• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
  • (Page 5)
Arsip:

berita

Penyuluhan Pupuk Hayati dan Sensor Uji Tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh

berita Friday, 18 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026 melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pupuk Hayati Bacillus Amyloliquefaciens dan sensor uji tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Maluku Utara pada 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen tim dalam mendukung pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi melalui pengenalan teknologi pertanian modern.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. selaku Ketua Tim, dengan dukungan mahasiswa dan alumni lintas disiplin, yaitu Khusnus Syifa Muhammada (S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM), Alvaida Ekawati (S1 Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM), Muh. Yusuf Saputra (S1 Ilmu Tanah UGM), Desi Rindi Rahmawati (S2 Akuntansi UGM), serta Alkadri Ajwan (S2 Linguistik UNY). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan ketua kelompok tani SP 1, SP 2, dan SP 3 Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, yang menjadi mitra utama dalam penerapan teknologi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat transmigrasi diperkenalkan pada manfaat bakteri Bacillus Amyloliquefaciens sebagai pupuk hayati yang mampu meningkatkan kesuburan tanah serta penggunaan sensor uji tanah untuk mendeteksi kondisi lahan secara lebih akurat. Edukasi ini diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan hasil pertanian meski menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para petani. Engkus, Ketua Kelompok Tani SP 1 sekaligus tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa edukasi ini memberikan semangat baru bagi petani. “Dengan adanya penyuluhan ini, kami merasa lebih percaya diri menghadapi kondisi iklim yang kurang terprediksi. Teknologi ini memberi harapan untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026, menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Kami berharap melalui pengenalan pupuk hayati dan sensor tanah, para petani dapat semakin meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil yang optimal,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis petani, tetapi juga menegaskan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. Dengan pendekatan berbasis pendidikan dan pemberdayaan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian akademisi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan penyuluhan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan berbasis teknologi pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan edukasi teknologi kepada petani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan petani dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan sensor uji tanah dan inovasi pupuk hayati, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses masyarakat transmigrasi terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan penggunaan input pertanian berbasis hayati dan pengelolaan sumber daya secara lebih efisien, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kapasitas adaptasi petani terhadap kondisi iklim yang tidak menentu, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengenalan praktik yang mendukung kesehatan dan keberlanjutan tanah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, kelompok tani, dan masyarakat dalam penerapan teknologi pertanian.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan kapasitas petani transmigrasi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026

PIONIR Organik 2026 Gelar Workshop Jarrarium Sebagai Wujud Pengenalan Kolaborasi Ilmu Ekosistem Pertanian dan Perikanan

berita Thursday, 10 September 2026

Sebagai upaya pengenalan bidang studi pertanian dan perikanan sekaligus wirausaha, mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada diberikan keterampilan pembuatan jarrarium pada hari kedua rangkaian PIONIR Organik 2026. Agenda workshop ini menghadirkan edukasi mengenai seni merangkai tanaman hias dan biota air hias di dalam wadah yang tak hanya mengajarkan prinsip keberlanjutan ekosistem dan pemanfaatan barang bekas, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ide wirausaha bernilai ekonomis.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, hari kedua PIONIR Organik 2026, yang berlangsung selama 1,5 jam. Workshop ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dalam pelaksanaannya, panitia PIONIR Organik 2026 bekerja sama dengan Klinik Agromina Bahari (KAB) yakni badan semi independen berbasis kelompok studi riset pertanian dan perikanan di Fakultas Pertanian UGM sebagai pemateri. Guna menunjang kenyamanan dan kelancaran kegiatan, lokasi pos pematerian dibagi menjadi 10 titik pos yang tersebar di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Seluruh lokasi pos yang digunakan berada di area yang rindang oleh pepohonan maupun area beratap untuk memastikan peserta terlindungi dari panas terik sinar matahari.

Dalam sesi workshop ini, peserta menerima penjelasan mengenai jarrarium, yakni konsep akuarium mini dalam wadah jar yang mengkolaborasikan ekosistem perikanan dan pertanian. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep dasar, keunggulan dan kekurangan sistem, tata cara pembuatan, hingga panduan perawatan berkelanjutan seperti pengaturan pencahayaan dan kebersihan wadah. Secara teknis, peserta diajarkan menyusun substrat berlayer menggunakan pasir silika di lapisan dasar dan batu koral pancawarna di lapisan atasnya. Vegetasi air yang digunakan terdiri dari empat varietas tanaman, yaitu Pegagan (Centella asiatica), Ludwigia sp., Red Rotala (Rotala sp.), dan Aromatika pot, yang ditanam presisi sebelum diisi air dan ditambahi biota berupa ikan hias atau udang hias. Pemilihan materi ini didasari atas filosofi pemanfaatan sumber daya sekitar dan edukasi daur ulang, sebagaimana sebuah wadah yang dipadukan dengan makhluk biotik sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup. Selain menjadi media edukasi mengenai keseimbangan ekosistem, jarrarium yang dihasilkan juga memiliki daya tarik estetis yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha tanaman hias bernilai ekonomis.

“Pemilihan workshop jarrarium dengan tema ‘Simfoni Nuansa Asri, Menenun Harmoni Ekosistem dalam Ruang’ menjadi agenda pengenalan bagi mahasiswa baru terkait salah satu sisi keilmuan di Fakultas Pertanian, khususnya mengenai tanaman hias. Hal ini disesuaikan dengan tema besar PIONIR Organik 2026 sebab hasil jarrarium ini mampu menjadi produk bernilai ekonomis yang berpotensi dikembangkan menjadi ide wirausaha.” ujar Osa.

Pelaksanaan workshop diawali dengan sesi pemaparan materi oleh pemateri mengenai konsep dasar jarrarium, yang disusul dengan demonstrasi tata cara perangkaian komponen jarrarium. Setelah sesi demonstrasi selesai, peserta diberikan alokasi waktu untuk merangkai jarrarium secara mandiri. Sepanjang jalannya kegiatan, peserta tampak sangat antusias dan interaktif. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pemeliharaan jarrarium maupun potensi pengembangan integrasi sektor pertanian dan perikanan. Rasa puas dan bangga terlihat jelas saat para peserta mengabadikan momen bersama karya yang berhasil dibuat. Jarrarium tersebut juga dibawa pulang oleh peserta sebagai buah tangan serta wujud apresiasi dari agenda hari kedua PIONIR Organik 2026.

Kegiatan workshop jarrarium menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Foto: DDD PIONIR Organik 2026

Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Lentera DESA Faperta UGM Hadirkan Pembelajaran Interaktif pada Pelatihan Hidroponik BPSDMP DIY

berita Wednesday, 9 September 2026

Sebagai perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat dan penyediaan pendidikan berkelanjutan, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) hadir menjadi fasilitator dalam Pelatihan Agribisnis Pertanian Berbasis Teknologi Hidroponik. Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diselenggarakan pada 7 September 2026 di UPTD Balai PSDMP DIY.

Pada sesi pembuka pelatihan di hari pertama, Senin (7/9), tim Lentera DESA membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok Tani & Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani”. Materi ini diarahkan untuk membekali para petani agar memiliki kesiapan organisasi, kekompakan tim, dan pola pikir adaptif sebelum menerima materi teknis budidaya hidroponik. Sesi kelas dikemas dengan skema pembelajaran interaktif menggunakan platform digital, studi kasus riil (seperti inovasi pemangkasan rantai pasok digital), hingga aneka permainan kelompok yang partisipatif.

Melalui metode ice breaking dan games yang dirancang komunikatif, peserta diajak memetakan langsung tantangan internal kelompok serta mendiskusikan transformasi kelompok tani menuju tiga fungsi strategis: kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi. Pendekatan pembelajaran yang hidup dan menyenangkan ini memicu motivasi tinggi dari para peserta, sehingga pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi digital dan kekompakan kelompok dapat diserap dengan optimal.

Keterlibatan aktif Lentera DESA dalam pelatihan ini menegaskan komitmen Faperta UGM untuk terus mendampingi masyarakat pedesaan melalui transfer pengetahuan aplikatif, mempercepat adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan, serta memperkuat kelembagaan tani lokal. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi hidroponik untuk mendukung produksi pangan yang produktif, efisien, dan adaptif terhadap keterbatasan lahan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pendidikan nonformal dan pembelajaran sepanjang hayat dengan metode pelatihan yang partisipatif, inklusif, dan interaktif bagi petani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan keterampilan agribisnis berbasis teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas, peluang usaha, dan perekonomian masyarakat perdesaan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan inovasi teknologi hidroponik serta pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran dan pengembangan agribisnis; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan sistem produksi pertanian yang hemat lahan, lebih efisien dalam penggunaan air dan nutrisi, serta berorientasi pada praktik produksi yang lebih ramah lingkungan; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Program Studi Proteksi Tanaman Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 007/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Proteksi Tanaman UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,33. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Studi Proteksi Tanaman mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keilmuan proteksi tanaman juga berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya menjaga produktivitas dan mengurangi kehilangan hasil pertanian, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan Pengendalian Hama Terpadu, agen hayati, dan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan.

Pengembangan strategi proteksi tanaman yang adaptif terhadap perubahan lingkungan turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, sementara upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati memperkuat SDG 15: Ekosistem Daratan. Kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Studi Proteksi Tanaman UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan pertanian yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 006/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Tanah UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 370,44. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program magister, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Magister Ilmu Tanah mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan tanah secara berkelanjutan berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan keberlanjutan ekosistem. Riset terkait konservasi tanah, karbon tanah, dan adaptasi pertanian turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Sementara itu, kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Tanah UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pengelolaan sumber daya tanah yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Studi Pertukaran di Lund University, Swedia

berita Monday, 7 September 2026

Ribuan kilometer dari kolam budi daya dan bangku kuliah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Gerson Lewis, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2023, kini tengah menempuh satu semester studi pertukaran di Lund University, Swedia. Program ini berlangsung melalui Erasmus+ International Credit Mobility Programme (KA131/171) sejak 18 Agustus 2026 hingga 17 Januari 2027.

Ketertarikan Lewis pada program ini berangkat dari pengamatannya terhadap sektor perikanan dan akuakultur di Indonesia. Ia menilai bahwa inovasi hasil riset maupun praktik lapangan sering kali menghadapi kesulitan untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi. Pertukaran ke Lund University menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari bagaimana kebijakan, kerangka hukum, dan pendekatan keberlanjutan diterapkan di Swedia, negara dengan sistem tata kelola lingkungan terbaik sekaligus tercatat sebagai negara dengan performa inovasi tertinggi di Uni Eropa menurut European Innovation Scoreboard 2026.

Selama satu semester di Lund, Lewis mengikuti perkuliahan yang membahas studi lingkungan dan keberlanjutan, hukum internasional, hingga nature-based solutions untuk perencanaan wilayah perkotaan. Kombinasi ini memberinya kerangka berpikir yang lebih luas untuk melihat persoalan akuakultur tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari aspek regulasi, tata kelola lingkungan, dan strategi pengembangan usaha. Ia juga menjajaki topik mengenai dimensi sosial dari teknologi dan kecerdasan buatan, sudut pandang yang menurutnya jarang disentuh dalam kurikulum sains terapan.

Proses seleksi menuju Lund, menurut Lewis, sepenuhnya berbasis dokumen tanpa tahap wawancara. Meski demikian, ia menekankan bahwa persiapan tidak sesederhana kelihatannya. “CV yang bagus tidak bisa dibangun dalam semalam. Itu hasil dari kerja keras yang diperjuangkan bertahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa motivation letter menjadi ruang penting untuk menuangkan tujuan, cara berkontribusi dalam program, serta dampak yang ingin ia ciptakan.

Kepada mahasiswa lain, Lewis membagikan refleksi pribadinya. Saat pertama kali masuk kuliah, ia tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini. Namun, ia memilih untuk terus menantang dirinya sendiri untuk bermimpi lebih tinggi. Ia mengutip pesan yang lekat diingat banyak orang dari Soekarno: “Bermimpilah setinggi mungkin, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Partisipasi Lewis dalam program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai aspek pembelajaran dan kolaborasi internasional. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pengalaman pembelajaran lintas negara yang memperluas wawasan akademik dan kompetensi mahasiswa. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dalam penguatan perspektif terhadap riset terapan, inovasi, teknologi, dan pengembangan solusi yang dapat diterapkan di sektor akuakultur.

Sebagai mahasiswa Akuakultur, pengalaman ini juga memiliki keterkaitan erat dengan SDG 14: Ekosistem Lautan, terutama melalui penguatan pemahaman mengenai praktik perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan serta hubungan antara kegiatan produksi dengan keberlanjutan ekosistem perairan. Pembelajaran mengenai nature-based solutions dan keberlanjutan turut memperkuat relevansinya dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya dalam memahami pendekatan berbasis alam sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan lingkungan.

Sementara itu, kajian mengenai kebijakan, hukum internasional, dan tata kelola lingkungan mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh, melalui pemahaman mengenai pentingnya regulasi dan institusi yang efektif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Perspektif Lewis mengenai pengembangan hasil riset menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendorong inovasi dan pengetahuan agar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Keseluruhan pengalaman tersebut diperkuat melalui SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang tercermin dalam kolaborasi akademik internasional antara UGM dan Lund University. Dengan demikian, program pertukaran ini tidak hanya menjadi pengalaman akademik individual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda untuk menghubungkan pendidikan, inovasi, tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem dalam menghadapi tantangan global.

 

Penulis: Gerson Lewis, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Gerson Lewis

Hari Pertama PIONIR Organik 2026: Bekali Amarta Muda Melalui Seminar Motivasi dan Tour De Faperta Akselerasi Smart Eco Bioproduction

berita Saturday, 5 September 2026

Rangkaian hari pertama PIONIR Organik 2026 resmi digelar dengan penuh antusiasme dari peserta mahasiswa baru. Rangkaian penerimaan dan pengenalan lingkungan kampus diisi dengan berbagai agenda utama, mulai dari upacara pembukaan dan simbolisasi, sesi seminar motivasi bersama narasumber inspiratif, pengenalan materi Ke-Faperta-an, hingga Tour de Faperta.

Kegiatan PIONIR Organik 2026 hari pertama dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, berlokasi di Fakultas Pertanian UGM yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 15.30 WIB. Acara ini menyambut sebanyak 631 mahasiswa baru, atau akrab dikenal sebagai Amarta Muda, yang berasal dari 9 program studi di Fakultas Pertanian. Dalam kegiatan ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, seperti Dekan Fakultas Pertanian Prof. Ir. Jaka Widada, Wakil Dekan Fakultas Pertanian, para Staf Ahli, Ketua Departemen, dan Ketua Program Studi. Selain jajaran pimpinan, turut hadir pula narasumber inspiratif yang mengisi pada sesi seminar motivasi, yaitu Direktur PT JANZZ Technology Indonesia Hesti Aryani, S.S., M.A., serta H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.

PIONIR Organik 2026 mengusung tema besar “Akselerasi Smart Eco Bioproduction Merangkai Harmoni Amarta Menuju Ekonomi Hijau Biru Berkelanjutan”, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keberlanjutan pada bidang pertanian dan perikanan. Rangkaian acara dibuka dengan opening ceremony yang diwarnai sambutan jajaran pimpinan fakultas dan koordinator panitia, dilanjutkan oleh parade BSI dan HMD, simbolisasi Terra Harmonia Bhuwana, serta pengenalan pemandu. Antusiasme peserta berlanjut pada sesi seminar motivasi yang menghadirkan dua topik utama seputar digitalisasi AI dan peran smart eco bioproduction untuk ketahanan pangan. Setelah itu dilanjutkan dengan aktivitas sesi interaktif Benih Harapan Arus Samudra serta mahasiswa baru diberikan pembekalan materi ke-Faperta-an mengenai sejarah, visi-misi, sarana prasarana, serta integritas akademik, sebelum akhirnya rangkaian kegiatan ditutup dengan kegiatan Tour de Faperta untuk mengenalkan area lingkungan Fakultas Pertanian yang dibersamai oleh pengenalan BSI dan HMD di Fakultas Pertanian.

Sebagai salah satu bagian rangkaian dari PIONIR Gadjah Mada, pelaksanaan PIONIR Organik berperan sebagai ruang langkah awal bagi mahasiswa baru dalam mengenal tradisi akademik, nilai dasar, serta lingkungan kampus di Fakultas Pertanian UGM. Melalui penyambutan dari seluruh civitas akademika, kegiatan ini dirancang untuk memfasilitasi proses adaptasi sekaligus memulai semangat belajar mahasiswa baru sebelum memasuki perkuliahan. Harapan tersebut disambut baik oleh Amarta Muda yang menunjukkan antusiasme sepanjang kegiatan. Seluruh persiapan kegiatan yang telah dibuat oleh panitia dapat dieksekusi dengan baik pada saat pelaksanaan hari pertama.

Kesan yang Amarta Muda dapatkan selama menjalani PIONIR Organik 2026 hari pertama, yaitu kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bentuk pengenalan lingkungan Fakultas Pertanian sebagai tempat yang akan menjadi lingkungan perkuliahan esok. Sinergi ini menjadi bukti kuat untuk mencapai tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Salsabil Karima Swasono
Editor: Tantriani
Dokumentasi: DDD Pionir Organik 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 001/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 365,68. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui penyelenggaraan pendidikan sarjana yang berkualitas, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan industri perikanan. Penguatan kompetensi mahasiswa juga diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan dan pangan secara berkelanjutan.

Dalam konteks ketahanan pangan, pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya melalui peningkatan mutu, keamanan, nilai tambah, diversifikasi, serta pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber pangan bergizi. Penguasaan teknologi pengolahan dan penanganan pascapanen juga berperan dalam mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan.

Fokus riset dan pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut berkontribusi pada SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien, pemanfaatan hasil samping, pengurangan limbah, serta penerapan prinsip produksi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengolahan.

Sebagai bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya perikanan, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14: Ekosistem Lautan. Pengembangan teknologi pascapanen dan pengolahan yang efisien dapat mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih optimal dan bertanggung jawab, termasuk melalui upaya mengurangi kehilangan hasil serta meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya perikanan yang telah dimanfaatkan.

Di samping itu, penguatan kapasitas riset, teknologi, dan inovasi akademik mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan, inovasi produk, serta penerapan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan sektor industri dan masyarakat.

Pengembangan kompetensi lulusan, penguatan keterkaitan dengan dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan kewirausahaan berbasis hasil perikanan juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lulusan dengan kompetensi yang kuat di bidang teknologi hasil perikanan diharapkan mampu berperan dalam pengembangan industri, menciptakan inovasi dan usaha baru, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan.

Sementara itu, jejaring kolaborasi akademik, alumni, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta berbagai mitra eksternal memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan penerapan teknologi hasil perikanan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan capaian akreditasi Unggul ini, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan pangan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM dalam mendukung SDG 2, SDG 4, SDG 8, SDG 9, SDG 12, SDG 14, dan SDG 17 serta agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

 

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 004/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,97. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat pertanian, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penguatan kapasitas petani dan akses terhadap pengetahuan serta inovasi pertanian turut berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Integrasi riset, komunikasi pembangunan, dan inovasi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pembangunan pertanian yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: : Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan reputasi akademiknya melalui pencapaian strategis. Berdasarkan Keputusan Nomor: 002/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 376,22. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Akreditasi Unggul menjadi pengakuan atas keberhasilan program studi dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai standar internasional.

Pencapaian akreditasi Unggul ini tidak hanya menjadi pengakuan atas mutu akademik dan tata kelola program studi, tetapi juga memperkuat kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui penyelenggaraan pendidikan magister yang berkualitas, program ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan berorientasi global. Di sisi lain, fokus riset dan pengembangan ilmu perikanan turut berkontribusi pada SDG 14: Ekosistem Lautan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Selain itu, penguatan kapasitas riset dan inovasi akademik yang dilakukan program studi ini sejalan dengan SDG 9: Industri Inovasi Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jauh, jejaring kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang diperluas baik di tingkat nasional maupun internasional mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sehingga memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

1…34567…133

BERITA FAKULTAS

  • Tim Citra Fakultas Pertanian UGM Perkuat Branding dan Promosi Fakultas Melalui Kunjungan Sekolah
    22/10/2026
  • Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern
    22/10/2026
  • Faperta UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro
    22/10/2026
  • Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21/10/2026
  • Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien
    21/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju