• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Dr. Hoerussalam Wakili Wisudawan Terbaik: Syukur dan Kontribusi Pascasarjana Faperta UGM Periode II 2025/2026

berita Thursday, 22 January 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Purnawisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Acara yang digelar di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Rabu, 21 Januari 2026 ini menjadi momen istimewa bagi para lulusan program magister (S2) dan doktor (S3) yang telah menuntaskan perjalanan akademik mereka. Selain sebagai perayaan atas capaian akademik individu, purnawisuda ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang pertanian yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional, khususnya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Dr. Hoerussalam ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor Ilmu Pertanian dan dipercaya mewakili seluruh wisudawan dalam menyampaikan sambutan. Dalam pidatonya, ia menggambarkan purnawisuda sebagai perayaan atas proses akademik yang panjang sekaligus dinamika kehidupan mahasiswa S-2 dan S-3 di lingkungan Faperta UGM. Proses tersebut, menurutnya, menuntut ketekunan tinggi, ketangguhan berpikir kritis, kedewasaan emosional, serta kejujuran ilmiah sebagai fondasi utama dalam setiap tahap pembelajaran dan penelitian.

Lebih lanjut, Dr. Hoerussalam menyampaikan bahwa proses pembelajaran di Faperta UGM tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan teknis di bidang agronomi, agribisnis, maupun teknologi pangan, tetapi juga membentuk nilai-nilai luhur, seperti integritas akademik, etika penelitian, dan tanggung jawab keilmuan yang harus dijunjung tinggi sepanjang perjalanan karier profesional. Pengalaman akademik tersebut menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif, baik di sektor akademik, penelitian, maupun industri pertanian.

Pada akhir sambutannya, Dr. Hoerussalam menegaskan komitmen para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional, keberlanjutan sumber daya alam pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pertanian yang telah diperoleh. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika, keluarga, dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung pembangunan pertanian nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui kegiatan purnawisuda ini Faperta UGM berkomitmen dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

Wisuda Pascasarjana Faperta UGM: Fajar Ridqi Raih Prestasi Gemilang melalui Jalur Fast Track

berita Thursday, 22 January 2026

Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Januari 2026, menjadi momen istimewa bagi Muhammad Fajar Ridqi. Mahasiswa Program Fast Track Ekonomi Pertanian tersebut berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96 dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 16 hari. Selain unggul secara akademik, Fajar juga dikenal aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatannya sebagai peserta Tim Patriot Kementerian Transmigrasi.

Dalam wawancara singkat, Fajar mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan menyelesaikan studi melalui jalur Fast Track (integrasi program sarjana dan magister). Ia menyampaikan bahwa manfaat yang dirasakannya antara lain percepatan masa studi S-1 dan S-2 menjadi lima tahun, subsidi bantuan uang kuliah tunggal (UKT) selama dua semester, serta kesempatan terlibat dalam proyek dosen yang relevan dengan dunia kerja.

Selain pencapaian akademik, Fajar juga aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ia berkesempatan mengikuti Program Patriot dari Kementerian Transmigrasi yang ditempatkan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Dalam program tersebut, Fajar terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat transmigrasi, khususnya melalui kegiatan identifikasi potensi pertanian. “Pengalaman ini membuka mata saya tentang bagaimana ilmu pertanian bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai lulusan muda, Fajar memiliki harapan untuk memulai perjalanan di dunia profesional serta melanjutkan studi doktor di luar negeri sehingga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan pertanian di Indonesia.

Kisah Fajar mencerminkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Serah Terima Jabatan Faperta UGM: Pupuk Kesabaran dalam Dinamika Kepemimpinan

berita Wednesday, 7 January 2026


Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar acara serah terima jabatan untuk sejumlah posisi strategis, meliputi Ketua Departemen, Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi, serta Ketua Unit Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (7/1) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Faperta UGM, dan dihadiri oleh jajaran dekanat, pejabat lama, dan pejabat baru di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

Acara ini menjadi momen penting dalam transisi kepemimpinan untuk mendukung dinamika pengelolaan fakultas ke depan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan kutipan Surat Keputusan (SK) Rektor UGM terkait pengangkatan Ketua dan Sekretaris Departemen serta Ketua Program Studi, serta kutipan SK Dekan Faperta UGM untuk pengangkatan Ketua Unit. Puncak acara dalam rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang disaksikan langsung oleh Dekan Faperta UGM (Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.), Wakil Dekan, dan Sekretaris Senat Faperta UGM.

Dalam sambutannya, Dekan Faperta UGM menyampaikan pesan inspiratif dengan analogi pertanian.

“Seperti bercocok tanam padi, kadang ada hama atau hambatan, kadang perlu pupuk kesabaran dengan dosis tinggi,” ujar beliau, menekankan pentingnya ketekunan dalam menghadapi tantangan pengelolaan fakultas.

Perwakilan pejabat lama, Dr. Jangkung, yang menjabat sebagai Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian periode 2021-2026, memberikan sambutan penuh makna. “Bertepatan dengan tanggal 7 Januari, filosofi dalam bahasa Jawa 7 adalah pitulungan, dan semoga Bapak Ibu yang menjabat mendapatkan keberkahan dalam mengelola dinamika lingkungan Faperta UGM,” tambah beliau.

Sementara itu, perwakilan pejabat baru Dr. Eka Tarwaca menyampaikan sambutan sebagai Ketua Departemen Budidaya Pertanian periode 2026-2031, menegaskan komitmennya dalam melanjutkan program unggulan fakultas dalam lingkup departemen.

Acara ditutup dengan doa bersama, meninggalkan semangat kolaborasi bagi seluruh civitas akademika Faperta UGM. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi inovasi di bidang pertanian, sejalan dengan visi Faperta UGM dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui smart eco-bio production. Melalui kegiatan ini juga turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Kemitraan Faperta UGM x Indomaret Dorong Ekonomi Petani Milenial melalui Budidaya Pepaya Callina

berita Tuesday, 6 January 2026

Tim pendamping lapangan Program Kemitraan Penanaman Pepaya Callina (California) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) melakukan evaluasi akhir tahun pada 24 Desember 2025 untuk meninjau perkembangan budidaya sekaligus menilai capaian program yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Kunjungan yang dipimpin oleh Dody Kastono, S.P., M.P. (Dosen Budidaya Pertanian) menunjukkan bahwa tanaman Pepaya Callina tersebut telah berusia enam bulan dan memasuki fase panen dengan kebutuhan input produksi yang terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, Dody memaparkan potensi ekonomi Pepaya Callina, yaitu dalam satu siklus panen sekitar 19 bulan, dengan frekuensi panen mingguan dan bobot rata-rata 1 kg per buah, petani berpeluang memperoleh pendapatan hingga Rp3 juta per minggu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kemitraan tidak dapat diukur hanya dalam satu tahun, melainkan membutuhkan proses, pendampingan berkelanjutan, dan komitmen semua pihak.

Menurut Nurhayadi, petani mitra dari Sleman, pengeluaran usaha taninya kini telah tertutup sekitar 80 persen. Budidaya Pepaya Callina menjadi pengalaman baru baginya setelah dua kali gagal menanam cabai. Ia menekankan penggunaan pupuk organik sebagai input utama.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. (Dosen Departemen Tanah) yang menegaskan bahwa nutrisi dari pupuk organik mampu mendukung fase generatif tanaman. Selain itu, Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D. (Dosen Departemen Tanah) menambahkan bahwa kondisi agroklimat lokasi sangat sesuai, terutama dari aspek curah hujan, suhu, dan ketersediaan air.

Dari sisi perlindungan tanaman, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P. (Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) menjelaskan bahwa tingkat serangan hama relatif rendah pada lahan mitra yang menerapkan sanitasi, pemantauan rutin, dan pengendalian terpadu. Meski demikian, kepatuhan terhadap standar budidaya masih perlu ditingkatkan.

Sugeng, mitra sekaligus pengurus Petani Milenial Sleman, mengungkapkan pengalaman dalam pembinaan petani dan koordinasi program. Ia menambahkan, pada usia 6 bulan 2 minggu, Pepaya Callina telah menghasilkan empat kali panen dengan total 2,6 kuintal berkat penggunaan pupuk organik yang tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) menekankan peluang kemitraan masih terbuka melalui dukungan akses pasar kolektif Petani Milenial Sleman dan Indomaret dengan pendampingan dan komunikasi yang seimbang.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan serta memperkuat pendampingan akademik kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Wujud kemitraan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Dyah Woro Untari

Penelitian Faperta UGM Dorong Nilai Tambah Hasil Samping Industri Perikanan melalui Produk Pangan dan Nonpangan Berbasis Smart Eco-Bioproduction

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Hasil Samping Industri Perikanan melalui Pengolahan Produk Pangan dan Nonpangan Komersial dalam Mendukung Program Smart Eco-Bioproduction”. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si., dan melibatkan empat mahasiswa sebagai anggota tim peneliti. Kegiatan penelitian berlangsung selama delapan bulan, mulai April hingga November 2025.

Penelitian dilaksanakan di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, dengan analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Basah Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, serta Laboratorium Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BBKKP) D.I. Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah jeroan ikan lele sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) melalui proses hidrolisis dan fermentasi, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil samping industri perikanan secara berkelanjutan.

Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu pupuk organik cair jeroan ikan lele yang dihidrolisis menggunakan kombinasi enzim bromelin dan papain, menentukan waktu fermentasi optimal yang menghasilkan kualitas POC terbaik, serta mengevaluasi potensi pemanfaatannya dalam mendukung pertumbuhan populasi fitoplankton. Parameter mutu yang dianalisis meliputi derajat hidrolisis, rendemen, kadar protein, kadar air, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar abu, pH, serta kandungan unsur hara makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi enzim bromelin dan papain mampu menghasilkan derajat hidrolisis sebesar 88,68% dengan rendemen mencapai 97,71%. Hidrolisat yang dihasilkan memiliki kadar protein 13,74%, kadar abu 4,46%, kadar lemak 1,21%, kadar karbohidrat 2,05%, kadar air 75%, dan pH netral sebesar 7,43. Proses fermentasi selama 15 hari menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimal diperoleh pada hari ke-9, yang menghasilkan kandungan unsur hara makro tertinggi dan kualitas POC yang paling stabil.

Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan memenuhi standar persyaratan teknis minimal pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019, khususnya untuk kandungan unsur hara makro (N + P₂O₅ + K₂O) sebesar 2–6%. Selain itu, aplikasi POC dengan dosis 1,0 mL/L berpotensi meningkatkan populasi fitoplankton hingga 7.233,33 × 10³ sel/mL, yang menunjukkan prospek pemanfaatan produk ini dalam mendukung produktivitas ekosistem perairan.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM berupaya mendorong pengembangan teknologi pengolahan hasil samping industri perikanan yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan konsep Smart Eco-Bioproduction. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan limbah perikanan yang lebih efisien sekaligus membuka peluang pengembangan produk komersial berbasis sumber daya lokal.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 14: Ekosistem Laut, melalui penguatan inovasi pengelolaan hasil samping perikanan secara berkelanjutan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Ungkap Kinerja dan Tantangan Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Pasar Internasional

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), bersama dosen ahli dan mahasiswa program Sarjana (S1), melaksanakan penelitian berjudul “Kinerja Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Pasar Internasional”. Penelitian ini dilaksanakan di Indonesia selama 10 bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, dengan tujuan mengkaji secara komprehensif perkembangan, daya saing, serta tantangan ekspor komoditas perkebunan Indonesia di pasar global. Penelitian ini dipimpin oleh Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan tujuh mahasiswi program Sarjana (S1) sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren ekspor komoditas perkebunan Indonesia, mengukur tingkat daya saing di pasar internasional, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor komoditas perkebunan nasional. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai posisi dan prospek sektor perkebunan Indonesia dalam dinamika perdagangan internasional.

Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber terpercaya, antara lain UN Comtrade, Badan Pusat Statistik (BPS), TradeMap, dan FAOSTAT. Untuk mengukur tingkat daya saing komoditas, tim peneliti menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Analisis dilakukan terhadap data perdagangan komoditas perkebunan Indonesia selama lima tahun terakhir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelapa sawit masih menjadi penyumbang devisa terbesar sektor perkebunan Indonesia dan memiliki permintaan global yang tinggi, khususnya dari India, China, dan Uni Eropa. Namun demikian, daya saing kelapa sawit Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, seperti regulasi keberlanjutan, hambatan non-tarif, serta fluktuasi harga global, yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor di pasar internasional.

Sementara itu, komoditas perkebunan lainnya, seperti kopi, teh, kakao, vanili, dan karet, menunjukkan kecenderungan penurunan volume ekspor serta menghadapi persaingan harga yang semakin ketat di pasar global. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi penguatan daya saing yang lebih terarah agar komoditas perkebunan non-sawit tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.

Lebih lanjut, hasil analisis menegaskan bahwa diversifikasi pasar ekspor, peningkatan kualitas produk, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan menjadi langkah strategis yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja ekspor perkebunan Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu, serta menjawab tuntutan keberlanjutan global.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus rekomendasi kebijakan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan ekspor perkebunan Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika pasar global. Penelitian ini sekaligus menjadi wujud komitmen Faperta UGM dalam mendukung penguatan sektor perkebunan sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Keberlanjutan Budidaya Lele Padat Tebar Tinggi dengan Sistem Kocor di Bantul

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Analisis Keberlanjutan Budidaya Lele (Clarias sp.) Padat Tebar Tinggi dengan Sistem Kocor di Kabupaten Bantul”. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan 11 mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) sebagai anggota tim. Kegiatan penelitian berlangsung selama 10 bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, dan berlokasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Patil Berkah Jaya yang berlokasi di Dusun Gunturgeni, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan. Pokdakan tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian karena menjadi pelopor sekaligus center of excellence dalam pengembangan budidaya lele padat tebar tinggi dengan sistem kocor di Kabupaten Bantul.

Budidaya lele padat tebar tinggi dengan sistem kocor merupakan inovasi yang berkembang pesat di wilayah Bantul. Seiring dengan peningkatan adopsi teknologi ini oleh pembudidaya, diperlukan kajian mendalam mengenai keberlanjutan sistem budidaya, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberlanjutan sistem budidaya lele tersebut melalui aspek teknis dan kinerja produksi, aspek ekonomi, serta aspek lingkungan.

Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara dengan pembudidaya di Pokdakan Patil Berkah Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya lele padat tebar tinggi dengan sistem kocor dilakukan menggunakan bak terpal bulat berdiameter 3 meter. Benih lele berukuran 5–7 cm ditebar dengan kepadatan mencapai 696 ekor/m³. Satu siklus pemeliharaan berlangsung selama 90 hari dan mampu menghasilkan produksi sebesar 527 kg per bak, dengan produktivitas 75,28 kg/m³ serta rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR) sebesar 1,06.

Dari aspek ekonomi, sistem budidaya ini mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp1.053.363 per bak per siklus, atau setara dengan Rp351.121 per bulan per bak. Nilai R/C rasio sebesar 1,12 menunjukkan bahwa usaha budidaya lele padat tebar tinggi dengan sistem kocor menguntungkan dan layak untuk dikembangkan secara ekonomi.

Namun demikian, dari aspek lingkungan, penelitian mencatat bahwa kebutuhan air tanah dalam satu siklus pemeliharaan tergolong sangat tinggi, yaitu mencapai 2.144,89 m³, atau setara dengan 23,83 m³ per hari, dengan tingkat pergantian air mencapai 338 persen per hari. Meskipun demikian, efisiensi penggunaan air dalam sistem budidaya ini tergolong sangat tinggi, yaitu 4,07 m³ per kilogram ikan yang dihasilkan, sehingga masih memiliki potensi untuk dikembangkan dengan pengelolaan sumber daya air yang lebih bijaksana.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan rekomendasi kebijakan bagi pembudidaya, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan budidaya lele yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah perdesaan.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 14: Ekosistem Laut dan Perairan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Efisiensi Teknis Usahatani Jagung untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Lombok Tengah

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Efisiensi Teknis Usahatani Jagung dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan sembilan mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) sebagai anggota tim.

Penelitian dilaksanakan selama lima bulan dan berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kecamatan Praya (Kelurahan Gonjak) serta Kecamatan Praya Barat (Desa Selong Belanak dan Desa Mekar Sari). Kabupaten Lombok Tengah dipilih sebagai lokasi penelitian karena menjadi salah satu wilayah pelaksanaan program korporasi petani dengan fokus pada komoditas jagung, yang merupakan komoditas unggulan daerah dan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengukur tingkat efisiensi teknis usahatani jagung, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani jagung, serta (3) merumuskan strategi peningkatan efisiensi teknis dan keberlanjutan usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Pengumpulan data dilakukan terhadap 140 petani jagung yang ditentukan menggunakan metode quota sampling, dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling.

Analisis data dilakukan menggunakan beberapa pendekatan kuantitatif, yaitu analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) dan Stochastic Frontier Analysis (SFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi teknis usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah belum optimal, dengan nilai rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,83. Temuan ini mengindikasikan bahwa masih terdapat peluang untuk meningkatkan produktivitas usahatani jagung melalui perbaikan pengelolaan input dan dukungan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, hasil analisis mengungkapkan bahwa faktor umur petani cenderung menurunkan efisiensi teknis usahatani jagung, sementara akses terhadap penyuluhan pertanian dan status kepesertaan dalam program atau kelembagaan pertanian terbukti dapat meningkatkan efisiensi teknis. Oleh karena itu, penguatan peran penyuluhan dan kelembagaan petani menjadi aspek penting dalam mendorong kinerja usahatani jagung yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui penelitian ini, tim peneliti merekomendasikan perlunya perluasan akses penyuluhan yang interaktif, peningkatan kapasitas petani, serta kebijakan input–output yang lebih adil guna melindungi dan memperkuat posisi petani jagung. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi teknis sekaligus mendukung keberlanjutan usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah.

Penelitian ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Pengaruh Metode Pemupukan Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Sorgum

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh Metode Pemberian Pupuk Nitrogen terhadap Morfofisiologis, Serapan Nitrogen, dan Hasil Varietas Sorgum BMR, Patir, dan SRM 52-3”. Penelitian ini dipimpin oleh Andrianto Ansari, S.TP., M.Agr., Ph.D., dengan melibatkan dua mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian dilaksanakan selama sepuluh bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, bertempat di Kebun Tridharma Banguntapan Fakultas Pertanian UGM, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sorgum dipilih sebagai objek kajian karena merupakan tanaman serelia multifungsi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, baik sebagai sumber pangan alternatif, pakan ternak, maupun bahan baku bioindustri, serta memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi agroklimat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon morfofisiologis, serapan nitrogen, serta hasil tiga varietas sorgum terhadap berbagai metode pemberian pupuk nitrogen, sekaligus menentukan metode pemupukan urea yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Percobaan lapangan dilakukan selama lima bulan, mulai Desember 2024 hingga April 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan.

Faktor pertama berupa varietas sorgum, yaitu BMR, Patir, dan SRM 52-3, sedangkan faktor kedua berupa metode pemberian pupuk urea yang terdiri atas metode kocor, sebar, dan tugal. Berbagai parameter diamati, meliputi karakter morfofisiologis tanaman, serapan nitrogen, serta komponen hasil sorgum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara varietas sorgum dan metode pemupukan urea terhadap seluruh parameter yang diamati. Namun demikian, faktor varietas memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel morfofisiologis, serapan nitrogen, dan hasil sorgum. Sementara itu, metode pemupukan nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot 1.000 biji kering, yang merupakan salah satu indikator penting kualitas dan hasil produksi sorgum.

Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh rekomendasi metode pemupukan nitrogen yang lebih efisien dan sesuai untuk masing-masing varietas sorgum, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan sorgum sebagai komoditas strategis nasional. Penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam mendukung diversifikasi pangan dan penguatan sistem pertanian berkelanjutan.

Penelitian ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Alumni THP Faperta UGM Dedikasikan Karier untuk Dunia Pendidikan, Raih Prestasi hingga Tingkat Nasional

berita Tuesday, 30 December 2025

Komitmen untuk mengabdi di dunia pendidikan membawa Siti Munawaroh, S.Pi., M.P., alumni Prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) angkatan 1997, menapaki perjalanan panjang sebagai pendidik yang konsisten membangun kompetensi generasi muda di bidang pengolahan hasil perikanan.

Lulus pada Mei 2002, Muna melanjutkan Pendidikan Akta Mengajar di Unversitas Negeri Yogyakarta (UNY) sambil bekerja sebagai Guru Tetap Yayasan. Pada 2005, ia resmi menjadi guru CPNS dan ditempatkan di SMKN 1 Sanden sebagai guru produktif Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi). Selama 11 tahun, ia dipercaya menjadi Ketua Program Keahlian APHPi sebelum kemudian berpindah tugas ke SMKN 1 Pandak Bantul pada 2021. Sejak 2023, ia juga mengemban amanah sebagai guru pamong Pendidikan Profesi Guru (PPG) bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Pandemi Covid-19 menjadi titik balik penting dalam perjalanan akademiknya. Pada 2020, ia mendapat kesempatan melanjutkan studi Magister Ilmu Pangan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan berhasil lulus tepat waktu dalam tiga semester dengan IPK 3,93. Prestasinya mengantarkan ia menjadi Wisudawan S2 Terbaik tingkat universitas pada Oktober 2022.

Kecintaannya pada dunia pendidikan tumbuh sejak awal. Ketika pemerintah memperluas pendirian SMK Kelautan pada 2005, Muna merasa inilah saatnya mengamalkan ilmu yang ia peroleh dari Faperta UGM. Selain mengajar, ia aktif mengisi pelatihan pengolahan ikan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul maupun instansi lain.

Minatnya pada literasi juga membawanya menulis enam buku terkait pengolahan hasil perikanan, empat di antaranya merupakan buku ajar SMK APHPi yang diterbitkan bersama Direktorat Pendidikan SMK. Buku ketujuhnya saat ini sedang dalam proses penyelesaian. Ia juga aktif melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mempublikasikannya di jurnal pendidikan.

Dalam perannya sebagai guru vokasi, Muna tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membimbing siswa dalam berbagai kompetisi. Di bawah bimbingannya, siswa berhasil meraih:

  • Juara 1 tingkat nasional untuk Lomba BISA (Bina Inovasi Siswa) dari Astra 2023
  • Juara 2 tingkat provinsi untuk Klinik Sains 2016
  • Juara 2 tingkat provinsi untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS)

Prestasi ini menjadi bukti konsistensinya dalam membangun kompetensi teknis dan karakter siswa, dua aspek yang menurutnya sangat dibutuhkan industri pengolahan hasil perikanan.

Muna menegaskan bahwa banyak ilmu yang ia peroleh dari bangku kuliah Faperta UGM sangat relevan dengan pekerjaannya, mulai dari diversifikasi produk perikanan, pengolahan tradisional, pengolahan rumput laut, Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan keamanan pangan, hingga pengemasan dan pengendalian mutu.

“Industri tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga sikap kerja, komunikasi, tanggung jawab, dan etika. Semua itu membutuhkan proses panjang untuk ditanamkan ke murid,” ujarnya.

Menurutnya, pertanian dan perikanan adalah fondasi kehidupan. Menjadi pendidik berarti menyiapkan generasi yang menjaga pangan, lingkungan, dan keberlanjutan bangsa. Karena itu, ilmu teknis perlu diimbangi dengan pedagogi, komunikasi, penilaian, dan pengelolaan kelas.

“Dunia pertanian berubah cepat. Menjadi pendidik harus siap menjadi pembelajar seumur hidup agar tetap relevan,” pesannya.

Perjalanan karier Siti Munawaroh selaras dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

 

 

123…15

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Bomba Group
    26/01/2026
  • Lowongan – PT BRI Danareksa Sekuritas
    26/01/2026
  • Lowongan – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
    26/01/2026
  • Sarasehan Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian: Sinergi Akademik dan Gagasan Kolektif Sambut Tahun Ajaran Baru
    26/01/2026
  • BISI Serahkan Beasiswa Fast Track Pascasarjana di Fakultas Pertanian UGM: Dorong Inovasi dan Ketahanan Pertanian Masa Depan
    26/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY