• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
Arsip:

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 September 2026

Suasana temu alumni Lustrum XVI Faperta UGM pada Minggu (20/9) tidak hanya dipenuhi diskusi formal, tetapi juga gelak tawa saat para alumni lintas angkatan mengenang masa-masa menjadi mahasiswa di Bulaksumur. Dari sekian banyak rutinitas perkuliahan, praktikum laboratorium dan lapangan selalu menjadi cerita paling berkesan yang mempererat solidaritas angkatan.

Berikut 5 praktikum legendaris yang paling melekat dalam ingatan alumni Faperta UGM:

  1. Praktikum Kimia dan Biologi Dasar

Menjadi praktikum paling dinanti di semester awal. Karena pelaksanaannya diampu di laboratorium fakultas lain (FMIPA dan Fakultas Biologi), mahasiswa Faperta punya alasan resmi untuk jalan-jalan keliling kluster sains dan mengenal sudut-sudut kampus UGM lebih luas.

  1. Praktikum Rancangan Percobaan/Rancob

Praktikum yang satu ini sukses membuat dahi berkerut. Menghitung analisis ragam (ANOVA), uji beda nyata terkecil, hingga rancangan faktorial dengan kalkulator ilmiah—sering kali diulang karena angka desimal yang selisih sedikit—menjadi momen perjuangan bersama yang kini dirindukan.

  1. Praktikum Gulma

Momen seru ketika mahasiswa harus menyusuri pematang sawah dan kebun percobaan demi mengumpulkan spesimen gulma daun sempit, daun lebar, hingga teki-tekian. Menjemur, mengepres, hingga menempelkan label herbarium sering kali diwarnai canda tawa di selasar gedung kampus.

  1. Praktikum Bakteriologi dan Mikrobiologi

Menginokulasi bakteri di dekat api bunsen, menuang media agar dengan cermat, hingga menunggu hasil biakan di inkubator memberikan sensasi seru menjadi peneliti sejati. Pengamatan koloni dan pewarnaan gram menjadi salah satu materi paling menarik selama di laboratorium.

  1. Praktikum Manajemen Penyiaran

Khusus bagi mahasiswa yang mendalami ilmu komunikasi dan penyuluhan pertanian, praktikum ini adalah arena mengasah kreativitas. Mahasiswa belajar memproduksi konten audio, teknik siaran radio, hingga drama audio penyuluhan yang interaktif dan penuh tawa di ruang studio.

Kenangan melewati deretan praktikum inilah yang turut membentuk ketelitian, daya tahan, keterampilan, dan kebersamaan para sarjana Faperta UGM dalam berkarya di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dalam mendukung kesempatan pendidikan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan pertanian yang mendukung sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dan laboratorium; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi teknis, analitis, komunikasi, dan pemecahan masalah; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman mengenai flora, gulma, mikroorganisme, dan ekosistem pertanian. Pengalaman belajar bersama juga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui penguatan komunitas akademik dan jejaring lintas generasi, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui pengembangan kerja sama, kekompakan, dan relasi sosial yang sehat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Temu Alumni: Momentum Sinergi Lintas Generasi untuk Kemajuan Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Ratusan alumni lintas angkatan berkumpul kembali di almamater dalam acara Temu Alumni KAGAMA Fakultas Pertanian UGM dalam Rangka Lustrum XVI, Minggu, 20 September 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Sinergi Kolaborasi Alumni dan Almamater Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini berlangsung guyub, hangat, dan penuh semangat kekeluargaan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum KAGAMA Pertanian Mahmudi, S.P., M.Si., serta sambutan Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Rangkaian acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Guyub Nusantara yang dibawakan secara kolaboratif oleh lintas generasi alumni (angkatan 1986, 1989, 1990, hingga 2019) bersama PP KAGAMA dan UGM.

Selain menjadi ajang reuni dan silaturahmi, pertemuan ini diisi dengan peluncuran buku inspirasi alumni, penyaluran donasi dana abadi beasiswa melalui Yayasan Prof. Harjono Danoesastro, serta seremoni penyerahan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa aktif. Kehangatan temu alumni ditutup dengan ramah tamah, makan siang bersama, hiburan musik, dan foto bersama di selasar kampus.

Momentum temu alumni ini mempertegas kembali komitmen jejaring KAGAMA Pertanian untuk terus berjalan beriringan bersama fakultas dalam menjawab tantangan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, melalui kegiatan ini Faperta UGM terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui beasiswa yang membantu meringankan beban finansial mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi agar dapat menuntaskan pendidikan tinggi; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring alumni dan almamater dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui fasilitasi ruang sinergi antara dunia akademik dan profesional alumni untuk memperkaya proses pembelajaran; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui dukungan terhadap kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi mahasiswa dari seluruh program studi sarjana di Faperta UGM; SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui partisipasi lintas generasi dalam apresiasi dan pelestarian budaya melalui Tari Guyub Nusantara; SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan ruang partisipasi dan hubungan kelembagaan alumni yang harmonis dan inklusif; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi multipihak antara almamater, KAGAMA Pertanian, alumni, dan komunitas agribisnis nasional nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

Alumni Fakultas Pertanian UGM Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa KAGAMA Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Kepedulian nyata terhadap keberlanjutan studi generasi penerus ditunjukkan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Pertanian (KAGAMA Pertanian) melalui penyerahan Beasiswa KAGAMA Pertanian 2026. Agenda ini menjadi salah satu sesi utama dalam Temu Alumni KAGAMA Pertanian dalam rangka Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Faperta UGM yang digelar di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Penggalangan beasiswa ini dikelola secara akuntabel melalui Yayasan Profesor Harjono Danoesastro dengan akumulasi total dana beasiswa mencapai 1,3 M. Komitmen tersebut diperkuat oleh sumbangan Dana Abadi dari angkatan penyelenggara, di antaranya Angkatan 1986 (dikoordinasi Ir. Ardiati & Ir. Kuswantri Heri) sebesar Rp28.000.000, Angkatan 1996 (dikoordinasi Sapta Wira U., S.P., M.I.Kom.) sebesar Rp30.000.000, serta Angkatan 2006 (dikoordinasi Iga Aditya, S.P.) sebesar Rp12.850.000.

Pemberian beasiswa untuk periode Oktober 2026 hingga September 2027 ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., bersama jajaran Sekjen KAGAMA Pertanian dan Dekanat Faperta UGM kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi:

  1. Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
  2. Ayudya Martha Sholihah (Agronomi)
  3. Muhammad Wildan Mustofa (Proteksi Tanaman)
  4. Rafel Hidayat Rizki (Teknologi Hasil Perikanan)
  5. Riris Rhegita Chayani (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)
  6. Amanda Irfatul Hidayah (Ilmu Tanah)

Inisiatif beasiswa ini menunjukkan komitmen alumni dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Faperta UGM. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui bantuan finansial yang membantu mengurangi beban biaya pendidikan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui dukungan terhadap keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan tinggi; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia terdidik dan terampil yang dipersiapkan untuk berkontribusi di dunia kerja; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan menyelesaikan pendidikan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kemitraan antara Faperta UGM, KAGAMA Pertanian, Yayasan Profesor Harjono Danoesastro, alumni lintas angkatan, dan berbagai sektor profesional dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Lentera DESA Faperta UGM Perkuat Kelembagaan Petani Lewat Kelas Partisipatif di BPSDMP DIY

berita Wednesday, 23 September 2026

Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.

Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.

Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Penyuluhan Pupuk Hayati dan Sensor Uji Tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh

berita Friday, 18 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026 melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pupuk Hayati Bacillus Amyloliquefaciens dan sensor uji tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Maluku Utara pada 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen tim dalam mendukung pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi melalui pengenalan teknologi pertanian modern.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. selaku Ketua Tim, dengan dukungan mahasiswa dan alumni lintas disiplin, yaitu Khusnus Syifa Muhammada (S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM), Alvaida Ekawati (S1 Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM), Muh. Yusuf Saputra (S1 Ilmu Tanah UGM), Desi Rindi Rahmawati (S2 Akuntansi UGM), serta Alkadri Ajwan (S2 Linguistik UNY). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan ketua kelompok tani SP 1, SP 2, dan SP 3 Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, yang menjadi mitra utama dalam penerapan teknologi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat transmigrasi diperkenalkan pada manfaat bakteri Bacillus Amyloliquefaciens sebagai pupuk hayati yang mampu meningkatkan kesuburan tanah serta penggunaan sensor uji tanah untuk mendeteksi kondisi lahan secara lebih akurat. Edukasi ini diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan hasil pertanian meski menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para petani. Engkus, Ketua Kelompok Tani SP 1 sekaligus tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa edukasi ini memberikan semangat baru bagi petani. “Dengan adanya penyuluhan ini, kami merasa lebih percaya diri menghadapi kondisi iklim yang kurang terprediksi. Teknologi ini memberi harapan untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026, menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Kami berharap melalui pengenalan pupuk hayati dan sensor tanah, para petani dapat semakin meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil yang optimal,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis petani, tetapi juga menegaskan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. Dengan pendekatan berbasis pendidikan dan pemberdayaan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian akademisi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan penyuluhan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan berbasis teknologi pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan edukasi teknologi kepada petani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan petani dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan sensor uji tanah dan inovasi pupuk hayati, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses masyarakat transmigrasi terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan penggunaan input pertanian berbasis hayati dan pengelolaan sumber daya secara lebih efisien, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kapasitas adaptasi petani terhadap kondisi iklim yang tidak menentu, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengenalan praktik yang mendukung kesehatan dan keberlanjutan tanah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, kelompok tani, dan masyarakat dalam penerapan teknologi pertanian.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan kapasitas petani transmigrasi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026

Tim Ekspedisi Patriot 2026: Faperta UGM dan Kementerian Transmigrasi Dorong Pemanfaatan Bioenergi di Pulau Morotai

berita Wednesday, 2 September 2026

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan sepuluh kampus mitra, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2026, dengan tujuan melakukan pengabdian, pemberdayaan, dan penelitian di kawasan transmigrasi. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM.

Tim Morotai terdiri dari lintas disiplin akademik, melibatkan alumni dan mahasiswa UGM dari berbagai program studi. Dari Fakultas Pertanian hadir alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah, S.P.. Dukungan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi melalui Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo..

Selama empat bulan, tim akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber energi komunitas dan rumah tangga. Limbah kelapa, seperti sabut dan batok, akan diolah menjadi briket melalui sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi pencemaran udara. Air kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diolah menjadi nata de coco sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, limbah pertanian dan rumah tangga akan dimanfaatkan melalui biodigester untuk menghasilkan gas memasak.

Tahapan kegiatan dimulai dengan rapid assessment pada bulan pertama untuk memetakan potensi limbah pertanian dan perkebunan di kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan ini menjadi dasar perancangan dan pembuatan prototype teknologi, seperti retort drum untuk karbonisasi dan biodigester untuk pemanfaatan biomassa. Pada bulan kedua dan ketiga, tim fokus pada pengembangan prototype serta pemantauan hasil pemanfaatan biomassa. Memasuki bulan keempat, hasil kegiatan akan diseminasi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus penyusunan dokumen pemetaan potensi energi berbasis biomassa yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah dalam membangun wilayah transmigrasi. “Misi besar, kerja nyata… dampak besar untuk Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan harapan agar kerja keras tim ekspedisi membawa manfaat luas. “Semoga setiap keringat dan kerja keras kita menjadi keberkahan untuk Indonesia,” ungkapnya.

Program TEP 2026 di Pulau Morotai juga memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan bioenergi mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, penciptaan peluang ekonomi mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan teknologi bioenergi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan limbah mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Pertanian UGM bersama Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan berbasis bioenergi.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Pulau Morotai UGM

Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani

berita Wednesday, 12 August 2026

Transformasi teknologis menuju pertanian regeneratif tidak akan berjalan optimal tanpa keberhasilan adopsi di tingkat petani dan efisiensi rantai pasok agribisnis. Hal tersebut digarisbawahi oleh Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., saat memberikan paparan pada acara sosialisasi departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro UGM, Selasa (11/8)

Departemen Sosial Ekonomi Pertanian berperan penting dalam memetakan perilaku adopsi petani, merancang tata kelola kebijakan, menganalisis kelayakan ekonomi, hingga memperkuat kelembagaan kelompok tani di era digital. Keilmuan sosial ekonomi menjadi jembatan yang menyelaraskan inovasi teknis dari laboratorium (seperti benih unggul, biopestisida, dan alat dekarbonasi) agar dapat diterima secara sosial dan memberikan keuntungan finansial yang adil bagi petani.

Melalui pendampingan masyarakat dan kajian rantai nilai (value chain), Departemen Sosek Pertanian berkomitmen untuk memastikan bahwa implementasi Smart Eco Bioproduction mampu meningkatkan pendapatan bersih petani, mengurangi kesenjangan ekonomi pedesaan, serta menciptakan ekosistem bisnis pertanian yang inklusif dan tangguh.

 

Pemaparan Departemen Sosek ini semakin memperkuat komitmen dan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan efisiensi dan kesejahteraan ekonomi usaha tani sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem agribisnis, rantai nilai, dan kelembagaan petani untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pendampingan dan pemerataan akses masyarakat, khususnya petani, terhadap pengetahuan serta inovasi pertanian yang dikembangkan di lingkungan akademis Faperta UGM; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembangunan rantai nilai agribisnis yang adil, menguntungkan, inklusif, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan pengembangan adopsi teknologi yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat pedesaan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, petani, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong transformasi agribisnis yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Agribisnis Jeruk Nasional: Faperta UGM Jalin Kolaborasi Multilateral Lindungi Tanaman dari HLB

berita Tuesday, 4 August 2026

Buah jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan di Indonesia dengan total produksi mencapai 2,45 juta ton pada tahun 2024 serta nilai ekonomi menembus Rp 53,4 triliun. Namun, keberlanjutan mata pencaharian sebagian besar petani kecil jeruk kini terancam oleh penyakit Huanglongbing (HLB) atau Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang disebabkan oleh bakteri ‘Candidatus Liberibacter asiaticus’ (CLas). Menjawab tantangan destruktif ini, tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengambil peran aktif dalam upaya mitigasi dan penyelamatan industri jeruk nasional hingga global.

Tim Faperta UGM yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. menjalankan proyek riset dan pengembangan kapasitas bertajuk “Preparedness and management of huánglóngbìng (citrus greening disease) to safeguard the future of the citrus industry in Australia, China and Indonesia” (HORT/2019/164). Proyek riset internasional yang didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis bersama NSW Department of Primary Industries and Regional Development (NSW-DPIRD) Australia yang dipimpin Dr. Meena Thakur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Citrus Australia Ltd., serta Citrus Research Institute of Chinese Academy of Agricultural Sciences.

Sebagai langkah konkrit diseminasi pengetahuan dan peningkatan kewaspadaan di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari pakar Departemen Proteksi Tanaman UGM, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, PIAT UGM, BRIN, Universitas Tidar, hingga NSW-DPIRD telah mengembangkan media edukasi berupa poster dan brosur panduan. Media ini dirancang khusus untuk membantu petani, penyuluh pertanian, petugas pengendali hama, hingga pemerintah daerah dalam mengenali gejala awal HLB serta menerapkan strategi pencegahan yang efektif.

Inisiatif riset dan kolaborasi lintas negara ini sekaligus memperkuat kontribusi nyata Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui keterlibatan upaya perlindungan sumber pendapatan dan mata pencaharian utama para petani jeruk kecil dari risiko gagal panen akibat penyakit HLB, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya kontribusi menjaga ketahanan pangan dan kestabilan rantai pasok hortikultura nasional melalui perlindungan komoditas buah jeruk, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui praktik pengelolaan dan budidaya tanaman jeruk yang berkelanjutan serta bebas dari hama penyakit destruktif, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi riset dan pengembangan kapasitas multisectoral skala internasional antar-perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemerintah dari Indonesia, Australia, serta Tiongkok.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

SEMNASKAN-UGM XXIII: Transformasi Blue Food untuk Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan

berita Thursday, 30 July 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM) ke-23 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Sabtu, 25 Juli 2026. Forum ilmiah ini menegaskan peran strategis Blue Food (pangan berbasis sumber daya akuatik) sebagai pilar berkelanjutan dalam mendukung gizi nasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Kegiatan ini mempertemukan 109 pemakalah dari 15 institusi nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, IPB University, Universitas Jember, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Terbuka, Universitas Malikussaleh, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Yogyakarta, serta Universitas Gadjah Mada.
Dua pembicara utama turut memberikan perspektif penting. Erwin Dwiyana, S.Pi., M.Sc. (Kementerian Kelautan dan Perikanan) memaparkan strategi transformasi sistem Blue Food Indonesia untuk ketahanan pangan. Sementara itu, Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P. (UGM) menyoroti potensi inovasi mikroalga dan makroalga dalam matriks pangan sebagai solusi masa depan.


Melalui sesi paralel, para peneliti mendiseminasikan beragam solusi atas tantangan industri perikanan, mulai dari stabilitas rantai dingin, efisiensi pakan akuakultur, penerapan teknologi digital (Internet of Things), hingga penguatan peran UMKM dan aspek gender dalam tata kelola perikanan.


Ketua Panitia, Dr. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa SEMNASKAN-UGM XXIII merupakan langkah nyata UGM dalam mendukung pencapaian 12 target Sustainable Development Goals (SDGs). Relevansi capaian tersebut mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan dengan penguatan UMKM perikanan untuk peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui diversifikasi gizi melalui transformasi Blue Food, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui inovasi mikroalga dan makroalga untuk pangan fungsional, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kolaborasi akademik antarinstitusi, SDG 5: Kesetaraan Gender dengan penguatan peran perempuan dalam tata kelola perikanan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui ekosistem pangan akuatik berbasis sains yang mendorong ekonomi inklusif, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan penerapan IoT dan penguatan rantai dingin, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui kolaborasi lintas institusi yang memperluas akses pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui efisiensi pakan akuakultur untuk mendukung produksi berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui sistem pangan rendah jejak lingkungan untuk mitigasi emisi karbon, SDG 14: Ekosistem Laut dengan perlindungan ekosistem laut melalui tata kelola berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui partisipasi 15 institusi nasional sebagai wujud kolaborasi multipihak.

Departemen Perikanan UGM sebagai unit di bawah Fakultas Pertanian berkomitmen untuk terus mengembangkan riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi demi mendukung kedaulatan pangan akuatik Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Departemen Perikanan UGM
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia

berita Thursday, 30 July 2026

Krisis regenerasi di sektor pertanian dan perikanan global tengah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masa depan. Menjawab tantangan besar tersebut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., memberikan paparan kunci dalam sesi invited speaker pada pembukaan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam presentasi ilmiahnya yang bertajuk “Succession in Global Agriculture and Fisheries: Future Hopes and Challenges“, Prof. Subejo mengupas tuntas urgensi rekonstruksi suksesi (regenerasi) petani dan nelayan, baik di tingkat global maupun nasional. Mengawali paparannya, Prof. Subejo mengingatkan para peserta dari berbagai negara mengenai risiko krisis pangan global yang dipicu oleh badai perubahan iklim, konflik, guncangan ekonomi, serta sistem pangan yang rapuh. Ditambah lagi dengan proyeksi lonjakan populasi dunia yang diperkirakan akan menyentuh angka 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050, kebutuhan produksi pangan pun harus dipacu hingga meningkat sekitar 60%.

Di sisi lain, krisis generasi terus menjadi ancaman dan untuk memutus rantai krisis generasi, Prof. Subejo menegaskan bahwa makna suksesi pertanian harus diperluas. Suksesi tidak lagi sekadar transfer kepemilikan aset dari orang tua ke anak, melainkan juga harus mencakup penumbuhan wirausahawan baru yang lahir dari luar keluarga petani tradisional.

Mengakhiri sesi presentasinya, Prof. Subejo mengajak seluruh sivitas akademika, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global untuk berinvestasi pada masa depan pemuda tani dan nelayan. Melalui gagasan komprehensif tersebut, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan regenerasi sektor pertanian dan perikanan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas wirausaha muda di sektor agri-fisheries, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan transformasi sektor pertanian, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembangunan sistem pangan yang lebih tangguh, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

123…28

BERITA FAKULTAS

  • Kolaborasi Internasional: Dosen Faperta UGM dan Wageningen University Dukung Kemandirian Kelompok Wanita Tani Lewat Ecoprint
    02/10/2026
  • Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM
    02/10/2026
  • Vigoasa Kalina Zaida Artha Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo 2026
    25/09/2026
  • Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus
    25/09/2026
  • 5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM
    25/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju