• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • page. 4
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Mahasiswa Baru Faperta UGM Kenali Isu Kesehatan dan SDGs Lewat Kegiatan Interaktif di Kelas

berita Friday, 8 August 2025

Rangkaian kegiatan hari kedua pada Kamis, 7 Agustus 2025 Pionir Organik Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) kembali menghadirkan sesi edukatif yang berlangsung di ruang-ruang kelas. Tiga kegiatan utama yang diusung adalah Health Promoting Unit (HPU), diskusi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), serta sesi afeksi bertajuk Creating Our Memories. Seluruh kegiatan ini dirancang sebagai sarana pengenalan dan adaptasi awal bagi mahasiswa baru, atau yang akrab disapa Amarta Muda, terhadap dunia kampus dan isu-isu yang relevan dengan sektor pertanian.

Dalam sesi HPU, mahasiswa dikenalkan dengan konsep dan layanan Health Promoting University (HPU) yang telah diinisiasi di Fakultas Pertanian UGM dan berpusat di Agricultural Learning Center (AGLC). Materi yang disampaikan mencakup tujuh pilar utama: literasi kesehatan, aktivitas fisik, pola makan sehat, kesehatan mental, toleransi nol terhadap narkoba, tembakau dan alkohol, toleransi nol terhadap kekerasan dan perundungan, serta pembentukan lingkungan yang sehat dan ramah disabilitas. Fasilitas HPU ini penting dikenalkan sejak dini karena belum banyak mahasiswa yang menyadari keberadaannya dan manfaat yang ditawarkan.

Beberapa program unggulan HPU Faperta UGM antara lain: Workshop Kesehatan Mental bekerja sama dengan Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, layanan kesehatan bersama Gadjah Mada Medical Centre, assessment dan konseling psikologi untuk mahasiswa dan dosen yang bekerja sama dengan RSK Puri Nirmala, serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang digelar rutin tiap tiga bulan.

Selanjutnya, dalam sesi SDGs, mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok untuk membahas kontribusi sektor pertanian terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Mereka diberi mosi untuk diperdebatkan secara pro dan kontra, yang kemudian dipresentasikan dalam format FGD. Hasil akhir dari kegiatan ini dituangkan dalam bentuk scrapbook yang berisi refleksi dan pemahaman mengenai keterkaitan pertanian dengan SDGs. Tujuannya agar mahasiswa menyadari bahwa bidang pertanian memainkan peran penting dalam isu-isu global seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan sesi Creating Our Memories, di mana mahasiswa baru bersama para pemandu membuat video berisi kesan, pesan, serta momen kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa afeksi dan kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kenangan awal yang menyenangkan selama menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian UGM.

Anisa Eka Zahra, Koordinator Teknis Pemandu, menyampaikan bahwa ketiga sesi ini dirancang untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru terhadap dunia perkuliahan. “Lewat kegiatan ini, mereka diajak berpikir kritis, berani berbicara di depan umum, saling berbagi, dan mengenal satu sama lain. Tidak hanya itu, mereka juga jadi lebih memahami Fakultas Pertanian secara lebih menyeluruh, termasuk kontribusinya dalam isu kesehatan dan keberlanjutan,” jelasnya.

Antusiasme juga dirasakan oleh mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan hari ini seru dan menyenangkan. Kita diajak untuk mengenal lebih dekat tentang isu-isu penting seperti kesehatan dan peran pertanian dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkap Zaki Munif Musyafa, mahasiswa baru dari Program Studi Agronomi.

Kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

Faperta UGM Apresiasi Amarta Muda Terbaik dalam PPSMB Pionir Organik 2025

berita Friday, 8 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) memberikan penghargaan kepada tiga Amarta Muda, sebutan bagi mahasiswa baru Faperta yang menunjukkan semangat belajar dan kontribusi luar biasa selama rangkaian kegiatan PPSMB Pionir Organik 2025 Penghargaan diberikan pada acara penutupan yang berlangsung Kamis, 7 Agustus 2025 di Lapangan Perikanan Faperta UGM. Sebanyak 635 Amarta Muda secara resmi mengikuti kegiatan Pionir Organik 2025.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi aktif serta nilai-nilai positif yang ditunjukkan para mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Penilaian didasarkan pada beberapa aspek, seperti keaktifan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta penguasaan materi kefakultasan dan isu strategis di bidang pertanian.

Tiga mahasiswa penerima penghargaan tersebut adalah Juan Tedy Prasetiawan, Gracia Juniartha Marpaung, dan Mohammad Surya Prabowow.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., serta Koordinator Gugus PPSMB Pionir Organik 2025, Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.

“Senang dan nggak nyangka bisa dapat penghargaan ini. Semoga bisa jadi penyemangat buat saya dan teman-teman Amarta Muda untuk terus aktif dan berkembang di Faperta UGM,” ungkap Muhammad Surya Prabowo.

Menurut Dr. Firdausi, penghargaan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memotivasi mahasiswa baru agar lebih semangat dalam perkuliahan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas upaya mereka dalam memahami nilai-nilai keilmuan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial yang relevan dengan dunia pertanian.

“Semangat, keberanian berbicara, dan kemampuan menyerap materi tentang peran pertanian dalam pembangunan berkelanjutan menjadi indikator penting. Harapannya, ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh Amarta Muda lainnya,” jelasnya.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 2: Tanpa Kelaparan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

UGM Kembali Membungkus Peringkat Pertama di Business Plan Competition Jambore Koperasi Nasional 2025

Prestasi Thursday, 7 August 2025

Tim Eskalasi Universitas Gadjah Mada berhasil meraup peringkat pertama dalam ajang perlombaan Business Plan (BPC) pada event Jambore Koperasi Nasional (Jamkopnas) 2025 yang diadakan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, yang diselenggarakan pada 28 hingga 30 Mei 2025 lalu.

Pemenang perlombaan ini diraih oleh tim diketuai Ghiffari Putra Agoeng (Fakultas Pertanian 2023) yang beranggotakan Muhamad Dafin Attoriq (Fakultas Teknik 2023) dan Falinkha Nazzara Ardya Varally (Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2024). Selain itu, Kopma UGM juga mendelegasikan Indah Amalia Indrayani (Sekolah Vokasi 24) untuk mendampingi tim yang didelegasikan. Tidak hanya itu, mereka didukung oleh Prof. Dr. Didi Achjari, SE., Akt., M.Com. sebagai dosen pembimbing juga Desi Utami S.P., M. Env.Sc., Ph.D. sebagai dosen penasihat yang berpengalaman di bidang mikrobiologi.

Dalam tema Jamkopnas tahun ini yakni “Rebranding and Digitalizing Youth Cooperatives: Bridging Innovation, Cultural Heritage, and Sustainability for a Transformative Future”, delegasi UGM membawa rencana bisnis berjudul “Parisa: Processor of natural and renewable litter scented accelerator” yang mempresentasikan alat pengolah limbah sisa makanan menjadi pupuk kompos melalui proses dekomposisi dengan integrasi teknologi.

Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah di Indonesia yang kian berkembang akibat naiknya populasi penduduk. Sampah juga menjadi permasalahan di Yogyakarta akibat adanya overload di beberapa tempat sampai penutupan tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, sisa makanan menjadi masalah di tingkat global dan nasional dengan menyumbang emisi gas rumah kaca sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut menangani permasalahan tersebut, Tim Eskalasi menyusun Parisa yang didukung oleh Parisa Microbe sebagai sub produk berbahan alami guna mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan model ekonomi sirkular yang ditawarkan.

Selain itu, Parisa juga menciptakan kesempatan kemitraan dan membangun komunitas yang dibangun melalui website dan media sosial agar Parisa tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tapi juga membuka jaringan sosial, mempromosikan edukasi, dan membuka peluang bisnis bagi semua pemangku kepentingan.

Setelah melewati berbagai dinamika dalam rangkaian perlombaan ini, Ghiffari mengaku bersyukur dan bahagia bisa berkompetisi dan memenangkan ajang BPC Jamkopnas 2025. Perlombaan ini telah memberikan pelajaran serta pengalaman yang tak terlupakan. Sebagai penutup, ia juga memberikan harapannya terkait inovasi ini.

“Semoga inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah pencapaian bagi tim dan pribadi, tapi inovasi ini juga bisa mendorong dan menjadi motivasi bagi para pemuda untuk tidak hanya menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan, tetapi juga berani untuk mencari dan mencoba hal bermanfaat di luar zona nyaman mereka agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan membantu orang disekitarnya”, ucapnya.

Pencapaian prestasi ini juga sejalan dengan program pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghiffari Putra Agoeng
Editor: Desi Utami, Ghorizatu Shofra

Belajar Permaculture di Bumi Langit: Summer Course UGM (SC-STA 2025) Hari ke-3

berita Thursday, 7 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 (SC-STA 2025) pada hari ketiga, Rabu, 6 Agustus 2025, dengan kunjungan lapangan ke Bumi Langit Institute yang berlokasi di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang didampingi oleh dosen Fakultas Pertanian UGM, yakni Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si. dan Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D.

Pada kegiatan ini, para peserta dari berbagai negara, seperti Singapura, Bangladesh, Gambia, dan Filipina, mengikuti pembelajaran langsung mengenai konsep permaculture atau pertanian berkelanjutan yang menyelaraskan antara manusia dan alam. Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator dari Bumi Langit, Ibu Ria, yang mengajak peserta untuk menjelajahi tiga pos utama, yaitu Pos Manajemen Air, Pos Fermentasi, dan Pos Pengelolaan Air Abu-abu.

Di Pos Manajemen Air, peserta diperkenalkan pada sistem pemanenan air hujan dan teknik irigasi ramah lingkungan. Pada Pos Fermentasi, peserta mempelajari proses pembuatan pupuk dari limbah organik, termasuk feses, sebagai upaya peningkatan kesuburan tanah secara alami. Sementara di Pos Pengelolaan Air Abu-abu, peserta belajar tentang teknik penyaringan air rumah tangga menggunakan sistem filtrasi berbasis kompos alami.

“Kami belajar bahwa semua limbah bisa dimanfaatkan kembali secara bijak. Ini pengalaman yang membuka wawasan saya tentang pertanian dan ekologi,” ungkap salah satu peserta asal Bangladesh.

Kegiatan hari ketiga ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga memperluas wawasan peserta terhadap pentingnya pendekatan holistik dan regeneratif dalam praktik pertanian berkelanjutan, sekaligus mempererat interaksi lintas budaya di antara peserta dari berbagai negara.

Kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Kenalkan Wanagama Eco Edu Park: Hari Kedua Summer Course (SC-STA) 2025

berita Wednesday, 6 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 (SC-STA 2025) pada hari kedua, Selasa, 5 Agustus 2025, dengan melakukan kunjungan edukatif ke Wanagama Eco Edu Park yang berlokasi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada kegiatan ini, para peserta dari berbagai negara, seperti Singapura, Bangladesh, Gambia, dan Filipina yang dipandu langsung oleh Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. dan Dr. Najmu Tsakib Akhda, S.P., M.Sc. untuk mengenal lebih dekat fungsi dan peran Hutan Wanagama dalam pengelolaan kehutanan tropis yang berkelanjutan.

“Pada hari ini, peserta summer course diperkenalkan dengan Wanagama, yang memiliki fungsi penting dalam konservasi, pendidikan, dan penelitian berkelanjutan di kawasan tropis,” jelas Prof. Irfan.

Pada sesi pemaparan, Prof. Irfan menyampaikan sejarah singkat dan berbagai fungsi Hutan Wanagama, serta menjelaskan bahwa kawasan ini tidak hanya berperan sebagai area konservasi, tetapi juga sebagai laboratorium alam hidup bagi mahasiswa dan peneliti.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan jelajah hutan sejauh kurang lebih 1 kilometer, di mana peserta memperoleh penjelasan langsung mengenai keanekaragaman hayati, sistem agroforestri, serta pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang diterapkan di kawasan tersebut.

“Saya senang sekali, hari ini bisa eksplor hutan yang sejuk ini,“ ujar salah satu peserta SC-STA 2025 asal Gambia, Afrika Barat.

Hari kedua SC-STA 2025 di Wanagama Eco Edu Park menjadi salah satu highlight penting dalam rangkaian program, karena memberikan pengalaman langsung sekaligus wawasan mendalam tentang pentingnya pengelolaan hutan tropis secara berkelanjutan.

Sebagai penutup kegiatan, peserta juga mengunjungi sentra produksi cokelat di UPH Ngudiraharjo 2, Plosokerep, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Di lokasi ini, mereka mempelajari proses budidaya kakao hingga pengolahan menjadi produk cokelat yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra

Editor: Desi Utami

Foto: Media Faperta

Kolaborasi Mahasiswa KKN-PPM UGM dan Siswa SD dalam Pengenalan dan Tracking Mangrove di SPTN 1 Kemujan, BTN Karimunjawa

berita Monday, 4 August 2025

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Unit JT028 Karimun Kemujan 2025, di bawah bimbingan Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada 20 Juni hingga 8 Agustus 2025.

Sebanyak 29 mahasiswa terlibat dalam program ini, terdiri atas 12 mahasiswa dari klaster saintek, 4 dari klaster medika, 7 dari klaster soshum, dan 6 dari klaster agro. Salah satu program kerja unggulan yang dilaksanakan adalah “Pengenalan dan Tracking Mangrove: Mengenal Hutan Bakau Bersama Anak-anak SD Karimunjawa” pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk program kerja interdisipliner yang digagas oleh Paullina Garda Nita (Agronomi 2022) dari klaster agro dan Kayla Chantika Wong (Akuntansi Sektor Publik 2022) dari klaster soshum, yang berkolaborasi dengan berbagai pihak demi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan. Program kerja Pengenalan dan Tracking Mangrove bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, khususnya tentang pentingnya ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

Kegiatan ini sukses terselenggara karena keikutsertaan beberapa pihak, diantaranya Balai Taman Nasional Seksi Pengelolaan Taman Nasional (BTN STPN) 1 Kemujan, Karimunjawa; SD Negeri 6 Karimunjawa; dan Mahasiswa Magang Mandiri Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM. Kepala Sekolah SD Negeri 6 Karimunjawa, Mohamad Muklisin S.Pd. menyambut hangat dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Kami tentu mendukung dan anak-anak pasti jauh lebih senang dengan kegiatan ini karena mereka akan diajak jalan-jalan dan belajar di luar lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus sebagai penutup kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 6 Karimunjawa, dengan adanya himbauan dari pemerintah Jepara untuk mewajibkan kegiatan MPLS berkunjung ke tempat wisata alam yang ada di sekitar” ujarnya.

Sasaran dari program kerja ini adalah siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 6 Karimunjawa, sebagai generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam di lingkungan mereka. Kegiatan dimulai dengan pengenalan materi mengenai ekosistem mangrove di ruang kelas, lalu dilanjutkan dengan perjalanan bersama dari SD N 6 menuju lokasi di kawasan BTN SPTN 1 Kemujan. Setelah sesi tracking mangrove selesai, seluruh peserta menikmati makan siang bersama dalam suasana akrab dan santai. Kegiatan kemudian berlanjut dengan sesi kuis interaktif yang dibuka dengan berbagai tepuk semangat dan ice breaking yang meriah. Suasana semakin seru ketika para siswa berlomba menjawab pertanyaan seputar mangrove, dengan berbagai hadiah menarik seperti gantungan kunci, bolpoin, dan tote bag untuk mereka yang berani tampil dan menjawab.

Kegiatan Pengenalan dan Tracking Mangrove ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada siswa SD untuk menjelajahi hutan mangrove, tetapi juga menjadi sarana pendidikan lingkungan yang bermakna. Melalui interaksi langsung di lapangan, siswa memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai fungsi mangrove sebagai pelindung pesisir, habitat keanekaragaman hayati, serta perannya dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Kontribusi ini tercermin pada keterkaitan kegiatan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan (Life on Land).

Penulis: Paullina Garda Nita
Editor: Agrit Kirana Bunda
Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Karimun Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah

 

Fakultas Pertanian UGM Kukuhkan Guru Besar Baru di Bidang Bakteriologi Tumbuhan

berita Friday, 1 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bakteriologi Tumbuhan pada Selasa, 1 Juli 2025, di Balai Senat, Balairung UGM.

Prof. Tri Joko menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Pertanian UGM, kemudian melanjutkan studi magister di Shizuoka University, Jepang, dan meraih gelar doktor dari The United Graduate School of Agricultural Science, Gifu University, Jepang.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Bakteriologi Tumbuhan dalam Perspektif Kesehatan Tanaman, Keamanan Pangan, dan Pertanian Berkelanjutan”, Prof. Tri Joko menyoroti peran ganda bakteri dalam pertanian. Di satu sisi, keberadaan bakteri patogen dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, tergantung pada jenis penyakit yang menyerang. Secara global, kerugian ekonomi akibat penyakit tanaman yang disebabkan oleh patogen ini diperkirakan mencapai USD 49,6 miliar atau setara dengan Rp 811,7 triliun.

“Patogen menyebabkan turunnya produksi pertanian, sehingga kesehatan tanaman menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pemerintah, peneliti, dan akademisi,” ujar Prof. Tri Joko dalam pidato pengukuhannya.

Di sisi lain, bakteri juga berperan sebagai agen pengendali hayati yang potensial untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis dalam budidaya pertanian. Prof. Tri menekankan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk pertanian yang sehat dan bebas residu kimia menjadi landasan kuat dalam mendorong pemanfaatan agen pengendali hayati untuk pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Penggunaan plant growth-promoting bacteria (PGPB) yang terintegrasi dengan teknik pengelolaan penyakit tanaman diyakini mampu mendukung sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Pengendali hayati seperti bakteri antagonis dapat menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan,” ungkapnya. “Pemanfaatan beberapa bakteri seperti Bacillus, Streptomyces, dan Pseudomonas sebagai Agen Pengendali Hayati (APH) untuk mengatasi penyakit-penyakit penting tumbuhan telah dikenal sejak lama dan dikaji secara mendalam.”

Prof. Tri juga mengulas sejarah perkembangan bakteriologi tanaman, baik secara global maupun di Indonesia, serta menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap interaksi tanaman-bakteri, termasuk hubungan endofitik, simbiotik, dan patogenik.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah RI, Rektor UGM, Senat Akademik UGM, Dekanat Faperta UGM, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, seluruh dosen, serta instansi yang telah mendukung perjalanan akademiknya. Ucapan khusus ia sampaikan kepada keluarga atas dukungan yang tak ternilai sepanjang kariernya.

Pengukuhan ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan.

Penulis: Olivia Regita Br Tarigan
Editor: Desi Utami

 

Prof. Jamhari, Guru Besar Faperta UGM, Tegaskan Penguatan Kelembagaan Lumbung Mataraman sebagai Kunci Ketahanan Pangan DIY

berita Friday, 1 August 2025

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P., menegaskan pentingnya penguatan Lumbung Mataraman sebagai strategi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan II Tahun 2025 yang mengusung tema “Penguatan Ketahanan Pangan di DIY melalui Transformasi dan Optimalisasi Lumbung Mataraman”, pada Selasa, 29 Juli 2025 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, para bupati dan wali kota se-DIY, serta pemangku kepentingan lainnya dari berbagai perwakilan instansi daerah maupun pusat.

Dalam paparannya, Prof. Jamhari menekankan bahwa ketahanan pangan DIY menunjukkan arah yang positif. Berdasarkan data terbaru, provinsi ini bahkan menempati peringkat ke-6 nasional dari sisi food security dan food vulnerability atlas, dengan peningkatan konsisten selama lima tahun terakhir. Indeks ini dihitung berdasarkan tiga aspek utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

“Indeks ketersediaan pangan DIY meningkat sebesar 0,31 per tahun, keterjangkauan pangan naik 1,38 poin per tahun, dan pemanfaatan pangan meningkat 0,816 poin. Namun, indeks ketersediaan masih tergolong rendah karena keterbatasan lahan yang kita miliki. Di sinilah peran inovasi dan optimalisasi pekarangan menjadi sangat penting. Pakar pekarangan seperti almarhum Prof. Harjono Danoesastro (Dekan Pertama Faperta UGM) telah lama menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari rumah sendiri,” ujarnya.

Prof. Jamhari juga memetakan sejumlah tantangan ketahanan pangan di DIY, seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, rantai pasok yang panjang, serta keterbatasan teknologi dan akses modal bagi petani kecil. Untuk itu, ia menawarkan solusi strategis berupa perlindungan lahan melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan penataan ruang, penggunaan varietas tahan iklim dan sistem peringatan dini (early warning system), penguatan pemasaran digital dan agroindustri, serta akses permodalan melalui KUR dan kemitraan perbankan.

Beliau juga menekankan bahwa perlindungan terhadap lahan pertanian sangat krusial. “Elastisitas produksi lahan itu nyata. Penurunan 1% luas lahan bisa menurunkan produksi sampai 0,88%. Karena itu, kita harus dorong produktivitas lewat peningkatan indeks pertanaman (IP 400), efisiensi usaha tani, dan penguatan kelembagaan petani,” jelasnya.

Dari sisi teknologi, Prof. Jamhari menyoroti pentingnya pemanfaatan inovasi lokal seperti penggunaan mikroba Bacillus untuk meningkatkan kesuburan tanah, pengembangan varietas unggul seperti Gamagora, serta digitalisasi penyuluhan melalui platform seperti Lentera Desa dan Desa Apps. Seluruh inovasi ini merupakan hasil pengembangan dari Fakultas Pertanian UGM yang dirancang untuk menjawab tantangan spesifik pertanian tropis dan memperkuat kapasitas petani kecil.

Prof. Jamhari menekankan perlunya insentif harga yang adil bagi petani. Saat ini, kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani hanya 1,6 rupiah, sementara beras premium di penggilingan mencapai 3,28-rupiah dan beras medium di eceran 2,9 rupiah. Ketimpangan ini menunjukkan pentingnya perbaikan rantai pasok agar petani mendapat keuntungan yang layak.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa DIY terancam kehilangan petani pada tahun 2057 jika tidak ada regenerasi. Maka, gerakan urban farming perlu digalakkan, dan Lumbung Mataraman harus dioptimalkan sebagai basis ketahanan pangan kota berbasis pekarangan. Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi konsep Lumbung Mataraman yang telah ada sejak abad ke-17.

 

“Filosofi ‘nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur’ itu konsepnya sebenarnya adalah integrated farming yang sudah diterapkan di Jogja sejak tahun tahun 1600-an,” terangnya.

Prof. Jamhari menyarankan agar kelembagaan Lumbung Mataraman ditingkatkan dari pranata sosial (Poktan, Gapoktan, UPPKS, PNPM, dan lain-lain)  dalam bentuk Usaha Pertanian Lainnnya (UTL) menjadi koperasi atau korporasi tani melalui Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB). Dengan demikian, Lumbung Mataraman mampu meningkatkan daya saing dan berkontribusi pada pengembangan usaha ekonomi, termasuk produksi beras premium dengan branding lokal.

“Kita dorong Lumbung Mataraman bukan hanya sebagai pranata sosial, tapi naik kelas menjadi koperasi atau korporasi tani agar mampu bersaing dan berkontribusi nyata bagi ekonomi lokal,” ujarnya.  “Kami mengusulkan penguatan kelembagaan Lumbung Mataraman. Mengacu pada Permentan, satu korporasi tani idealnya mencakup 5.000 hektar atau setara dengan lima kapanewon. Artinya, perlu ada kesadaran untuk menyatukan lima KUD yang ada agar menjadi entitas yang lebih kuat. Dengan demikian, Lumbung Mataraman tidak hanya fokus pada penyediaan pangan, tetapi juga mendorong pengembangan usaha ekonomi, meningkatkan daya saing, dan menghasilkan produk dengan branding milik petani sendiri,” tambahnya.

Komitmen terhadap Lumbung Mataraman tidak hanya datang dari akademisi dan komunitas petani, tetapi juga didukung penuh oleh pemerintah daerah dan pusat. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya transformasi pengelolaan ketahanan pangan berbasis solusi lokal. Pemda DIY, menurut Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) DIY, Nimade Dwianti Indrayanti, S.T., M.T., siap mendukung penguatan pangan melalui stabilisasi pasokan dan harga, penguatan logistik, serta kolaborasi lintas sektor.

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menegaskan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi DIY saat ini. Ia menyerukan pentingnya hilirisasi dan konsistensi kebijakan untuk mewujudkan visi besar kedaulatan pangan nasional. “Kemajuan pertanian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kebersamaan dan keberlanjutan agar kita bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Keterlibatan Faperta UGM dalam upaya penguatan Lumbung Mataraman mencerminkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal yang terintegrasi.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Faperta UGM dan Perhutani Sinergi Tingkatkan Produktivitas Kopi di Candiroto melalui Program Pengabdian Masyarakat

berita Friday, 1 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin sinergi dengan Perhutani KPH Kedu Utara untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman kopi di Candiroto, Temanggung. Kolaborasi ini diwujudkan melalui rapat pra-survei Program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) yang digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025, di BKPH Candiroto. Kegiatan ini dihadiri oleh tim dosen Faperta UGM, mahasiswa Magister Manajemen Agribisnis, serta staf Perhutani.

Candiroto, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi terbesar di Kabupaten Temanggung, saat ini menghadapi tantangan serius akibat serangan patogen yang menyerang akar dan batang tanaman kopi. Sistem agroforestri di bawah tegakan pinus menciptakan kondisi mikroklimat dengan tingkat kelembaban tinggi, yang diperparah oleh pola tanam yang rapat (1,5 m × 1,5 m) dan tajuk tanaman yang saling tumpang tindih. Kondisi ini mendukung perkembangan patogen dan mempercepat penyebaran penyakit. Oleh karena itu, diperlukan tindakan mitigasi melalui pemangkasan tajuk dan perbaikan sanitasi lahan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dalam diskusi terungkap bahwa petani belum memiliki fasilitas rumah kompos yang memadai. Pengolahan kompos saat ini masih dilakukan secara sederhana, seperti menumpuk seresah di lahan terbuka atau menimbun sisa-sisa daun ke dalam rorak, tanpa proses dekomposisi yang optimal. Padahal, penggunaan kompos berkualitas sangat penting untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesehatan tanaman, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik serta pestisida sintetis. Untuk mendukung pengendalian penyakit tanaman kopi secara terpadu, peserta rapat menyarankan pembangunan pos-pos kompos dengan drum atau bioreaktor skala kecil di tiap wilayah. Selain itu, integrasi penggunaan biopestisida seperti larutan hasil fermentasi limbah organik (misalnya MOL dari kulit buah atau rebung bambu), serta agen hayati seperti Trichoderma spp. perlu didorong sebagai strategi preventif dan kuratif terhadap patogen penyebab penyakit tanaman kopi, terutama dalam ekosistem agroforestri yang lembab dan rawan infeksi.

Selain masalah penyakit, para petani juga menghadapi tantangan dalam proses pascapanen. Pengeringan biji kopi yang masih dilakukan secara manual menggunakan sinar matahari sering kali menurunkan kualitas biji, sehingga mempengaruhi harga jual yang saat ini berkisar Rp50.000–78.000 per kilogram.

Sebagai langkah awal, akan dilakukan uji coba pembuatan kompos pada lahan seluas 100 meter persegi dengan sistem aplikasi kompos menggunakan terpal, untuk mengevaluasi efektivitasnya sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas. Dalam proses dekomposisi, akan ditambahkan agen hayati Trichoderma spp. sebagai bioaktivator, yang tidak hanya mempercepat penguraian bahan organik tetapi juga berfungsi sebagai agen pengendali hayati terhadap patogen tanah. Selain diaplikasikan dalam kompos, Trichoderma spp. juga akan ditebar langsung ke lahan tanam sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit terpadu, khususnya untuk menekan infeksi patogen yang menyerang akar dan batang tanaman kopi.

Program pengabdian kepada masyarakat ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2:  Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Faperta UGM Buka Summer Course 2025: Kupas Tuntas Pertanian Tropis Berkelanjutan Lewat Kopi

berita Friday, 1 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi membuka Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 (SC-STA 2025) pada Senin, 21 Juli 2025 secara daring melalui Zoom. Mengangkat tema “The Journey of Coffee from Seed to Cup,” program ini diikuti oleh 52 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan latar belakang profesional, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk Gambia, Sudan, Filipina, Singapura, Pakistan, India, Ghana, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

SC-STA 2025 merupakan langkah nyata Faperta UGM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan membangun kolaborasi lintas negara. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta tentang pertanian tropis berkelanjutan melalui pembelajaran teoritis dan praktik langsung di lapangan, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional.

Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, S.P., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa Summer Course tahun ini secara khusus berfokus pada praktik sustainable tropical agriculture dengan menelusuri komoditas kopi sebagai studi kasus.

“Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai pengalaman berharga yang mendorong pemahaman praktis tentang pertanian tropis berkelanjutan,” ungkapnya.

Jaka juga mendorong seluruh peserta untuk aktif terlibat selama program berlangsung. “Saya mengajak para mahasiswa untuk tidak ragu bertanya, berdiskusi, dan membangun koneksi. Inilah saatnya memperluas pengetahuan dan menjadikannya pengalaman yang bermakna. I wish you all a very successful and enjoyable Summer Course,” tutupnya.

Program berlangsung selama dua minggu dengan dua skema: sesi daring pada 21–25 Juli 2025 mencakup topik seperti sustainable tropical agriculture, adaptive farming systems, integrated smallholder plantations, agricultural innovation, dan socio-economic perspectives. Sesi luring akan dilaksanakan pada 4–8 Agustus 2025 melalui kunjungan ke berbagai sentra kopi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai institusi nasional dan internasional, antara lain:

  • Pattrawut Pusingha (University of York, Inggris)
  • Manuel Boissiere (CIRAD, Prancis)
  • Prof. Cheng-I Hsieh (National Taiwan University, Taiwan)
  • Sudaryanto, M.Si. (National Project Manager, Indonesia)
  • Ir. Irfan Dwidya Prijambada (Universitas Gadjah Mada, Indonesia)
  • Elida Novita (National chairman & Chief of Java Ijen Coffee Section-Universitas Jember)
  • Prof. Tofael Ahamed (University of Tsukuba)
  • Ir. Retno Hulupi (Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute)
  • Sastia Prama Putri (Osaka University, Jepang)
  • Dyah Woro Untari, S.P., M.P. (Universitas Gadjah Mada, Indonesia)
  • Maria Victoria Espaldon (University of the Philippines Los Baños, Filipina)

Melalui pendekatan interdisipliner, peserta diajak memahami berbagai tantangan dan solusi dalam produksi kopi serta prinsip keberlanjutan yang relevan untuk pertanian tropis. Kegiatan SC-STA 2025 juga berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan , SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 5: Kesetaraan Gender. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim,  SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

 

 

 

123456…10

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Gunung Madu Plantation
    08/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Serah Terima Jabatan, Perkuat Tata Kelola Akademik
    07/01/2026
  • Serah Terima Jabatan Faperta UGM: Pupuk Kesabaran dalam Dinamika Kepemimpinan
    07/01/2026
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk
    07/01/2026
  • Lowongan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
    07/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju