• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
Arsip:

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

Lentera DESA Faperta UGM x UPTD BPSDMP DIY: Bersama Petani Muda Jogja Rajut Ketahanan Pangan

berita Wednesday, 13 May 2026

Forum Komunikasi Taruna Tani/Petani Milenial dengan tema “Petani Muda Jogja: Menciptakan Inovasi, Merajut Ketahanan Pangan, dan Merespon Dinamika Ekonomi Global” sukses digelar oleh UPTD Balai Pengembangan SDM Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi petani muda untuk mengasah keterampilan digital, memperkuat dinamika kelompok, dan membangun ketahanan pangan lokal di tengah tantangan ekonomi global.

Forum dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Dusun Bergan RT 07, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hadir petani milenial, aktivis Kelompok Wanita Tani (KWT) muda, serta PKK Dusun Bergan yang aktif berdiskusi. Suasana kekeluargaan di lokasi pedesaan memungkinkan interaksi intensif, menciptakan semangat kolaborasi antargenerasi pelaku pertanian.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Wahyu Hermawan, S.P., sebagai Petugas POPT yang membahas bagaimana pengendalian organisme pengganggu tanaman. Selain itu, Faperta UGM berkontribusi melalui Lentera DESA UGM menyampaikan materi pemanfaatan media digital untuk dinamika kelompok, serta pencatatan usaha tani berbasis platform Lentera DESA. Peserta diajarkan cara memanfaatkan fitur blended learning dan tools digital untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, dari monitoring lahan hingga akses pasar e-commerce.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan praktis dan komitmen langsung untuk bergabung sebagai pengguna Lentera DESA UGM. Banyak yang menyatakan minat mengadopsi pencatatan digital untuk mengoptimalkan rantai pasok dan analisis keuangan usaha tani mereka.

Kegiatan ini selaras dengan dinamika ekonomi global, di mana petani Jogja didorong merespon fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, dan permintaan pangan organik. Materi tentang pemasaran digital membantu petani milenial merajut ketahanan pangan lokal melalui inovasi seperti precision farming dan value chain berkelanjutan. Kolaborasi UPTD Balai Pengembangan SDM Pertanian DIY dengan Lentera DESA UGM memperkuat ekosistem pendidikan agrokompleks.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut menunjukkan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas ekonomi petani muda, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produksi pangan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan literasi digital dan pembelajaran berbasis teknologi bagi petani muda, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui keterlibatan aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) muda, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kompetensi petani milenial, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dan platform Lentera DESA, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui peningkatan akses pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat pedesaan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan rantai pasok dan praktik usaha tani berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengenalan praktik pertanian adaptif dan precision farming, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pertanian inklusif di DIY.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA UGM

Mahasiswa Prodi EPA Faperta UGM Berdayakan Petani Riau melalui MBKM di PT Pertamina Hulu Rokan

berita Wednesday, 13 May 2026

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Prodi EPA Faperta UGM) angkatan 2023 menunjukkan kiprah nyata dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kolaborasi dengan PT Pertamina Hulu Rokan. Tim mahasiswa yang ditempatkan di wilayah tersebut, antara lain Marta Petricia U.M. Napitupulu, Muhammad Fauzi Akbar, Syarifah Nur’afina Nasution, Gita Amanda Putriani, dan Muhammad Adzka Putra Kiswanto.

Kegiatan MBKM ini berfokus pada pendampingan masyarakat, khususnya Kelompok Tani Persada dan KTH Alam Pusaka Jaya di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tahapan awal berupa observasi dan diskusi bersama kelompok tani yang dilaksanakan pada bulan Maret menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.

Mahasiswa kemudian terlibat dalam peningkatan praktik agrosilvopastura dan penguatan sistem pembibitan (nursery) melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Program ini tidak hanya memperkuat praktik pertanian berkelanjutan, tetapi juga mendukung pengelolaan lanskap yang lebih adaptif di wilayah koridor gajah.

Secara akademis, kegiatan ini memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dengan penerapan ilmu pertanian di lapangan. Secara sosial, program ini mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat kapasitas kelompok tani. Secara ekologis, kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi konflik manusia dan satwa, khususnya gajah, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat di wilayah koridor gajah.

Kegiatan MBKM ini mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan ekonomi masyarakat desa, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas ekonomi kelompok tani.

 

Selain itu, program ini juga selaras dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan praktik pertanian berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

 

Melalui program MBKM ini, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembelajaran transformatif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Mahasiswa MBKM PT Pertamina Hulu Rokan

Pidato Prof. Dwidjono: Terima Kasih dan Dedikasi Sepanjang Hidup untuk Fakultas Pertanian UGM

berita Monday, 20 April 2026

Dalam pidato purna tugasnya, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para dosen, kolega, serta seluruh sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM. Beliau merefleksikan perjalanan panjang pengabdiannya, di mana hampir 63% dari hidupnya telah digunakan untuk mengajar dan mendampingi mahasiswa.
Prof. Dwidjono secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK) yang telah menjadi rumah akademiknya selama bertahun-tahun. Beliau juga dengan rendah hati memohon maaf apabila terdapat kesalahan selama masa pengabdian.
Tak lupa, beliau menekankan peran penting keluarga dalam perjalanan kariernya. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada sang istri yang selalu mendukung, terutama dalam proses persiapan menuju jabatan guru besar. Berkat dukungan tersebut, Prof. Dwidjono berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tahun 2007.


Pidato penuh refleksi ini menjadi momen yang menyentuh bagi seluruh hadirin, sekaligus menegaskan bahwa pengabdian seorang akademisi tidak hanya tercermin dalam karya ilmiah, tetapi juga dalam ketulusan, kebersamaan, dan dukungan keluarga.
Acara purna tugas Prof. Dwidjono pun semakin bermakna dengan pidato tersebut, meninggalkan pesan inspiratif bagi generasi penerus Fakultas Pertanian UGM untuk terus berkontribusi dengan integritas dan semangat pengabdian.
Pidato reflektif ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menegaskan komitmen Prof. Dwidjono terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang relevan dengan kiprah beliau, mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Purna Tugas Prof. Dwidjono: Dedikasi dan Inspirasi bagi Fakultas Pertanian UGM

berita Monday, 20 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar acara Purna Tugas untuk menghormati pengabdian panjang Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U., seorang akademisi yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang sosial ekonomi pertanian. Acara berlangsung di Auditorium Harjono Danoesastro pada Rabu, 15 April 2026 dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta kolega dari berbagai institusi.


Pembukaan acara dipandu oleh Vera Kurniawati dan Dani Abyan Adam, perwakilan mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, selaku pembawa acara. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Doa bersama dipimpin oleh Bapak Asnawi, tenaga kependidikan dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, menandai awal rangkaian acara yang penuh makna.


Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. selaku Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, serta Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM. Keduanya menekankan bahwa Prof. Dwidjono merupakan sosok inspiratif yang telah menanamkan nilai integritas, kerja keras, serta kepedulian terhadap pengembangan ilmu sosial ekonomi pertanian.
Sesi kesan dan pesan dari kolega dan mahasiswa turut menambah kehangatan acara. Ir. Mohammad Ismet, MSc, Ph.D. mewakili rekan sejawat, sementara Muhammad Alfian Nur Fauzy, M.Sc. mewakili mahasiswa pascasarjana, menyampaikan apresiasi atas keteladanan dan bimbingan Prof. Dwidjono yang telah menjadi inspirasi bagi banyak generasi.
Sebagai bentuk penghargaan, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dan Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis menyerahkan cinderamata kepada Prof. Dwidjono. Momen ini diabadikan melalui sesi foto bersama yang melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan.
Acara ditutup dengan pemutaran video testimoni tambahan dan sesi ramah tamah yang diiringi makan siang bersama. Suasana penuh keakraban menjadi penutup yang indah bagi perjalanan panjang seorang akademisi yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan dan penelitian di bidang pertanian.
Acara Purna Tugas Prof. Dwidjono bukan sekadar perpisahan, tetapi juga perayaan atas dedikasi, keteladanan, dan semangat pengabdian yang akan terus menjadi inspirasi bagi Fakultas Pertanian UGM dalam melahirkan generasi akademisi yang berintegritas dan berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen purna tugas, tetapi juga mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kiprah Prof. Dwidjono, mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

UNSW Australia Jajaki Kerja Sama Riset Kewirausahaan Pertanian Bersama Faperta UGM

berita Wednesday, 4 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan akademisi dari University of New South Wales (UNSW) Australia pada Senin, 2 Maret 2026, untuk menjajaki peluang kerja sama riset di bidang kewirausahaan pertanian dan pedesaan, sekaligus mendukung program regenerasi petani.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring internasional dan memperluas kolaborasi riset lintas disiplin. Diskusi menyoroti pentingnya inovasi kewirausahaan sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pertanian melalui keterlibatan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Prof. Minako Sakai, pakar kajian sosial Asia Tenggara sekaligus pemimpin Asia Pacific Development and Security Research Group UNSW. Dari pihak Faperta UGM, pertemuan diwakili oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, serta Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. dan Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), yang menyampaikan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk memperkuat riset dan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi internasional.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

Guru Besar UGM Tegaskan: Kemandirian Pangan adalah Jembatan Menuju Kedaulatan dan Kesejahteraan Bangsa

berita Wednesday, 11 February 2026

Ketergantungan berlebihan terhadap pangan impor bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat bangsa dan kesejahteraan rakyat. Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec., dalam pidato pengukuhan Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis di Balai Senat, Balairung, Universitas Gadjah Mada pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam pidato berjudul “Kemandirian Pangan sebagai Jembatan Emas untuk Meminimumkan Ketergantungan Pangan dan Mewujudkan Kedaulatan Pangan serta Kesejahteraan Bangsa”, Prof. Jangkung menekankan bahwa pangan tidak dapat diperlakukan semata sebagai komoditas pasar. Pangan adalah fondasi stabilitas sosial, instrumen politik, sekaligus prasyarat utama kesejahteraan bangsa.

“Bangsa yang tidak berdaulat atas pangannya akan selalu berada dalam posisi rentan, karena kesejahteraan rakyatnya ditentukan oleh dinamika eksternal yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan,” tegas Prof. Jangkung.

Prof. Jangkung menjelaskan bahwa sistem pangan global saat ini ditandai oleh volatilitas harga, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan konflik geopolitik. Pasar pangan internasional bersifat thin market, sehingga guncangan kecil di negara produsen utama dapat memicu ketidakstabilan harga global. Kondisi ini berisiko tinggi bagi negara yang bergantung pada impor pangan, termasuk Indonesia.

Lebih jauh, Prof. Jangkung menyoroti paradoks pembangunan pertanian Indonesia: produktivitas meningkat, tetapi kesejahteraan petani cenderung stagnan. Struktur penguasaan lahan yang semakin kecil, alih fungsi lahan, serta ketimpangan antar subsektor memperlemah posisi petani sebagai produsen utama pangan.

“Kemandirian pangan yang tidak disertai kemandirian petani adalah kemandirian semu. Tanpa kesejahteraan petani, seluruh agenda kedaulatan pangan kehilangan legitimasi moralnya,” ujarnya.

Menurutnya, kedaulatan pangan memberi negara ruang kebijakan untuk melindungi petani, menjaga stabilitas harga, dan menjamin hak dasar rakyat atas pangan. Kedaulatan pangan bukan bentuk isolasi, melainkan kemampuan cerdas untuk mengelola keterbukaan global secara berdaulat.

Menutup pidatonya, Prof. Jangkung menegaskan bahwa ilmu ekonomi pertanian tidak boleh berhenti pada analisis dan publikasi, melainkan harus hadir sebagai penuntun kebijakan, penguat kelembagaan rakyat, dan penjaga nalar publik.

“Setiap butir pangan yang kita hasilkan adalah bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Jangkung sebagai Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

 

Faperta UGM Rayakan Prestasi Guru Besar Baru: Prof. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

berita Wednesday, 11 February 2026

Prosesi tasyakuran pengukuhan guru besar Prof. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. yang digelar di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tonggak prestasi baru fakultas. Acara ini tidak hanya merayakan dedikasi Professor di bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis, tetapi juga memperkuat posisi Faperta UGM sebagai pusat unggulan riset sosial ekonomi pertanian nasional dengan semakin banyaknya guru besar berkontribusi pada inovasi berkelanjutan.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dan Dekan Fakultas Pertanian UGM. Dalam pidatonya, keduanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Prof. Jangkung dalam pengembangan ilmu sosial ekonomi pertanian, yang telah berkontribusi signifikan bagi kemajuan akademik fakultas. Acara dilanjutkan dengan sambutan penuh rasa syukur dari Prof. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga, rekan sejawat, dan institusi yang telah mendukung perjalanan akademiknya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama. Suasana penuh kehangatan tercipta ketika keluarga, mahasiswa, serta para dosen dan tenaga kependidikan bergantian menyampaikan ucapan selamat, mempererat rasa kebersamaan di lingkungan Faperta UGM.

Pengukuhan Prof. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. semakin memperkaya portofolio prestasi Fakultas Pertanian UGM, yang terus menunjukkan perkembangan pesat dalam bidang akademik dan riset. Kehadiran guru besar dengan fokus pada isu-isu strategis pertanian diharapkan dapat mendukung visi Universitas Gadjah Mada sebagai universitas berkelas dunia.

Secara lebih luas, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang dilakukan oleh Faperta UGM, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

 

Dr. Hoerussalam Wakili Wisudawan Terbaik: Syukur dan Kontribusi Pascasarjana Faperta UGM Periode II 2025/2026

berita Thursday, 22 January 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Purnawisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Acara yang digelar di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Rabu, 21 Januari 2026 ini menjadi momen istimewa bagi para lulusan program magister (S2) dan doktor (S3) yang telah menuntaskan perjalanan akademik mereka. Selain sebagai perayaan atas capaian akademik individu, purnawisuda ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang pertanian yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional, khususnya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Dr. Hoerussalam ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor Ilmu Pertanian dan dipercaya mewakili seluruh wisudawan dalam menyampaikan sambutan. Dalam pidatonya, ia menggambarkan purnawisuda sebagai perayaan atas proses akademik yang panjang sekaligus dinamika kehidupan mahasiswa S-2 dan S-3 di lingkungan Faperta UGM. Proses tersebut, menurutnya, menuntut ketekunan tinggi, ketangguhan berpikir kritis, kedewasaan emosional, serta kejujuran ilmiah sebagai fondasi utama dalam setiap tahap pembelajaran dan penelitian.

Lebih lanjut, Dr. Hoerussalam menyampaikan bahwa proses pembelajaran di Faperta UGM tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan teknis di bidang agronomi, agribisnis, maupun teknologi pangan, tetapi juga membentuk nilai-nilai luhur, seperti integritas akademik, etika penelitian, dan tanggung jawab keilmuan yang harus dijunjung tinggi sepanjang perjalanan karier profesional. Pengalaman akademik tersebut menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif, baik di sektor akademik, penelitian, maupun industri pertanian.

Pada akhir sambutannya, Dr. Hoerussalam menegaskan komitmen para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional, keberlanjutan sumber daya alam pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pertanian yang telah diperoleh. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika, keluarga, dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung pembangunan pertanian nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui kegiatan purnawisuda ini Faperta UGM berkomitmen dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

Kemitraan Faperta UGM x Indomaret Dorong Ekonomi Petani Milenial melalui Budidaya Pepaya Callina

berita Tuesday, 6 January 2026

Tim pendamping lapangan Program Kemitraan Penanaman Pepaya Callina (California) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) melakukan evaluasi akhir tahun pada 24 Desember 2025 untuk meninjau perkembangan budidaya sekaligus menilai capaian program yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Kunjungan yang dipimpin oleh Dody Kastono, S.P., M.P. (Dosen Budidaya Pertanian) menunjukkan bahwa tanaman Pepaya Callina tersebut telah berusia enam bulan dan memasuki fase panen dengan kebutuhan input produksi yang terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, Dody memaparkan potensi ekonomi Pepaya Callina, yaitu dalam satu siklus panen sekitar 19 bulan, dengan frekuensi panen mingguan dan bobot rata-rata 1 kg per buah, petani berpeluang memperoleh pendapatan hingga Rp3 juta per minggu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kemitraan tidak dapat diukur hanya dalam satu tahun, melainkan membutuhkan proses, pendampingan berkelanjutan, dan komitmen semua pihak.

Menurut Nurhayadi, petani mitra dari Sleman, pengeluaran usaha taninya kini telah tertutup sekitar 80 persen. Budidaya Pepaya Callina menjadi pengalaman baru baginya setelah dua kali gagal menanam cabai. Ia menekankan penggunaan pupuk organik sebagai input utama.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. (Dosen Departemen Tanah) yang menegaskan bahwa nutrisi dari pupuk organik mampu mendukung fase generatif tanaman. Selain itu, Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D. (Dosen Departemen Tanah) menambahkan bahwa kondisi agroklimat lokasi sangat sesuai, terutama dari aspek curah hujan, suhu, dan ketersediaan air.

Dari sisi perlindungan tanaman, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P. (Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) menjelaskan bahwa tingkat serangan hama relatif rendah pada lahan mitra yang menerapkan sanitasi, pemantauan rutin, dan pengendalian terpadu. Meski demikian, kepatuhan terhadap standar budidaya masih perlu ditingkatkan.

Sugeng, mitra sekaligus pengurus Petani Milenial Sleman, mengungkapkan pengalaman dalam pembinaan petani dan koordinasi program. Ia menambahkan, pada usia 6 bulan 2 minggu, Pepaya Callina telah menghasilkan empat kali panen dengan total 2,6 kuintal berkat penggunaan pupuk organik yang tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) menekankan peluang kemitraan masih terbuka melalui dukungan akses pasar kolektif Petani Milenial Sleman dan Indomaret dengan pendampingan dan komunikasi yang seimbang.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan serta memperkuat pendampingan akademik kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Wujud kemitraan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Dyah Woro Untari

Tim Dosen Faperta UGM Berdayakan Petani Selopamioro untuk Optimalkan Potensi Pertanian Berkelanjutan

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian UGM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Petani dan Optimalisasi Potensi Pertanian di Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul” selama delapan bulan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani dalam produksi, pemasaran, dan keberlanjutan usaha pertanian melalui pendekatan pelatihan teknis, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian UGM, yaitu Gilang Wirakusuma, M.Sc., Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., dan Agung Dian Kharisma, Ph.D., bersama mahasiswa dari Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis.

Desa Selopamioro memiliki kondisi alam yang mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian. Namun, petani masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya teknologi pendukung, dan keterbatasan modal usaha. Kondisi ini menyebabkan potensi pertanian desa belum termanfaatkan secara optimal. Melalui program pemberdayaan ini, UGM berupaya menghadirkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Desa Selopamioro memiliki potensi pertanian yang besar dengan kondisi alam yang mendukung berbagai komoditas. Namun, petani setempat masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya teknologi pendukung, serta keterbatasan modal usaha. Kondisi ini menyebabkan potensi pertanian desa belum termanfaatkan secara optimal. Melalui program pemberdayaan ini, UGM berupaya menghadirkan solusi komprehensif yang tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis petani, tetapi juga memperkuat aspek kelembagaan dan pemasaran.

Selama pelaksanaan program, petani mendapatkan pendampingan terkait teknik pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan dan air, penggunaan pupuk organik, serta praktik konservasi lahan. Tim juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi pertanian modern yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas akses pemasaran melalui platform digital. Selain itu, penguatan kelembagaan petani dilakukan untuk mendorong terbentuknya kelompok tani yang lebih adaptif dan mampu mengelola usaha secara mandiri.

Diversifikasi usaha pertanian menjadi salah satu strategi penting dalam program ini. Petani diperkenalkan pada peluang agroindustri dan ekowisata berbasis pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian Desa Selopamioro.

Peningkatan akses pasar juga menjadi fokus utama. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, petani didorong untuk mengadopsi sistem pertanian yang lebih efisien dan berorientasi pasar. Pengembangan rantai pasok yang lebih baik serta penerapan model agribisnis berbasis komunitas diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian desa di tingkat lokal maupun regional.

Program ini memberikan dampak positif bagi petani, ditandai dengan meningkatnya keterampilan teknis dan manajerial, bertambahnya peluang usaha melalui diversifikasi, serta meningkatnya kesadaran terhadap praktik pertanian ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik, Desa Selopamioro berpotensi menjadi model pemberdayaan petani yang berkelanjutan di Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Kehidupan Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

123…26

BERITA FAKULTAS

  • Sinergi Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM dalam Penyusunan Draf SAR ASIIN
    20/05/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Pembekalan Calon Wisudawan Periode III T.A. 2025/2026
    20/05/2026
  • Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM: Sinergi untuk Keanekaragaman Hayati
    20/05/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Buka Summer Course 2026 untuk Mahasiswa Internasional
    13/05/2026
  • Alumni Faperta UGM Gabung Riset Persepsi Budidaya Maggot sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik
    13/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju