• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • page. 6
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Panen Raya Kopi Robusta di Gunung Gambar, Wujud Nyata Kolaborasi Faperta UGM dan Masyarakat

berita Friday, 25 July 2025

Sabtu, 5 Juli 2025 menjadi momentum penting bagi Kawasan Gunung Gambar, salah satu lokasi dampingan Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM). Di hari tersebut, dilaksanakan panen raya kopi robusta yang dihadiri oleh para petani setempat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ngawen, mahasiswa KKN-PPM UGM, civitas akademika Fakultas Pertanian UGM, pemerintah desa, hingga Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Pada panen kali ini, menghasilkan sebanyak 30 kilogram kopi robusta.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pentingnya diversifikasi potensi wisata di wilayahnya, salah satunya melalui pengembangan wisata kopi di Gunung Gambar.

“Gunung Gambar perlu memiliki diferensiasi, tidak hanya sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga dengan citra baru sebagai kawasan wisata kopi. Wilayah ini memiliki potensi besar sebagai wisata kopi, di mana kopi dapat diolah menjadi produk instan yang praktis dan tahan lama, serta membuka kafe yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Mari kita kembangkan bersama, dari zero to hero, dari nothing to something, dengan kolaborasi masyarakat, universitas, dan pemerintah,” terang Bupati Gunung Kidul.

Beliau juga menekankan pentingnya menggali inovasi dan mendorong aplikasi nyata dari pihak kampus, khususnya Fakultas Pertanian UGM, agar pengembangan kawasan ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi pengembangan kawasan Gunung Gambar melalui pendekatan riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat bukanlah hal yang baru bagi Faperta UGM. Sejak tahun 2018, Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM telah menginisiasi program penghijauan konservatif di kawasan ini. Inisiatif tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2021 dengan penanaman ribuan bibit kopi robusta di lahan seluas tiga hektare. Dengan kondisi agroklimat yang mendukung, kopi yang ditanam di Gunung Gambar dapat dipanen sepanjang tahun, menghasilkan rata-rata satu ton per tahun, dan telah dipasarkan di berbagai kafe di wilayah Gunungkidul.

Salah satu dosen Fakultas Pertanian UGM, Ir. Supriyanta, M.P., menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Gunung Gambar.

“Kami mendukung penuh upaya pengembangan potensi kawasan Gunung Gambar. Kami juga terus berupaya menghadirkan relasi dan komunitas untuk datang ke sini sebagai bagian dari pengembangan wisata. Intinya, kami fully supported Gunung Gambar dan para petani kopi di sini,” tegas Supriyanta.

Pemilihan Gunung Gambar sebagai lokasi program tak lepas dari potensi ekologis serta nilai budaya dan sejarah yang dimilikinya. Kawasan ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam mewujudkan prinsip tridharma, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN-PPM, mahasiswa Faperta UGM terlibat aktif dalam merancang dan mengimplementasikan pengembangan ekosistem kopi berbasis gotong royong dan kearifan lokal—mulai dari tahap perencanaan, budidaya, pengelolaan, hingga hilirisasi produk.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam memastikan keberlanjutan program pengabdian masyarakat. Inisiatif ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Perkuat Ketahanan Pangan, MPTHI Gelar Pertemuan Nasional di Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 July 2025

Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) menyelenggarakan Pertemuan Nasional MPTHI 2025 di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Mengusung tema “Perlindungan Tanaman Bersinergi Mendukung Tercapainya Swasembada Pangan Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan lebih dari 650 peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, regulator, serta pelaku industri pertanian dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 13 hingga 14 Juni 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., didampingi Ketua Umum MPTHI Sutarto Alimoeso, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Dr. Sarwo Edhy, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita pameran teknologi pertanian dan perlindungan tanaman.

Pertemuan ini mencakup seminar, pelatihan, pameran teknologi pertanian, serta diskusi panel yang membahas tantangan dan peluang dalam perlindungan tanaman di era perubahan iklim dan degradasi lahan. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan perlindungan tanaman sebagai bagian integral dari sistem pertanian nasional yang tangguh.

Dalam pidatonya, Dirjen Tanaman Pangan menekankan pentingnya perlindungan tanaman dalam upaya memperluas dan menjaga keberhasilan panen padi dan jagung. Menurutnya perlindungan merupakan pondasi penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kuat dan adaptif.

Sutarto Alimoeso, Ketua Umum MPTHI, menegaskan bahwa perlindungan tanaman merupakan elemen krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan degradasi lahan, ia menekankan pentingnya sinergi antara ilmuwan, praktisi, regulator, dan pelaku industri. Menurutnya, perlindungan tanaman bukan hanya soal menanggulangi hama, tetapi juga menjamin produksi pertanian yang berkelanjutan, bermutu, aman, dan berdaya saing. Ia berharap melalui forum MPTHI dapat dihasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan produktivitas petani, menjamin ketersediaan pangan, serta memaksimalkan potensi sumber karbohidrat lokal yang mencapai 76 komoditas.

Senada dengan itu, Sekretaris Utama Bapanas, Dr. Sarwo Edhy, menyebut bahwa upaya mencapai swasembada pangan harus disertai dengan strategi perlindungan dan efisiensi produksi. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik terkait pengurangan pemborosan pangan, mengingat sekitar 30 persen makanan di Indonesia terbuang sia-sia berdasarkan data FAO (Food and Agriculture Organization) dan BPS (Badan Pusat Statistik).

Guru Besar Faperta UGM, Prof. Subejo, menilai pertemuan ini sebagai ajang penting untuk mensinergikan kebijakan dan praktik lapangan. “Forum ini sebagai ajang diskusi membahas praktek-praktek perlindungan tanaman dan hewan selama ini”, imbuhnya.

Sebagai wadah komunikasi dan advokasi, MPTHI telah berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan melalui riset, edukasi, dan diseminasi praktik pertanian terbaik. Kegiatan MPTHI 2025 diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan peran masyarakat pelindungan tanaman di Indonesia.

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, kegiatan ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rhizoctonia sp. dan Masa Depan Pengendalian Hayati: Kuliah Tamu Guru Besar Faperta UGM di UNDIP

Uncategorized Tuesday, 8 July 2025

Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.d., IPU, Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi pembicara utama pada Kuliah Dosen Tamu di Universitas Diponegoro (UNDIP). Acara kolaborasi antara UGM dan UNDIP ini diselenggarakan pada Rabu, 4 Juni 2025 di Ruang Teater Gedung G Lt. 3, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Kuliah tamu ini menghadirkan topik berjudul “Rhizoctonia species: from Anastomosis to Molecular Analysis” yang mengeksplorasi lebih dalam jamur Rhizoctonia dari aspek morfologi hingga molekuler.

Dalam pemaparannya, Prof. Achmadi membedah sejarah, klasifikasi, hingga identifikasi Rhizoctonia melalui berbagai metode. Rhizoctonia sendiri merupakan jenis fungi tanah yang memiliki peran penting dalam sistem pertanian. Walaupun dikenal sebagai mikroorganisme yang bersifat saprofit dan parasit, Rhizoctonia memiliki potensi besar untuk bermutualisme dengan tanaman inang yang tepat, salah satunya adalah pada tanaman anggrek. Sebagai mutualistic fungi, Rhizoctonia berperan dalam membantu perkecambahan biji anggrek dengan menyuplai karbon serta nutrisi saat perkecambahan. Ketika tanaman mulai memasuki fase dewasa, Rhizoctonia juga mencukupi kebutuhan nutrisi dan air tanaman. Hal lain yang tak kalah penting, Rhizoctonia juga berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Melalui beragam potensi yang dapat dikembangkan dari Rhizoctonia untuk mewujudkan pertanian berbasis bioagricultural yang berkelanjutan, membuat penelitian dan pengkajian tentang mikroorganisme ini penting untuk dikembangkan. Dengan pendekatan anastomosis group (AG), jamur ini dapat dikelompokkan berdasarkan fusi hifa yang diamati secara mikroskopis sehingga membentuk sistem klasifikasi group yang lebih spesifik dan fungsional. Tidak berhenti pada identifikasi secara morfologis, Prof. Achmadi juga memperluas pembahasan pada aspek molekuler melalui analisis komposisi asam lemak dan penggunaan teknik RFLP dan RAPD untuk membedakan subgrup jamur. Pendekatan ini membuka peluang besar untuk mengidentifikasi variasi genetik baru pada jamur yang belum diketahui.

Kuliah ini menjadi suatu pengalaman ilmu pengetahuan baru tidak hanya bagi mahasiswa dan civitas akademika, tetapi juga bagi dunia ilmu penyakit tanaman secara umum. Di era pertanian dengan tantangan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman seperti sekarang, pemahaman mendalam tentang patogen seperti Rhizoctonia menjadi kunci dalam pengembangan varietas tahan penyakit dan strategi pengendalian hayati yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Prof. Achmadi atau sering disapa Prof. Ipik mengutip pernyataan bahwa bumi bukanlah milik kita seorang dan akan selalu kita wariskan ke generasi berikutnya di masa depan. Pernyataan dalam kegiatan ini juga mendukung program pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Faperta UGM yaitu pada SDG 4: Pendidikan Bermutu, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis : Noor Amelia Putri

Editor : Desi Utami

 

 

Kuliah Umum Internasional “Gender dan Perubahan Iklim” bersama Prof. Ann R. Tickamyer

berita Thursday, 5 June 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui Program Studi Sarjana Ekonomi Pertanian dan Agribisnis sukses menyelenggarakan kuliah umum internasional “Gender and Climate Change” pada Rabu, 14 Mei 2025. Acara yang dilangsungkan secara hybrid di Auditorium MMA, A10 Faperta UGM ini menghadirkan pembicara utama yaitu Prof. Ann R. Tickamyer, Guru Besar Emerita dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat.

Dalam kuliah bertema “Riskscapes of Gender, Disaster, and Climate Change: Toward Transformative Resilience”, Prof. Tickamyer menyampaikan bagaimana bencana dan perubahan iklim tidak hanya merupakan fenomena fisik, tetapi juga sosial, yang sangat dipengaruhi oleh struktur gender di masyarakat. Ia memperkenalkan konsep “riskscape”, yaitu lanskap risiko yang terbentuk oleh relasi spasial, temporal, dan sosial yang menentukan tingkat kerentanan dan kemampuan pulih sebuah komunitas dalam menghadapi bencana.

Melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara, observasi, dan studi kasus, Prof. Tickamyer membandingkan tiga lokasi bencana di Indonesia: Tsunami Aceh (2004), Gempa Bumi Bantul (2006), dan Erupsi Gunung Merapi (2010). Masing-masing lokasi menunjukkan dinamika pemulihan yang berbeda-beda, tergantung pada keterlibatan sosial masyarakat, kondisi politik, dan khususnya peran perempuan. Pada kasus di Aceh misalnya, pemulihan berlangsung lambat karena lemahnya pemerintahan lokal, konflik sipil yang berkepanjangan, serta minimnya partisipasi perempuan dalam proses rekonstruksi. Sebaliknya, di Bantul, jejaring sosial perempuan yang telah terbentuk sebelumnya, termasuk organisasi sosial dan keagamaan, terbukti mempercepat pemulihan dan memperkuat solidaritas. Di kawasan Merapi, dinamika pemulihan terganggu oleh relokasi, konflik sosial, dan hilangnya identitas berbasis tempat.

Prof. Tickamyer juga menyoroti bahwa perempuan kerap mengalami kerugian berlipat dalam bencana dan perubahan iklim dari akses terbatas terhadap bantuan, meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga, hingga marginalisasi dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perempuan juga berperan penting sebagai agen pemulihan dan perubahan sosial jika diberi ruang dan dukungan yang cukup.

Tak hanya Indonesia, Prof. Tickamyer juga menelaah kasus-kasus di Australia dan Alaska yang menunjukkan bahwa meskipun berada di negara maju, kerentanan perempuan terhadap perubahan iklim tetap tinggi, terutama di komunitas petani dan masyarakat adat.

Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Dr. Arini Wahyu Utami, S.Pt., M.Sc., Associate Professor di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM. Diskusi berlangsung interaktif dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta yang hadir secara langsung maupun daring melalui Zoom. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen UGM dalam mengarusutamakan perspektif gender dan keadilan iklim dalam pendidikan tinggi dan riset global.

Acara ini mendukung program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

 

Penulis : Melvinna Rafida

Editor    : Desi Utami

Kembangkan Bisnis dari Tanaman Hias: Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM Hadirkan Pelatihan Budidaya Krisan dan Hampers

berita Thursday, 15 May 2025

Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk Buper Practice sebagai tindak lanjut dari Webinar BuperTalk #12 yang mengangkat tema “Ladang Cuan dengan Bisnis Krisan: Budidaya Krisan & Kreasi Hamper”.

Pelatihan yang berlangsung secara luring ini dilaksanakan di Ruang Multimedia dan Buper Learning Space, Fakultas Pertanian UGM, dan berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum.

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM, Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan menekankan pentingnya inovasi dalam agribisnis hortikultura.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari praktisi muda, Yusuf Muhammad Alfarih, S.P., pemilik usaha Kembang Djaya, yang telah berpengalaman dalam bisnis budidaya krisan dan pengemasan hampers bernilai jual tinggi.

Melalui sesi ini, peserta tidak hanya diajak memahami teknik budidaya krisan dari awal hingga panen, tetapi juga diberi wawasan praktis mengenai strategi pemasaran dan kreativitas dalam mengemas produk menjadi hampers yang menarik. Pelatihan ini memberikan gambaran nyata tentang potensi ekonomi dari tanaman hias krisan, mulai dari skala kecil hingga industri rumahan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, narasumber juga membagikan pengalaman pribadi dalam membangun usaha hortikultura dari nol, tantangan yang dihadapi, hingga kiat mempertahankan kualitas dan jaringan pasar. Hal ini memberikan inspirasi dan motivasi tambahan bagi para peserta yang ingin memulai atau mengembangkan usaha agribisnis mereka sendiri, terutama di sektor hortikultura yang kini semakin digemari kalangan muda.

Kegiatan sekaligus merupakan bagian dari komitmen Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM dalam mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis pertanian serta mendorong tumbuhnya minat generasi muda terhadap agribisnis hortikultura yang bernilai tambah. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pelatihan yang aplikatif dan relevan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan menciptakan peluang usaha produktif di sektor pertanian, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dan inovatif dalam pengolahan produk pertanian.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Fakultas Pertanian UGM Resmi Buka Rangkaian Dies Natalis ke-79

berita Friday, 11 April 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) secara resmi membuka rangkaian perayaan Dies Natalis ke-79 pada Jumat, 11 April 2025, bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, purna tugas, serta para tamu undangan. Dies Natalis tahun ini mengusung tema “Smart Eco Bio-Production untuk Mendukung Program Pangan Nasional”, yang menjadi refleksi dari upaya Faperta UGM dalam berkontribusi aktif terhadap ketahanan pangan nasional melalui pendekatan yang ramah lingkungan yang berbasis penelitian.

Pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-79 Fakultas Pertanian UGM dilakukan secara simbolis dengan pemukulan kentongan sebanyak tiga kali oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Ketua Senat Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., Perwakilan Tenaga Kependidikan, Agus Sidarwinto, S.E, M.M., Ketua Dies Natalis Fakultas Pertanian UGM, Masagus Muhammad Prima, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dan mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian UGM 2025, Regina Claudia Setiawan.

Acara pembukaan Dies Natalis ini juga menandai dimulainya serangkaian acara yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Rangkaian acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, meliputi pembukaan, aneka lomba, Pekan Olahraga Pertanian (PORTANI), pengabdian masyarakat, family gathering, temu alumni, dan acara puncak yaitu Rapat Senat Terbuka.

Dies Natalis tahun ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian tujuan SDGs, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra

Editor: Desi Utami

Mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM Torehkan Prestasi di GENOME National English Essay Competition

beritaPrestasi Wednesday, 26 March 2025

Tim mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berhasil meraih peringkat 2 dalam ajang perlombaan esai di event GENOME 2024 National English Essay Competition yang diselenggarakan oleh Indonesia International Institute for Life-Sciences (I3L) pada tanggal 22 Maret 2025. Peringkat 2 pada perlombaan esai diraih oleh tim EnviroGenics yang diketuai oleh Cokorda Keigoputra Pemayun (Mikrobiologi Pertanian 2021), yang beranggotakan Chandra Rizqullah Triananda (Mikrobiologi Pertanian 2021), dan Nobela Dhoiriyah Putri Dinar (Mikrobiologi Pertanian 2021). Tak sendirian, mereka dibimbing oleh dosen yang berpengalaman di bidang bioteknologi dan genetika yaitu, Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng, Ph.D., dan Desi Utami S.P., M. Env.Sc., Ph. D dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian.

GENOME National English Essay Competition tahun ini bertemakan “Genetic Innovation: Merging Health and Sustainability” dan diikuti lebih dari 20 tim dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Keigo dan tim UGM membawakan esai berjudul “Chimera Protein Engineering for Ultra Degradation of High Crystalline Microplastic”. Esai ini dilatarbelakangi oleh timbulnya berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh pencemaran mikroplastik di lingkungan, yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan mudah. Terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan, namun masih belum dapat menjawab permasalahan mikroplastik saat ini. Sifat alami plastik yang sulit terdegradasi dan variasi tingkat kristalinitas suatu plastik di lingkungan menjadi penyebab utamanya.

Menjawab permasalahan tersebut, Keigo dan tim pun berusaha merancang suatu protein rekombinan yang mampu mendegradasi plastik dengan tingkat kristalinitas yang tinggi, dengan harapan mencapai degradasi sempurna.

“Kami berusaha merancang protein rekombinan yang mampu mendegradasi mikroplastik jenis Polyethylene_terephthalate (PET) secara maksimal. Proses perancangan di mulai dengan tahap memilih Gene of Interest (GOI) yang berpotensi tinggi dan dapat diinsersi ke dalam plasmid (pET-22b(+)) pada bakteri Escherichia coli. Penggabungan PETase, MHETase, dan BaCBM (Carbohydrate Binding Module) menggunakan linker glisin-serin menjadi solusi pada tahap lanjutan pembuatan ide kami, diikuti dengan penyesuaian metode dan penentuan potensi permasalahan dalam proses rekayasa protein tersebut”, tutur Keigo.

Ide ini mereka susun mengingat adanya peningkatan limbah plastik tahun ke tahunnya tanpa proses pengolahan yang berarti. Melalui ide ini, harapannya permasalahan plastik di lingkungan dapat ditekan.

Setelah melewati proses panjang dalam perlombaan ini, Keigo mengaku bersyukur dapat berkompetisi dalam ajang GENOME National English Essay Competition. Kompetisi ini memberikan pengalaman terapan di ranah bioteknologi yang sebelumnya hanya didapatkan secara teoritis dalam perkuliahan. Sebagai penutup, ia membagikan harapannya tentang inovasi ini.

“Saya harap dengan adanya inovasi ini juga mampu mendorong para mahasiswa muda untuk menghasilkan inovasi – inovasi baru yang mampu membantu meminimalisir permasalahan sekitar, utamanya melalui pendekatan genetik,” tuturnya.

Pencapaian prestasi ini sejalan dengan program pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Faperta UGM yaitu pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis : Cokorda Keigoputra Pemayun
Editor : Desi Utami

Guest Lecture Osaka University: Peran Mikroorganisme dalam Pengelolaan Limbah dan Keberlanjutan Lingkungan

berita Wednesday, 19 March 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan guest lecture bertajuk “Effective Role of Microorganisms in Waste Management and Environmental Sustainability“. Acara ini berlangsung secara hybrid, yaitu offline di Gedung AGLC Faperta UGM dan online melalui platform Zoom serta streaming dalam Youtube. Guest lecture ini menghadirkan pembicara utama, Prof. Fujiyama Kazuhito dari Osaka University, Jepang, yang dikenal sebagai pakar mikrobiologi lingkungan. Acara ini dibuka oleh Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., guru besar dari Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM.

Dalam sesi pembukaannya, Prof. Fujiyama Kazuhito memperkenalkan Osaka University sebagai salah satu universitas terkemuka di dunia yang aktif menjalin kerja sama internasional, termasuk dengan UGM. Beliau juga menyampaikan materi utama terkait penelitian inovatif mengenai produksi lipid oleh strain Rhodotorula menggunakan limbah biologis (bio-waste). Penelitian ini melibatkan isolasi mutan termotoleran, identifikasi gen yang berkontribusi pada sifat termotoleransi, serta pemanfaatan limbah biologis untuk menghasilkan lipid yang berpotensi digunakan dalam berbagai aplikasi industri ramah lingkungan.

Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang mendapat respons antusias dari para peserta, baik dosen maupun mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan terkait materi yang disampaikan, baik secara langsung di lokasi maupun melalui platform Zoom. Diskusi ini menunjukkan tingginya minat peserta terhadap pengelolaan limbah berbasis mikroorganisme dan keberlanjutan lingkungan.

Guest lecture ini menjadi salah satu upaya Faperta UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mikrobiologi untuk menjawab tantangan global terkait pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan. “I am very interested in tropical agricultural waste and if I can collaborate, I would really appreciate any chance and opportunity with UGM” Prof. Fujiyama Kazuhito juga menambahkan bahwasannya kolaborasi antara UGM dengan Osaka University sangat diharapkan khususnya dalam bidang tropical agricultural waste.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Faperta UGM terus memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan yang mendorong kolaborasi internasional dan penelitian inovatif demi keberlanjutan lingkungan yang lebih baik. Selain itu, melalui kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pembangunan SDGs Global yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Faperta UGM Jadi Tuan Rumah Diskusi Program Pengelolaan Sumber Daya Air di Kecamatan Sentolo, Kulonprogo

berita Monday, 24 February 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah dalam diskusi pengelolaan sumber daya air untuk pengembangan lahan tanaman padi dan jagung di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Februari 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya dalam sektor padi dan jagung, yang menjadi komoditas utama di daerah tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, terutama pada sektor padi dan jagung, yang merupakan komoditas utama di daerah ini. Kami berharap melalui program ini, produktivitas pertanian dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani setempat,” ujar Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D, selaku dosen sekaligus perwakilan Faperta UGM

Diskusi yang digelar di Joglo tea, coffee, and cacao learning center, Faperta UGM ini  dihadiri oleh berbagai pihak seperti Gunawan SP, M.Si, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, bersama jajaran stafnya. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Dinas Pertanian DIY serta perwakilan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Yogyakarta.

Sementara itu, dari unsur dosen Faperta UGM, hadir Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., Ir. Supriyanta, M.P., serta Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D. Pertemuan ini juga melibatkan perwakilan masyarakat, yaitu Ketua dan Sekretaris Kelompok Tani Kaliwiru, Tuksono, Kleben, dan Kaliagung, Sentolo, yang merupakan kelompok binaan Faperta UGM, serta Kapolres SKepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sentolo beserta tim.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya air guna mendukung keberlanjutan dan peningkatan hasil pertanian di daerah tersebut. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkrit dan sinergi antara pihak pemerintah, akademisi, serta masyarakat, guna mendorong kemajuan sektor pertanian di Kulonprogo.

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antar stakeholder dapat terealisasikan melalui program pengelolaan sumber day aair yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi perwujudan SDGs, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Irfan Dwidya

 

 

 

Faperta UGM Bangga, Prof. Alim Isnansetyo Raih Best Innovation Award dari The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award

berita Friday, 14 February 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) merasa bangga atas capaian prestasi Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., Guru Besar Bioteknologi Perikanan dan Kelautan, yang baru saja meraih Best Innovation Award pada “The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award”.

Hitachi Global Foundation Asia Innovation Award adalah penghargaan yang diluncurkan pada 2020 untuk mempromosikan sains, teknologi, dan inovasi yang mendukung masyarakat berkelanjutan di kawasan ASEAN. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok yang berkontribusi signifikan dalam penelitian dan pengembangan (R&D) di bidang sains dan teknologi. Selain itu, penghargaan ini juga mengakui visi mereka tentang masa depan ideal serta rencana implementasi R&D untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Penghargaan ini diberikan atas penelitiannya yang berjudul “Zero Waste Process of Brown Seaweed, Sargassum sp. for Environmentally Friendly Aquaculture Disease Control and Bio Fertilizer Production”, yang berfokus Pada penggunaan rumput laut cokelat Sargassum sp. untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam akuakultur dan pertanian organik.

“Produksi akuakultur harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan ikan, akan tetapi sektor tersebut menghadapi tantangan besar terkait penyakit ikan yang menyebabkan kerugian ekonomi, penggunaan antibiotik yang berisiko menciptakan resistensi bakteri, dan kurangnya pengetahuan petani tentang vaksinasi ikan. Selain itu, kebutuhan akan pupuk organik yang terus meningkat di sektor pertanian juga menjadi masalah yang perlu dicari solusi tepat.” jelas Prof. Alim dalam presentasinya.

Menjawab tantangan tersebut, Prof. Alim mengembangkan inovasi yang menggunakan rumput laut cokelat Sargassum sp. untuk menghasilkan alginat dan fucoidan. Alginat dan fucoidan ini memiliki potensi besar sebagai imunostimulan yang meningkatkan kekebalan tubuh ikan, serta sebagai bahan dasar untuk pembuatan vaksin ikan.

Selain itu, melalui proses fermentasi dengan bakteri lokal, ekstrak rumput laut ini juga dapat menghasilkan biofertilizer yang sangat berguna untuk pertanian organik. Pendekatan ini menjadi solusi yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan pada antibiotik dalam pengelolaan kesehatan akuakultur.

Penelitian ini sudah menghasilkan lebih dari 10 publikasi ilmiah, empat paten yang disetujui, tiga paten yang terdaftar, serta merk dagang Vivac+. Selain itu, fucoidan juga telah digunakan oleh perusahaan skala kecil dan menengah serta kelompok tani. Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia serta universitas lainnya seperti Universitas Putra Malaysia (UPM), Harper Adams University, dan Kastersart University.

Inovasi ini sekaligus mendukung beberapa tujuan SDGs, antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis : Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

1…45678…12

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Laksanakan Pengisian Bersama Beban Kerja Dosen: Upaya Mendukung Tri Dharma
    15/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Guru Besar Baru dalam Bidang Mikrobiologi Terapan
    13/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Dua Guru Besar Baru dalam Bidang Virologi Tumbuhan dan Biologi Perikanan
    12/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Dosen Baru: Semangat Baru Perkuat Pendidikan, Riset, dan Keberlanjutan
    12/01/2026
  • Lowongan – PT Gunung Madu Plantation
    08/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju