat, 10 Juli 2026. Dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan seluruh keluarga Faperta UGM berkumpul bersama dalam pembukaan rangkaian acara Dies Natalis ke-80 sekaligus Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM. Momentum bersejarah ini sukses bertransformasi menjadi panggung silaturahmi yang sarat akan nilai kekeluargaan.

Rangkaian acara pagi hari dimulai dengan kegiatan senam pagi bersama. Momen senam bersama ini tidak hanya menyegarkan fisik, tetapi juga langsung mencairkan sekat-sekat formalitas kerja sehari-hari. Usai berolahraga, suasana kebersamaan semakin kental saat seluruh peserta berkumpul untuk menikmati hidangan makan bersama. Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat memasuki sesi yang paling dinantikan, yaitu pembagian door prize.

Di balik kemeriahan dan momen-momen indah yang tertangkap sepanjang hari, agenda pembukaan Dies Natalis dan Lustrum ini mengemban misi yang mendalam. Rangkaian kegiatan ini dirancang secara khusus untuk mempererat tali kekeluargaan antar-elemen civitas akademika.

Melalui fondasi kekeluargaan yang solid dan harmonis, Faperta UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan semangat kerja, kolaborasi, dan produktivitas di lingkungan internal. Keharmonisan serta lingkungan kerja yang positif diharapkan menjadi penggerak utama lahirnya berbagai kontribusi terbaik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan akademik demi kemajuan pertanian Indonesia yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi gaya hidup sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan lingkungan akademik yang kondusif, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan budaya kerja yang sehat dan produktif, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui partisipasi inklusif seluruh unsur sivitas akademika dan keluarga besar fakultas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan budaya organisasi yang harmonis, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi, kebersamaan, dan solidaritas seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…25

BERITA FAKULTAS

  • Pembekalan Konsep HPU bagi Panitia PIONIR Organik 2026 menjadi Bekal Wujudkan Lingkungan Akademik Sehat
    16/07/2026
  • Harmonisasi Revisi UU Perlindungan Petani: Kontribusi Guru Besar UGM untuk SDGs  
    16/07/2026
  • Executive Leadership Panel: Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026
    15/07/2026
  • Faperta UGM Bahas SDM dan Kolaborasi Industri Benih dalam Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026
    15/07/2026
  • Forum Industri Benih Hortikultura Dorong Kompetensi Lulusan dan Kolaborasi Riset Strategis
    15/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju