
Pelaksanaan hari keempat kelas paralel Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 kembali menyuguhkan ruang diseminasi ilmiah yang kaya akan studi kasus internasional. Melalui media zoom meeting, forum internasional yang dipelopori oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) ini berfokus pada eksplorasi manajemen perikanan di negara tanpa laut (landlocked country) melalui materi bertajuk “Reimagining Tropical Agriculture and Fisheries for a New Generation: The Case of Rwanda”.
Presentasi yang memikat ini dibawakan oleh Joas Iradukunda, M.Sc., seorang akademisi dan peneliti muda di bidang nutrisi ikan dan biologi molekuler asal Rwanda. Iradukunda, yang merupakan lulusan Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM, saat ini aktif sebagai kolaborator riset di University of Rwanda. Latar belakang profesionalnya yang luas, mulai dari pengelolaan laboratorium kesehatan ikan UGM hingga keterlibatannya dalam proyek ketahanan pangan Orora Wihaze USAID di Afrika, memberikan kedalaman tersendiri dalam membedah lompatan teknologi perikanan darat.

Dalam paparannya, Iradukunda menjelaskan keunikan geografi Rwanda yang dijuluki sebagai “Land of a Thousand Hills”. Sebagai negara yang tidak memiliki wilayah laut, pasokan perikanan Rwanda bergantung sepenuhnya pada sumber air tawar pedalaman seperti danau, sungai, dan lahan basah, di mana Danau Kivu menjadi pusat tangkapan andalan sekaligus pusat akuakultur keramba jaring apung komersial terbesar.
Sesi diskusi juga membahas tantangan regenerasi sumber daya manusia di sektor perikanan Rwanda yang masih didominasi oleh generasi yang lebih tua. Untuk meningkatkan minat generasi muda, pemerintah dan para pemangku kepentingan mendorong transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk pemantauan kualitas air secara real-time, penggunaan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) sebagai bahan baku pakan berkelanjutan, serta pengembangan kewirausahaan melalui program AYuTe Africa Challenge Rwanda.
Penyelenggaraan kegiatan ini merefleksikan andil besar Faperta UGM dalam mengakselerasi pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diseminasi inovasi di bidang perikanan ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penyediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi ketahanan pangan keluarga. Selain itu, riset nutrisi ramah lingkungan dan sirkulasi nutrien limbah peternakan menjadi langkah nyata dalam pemenuhan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kegiatan kolaborasi internasional.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026






















