
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan akademisi dari Jepang pada Senin, 2 Maret 2026 di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6. Salah satu pembicara, Prof. Sota Koeda dari Vegetable Science Laboratory, Kindai University, menyampaikan pandangan tentang riset ketahanan biologis pada tanaman sayuran serta tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Indonesia.

Dalam wawancaranya, Prof. Koeda menegaskan motivasi sederhana yang mendasari penelitiannya adalah untuk membantu petani melalui temuan ilmiah. “Saya sekarang fokus pada bio-resistance di tanaman sayuran. Motivasi saya sangat sederhana, saya ingin membantu petani dengan temuan ilmiah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keragaman agroekosistem Indonesia sebagai tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan pertanian. Menurutnya, perbedaan kondisi lingkungan, sosial, dan sistem budidaya memerlukan pendekatan kolaboratif yang kuat. “Kesulitan di Indonesia adalah keragamannya. Untuk mengatasinya, kolaborasi sangat penting, tidak hanya antarakademisi, tetapi juga dengan sektor publik dan lembaga nasional. Kita harus menyelesaikan ini bersama-sama,” jelasnya.

Pandangan Prof. Koeda sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kuliah tamu ini menegaskan peran Fakultas Pertanian UGM sebagai pusat pertukaran pengetahuan global, sekaligus memperkuat jejaring internasional untuk menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pertanian di Indonesia. Kehadiran Prof. Sota Koeda dari Kindai University menjadi dorongan penting bagi pengembangan riset yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM






















