• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • (Page 12)
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Penelitian Faperta UGM Ungkap Potensi Strategi Baru Pengendalian Penyakit Jeruk Berbasis Endosimbion

berita Monday, 29 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melakukan terobosan penting dalam upaya pengendalian penyakit jeruk melalui penelitian berjudul “Pengaruh Antibiotik Doxycycline terhadap Titer Bakteri Endosimbion Wolbachia pada Diaphorina citri”. Penelitian ini dipimpin oleh Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan melibatkan tiga mahasiswa program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2), serta berlangsung selama sepuluh bulan sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025.

Penelitian ini berfokus pada Diaphorina citri, serangga kecil yang berperan besar sebagai vektor utama penyebaran Candidatus Liberibacter asiaticus (CLas), penyebab penyakit Huanglongbing (HLB) yang hingga kini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan produksi jeruk nasional. Seluruh rangkaian penelitian dilaksanakan di berbagai laboratorium unggulan Faperta UGM, mulai dari Laboratorium Avertebrata Hama, Entomologi Molekuler, hingga Klinik Tumbuhan.

Salah satu capaian penting dari penelitian ini adalah pendekatan inovatif dalam pengendalian vektor penyakit, yakni dengan memanfaatkan peran endosimbion Wolbachia yang hidup di dalam tubuh D. citri. Endosimbion ini diketahui berpengaruh terhadap kemampuan serangga dalam membawa dan menularkan patogen. Melalui pemberian antibiotik doxycycline dengan tiga konsentrasi berbeda (2,5 mg/ml; 5 mg/ml; dan 10 mg/ml), tim peneliti berhasil mengkaji perubahan titer Wolbachia serta dampaknya terhadap keberadaan CLas secara molekuler.

Metode penelitian dilakukan secara ketat dan terukur. Antibiotik diberikan langsung pada nimfa D. citri instar 4–5, kemudian dianalisis setelah berkembang menjadi imago. Proses analisis menggunakan teknologi quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) dengan primer spesifik, sehingga menghasilkan data yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Analisis statistik lanjutan juga diterapkan untuk memastikan validitas hasil penelitian.

Melalui pendekatan ini, penelitian Faperta UGM tidak hanya menghasilkan pemahaman baru terkait interaksi kompleks antara endosimbion, patogen, dan vektor, tetapi juga membuka peluang pengembangan strategi pengendalian penyakit jeruk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, tanpa ketergantungan penuh pada insektisida konvensional. Pendekatan berbasis manipulasi endosimbion ini dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi inovatif dalam sistem perlindungan tanaman modern.

Penelitian ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata Faperta UGM dalam menjawab tantangan pertanian nasional, sekaligus memperkuat peran riset akademik dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Penelitian Faperta UGM Ungkap Peran Biochar dan Kompos dalam Meningkatkan Ketersediaan Fosfor pada Jagung Manis di Tanah Andisol

berita Monday, 29 December 2025

Tim peneliti Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh Biochar–Kompos terhadap Jerapan Isoterm serta Pelepasan Fosfat pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays) di Andisol, Ngablak, Jawa Tengah”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan 10 anggota peneliti, yang terdiri atas empat mahasiswa Magister (S2) dan enam mahasiswa Sarjana (S1). Penelitian berlangsung selama delapan bulan, terhitung sejak 25 Maret hingga 25 November 2025, dan berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Penelitian ini dilaksanakan pada jenis tanah Andisol, yang dikenal memiliki permasalahan utama berupa rendahnya ketersediaan unsur fosfor (P). Kondisi tersebut disebabkan oleh kuatnya ikatan fosfat dengan mineral nonkristalin, seperti allophane, imogolite, ferrihydrate, serta aluminium dan besi amorf, sehingga fosfor sulit tersedia bagi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan sifat tanah melalui penambahan amelioran, seperti biochar, kompos, dan silika, untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P.

Lahan penelitian merupakan bekas lahan pertanian intensif yang sebelumnya telah diaplikasikan biochar. Pembuatan biochar dilakukan di Kebun Tridharma Banguntapan, Fakultas Pertanian UGM, sedangkan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Departemen Tanah, Fakultas Pertanian UGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola jerapan dan pelepasan fosfat, serta perubahan sifat tanah yang memengaruhi dinamika unsur P dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis di tanah Andisol.

Penanaman jagung manis dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tiga faktor, yang menghasilkan 12 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama berupa aplikasi biochar (0 ton/ha dan 10 ton/ha), faktor kedua kompos (0 ton/ha dan 5 ton/ha), serta faktor ketiga silika (0 kg/ha, 1 kg/ha, dan 2 kg/ha).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Biochar 10 ton/ha, Kompos 5 ton/ha, dan Silika 2 kg/ha memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai sifat tanah dan tanaman, antara lain pH H₂O, kandungan C-organik, P-tersedia, retensi fosfat, asam fulvat, dan kandungan silika tanah. Selain itu, perlakuan tersebut juga berdampak nyata terhadap diameter batang, biomassa tanaman, kadar fosfor, serta serapan fosfor tanaman jagung manis.

Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa aplikasi biochar, kompos, dan silika secara sinergis mampu menurunkan jerapan fosfat dan meningkatkan pelepasan P, sehingga unsur hara tersebut menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Temuan ini menunjukkan potensi besar penggunaan amelioran organik dan mineral sebagai strategi pengelolaan tanah Andisol yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan rekomendasi praktis dalam pengelolaan tanah marginal, khususnya Andisol, guna mendukung peningkatan produksi jagung manis secara berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bibit Kakao Berkelanjutan melalui Kunjungan Bersama Tim Fuji Oil Jepang dan Yayasan Bhumitara di Sulawesi

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Yayasan Bhumitara dan Tim Fuji Oil Co., Ltd. Jepang melakukan kunjungan kerja ke UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Desa Taripa dan Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., dosen Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, serta perwakilan Yayasan Bhumitara, yakni Rahmat Adeputra, S.T., Mohammad Ramadhan, dan Fachri Anas Abduh, S.Pt. Turut hadir pula mitra internasional dari perusahaan kakao global asal Jepang, Fuji Oil Co., Ltd., yang dikenal sebagai salah satu perusahaan bahan baku cokelat terbesar ketiga di dunia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan perkebunan kakao yang berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Agenda kunjungan bertujuan untuk menindaklanjuti kerjasama antara Yayasan Bhumitara, Fuji Oil, dan Universitas Gadjah Mada dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam pengembangan teknik produksi bibit kakao yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida sebagai bagian dari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, rombongan disambut langsung oleh Kepala UPT BPTP, Haikal Toramai, S.P., M.T., didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha, Dahria, S.H., M.Si., beserta jajaran staf. Pertemuan yang berlangsung di Kantor UPT BPTP membahas berbagai strategi penguatan sistem perbenihan tanaman perkebunan dengan fokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Diskusi menyoroti pemanfaatan biofungisida dan bioinsektisida sebagai alternatif pengendalian yang berkelanjutan, sekaligus upaya meningkatkan mutu bibit tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, Faperta UGM berperan aktif melalui pendekatan berbasis riset dan keilmuan untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Sumber Benih (KSB) UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan di Desa Labuan Panimba, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Pada kesempatan tersebut, para pihak melakukan survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida pada tanaman kakao sebagai tahap awal penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang berorientasi pada keberlanjutan serta peningkatan kualitas bibit perkebunan.

Selain aspek teknis, kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, mitra internasional, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan sektor perkebunan serta peningkatan kapasitas petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses alih pengetahuan dan teknologi dapat berjalan lebih efektif sehingga petani mampu mengadopsi praktik budidaya kakao yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian dan perkebunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kerja sama dengan Yayasan Bhumitara dan Fuji Oil Jepang menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendukung penguatan sistem perbenihan kakao di Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Kaji Strategi Pengembangan Agroforestri Kopi untuk Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Temanggung

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian hibah bertajuk “Strategi Pengembangan Implementasi Agroforestri Petani Masyarakat Hutan di Perhutani KPH Kedu Utara” sebagai upaya mendukung pengelolaan lahan hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., dengan melibatkan lima orang mahasiswa Program Sarjana (S1), dan dilaksanakan selama delapan bulan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika ekspansi lahan agroforestri kopi di wilayah Perhutani KPH Kedu Utara, khususnya Kecamatan Jumo. Agroforestri kopi dipandang sebagai sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dan pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga komoditas, keterbatasan pengetahuan petani, serta lemahnya kelembagaan pendukung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dari 120 petani responden melalui wawancara berbasis kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik, dilengkapi dengan model probit untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan ekspansi lahan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan agroforestri yang berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan luasan lahan kopi agroforestri yang signifikan, yaitu sebesar 39 persen, dari 601,22 hektar pada tahun 2015 menjadi 838,12 hektar pada tahun 2023. Keputusan petani untuk melakukan ekspansi lahan dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pendapatan usahatani, serta frekuensi penyuluhan yang diterima. Temuan ini menegaskan pentingnya peran edukasi dan pendampingan dalam mendorong praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan agroforestri kopi di KPH Kedu Utara berada pada kuadran Strengths–Opportunities. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi tanaman, pelatihan inovasi budidaya, integrasi sistem lokal seperti sasi, pemberian bantuan input pertanian, serta pengembangan diversifikasi dan akses pemasaran. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.

Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi Perhutani, petani masyarakat hutan, serta pemerintah daerah dalam mengoptimalkan agroforestri sebagai model pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis riset, agroforestri kopi berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan konservasi hutan secara simultan.

Kegiatan penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Fakultas Pertanian UGM Meriahkan Nitilaku UGM 2025 melalui Kirab Budaya Bertema Smart Eco Bioproduction

berita Friday, 19 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut berpartisipasi dalam Kirab Budaya Nitilaku UGM 2025 yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-76 Universitas Gadjah Mada, pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus sarana refleksi peran UGM dalam mendukung keberlanjutan bangsa dan lingkungan.

Kirab Budaya Nitilaku UGM 2025 diprakarsai oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) dengan mengusung tema besar “Ruwat–Rawat Kebangsaan”. Kegiatan ini diikuti oleh 51 kontingen yang melibatkan sekitar 1.800 peserta, terdiri atas perwakilan fakultas dan sekolah di lingkungan UGM, KAGAMA dari berbagai daerah, serta komunitas hobi. Rute kirab dimulai dari Gerbang Boulevard UGM dan berakhir di Halaman Balairung UGM.

Pada kirab tahun ini, Fakultas Pertanian UGM mengusung tema “Smart Eco Bioproduction” yang merepresentasikan komitmen fakultas dalam mendorong sistem pertanian cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kontingen Faperta UGM melibatkan unsur pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa internasional AIMS (ASEAN International Mobility for Students).

Barisan kontingen Faperta UGM diawali dengan Spanduk Nitilaku, dilanjutkan dengan penampilan Maskot Dewi Sri yang diperankan oleh Cantika sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan pertanian, serta Maskot Fakultas Pertanian “Perta Riki” yang memperkuat identitas fakultas. Jajaran pimpinan fakultas yang terdiri atas Dekan dan para Wakil Dekan turut hadir dalam barisan Dekanat sebagai bentuk dukungan langsung terhadap kegiatan budaya universitas.

Mahasiswa AIMS Fakultas Pertanian UGM, baik putra maupun putri, tampil sebagai representasi petani muda global dengan mengenakan caping bertuliskan Smart Eco Bioproduction serta membawa berbagai produk inovasi Fakultas Pertanian UGM, antara lain Gamagora, Vaksin ViVac+, Melon F1 Hibrida Premium, Desa Apps, My Salak, dan I-Traps. Kehadiran mahasiswa internasional dari Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam mencerminkan peran aktif Faperta UGM dalam pengembangan pertanian di tingkat global.

Sementara itu, petani putra dari unsur dosen dan tenaga kependidikan membawa berbagai alat dan hasil pertanian, seperti pikulan padi, jagung, ketela, bawang, serta alat sprayer, lengkap dengan caping bertema Smart Eco Bioproduction dan kacamata hitam. Petani putri dari unsur dosen dan tenaga kependidikan turut memperagakan aktivitas pertanian dengan membawa tenggok berisi padi, ketela, bawang, dan ikan, yang merepresentasikan integrasi sektor pertanian dan perikanan di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

Keberagaman budaya Nusantara turut ditampilkan melalui busana wastra adat, antara lain Adat Makassar, Bali, Palembang, Padang, dan Dayak, yang dikenakan oleh tenaga kependidikan sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Penampilan musik turut memeriahkan suasana kirab melalui iringan instrumen drum dan musik ritmis lainnya.

Partisipasi Fakultas Pertanian UGM dalam Nitilaku UGM 2025 tidak hanya menjadi wujud pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan, inovasi teknologi pertanian, serta peran strategis sivitas akademika dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Fakultas Pertanian UGM Jadi Tuan Rumah The End of Project Review untuk Riset Kolaborasi Bersama ACIAR

berita Tuesday, 9 December 2025

Fakultas Pertanian UGM, yang menjadi salah satu anggota riset kolaborasi bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dalam proyek riset berjudul “An Integrated Management Response to the Spread of Fusarium wilt of Banana in Southeast Asia” (project code: HORT 2022/178), sukses menjadi tuan rumah dalam acara The End of Project Review 2025.

Acara tersebut telah digelar pada 19-23 Mei 2025 dengan lokasi acara utama di Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta. Pada kegiatan tersebut, Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internastional UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt. bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. selaku Project Leader menyambut kedatangan seluruh anggota tim proyek riset yang berasal dari beberapa negara, seperti Laos, Philippine, Malaysia, dan Australia. Tidak hanya itu, acara juga dihadiri secara langsung oleh ACIAR Research Program Manager, Dr. Sandra McDougall, dan ACIAR Country Manager untuk Indonesia, Teddy Kristedi.

Selama tiga hari pertama, seluruh partisipan menyampaikan hasil riset yang telah dilakukan di tiap negara. Pemaparan hasil riset dikelompokkan ke dalam beberapa topik, antara lain mikrobioma, manajemen budidaya pisang, gender dalam usaha tani pisang, serta manajemen pengendalian penyakit Fusarium wilt. Pemaparan dari tim Fakultas Pertanian UGM dilakukan oleh Prof. Siti Subandiyah, Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc., dan Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. Selain itu, BRIN selaku institusi mitra juga mendatangkan Riska, S.Si., M.Sc.Agr., Ph.D. yang turut berperan sebagai presentator. Kegiatan berjalan dengan penuh antusias dari tiap peserta dalam mengikuti diskusi untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.

Pada hari keempat, seluruh peserta mengikuti kegiatan field trip ke lokasi penelitian yang dikelola oleh Fakultas Pertanian UGM, yaitu di Ngawen, Gunung Kidul dan Kretek, Bantul. Field trip tersebut ditujukan untuk melihat secara langsung kondisi kebun pisang yang ada dengan implementasi manajemen pengendalian penyakit Fusarium wilt yang telah dilakukan oleh para petani. Salah satu bentuk manajemen yang diperlihatkan adalah perlakuan pemberian Trichoderma sp. dan Bacillus spp. pada demplot kebun pisang di Ngawen, Gunung Kidul. Acara pun turut dihadiri oleh perangkat daerah setempat yang menyampaikan sambutan hangat bagi peserta serta menyajikan berbagai sajian tradisional olahan pisang.

Hari terakhir kembali dilaksanakan di lokasi utama dengan agenda pembahasan rencana riset di fase selanjutnya atau future ACIAR strategic objectives. Pada sesi ini, anggota tim riset menyampaikan kendala yang selama ini ditemukan dan dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang dibutuhkan untuk kedepannya. Diskusi tersebut menjadi penting untuk mendapatkan visi dan misi yang sama dari seluruh anggota riset agar fase selanjutnya dapat berjalan dengan lebih baik dan mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan produksi pisang dengan manajemen penyakit yang terintegrasi.

Peran besar dari Fakultas Pertanian UGM menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Editor: Beny Nabila Happy Fauziah

 

 

Tim Riset Fakultas Pertanian UGM Lakukan Survei Manajemen Pengendalian Penyakit Tanaman Pisang dengan Fusarium wilt Integrated Risk Tool (FwIRT)

berita Tuesday, 9 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi salah satu anggota konsorsium riset internasional yang mendapatkan pendanaan dari Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) melalui proyek bertajuk “An Integrated Management Response to the Spread of Fusarium wilt of Banana in Southeast Asia” (project code: HORT 2022/178). Dalam proyek ini, tim riset Fakultas Pertanian UGM melibatkan dosen dan mahasiswa dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Departemen Budidaya Pertanian, serta Departemen Sosial Ekonomi Pertanian.

Riset ini berfokus pada tantangan utama dalam usaha tani pisang di Asia Tenggara, yaitu penyakit Fusarium wilt tropical race 4 (TR4) yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp cubense. Sebagai bagian dari penelitian tersebut, tim UGM melakukan studi terkait manajemen pengendalian penyakit di beberapa sentra produksi pisang di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Ngawen (Gunungkidul), Maguwoharjo (Sleman), dan Kretek (Bantul).

Salah satu fokus penting dalam riset ini berasal dari bidang sosial pertanian. Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, menjadi penanggung jawab tim survei sosial yang mengkaji perilaku, pemahaman, dan praktik petani dalam mengendalikan penyakit Fusarium wilt. Raya, bersama asisten riset yang juga alumni Fakultas Pertanian UGM, Hanita Athasari Zain, S.P., M.Sc., serta beberapa mahasiswa, melakukan survei dengan memanfaatkan instrumen Fusarium wilt Integrated Risk Tool (FwIRT).

FwIRT merupakan alat evaluasi risiko yang dikembangkan oleh Dr. Tony Pattison dari Queensland Department of Primary Industries, sekaligus peneliti utama dalam proyek ACIAR. Instrumen ini dirancang untuk membantu petani menilai kondisi kebun mereka berdasarkan empat skenario risiko: Skenario 1 (tidak ada ancaman), Skenario 2 (ada ancaman), Skenario 3 (penyebaran awal), dan Skenario 4 (penyebaran luas). Dengan memahami posisi mereka pada skenario tersebut, petani mendapatkan rekomendasi manajemen yang tepat untuk mencegah atau menekan penyebaran penyakit.

Di dalam FwIRT, manajemen terpadu pengendalian Fusarium wilt mencakup lima prinsip utama, yaitu pencegahan, perlindungan, pengurangan, resistensi, dan motivasi. Melalui wawancara mendalam bersama petani, tim riset menghasilkan evaluasi risiko pada tiap prinsip tersebut. Hasil wawancara kemudian dicetak dalam bentuk dokumen yang diberikan langsung kepada petani, sehingga mereka dapat memahami tingkat risiko serta rekomendasi pengelolaan penyakit yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Survei dengan implementasi FwIRT menjadi langkah strategis dalam mendorong petani pisang untuk mengidentifikasi tingkat risiko lahan mereka secara lebih akurat. Tingkat risiko yang berbeda tentu membutuhkan perlakuan dan tindakan pengendalian yang berbeda pula. Dengan demikian, pendekatan ini membantu petani meningkatkan ketahanan usaha tani pisang melalui pengelolaan risiko penyakit secara terpadu dan berbasis data.

Keterlibatan aktif tim riset Fakultas Pertanian UGM dalam proyek internasional ini turut mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami

Eskalasi Standar Internasional: Fakultas Pertanian UGM Perluas Akses Double Degree dan Fasilitas Riset di NTU Taiwan

beritaUncategorized Saturday, 6 December 2025

National Taiwan University (NTU), Taipei, Taiwan Agenda: Penguatan Ekosistem Pascasarjana dan Konsorsium Pertanian Global

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melakukan Transformasi Pendidikan dan Mobilitas Akademik dengan Kunjungan kerja ke National Taiwan University diawali dengan diskusi mendalam mengenai penguatan pendidikan pascasarjana (S2 dan S3) melalui skema mobilitas yang terintegrasi. Fokus utama mencakup implementasi pertukaran mahasiswa dan pembimbingan bersama (co-supervision) yang memungkinkan mahasiswa doktoral mendapatkan akses ke laboratorium canggih di NTU. Selain itu, kedua institusi sepakat untuk mempercepat inisiasi program Double Degree dan penyelenggaraan kuliah bersama (joint lectures) serta kuliah tamu (guest lecture) secara rutin. Sebagai langkah strategis penguatan SDM, disepakati pula jalur khusus bagi pengiriman staf pengajar fakultas untuk menempuh studi lanjut (S3) di NTU dengan dukungan beasiswa dan riset yang selaras dengan kebutuhan institusi.

Konsorsium Riset Global dan Adaptasi Perubahan Iklim

Dalam bidang penelitian, fokus diarahkan pada pembentukan joint research yang melibatkan konsorsium fakultas agrokompleks lintas negara. Agenda besar ini mencakup penyelenggaraan pertemuan tahunan (annual meeting) untuk membahas masa depan sektor pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Kolaborasi ini bersifat multinasional, melibatkan mitra strategis dari Amerika Serikat, Austria, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Jerman, dan Belanda. Aliansi ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi varietas tanaman yang resilien terhadap cuaca ekstrem serta sistem irigasi cerdas yang dapat diadopsi secara luas di berbagai zona agroklimat.

Inovasi Pengabdian Masyarakat: Analisis Perilaku Pelanggan

Aspek pengabdian kepada masyarakat dalam kunjungan ini membawa perspektif baru dengan menitikberatkan pada pengembangan metode yang berfokus pada perilaku pelanggan (customer behavior) di sektor agribisnis. Kerjasama ini bertujuan untuk memetakan perubahan preferensi konsumen terhadap produk pertanian berkelanjutan dan organik. Dengan memahami dinamika pasar internasional, program pengabdian akan diarahkan untuk mendampingi petani lokal agar mampu menyesuaikan standar produksi mereka dengan ekspektasi kualitas dan keamanan pangan global, sehingga produk hasil binaan fakultas memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor.

Kesimpulan dan Keberlanjutan Kerjasama

Secara keseluruhan, kunjungan ini berhasil memantapkan posisi Fakultas Pertanian dalam jaringan akademik elit Asia Timur. Sinergi antara pendidikan tinggi, riset lintas negara, dan pendekatan pengabdian berbasis perilaku pasar menciptakan model tridharma yang modern dan relevan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah publikasi internasional dan kualifikasi dosen, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi ketahanan pangan global di tengah ketidakpastian iklim. Dokumentasi kesepahaman ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) yang lebih teknis untuk setiap sub-program yang telah disepakati.

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Medali di PIMNAS 38, Hadirkan Inovasi Berbasis Keberlanjutan

Prestasi Friday, 28 November 2025

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin.

Amalisa Putri Defita (Prodi Agronomi, angkatan 2023) berhasil meraih Medali Emas pada kategori Poster dan Medali Perak pada kategori Presentasi dalam cabang Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Tim Amalisa mengusung program yang dapat mendorong kemajuan UMKM, terutama bagi mitra mereka, yaitu Yono Es Puter dan Es Krim. Inovasi ini menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah berbasis pangan lokal.

Sementara itu, Mutiara Hanum (Prodi Akuakultur, angkatan 2024) juga mengukir pencapaian dengan memperoleh Medali Perunggu pada kategori Poster dalam cabang yang sama, PKM-PI.

Tim Mutiara mempersembahkan inovasi SOLAQUA, sistem aerasi cerdas bertenaga surya yang didukung teknologi IoT. Inovasi ini mawarkan keunggulan dalam memantau kadar oksigen, suhu, pH, hingga kualitas air langsung dari demi ekosistem perairan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Keberhasilan Amalisa dan Mutiara menegaskan peran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM sebagai agen perubahan yang menghubungkan inovasi lokal yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkalajutan, seperti SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

UGM Raih Juara II Mandaya Awards 2025 Kategori Perguruan Tinggi Negeri

beritaPrestasi Friday, 24 October 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi nasional dengan meraih Juara II dalam ajang Mandaya Awards 2025 untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, pada Kamis (16/10) di Plaza BP Jamsostek, Jakarta.

Mandaya Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap institusi dan individu yang menunjukkan praktik terbaik dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. “Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang kolaboratif dan berakar pada kearifan lokal,” ujar Menteri dalam sambutannya.

UGM meraih penghargaan melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Gunung Gambar, Desa Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini digagas oleh tim dari Fakultas Pertanian UGM dengan fokus pada pengembangan wisata kopi berbasis partisipasi warga. Inisiatif tersebut dinilai berhasil meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat ekonomi lokal melalui inovasi dalam pemasaran kopi robusta. Pendekatan UGM menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat harus berangkat dari kebutuhan dan potensi riil di lapangan.

Dr. Arie Sujito menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut dan menilai capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan inti dari tridarma perguruan tinggi. Ke depan, UGM berkomitmen untuk memperluas dampak sosial melalui inovasi berbasis riset dan kemitraan lintas sektor. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Program wisata kopi Gunung Gambar melibatkan dosen dan mahasiswa dalam seluruh tahapan, mulai dari pelatihan budidaya, pengolahan pascapanen, hingga promosi digital. Kolaborasi ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan desa. Model kerja yang diterapkan juga menekankan aspek keberlanjutan melalui pendampingan rutin dan peningkatan kapasitas petani muda.

Menurut Arie, keberhasilan program di Gunung Gambar menjadi bukti bahwa riset dan pengabdian dapat berjalan beriringan. UGM akan terus mendorong replikasi praktik serupa di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah dengan potensi lokal yang belum tergarap. Universitas juga berupaya menjadikan setiap kegiatan pengabdian sebagai ruang pembelajaran bersama antara akademisi dan masyarakat. “Kami percaya kampus akan bermakna ketika hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” tuturnya.

Penganugerahan Mandaya Awards 2025 turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia. Ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendorong kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan rakyat. UGM berharap penghargaan ini dapat menginspirasi lebih banyak institusi untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. “Pemberdayaan bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk memperkuat bangsa dari akar rumput,” pungkas Arie.

Program pengembangan wisata kopi Gunung Gambar turut mendukung pencapaian beberapa SDGs, antara lain: SGD 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Triya Andriyani & Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Foto: Dokumentasi DPKM

 

1…1011121314…22

BERITA FAKULTAS

  • Explore Double Degree Opportunities UGM x The University of Melbourne
    24/08/2026
  • Vera Kurniawati Terpilih sebagai Lulusan Terbaik, Faperta UGM Apresiasi Capaian Wisudawan Periode IV
    24/08/2026
  • Faperta UGM Wisudakan 24 Mahasiswa Fast Track, Perkuat Integrasi Pendidikan Sarjana dan Magister
    24/08/2026
  • Wujudkan Riset Aman dan Terstandar, Fakultas Pertanian UGM Membekali Calon Peneliti Melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
    24/08/2026
  • Fakultas Pertanian UGM dan Bappenas Gelar Diskusi Kesehatan Tanah untuk Persiapan IRASP
    24/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju