• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • (Page 9)
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali meneguhkan reputasi akademiknya di tingkat global melalui pencapaian akreditasi internasional. Program Studi Sarjana Mikrobiologi Pertanian resmi memperoleh sertifikat akreditasi dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang diakui sebagai otoritas penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi ini menetapkan bahwa Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, program studi memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 6 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser pada 14 Juli 2026.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian, yang berfokus pada kajian mikroorganisme dalam sistem pertanian, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang mikrobiologi pertanian yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Perikanan UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan capaian strategis dalam pengakuan mutu pendidikan tinggi. Program Studi Magister Ilmu Perikanan berhasil memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang dikenal luas sebagai otoritas penjaminan mutu akademik di tingkat global.

Sertifikat akreditasi yang diterbitkan pada 14 Juli 2026 menegaskan bahwa Program Magister Ilmu Perikanan UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 dan akan berakhir pada 30 September 2031. Dengan demikian, program ini mendapatkan pengakuan internasional selama enam tahun penuh, sebuah periode yang mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di UGM.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian kurikulum Program Magister Ilmu Perikanan dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal ini berarti lulusan program tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kesetaraan kompetensi dengan standar pendidikan tinggi di Eropa. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Managing Director Dr. Iring Wasser, serta Prof. Dr. Martin Buhmann dan Dr.-Ing. Mathis Wollny sebagai Ketua Komisi.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini menunjukkan bahwa Program Magister Ilmu Perikanan UGM telah menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Dengan akreditasi ini, program studi semakin memperkuat reputasinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.

Pencapaian ini semakin memperkuat reputasi Fakultas Pertanian UGM dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global, sekaligus mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan pendidikan dan penelitian yang berkontribusi pada pengelolaan sumber daya perikanan dan ekosistem laut secara berkelanjutan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan ilmu perikanan yang mendukung ketahanan pangan dan penyediaan sumber protein yang berkelanjutan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang perikanan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Ilmu Perikanan semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Hama Tanaman UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatat pencapaian penting dalam pengakuan mutu pendidikan tinggi. Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman resmi memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang diakui sebagai otoritas penjaminan mutu akademik di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi yang diterbitkan pada 14 Juli 2026 menegaskan bahwa program ini telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, Program Magister Ilmu Hama Tanaman UGM memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan program memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Magister Ilmu Hama Tanaman, yang berfokus pada pengendalian organisme pengganggu tanaman, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang ilmu hama tanaman yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan keberlanjutan sistem pertanian. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi dalam bidang perlindungan tanaman, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Ilmu Hama Tanaman UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Fitopatologi UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan reputasinya di tingkat global melalui pencapaian akreditasi internasional. Program Studi Magister Fitopatologi resmi memperoleh sertifikat akreditasi dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang dikenal sebagai otoritas penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi ini menetapkan bahwa Program Magister Fitopatologi UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, program studi memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Magister Fitopatologi UGM memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser pada 14 Juli 2026.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Magister Fitopatologi, yang berfokus pada ilmu penyakit tumbuhan, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang fitopatologi yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang ilmu penyakit tumbuhan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan ilmu yang mendukung kesehatan tanaman, perlindungan ekosistem darat, dan keberlanjutan sistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Fitopatologi UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Fakultas Pertanian UGM Sukses Pertahankan Standar Mutu Akademik melalui Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian penting dalam pengakuan mutu akademik internasional. Berdasarkan keputusan Komisi Akreditasi ASIIN. yang berkedudukan di Düsseldorf, Jerman, sejumlah program studi di lingkungan Fakultas Pertanian dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan akreditasi. Surat resmi tertanggal 14 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Managing Director ASIIN, Dr. Iring Wasser, ditujukan kepada Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG(K).

Dalam keputusan tersebut, empat program studi memperoleh status akreditasi penuh dengan masa berlaku hingga 30 September 2031, yaitu:

  1. Ba Agricultural Microbiology (Sarjana Mikrobiologi Pertanian) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  2. Ma Phytopathology (Magister Fitopatologi) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  3. Ma Pest Science (Magister Ilmu Hama Tanaman) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  4. Ma Fisheries Science (Magister Ilmu Perikanan) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi

Pencapaian ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga standar akademik yang diakui secara internasional, sekaligus memperkuat reputasi institusi dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi global dan siap bersaing di dunia kerja, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan pengakuan internasional dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Sertifikat akreditasi terbaru telah diterbitkan dan dikirimkan bersama surat keputusan tersebut.

 

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kualitas pendidikan dan penelitian di Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga memperkuat posisi UGM sebagai universitas yang konsisten menghasilkan lulusan berdaya saing global, mengembangkan inovasi di bidang pertanian, serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi internasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Fakultas Pertanian UGM Gelar Koordinasi Persiapan Program SEED Bersama PT Petrokimia Gresik

berita Thursday, 23 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar rapat koordinasi bersama PT Petrokimia Gresik pada Senin, 20 Juli 2026, di Lab. Venture Gedung AGLC Lantai 6. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) yang akan menjadi rangkaian pra-kegiatan menuju Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik pada Agustus 2026.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Kantor Administrasi Faperta UGM, Dyana Rakhmasari Kusumaningsih, S.E., M.Ec.Dev., Ketua Unit Media dan Sistem Informasi, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., serta lima perwakilan dari PT Petrokimia Gresik. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan diimplementasikan dalam program tersebut.

Program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan gagasan inovatif dalam memperkuat ekosistem pertanian yang cerdas, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk merancang solusi kreatif yang dapat diimplementasikan dalam bentuk media, strategi, teknologi, maupun berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan layanan PT Petrokimia Gresik bagi sektor pertanian.

Program ini bertujuan mempermudah akses informasi dan edukasi pertanian, menghubungkan petani dengan produk, teknologi, dan layanan yang relevan, serta mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian Indonesia.

Fakultas Pertanian UGM dipilih sebagai mitra penyelenggara karena memiliki kekuatan akademik yang komprehensif dalam bidang sistem budidaya, agroteknologi, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian, hingga dinamika pembangunan pertanian. Keunggulan tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan riil petani dan perkembangan sektor pertanian nasional.

Program ini menyasar mahasiswa program sarjana dan pascasarjana. Mahasiswa sarjana diharapkan menghadirkan ide-ide yang kreatif dan visioner, sedangkan mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menawarkan solusi yang lebih aplikatif dan berbasis hasil riset.

Mengusung tema besar “Design the Future of Smart Precision Farming Ecosystem,” SEED mengajak mahasiswa merancang berbagai solusi untuk mendukung pengembangan ekosistem pertanian presisi di Indonesia. Salah satu subtema yang diangkat adalah optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi, termasuk pada sektor perikanan yang mulai menjadi perhatian nasional sepanjang tahun 2026.

Sebagai luaran program, setiap peserta akan menyusun Innovation Canvas dan infografis yang mampu mengomunikasikan ide secara efektif kepada berbagai pemangku kepentingan. Seluruh karya akan melalui proses seleksi sebelum dipresentasikan pada tahap akhir.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan penjaringan peserta pada 27 Juli–10 Agustus 2026, diikuti pengumpulan ide pada 30 Juli–10 Agustus 2026. Tahap seleksi pertama akan dilaksanakan pada 10–14 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Pitching Session serta Grand Pitch and Awarding Ceremony yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik di Fakultas Pertanian UGM.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Pertanian UGM dan PT Petrokimia Gresik berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia. Program SEED juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir strategis, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung transformasi menuju ekosistem smart precision farming yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis tantangan (challenge-based learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang inovatif dan siap menghadapi kebutuhan industri, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan solusi berbasis teknologi dan inovasi untuk mendukung sektor pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui gagasan mengenai optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong inovasi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Author: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Tingkatkan Efisiensi dan Akuntabilitas Akademik, Fakultas Pertanian UGM Gelar Kegiatan Pengisian BKD Bersama

berita Thursday, 23 July 2026

Dalam upaya mengevaluasi dan meningkatkan kinerja akademisi serta menyamakan persepsi dalam penyusunan laporan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengisian Bersama Beban Kerja Dosen (BKD) pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid berpusat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM dan diakses secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan yang ditujukan bagi seluruh dosen aktif di lingkungan Faperta UGM ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Faperta UGM, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.. Dalam sambutan dan pemaparannya, Dr. Siti Ari Budhiyanti (Bu Sita) menekankan pentingnya pengisian BKD yang akuntabel dan tepat waktu sebagai sarana evaluasi berkala terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Setelah sesi pemaparan, agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta pendampingan teknis secara langsung. Tim Tenaga Kependidikan (Tendik) khususnya dari Bagian Akademik turut mendampingi secara intensif untuk membantu memberikan solusi atas berbagai pertanyaan maupun kendala teknis yang dihadapi para dosen selama proses pengisian.

Melalui pendampingan dan konsolidasi ini, diharapkan pengelolaan administrasi serta kinerja tenaga pendidik di Faperta UGM dapat semakin optimal, terintegrasi, dan berkesinambungan. Selain itu, kegiatan ini juga mempertegas komitmen Faperta UGM dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan sistem evaluasi dan pelaporan kinerja dosen untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dukungan terhadap produktivitas dan profesionalisme dosen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, c melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan sistem administrasi akademik yang terintegrasi, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penerapan tata kelola akademik yang akuntabel, transparan, dan didukung oleh pendampingan administratif yang efektif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ISILF 2026 Rumuskan Komitmen Strategis dan Pembentukan Working Group

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian forum dengan sesi peneguhan komitmen strategis dan pembentukan working group (WG). Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Dr. Elly Syafriani, S.P., dengan dua narasumber, yaitu Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P (UGM), Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), dan Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura) dalam agenda perumusan rekomendasi, kesepakatan bersama, serta penyusunan tindak lanjut pascaforum.

Dalam diskusi penutup, perwakilan dari BRIN menegaskan kesiapan lembaga riset nasional untuk menjadi mitra kolaborasi industri perbenihan. Narasumber dari Departemen Budidaya Pertanian UGM menambahkan bahwa fakultas telah rutin melakukan pelatihan dan pendidikan terkait perbenihan, serta membuka kesempatan riset kolaboratif dengan perusahaan, seperti yang pernah dilakukan dalam penyelesaian permasalahan varietas kelapa di Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa universitas dapat berperan langsung dalam menjawab kebutuhan industri.

Sementara itu, perwakilan dari UGM menekankan bahwa industri perlu membantu merumuskan kebutuhan yang dapat dijadikan dasar bagi kampus dalam menyusun program riset dan pendidikan. Forum juga menyepakati bahwa pada bulan Oktober mendatang akan diluncurkan Working Group R&D sebagai tindak lanjut dari diskusi hari ini. WG tersebut akan difasilitasi penuh oleh Departemen Budidaya Pertanian, dengan fokus pada kemitraan riset dan inovasi, serta pengembangan program jangka pendek maupun jangka panjang.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa pembentukan WG merupakan langkah strategis untuk merealisasikan hasil diskusi, memperkuat kolaborasi universitas–industri, dan memastikan keberlanjutan ekosistem riset perbenihan di Indonesia.

Rekomendasi dan komitmen yang dihasilkan dalam ISILF 2026 memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset dan pengembangan benih unggul melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan meningkatkan inovasi yang berkontribusi pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus menyelenggarakan pelatihan, pendidikan, dan riset kolaboratif mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Pembentukan tenaga profesional yang kompeten di sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri. Inisiatif pembentukan Working Group (WG) Research and Development (R&D) sebagai wadah kolaborasi riset dan inovasi menjadi implementasi nyata SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Lebih dari itu, sinergi yang dibangun antara universitas, industri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya merupakan wujud konkret SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghasilkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ISILF 2026 Bahas Model Pendidikan Pascasarjana untuk Profesional Industri Benih

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian diskusi dengan sesi strategis bertajuk Graduate Education for Industry Professionals pada 11 Juni 2026. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Enik Nurlaili Afifah, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan fokus pada model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri benih modern.  Narasumber sesi ini adalah Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P. (UGM), dan Ir. Mulyantoro, M.P., Ph.D. (PT BISI International Tbk).

Diskusi menegaskan bahwa industri benih membutuhkan sumber daya manusia berkelas dengan pendidikan pascasarjana yang fleksibel. Seorang narasumber dari industri menekankan bahwa keterbatasan waktu, lokasi, dan padatnya aktivitas pekerja industri menjadi tantangan nyata, sehingga model pendidikan harus adaptif, misalnya melalui sistem hybrid daring. Kolaborasi antara universitas dan perusahaan diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dan profesional, dengan supervisi bersama yang menjaga kerahasiaan data sekaligus menghasilkan riset yang relevan bagi industri.

Narasumber lain menambahkan bahwa pengalaman magang dan penelitian sejak jenjang S1 hingga S3 telah membuka ruang kolaborasi nyata, khususnya dalam menghadapi tantangan virus baru pada tanaman hortikultura. Program pascasarjana diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memecahkan masalah nyata yang dihadapi perusahaan.

Kesimpulan forum menekankan perlunya model pembelajaran pascasarjana yang fleksibel, berbasis komitmen, dukungan pimpinan, akses data, dan komunikasi yang intensif. Diskusi juga membuka peluang beasiswa khusus di bidang perbenihan melalui kerja sama antara UGM, pemerintah, dan asosiasi, sehingga dapat memperkuat ekosistem talenta jangka panjang bagi industri benih.

Forum ISILF 2026 memiliki relevansi yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pengembangan talenta di bidang pemuliaan tanaman dan industri benih berkontribusi terhadap SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, kolaboratif, serta berbasis kebutuhan industri mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang relevan dan berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat. Penguatan kompetensi profesional untuk menjawab kebutuhan industri juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kolaborasi riset yang berfokus pada penyelesaian permasalahan nyata industri, termasuk pemanfaatan hasil penelitian untuk inovasi sektor perbenihan, sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Upaya pengembangan riset untuk menghadapi tantangan penyakit tanaman serta memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan lingkungan juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Selain itu, kerja sama antara universitas, pemerintah, asosiasi, dan industri dalam penyelenggaraan pendidikan, supervisi riset, serta penyediaan beasiswa merupakan implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

UGM Perkuat Kemitraan Riset Universitas–Industri dalam ISILF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi riset antara universitas dan industri. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel pada 11 Juni 2026 ini dipandu oleh Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura), dengan menghadirkan narasumber Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., dan Dr. Azis Natawijaya, S.P., M.Si. (PT Bumitama Gunajaya Agro).

Diskusi menekankan bahwa kolaborasi riset tidak sekadar proyek penelitian, melainkan kerja bersama untuk memecahkan masalah nyata. Dr. Eka menegaskan kesiapan UGM dalam penelitian pemuliaan tanaman dan agronomi, dengan fasilitas yang memadai serta arah pengembangan yang berfokus pada produktivitas, ketahanan, dan keberlanjutan. Dr. Rizky menambahkan bahwa kolaborasi harus dibangun atas dasar komunikasi dan kepercayaan, sehingga universitas dapat membentuk talenta yang relevan dengan kebutuhan industri. Sementara itu, Dr. Azis menyoroti pentingnya efisiensi dalam kegiatan breeding melalui kerja sama genbank, agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan dari PT Sang Hyang Seri (SHS) menekankan perlunya dukungan universitas dalam pelepasan varietas dan pengelolaan genbank, mengingat SHS memiliki koleksi 1.500 plasma nutfah padi namun menghadapi kendala rejuvenasi akibat keterbatasan SDM dan pembiayaan. Menanggapi hal ini, Dr. Eka menyatakan kesediaan kampus untuk mendukung pengujian varietas, sementara Dr. Rizky menegaskan bahwa fasilitas pengujian di Departemen Budidaya Pertanian telah dibuka dan dapat diakses melalui laman Fakultas Pertanian UGM. Moderator menutup dengan penekanan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan kemitraan riset universitas–industri.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi riset harus menghasilkan manfaat nyata bagi industri sekaligus memperkuat kapasitas akademik universitas. Dengan sinergi yang berkelanjutan, UGM diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan riset perkebunan dan perbenihan yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Forum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset pemuliaan tanaman, pengembangan varietas unggul, serta pengelolaan sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan. Kolaborasi antara universitas dan industri dalam kegiatan penelitian, magang, serta pemanfaatan fasilitas pengujian mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya membangun talenta yang adaptif dan siap berkontribusi pada sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengembangan teknologi pemuliaan tanaman, penguatan sistem genbank, serta inovasi dalam penelitian varietas unggul menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Di samping itu, pengelolaan dan pelestarian plasma nutfah sebagai sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui konservasi keanekaragaman hayati pertanian dan pemanfaatan sumber daya genetik secara berkelanjutan. Kolaborasi yang erat antara Universitas Gadjah Mada, industri benih, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

1…7891011…34

BERITA FAKULTAS

  • Tim Citra Fakultas Pertanian UGM Perkuat Branding dan Promosi Fakultas Melalui Kunjungan Sekolah
    22/10/2026
  • Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern
    22/10/2026
  • Faperta UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro
    22/10/2026
  • Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21/10/2026
  • Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien
    21/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju