• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • page. 11
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Kemitraan Strategis: Fakultas Pertanian UGM dan ERIA Pimpin Evaluasi Pertanian Digital di Tanah Air

berita Thursday, 9 January 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang dipimpin oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., berkolaborasi dalam kegiatan kerjasama penelitian dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan dan tantangan digitalisasi dalam sektor pertanian dan sistem pangan di Indonesia, dengan judul “Benefits and Challenges of Digitalization in Agriculture and Food System for Enhanced Resilience and Improved Sustainability”.

Kegiatan ini dimulai dengan piloting questioner yang dilaksanakan pada 13-15 Desember 2024 di Kabupaten Kulonprogo, Bantul, dan Sleman. Kuesioner ini ditujukan kepada petani yang sudah menggunakan teknologi digital, guna mengumpulkan data mengenai pengalaman dan pandangan mereka terhadap digitalisasi dalam pertanian.

Siti Mustaqimatud Diyanah, sebagai research associate dari ERIA, menyatakan, “Kami ingin melihat bagaimana digitalisasi di sektor pertanian agar kami bisa memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat untuk ASEAN untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan agriculture value chain”. Hal ini menunjukkan komitmen program untuk tidak hanya berfokus pada Indonesia, tetapi juga ASEAN yang ditunjukkan dengan keterlibatan delapan negara lain di ASEAN.

Berdasarkan pernyataan di atas jelas bahwa program penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari digitalisasi, seperti peningkatan efisiensi produksi, akses informasi yang lebih baik bagi petani, serta pengurangan limbah dalam rantai pasokan pangan. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil, kebutuhan pelatihan bagi petani dalam menggunakan teknologi baru, dan biaya implementasi juga menjadi fokus analisis.

Kerjasama antara Faperta UGM dan ERIA diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana digitalisasi dapat diterapkan secara efektif dalam pertanian. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian di kawasan ASEAN secara keseluruhan. Bersamaan dengan program ini, mewujudkan kontribusi Faperta UGM dalam mencapai tujuan global SDGs Indonesia yaitu SDG 1: Menghapus Kemiskinan, SDG 2: Mengakhiri Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Bermutu, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Desi Utami

Peningkatan Kualitas Tepung MOCAF dan Produk Olahan di KWT Restu Ibu Maguwoharjo

berita Thursday, 9 January 2025

Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Restu Ibu, Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, berhasil meningkatkan kualitas tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan mengembangkan produk olahan berbahan baku MOCAF.

Kegiatan yang berlangsung selama delapan bulan, dari 17 April hingga 30 November 2024, melibatkan tim pengabdian dari Fakultas Pertanian UGM, yaitu Muhammad Saifur Rohman, SP, M.Si., M.Eng, Ph.D., Dr. Ir. Triyanto, M.Si., serta mahasiswa dari program studi Akuakultur, yaitu Nanang Kurnia Putra, Khoridatul Lutfiyah, Miftakhul Jannah, Devian Bilhaq Robby Muhammad, dan Matteo Abraham Kobe Susetyo.

Sebelumnya, pada tahun pertama KWT Restu Ibu telah berupaya memproduksi tepung MOCAF, namun hasil kadar serat kasar yang dihasilkan masih terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan standar SNI untuk tepung MOCAF sehingga memerlukan upaya perbaikan kualitas. Pada tahun kedua, program pengabdian berfokus pada kegiatan pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan untuk memperbaiki kualitas tepung MOCAF agar setara dengan produk komersial dari perusahaan besar. Hal ini dilakukan dengan menggunakan isolat bakteri Lactobacillus sp. serta perlakuan enzim selulase selama empat jam sebelum fermentasi.

“Kami sangat senang dengan hasil yang dicapai, terutama pada produk tepung MOCAF yang kini memiliki kualitas yang lebih baik dan siap bersaing di pasar. Bahkan tepung MOCAF yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku produk olahan seperti brownies MOCAF, onde-onde ketawa, dan stick MOCAF,” terang  M. Saifur Rohman, Ph.D., selaku ketua tim pengabdian masyarakat.

Program pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi KWT Restu Ibu, tetapi juga membuka peluang bagi kelompok tersebut untuk lebih kompetitif di pasar lokal, sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis bahan pangan lokal yang bernilai tambah tinggi.

Upaya ini selaras dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk mendukung tercapainya SDGs antara lain, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Tingkatkan Kesempatan Kerja, Faperta UGM Dukung Pengembangan Keterampilan Budidaya Ikan Hias dan Tanaman Hias di Dusun Kembang

berita Thursday, 9 January 2025

Tim Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kembang, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan generasi muda dalam budidaya ikan hias dan tanaman hias. Hal ini didukung dengan potensi besar Dusun Kembang dalam mengembangkan usaha perikanan dan pertanian.

“Melalui pengembangan keterampilan dalam budidaya ikan hias dan tanaman hias, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas dan membuka peluang kerja bagi generasi muda di Dusun Kembang, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal,” ujar Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., ketua tim pengabdian masyarakat ini.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Faperta UGM diantaranya, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D., Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D, Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., serta Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., Ph.D. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga turut melibatkan sejumlah mahasiswa yakni Qothrunnadaa Salsabiila, Seruni Salsabila Putri Basoeki, Hanifah Indah Ayu Lestari, Sinta Sekar Larasarti, Faiz Mahasin, Nanang Kurnia Putra, Hanafi Wikan Anindita, Hafinda Niantama, serta Atika Hanun Rahardianti

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan mereka dalam pelatihan yang diberikan. Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya ikan hias dan tanaman hortikultura. Kedepannya, masyarakat diharapkan dapat membentuk kelompok usaha yang mengelola budidaya ini secara berkelanjutan, serta membuat showroom untuk memasarkan hasil produksi.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDGs, seperti SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Faperta UGM Dukung Pemberdayaan Petani Lokal Melalui Kolaborasi Multisektoral

berita Wednesday, 8 January 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan petani lokal. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Indomaret, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, serta Petani Milenial Sleman untuk meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Wilayah melalui Budidaya Pepaya California. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut digelar pada Selasa, 7 Januari 2024, di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6, Fakultas Pertanian UGM.

Penandatangan PKS ini juga dihadiri oleh Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.(Dekan Fakultas Pertanian UGM),  Ir. Suparmono, M.M. (Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman), Liem Astuti, S.P., M.Si. (Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian), Feki Oktavianus (Microeconomics Executive Director Indomaret), Purwanto Wahyudi (Marketing Microeconomics Project Executive Indomaret), perwakilan Kelompok Petani Millenial Sleman, dan Tim Ahli Faperta UGM.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat sektor pertanian lokal.

“Kami bahagia dan bangga dapat berkolaborasi dengan Indomaret, Dinas Pertanian Sleman, serta Petani Milenial Sleman untuk memulai program budidaya Pepaya California ini. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, mencukupi kebutuhan pepaya berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” ujar Dekan Faperta UGM, Dr. Jaka.

Menyambut positif program ini, Feki Oktavianus selaku Microeconomics Executive Director Indomaret, menyampaikan dukungannya dengan menyatakan bahwa kerja sama ini memiliki potensi yang baik dan momentum strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi di wilayah Sleman. Ia juga menekankan bahwa program ini diharapkan dapat memberdayakan petani, meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani, serta membantu mengurangi angka pengangguran.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, M.M., menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kali kedua antara pemerintah, Faperta UGM, dan Indomaret untuk pemberdayaan petani. Sebelumnya, pada 2024, kerja sama serupa telah terlaksana dengan program budidaya semangka tanpa biji di Kabupaten Sleman. Hasil dari program tersebut menunjukkan kemajuan positif dan masih berlangsung hingga kini.

Dalam acara ini, juga turut dipaparkan perkembangan program pemberdayaan semangka selama setahun terakhir. Selain itu, tim Faperta UGM juga mempresentasikan hasil studi kelayakan terkait pemberdayaan Pepaya California yang diwakili oleh Doddy Kastono, S.P., M.Sc.

Puncak acara adalah penandatanganan PKS yang diikuti oleh sesi foto bersama seluruh pihak terkait, termasuk perwakilan dari Faperta UGM, Indomaret, DP3 Sleman, dan Petani Milenial Sleman. Dengan penandatanganan PKS ini, diharapkan dapat membuka pintu bagi program-program pemberdayaan ekonomi lainnya yang berfokus pada sektor pertanian dan meningkatkan sinergi antara petani, pemerintah, akademisi, dan sektor bisnis.

“Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut, bahkan mencakup komoditas lain di masa mendatang, menciptakan simbiosis mutualisme antara seluruh pemangku kepentingan” tambah Ardhi Prasetyo selaku Direktur Petani Milenial.

Kegiatan PKS ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Faperta UGM Berdayakan Petani Sumba Barat Daya dalam Antisipasi Ledakan Hama Belalang Kembara

berita Friday, 3 January 2025

Tim Fakultas Pertanian UGM melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Petani Sumba Barat Daya dalam Antisipasi Ledakan Hama Belalang Kembara Melalui Pemanfaatan Belalang.” Program ini merupakan respons terhadap insiden ledakan hama belalang kembara (Locusta migratoria manilensis) yang melanda wilayah Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada tahun 2023. PKM ini bertujuan memberikan solusi berbasis penyuluhan kepada para petani untuk mengantisipasi dan menangani hama belalang kembara.

Kegiatan yang berlangsung selama 10 bulan ini dimulai pada 29 Februari 2024 hingga 9 Desember 2024. Program ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Fransiscus Xaverius Wagiman, S.U. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, dengan anggota tim Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, serta Ines Citra Risqika, mahasiswa Prodi PKP. Penyuluhan dilaksanakan pada Juli 2024 di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya dan dihadiri oleh perwakilan Kelompok Tani, Tokoh Petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Dalam penyuluhan, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai strategi penanganan hama belalang kembara, termasuk teknik penangkapan dan pemanfaatan belalang sebagai alternatif sumber daya. Meski pada saat itu ledakan belalang kembara telah reda, penyuluhan ini menjadi bekal bagi petani untuk menghadapi potensi serangan di masa depan.

Program ini didukung penuh oleh Fakultas Pertanian UGM melalui hibah PkM dan kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya. Dengan dukungan pendanaan dan fasilitas tempat penyuluhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Diharapkan, penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi petani dalam mengantisipasi serta mengelola serangan hama belalang secara berkelanjutan. Hal ini sekaligus menunjukan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai SDGs diantaranya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM Dorong Pemberdayaan Berbasis Agroekonomi Lokal di Paguyuban Luhur Jiwo Sleman

berita Tuesday, 31 December 2024

Paguyuban Luhur Jiwo di Kabupaten Sleman menjadi perhatian program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis agroekonomi lokal. Kegiatan ini digagas oleh tim dosen Fakultas Pertanian UGM, yakni Mesalia Kriska, S.P., M.Sc., Dyah Woro Untari, S.P., M.Sc., dan Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D., bersama mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh bulan, dari 29 Februari hingga 9 Desember 2024 ini berfokus pada pengolahan hasil pertanian lokal, seperti jahe dan tanaman obat, menjadi produk bernilai tambah.

“Kami melihat potensi besar dalam memanfaatkan tanaman jahe yang ditanam sendiri oleh masyarakat untuk diolah menjadi sirup atau ekstrak. Selain itu, tanaman obat juga bisa menjadi bahan baku produk kesehatan yang bernilai ekonomis,” ujar Mesalia Kriska, Ketua Tim PKM.

Mayoritas anggota Paguyuban Luhur Jiwo berasal dari keluarga prasejahtera, tetapi memiliki sumber daya alam berupa kebun tanaman obat dan lahan bengkok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, para anggota dilatih untuk mengolah hasil kebun mereka, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam pemasaran dan kewirausahaan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan pelatihan pengolahan produk, diskusi kelompok, dan pendampingan intensif untuk memastikan keberlanjutan usaha.

“Kami berharap, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi juga membangun kemandirian ekonomi Paguyuban Luhur Jiwo dalam jangka panjang,” tambah Mesalia.

Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan potensi lokal, program ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan upaya Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai tujuan SDGs antara lain, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal, Fakultas Pertanian Olah Limbah Usaha Ternak Menjadi Baglog Jamur

berita Tuesday, 31 December 2024

Pemanfaatan limbah usaha tani dari kandang kolektif kelompok ternak di Dusun Sorogedug Lor kini tengah dioptimalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), yaitu Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc., dan Angga Prasetya, S.P., M.Sc. Program ini juga melibatkan mahasiswa Faperta UGM, di antaranya Ihsan Muhammad Purnomo, Eka Putra Warsita, Adzkia Tsabita Muhammad, Fauzi Akbar Dyanendra, Prasantya Syukranni, Endrima Yuliana Mawar, serta Safitri.

Kegiatan PKM ini berlangsung selama delapan bulan, mulai 17 April hingga 25 November 2024. Tujuan utamanya adalah meningkatkan ekonomi lokal melalui budidaya jamur tiram berbasis eco bio-production. Dengan pendekatan ini, limbah ternak diolah menjadi baglog atau media tumbuh jamur yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

“Budidaya jamur memerlukan perlakuan khusus untuk mencapai produktivitas optimal. Dengan mengolah limbah ternak menjadi baglog atau media tumbuh jamur, kami ingin membantu masyarakat meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang tersedia,” ujar Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc., selaku ketua tim PKM.

Kegiatan ini tidak hanya mencakup budidaya jamur, tetapi juga pelatihan pengolahan produk turunan dan pemasaran. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penerapan smart farming, yang memungkinkan petani mengelola budidaya secara efisien dan berkelanjutan. PKM ini juga menekankan pentingnya memahami pakan ternak dan pH tanah, yang menjadi faktor pendukung utama dalam meningkatkan hasil pertanian dan peternakan.

“Kami percaya bahwa dengan pendekatan holistik, masyarakat bisa lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola usaha tani mereka,” tambah Nasir.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui berbagai metode. Pada tahap awal tim pengabdian Faperta UGM melakukan survei lapangan untuk dapat mengidentifikasi potensi desa mitra. Setelah potensi tersebut terpetakan, tim kemudian mengadakan penyuluhan interaktif, focus group discussion (FGD), pelatihan partisipatif melalui demonstrasi cara, hingga melakukan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program.

Hasilnya, masyarakat Dusun Sorogedug Lor mulai memahami pentingnya mengelola limbah ternak dan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari produk jamur. Pelatihan ini juga diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Penerapan Probiotik dalam Budidaya Udang Tambak di Pesisir Purworejo: Meningkatkan Kualitas dan Keberlanjutan Produksi Udang

berita Wednesday, 25 December 2024

Tim Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Penerapan Probiotik dalam Air Budidaya Udang Tambak pada Lahan Pasir di Pesisir Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tambak dalam mengelola kualitas air serta meningkatkan hasil budidaya udang dengan menggunakan probiotik yang ramah lingkungan.

Tim pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P., dan terdiri dari para dosen Fakultas Pertanian UGM, yaitu Prof. Dr. Ir. Rustadi, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si., Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Rudi Hari Murti, S.P., M.P., Dr. Senny Helmiaty, S.Pi., M.Sc., Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dan Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si. Kegiatan ini telah berlangsung selama 8 bulan, dari April hingga November 2024.

Pemilihan lokasi di Kabupaten Purworejo tidak lepas dari berkembangnya budidaya tambak udang yang telah lama menjadi komoditas utama di pesisir.

Bambang Triyatmo, ketua tim, menjelaskan, “Di Kabupaten Purworejo, budidaya tambak udang vaname telah berkembang secara luas di sepanjang pesisir (sekitar 20 km), dengan jumlah petak tambak mencapai 800-1000 petak dan melibatkan sekitar 500 petambak.”

Sebagai bagian dari pengabdian ini, kegiatan yang dilaksanakan meliputi sarasehan, kunjungan lapangan, serta penerapan probiotik dalam budidaya udang tambak. Selain itu, tim juga memantau kualitas air tambak secara rutin untuk memastikan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan udang.

Peserta kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pengusaha, teknisi, dan masyarakat yang berhubungan langsung dengan budidaya tambak.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tambak mengenai penerapan probiotik dalam air budidaya udang, serta meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip budidaya tambak yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, baik secara nasional maupun internasional.

Dengan penerapan probiotik, diharapkan kualitas air tambak akan lebih terjaga, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta mendukung produksi udang yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, keterampilan dalam budidaya tambak yang baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petambak di Kabupaten Purworejo.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Kehidupan di Bawah Air, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

Pendampingan Peningkatan Produksi dan Implementasi Manajemen Finansial Digital Petani Sayuran Organik di Kecamatan Ngablak, Magelang

berita Wednesday, 25 December 2024

Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan program pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan implementasi manajemen finansial digital bagi petani sayuran organik di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Program ini dijalankan dalam rangka mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan efisien, serta membantu petani mengelola hasil pertanian mereka dengan lebih profesional.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., bersama tim yang terdiri dari Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc., Andi Syahid Muttaqin, Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D., serta sejumlah mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam pendampingan ini. Program ini akan berlangsung selama sepuluh bulan, mulai 29 Februari hingga 9 Desember 2024.

Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas tanah di lahan petani sayuran organik, mengoptimalkan budidaya sayuran organik, dan yang tidak kalah pentingnya, mengimplementasikan manajemen finansial digital untuk petani.

“Di Kecamatan Ngablak, yang dikenal dengan komoditas sayuran organiknya, para petani akan diberdayakan dengan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dalam bertani, sekaligus mendukung pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan terorganisir,” terang Hani.

Selama pelaksanaan program, tim pengabdian akan memberikan berbagai dukungan, mulai dari bahan dan alat yang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas tanah dan optimasi budidaya sayuran, hingga penyuluhan terkait manajemen finansial digital. Melalui program ini, petani diharapkan dapat mengelola usaha tani mereka dengan lebih baik, baik dari segi produksi maupun keuangan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan mereka.

Program ini tidak hanya akan menghasilkan peningkatan produksi sayuran organik, tetapi juga laporan akhir, rekomendasi kebijakan (Policy Brief), serta dua rilis berita terkait kegiatan pengabdian masyarakat ini. Rilis berita ini akan memberikan gambaran kepada masyarakat luas mengenai dampak positif dari penerapan manajemen finansial digital dalam sektor pertanian, serta pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Program ini juga sejalan dengan beberapa tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM dan Iwate University Jajaki Kerja Sama Internasional

berita Wednesday, 4 December 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) baru-baru ini menerima kunjungan perwakilan dari The United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS), Iwate University, Jepang pada Kamis, 28 November 2024. Kunjungan ini sekaligus menjadi peluang kerja sama internasional di bidang penelitian dan pendidikan.

Pertemuan ini dihadiri oleh dua perwakilan Iwate University yakni oleh Prof. Harashina Koji selaku Associate Dean UGAS, dan Aikawa Kazunori selaku staf akademik UGAS. Sementara itu, pihak Fakultas Pertanian UGM diwakili oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama; Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr. selaku Kepala Departemen Ilmu Tanah; serta Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., selaku dosen UGM sekaligus alumni program doktoral UGAS.

Diskusi berlangsung hangat dengan agenda utama membahas peluang kerja sama strategis di bidang penelitian, pertukaran mahasiswa dan staf, serta program double degree. Kedua universitas berencana menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi ini. MoU tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperluas jaringan akademik lintas negara dan meningkatkan kualitas penelitian bersama di bidang pertanian.  Selain kunjungan, juga dilakukan wawancara dengan Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., alumni program doktoral UGAS, Iwate University, yang kini menjadi dosen di Fakultas Pertanian UGM.

Melalui kunjungan ini, Fakultas Pertanian UGM dan Iwate University menunjukkan komitmen mereka untuk berkolaborasi di tingkat internasional. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata bagi kedua Fakultas Pertanian untuk terus menghasilkan lulusan berkualitas. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

1…910111213…15

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Bank Raya Indonesia Tbk
    20/01/2026
  • Lowongan – PT Bisi International Tbk
    20/01/2026
  • Momentum Kebersamaan: Serah Terima Pengurus Kagama Pertanian Periode 2025-2029
    19/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Laksanakan Pengisian Bersama Beban Kerja Dosen: Upaya Mendukung Tri Dharma
    15/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Guru Besar Baru dalam Bidang Mikrobiologi Terapan
    13/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju