• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
Arsip:

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

Meninjau Inovasi Akuakultur Rwanda: Dari Keterbatasan Geografis Menuju Swasembada Pangan di SC-STAF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Pelaksanaan hari keempat kelas paralel Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 kembali menyuguhkan ruang diseminasi ilmiah yang kaya akan studi kasus internasional. Melalui media zoom meeting, forum internasional yang dipelopori oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) ini berfokus pada eksplorasi manajemen perikanan di negara tanpa laut (landlocked country) melalui materi bertajuk “Reimagining Tropical Agriculture and Fisheries for a New Generation: The Case of Rwanda”.

Presentasi yang memikat ini dibawakan oleh Joas Iradukunda, M.Sc., seorang akademisi dan peneliti muda di bidang nutrisi ikan dan biologi molekuler asal Rwanda. Iradukunda, yang merupakan lulusan Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM, saat ini aktif sebagai kolaborator riset di University of Rwanda. Latar belakang profesionalnya yang luas, mulai dari pengelolaan laboratorium kesehatan ikan UGM hingga keterlibatannya dalam proyek ketahanan pangan Orora Wihaze USAID di Afrika, memberikan kedalaman tersendiri dalam membedah lompatan teknologi perikanan darat.

Dalam paparannya, Iradukunda menjelaskan keunikan geografi Rwanda yang dijuluki sebagai “Land of a Thousand Hills”. Sebagai negara yang tidak memiliki wilayah laut, pasokan perikanan Rwanda bergantung sepenuhnya pada sumber air tawar pedalaman seperti danau, sungai, dan lahan basah, di mana Danau Kivu menjadi pusat tangkapan andalan sekaligus pusat akuakultur keramba jaring apung komersial terbesar.

Sesi diskusi juga membahas tantangan regenerasi sumber daya manusia di sektor perikanan Rwanda yang masih didominasi oleh generasi yang lebih tua. Untuk meningkatkan minat generasi muda, pemerintah dan para pemangku kepentingan mendorong transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk pemantauan kualitas air secara real-time, penggunaan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) sebagai bahan baku pakan berkelanjutan, serta pengembangan kewirausahaan melalui program AYuTe Africa Challenge Rwanda.

Penyelenggaraan kegiatan ini merefleksikan andil besar Faperta UGM dalam mengakselerasi pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diseminasi inovasi di bidang perikanan ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penyediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi ketahanan pangan keluarga. Selain itu, riset nutrisi ramah lingkungan dan sirkulasi nutrien limbah peternakan menjadi langkah nyata dalam pemenuhan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kegiatan kolaborasi internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Harmonisasi Revisi UU Perlindungan Petani: Kontribusi Guru Besar UGM untuk SDGs  

berita Thursday, 16 July 2026

Komitmen memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia memasuki tahap strategis melalui Harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung DPD RI ini menghadirkan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, sebagai Koordinator Tim Ahli Penyusun RUU. Kehadiran beliau menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengawal kebijakan publik berbasis riset dan pengalaman empiris.

Sebagai koordinator, Prof. Subejo memimpin penyusunan naskah akademik, perumusan substansi perubahan pasal, serta sinkronisasi masukan dari akademisi, organisasi petani, pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan pakar hukum, ekonomi pertanian, kelembagaan, dan pembangunan wilayah memperlihatkan bahwa revisi ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi petani.

Menurut Prof. Subejo, revisi UU ini bukan sekadar penyempurnaan redaksional, melainkan transformasi paradigma pembangunan pertanian. Perlindungan petani diperluas dari sekadar peningkatan produksi menjadi jaminan keberlanjutan usaha tani, kesejahteraan, ketahanan terhadap risiko, serta regenerasi petani yang adaptif terhadap teknologi digital.

Salah satu inovasi penting adalah penambahan Bab baru mengenai Regenerasi Petani dan Petani Muda. Definisi Petani Muda (usia 19–39 tahun) serta konsep regenerasi dimasukkan secara eksplisit dalam ruang lingkup perlindungan dan pemberdayaan. Program ini mencakup pendidikan, pelatihan, magang, akses lahan, pembiayaan, teknologi, kewirausahaan, digitalisasi, penelitian, dan inovasi.

RUU juga mengusulkan perluasan jaminan sosial nasional hingga mencakup petani muda, pengembangan prasarana berbasis teknologi informasi, serta penguatan layanan publik pertanian melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Revisi UU menekankan pentingnya sistem peringatan dini perubahan iklim, peningkatan kompetensi penyuluh dalam teknologi digital, serta adaptasi kelembagaan petani. Hal ini memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap risiko iklim.

Keterlibatan Prof. Subejo dan tim ahli memperlihatkan kontribusi nyata Universitas Gadjah Mada dalam proses legislasi nasional. Dengan basis penelitian, pengalaman lapangan, dan praktik terbaik pembangunan pertanian berkelanjutan, UGM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendukung penyelesaian persoalan strategis bangsa.

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang dikawal Prof. Subejo secara langsung mendukung pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Regulasi baru ini diharapkan menjadi instrumen nyata dalam mendorong transformasi pertanian nasional menuju sistem yang modern, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Semarakkan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM Gelar Panen Perdana Melon Hibrida Premium Hasil Inovasi Dosen

berita Friday, 10 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI dengan menggelar panen perdana melon hibrida premium hasil riset internal pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Greenhouse Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM ini menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam menghilirisasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Acara panen perdana ini dihadiri langsung oleh jajaran rektorat Universitas Gadjah Mada, dipimpin oleh Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. selaku Rektor UGM. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap berbagai produk inovasi berbasis riset yang lahir dari kreativitas civitas akademika di lingkungan fakultas.

Salah satu tim dosen pengembang varietas, Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pada panen perdana kali ini terdapat 2 (dua) varietas hibrida premium yang dirilis ke publik.

“Dua varietas hibrida premium ini dirancang memiliki keunggulan utama pada cita rasa buah yang sangat manis serta tekstur daging yang renyah (crunchy). Karakteristik ini disesuaikan dengan preferensi pasar buah premium saat ini,” ungkapnya di sela-sela aktivitas petik buah.

Momen petik bersama melon hibrida premium ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan seremonial tahunan fakultas. Lebih dari itu, agenda ini merupakan titik krusial dari proses hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat menyentuh masyarakat luas.

Melalui hilirisasi ini, Faperta UGM berharap teknologi budidaya dan varietas benih melon hibrida premium dapat segera diadopsi secara luas oleh petani maupun pelaku industri pertanian di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan petani. Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan pendapatan petani, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung ketahanan pangan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan penyediaan produk hortikultura berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui implementasi hasil riset dan inovasi dalam pendidikan tinggi, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui hilirisasi hasil penelitian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan teknologi budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat adopsi inovasi pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Perkuat Kontribusi SDGs, Dorong UGM ke Peringkat 41 Dunia

berita Wednesday, 8 July 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menembus peringkat ke-41 dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rating 2026 dengan skor 93,2/100. Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi strategis Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, yang tercatat sebagai salah satu fakultas dengan aktivitas SDGs tertinggi di lingkungan UGM.

Berdasarkan data Dashboard SDGs UGM, Faperta mencatat lebih dari 2.500 aktivitas (per 3 Ju yang mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Angka ini menempatkan Faperta sebagai fakultas dengan kontribusi terbesar ketiga setelah universitas secara keseluruhan.

Kontribusi Faperta tidak hanya memperkuat reputasi UGM secara global, tetapi juga memastikan riset dan pengabdian masyarakat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan, ketahanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan. Dengan capaian ini, Faperta menegaskan perannya sebagai pionir riset pertanian berkelanjutan sekaligus penggerak utama kontribusi UGM dalam mendukung SDGs.

Capaian UGM diumumkan secara resmi pada Rabu, 24 Juni 2026. UGM berhasil naik 41 peringkat dari posisi ke-82 dunia tahun sebelumnya menjadi posisi ke-41 dari total 1.603 universitas yang dievaluasi. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyebutkan bahwa kenaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja hampir di seluruh SDGs. “Capaian tersebut menunjukkan penguatan reputasi akademik sekaligus komitmen UGM terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional,” ungkapnya.

Penilaian dilakukan berdasarkan kontribusi universitas dalam mencapai indikator SDGs, dengan data yang dikumpulkan dari pelaporan universitas dan bibliometrik Elsevier. Universitas peserta diwajibkan mengikuti minimal empat kategori SDG, termasuk SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai komponen wajib.

Sebagai salah satu fakultas dengan kontribusi terbesar, Faperta UGM berperan penting dalam mendukung capaian-capaian tersebut. Melalui riset pertanian berkelanjutan, inovasi agroekosistem, penguatan kurikulum berbasis OBE, serta jejaring internasional, Faperta memastikan bahwa kontribusi UGM terhadap SDGs tidak hanya tercatat dalam pemeringkatan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Dashboard SDGs UGM

Lentera DESA Faperta UGM Fasilitasi Agri Training Camp BAPELTAN Jateng untuk Pelajar Purworejo

berita Tuesday, 30 June 2026

Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi sebagai fasilitator pada kegiatan Agri Training Camp (ATC) yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah. Kegiatan ATC batch ini diikuti oleh siswa dan siswi SMA/MA/SMK yang berkolaborasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan kegiatan 23 Juni 2026 tersebut, Lentera DESA mengirimkan dua fasilitator untuk mendampingi dan memandu peserta sepanjang sesi. Kehadiran tim Faperta UGM difokuskan untuk mendorong pemahaman tentang kemandirian pangan berkelanjutan dan pentingnya keberlanjutan pembangunan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan pendidikan.

Pada sesi yang dibawakan Lentera DESA, peserta diajak mengikuti praktik pembelajaran interaktif yang membahas konsep Agritech Platform. Fasilitator memperkenalkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung manajemen usaha tani, akses pengetahuan, dan jejaring agribisnis. Peserta juga diajak menjadi member aktif Lentera DESA sehingga dapat mengakses sumber belajar dan program pembinaan yang disediakan.

Salah satu fokus praktik adalah pengenalan dan penggunaan Buku Tani melalui platform Lentera DESA. Melalui modul ini, peserta belajar cara mencatat usaha tani secara digital—mulai dari pencatatan kegiatan budidaya, penggunaan input, hingga pemantauan hasil panen—sebagai langkah awal membangun praktik pertanian yang lebih terstruktur dan transparan.

Partisipasi Lentera DESA dalam ATC ini merupakan bagian dari komitmen tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Penyediaan platform pembelajaran digital secara gratis ditujukan untuk memperluas akses pengetahuan pertanian, terutama bagi generasi muda di tingkat menengah yang menjadi calon pelaku pertanian masa depan.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA

Komitmen Dukung Pendidikan, CV Karya Rasa Indonesia Salurkan Beasiswa Melalui Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 26 June 2026

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dan CV Karya Rasa Indonesia (Bakpia Kukus Tugu Jogja) resmi menandatangani dokumen kerja sama pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada Kamis, 25 Juni 2026. Agenda ini bertujuan untuk memberikan bantuan keringanan UKT bagi mahasiswa dari golongan kurang mampu, khususnya mereka yang akan menjadi sarjana pertama di keluarganya sehingga diharapkan dapat mengurangi keresahan biaya pendidikan sekaligus melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi di industri pangan nasional.

Prosesi penandatanganan kerja sama di Ruang Dekanat Fakultas Pertanian ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian UGM Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., serta Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. sebagai ketua Departemen Perikanan. Sementara dari pihak mitra, dokumen ditandatangani oleh perwakilan manajemen CV Karya Rasa Indonesia.

CV Karya Rasa Indonesia mengungkapkan bahwa pandangan Fakultas Pertanian UGM sebagai mitra strategis menjadi bentuk langkah nyata industri untuk melanjutkan kontribusi di sektor pendidikan. Selain itu, Fakultas Pertanian UGM dinilai memiliki potensi besar dalam memajukan usaha olahan pertanian dan perikanan lokal guna melestarikan kuliner tradisional sekaligus menjamin pemenuhan pangan anak bangsa yang berkualitas. Melalui kolaborasi ini, kelompok mahasiswa rentan diharapkan dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak industri terhadap dunia pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada CV Karya Rasa Indonesia (Bakpia Kukus Tugu Jogja) yang telah berkomitmen membantu penyaluran bantuan finansial bagi mahasiswa kami. Dukungan ini akan sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi mahasiswa bagi yang membutuhkan, sehingga mereka dapat lebih fokus menyelesaikan studi tanpa terhambat kendala biaya,” ujar Jaka

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberian dukungan finansial bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan meningkatkan kesempatan pendidikan bagi kelompok yang kurang beruntung; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

 

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Foto: Unit Media Faperta UGM

 

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Komite II DPD RI Gelar Uji Sahih RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Faperta UGM

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah Seminar Uji Sahih Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang diselenggarakan oleh Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pada Selasa, 23 Juni 2026 di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI A. Abd. Waris Halid, S.S., M.M., anggota Komite II, akademisi, praktisi, mahasiswa, serta perwakilan petani.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Dekan Fakultas Pertanian UGM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya proses uji sahih sebagai wujud komitmen DPD RI dalam menyusun rancangan undang-undang yang responsif terhadap tantangan sektor pertanian nasional. Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita BR Sitepu, S.E., S.H., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi legislasi DPD RI sekaligus upaya memastikan rancangan undang-undang disusun berdasarkan data empiris, kajian akademik, dan kebutuhan nyata petani di daerah.

Tim ahli penyusun RUU, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Tavi Supriana, M.Si., memaparkan pokok-pokok naskah akademik yang diarahkan untuk memperkuat keseimbangan antara jaminan lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Urgensi perubahan mencakup isu regenerasi dan kualitas sumber daya manusia, ketimpangan penguasaan serta alih fungsi lahan, serta keterbatasan akses petani terhadap sarana produksi dan pembiayaan. RUU juga menekankan perlunya jaminan sosial, harga dasar minimum, penyuluhan, digitalisasi pertanian, akses pasar, kelembagaan petani, serta dukungan bagi petani muda.

Dalam sesi seminar, sejumlah akademisi menyampaikan pandangan kritis. Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. menekankan perlunya perlindungan yang berfokus pada akses lahan, harga, modal, sarana produksi, asuransi, serta keberpihakan kepada petani kecil. Prof. Dr. Erizal Jamal, M.Si. menyoroti kesenjangan implementasi undang-undang dan pentingnya menempatkan petani sebagai subjek pembangunan melalui penguatan organisasi ekonomi. Sementara itu, Dr. Ir. Budi Widayanto, M.Si. menekankan perlindungan hak, penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan yang memperhatikan kerentanan ekonomi, sosial, politik, dan kearifan lokal.

Pandangan lain disampaikan oleh Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P., yang mendorong perubahan paradigma dari kebijakan berbasis bantuan menuju kebijakan berbasis insentif. Menurutnya, petani harus dipandang sebagai penyedia pangan sekaligus penjaga keberlanjutan lingkungan perdesaan. Perwakilan petani millennial, Patrik, turut mengusulkan penguatan hak atas air dan lahan subur, perluasan asuransi, kepastian harga pascapanen, pengendalian impor, serta perlindungan kualitas tanah.

Pada sesi penutup, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita BR Sitepu, menegaskan bahwa masukan dari akademisi, praktisi, mahasiswa, dan petani akan menjadi bahan penyempurnaan RUU agar lebih implementatif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan daerah.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui upaya peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pertanian dan ketahanan pangan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui perlindungan terhadap mata pencaharian petani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui peningkatan akses petani terhadap lahan, pembiayaan, dan perlindungan sosial; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan praktik pertanian yang berkelanjutan; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penyusunan regulasi yang partisipatif, berbasis bukti, dan berkeadilan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan petani dalam penyusunan kebijakan publik.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Fakultas Pertanian UGM Umumkan Wisudawan Terbaik Periode III T.A. 2025/2026

Prestasi Friday, 22 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Wisuda Sarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam kesempatan ini, fakultas memberikan apresiasi khusus kepada sejumlah wisudawan terbaik yang berhasil menorehkan prestasi akademik luar biasa, menjadi teladan bagi sivitas akademika.

Predikat Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian diraih oleh Alexandros Candra Febrian dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dengan masa studi 3 tahun 8 bulan 2 hari dan IPK 3,98. Capaian ini menegaskan komitmen mahasiswa fast track dalam menjaga kualitas akademik sekaligus mempercepat waktu tempuh studi.

Fakultas juga mencatat prestasi istimewa dari Muhammad Faris Al Ghoni (Program Studi Akuakultur) sebagai Lulusan Termuda, dengan usia kelulusan 21 tahun 0 bulan 13 hari dan IPK 3,4. Sementara itu, predikat Lulusan Tercepat diraih oleh Jordan Ananda Pradipta (Program Studi Proteksi Tanaman) dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 16 hari dan IPK 3,58.

Selain penghargaan fakultas, sejumlah mahasiswa juga dinyatakan sebagai lulusan terbaik di tingkat departemen:

  • Khoirotunnisa Azumah (Departemen Budidaya Pertanian, Masa Studi 4 Tahun, 5 Bulan 3 Hari, IPK 3.75)
  • Salsabila Yunanda Itsnasyita (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Masa Studi 3 Tahun 5 Bulan 15 Hari, IPK 3.78)
  • Amalia Putri Sholikhati (Departemen Mikrobiologi Pertanian, Masa Studi 4 Tahun 8 Bulan 4 Hari, IPK 3.52)
  • Tazkia Salamah (Departemen Perikanan, Masa Studi 4 Tahun 5 Bulan 13 Hari, IPK 3.83)
  • Karina Nisa Intan Kusuma (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Masa Studi 3 Tahun 6 Bulan 12 Hari, IPK 3.95)
  • Indah Ayu Setyarini (Departemen Tanah, Masa Studi 4 Tahun 5 Bulan 14 Hari, IPK 3.82)

“Saya persembahkan gelar sarjana kepada orang tua saya, saya merupakan sarjana pertama dalam keluarga kecil saya. Sebagai seorang yang besar dari keluarga petani, ini menjadi momen yang sangat membahagiakan” ujar Alexandros selaku wisudawan terbaik fakultas.

Penghargaan kepada wisudawan terbaik ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang resilien, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Capaian mereka sekaligus memperkuat peran fakultas dalam mendukung pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan dan mobilitas sosial, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian dan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penciptaan lulusan unggul dan berdaya saing, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan generasi profesional yang produktif, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan kesempatan pendidikan tinggi bagi berbagai lapisan masyarakat. Semangat kolaborasi dan dukungan sivitas akademika dalam proses pendidikan juga mencerminkan nilai SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM dan Pemda Lombok Timur Rintis Pembahasan Kerja Sama Strategis

beritakerjasama Friday, 22 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Delegasi Pemerintah Daerah Lombok Timur yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur melakukan kunjungan ke UGM untuk merintis pembahasan kerja sama strategis pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM. Kehadiran beliau menegaskan dukungan penuh fakultas dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah penyusunan roadmap pengembangan kurma di Lombok Timur. Fakultas Pertanian UGM dipercaya untuk memotori penyusunan roadmap tersebut, dengan dukungan keilmuan, riset, dan pengalaman akademis yang dimiliki. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat potensi lokal sekaligus mendorong pengembangan komoditas kurma sebagai bagian dari inovasi pertanian berkelanjutan.

Kerja sama ini tidak hanya relevan bagi pengembangan sektor pertanian Lombok Timur, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan dukungan akademik dari UGM, diharapkan roadmap pengembangan kurma dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat daya saing daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

123…27

BERITA FAKULTAS

  • ISILF 2026 Rumuskan Komitmen Strategis dan Pembentukan Working Group
    18/07/2026
  • ISILF 2026 Bahas Model Pendidikan Pascasarjana untuk Profesional Industri Benih
    18/07/2026
  • UGM Perkuat Kemitraan Riset Universitas–Industri dalam ISILF 2026
    18/07/2026
  • ISILF 2026 Teguhkan Perspektif Lintas Sektor untuk Penguatan Industri Benih
    18/07/2026
  • Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Kapal: Langkah Nyata Melindungi Akuakultur Tropis di Hari Terakhir SC-STAF 2026
    18/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju