• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • (Page 4)
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Semarakkan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM Gelar Panen Perdana Melon Hibrida Premium Hasil Inovasi Dosen

berita Friday, 10 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI dengan menggelar panen perdana melon hibrida premium hasil riset internal pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Greenhouse Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM ini menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam menghilirisasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Acara panen perdana ini dihadiri langsung oleh jajaran rektorat Universitas Gadjah Mada, dipimpin oleh Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. selaku Rektor UGM. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap berbagai produk inovasi berbasis riset yang lahir dari kreativitas civitas akademika di lingkungan fakultas.

Salah satu tim dosen pengembang varietas, Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pada panen perdana kali ini terdapat 2 (dua) varietas hibrida premium yang dirilis ke publik.

“Dua varietas hibrida premium ini dirancang memiliki keunggulan utama pada cita rasa buah yang sangat manis serta tekstur daging yang renyah (crunchy). Karakteristik ini disesuaikan dengan preferensi pasar buah premium saat ini,” ungkapnya di sela-sela aktivitas petik buah.

Momen petik bersama melon hibrida premium ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan seremonial tahunan fakultas. Lebih dari itu, agenda ini merupakan titik krusial dari proses hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat menyentuh masyarakat luas.

Melalui hilirisasi ini, Faperta UGM berharap teknologi budidaya dan varietas benih melon hibrida premium dapat segera diadopsi secara luas oleh petani maupun pelaku industri pertanian di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan petani. Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan pendapatan petani, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung ketahanan pangan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan penyediaan produk hortikultura berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui implementasi hasil riset dan inovasi dalam pendidikan tinggi, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui hilirisasi hasil penelitian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan teknologi budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat adopsi inovasi pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Reimagining Tropical Farming and Fisheries: Faperta UGM Gelar Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026

berita Wednesday, 8 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi membuka gelaran Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 pada Senin, 6 Juli 2026. Mengangkat tema besar “Reimagining Tropical Farming and Fisheries for the New Generation“, program internasional ini dirancang khusus untuk memadukan perspektif lokal dan inovasi modern demi masa depan sektor pertanian dan perikanan tropis yang berkelanjutan.  Opening ceremony yang dipandu oleh Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, M.Sc. menandai dibukanya gelaran SC-STAF tahun ini yang menarik antusiasme luar biasa bagi para peserta. SC-STAF 2026 diikuti oleh 57 peserta yang berasal dari 7 negara, serta didukung oleh 13 pembicara ahli (invited speakers) dari berbagai institusi global terkemuka sepanjang pelaksanaan program.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dalam opening remarks-nya menyampaikan sambutan hangat sekaligus membuka acara secara resmi. Selanjutnya, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., mewakili Ketua SC-STAF 2026, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., memaparkan secara komprehensif rangkaian pelaksanaan program. Dalam paparannya, ia menjelaskan siklus penyelenggaraan summer course dari tahun ke tahun serta berbagai capaian pembelajaran (learning outcomes) yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program intensif yang berlangsung pada 6–17 Juli 2026 ini mengombinasikan perkuliahan, studi mandiri, kuis harian, serta virtual site learning untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif kepada peserta.

Setelah sesi pembukaan resmi selesai, agenda dilanjutkan dengan sesi Invited Speaker yang menghadirkan dua pakar di bidangnya, yaitu Ms. Vera Ysabel Villa de la Cruz, M.Agr. (Supervising Science Research Specialist, Bureau of Agriculture and Fisheries Standards, Department of Agriculture, Filipina) dan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM). Setelah kedua sesi keynote tersebut berakhir, para peserta langsung mengikuti kelas-kelas intensif untuk mendalami materi teknis sesuai dengan jadwal program.

Melalui SC-STAF 2026, Faperta UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pendidikan internasional, pertukaran pengetahuan, dan penguatan inovasi di bidang pertanian dan perikanan tropis. Program ini berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran lintas negara dan peningkatan kapasitas peserta, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan praktik pertanian berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem pertanian dan perikanan yang tangguh terhadap perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Fakultas Pertanian UGM Perkuat Kontribusi SDGs, Dorong UGM ke Peringkat 41 Dunia

berita Wednesday, 8 July 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menembus peringkat ke-41 dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rating 2026 dengan skor 93,2/100. Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi strategis Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, yang tercatat sebagai salah satu fakultas dengan aktivitas SDGs tertinggi di lingkungan UGM.

Berdasarkan data Dashboard SDGs UGM, Faperta mencatat lebih dari 2.500 aktivitas (per 3 Ju yang mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Angka ini menempatkan Faperta sebagai fakultas dengan kontribusi terbesar ketiga setelah universitas secara keseluruhan.

Kontribusi Faperta tidak hanya memperkuat reputasi UGM secara global, tetapi juga memastikan riset dan pengabdian masyarakat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan, ketahanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan. Dengan capaian ini, Faperta menegaskan perannya sebagai pionir riset pertanian berkelanjutan sekaligus penggerak utama kontribusi UGM dalam mendukung SDGs.

Capaian UGM diumumkan secara resmi pada Rabu, 24 Juni 2026. UGM berhasil naik 41 peringkat dari posisi ke-82 dunia tahun sebelumnya menjadi posisi ke-41 dari total 1.603 universitas yang dievaluasi. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyebutkan bahwa kenaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja hampir di seluruh SDGs. “Capaian tersebut menunjukkan penguatan reputasi akademik sekaligus komitmen UGM terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional,” ungkapnya.

Penilaian dilakukan berdasarkan kontribusi universitas dalam mencapai indikator SDGs, dengan data yang dikumpulkan dari pelaporan universitas dan bibliometrik Elsevier. Universitas peserta diwajibkan mengikuti minimal empat kategori SDG, termasuk SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai komponen wajib.

Sebagai salah satu fakultas dengan kontribusi terbesar, Faperta UGM berperan penting dalam mendukung capaian-capaian tersebut. Melalui riset pertanian berkelanjutan, inovasi agroekosistem, penguatan kurikulum berbasis OBE, serta jejaring internasional, Faperta memastikan bahwa kontribusi UGM terhadap SDGs tidak hanya tercatat dalam pemeringkatan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Dashboard SDGs UGM

Pembuka Kolaborasi, Tim PPK Ormawa Klinik Agromina Bahari (KAB) Gelar Audiensi dan Sosialisasi awal Program ASAGRI

berita Wednesday, 8 July 2026

Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada sukses melaksanakan dua kegiatan awal Bulan di Juni. Kegiatan pertama yaitu audiensi, berisi pengenalan program ASAGRI bersama pemangku kepentingan, mulai dari perangkat desa, beberapa perwakilan dari 6 KWT Timbulharjo, Kelompok Tani, Gapoktan, Perwakilan Ormawa KAB, serta sasaran utama yaitu KWT Lestari. Kegiatan penyelarasan persepsi dalam kolaborasi jangka panjang ini terlaksana di Balai Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo, Bantul, pada Minggu (14/6). Pada minggu yang sama, kegiatan sosialisasi pertama turut sukses pada Kamis (18/6) dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari 6 KWT Timbulharjo yang berpusat di Aula Kalurahan Timbulharjo. Sosialisasi ini mencakup hasil pemetaan potensi titik tumbuh jamur untuk APH yang dilakukan Tim pada Minggu (31/5) di sekitar wilayah Dukuh Kepek.

Program pengabdian ‘ASAGRI,’ diinisiasi untuk merespons permasalahan bahwa tingginya penurunan hasil panen sebab penggunaan APH (Agen Pengendali Hayati) yang tidak optimal dan terdeteksinya residu pestisida di sebagian besar lahan pertanian. Padahal, disatu sisi lahan pekarangan warga memiliki potensi tingginya isolat jamur alami yang tumbuh dengan mayoritas warga adalah ibu rumah tangga siap latih. Melalui “ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice): Penguatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Timbulharjo, Bantul melalui Sistem Budidaya Agen Pengendali Hayati,” Tim PPK Ormawa KAB hadir membawa solusi berupa pembekalan, edukasi, serta inovasi ‘Oemah Agensia’ sebagai sistem terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan dua jamur sebagai dasar produksi APH yang terstandarisasi. Audiensi sebagai kegiatan pembuka menjadi forum dalam penyelelarasan persepsi dengan seluruh pihak yang terlibat.

Dalam pelaksanaannya, audiensi diawali dengan sambutan seluruh perwakilan pihak, ketua PPK Ormawa KAB, Ketua KAB, Dosen Pendamping PPK Ormawa KAB, serta perangkat desa. Acara berlanjut dengan pengenalan tim, pemaparan materi dan sesi diskusi oleh Tim PPK Ormawa KAB. Audiensi disambut antusias tinggi oleh para tamu undangan, terutama saat sesi diskusi yang membuka interaksi dua arah terjadi secara aktif.

Pada pelaksanaan sosialisasi pertama, Tim sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap potensi daerah titik tumbuh isolat jamur alami di Desa Kepek pada Minggu (31/5).  Pemaparan materi berisi pemetaan, media tumbuh jamur sederhana, serta isolasi disampaikan oleh Tim serta dosen pendamping. Sosialisasi yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari KWT yang ada di Timbulharjo, turut berlangsung secara aktif dengan antusiasme tinggi para peserta. Kedua kegiatan juga memiliki rangkaian test, sosialisasi mencakup pre-test dan post-test sebagai tolak ukur dalam materi yang diberikan.

Perangkat Desa, Ulu-ulu Kalurahan Timbulharjo Bapak Catur, menyampaikan kesan dan apresiasinya terhadap kehadiran dan inisiatif para mahasiswa. “Kita mendapatkan beberapa pengetahuan yang sebelumnya minim kita dapatkan, seperti teknologi smart farming untuk produksi APH, itu ternyata bisa diproduksi lebih baik ketika ada rumah agensia yang akan didirikan oleh Tim ASAGRI, …tentunya akan sangat bermanfaat bagi KWT kami yang sudah berfokus dalam pembuatan APH, sehingga nanti secara produksi akan lebih baik dengan Oemah Agensia,” jawabnya melalui wawancara singkat selesai acara Audiensi. Ketua PPK Ormawa KAB Naifa Rahma menyebutkan harapannya, “semoga program ASAGRI dapat membawa dampak nyata di Kalurahan Timbulharjo, dan membantu masyarakat nya untuk menjalankan praktek pertanian yang lebih ramah lingkungan” ujarnya selama pembukaan audiensi.

Kegiatan audiensi ini menjadi awal penanda dan penyelarasan persepsi program ASAGRI dalam kolaborasi jangka panjang kepada seluruh pihak terlibat. Sosialisasi juga menjadi rangkaian kegiatan dalam pembekalan dan edukasi kepada sasaran, KWT dan utamanya KWT Lestari Kepek dalam tujuan penguatan kompetensi yang berkaitan dengan Agen Pengendali Hayati. Sebagai langkah keberlanjutan, Tim PPK Ormawa KAB dijadwalkan akan kembali melaksanakan sosialisasi kedua pada bulan Juli sebagai pembekalan lanjutan dari sosialisasi pertama yang berisi kegiatan praktek dan demonstrasi pembuatan media tumbuh sederhana jamur serta isolasi.

Melalui kegiatan ini, turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pembangunan berkelanjutan khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengabdian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen pengendali hayati yang mendukung keseimbangan ekosistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Penulis: Humaira Larasati Azizah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: KAB Faperta UGM

 

Opening SC-STAF 2026: Ms. Vera de la Cruz Sampaikan Keberlanjutan Usaha Tani melalui Studi Komparasi Pertanian Organik di Filipina

berita Wednesday, 8 July 2026

Antusiasme luar biasa mewarnai sesi invited speaker pada sesi Opening Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Senin, 6 Juli 2026. Ruang diskusi virtual dipenuhi dengan interaksi dinamis saat pakar standardisasi pertanian asal Filipina, Ms. Vera Ysabel de la Cruz, M.Agr., memaparkan materi bertajuk “The Philippine Experience in Organic Agriculture“.

Dalam paparannya, Ms. Vera menekankan bahwa tantangan pertanian abad ke-21 di wilayah tropis sangatlah kompleks, mulai dari degradasi kualitas tanah, tekanan sumber daya air, hingga penuaan populasi petani. Guna mengatasi hal ini, pertanian organik hadir sebagai salah satu jalur krusial menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Di sisi lain, sistem organik secara signifikan unggul karena memiliki dampak emisi gas rumah kaca (GWP) 35,6% lebih rendah dibandingkan sistem pertanian konvensional.

“Keberlanjutan sebuah sistem usaha tani tidak boleh hanya dievaluasi dari satu indikator kuantitas hasil panen saja, melainkan wajib memperhitungkan indikator multi-variabel seperti perlindungan iklim, keanekaragaman hayati, dan kesehatan tanah jangka panjang,”

Salah satu poin materi yang memantik diskusi paling interaktif adalah strategi Pemerintah Filipina dalam membangun rantai kepercayaan produk organik dari hulu ke hilir. Sifat produk organik merupakan credence attribute, artinya konsumen tidak bisa memverifikasi aspek keorganikan produk hanya dengan melihat penampakan fisiknya saja.  Ms. Vera membagikan pengalaman Filipina yang sukses memperkuat payung hukum lewat Republic Act No. 11511 (Amandemen UU Pertanian Organik). Regulasi ini memperkuat sistem penjaminan mutu melalui dua skema akreditasi di bawah supervisi DA-BAFS.

Hadirnya perspektif komparatif internasional dari Ms. Vera de la Cruz ini mempertegas peran aktif Faperta UGM dalam memfasilitasi transfer pengetahuan global demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui kegiatan ini, Faperta UGM berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pertanian berkelanjutan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis dalam pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem standardisasi dan sertifikasi pertanian organik, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan sistem produksi dan konsumsi pangan organik, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan sistem pertanian dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah, SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan melalui perlindungan kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Tim PKM-PM UGM Tumandur Dorong Pemberdayaan Ibu PKK Jurugsari melalui Inovasi Pengolahan Limbah Organik

berita Friday, 3 July 2026

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumandur melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 di Kampung Jurugsari RW 57, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam menjawab tantangan lingkungan, khususnya tingginya volume sampah rumah tangga yang didominasi oleh sampah organik. Penumpukan sampah yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mengurangi kenyamanan hidup.

Melalui inovasi Smart Compost Vessel, Tim PKM-PM Tumandur memperkenalkan teknologi pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (liquid biofertilizer). Produk ini tidak hanya membantu masyarakat mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga memberikan nilai tambah dengan mendukung pertanian pekarangan sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 16 peserta dari Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari, serta dihadiri oleh Bapak Purwoko selaku Ketua RW 57, Ibu Rini selaku Ketua PKK Kampung Jurugsari, Retnaningsih selaku Dukuh Joho, Apri Nugroho selaku perwakilan Kalurahan Condongcatur, serta Tim PKM-PM UGM.

Tim PKM-PM Tumandur terdiri atas Siti Nur Khasanah (Ilmu Tanah 2024), Rayhan Arva Pradipa (Pariwisata 2024), Nafi’atush Sholikhah (Ilmu dan Industri Peternakan 2023), Vina Ayu Lestari (Elektronika dan Instrumentasi 2023), serta Naafianda Ra’uuf Prastya (Bahasa Inggris 2024), dengan bimbingan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq, S.Pt., IPP. dari Fakultas Peternakan UGM.

Ketua Tim, Siti Nur Khasanah, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai sarana belajar bersama masyarakat. “Kami berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran dalam mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat bagi lingkungan dan pekarangan rumah,” ujarnya.

Ibu Rini menyampaikan apresiasi atas persiapan matang yang dilakukan Tim PKM-PM UGM dan berharap program ini bisa terus berlanjut. Dukungan serupa juga datang dari Bapak Purwoko, Ibu Retnaningsih, serta Apri Nugroho, yang menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah setempat agar program dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata.

Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi interaktif mengenai mekanisme pengolahan sampah organik, penggunaan Smart Compost Vessel, hingga pemanfaatan pupuk cair untuk budidaya tanaman pangan di pekarangan rumah.

Program Tumandur mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pertanian pekarangan dan pemanfaatan pupuk organik cair, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengelolaan lingkungan yang lebih sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan Ibu-Ibu PKK sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pengurangan timbulan sampah rumah tangga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan pupuk organik yang mendukung kesehatan tanah dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi akademisi dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan, ketahanan pangan keluarga, serta kesejahteraan sosial di Kampung Jurugsari.

 

Penulis: Nafi’atush Sholikhah, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Rayhan Arva Pradipa

Day 2 WorldVeg Advanced Training in Plant Health: Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menjadi tuan rumah rangkaian WorldVeg: Advanced Training in Plant Health yang memasuki hari kedua pada Selasa, 23 Juni 2026. Bertempat di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), kegiatan ini menghadirkan sesi intensif mengenai Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening yang dipandu oleh para pakar internasional.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan dari Dr. Stephen Othim dan Dr. Sopana Yule mengenai identifikasi hama utama pada tanaman sayuran, seperti tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Diskusi menyoroti peran vektor serangga dalam penularan penyakit serta strategi pemantauan gejala di lapangan. Peserta kemudian mengikuti sesi praktikum identifikasi hama menggunakan mikroskop dan kaca pembesar untuk mengenali spesimen serta gejala kerusakan, sekaligus mempelajari teknik pengambilan sampel dan penggunaan alat pemantauan. Dari UGM, Dr. Prayogo Probo Asmoro turut membimbing kegiatan praktikum ini.

Selanjutnya, Dr. Othim dan Dr. Yule memperkenalkan aplikasi resistance screening dalam surveilans dan pengendalian hama terpadu. Materi ini dilanjutkan dengan penjelasan dari Dr. Jo Chang dan Dr. Wallace Chen mengenai konsep penyaringan resistensi untuk penyakit bakteri dan jamur. Mereka menekankan prinsip inokulasi serta keterkaitan antara uji penyakit dengan pemuliaan tanaman.

Pada sesi laboratorium, peserta dilatih menyiapkan inokulum bakteri dan jamur untuk uji penyakit, termasuk protokol standar dan persiapan anthracnose assay. Prof. Ani Widiastuti (UGM) dan Dr. Chen memfasilitasi praktik inokulasi buah cabai dengan Colletotrichum spp. serta pengamatan perkembangan penyakit dan pengukuran lesi. Sementara itu, Dr. Chang memandu inokulasi tanaman dengan Ralstonia pseudosolanacearum (bacterial wilt) dan Xanthomonas spp. (bacterial spot), memperlihatkan metode infeksi serta observasi pasca inokulasi.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas dalam menjaga produktivitas tanaman hortikultura; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pengurangan risiko kehilangan hasil akibat hama dan penyakit tanaman; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan berbasis praktik yang meningkatkan kompetensi peserta; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan pengendalian hama terpadu dan pengembangan varietas tahan penyakit; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan ketahanan sistem budidaya terhadap tekanan biotik yang semakin dipengaruhi perubahan iklim; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan tanaman.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Lentera DESA Faperta UGM Fasilitasi Agri Training Camp BAPELTAN Jateng untuk Pelajar Purworejo

berita Tuesday, 30 June 2026

Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi sebagai fasilitator pada kegiatan Agri Training Camp (ATC) yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah. Kegiatan ATC batch ini diikuti oleh siswa dan siswi SMA/MA/SMK yang berkolaborasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan kegiatan 23 Juni 2026 tersebut, Lentera DESA mengirimkan dua fasilitator untuk mendampingi dan memandu peserta sepanjang sesi. Kehadiran tim Faperta UGM difokuskan untuk mendorong pemahaman tentang kemandirian pangan berkelanjutan dan pentingnya keberlanjutan pembangunan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan pendidikan.

Pada sesi yang dibawakan Lentera DESA, peserta diajak mengikuti praktik pembelajaran interaktif yang membahas konsep Agritech Platform. Fasilitator memperkenalkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung manajemen usaha tani, akses pengetahuan, dan jejaring agribisnis. Peserta juga diajak menjadi member aktif Lentera DESA sehingga dapat mengakses sumber belajar dan program pembinaan yang disediakan.

Salah satu fokus praktik adalah pengenalan dan penggunaan Buku Tani melalui platform Lentera DESA. Melalui modul ini, peserta belajar cara mencatat usaha tani secara digital—mulai dari pencatatan kegiatan budidaya, penggunaan input, hingga pemantauan hasil panen—sebagai langkah awal membangun praktik pertanian yang lebih terstruktur dan transparan.

Partisipasi Lentera DESA dalam ATC ini merupakan bagian dari komitmen tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Penyediaan platform pembelajaran digital secara gratis ditujukan untuk memperluas akses pengetahuan pertanian, terutama bagi generasi muda di tingkat menengah yang menjadi calon pelaku pertanian masa depan.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Fakultas Pertanian UGM dan DPD RI Gelar Seminar Uji Sahih RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggarakan Seminar dalam rangka Uji Sahih RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani pada Selasa 23 Juni 2026 di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghimpun masukan dalam penyempurnaan regulasi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh DPD RI tersebut. Menurutnya, revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 menjadi penting untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga regenerasi petani.

“Fakultas Pertanian UGM siap memberikan kontribusi akademik dan masukan konstruktif dalam penyempurnaan regulasi yang berpihak kepada petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Jaka Widada.

Anggota Komite II DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hilmy Muhammad, M.A., dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi pertanian Indonesia sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti alih fungsi lahan, kesejahteraan petani, serta pentingnya regenerasi petani muda. Ia menegaskan bahwa perlindungan dan pemberdayaan petani perlu diperkuat agar sektor pertanian mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa seminar uji sahih ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi DPD RI melalui penyerapan aspirasi dari berbagai pihak. Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap dinamika sektor pertanian.

“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan masukan yang komprehensif sehingga RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani Indonesia,” ungkap Badikenita.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui upaya penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan dan produktivitas petani; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong kebijakan pertanian yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara DPD RI, Fakultas Pertanian UGM, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123456…22

BERITA FAKULTAS

  • Explore Double Degree Opportunities UGM x The University of Melbourne
    24/08/2026
  • Vera Kurniawati Terpilih sebagai Lulusan Terbaik, Faperta UGM Apresiasi Capaian Wisudawan Periode IV
    24/08/2026
  • Faperta UGM Wisudakan 24 Mahasiswa Fast Track, Perkuat Integrasi Pendidikan Sarjana dan Magister
    24/08/2026
  • Wujudkan Riset Aman dan Terstandar, Fakultas Pertanian UGM Membekali Calon Peneliti Melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
    24/08/2026
  • Fakultas Pertanian UGM dan Bappenas Gelar Diskusi Kesehatan Tanah untuk Persiapan IRASP
    24/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju