
Komitmen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dalam mendorong internasionalisasi pendidikan kembali terwujud melalui partisipasi Panca Rahadi Mulyo, S.P., mahasiswa Magister Ekonomi Pertanian (MEP) angkatan 2024 gasal. Panca berkesempatan mengikuti Erasmus+ Student Mobility Programme dan menjalani joint supervision tesis di Aarhus University, Denmark selama 3 bulan dari Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Selama tiga bulan, Panca ditempatkan di Department of Environmental Science, Aarhus University, dengan bimbingan lintas negara dan disiplin ilmu. Ia dibimbing oleh Dr. Doan Nainggolan (Environmental Economics) dan Prof. Peter L. Langen (Climate Modeling), serta tetap berkoordinasi intensif dengan dosen pembimbing utama di MEP UGM, Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi ini memperkaya penelitian tesis Panca yang mengkaji keterkaitan El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan bencana alam terhadap kondisi makroekonomi.
Selama di Denmark, Panca aktif mengikuti kegiatan akademik bergengsi, di antaranya iClimate Annual Meeting 2025, forum riset interdisipliner yang mempertemukan peneliti dari berbagai bidang. Panca berperan sebagai poster presenter, memaparkan proposal tesis dan menerima masukan konstruktif. Kegiatan lain, yaitu Science & Soup, forum diskusi ilmiah bulanan yang dikemas informal, memperkuat jejaring lintas peneliti sekaligus memperkaya pengalaman budaya.

Selain pengumpulan dan analisis data, Panca juga belajar pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam isu perubahan iklim. Ia menekankan bahwa riset internasional lebih menekankan pada “how your numbers speak”, bukan sekadar pemenuhan asumsi klasik model ekonometrika.
Program Erasmus+ Student Mobility Programme memiliki proses seleksi sistematis, mulai dari pengumpulan dokumen akademik, sertifikat bahasa Inggris, hingga wawancara bersama pihak UGM dan Aarhus University. Peserta yang lolos memperoleh Letter of Acceptance (LoA) sebagai tanda penerimaan resmi.
Panca menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa MEP UGM adalah sebuah privilege karena terbukanya peluang internasional. Ia berpesan agar mahasiswa lain berani mencoba, “Diterima atau tidak itu urusan nanti. Yang terpenting sudah berusaha dan menjadi bagian dari perjalanan akademik kita”
Prestasi ini tidak hanya memperkuat reputasi Faperta UGM di kancah internasional, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Panca Rahadi