• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
Arsip:

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

Perkuat Capacity Building SDM Pertanian Jawa Barat, Lentera DESA Faperta UGM dan Kemenko Pangan Gelar Pelatihan Literasi Digital di Bogor

berita Wednesday, 21 October 2026

Melanjutkan komitmen penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian secara berkelanjutan, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI kembali menyelenggarakan Pelatihan Literasi Digital dan Penerapan Buku Tani Digital Seri Kedua. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, bertempat di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Kampus Cinagara, Jawa Barat.

Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat digitalisasi sektor agrikultur di kawasan Jawa Barat, khususnya wilayah Kabupaten Ciawi dan sekitarnya. Sebanyak 50 peserta hadir memenuhi sesi pelatihan offline, yang terdiri atas 30 petani muda, 15 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta 5 penyuluh swadaya. Para peserta dibekali materi pencatatan usaha tani berbasis digital guna meningkatkan efisiensi, akurasi data finansial, serta efektivitas tata kelola agribisnis di tingkat lapangan.

Tim fasilitator Lentera DESA Faperta UGM yang mendampingi jalannya pelatihan terdiri atas Bella Mega Pahlevi, S.P., Dian Rahmanisa, Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc., dan Alfonsus Ligouri Carhesa Gilmore, S.P., M.Sc. Kehadiran para fasilitator ini diperkuat oleh arahan serta bimbingan dari tim pakar Faperta UGM, yaitu Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ishadiyanto Salim.

Jalannya pelatihan dipantau langsung oleh Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Kemenko Pangan RI, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi aktif antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong akselerasi ketahanan serta swasembada pangan nasional.

Antusiasme dan semangat peserta terlihat sangat tinggi sepanjang pelatihan tatap muka dua hari tersebut. Keberlanjutan program ini tidak berhenti pada sesi offline, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan dan pembelajaran mandiri secara online melalui platform kelas interaktif Lenteradesa.id guna memastikan pemahaman serta penerapan ilmu yang optimal di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, melalui peningkatan kapasitas pengelolaan usaha tani dan literasi keuangan digital yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan kapasitas teknis petani muda dan penyuluh dalam mengelola usaha tani secara efisien guna mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan berkelanjutan dan pelatihan literasi digital yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui modernisasi pengelolaan keuangan usaha tani berbasis teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing agribisnis; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan inovasi teknologi Buku Tani Digital dan platform Lenteradesa.id dalam mendukung transformasi digital pertanian; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui perluasan akses pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan digital bagi petani muda serta penyuluh pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor antara Fakultas Pertanian UGM, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, dan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Percepat Swasembada Pangan, Lentera DESA dan Kemenko Pangan Fasilitasi Pelatihan Literasi Digital dan Buku Tani Digital bagi SDM Pertanian Kabupaten Semarang

berita Tuesday, 20 October 2026

Dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI menyelenggarakan Pelatihan Literasi Digital dan Penerapan Buku Tani Digital. Kegiatan yang berlangsung pada Senin–Selasa, 5–6 Oktober 2026 ini bertempat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas 30 petani muda, 10 penyuluh swadaya, dan 10 penyuluh pertanian lapangan dari Kabupaten Semarang. Selama dua hari, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai literasi digital serta penggunaan praktis platform Buku Tani Digital yang dapat diakses melalui portal Lenteradesa.id. Platform ini dirancang untuk memodernisasi pencatatan usaha tani secara optimal, akurat, dan terstruktur guna mendukung efisiensi manajemen usahatani di tingkat petani.

Empat fasilitator dari Lentera DESA Faperta UGM yang memiliki latar belakang teknis pertanian serta ekonomi pertanian dan agribisnis bertugas mendampingi proses pelatihan, yaitu Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc., Arsya Pradhipta Nurya Siwi, S.P., M.Sc., Devira Putri Rahmalia, S.P., M.Sc., dan Alfonsus Ligouri Carhesa Gilmore, S.P., M.Sc. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh tim pakar Faperta UGM, yakni Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. dan Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D.

Turut hadir memantau jalannya kegiatan, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Kemenko Pangan RI, Silvi Charlote Sumanti, S.E., M.S.E. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini serta menyerahkan penghargaan langsung kepada para peserta terbaik selama pelatihan. Antusiasme para petani muda dan penyuluh terlihat sangat tinggi sepanjang sesi interaktif, khususnya saat mempraktikkan pencatatan keuangan dan manajemen usahatani secara digital.

Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah ini, Faperta UGM terus berkomitmen mendorong transformasi digital di sektor pertanian, mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat fondasi ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, melalui penguatan kapasitas pengelolaan usaha tani yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis petani muda serta penyuluh melalui pelatihan terstruktur; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha tani berbasis teknologi digital; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penerapan inovasi Buku Tani Digital untuk modernisasi pengelolaan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui perluasan akses pengetahuan dan keterampilan digital bagi pelaku pertanian di tingkat daerah; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian UGM, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, dan P4S Citra Muda.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Fakultas Pertanian UGM Berkontribusi dalam Pertemuan Perdana Konsorsium ACIAR untuk Penguatan Produksi Mangga Berkelanjutan

berita Wednesday, 7 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut ambil bagian dalam HORT/2022/125 Inception Meeting, sebuah pertemuan perdana konsorsium riset internasional yang berfokus pada transformasi produksi mangga melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) dan penggunaan pestisida yang lebih cerdas di Asia Tenggara dan Australia. Pertemuan ini diselenggarakan pada 20-23 September 2026 di University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina, dan mencakup kunjungan lapangan ke San Pascual, Batangas.

Keterlibatan dalam konsorsium yang didukung oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) ini menegaskan peran aktif Faperta UGM dalam jejaring riset internasional untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) secara resmi berkontribusi dalam diskusi mengenai implementasi proyek, prioritas masing-masing negara, kegiatan penelitian, koordinasi antar lembaga, serta perencanaan program pada tahun pertama pelaksanaan proyek.

Pada pertemuan tersebut, tim Indonesia memaparkan perkembangan industri mangga nasional dan berbagai program riset yang telah dijalankan. Presentasi turut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc. (Dosen Departemen Hama dan Perlindungan Tumbuhan) menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen mangga terbesar dunia sekaligus tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya saing industri mangga nasional.

Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa industri mangga Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi petani, komoditas mangga juga berkontribusi terhadap perdagangan ekspor. Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, seperti pengelolaan hama dan penyakit tanaman, penggunaan pestisida yang efisien, kualitas produk yang konsisten, serta penguatan rantai pasok dan akses pasar ekspor.

Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan pendekatan Area-Wide Integrated Pest Management (AW-IPM) untuk pengendalian lalat buah pada komoditas mangga. Pengalaman riset dan implementasi yang telah dilakukan di berbagai sentra produksi mangga di Jawa Barat menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

Melalui keterlibatan dalam konsorsium internasional ini, Fakultas Pertanian UGM diharapkan dapat memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara, memperluas pengembangan inovasi berbasis IPM, serta mendorong lahirnya solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, keamanan pangan, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan industri mangga di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Keterlibatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 September 2026

Suasana temu alumni Lustrum XVI Faperta UGM pada Minggu (20/9) tidak hanya dipenuhi diskusi formal, tetapi juga gelak tawa saat para alumni lintas angkatan mengenang masa-masa menjadi mahasiswa di Bulaksumur. Dari sekian banyak rutinitas perkuliahan, praktikum laboratorium dan lapangan selalu menjadi cerita paling berkesan yang mempererat solidaritas angkatan.

Berikut 5 praktikum legendaris yang paling melekat dalam ingatan alumni Faperta UGM:

  1. Praktikum Kimia dan Biologi Dasar

Menjadi praktikum paling dinanti di semester awal. Karena pelaksanaannya diampu di laboratorium fakultas lain (FMIPA dan Fakultas Biologi), mahasiswa Faperta punya alasan resmi untuk jalan-jalan keliling kluster sains dan mengenal sudut-sudut kampus UGM lebih luas.

  1. Praktikum Rancangan Percobaan/Rancob

Praktikum yang satu ini sukses membuat dahi berkerut. Menghitung analisis ragam (ANOVA), uji beda nyata terkecil, hingga rancangan faktorial dengan kalkulator ilmiah—sering kali diulang karena angka desimal yang selisih sedikit—menjadi momen perjuangan bersama yang kini dirindukan.

  1. Praktikum Gulma

Momen seru ketika mahasiswa harus menyusuri pematang sawah dan kebun percobaan demi mengumpulkan spesimen gulma daun sempit, daun lebar, hingga teki-tekian. Menjemur, mengepres, hingga menempelkan label herbarium sering kali diwarnai canda tawa di selasar gedung kampus.

  1. Praktikum Bakteriologi dan Mikrobiologi

Menginokulasi bakteri di dekat api bunsen, menuang media agar dengan cermat, hingga menunggu hasil biakan di inkubator memberikan sensasi seru menjadi peneliti sejati. Pengamatan koloni dan pewarnaan gram menjadi salah satu materi paling menarik selama di laboratorium.

  1. Praktikum Manajemen Penyiaran

Khusus bagi mahasiswa yang mendalami ilmu komunikasi dan penyuluhan pertanian, praktikum ini adalah arena mengasah kreativitas. Mahasiswa belajar memproduksi konten audio, teknik siaran radio, hingga drama audio penyuluhan yang interaktif dan penuh tawa di ruang studio.

Kenangan melewati deretan praktikum inilah yang turut membentuk ketelitian, daya tahan, keterampilan, dan kebersamaan para sarjana Faperta UGM dalam berkarya di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dalam mendukung kesempatan pendidikan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan pertanian yang mendukung sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dan laboratorium; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi teknis, analitis, komunikasi, dan pemecahan masalah; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman mengenai flora, gulma, mikroorganisme, dan ekosistem pertanian. Pengalaman belajar bersama juga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui penguatan komunitas akademik dan jejaring lintas generasi, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui pengembangan kerja sama, kekompakan, dan relasi sosial yang sehat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Temu Alumni: Momentum Sinergi Lintas Generasi untuk Kemajuan Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Ratusan alumni lintas angkatan berkumpul kembali di almamater dalam acara Temu Alumni KAGAMA Fakultas Pertanian UGM dalam Rangka Lustrum XVI, Minggu, 20 September 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Sinergi Kolaborasi Alumni dan Almamater Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini berlangsung guyub, hangat, dan penuh semangat kekeluargaan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum KAGAMA Pertanian Mahmudi, S.P., M.Si., serta sambutan Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Rangkaian acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Guyub Nusantara yang dibawakan secara kolaboratif oleh lintas generasi alumni (angkatan 1986, 1989, 1990, hingga 2019) bersama PP KAGAMA dan UGM.

Selain menjadi ajang reuni dan silaturahmi, pertemuan ini diisi dengan peluncuran buku inspirasi alumni, penyaluran donasi dana abadi beasiswa melalui Yayasan Prof. Harjono Danoesastro, serta seremoni penyerahan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa aktif. Kehangatan temu alumni ditutup dengan ramah tamah, makan siang bersama, hiburan musik, dan foto bersama di selasar kampus.

Momentum temu alumni ini mempertegas kembali komitmen jejaring KAGAMA Pertanian untuk terus berjalan beriringan bersama fakultas dalam menjawab tantangan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, melalui kegiatan ini Faperta UGM terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui beasiswa yang membantu meringankan beban finansial mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi agar dapat menuntaskan pendidikan tinggi; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring alumni dan almamater dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui fasilitasi ruang sinergi antara dunia akademik dan profesional alumni untuk memperkaya proses pembelajaran; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui dukungan terhadap kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi mahasiswa dari seluruh program studi sarjana di Faperta UGM; SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui partisipasi lintas generasi dalam apresiasi dan pelestarian budaya melalui Tari Guyub Nusantara; SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan ruang partisipasi dan hubungan kelembagaan alumni yang harmonis dan inklusif; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi multipihak antara almamater, KAGAMA Pertanian, alumni, dan komunitas agribisnis nasional nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

Alumni Fakultas Pertanian UGM Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa KAGAMA Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Kepedulian nyata terhadap keberlanjutan studi generasi penerus ditunjukkan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Pertanian (KAGAMA Pertanian) melalui penyerahan Beasiswa KAGAMA Pertanian 2026. Agenda ini menjadi salah satu sesi utama dalam Temu Alumni KAGAMA Pertanian dalam rangka Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Faperta UGM yang digelar di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Penggalangan beasiswa ini dikelola secara akuntabel melalui Yayasan Profesor Harjono Danoesastro dengan akumulasi total dana beasiswa mencapai 1,3 M. Komitmen tersebut diperkuat oleh sumbangan Dana Abadi dari angkatan penyelenggara, di antaranya Angkatan 1986 (dikoordinasi Ir. Ardiati & Ir. Kuswantri Heri) sebesar Rp28.000.000, Angkatan 1996 (dikoordinasi Sapta Wira U., S.P., M.I.Kom.) sebesar Rp30.000.000, serta Angkatan 2006 (dikoordinasi Iga Aditya, S.P.) sebesar Rp12.850.000.

Pemberian beasiswa untuk periode Oktober 2026 hingga September 2027 ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., bersama jajaran Sekjen KAGAMA Pertanian dan Dekanat Faperta UGM kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi:

  1. Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
  2. Ayudya Martha Sholihah (Agronomi)
  3. Muhammad Wildan Mustofa (Proteksi Tanaman)
  4. Rafel Hidayat Rizki (Teknologi Hasil Perikanan)
  5. Riris Rhegita Chayani (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)
  6. Amanda Irfatul Hidayah (Ilmu Tanah)

Inisiatif beasiswa ini menunjukkan komitmen alumni dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Faperta UGM. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui bantuan finansial yang membantu mengurangi beban biaya pendidikan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui dukungan terhadap keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan tinggi; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia terdidik dan terampil yang dipersiapkan untuk berkontribusi di dunia kerja; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan menyelesaikan pendidikan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kemitraan antara Faperta UGM, KAGAMA Pertanian, Yayasan Profesor Harjono Danoesastro, alumni lintas angkatan, dan berbagai sektor profesional dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Lentera DESA Faperta UGM Perkuat Kelembagaan Petani Lewat Kelas Partisipatif di BPSDMP DIY

berita Wednesday, 23 September 2026

Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.

Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.

Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Penyuluhan Pupuk Hayati dan Sensor Uji Tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh

berita Friday, 18 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026 melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pupuk Hayati Bacillus Amyloliquefaciens dan sensor uji tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Maluku Utara pada 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen tim dalam mendukung pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi melalui pengenalan teknologi pertanian modern.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. selaku Ketua Tim, dengan dukungan mahasiswa dan alumni lintas disiplin, yaitu Khusnus Syifa Muhammada (S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM), Alvaida Ekawati (S1 Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM), Muh. Yusuf Saputra (S1 Ilmu Tanah UGM), Desi Rindi Rahmawati (S2 Akuntansi UGM), serta Alkadri Ajwan (S2 Linguistik UNY). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan ketua kelompok tani SP 1, SP 2, dan SP 3 Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, yang menjadi mitra utama dalam penerapan teknologi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat transmigrasi diperkenalkan pada manfaat bakteri Bacillus Amyloliquefaciens sebagai pupuk hayati yang mampu meningkatkan kesuburan tanah serta penggunaan sensor uji tanah untuk mendeteksi kondisi lahan secara lebih akurat. Edukasi ini diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan hasil pertanian meski menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para petani. Engkus, Ketua Kelompok Tani SP 1 sekaligus tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa edukasi ini memberikan semangat baru bagi petani. “Dengan adanya penyuluhan ini, kami merasa lebih percaya diri menghadapi kondisi iklim yang kurang terprediksi. Teknologi ini memberi harapan untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026, menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Kami berharap melalui pengenalan pupuk hayati dan sensor tanah, para petani dapat semakin meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil yang optimal,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis petani, tetapi juga menegaskan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. Dengan pendekatan berbasis pendidikan dan pemberdayaan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian akademisi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan penyuluhan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan berbasis teknologi pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan edukasi teknologi kepada petani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan petani dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan sensor uji tanah dan inovasi pupuk hayati, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses masyarakat transmigrasi terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan penggunaan input pertanian berbasis hayati dan pengelolaan sumber daya secara lebih efisien, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kapasitas adaptasi petani terhadap kondisi iklim yang tidak menentu, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengenalan praktik yang mendukung kesehatan dan keberlanjutan tanah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, kelompok tani, dan masyarakat dalam penerapan teknologi pertanian.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan kapasitas petani transmigrasi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026

Tim Ekspedisi Patriot 2026: Faperta UGM dan Kementerian Transmigrasi Dorong Pemanfaatan Bioenergi di Pulau Morotai

berita Wednesday, 2 September 2026

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan sepuluh kampus mitra, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2026, dengan tujuan melakukan pengabdian, pemberdayaan, dan penelitian di kawasan transmigrasi. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM.

Tim Morotai terdiri dari lintas disiplin akademik, melibatkan alumni dan mahasiswa UGM dari berbagai program studi. Dari Fakultas Pertanian hadir alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah, S.P.. Dukungan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi melalui Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo..

Selama empat bulan, tim akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber energi komunitas dan rumah tangga. Limbah kelapa, seperti sabut dan batok, akan diolah menjadi briket melalui sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi pencemaran udara. Air kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diolah menjadi nata de coco sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, limbah pertanian dan rumah tangga akan dimanfaatkan melalui biodigester untuk menghasilkan gas memasak.

Tahapan kegiatan dimulai dengan rapid assessment pada bulan pertama untuk memetakan potensi limbah pertanian dan perkebunan di kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan ini menjadi dasar perancangan dan pembuatan prototype teknologi, seperti retort drum untuk karbonisasi dan biodigester untuk pemanfaatan biomassa. Pada bulan kedua dan ketiga, tim fokus pada pengembangan prototype serta pemantauan hasil pemanfaatan biomassa. Memasuki bulan keempat, hasil kegiatan akan diseminasi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus penyusunan dokumen pemetaan potensi energi berbasis biomassa yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah dalam membangun wilayah transmigrasi. “Misi besar, kerja nyata… dampak besar untuk Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan harapan agar kerja keras tim ekspedisi membawa manfaat luas. “Semoga setiap keringat dan kerja keras kita menjadi keberkahan untuk Indonesia,” ungkapnya.

Program TEP 2026 di Pulau Morotai juga memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan bioenergi mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, penciptaan peluang ekonomi mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan teknologi bioenergi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan limbah mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Pertanian UGM bersama Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan berbasis bioenergi.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Pulau Morotai UGM

Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani

berita Wednesday, 12 August 2026

Transformasi teknologis menuju pertanian regeneratif tidak akan berjalan optimal tanpa keberhasilan adopsi di tingkat petani dan efisiensi rantai pasok agribisnis. Hal tersebut digarisbawahi oleh Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., saat memberikan paparan pada acara sosialisasi departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro UGM, Selasa (11/8)

Departemen Sosial Ekonomi Pertanian berperan penting dalam memetakan perilaku adopsi petani, merancang tata kelola kebijakan, menganalisis kelayakan ekonomi, hingga memperkuat kelembagaan kelompok tani di era digital. Keilmuan sosial ekonomi menjadi jembatan yang menyelaraskan inovasi teknis dari laboratorium (seperti benih unggul, biopestisida, dan alat dekarbonasi) agar dapat diterima secara sosial dan memberikan keuntungan finansial yang adil bagi petani.

Melalui pendampingan masyarakat dan kajian rantai nilai (value chain), Departemen Sosek Pertanian berkomitmen untuk memastikan bahwa implementasi Smart Eco Bioproduction mampu meningkatkan pendapatan bersih petani, mengurangi kesenjangan ekonomi pedesaan, serta menciptakan ekosistem bisnis pertanian yang inklusif dan tangguh.

 

Pemaparan Departemen Sosek ini semakin memperkuat komitmen dan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan efisiensi dan kesejahteraan ekonomi usaha tani sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem agribisnis, rantai nilai, dan kelembagaan petani untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pendampingan dan pemerataan akses masyarakat, khususnya petani, terhadap pengetahuan serta inovasi pertanian yang dikembangkan di lingkungan akademis Faperta UGM; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembangunan rantai nilai agribisnis yang adil, menguntungkan, inklusif, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan pengembangan adopsi teknologi yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat pedesaan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, petani, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong transformasi agribisnis yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…29

BERITA FAKULTAS

  • Pagelaran Kasepuluh 2026 Rayakan Satu Dekade Perjalanan dan Inspirasi Generasi Muda untuk Pertanian Berkelanjutan
    02/11/2026
  • Perkuat Jejaring Global dan Riset Teh Berkelanjutan, Faperta UGM Sambut Kunjungan Delegasi Anhui Agricultural University China
    02/11/2026
  • 11890
    02/11/2026
  • Kehangatan dan Keceriaan di Balik Momen Wisuda Bersama Keluarga Tercinta
    31/10/2026
  • Kontribusi Doktor Muda PMDSU: Anisya Turrodiyah Bagikan Insight Pengelolaan Pertanian Regeneratif
    31/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju