• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Fakultas Pertanian UGM
  • Fakultas Pertanian UGM
  • page. 23
Arsip:

Fakultas Pertanian UGM

Hadirkan Art de Sosek, Keluarga Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Pamerkan Kreativitas Mahasiswa

beritaPrestasi Monday, 11 November 2024


Untuk pertama kalinya, Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada (KMSEP UGM) menghadirkan Art de Sosek yang merupakan kegiatan pameran seni dengan menampilkan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis ke-39 KMSEP UGM dengan tujuan memperkenalkan Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM kepada masyarakat luas.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 5 Oktober 2024 di Rooftop Porta by Ambarukmo, Yogyakarta, tersebut menghadirkan karya fotografi, lukis digital, serta karya kolaborasi antara kegiatan Pekan Departemen dan Srawung Bareng Sosek (SBS) dengan total lebih dari 10 karya. Fashi Rahmania Ousia (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian angkatan 2023) selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa pameran Art de Sosek mengusung tema yang sama dengan tema Dies Natalis ke-39 KMSEP, yaitu “Harmonia Serenada Kilau Asa”. Lebih lanjut, ia memaparkan tema tersebut memiliki makna kesatuan antara seluruh mahasiswa dengan perjalanan organisasi yang penuh semangat.

“Harmonia yang berarti kesatuan dan serenada yang menggambarkan perjalanan organisasi menjadi tema yang sangat tepat. Adapun Kilau Asa adalah nama kabinet KMSEP UGM tahun 2024, sehingga dalam pameran Art de Sosek ini, kami mengintegrasikan elemen seni dan budaya yang mampu menggambarkan perjalanan KMSEP selama ini yang tidak selalu mudah,” ujar Fashi.

Fashi mengutarakan, panitia memerlukan waktu selama tiga bulan untuk persiapan. Mengingat kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama kali dilakukan, Fashi dan segenap panitia pun menghadapi beragam tantangan. Namun, dedikasi dan kerja sama yang baik antar panitia membawa Art de Sosek menuju puncak keberhasilannya dengan antusias pengunjung yang luar biasa, di mana pengunjung hadir dari berbagai kalangan, seperti alumni Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, dosen, tenaga kependidikan, bahkan mahasiswa di luar UGM.

Melalui rangkaian Dies Natalis ke-39 kali ini, Fashi berharap KMSEP dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi orang – orang disekitarnya untuk terus bersinar membawa harmoni dalam setiap langkah, seraya mengalunkan serenada demi masa depan KMSEP yang cemerlang. Kegiatan ini menjadi bukti kesadaran mahasiswa dalam menyongsong tercapainya tujuan SDGs, terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi KMSEP UGM

Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah UGM Gelar “Soil Fun Walk” untuk Perkuat Kekeluargaan

beritaPrestasi Monday, 11 November 2024

Dengan usia yang telah genap 50 tahun, Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (KMIT UGM) selalu berupaya untuk memperkuat rasa kekeluargaan. Salah satunya adalah melalui acara Soil Fun Walk yang digelar pada Sabtu, 26 Oktober 2024, sebagai rangkaian Lustrum X KMIT UGM.

Acara yang mengusung tema “Together We Step, Together We Change” tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjadi sehat untuk bisa berperan aktif di masyarakat. Selain kegiatan jalan santai dan berbagai permainan seru, acara ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan dan menjalin interaksi antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama, serta dengan para dosen dan tenaga kependidikan di Departemen Tanah, Fakultas Pertanian UGM.

Muh. Rizky (Ilmu Tanah 2022) selaku Ketua Panitia Lustrum X KMIT UGM menjelaskan rangkaian acara yang dimeriahkan dengan berbagai games dan hadiah menarik. Ia menyebutkan, acara ini diikuti sejumlah 150 orang peserta. Menanggapi hal tersebut, Alvian Tegar Wiranda (Ilmu Tanah 2021) sebagai Ketua Umum KMIT UGM tahun 2024, merasa bahwa segala rasa lelah dari panitia selama persiapan telah terbayar dengan kemeriahan dan kesuksesan acara.

“Persiapan teman-teman panitia untuk acara ini lumayan panjang dan berat. Panitia memiliki harapan agar acara bisa berlangsung dengan sukses dan penuh kebahagiaan atas perayaan hari jadi ke-50 tahun berdirinya KMIT UGM. Saya bangga dan saya rasa semua rasa lelah kami juga terbayarkan melihat suksesnya acara yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa,” ujar Tegar.

Rangkaian acara Soil Fun Walk dilangsungkan di Lapangan Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Atas inisiasi ini, KMIT UGM telah menunjukkan kontribusinya dalam mendorong tercapainya tujuan SDGs, antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi KMIT UGM

Rayakan Usia Emas, Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah UGM Lakukan Pengabdian Masyarakat dengan Pelepasan Ecoenzyme di Kali Code

Prestasi Friday, 8 November 2024

Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada merayakan hari jadi ke-50 tahun atau Lustrum X. Sebagai salah satu rangkaian perayaannya, KMIT UGM melakukan pengabdian masyarakat dengan kegiatan bersih sungai dan pelepasan ecoenzyme di Kali Code. Pemilihan bentuk kegiatan pengabdian ini didasari dengan keresahan mahasiswa terhadap pencemaran sungai yang masih kerap terjadi. Selain itu, pelepasan ecoenzyme menjadi bentuk upaya dari para mahasiswa untuk memberikan solusi pembersihan sungai dari polusi organik yang ramah lingkungan.

Ketua Panitia Lustrum X KMIT UGM, Muh. Rizky (Ilmu Tanah 2022), menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2024 tersebut tidak hanya menunjukkan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam. Ia menggarisbawahi peran aktif KMIT UGM kali ini ialah memperkenalkan teknologi ramah lingkungan berupa ecoenzyme kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi Ilmu Tanah UGM melalui KMIT berperan aktif dalam memperkenalkan ecoenzyme kepada masyarakat agar masyarakat lebih memahami dampak positifnya terhadap lingkungan hidup. Di samping itu, partisipasi aktif mahasiswa kali ini juga membantu menciptakan citra yang baik bagi Program Studi Ilmu Tanah UGM sebagai institusi yang peduli terhadap lingkungan,” tutur Rizky.

Kegiatan pengabdian masyarakat sebagai rangkaian Lustrum X yang menjadi tanggung jawab Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) ini memerlukan persiapan selama tiga bulan. Rizky menjelaskan, panitia melakukan persiapan berupa persiapan alat untuk bersih sungai dan juga pembuatan ecoenzyme. Dalam proses pembuatan ecoenzyme, panitia menggunakan galon bekas dan sampah organik yang kemudian diberikan EM 4. Ecoenzyme yang telah jadi pun dilepas di Kali Code dengan penuangan sesuai dosis yang telah ditentukan sebelumnya.

Ketua Umum KMIT UGM tahun 2024, Alvian Tegar Wiranda (Ilmu Tanah 2021), mengungkapkan respon positif dari masyarakat setempat di sekitar Kali Code terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh himpunannya. Dengan total peserta sebanyak 150 mahasiswa dari Program Studi S1 dan S2 Ilmu Tanah, masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan bersih sungai dan pemberian ecoenzyme yang bermanfaat ke depannya.

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh KMIT UGM menjadi wujud nyata kesadaran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk mendorong tercapainya tujuan SDGs, seperti SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi KMIT UGM

Sambangi Fakultas Pertanian UGM, Lebih Dari 300 Siswa SMA Tunjukkan Semangat Berpendidikan Tinggi

berita Friday, 8 November 2024

Kunjungan siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) kembali diterima oleh Fakultas Pertanian UGM. Pada Kamis, 7 November 2024, sebanyak lebih dari 300 siswa-siswi SMA Darul Ulum Peterongan Jombang dan SMA Qur’an El Tahfidh Bogor menyambangi Fakultas Pertanian UGM. Dalam kegiatan kunjungan tersebut, para siswa menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi untuk mengenal lebih jauh mengenai Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pertanian.

Rombongan kedua sekolah tersebut disambut oleh Kepala Kantor Administrasi Fakultas Pertanian UGM, Agus Sudarwinto, S.E., M.M., di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Penyampaian materi pengenalan Fakultas Pertanian dan kampus UGM dilakukan oleh sejumlah dosen, antara lain Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc., Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., dan Susanti Mugi Lestari, S.P., M.Si., Ph.D.

Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang kerap disapa Najmu, menyampaikan bahwa antusias siswa-siswi sangat tinggi. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya banyak pertanyaan, bahkan beberapa calon penanya pun tidak bisa menyampaikan pertanyaannya secara langsung karena keterbatasan waktu.

“Hari ini kami melihat antusias siswa sangat tinggi. Setelah presentasi selesai, banyak sekali yang mengajukan pertanyaan. Namun, pada akhirnya jumlah penanya harus dibatasi karena keterbatasan waktu,” ujar Najmu.

Ia menambahkan, poin utama yang disampaikan kepada para siswa adalah terkait gambaran umum universitas dan fakultas. Tak hanya itu, Tim Citra Fakultas Pertanian UGM juga memaparkan beberapa strategi pemilihan program studi. Harapannya, melalui kunjungan ini, para siswa bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait pilihan program studi yang tersedia di Universitas Gadjah Mada.

Adanya penerimaan kunjungan oleh Fakultas Pertanian UGM bagi siswa-siswi SMA menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung tercapainya tujuan SDGs, utamanya adalah tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor : Desi Utami
Foto: Dokumentasi Tim Citra Fakultas Pertanian UGM

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Bahas Kunci Pertanian Berkelanjutan Lewat Low Emission Development

berita Thursday, 7 November 2024

Di era global saat ini, pertanian menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca yang dapat merusak sumber daya air, kualitas tanah, dan lingkungan tumbuh tanaman. Untuk itu, penerapan low emission development (LED) dalam pertanian menjadi kunci untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, memastikan sistem pertanian yang sehat, serta mendorong peningkatan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam produksi tanaman dan ternak, sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., Guru Besar Ekonomi Pertanian UGM, menyampaikan topik tentang Low Emission Development (LED) for Sustainable Agriculture dalam the 2nd International Conference on Sustainable Agricultural Socioeconomics, Agribusiness, and Rural Development (ICSASARD) 2024. Acara yang diadakan pada 17 Oktober 2024 di Hotel Alana Yogyakarta ini membahas pertanian berkelanjutan, sistem pangan resilient, dan pembangunan pedesaan inklusif.

Beliau menyampaikan bahwa produksi pertanian dan sistem pangan merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sektor pertanian secara langsung bertanggung jawab atas 8,5 persen dari total emisi gas rumah kaca, sementara 14,5 persen lainnya berasal dari perubahan penggunaan lahan, produksi pangan, dan metana yang dihasilkan oleh ternak.

“Pertanian menyumbang emisi karbon melalui berbagai cara, seperti pembakaran lahan, pengeringan lahan basah, penggunaan bahan kimia, serta penggembalaan ternak yang menghasilkan metana. Penggunaan energi fosil dalam proses produksi juga berkontribusi. Selain itu, deforestasi, perubahan penggunaan lahan, produksi ternak, pemupukan, dan pengelolaan limbah turut menambah beban emisi tersebut.” jelas Prof. Irham

Dengan semakin meningkatnya isu emisi gas rumah kaca, pertanian jejak karbon rendah (Low Carbon Footprint Agriculture) muncul sebagai pendekatan berkelanjutan untuk produksi pangan yang bertujuan meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas pertanian. Pendekatan ini meliputi berbagai praktik, seperti penerapan sistem pertanian organik, manajemen hama terpadu, serta aquaponik dan hidroponik.

Selain itu, praktik pertanian konservasi, mempromosikan varietas tanaman yang tahan iklim, dan pemilihan pakan yang tepat untuk ternak dan unggas turut menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi jejak karbon. Tak kalah penting, transformasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sektor pertanian juga memainkan peran besar dalam mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Berinvestasi dalam praktik pertanian berkelanjutan sangat penting, tidak hanya untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat. Salah satu kunci agar pertanian tetap berkembang dan berkelanjutan adalah dengan memastikan regenerasi petani keluarga. Oleh karena itu, kita perlu melakukan langkah nyata untuk mendukung keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian dan mendorong mereka untuk berkontribusi secara aktif dalam pembangunan pedesaan.” terang Prof. Irham.

Penerapan LED dalam pertanian tidak hanya berperan dalam ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan, tetapi juga mendukung pelestarian ekosistem. Dengan mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan, LED berkontribusi pada pengelolaan air yang lebih baik dan mendorong kebijakan berkelanjutan yang mendukung tujuan pembangunan global, seperti yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Panitia

Soft Launching Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau: Sarana Relaksasi dengan Sentuhan Musik Kolintang di Fakultas Pertanian UGM

berita Thursday, 7 November 2024


Fakultas Pertanian UGM melakukan soft launching “Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau” pada 16 Oktober 2024 lalu. Fasilitas baru ini merupakan hasil kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM dengan Kopi & Roti Dua Kerbau. Kegiatan soft launching Kopi & Roti Dua Kerbau dihadiri oleh dosen, staf, dan mahasiswa, sekaligus memperkenalkan kafe sebagai tempat bersantai baru di kampus.

Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau hadir sebagai tempat relaksasi bagi sivitas akademika di tengah kesibukan kampus, sekaligus menawarkan ruang untuk melepas penat dengan berinteraksi dan berkreasi. Dengan fasilitas seperti area bermain voli dan alat musik kolintang, kafe ini tidak hanya menambah keseruan tetapi juga mendukung kreativitas, kolaborasi, serta pengembangan minat di luar kegiatan akademik, sehingga membantu menjaga keseimbangan hidup sivitas akademika, terutama mahasiswa.
Kolintang menjadi daya tarik utama di Kafe Kopi & Roti Dua Kerbau, menawarkan pengalaman unik bagi mahasiswa yang ingin mencoba alat musik tradisional ini. Rumah musik kolintang yang diresmikan oleh Rahmat Shah, salah satu donatur beasiswa di Fakultas Pertanian ini dilakukan pada 31 Juli 2024 ditujukan untuk menambah sentuhan kebudayaan yang memperkaya suasana Fakultas Pertanian. Dengan hadirnya kolintang, kafe ini tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga ruang interaksi sosial yang menggabungkan hiburan dan budaya dalam kehidupan kampus.

Melalui fasilitas ini, Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa serta kesejahteraan seluruh anggota fakultas. Hal ini sekaligus menjadi salah satu wujud komitmen Fakultas Pertanian dalam mencapai SDGs diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Media Faperta

Menggali Filosofi Dadi Wong dalam Isu Regenerasi Petani, Mahasiswi EPA Raih Best Presenter di Ajang Internasional

berita Wednesday, 6 November 2024


Nadya Mangesti Wibowo, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) angkatan 2022, berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada The 2nd International Conference on Sustainable Agricultural Socioeconomics, Agribusiness, and Rural Development (ICSASARD) 2024, dalam subtema Inclusive Rural Development. Penghargaan tersebut diterima pada 17 Oktober 2024 di Hotel Alana Yogyakarta. Nadya mempresentasikan mengenai hasil penelitiannya yang berjudul “The ‘Dadi Wong’ Philosophy: A Glimpse into Yogyakarta Farmers and Their Hopes for Regeneration”.

Penelitian yang dipresentasikan Nadya merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang berlangsung dari April hingga Agustus 2024. Nadya bersama timnya, yaitu Alexandros Candra Febrian (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2022), Hosana Adel Ivory (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022), dan Iqbal Tafqy Aunika (Ilmu Sejarah 2022), di bawah bimbingan Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., berhasil mengkaji isu regenerasi petani di tengah tantangan modernisasi dan perubahan sosial di pedesaan Yogyakarta.

Penelitian ini membahas filosofi dadi wong dalam konteks kehidupan petani di Yogyakarta dan harapan mereka terhadap regenerasi petani. Dalam presentasinya, Nadya menyoroti bagaimana filosofi dadi wong yang terkandung dalam Serat Wedhatama mempengaruhi pandangan masyarakat petani terhadap profesi pertanian.
“Jadi di sini kita ingin mengidentifikasi, bagaimana petani-petani di Yogyakarta, khususnya dari aspek persepsi orang tua dalam memandang profesi petani. Secara garis besar, kami membandingkan pandangan antara petani yang berada di daerah rural dengan daerah urban. Kemudian kami merumuskan strategi untuk mengatasi masalah regenerasi petani yang semakin menurun, terutama dari segi keluarga itu sendiri” jelas Nadya.
Perasaan haru dan kegembiraan Nadya setelah menerima penghargaan Best Presenter terlihat jelas. Nadya dengan jujur mengungkapkan perasaannya.

“Kaget, senang, dan tidak menyangka. Sebenarnya sebelum presentasi sempat merasa sangat takut karena ini adalah seminar internasional,” ujarnya.

Meskipun gugup, Nadya tetap berusaha memberikan yang terbaik dengan mempresentasikan hasil penelitiannya dengan percaya diri. Setelah sesi diskusi berlangsung, ia merasa senang karena bisa berdiskusi secara mendalam dan mendapatkan wawasan baru dari peserta lainnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Nadya dan tim, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM mampu berkontribusi dalam diskusi global mengenai isu penting seperti regenerasi petani, yang vital bagi masa depan pertanian Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Program Studi PKP UGM Terbitkan Buku Karya Mahasiswa: “Inovasi Milenial, Membangun Masa Depan Pertanian”

Prestasi Tuesday, 5 November 2024

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi terbitkan buku bertajuk “Inovasi Milenial, Membangun Masa Depan Pertanian” pada Rabu, 23 Oktober 2024. Buku ini merupakan karya mahasiswa yang mengikuti Praktikum Manajemen Penerbitan dan menyajikan kumpulan artikel inovatif tentang petani milenial di Yogyakarta.

Didukung oleh Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dan Adipura Publishing, karya ini menjadi bukti nyata kolaborasi mahasiswa dalam menciptakan solusi pertanian berkelanjutan untuk masa depan.

Proses pembuatan buku ini tidak hanya mengasah kemampuan mahasiswa dalam menulis dan menyusun karya ilmiah, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam dunia penerbitan. Para mahasiswa terlibat aktif dalam setiap tahap, mulai dari penulisan, penyuntingan, layouting, hingga pencetakan. Mereka melakukan riset lapangan dan wawancara dengan petani milenial di Yogyakarta untuk menghasilkan artikel menarik yang dibukukan. Buku ini adalah bentuk kerja sama antara mahasiswa, dosen, dan asisten praktikum.

“Kami sebagai dosen hanya memberikan saran dan panduan teknis, namun konten sepenuhnya merupakan karya asli mahasiswa,” terang Mesalia Kriska, S.P., M.Sc., selaku dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Penerbitan.

Sebagai kumpulan karya mahasiswa, buku “Inovasi Milenial” mencerminkan berbagai ide dan inovasi yang mereka dapatkan dari hasil wawancara dan observasi langsung dengan para petani. Setiap artikel diramu menjadi satu kesatuan, di mana setiap mahasiswa mengungkapkan perspektif dan solusi yang berbeda dalam menghadapi tantangan pertanian masa kini.

Meskipun saat ini masih berupa bunga rampai, harapan ke depannya mahasiswa bisa menulis karya bersama yang lebih fokus pada satu artikel penuh. “Kami berharap karya berikutnya bisa menjadi buku referensi atau bahkan buku saku yang sangat berguna, tidak hanya sebagai inspirasi tetapi juga sebagai bahan akademis,” ungkap Mesalia.

Dukungan dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK) Faperta UGM sangat berperan dalam mewujudkan penerbitan buku ini, terutama dari sisi pembiayaan dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk lebih aktif dalam menulis dan berkontribusi di dunia literasi, khususnya dalam bidang pertanian.

Dengan adanya buku ini, Program Studi PKP UGM berhasil menunjukkan bahwa generasi muda mampu menciptakan inovasi dan berkontribusi bagi pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Buku “Inovasi Milenial” ini juga menjadi salah satu wujud nyata pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Fakultas Pertanian UGM Menandatangani Kontrak Kerja Sama Cetak Sawah Quick Wins 2025

beritakerjasama Monday, 4 November 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI dalam rangka Survei Investigasi Desain (SID) mendukung Cetak Sawah Quick Wins 2025. Adapun penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Ketua Tim dari Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc., IPU, bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. Sunarti, M.P., pada hari Selasa, 29 Oktober 2024 lalu yang diselenggarakan di Hotel Palangka Raya, Jekan Raya, Palangka Raya.

Prof. Nuryani menjelaskan, kegiatan ini ditujukan untuk mewujudkan kebijakan pengembangan pertanian nasional yang difokuskan pada peningkatan produksi pertanian dan ketersediaan pangan. Peningkatan produksi tersebut mengacu terhadap tujuan mencapai ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional, sehingga diperlukan adanya upaya untuk memperluas baku lahan sawah.

“Kerja sama yang kita lakukan ini meliputi lahan seluas 10.000 ha di Kabupaten Kapuas. Kegiatan cetak sawah menjadi salah satu cara yang bisa diupayakan untuk penambahan luas baku lahan sawah menuju ketahanan pangan nasional,” jelas Prof. Nuryani.

Kerja sama SID Cetak Sawah Quick Wins 2025 tidak hanya melibatkan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, tetapi juga beberapa perguruan tinggi lainnya, seperti Universitas Padjajaran, Universitas Hassanudin, Universitas Palangkaraya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa-Banten, Universitas Jember, Universitas Andalas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Pusat Teknologi Fakultas Teknik UNHAS, Universitas Jenderal Soedirman, dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

Prof. Nuryani menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat membuahkan hasil dengan dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat ke depannya. Selain itu, kerja sama yang terjalin juga membuktikan peran Fakultas Pertanian UGM di masyarakat, utamanya dalam hal pendidikan dan pengabdian. Untuk itu, Fakultas Pertanian UGM juga menunjukkan komitmennya dalam mencapai tujuan pembangunan di dalam SDGs, antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Tim SID Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa EPA Ikuti Program Innovation Challenge, Tawarkan Ide SAMPAI: Sampah Jadi Nilai

Prestasi Saturday, 2 November 2024


Khosyi Adam Surya Atmaja (Ekonomi Pertanian Agribisnis 2022), bersama kedua rekannya, Aryawijaya Adiyatma (Teknologi Industri Pertanian 2022), Amanda Inkuta Ramadhania (Manajemen 2022) telah mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah melalui ide start up mereka, SAMPAI: Sampah jadi Nilai.

Tim ini berhasil mengikuti program Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh Innovation Academy UGM, dengan berfokus pada pengumpulan minyak jelantah dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan menyalurkannya ke pengolah minyak jelantah. Tujuan mereka adalah mendapatkan keuntungan dari selisih margin antara pengumpulan dan pengolahan, sambil turut berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ke depannya, tim SAMPAI akan mengikuti pendampingan intensif selama 8 minggu, mulai dari 12 Oktober hingga 16 November 2024. Selama masa pendampingan ini, mereka mendapatkan berbagai pengetahuan penting, mulai dari riset pasar, pemetaan stakeholder dan konsumen, penyusunan dan pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga ke tahap akhir yakni pitching dan berjejaring.

Khosyi mengungkapkan bahwa ide SAMPAI berasal dari lomba sebelumnya, di mana mereka sudah bekerja pada proyek pengelolaan sampah namun merasa lingkupnya tersebut terlalu luas. Sehingga kemudian diputuskan untuk membuat usaha yang berfokus pada pengolahan minyak jelantah, yang dianggap memiliki permintaan serta memiliki dampak yang lebih spesifik.
Ia berharap pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan masa depan, serta menjadi langkah awal yang penting dalam membangun startup SAMPAI agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas.
“Semoga kami bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga dari program ini, dan semoga startup SAMPAI dapat berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi banyak orang.” ujar Khosyi.
Partisipasi Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM ke dalam Innovative Challenge menjadi salah satu komitmen untuk mencapai tujuan SDGs antara lain, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

1…2122232425…38

BERITA FAKULTAS

  • Momentum Kebersamaan: Serah Terima Pengurus Kagama Pertanian Periode 2025-2029
    19/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Laksanakan Pengisian Bersama Beban Kerja Dosen: Upaya Mendukung Tri Dharma
    15/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Guru Besar Baru dalam Bidang Mikrobiologi Terapan
    13/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Dua Guru Besar Baru dalam Bidang Virologi Tumbuhan dan Biologi Perikanan
    12/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Dosen Baru: Semangat Baru Perkuat Pendidikan, Riset, dan Keberlanjutan
    12/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju