• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • page. 2
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tim Faperta UGM Berdayakan Petani Desa Binangun untuk Optimalkan Potensi Pertanian Lokal

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian UGM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Petani dan Optimalisasi Potensi Pertanian di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo” pada Agustus hingga Oktober 2025. Kegiatan ini melibatkan 30 petani setempat dan berfokus pada peningkatan kapasitas budidaya cabai serta pemanfaatan potensi pertanian lokal melalui pendekatan pemberdayaan dan transfer pengetahuan.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa yang terdiri atas Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. dan Agung Dian Kharisma, Ph.D. dari Departemen Mikrobiologi Pertanian, serta beberapa mahasiswa dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Kegiatan utama program ini mencakup penyuluhan teknis budidaya cabai, mulai dari pengelolaan lahan, pemilihan varietas unggul, pengendalian hama dan penyakit, hingga praktik pemeliharaan tanaman yang berkelanjutan. Materi disusun berdasarkan kebutuhan petani di Desa Binangun yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura, khususnya cabai.

Selain penyuluhan teknis, tim pengabdian memberikan pelatihan pembuatan pupuk hayati berbasis Bacillus spp.. Pelatihan ini bertujuan menyediakan alternatif input pertanian yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan dapat diproduksi secara mandiri oleh petani. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus meningkatkan kesehatan tanah dalam jangka panjang.

Pendampingan dilakukan secara intensif pada dua aspek, yaitu On Farm (manajemen nutrisi, identifikasi dan penanganan masalah budidaya) dan Off Farm (penanganan pascapanen, identifikasi peluang pemasaran, penguatan jejaring usaha tani). Pendekatan ini memastikan bahwa petani tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis budidaya cabai, keterampilan petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan, serta munculnya inisiatif kolektif untuk menerapkan pupuk hayati dalam praktik pertanian sehari-hari. Program ini turut memperkuat kapasitas lokal dan mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Desa Binangun secara berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas,  SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Kolaborasi Akademik-Industri: Faperta UGM dan CV Sentral Yanmar Prambanan Percepat Adopsi Teknologi Mekanis melalui Pelatihan Online Lentera DESA

berita Tuesday, 23 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin kolaborasi strategis dengan CV Sentral Yanmar Prambanan dalam program pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama ini ditandai dengan hibah mesin cultivator dan earth auger yang langsung dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas petani dalam praktik pertanian berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Faperta UGM mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke lapangan, sejalan dengan visi pembangunan nasional.

Alat-alat tersebut diintegrasikan ke dalam kelas pelatihan online gratis melalui website Lentera DESA, yang dapat diakses petani di mana saja dan kapan saja via website lenteradesa.id. Dua kelas utama dirancang secara komprehensif untuk memaksimalkan pemanfaatan hibah ini. Kelas pertama, “Pemanfautan Mini Cultivator STIHL BC230 untuk Kesehatan Tanah dan Pertanian Berkelanjutan”, membahas teknik pengolahan tanah yang optimal, meningkatkan aerasi, struktur tanah, dan kesuburan mikroba tanpa merusak ekosistem. Kelas kedua, “Teknologi Mekanis dalam Pengelolaan Biopori dan Kesehatan Tanah: Aplikasi Earth Auger STIHL BT230”, fokus pada pembuatan lubang biopori efisien untuk infiltrasi air, pengurangan genangan, dan pengelolaan limbah organik—semua mendukung pertanian ramah lingkungan.

Kolaborasi ini tidak hanya menyediakan alat fisik, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran digital yang inklusif. Petani dari berbagai daerah dapat mengikuti modul video interaktif, simulasi penggunaan alat, serta materi pendukung seperti panduan perawatan dan analisis dampak lingkungan. Akses gratis ini memecah hambatan geografis dan ekonomi, memungkinkan petani kecil hingga menengah mengadopsi mekanisasi modern dengan cepat dan efektif.

Program ini menegaskan komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Lentera DESA

Kontribusi Faperta UGM melalui Lentera DESA: Mendorong Mekanisasi dan Digitalisasi Komoditas Tembakau

berita Tuesday, 23 December 2025

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah sukses menyelenggarakan “Pelatihan Mekanisasi Modernisasi dan Digitalisasi untuk Komoditas Tembakau” dengan menggandeng Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sebagai narasumber. Kegiatan ini digelar dalam rangka Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Pertanian dan Perkebunan melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah, dengan total lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga Angkatan pelatihan, mulai dari 20 Oktober hingga 6 November 2025. Peserta yang hadir mencakup siswa SMK pertanian, petani milenial, pelaku usaha, hingga petani senior. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dari beragam latar belakang.

“Walaupun pesertanya dari kalangan yang berbeda-beda, namun ternyata antusiasme mereka sama-sama tinggi. Bahkan petani senior juga tidak kalah motivasinya untuk mempelajari digitalisasi untuk mendukung aktivitas pertanian mereka”, ujar salah satu trainer Lentera DESA.

Lentera DESA, platform pelatihan pertanian digital dari Desa Apps Faperta UGM, berkesempatan memaparkan informasi menarik seputar digitalisasi pertanian yang relevan bagi petani tembakau, mencakup pencarian informasi terkini melalui platform Lentera DESA; pemanfaatan smart IoT sederhana menggunakan smart plug dan google assistant; kelas pelatihan online gratis di platform Lentera DESA yang bisa diakses kapan saja; serta fitur pencatatan usaha tani digital melalui Buku Tani Lentera DESA yang memudahkan pencatatan biaya benih, pupuk, hasil panen beserta analisis keuangan otomatis untuk mempermudah pelaporan dan evaluasi hasil pertanian.

Kegiatan dikemas secara menarik dengan games dan ice breaking, sehingga materi teknis terasa ringan dan mudah dipahami. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi petani tembakau untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan melalui mekanisasi dan digitalisasi.

Kolaborasi antara Faperta UGM dan pemerintah diharapkan mampu memperat implementasi Faperta UGM dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pada pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya pada SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Lentera DESA

Dua Tim Patriot Fakultas Pertanian UGM Raih Juara Video Pendek Terbaik di Penutupan Ekspedisi Patriot 2025

beritaPrestasi Tuesday, 23 December 2025

Rangkaian kegiatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025 resmi ditutup dengan penyelenggaraan Lomba Video Pendek. Seluruh tim telah menyelesaikan tugasnya di lapangan, dan sebagai penutup, kreativitas mahasiswa ditampilkan melalui karya video yang merefleksikan pengalaman mereka mendampingi masyarakat transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot merupakan program kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan perguruan tinggi, termasuk UGM, yang melibatkan mahasiswa dan dosen untuk terjun langsung ke kawasan transmigrasi. Tim ini bertugas melakukan pendampingan masyarakat, pemetaan potensi lokal, serta merancang strategi pemberdayaan ekonomi. Melalui TEP, kampus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab persoalan di lapangan sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah transmigrasi.

Dalam acara puncak, dua tim dari Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih penghargaan utama:

  • Juara 1 Video Pendek Terbaik, diterima oleh perwakilan tim, yaitu Yayan Restyandi.
  • Juara 2 Video Pendek Terbaik, diterima oleh perwakilan tim, yaitu Nafeny Nirmalasiwi.

Kedua tim tersebut berada di bawah bimbingan dari Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) dan Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. (Dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H., M.A., bersama Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., pada Jumat, 19 Desember 2025.

Lomba video pendek ini menjadi simbol penutup perjalanan TEP UGM 2025 sekaligus momentum apresiasi atas dedikasi mahasiswa dan dosen dalam mendukung agenda nasional transmigrasi. Prestasi yang diraih mahasiswa Fakultas Pertanian menegaskan peran kampus sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Capaian Tim Ekspedisi Patriot UGM 2025 juga selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Dari Praktikum ke Panggung Karya: PKP UGM Gelar Ajang Apresiasi Kreativitas Mahasiswa melalui Gelar Karya Praktikum 2025

berita Friday, 19 December 2025

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM)  menggelar Gelar Karya Praktikum PKP 2025 pada Jumat, 12 Desember 2025 di Auditorium Hardjono Danoesastro, Faperta UGM. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi seluruh karya mahasiswa dari tiga praktikum, yaitu Audio Video Pertanian (Audvid), Manajemen Penyiaran, dan Manajemen Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (MPKP). Acara dihadiri oleh dosen, asisten praktikum, serta seluruh mahasiswa PKP.

Gelar karya tahun ini dirancang sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mahasiswa selama satu semester, sekaligus mendorong penguatan kompetensi komunikasi pertanian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam sambutannya, Karina Nisa, selaku Koordinator Korps Asisten PKP 2025, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya gelar karya tahun ini.

“Puji syukur, akhirnya Gelar Karya bisa dilaksanakan dengan hasil yang luar biasa. Tahun ini dirancang untuk memberikan apresiasi atas kerja keras teman-teman. Ada tiga praktikum yang terlibat: Audvid, Penyiaran, dan MPKP,” ujarnya.

Dr.agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih, Kepala Laboratorium PKP, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menginisiasi kegiatan ini.

“Terima kasih sudah menginisiasi kegiatan ini. Tidak menutup kemungkinan praktikum lain juga bisa mengadakan acara seperti ini. Semoga bisa menginspirasi sehingga dampaknya tidak hanya internal PKP, tetapi juga eksternal,” ungkapnya.

Beliau juga mendorong agar karya-karya mahasiswa dapat dipublikasikan lebih luas melalui media sosial sebagai bentuk kontribusi PKP dalam menyebarkan inspirasi dan pengetahuan kepada masyarakat.

Ketua Program Studi PKP, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar karya bukan sekadar pameran hasil praktikum, tetapi juga representasi kompetensi mahasiswa dalam menangkap isu sosial dan menerjemahkannya ke dalam karya komunikasi.

“Gelar karya tidak hanya sekadar unjuk karya atau exhibition, tetapi juga berkaitan dengan kompetensi teman-teman tentang bagaimana isu sosial ditangkap dalam sebuah karya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, dosen, dan asisten praktikum yang berperan dalam penyelenggaraan gelar karya ini. “Ini menjadi bagian penting dari bagaimana mahasiswa mengekspresikan hasil karya sebagai bekal di dunia kerja.”

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah penayangan perdana film “Sepotong Kue”, karya mahasiswa Praktikum Audio Video Pertanian. Film ini disutradarai oleh Zakia Muslicha (PKP Angkatan 2024), yang mengaku bahwa proses produksi memberikan pengalaman berharga bagi seluruh tim.

“Awalnya kami pikir hanya sekedar membuat film untuk praktikum. Lama-kelamaan terasa seperti proyek beneran. Mulai dari pra-produksi, kami sudah merasakan bahwa ini proyek yang cukup besar bagi kami,” ungkap Zakia.

Selain penayangan film, acara juga menghadirkan pengumuman kategori karya praktikum terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi mahasiswa. Penghargaan diberikan kepada karya terbaik dari berbagai kategori berikut:

  • Kategori Naskah

Naskah Terbaik Feature: Kelompok 1

Naskah Terbaik Talkshow: Kelompok 4

Naskah Terbaik Solo Podcast: Faradila Anggraini

  • Kategori Produksi

Best Production Feature: Kelompok 2

Best Talkshow Production: Kelompok 3

Best Production Solo Podcast: Kynan Al Hazmi

  • Kategori Desain Komunikasi

Poster Terkreatif: Deandra Julie

Leaflet Terinformatif: Dian Cahya

Folder Teredukatif: Alya Dzakira Riyandi

Folder Terbaik Kelas Internasional: Yusuke Fuji

  • Kategori Audio Visual

Straight News Terinformatif: Kelompok 7

Talkshow Terinspiratif: Kelompok 3

Feature Terkreatif: Kelompok 2

  • Kategori MPKP Audio Video

Best Group (International Class): The Group of International Class

Melalui Gelar Karya Praktikum PKP 2025, Program Studi PKP berharap mahasiswa semakin percaya diri dalam berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan kompetensi komunikasi pertanian yang relevan dengan tantangan masa depan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PKP dalam menciptakan ruang belajar yang kreatif, inklusif, dan berdampak.

Penyelenggaraan Gelar Karya Praktikum PKP 2025 tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga berkontribusi pada beberapa capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Bincang Desa (BISA) #54: Inovasi Smart Eco-Bioproduction dan Teknologi STIHL untuk Petani Mandiri Lestari

berita Friday, 19 December 2025

Smart Eco-Bioproduction dan teknologi mekanisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara presisi, dengan efisiensi sumber daya yang bijak sambil menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan petani. Bincang Desa (BISA) #54 bertajuk “Smart Eco-Bioproduction dan Teknologi Mekanisasi STIHL: Menuju Pertanian Modern yang Ramah Lingkungan” sukses diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 10.00-12.00 WIB melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung Agricia Channel. Antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi mencerminkan semangat kolaboratif komunitas pertanian kita.

Dua narasumber terhormat hadir berbagi wawasan mendalam. Dr. Eng. Ansita Gupitakingkin Pradipta, S.T., M.Eng., IPM (Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM), memaparkan Smart Eco-Bioproduction sebagai pendekatan bioteknologi berkelanjutan yang mengoptimalkan input pertanian, meminimalkan limbah, dan memperkaya kesuburan tanah—sebuah langkah hangat menuju masa depan agraria yang lebih hijau.

Sementara itu, CV Sentral Yanmar Prambanan memperkenalkan teknologi mekanisasi STIHL yang inovatif, seperti cultivator untuk pengolahan tanah presisi, earth auger untuk penanaman cepat dan dalam, alat potong serta pemangkas modern yang ringan, hingga dukungan alat canggih seperti combine harvester dan transplanter—semua dirancang efisien untuk mengurangi beban kerja petani sambil mendukung praktik ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Pelaksanaan Bincang Desa #54 ini merupakan kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan CV Sentral Yanmar Prambanan, sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam memajukan pertanian berkelanjutan. Kemitraan ini tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun jembatan antara akademisi dan pelaku usaha untuk memberdayakan petani di tingkat grassroots, menciptakan dampak langsung yang hangat dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.

Melalui kegiatan Bincang Desa (BISA) #54 ini juga menggambarkan bagaimana dukungan Fakultas Pertanian UGM dalam SGDs, diantara yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Agricia Channel

Bincang Desa (BISA) #53 Sukses Gelar Diskusi Optimalisasi Pekarangan untuk Pangan Mandiri Lestari

berita Friday, 19 December 2025

Di tengah isu alih fungsi lahan yang semakin massive, halaman rumah ternyata menyimpan peluang perubahan yang luar biasa: lahan pekarangan yang bisa menjadi lumbung hidup keluarga. Acara Bincang Desa (BISA) #53 bertajuk “Dukung Pangan Mandiri Lestari: Optimalisasi Lahan Pekarangan dengan Agronomi Cerdas” sukses menyapa hati ratusan peserta secara daring pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 10.00-12.00 WIB. Melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube Agricia Channel, antusiasme petani, penyuluh, mahasiswa, dan masyarakat luas menambah hangatnya diskusi pada sesi Bincang Desa #53.

Dua narasumber hadir membawa cerita nyata dari ladang ilmu dan pengalaman. Beliau adalah Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dosen di Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang berbagi strategi agronomi cerdas untuk memaksimalkan lahan pekarangan sempit serta YOSO Farm, pelaku pertanian terpadu yang menyajikan pengalaman praktis dalam mengintegrasikan tanaman pangan, sayur, dan herbal di pekarangan rumah tangga.

Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dengan penuh semangat mengajak kita melihat pekarangan bukan sebagai sisa tanah, melainkan ekosistem potensial seluas 10,3 juta hektar di Indonesia—penyelamat gizi keluarga dan penjaga alam. Beliau berbagi tips agronomi cerdas: irigasi tetes yang hemat air, diversifikasi tanaman, biochar dari sisa panen, pupuk slow release, hingga sensor tanah pintar yang menjaga tanah tetap subur dan indah.​

Sementara YOSO Farm, berbagi pengalaman integrated farming seperti simfoni alam: pertanian, peternakan, perikanan, dan limbah. Peran kolaborasi dari maggot BSF (black soldier fly) mengubah sampah jadi pakan ayam dan lele, kompos Lazyman menghidupkan limbah organik, kandang KASTARI (Kandang Ayam Lestari) memberi ruang ayam bergerak bebas, serta kebun pangan mandiri dengan tanaman semusim, tahunan, hingga jamur.

Tidak hanya memberikan kisah inspiratif, harapannya melalui kegiatan Bincang Desa ini petani dan masyarakat luas mendapatkan kesempatan dalam memperoleh akses pengetahuan dari para akademisi Faperta UGM dan praktisi secara langsung. Kegiatan Webinar Bincang Desa ini sekaligus menjadi salah satu wujud Fakultas Pertanian UGM dalam implementasi tujuan SDGs, antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Agricia Channel

Kemenko Pangan Gelar FGD Finalisasi Roadmap Literasi Digital SDM Pertanian, Tim Fakultas Pertanian UGM Menjadi Pemapar Utama

berita Friday, 19 December 2025

Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Penyusunan Roadmap Peningkatan Kapasitas Literasi Digital Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025, di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari proses penyusunan roadmap yang sebelumnya telah melalui beberapa tahap diskusi dan pengumpulan data.

FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga strategis, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi Digital, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Pangan Nasional. Kehadiran lintas kementerian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital SDM pertanian dipandang sebagai isu nasional yang memerlukan kolaborasi multipihak.

Dalam kegiatan ini, Tim Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang dipimpin oleh Alia Bihrajihant Raya, S.P., S.P., Ph.D., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian menjadi pemapar utama roadmap. Tim tersebut menjelaskan bahwa penyusunan roadmap dilakukan melalui serangkaian proses yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Tahap pertama berupa FGD dengan pemerintah pusat, kementerian terkait, serta pemerintah daerah seperti Dinas Pertanian, Diskominfo, pelaku UMKM, dan penyuluh pertanian. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan survei yang ditujukan kepada penyuluh pertanian dan pelaku usaha. Hasil dari FGD dan survei tersebut kemudian diolah menjadi dasar penyusunan roadmap sesuai kerangka kerja yang telah disepakati bersama.

Penyusunan roadmap ini dinilai memberikan kontribusi terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Roadmap ini mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Menata Harapan di Sagea Waleh: Tim Patriot Faperta UGM Dorong Penguatan Kawasan Transmigrasi

berita Friday, 19 December 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Transmigrasi kembali memperkuat komitmen pemerataan pembangunan melalui program Ekspedisi Patriot. Tahun ini, Fakultas Pertanian (Faperta) UGM mengirimkan delapan tim peneliti muda ke berbagai kawasan transmigrasi, salah satunya ke Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, untuk melaksanakan Output 1: Rekomendasi Evaluasi Kawasan.

Selama empat bulan (12 Agustus – 12 Desember 2025), Tim Output 1 Sagea Waleh melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan di tiga Satuan Permukiman (SP1, SP2, dan SP3). Evaluasi ini memberikan gambaran terkini mengenai tantangan dan peluang pengembangan kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik strategis pemerataan pembangunan di Halmahera Tengah.

Ketua tim, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. sekaligus dosen di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM menjelaskan bahwa Sagea Waleh memiliki potensi besar untuk berkembang. Lahan pertanian yang luas, komoditas unggulan seperti cabai, tomat, pala, dan kelapa, serta modal sosial antara transmigran, masyarakat lokal, dan pendatang menjadi modal penting. Para transmigran yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah sekitar juga menunjukkan adaptasi sosial yang kuat. Melalui Ekspedisi Patriot, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara lebih terstruktur melalui riset yang dilakukan tim.

Dari sisi ekologi, Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D. dosen dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM dan Asti Putri Meilina (peneliti infrastruktur dasar) menemukan sejumlah tantangan, seperti banjir musiman, penurunan kualitas air, serta potensi longsor di beberapa titik. Infrastruktur dasar, mulai dari jalan, irigasi, air bersih, hingga layanan pendidikan dan kesehatan, masih belum merata dan sebagian tidak berfungsi optimal. Meski demikian, tutupan lahan yang masih luas, potensi kehutanan, dan pola iklim yang relatif stabil membuka peluang pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekowisata.

Dari aspek sosial, Siti Mei Indasari mencatat bahwa masyarakat Sagea Waleh memiliki modal sosial yang kuat. Tradisi gotong royong, kegiatan keagamaan, dan peran aktif pemerintah desa menjadi fondasi penting pembangunan. Namun, beberapa kelembagaan seperti PKK dan karang taruna masih perlu diperkuat agar dapat berperan lebih aktif dalam pengembangan kawasan.

Secara ekonomi, mayoritas warga bekerja sebagai petani dengan komoditas beragam. Tantangan utama terletak pada produktivitas yang belum optimal akibat keterbatasan irigasi, akses jalan, pupuk, permodalan, dan pendampingan teknis. Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si., dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta UGM, menambahkan bahwa meski kawasan relatif aman dari ledakan hama, rantai nilai hortikultura masih lemah. Minimnya pengolahan pascapanen membuat harga komoditas fluktuatif dan posisi tawar petani rendah.

Melalui Focus Group Discussion (FGD), masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak terkait penguatan kelembagaan desa dan kelompok tani, peningkatan layanan dasar, serta pembangunan irigasi dan akses jalan. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan dalam merumuskan program berbasis data yang lebih tepat sasaran. Dengan kolaborasi yang kuat, Sagea Waleh berpotensi berkembang menjadi kawasan yang mandiri, produktif, dan adaptif di masa mendatang.

Ekspedisi Patriot diharapkan berkontribusi dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Foto: Asti Putri Meilina, Siti Mei Indasari

 

Fakultas Pertanian UGM Bersinergi dengan BPPSDMP Kementerian Pertanian dan Program YESS: Rumuskan Kebijakan Regenerasi Petani untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan

berita Tuesday, 9 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam penyusunan Naskah Kebijakan Percepatan Regenerasi Petani. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya nasional dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

Proses penyusunan kebijakan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani muda dari berbagai wilayah Indonesia. Melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan lokakarya yang digelar secara kolaboratif, para peserta memberikan masukan berbasis pengalaman lapangan dan analisis ilmiah sebagai dasar perumusan arah kebijakan regenerasi petani.

Dari Fakultas Pertanian UGM, kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Faperta UGM bersama tim akademisi yang bertanggung jawab dalam pengumpulan data, analisis kebijakan, dan penyusunan rekomendasi aplikatif. Prof. Subejo menekankan bahwa regenerasi petani merupakan isu strategis yang memerlukan penanganan menyeluruh.
“Regenerasi petani bukan hanya persoalan menarik minat generasi muda, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan mereka berkembang, berinovasi, dan memiliki daya saing dalam sistem pertanian modern,” jelasnya.

Project Manager Program YESS, Dr. Miko Harjanti, turut menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama antara YESS dan Fakultas Pertanian UGM memastikan bahwa rekomendasi kebijakan yang dirumuskan bersifat relevan, teruji, dan mudah diimplementasikan.
“Keterlibatan perguruan tinggi dan petani muda memastikan kebijakan yang disusun tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan lapangan dan berkelanjutan,” ungkap Miko.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang mampu mempercepat regenerasi petani muda melalui peningkatan kapasitas, dukungan kelembagaan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pertanian. Hasil penyusunan naskah kebijakan ini ditargetkan menjadi landasan penting dalam membangun sektor pertanian yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada percepatan swasembada pangan nasional.

Sebagai bagian dari komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini juga berkontribusi pada beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

1234…15

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Bank Raya Indonesia Tbk
    20/01/2026
  • Lowongan – PT Bisi International Tbk
    20/01/2026
  • Momentum Kebersamaan: Serah Terima Pengurus Kagama Pertanian Periode 2025-2029
    19/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Laksanakan Pengisian Bersama Beban Kerja Dosen: Upaya Mendukung Tri Dharma
    15/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Guru Besar Baru dalam Bidang Mikrobiologi Terapan
    13/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju