• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 24
Pos oleh :

agusrn

Workshop Pembuatan Pupuk Jadam Microbial Solution (JMS): KKN-PPM UGM Bromo Bestari 2025 Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Kota Agrowisata Malang

berita Friday, 8 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari Periode II Tahun 2025 telah menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Wringinanom dan Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tim ini terdiri atas 30 mahasiswa, dan dibimbing oleh Adam Wijaya S, S.I.P, M.A., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kecamatan Poncokusumo dipilih sebagai lokasi KKN karena letaknya yang strategis dan memiliki potensi yang besar dalam integrasi antara sektor pertanian dan pariwisata, sejalan dengan visi pengembangan Kota Agropolitan Malang. Dalam program pengabdian yang dilaksanakan pada 20 Juli hingga 8 Agustus 2025, salah satu fokusnya adalah pada pengenalan sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Nidaul Hasanah dan Otniel Thery, mahasiswa Program Studi Agronomi 2022 Fakultas Pertanian UGM, bersama mahasiswa kluster agro lainnya, berkolaborasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Poncokusumo serta petani lokal untuk menginisiasi kegiatan pembuatan Jadam Microbial Solution (JMS).

Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari Periode II Tahun 2025 melaksanakan kegiatan workshop pembuatan pupuk Jadam Microbial Solution (JMS) bersama Kelompok Tani Palapa 1, Palapa 2, dan Palapa 3 di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di sekitar petani sebagai bahan dasar pupuk organik. JMS sendiri merupakan pupuk hayati berbasis mikroorganisme lokal yang mudah dibuat, murah, dan ramah lingkungan. Dalam workshop ini, peserta dikenalkan dengan dua jenis JMS, yaitu JMS Organik berbahan Kentang, Akar bambu, dan garam, serta JMS Sulfur berbahan belerang, KOH, dan garam.

“Pupuk JMS ini bisa menekan biaya produksi, khususnya di bagian pupuk, karena harganya lebih murah dibanding pupuk kimia yang biasa dipakai bapak-bapak petani. Ditambah lagi ini ramah lingkungan dan bahannya mudah didapatkan,” jelas Nidaul, Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Petani yang hadir dalam kegiatan ini juga mendapat edukasi terkait berbagai permasalahan yang sering mereka temui di lapangan, seperti serangan patek dan menurunnya kesuburan tanah. Mereka diberi kesempatan untuk bertanya langsung dan berdiskusi dengan tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari terkait solusi yang bisa diterapkan di lahan masing-masing. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik cair JMS. JMS berbahan kentang, akar bambu, dan garam krosok bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, mengurangi dampak layu akibat Fusarium, dan mencegah penyakit antraknosa (patek). Sementara itu, JMS sulfur yang mengandung belerang, Kalium Hodroksida (KOH), dan garam krosok, berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman seperti kutu daun, lalat buah, jamur, dan bakteri. Kandungan belerang pada JMS Sulfur menghasilkan aroma menyengat yang tidak disukai serangga, sehingga dapat mengurangi serangan hama tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

“Besok kita coba bikin JMS bareng-bareng ya, Rek. Nanti hasilnya dibagi dan dipakai di lahan masing-masing. Kalau cocok, ya bisa dilanjut terus,” kata Pak Sumaji, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Wringinanom, kepada para petani yang hadir dalam kegiatan workshop ini.

Diharapkan, pelatihan pembuatan pupuk JMS ini dapat diterapkan dan menjadi alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal, petani didorong untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pertanian mereka. Pendekatan ini sejalan dengan visi pengembangan Kota Agropolitan Malang, yang menekankan penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal, kemandirian petani, serta keberlanjutan lingkungan di kawasan penyangga wisata dan pertanian lereng Gunung Bromo.

Program KKN-PPM UGM Bromo Bestari menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Nidaul Hasanah

Editor: Agrit Kirana Bunda

Foto:

 

 

 

 

 

 

SC-STA 2025 Eksplorasi Kopi Merapi: Praktik Nyata Pertanian Tropis Berkelanjutan

berita Friday, 8 August 2025

Sebagai bagian dari agenda hari ketiga Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 (SC-STA 2025), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan di sentra budidaya kopi Merapi yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini dipandu oleh Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dan  Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si yang memandu peserta internasional dari berbagai negara seperti Singapura, Bangladesh, Gambia, Pakistan, India, Malaysia, dan Filipina. Pada kesempatan ini para peserta berkesempatan mengeksplorasi langsung praktik budidaya kopi tropis berkelanjutan di Cangkringan, Sleman. Komoditas kopi Robusta yang ditanam di kawasan ini tidak hanya menjadi unggulan pertanian lokal, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Peserta summer course mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai teknik budidaya kopi, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi. Mereka juga diajak memahami peran kopi Merapi sebagai bagian dari praktik adaptif terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan limbah, serta sebagai simbol kebangkitan ekonomi warga di daerah rawan bencana dengan memasarkan produknya melalui marketplace dan coffeshop sekitar .

“Kopi Merapi adalah contoh nyata bagaimana masyarakat lokal bisa mengelola kopi dari hulu ke hilir dengan melalui pemanfaatan limbah dan strategi pemasaran yang terintegrasi,” terang Andriyanto.

Selain memberikan pengalaman lapangan yang berharga, kunjungan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan menghadirkan langsung praktik pertanian tropis berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal, SC-STA 2025 memperkuat komitmen Faperta UGM dalam mencetak generasi muda global yang peduli pada masa depan sistem agroekologi dunia.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor : Desi Utami

KKN PPM UGM di Kei Kecil: Mahasiswa Agronomi Gaungkan Potensi Lokal dalam Sail to Indonesia 2025

berita Friday, 8 August 2025

Sebanyak 30 mahasiswa tim KKN-PPM Jelajah Kei Kecil 2025 Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2025, di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., IPU, menjalankan pengabdian di Desa Iso, Wain Baru, dan Disuk, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, turut serta memeriahkan kegiatan bertaraf internasional Sail to Indonesia 2025 dengan mengangkat potensi lokal melalui workshop berwawasan lingkungan yang diikuti oleh 12 peserta dari berbagai negara.

Kegiatan ini berlangsung pada 24 Juli 2025, di mana salah satu mahasiswa, Vivian Lucia Utama (Agronomi 2022), menyelenggarakan workshop lintas budaya dalam program “One Day Tour Package” yang menyambut kedatangan wisatawan asing. Acara ini merupakan bagian dari Sail to Indonesia, program yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), yang mempertemukan puluhan kapal yacht dari berbagai negara untuk menjelajahi perairan Indonesia. Tahun ini, jalur pelayaran mencakup wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku Tenggara, Banda Neira, dan beberapa pulau lainnya, dengan misi memperkuat konektivitas maritim, mempromosikan pariwisata, serta memberdayakan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Vivian mengangkat dua kekayaan lokal Kei Kecil: makanan tradisional Enbal dan kekayaan flora lokal dalam praktik ecoprint. Workshop disampaikan dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Prancis, serta melibatkan partisipasi aktif dari anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak setempat.

“Saya ingin memperkenalkan bahwa di Kei Kecil, akses logistik masih cukup terbatas. Karena itu, enbal menjadi pangan pokok masyarakat,” jelas Vivian.

Enbal sendiri merupakan bahan pangan khas yang perlu diolah secara khusus sebelum dikonsumsi karena kandungan sianidanya. Proses pengolahan ini turut dijelaskan oleh ibu-ibu lokal kepada peserta workshop.

Selain itu, Vivian juga memperkenalkan bunga-bunga lokal seperti daun katuk, bunga mata kucing, pacar air, lantana, dan krokot untuk ecoprint. Semua bahan yang digunakan bersifat alami dan dapat terurai, sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Bahkan anak-anak lokal turut diajak meramban tanaman, menambah unsur edukasi dan apresiasi terhadap alam sekitar.

Meskipun perjalanan menuju lokasi workshop, yakni pantai Ngiarvarat, memakan waktu sekitar satu jam dari desa, kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi. Workshop ini meninggalkan kesan baik bagi peserta asing yang sebagian besar memiliki minat besar terhadap gaya hidup alami dan berkelanjutan.

“Saya merasa sangat puas bisa mengangkat kekayaan alam Nusantara dalam kegiatan internasional seperti ini. Apalagi semuanya minim sampah dan tidak merusak lingkungan,” pungkas Vivian.

Program KKN-PPM “Jelajah Kei Kecil 2025” menjadi bukti nyata dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Alkhansa Khairunnisa
Editor: Desi Utami

Mahasiswa Agronomi UGM Ukir Prestasi Nasional dalam Ajang FORNAS VIII 2025

Prestasi Friday, 8 August 2025

Mahasiswa Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) angkatan 2022 berhasil mencetak prestasi membanggakan di kancah nasional melalui ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-VIII. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Nasional (KORMINAS) ini berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dalam cabang olahraga karate, perwakilan dari Jawa Tengah tampil gemilang dan mengharumkan nama daerah serta almamaternya.

Mahasiswa tersebut adalah Anisah Lia Qur’aini, yang berhasil mengatasi berbagai tantangan dalam proses persiapan dan kompetisi. Ia mengaku bersyukur atas pencapaiannya. “Alhamdulillah, saya bersyukur di FORNAS kali ini bisa mendapatkan hasil terbaik untuk Jawa Tengah,” ungkap Anisah.

Didukung penuh oleh orang tua dan teman-temannya, Anisah menunjukkan tekad kuat meski hanya memiliki waktu latihan yang sangat terbatas. “Saya hanya memiliki sekitar 10 hari latihan karena keterbatasan waktu dan jarak. Bahkan sempat mengalami kendala kesehatan menjelang hari-H, tapi itu tidak membuat saya putus asa,” ujarnya.

Perjalanan Anisah dalam dunia karate dimulai sejak usia 3 tahun, kemudian rutin berlatih sejak umur 5 tahun. Saat berusia 7 tahun, ia mulai aktif bertanding untuk melatih mental dan mencari pengalaman. “Selain untuk kesehatan, karate juga memberi saya ruang untuk berprestasi. Banyak hal yang saya pelajari dari karate, terutama tentang membentuk mental dan cara berpikir yang lebih positif,” jelasnya.

Suasana pertandingan di Lombok berlangsung ketat. Banyak atlet unggulan dari berbagai provinsi yang datang dengan persiapan maksimal. Anisah sempat merasa minder, namun ia tetap yakin dan bertekad menampilkan yang terbaik. “Sempat terpikir untuk menyerah karena saya mewakili provinsi dan melihat progres para atlet lain yang sangat bagus. Tapi saya memilih tetap fokus, memanfaatkan waktu yang ada, dan berusaha tampil maksimal.”

Meski persiapan minim dan kompetisi begitu menantang, semangat dan keberanian Anisah akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ia pun berharap pengalamannya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani berjuang dan berkarya di berbagai bidang.

Keberhasilan mahasiswa Agronomi UGM dalam ajang FORNAS VIII 2025 juga mencerminkan kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Alkhansa Khairunnisa

Editor: Agrit Kirana Bunda

 

 

Penutupan PPSMB Pionir Organik 2025: Asa Bihari Nusantara sebagai Simbol Harapan Kemajuan Pertanian dan Perikanan

berita Friday, 8 August 2025

PPSMB Pionir Organik 2025 resmi ditutup dalam sebuah upacara simbolik yang digelar di Lapangan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Kamis, 7 Agustus 2025. Penutupan ditandai dengan simbolisasi bertajuk Asa Bihari Nusantara, yang mencerminkan semangat membangun pertanian dan perikanan Indonesia melalui kolaborasi dan inovasi generasi muda.

Asa Bihari Nusantara mengandung makna mendalam: “Bahari” mewakili samudra luas yang menjadi simbol potensi perikanan, sementara “Nusantara” menggambarkan tanah yang subur dan perairan yang melimpah, yang bersama-sama menjadi fondasi kemajuan sektor pertanian dan perikanan Indonesia.

Hadir dalam acara ini Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., serta Koordinator Gugus PPSMB Pionir Organik 2025, Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.

Kegiatan penutupan turut dimeriahkan oleh kehadiran Hollidjon (Hooligan Laskar Harjono Danoesastro), kelompok suporter mahasiswa Faperta UGM. Kehadiran Hollidjon di Pionir Organik 2025 secara garis besar bertujuan untuk menyambut dan menghibur mahasiswa baru sebagai bentuk ucapan selamat datang. Selain itu, semangat yang digaungkan menjadi bentuk apresiasi dan perayaan atas prestasi diterimanya para mahasiswa baru di Fakultas Pertanian UGM.

Ketua Hollidjon, Naufal Afiq Trinanda, menyampaikan, “Ikut meramaikan Pionir Organik ini jadi wadah buat teman-teman yang suka ikut suporter. Harapannya, ini bisa jadi awal semangat untuk ikut meriahkan Porsenigama nanti,” ujarnya.

Hollidjon juga menjadi ruang bagi mahasiswa Faperta UGM untuk menyalurkan kreativitasnya, baik dalam bentuk gagasan maupun keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas. Salah satu anggota aktif, Wisnu, menambahkan bahwa mahasiswa tidak perlu ragu untuk terlibat aktif dalam kegiatan Hollidjon karena terbuka bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkontribusi.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Ghorizatu Shofra

Editor : Desi Utami

Mahasiswa Baru Faperta UGM Kenali Isu Kesehatan dan SDGs Lewat Kegiatan Interaktif di Kelas

berita Friday, 8 August 2025

Rangkaian kegiatan hari kedua pada Kamis, 7 Agustus 2025 Pionir Organik Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) kembali menghadirkan sesi edukatif yang berlangsung di ruang-ruang kelas. Tiga kegiatan utama yang diusung adalah Health Promoting Unit (HPU), diskusi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), serta sesi afeksi bertajuk Creating Our Memories. Seluruh kegiatan ini dirancang sebagai sarana pengenalan dan adaptasi awal bagi mahasiswa baru, atau yang akrab disapa Amarta Muda, terhadap dunia kampus dan isu-isu yang relevan dengan sektor pertanian.

Dalam sesi HPU, mahasiswa dikenalkan dengan konsep dan layanan Health Promoting University (HPU) yang telah diinisiasi di Fakultas Pertanian UGM dan berpusat di Agricultural Learning Center (AGLC). Materi yang disampaikan mencakup tujuh pilar utama: literasi kesehatan, aktivitas fisik, pola makan sehat, kesehatan mental, toleransi nol terhadap narkoba, tembakau dan alkohol, toleransi nol terhadap kekerasan dan perundungan, serta pembentukan lingkungan yang sehat dan ramah disabilitas. Fasilitas HPU ini penting dikenalkan sejak dini karena belum banyak mahasiswa yang menyadari keberadaannya dan manfaat yang ditawarkan.

Beberapa program unggulan HPU Faperta UGM antara lain: Workshop Kesehatan Mental bekerja sama dengan Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, layanan kesehatan bersama Gadjah Mada Medical Centre, assessment dan konseling psikologi untuk mahasiswa dan dosen yang bekerja sama dengan RSK Puri Nirmala, serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang digelar rutin tiap tiga bulan.

Selanjutnya, dalam sesi SDGs, mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok untuk membahas kontribusi sektor pertanian terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Mereka diberi mosi untuk diperdebatkan secara pro dan kontra, yang kemudian dipresentasikan dalam format FGD. Hasil akhir dari kegiatan ini dituangkan dalam bentuk scrapbook yang berisi refleksi dan pemahaman mengenai keterkaitan pertanian dengan SDGs. Tujuannya agar mahasiswa menyadari bahwa bidang pertanian memainkan peran penting dalam isu-isu global seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan sesi Creating Our Memories, di mana mahasiswa baru bersama para pemandu membuat video berisi kesan, pesan, serta momen kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa afeksi dan kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kenangan awal yang menyenangkan selama menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian UGM.

Anisa Eka Zahra, Koordinator Teknis Pemandu, menyampaikan bahwa ketiga sesi ini dirancang untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru terhadap dunia perkuliahan. “Lewat kegiatan ini, mereka diajak berpikir kritis, berani berbicara di depan umum, saling berbagi, dan mengenal satu sama lain. Tidak hanya itu, mereka juga jadi lebih memahami Fakultas Pertanian secara lebih menyeluruh, termasuk kontribusinya dalam isu kesehatan dan keberlanjutan,” jelasnya.

Antusiasme juga dirasakan oleh mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan hari ini seru dan menyenangkan. Kita diajak untuk mengenal lebih dekat tentang isu-isu penting seperti kesehatan dan peran pertanian dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkap Zaki Munif Musyafa, mahasiswa baru dari Program Studi Agronomi.

Kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

Faperta UGM Apresiasi Amarta Muda Terbaik dalam PPSMB Pionir Organik 2025

berita Friday, 8 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) memberikan penghargaan kepada tiga Amarta Muda, sebutan bagi mahasiswa baru Faperta yang menunjukkan semangat belajar dan kontribusi luar biasa selama rangkaian kegiatan PPSMB Pionir Organik 2025 Penghargaan diberikan pada acara penutupan yang berlangsung Kamis, 7 Agustus 2025 di Lapangan Perikanan Faperta UGM. Sebanyak 635 Amarta Muda secara resmi mengikuti kegiatan Pionir Organik 2025.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi aktif serta nilai-nilai positif yang ditunjukkan para mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Penilaian didasarkan pada beberapa aspek, seperti keaktifan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta penguasaan materi kefakultasan dan isu strategis di bidang pertanian.

Tiga mahasiswa penerima penghargaan tersebut adalah Juan Tedy Prasetiawan, Gracia Juniartha Marpaung, dan Mohammad Surya Prabowow.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., serta Koordinator Gugus PPSMB Pionir Organik 2025, Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.

“Senang dan nggak nyangka bisa dapat penghargaan ini. Semoga bisa jadi penyemangat buat saya dan teman-teman Amarta Muda untuk terus aktif dan berkembang di Faperta UGM,” ungkap Muhammad Surya Prabowo.

Menurut Dr. Firdausi, penghargaan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memotivasi mahasiswa baru agar lebih semangat dalam perkuliahan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas upaya mereka dalam memahami nilai-nilai keilmuan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial yang relevan dengan dunia pertanian.

“Semangat, keberanian berbicara, dan kemampuan menyerap materi tentang peran pertanian dalam pembangunan berkelanjutan menjadi indikator penting. Harapannya, ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh Amarta Muda lainnya,” jelasnya.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 2: Tanpa Kelaparan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

UGM Kembali Membungkus Peringkat Pertama di Business Plan Competition Jambore Koperasi Nasional 2025

Prestasi Thursday, 7 August 2025

Tim Eskalasi Universitas Gadjah Mada berhasil meraup peringkat pertama dalam ajang perlombaan Business Plan (BPC) pada event Jambore Koperasi Nasional (Jamkopnas) 2025 yang diadakan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, yang diselenggarakan pada 28 hingga 30 Mei 2025 lalu.

Pemenang perlombaan ini diraih oleh tim diketuai Ghiffari Putra Agoeng (Fakultas Pertanian 2023) yang beranggotakan Muhamad Dafin Attoriq (Fakultas Teknik 2023) dan Falinkha Nazzara Ardya Varally (Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2024). Selain itu, Kopma UGM juga mendelegasikan Indah Amalia Indrayani (Sekolah Vokasi 24) untuk mendampingi tim yang didelegasikan. Tidak hanya itu, mereka didukung oleh Prof. Dr. Didi Achjari, SE., Akt., M.Com. sebagai dosen pembimbing juga Desi Utami S.P., M. Env.Sc., Ph.D. sebagai dosen penasihat yang berpengalaman di bidang mikrobiologi.

Dalam tema Jamkopnas tahun ini yakni “Rebranding and Digitalizing Youth Cooperatives: Bridging Innovation, Cultural Heritage, and Sustainability for a Transformative Future”, delegasi UGM membawa rencana bisnis berjudul “Parisa: Processor of natural and renewable litter scented accelerator” yang mempresentasikan alat pengolah limbah sisa makanan menjadi pupuk kompos melalui proses dekomposisi dengan integrasi teknologi.

Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah di Indonesia yang kian berkembang akibat naiknya populasi penduduk. Sampah juga menjadi permasalahan di Yogyakarta akibat adanya overload di beberapa tempat sampai penutupan tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, sisa makanan menjadi masalah di tingkat global dan nasional dengan menyumbang emisi gas rumah kaca sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut menangani permasalahan tersebut, Tim Eskalasi menyusun Parisa yang didukung oleh Parisa Microbe sebagai sub produk berbahan alami guna mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan model ekonomi sirkular yang ditawarkan.

Selain itu, Parisa juga menciptakan kesempatan kemitraan dan membangun komunitas yang dibangun melalui website dan media sosial agar Parisa tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tapi juga membuka jaringan sosial, mempromosikan edukasi, dan membuka peluang bisnis bagi semua pemangku kepentingan.

Setelah melewati berbagai dinamika dalam rangkaian perlombaan ini, Ghiffari mengaku bersyukur dan bahagia bisa berkompetisi dan memenangkan ajang BPC Jamkopnas 2025. Perlombaan ini telah memberikan pelajaran serta pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai penutup, ia juga memberikan harapannya terkait inovasi ini.

“Semoga inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah pencapaian bagi tim dan pribadi, tapi inovasi ini juga bisa mendorong dan menjadi motivasi bagi para pemuda untuk tidak hanya menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan, tetapi juga berani untuk mencari dan mencoba hal bermanfaat di luar zona nyaman mereka agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan membantu orang disekitarnya”, ucapnya.

Pencapaian prestasi ini juga sejalan dengan program pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghiffari Putra Agoeng
Editor: Desi Utami, Ghorizatu Shofra

Belajar Permaculture di Bumi Langit: Summer Course UGM (SC-STA 2025) Hari ke-3

berita Thursday, 7 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 (SC-STA 2025) pada hari ketiga, Rabu, 6 Agustus 2025, dengan kunjungan lapangan ke Bumi Langit Institute yang berlokasi di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang didampingi oleh dosen Fakultas Pertanian UGM, yakni Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si. dan Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D.

Pada kegiatan ini, para peserta dari berbagai negara, seperti Singapura, Bangladesh, Gambia, dan Filipina, mengikuti pembelajaran langsung mengenai konsep permaculture atau pertanian berkelanjutan yang menyelaraskan antara manusia dan alam. Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator dari Bumi Langit, Ibu Ria, yang mengajak peserta untuk menjelajahi tiga pos utama, yaitu Pos Manajemen Air, Pos Fermentasi, dan Pos Pengelolaan Air Abu-abu.

Di Pos Manajemen Air, peserta diperkenalkan pada sistem pemanenan air hujan dan teknik irigasi ramah lingkungan. Pada Pos Fermentasi, peserta mempelajari proses pembuatan pupuk dari limbah organik, termasuk feses, sebagai upaya peningkatan kesuburan tanah secara alami. Sementara di Pos Pengelolaan Air Abu-abu, peserta belajar tentang teknik penyaringan air rumah tangga menggunakan sistem filtrasi berbasis kompos alami.

“Kami belajar bahwa semua limbah bisa dimanfaatkan kembali secara bijak. Ini pengalaman yang membuka wawasan saya tentang pertanian dan ekologi,” ungkap salah satu peserta asal Bangladesh.

Kegiatan hari ketiga ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga memperluas wawasan peserta terhadap pentingnya pendekatan holistik dan regeneratif dalam praktik pertanian berkelanjutan, sekaligus mempererat interaksi lintas budaya di antara peserta dari berbagai negara.

Kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Tour de Faculty Pionir Organik 2025, Kenali Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan Interaktif

berita Thursday, 7 August 2025


Rangkaian kegiatan Pionir Organik 2025 di Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) menghadirkan suasana semarak dengan terselenggaranya Tour de Faculty pada Rabu, 6 Agustus 2025. Acara ini dirancang sebagai sarana pengenalan kampus bagi mahasiswa baru angkatan 2025, melibatkan sinergi antara panitia Pionir Organik, Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD), serta Badan Semi Independen (BSI) di lingkungan fakultas.

Organisasi HMD di Faperta UGM terdiri dari IMAGRO (Ikatan Mahasiswa Agronomi), KMSEP (Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), PERMAHAMI (Perhimpunan Mahasiswa Mikrobiologi), IMHPT (Ikatan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tumbuhan), KMIT (Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah), dan KMIP (Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan) yang mewadahi mahasiswa sesuai bidang keilmuan. Sementara itu, BSI mencakup BEM KM Faperta UGM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM), MPM KM Faperta UGM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM), KAB (Klinik Agromina Bahari), Sansekerta (Sanggar Seni Faperta), Plantagama (Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam), Hollidjon (Holligan Laskar Hardjono Danoesastro), BPPM Primordia (Badan Pengelola Pers Mahasiswa), KMMP (Keluarga Mahasiswa Muslim Pertanian), PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristiani), dan KMK (Keluarga Mahasiswa Katholik). Organisasi-organisasi ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, serta nilai spiritual dan sosial mahasiswa.
Tour de Faculty menjadi momentum penting bagi organisasi kemahasiswaan untuk memperkenalkan peran dan kegiatannya secara langsung kepada para mahasiswa baru, yang dikenal sebagai Amarta Muda. Adyatma Tunjung Raharjo (Ekonomi Pertanian Agribisnis 2023), selaku Koordinator Umum Pionir Organik 2025, menuturkan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan dan bangunan Faperta UGM tetapi juga untuk memperkenalkan organisasi mahasiswa, sekaligus menjalin kedekatan dan menarik minat mahasiswa baru untuk aktif berpartisipasi di kemudian hari.

“Tujuan dari kegiatan Tour de Faculty ini yang pertama adalah untuk mengenalkan lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Amarta Muda akan diajak berkeliling ke berbagai pos yang telah disiapkan. Terdapat 15 pos yang merepresentasikan ikon dan bangunan penting di lingkungan Faperta. Tujuan kedua adalah memperkenalkan organisasi mahasiswa yang ada di Faperta, yaitu 6 Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) dan 8 Badan Semi Independen (BSI), serta 1 pos permainan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru dapat lebih memahami lingkungan Fakultas Pertanian UGM dan mengenal lebih dekat organisasi kemahasiswaan yang ada,” jelas Adyatma.

Sinergi antara panitia Pionir Organik, HMD, dan BSI menunjukkan kuatnya komitmen kolektif dalam menyambut generasi baru sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan Tour de Faculty juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pembelajaran yang inklusif dan adaptif bagi mahasiswa baru. Lebih dari sekadar orientasi, kegiatan ini selaras dengan komitmen Fakultas dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

1…2223242526…95

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa UGM Raih Medali Emas di Lomba Essay Tingkat Nasional LETIN 7 Nusantara Muda
    02/03/2026
  • UGM Dorong Peningkatan Kinerja Dosen Melalui Sosialisasi IKD di Fakultas Pertanian
    02/03/2026
  • Faperta UGM dan PWNU DIY Gelar Tahap Pertama “Sekolah Tani” Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora
    02/03/2026
  • Visiting Lecturer Prof. Siti Subandiyah Bahas Ralstonia dan Dampaknya pada Komoditas Unggulan
    02/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Tiga Universitas Jepang, Inisiasi Kerja Sama Pengembangan Sayuran di Indonesia
    02/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju