
Fakultas Pertanian (Faperta) UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Salah satu kisah inspiratif datang dari Salma Darajatun, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2023, yang berhasil menuntaskan magang di AILESH pada semester 6, tepatnya sejak 9 Februari hingga 29 Mei 2026. Program ini memberikan kesempatan konversi setara 20 hingga 21 SKS sehingga mahasiswa dapat fokus penuh pada pembelajaran praktis di lapangan.
Selama menjalani magang, Salma aktif menulis artikel harian untuk website AILESH, menyusun buletin Green Infrastructure, serta mengikuti kegiatan Monitoring Kehati. Ia juga dipercaya menjadi PIC Community Development dengan melakukan wawancara kelompok tani kakao di Dusun Terong, Kecamatan Dlingo. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya keterampilan jurnalistik dan komunikasi, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat dan isu lingkungan yang relevan.

Dalam pelaksanaannya, Salma berkolaborasi dengan tiga mahasiswa MBKM lainnya, yaitu Rafi Gunadi, Azarine Malika Zayyan, dan Aisya Alifarizki. Mereka didampingi oleh Ketua Yayasan Insive, Kak Soraya, bersama tim pendamping Kak Dina dan Kak Sabda. Dukungan juga datang dari Kak Krisna selaku kepala tim marketing, serta Kak Aulia dan Kak Fadlurohman dari tim HR. Suasana kerja di kantor AILESH Antasena 2, Sleman, dinilai hangat, terbuka, dan profesional. Budaya kerja yang fleksibel namun bertanggung jawab membuat proses adaptasi berjalan cepat, sekaligus mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya dan berkontribusi.
Motivasi Salma memilih AILESH berangkat dari reputasi perusahaan yang kuat dalam isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Proses seleksi dilakukan melalui pengisian formulir prodi PKP, wawancara individu via Teams, dan pengumuman hasil melalui email HR AILESH. Pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM mampu mengintegrasikan teori dengan praktik, sekaligus memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Lebih jauh, pengalaman magang ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui keterlibatan mahasiswa dalam dunia kerja profesional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas, dan mitra kerja. Kegiatan Monitoring Kehati dan keterlibatan dalam isu green infrastructure juga sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan karena mendukung peningkatan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. Selain itu, aktivitas wawancara dan pendampingan kelompok tani kakao di Dusun Terong turut mencerminkan implementasi SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan komunitas lokal dan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Kisah Salma menjadi cerminan positif dari semangat Fakultas Pertanian UGM dalam mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Salma Darajatun



