• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • page. 5
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Panen Raya Kopi Robusta di Gunung Gambar, Wujud Nyata Kolaborasi Faperta UGM dan Masyarakat

berita Friday, 25 July 2025

Sabtu, 5 Juli 2025 menjadi momentum penting bagi Kawasan Gunung Gambar, salah satu lokasi dampingan Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM). Di hari tersebut, dilaksanakan panen raya kopi robusta yang dihadiri oleh para petani setempat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Ngawen, mahasiswa KKN-PPM UGM, civitas akademika Fakultas Pertanian UGM, pemerintah desa, hingga Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Pada panen kali ini, menghasilkan sebanyak 30 kilogram kopi robusta.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pentingnya diversifikasi potensi wisata di wilayahnya, salah satunya melalui pengembangan wisata kopi di Gunung Gambar.

“Gunung Gambar perlu memiliki diferensiasi, tidak hanya sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga dengan citra baru sebagai kawasan wisata kopi. Wilayah ini memiliki potensi besar sebagai wisata kopi, di mana kopi dapat diolah menjadi produk instan yang praktis dan tahan lama, serta membuka kafe yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Mari kita kembangkan bersama, dari zero to hero, dari nothing to something, dengan kolaborasi masyarakat, universitas, dan pemerintah,” terang Bupati Gunung Kidul.

Beliau juga menekankan pentingnya menggali inovasi dan mendorong aplikasi nyata dari pihak kampus, khususnya Fakultas Pertanian UGM, agar pengembangan kawasan ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi pengembangan kawasan Gunung Gambar melalui pendekatan riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat bukanlah hal yang baru bagi Faperta UGM. Sejak tahun 2018, Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM telah menginisiasi program penghijauan konservatif di kawasan ini. Inisiatif tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2021 dengan penanaman ribuan bibit kopi robusta di lahan seluas tiga hektare. Dengan kondisi agroklimat yang mendukung, kopi yang ditanam di Gunung Gambar dapat dipanen sepanjang tahun, menghasilkan rata-rata satu ton per tahun, dan telah dipasarkan di berbagai kafe di wilayah Gunungkidul.

Salah satu dosen Fakultas Pertanian UGM, Ir. Supriyanta, M.P., menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Gunung Gambar.

“Kami mendukung penuh upaya pengembangan potensi kawasan Gunung Gambar. Kami juga terus berupaya menghadirkan relasi dan komunitas untuk datang ke sini sebagai bagian dari pengembangan wisata. Intinya, kami fully supported Gunung Gambar dan para petani kopi di sini,” tegas Supriyanta.

Pemilihan Gunung Gambar sebagai lokasi program tak lepas dari potensi ekologis serta nilai budaya dan sejarah yang dimilikinya. Kawasan ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam mewujudkan prinsip tridharma, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN-PPM, mahasiswa Faperta UGM terlibat aktif dalam merancang dan mengimplementasikan pengembangan ekosistem kopi berbasis gotong royong dan kearifan lokal—mulai dari tahap perencanaan, budidaya, pengelolaan, hingga hilirisasi produk.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam memastikan keberlanjutan program pengabdian masyarakat. Inisiatif ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

Perkuat Ketahanan Pangan, MPTHI Gelar Pertemuan Nasional di Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 July 2025

Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) menyelenggarakan Pertemuan Nasional MPTHI 2025 di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Mengusung tema “Perlindungan Tanaman Bersinergi Mendukung Tercapainya Swasembada Pangan Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan lebih dari 650 peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, regulator, serta pelaku industri pertanian dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 13 hingga 14 Juni 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., didampingi Ketua Umum MPTHI Sutarto Alimoeso, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Dr. Sarwo Edhy, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita pameran teknologi pertanian dan perlindungan tanaman.

Pertemuan ini mencakup seminar, pelatihan, pameran teknologi pertanian, serta diskusi panel yang membahas tantangan dan peluang dalam perlindungan tanaman di era perubahan iklim dan degradasi lahan. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan perlindungan tanaman sebagai bagian integral dari sistem pertanian nasional yang tangguh.

Dalam pidatonya, Dirjen Tanaman Pangan menekankan pentingnya perlindungan tanaman dalam upaya memperluas dan menjaga keberhasilan panen padi dan jagung. Menurutnya perlindungan merupakan pondasi penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kuat dan adaptif.

Sutarto Alimoeso, Ketua Umum MPTHI, menegaskan bahwa perlindungan tanaman merupakan elemen krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan degradasi lahan, ia menekankan pentingnya sinergi antara ilmuwan, praktisi, regulator, dan pelaku industri. Menurutnya, perlindungan tanaman bukan hanya soal menanggulangi hama, tetapi juga menjamin produksi pertanian yang berkelanjutan, bermutu, aman, dan berdaya saing. Ia berharap melalui forum MPTHI dapat dihasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan produktivitas petani, menjamin ketersediaan pangan, serta memaksimalkan potensi sumber karbohidrat lokal yang mencapai 76 komoditas.

Senada dengan itu, Sekretaris Utama Bapanas, Dr. Sarwo Edhy, menyebut bahwa upaya mencapai swasembada pangan harus disertai dengan strategi perlindungan dan efisiensi produksi. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik terkait pengurangan pemborosan pangan, mengingat sekitar 30 persen makanan di Indonesia terbuang sia-sia berdasarkan data FAO (Food and Agriculture Organization) dan BPS (Badan Pusat Statistik).

Guru Besar Faperta UGM, Prof. Subejo, menilai pertemuan ini sebagai ajang penting untuk mensinergikan kebijakan dan praktik lapangan. “Forum ini sebagai ajang diskusi membahas praktek-praktek perlindungan tanaman dan hewan selama ini”, imbuhnya.

Sebagai wadah komunikasi dan advokasi, MPTHI telah berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan melalui riset, edukasi, dan diseminasi praktik pertanian terbaik. Kegiatan MPTHI 2025 diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan peran masyarakat pelindungan tanaman di Indonesia.

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, kegiatan ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pre-Course Summer Course Faperta UGM 2025: Langkah Awal Menuju Pemahaman Pertanian Tropis Berkelanjutan

berita Thursday, 24 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 dengan menyelenggarakan sesi pre-course secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat budidaya Kopi dan pengalaman langsung dalam kunjungan lapangan ke Perkebunan dan Pabrik Kopi yang dibungkus dalam tema “The Journey of Coffee from Seed to Cup.”

Sesi pre-course ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sesi ini dibuka dengan pemberian course  yang berisi pengantar umum mengenai pelaksanaan program yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dari tanggal 4 Juli hingga 8 Agustus 2025. Selain itu, diperkenalkan juga para pengajar dan narasumber yang akan terlibat dalam kelas daring maupun kegiatan field trip secara luring. Para pengajar sendiri terdiri dari Instructors, Teaching Assistants (TAs) dan  Experts yang telah lama berkecimpung dalam ilmu pertanian tropis berkelanjutan.

Pelaksanaan summer course tahun ini dibagi menjadi 2 skema, yakni secara online dan blended (hybrid). Oleh karena itu, sesi pengantar ini sangat penting untuk menyamakan persepsi peserta terhadap bentuk pembelajaran yang akan dijalani, serta menjelaskan pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang digunakan sebagai platform utama dalam kegiatan daring. Kegiatan pre-course juga memaparkan jenis tugas yang akan dikerjakan peserta selama program berlangsung, seperti studi mandiri, poster assignment, Quiz dan video presentasi yang bertujuan memperdalam pemahaman para peserta mengenai isu-isu pertanian tropis.

Dengan dilaksanakannya sesi pre-course ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025, baik secara daring maupun luring. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung melalui kunjungan lapangan ke kebun kopi, lahan pertanian, dan pabrik pengolahan kopi di Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini juga merupakan manifestasi Fakultas Pertanian UGM dalam merealisasi Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni pada SDGs SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim serta SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan.

Penulis: Noor Amelia Putri

Editor: Desi Utami

Trisik Memanggil: Mahasiswa Faperta UGM Tanam Mangrove di Pesisir Kulon Progo untuk Cegah Abrasi

berita Tuesday, 22 July 2025

Komitmen terhadap konservasi lingkungan dan aksi nyata pelestarian pesisir kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kegiatan bertajuk “Trisik Memanggil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Juni 2025 di kawasan Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, dan melibatkan kolaborasi dari tiga organisasi mahasiswa: PLANTAGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Faperta UGM), KMIT (Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah), dan BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa) Faperta UGM.

Mengusung tema “Cegah Abrasi, Lestarikan Bumi”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus penguatan edukasi ekologi kepada masyarakat. Trisik Memanggil dirancang untuk memberikan dampak ekologis, sosial, dan edukatif, dengan fokus utama pada pencegahan abrasi pantai, peningkatan kesadaran lingkungan, serta penguatan kolaborasi antar elemen masyarakat dan akademisi.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pemberangkatan peserta dari Fakultas Pertanian UGM menuju lokasi kegiatan. Acara diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan seminar lingkungan bertajuk “Estuari dan Peran Mangrove”. Seminar ini menghadirkan Drs. Namastra Probosunu, M.Si., dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM yang memiliki keahlian di bidang ekologi akuatik dan polusi air, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Namastra menekankan peran strategis ekosistem mangrove dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, habitat penting bagi keanekaragaman hayati laut, serta penyerap karbon yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim global

“Mangrove bukan hanya penting untuk mencegah abrasi, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam menyerap emisi karbon dan memperkuat ketahanan ekosistem pesisir,” ujar Namastra dalam seminar tersebut.

Diskusi ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta, khususnya terkait urgensi pelestarian wilayah pesisir sebagai bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Setelah sesi tanya jawab interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove jenis Sonneratia alba di area muara Sungai Progo. Jenis ini dipilih karena kemampuannya dalam mengikat sedimen dan memperkuat struktur tanah di wilayah pesisir, menjadikannya pilihan ideal dalam upaya restorasi ekosistem pantai.

Penanaman dilakukan secara kolektif oleh peserta dan masyarakat sekitar, mempertegas semangat pengabdian kepada masyarakat serta nilai kolaboratif yang menjadi dasar kegiatan. Keterlibatan warga lokal menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus memastikan kelestarian mangrove dalam jangka panjang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga hadir langsung untuk menyuarakan aksi nyata bagi lingkungan,” ungkap Fardan Satrya Prayogo (Akuakultur 2024), selaku ketua panitia Trisik Memanggil.

Trisik Memanggil menjadi contoh konkrit bahwa mahasiswa pertanian bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menginisiasi aksi berbasis sains untuk menjawab tantangan lingkungan hidup masa kini. Selain sebagai bentuk pengabdian, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antara kampus dan masyarakat. Kegiatan “Trisik Memanggil” selaras dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Jessi Fitriani
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: Panitia Trisik Memanggil

 

 

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Juara di Ajang Student Debate Competition IPA Convex 2025

Prestasi Tuesday, 8 July 2025

Torehan prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Kali ini, mahasiswa dari Faperta UGM menunjukkan kapasitasnya di luar bidang akademik utama dengan meraih juara dalam ajang debat nasional bergengsi di sektor energi.

Teddy Prasetyo, mahasiswa Program Studi Agronomi angkatan 2021, menjadi salah satu anggota tim debat Universitas Gadjah Mada yang meraih prestasi dalam Student Debate Competition IPA Convention & Exhibition 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Indonesian Petroleum Association (IPA).

Kompetisi ini merupakan bagian dari The 49th IPA Convention & Exhibition yang berlangsung pada 20–22 Mei 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan. Babak final lomba debat diselenggarakan pada Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di IPA’s Talk Corner – Hall 2. Dengan mengusung tema “Transisi Energi untuk Masa Depan Indonesia yang Berkualitas,” ajang ini menjadi ruang bagi para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk beradu gagasan dan menunjukkan kontribusinya terhadap isu energi nasional.

Sebanyak 36 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhasil lolos tahap seleksi abstrak untuk mengikuti lomba ini. Tim Teddy terdiri atas Petrus Kurniawan Kleden (Teknik Nuklir 2021) dan Panji Dewandaru (Teknik Fisika 2021) dengan bimbingan dosen Andrianto Ansari, STP, M.Agr., Ph.D. dari Fakultas Pertanian UGM.

Meskipun bukan kali pertama mengikuti lomba debat, Teddy mengaku tetap merasakan ketegangan saat menyampaikan argumen di hadapan audiens. Ia menilai pengalaman ini sebagai sesuatu yang menantang sekaligus menyenangkan karena memberikan ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan keterampilan berbicara di depan umum.

Sebagai mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Teddy menyadari bahwa keterlibatan dalam kompetisi debat bukanlah hal yang umum. Namun, ia menemukan motivasi baru untuk terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu menguasai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga penting untuk mengembangkan keterampilan lunak seperti berpikir kritis dan komunikasi. Ia meyakini bahwa kemampuan menyampaikan ide secara efektif akan membuka ruang dialog yang lebih bermakna lintas disiplin ilmu.

Keberhasilan tim dalam kompetisi ini tidak terlepas dari persiapan yang matang, kedisiplinan dalam menyusun argumen, serta konsistensi dalam berlatih. Teddy menekankan bahwa kerja sama tim dan komitmen untuk terus belajar menjadi kunci utama keberhasilan mereka.

Dalam kesempatan ini, Teddy juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain, khususnya dari Fakultas Pertanian UGM, yang ingin mencoba mengikuti lomba debat: “Jangan takut gagal. Berani mencoba menyampaikan argumen kritis itu penting. Meskipun berasal dari bidang pertanian, kita tetap harus mampu memposisikan sektor ini sebagai bagian penting dalam pembangunan, termasuk melalui kritik dan argumen yang membangun.”

Ia menambahkan, “Pesan saya kepada teman-teman yang merasa belum memiliki dasar dalam ajang debat: mulai saja terlebih dahulu. Kemenangan atau kekalahan bukan hal utama. Yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba karena itu merupakan bagian dari proses pembelajaran selama masih menjadi mahasiswa.”

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kontribusi lintas disiplin, termasuk dari bidang pertanian, memiliki peran strategis dalam diskursus mengenai masa depan energi nasional. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini turut membentuk generasi muda yang siap berpikir kritis dan berperan aktif dalam proses transisi energi di Indonesia.

Melalui partisipasi aktif dalam forum debat bertema energi, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia, terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanif Falah Nasrulloh

Dokumentasi:

Diskusi Progresif KMIT UGM, KMIT UNS, dan HIMITA UPNVYK Wujudkan Kerja Sama Berkelanjutan

berita Tuesday, 8 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah dalam kegiatan studi banding kolaboratif tiga himpunan mahasiswa Ilmu Tanah, yaitu Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada (KMIT UGM), KMIT Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HIMITA) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVYK). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025 ini mengangkat semangat sinergi dan kolaborasi antar lembaga kemahasiswaan guna memperkuat hubungan kelembagaan serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan.

Bertempat di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM, kegiatan ini dihadiri oleh pengurus aktif dari ketiga himpunan. Acara studi banding ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyeluruh dan memperkuat interaksi antar peserta. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan visi, misi, serta program kerja unggulan dari masing-masing himpunan. Sesi ini memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam pengelolaan organisasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif dan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas isu-isu strategis di bidang Ilmu Tanah. Dalam sesi FGD, peserta dibagi berdasarkan bidang masing-masing, seperti keilmuan, humas, dan kewirausahaan, untuk berdiskusi lebih dalam mengenai praktik, tantangan, dan inovasi yang mereka jalankan di organisasi masing-masing. Hal ini bertujuan untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan terkait Ilmu Tanah, program kerja antar bidang dalam himpunan serta terkait bidang akademik yang berlaku di setiap universitas.

Sebagai bentuk konkret dari kolaborasi ini, kegiatan studi banding ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ketiga himpunan. MoU ini mencakup kesepakatan kerja sama dalam berbagai kegiatan bersama, baik dalam bidang pendidikan, lingkungan, maupun pengabdian masyarakat. Salah satu implementasi awal dari kerja sama ini adalah kegiatan Gerakan Satu Pohon (GSP), yaitu penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan, yang diprakarsai oleh KMIT UGM dan diikuti oleh KMIT UNS dan HIMITA UPNVYK.

Selain aspek formal, kegiatan ini juga memberikan ruang untuk membangun keakraban antaranggota. Penyerahan kenang-kenangan, sesi dokumentasi bersama, dan makan siang bersama menjadi bagian dari rangkaian acara yang menambah kesan hangat dan kekeluargaan. Acara ini akan ditutup dengan penyambutan oleh Soilers, yang akan memberikan kesan mendalam dan menguatkan semangat kolaborasi di antara semua pihak yang terlibat.

Melalui kegiatan ini, ketiga himpunan mahasiswa Ilmu Tanah berharap dapat terus menjaga hubungan kelembagaan yang harmonis, memperluas jejaring, serta menciptakan program-program kolaboratif yang berdampak nyata.

“Studi Banding KMIT UGM, KMIT UNS, dan HIMITA UPNVYK ini merupakan agenda kolaboratif antar himpunan mahasiswa Ilmu Tanah yang kami harapkan dapat mempererat hubungan kelembagaan, berbagi wawasan, serta membangun kerja sama strategis,” ujar Muhammad Anis Husein (Ilmu Tanah, 2023) selaku Ketua KMIT UGM. “Kami ingin kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar himpunan di masa mendatang.”

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Bidang Humas dan Fokushimiti Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT) Kabinet Aruna Hadibrata
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: KMIT UGM

Rhizoctonia sp. dan Masa Depan Pengendalian Hayati: Kuliah Tamu Guru Besar Faperta UGM di UNDIP

Uncategorized Tuesday, 8 July 2025

Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.d., IPU, Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi pembicara utama pada Kuliah Dosen Tamu di Universitas Diponegoro (UNDIP). Acara kolaborasi antara UGM dan UNDIP ini diselenggarakan pada Rabu, 4 Juni 2025 di Ruang Teater Gedung G Lt. 3, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Kuliah tamu ini menghadirkan topik berjudul “Rhizoctonia species: from Anastomosis to Molecular Analysis” yang mengeksplorasi lebih dalam jamur Rhizoctonia dari aspek morfologi hingga molekuler.

Dalam pemaparannya, Prof. Achmadi membedah sejarah, klasifikasi, hingga identifikasi Rhizoctonia melalui berbagai metode. Rhizoctonia sendiri merupakan jenis fungi tanah yang memiliki peran penting dalam sistem pertanian. Walaupun dikenal sebagai mikroorganisme yang bersifat saprofit dan parasit, Rhizoctonia memiliki potensi besar untuk bermutualisme dengan tanaman inang yang tepat, salah satunya adalah pada tanaman anggrek. Sebagai mutualistic fungi, Rhizoctonia berperan dalam membantu perkecambahan biji anggrek dengan menyuplai karbon serta nutrisi saat perkecambahan. Ketika tanaman mulai memasuki fase dewasa, Rhizoctonia juga mencukupi kebutuhan nutrisi dan air tanaman. Hal lain yang tak kalah penting, Rhizoctonia juga berfungsi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Melalui beragam potensi yang dapat dikembangkan dari Rhizoctonia untuk mewujudkan pertanian berbasis bioagricultural yang berkelanjutan, membuat penelitian dan pengkajian tentang mikroorganisme ini penting untuk dikembangkan. Dengan pendekatan anastomosis group (AG), jamur ini dapat dikelompokkan berdasarkan fusi hifa yang diamati secara mikroskopis sehingga membentuk sistem klasifikasi group yang lebih spesifik dan fungsional. Tidak berhenti pada identifikasi secara morfologis, Prof. Achmadi juga memperluas pembahasan pada aspek molekuler melalui analisis komposisi asam lemak dan penggunaan teknik RFLP dan RAPD untuk membedakan subgrup jamur. Pendekatan ini membuka peluang besar untuk mengidentifikasi variasi genetik baru pada jamur yang belum diketahui.

Kuliah ini menjadi suatu pengalaman ilmu pengetahuan baru tidak hanya bagi mahasiswa dan civitas akademika, tetapi juga bagi dunia ilmu penyakit tanaman secara umum. Di era pertanian dengan tantangan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman seperti sekarang, pemahaman mendalam tentang patogen seperti Rhizoctonia menjadi kunci dalam pengembangan varietas tahan penyakit dan strategi pengendalian hayati yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Prof. Achmadi atau sering disapa Prof. Ipik mengutip pernyataan bahwa bumi bukanlah milik kita seorang dan akan selalu kita wariskan ke generasi berikutnya di masa depan. Pernyataan dalam kegiatan ini juga mendukung program pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Faperta UGM yaitu pada SDG 4: Pendidikan Bermutu, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis : Noor Amelia Putri

Editor : Desi Utami

 

 

Kuliah Umum Internasional “Gender dan Perubahan Iklim” bersama Prof. Ann R. Tickamyer

berita Thursday, 5 June 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui Program Studi Sarjana Ekonomi Pertanian dan Agribisnis sukses menyelenggarakan kuliah umum internasional “Gender and Climate Change” pada Rabu, 14 Mei 2025. Acara yang dilangsungkan secara hybrid di Auditorium MMA, A10 Faperta UGM ini menghadirkan pembicara utama yaitu Prof. Ann R. Tickamyer, Guru Besar Emerita dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat.

Dalam kuliah bertema “Riskscapes of Gender, Disaster, and Climate Change: Toward Transformative Resilience”, Prof. Tickamyer menyampaikan bagaimana bencana dan perubahan iklim tidak hanya merupakan fenomena fisik, tetapi juga sosial, yang sangat dipengaruhi oleh struktur gender di masyarakat. Ia memperkenalkan konsep “riskscape”, yaitu lanskap risiko yang terbentuk oleh relasi spasial, temporal, dan sosial yang menentukan tingkat kerentanan dan kemampuan pulih sebuah komunitas dalam menghadapi bencana.

Melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara, observasi, dan studi kasus, Prof. Tickamyer membandingkan tiga lokasi bencana di Indonesia: Tsunami Aceh (2004), Gempa Bumi Bantul (2006), dan Erupsi Gunung Merapi (2010). Masing-masing lokasi menunjukkan dinamika pemulihan yang berbeda-beda, tergantung pada keterlibatan sosial masyarakat, kondisi politik, dan khususnya peran perempuan. Pada kasus di Aceh misalnya, pemulihan berlangsung lambat karena lemahnya pemerintahan lokal, konflik sipil yang berkepanjangan, serta minimnya partisipasi perempuan dalam proses rekonstruksi. Sebaliknya, di Bantul, jejaring sosial perempuan yang telah terbentuk sebelumnya, termasuk organisasi sosial dan keagamaan, terbukti mempercepat pemulihan dan memperkuat solidaritas. Di kawasan Merapi, dinamika pemulihan terganggu oleh relokasi, konflik sosial, dan hilangnya identitas berbasis tempat.

Prof. Tickamyer juga menyoroti bahwa perempuan kerap mengalami kerugian berlipat dalam bencana dan perubahan iklim dari akses terbatas terhadap bantuan, meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga, hingga marginalisasi dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perempuan juga berperan penting sebagai agen pemulihan dan perubahan sosial jika diberi ruang dan dukungan yang cukup.

Tak hanya Indonesia, Prof. Tickamyer juga menelaah kasus-kasus di Australia dan Alaska yang menunjukkan bahwa meskipun berada di negara maju, kerentanan perempuan terhadap perubahan iklim tetap tinggi, terutama di komunitas petani dan masyarakat adat.

Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Dr. Arini Wahyu Utami, S.Pt., M.Sc., Associate Professor di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM. Diskusi berlangsung interaktif dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta yang hadir secara langsung maupun daring melalui Zoom. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen UGM dalam mengarusutamakan perspektif gender dan keadilan iklim dalam pendidikan tinggi dan riset global.

Acara ini mendukung program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

 

Penulis : Melvinna Rafida

Editor    : Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM Resmi Buka Rangkaian Dies Natalis ke-79

berita Friday, 11 April 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) secara resmi membuka rangkaian perayaan Dies Natalis ke-79 pada Jumat, 11 April 2025, bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, purna tugas, serta para tamu undangan. Dies Natalis tahun ini mengusung tema “Smart Eco Bio-Production untuk Mendukung Program Pangan Nasional”, yang menjadi refleksi dari upaya Faperta UGM dalam berkontribusi aktif terhadap ketahanan pangan nasional melalui pendekatan yang ramah lingkungan yang berbasis penelitian.

Pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-79 Fakultas Pertanian UGM dilakukan secara simbolis dengan pemukulan kentongan sebanyak tiga kali oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Ketua Senat Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., Perwakilan Tenaga Kependidikan, Agus Sidarwinto, S.E, M.M., Ketua Dies Natalis Fakultas Pertanian UGM, Masagus Muhammad Prima, S.Pi., M.Sc., Ph.D., dan mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian UGM 2025, Regina Claudia Setiawan.

Acara pembukaan Dies Natalis ini juga menandai dimulainya serangkaian acara yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Rangkaian acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, meliputi pembukaan, aneka lomba, Pekan Olahraga Pertanian (PORTANI), pengabdian masyarakat, family gathering, temu alumni, dan acara puncak yaitu Rapat Senat Terbuka.

Dies Natalis tahun ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian tujuan SDGs, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra

Editor: Desi Utami

Faperta UGM Jalin Kolaborasi 4 Perguruan Tinggi Lewat Kerja Sama Penelitian Kekebalan Tanaman Tropis

beritakerjasama Monday, 24 February 2025


Pada Kamis, 20 Februari 2025, telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), College of Agriculture, Ibaraki University, Jepang, Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP UNUD), dan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (FST UNISA). Kerja sama ini berfokus pada penelitian mengenai kekebalan tanaman tropis dalam menghadapi berbagai patogen dan kondisi lingkungan yang menantang.


Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme kekebalan tanaman tropis serta mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit. Dengan penelitian bersama, diharapkan hasilnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tropis serta mendukung ketahanan pangan global.
“Kerjasama ini merupakan kerjasama strategis yang memadukan sumber daya dari empat universitas yakni Ibaraki University, UNISA, UNUD, dan UGM yang bertujuan untuk merespon isu strategis terkait iklim, keragaman diversitas dan ketahanan komoditas pertanian. Kerjasama ini prospektif untuk menghasilkan berbagai temuan yang tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga menyelesaikan problem pertanian yang sangat kompleks,” jelas Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Faperta UGM.


Dari Faperta UGM sebagai tuan rumah, acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Jaka Widada, MP, Ph.D; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.; Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Hadir pula Kepala Agrotropica Learning Center (AGLC), Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D. serta Kepala Departemen Proteksi Tanaman dan Mikrobiologi Pertanian, dan juga dosen Faperta UGM.
Sementara itu, dari perwakilan dari Ibaraki University, dihadiri oleh Presiden Ibaraki University, Prof. Hiroyuki Ohta, beserta jajaran. Dalam wawancaranya, Prof. Ohta mengungkapkan antusiasmenya untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
“Saya sangat senang dapat bergabung dalam upacara ini. Saya yakin kolaborasi ini akan membawa perubahan besar dengan berfokus pada penelitian untuk menemukan solusi atas isu-isu yang ada. Topik penelitian ini sangat penting bagi masa depan kita, sehingga saya sangat mengharapkan perkembangan dari kerja sama ini.” terang Prof. Ohta.
Selain itu, turut hadir Dekan FP UNUD, I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., beserta jajaran. Perwakilan dari FFST UNISA yang hadir antara lain Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D., beserta rombongan, yang turut memberikan dukungan terhadap kerja sama ini.
I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan hasil dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, seperti program summer course, winter course, dan double degree, yang telah menghasilkan alumni berkontribusi dalam penelitian perlindungan tanaman dari hama dan penyakit. Ia berharap bahwa implementasi dari kerjasama ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata.
Kolaborasi positif ini juga disambut positif oleh UNISA. Salah satu perwakilan FST UNISA, Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D. juga menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menangani perubahan iklim.
“Kolaborasi ini memberikan kontribusi yang baik dalam menghadapi permasalahan terkait perubahan iklim melalui penelitian ketahanan tanaman.” tambah Dinar.
Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memajukan penelitian dan keunggulan akademik, khususnya di bidang pertanian dan ilmu lingkungan. Melalui kemitraan ini, Faperta UGM mewujudkan komitmennya dalam mendorong inovasi yang bermakna, memperkuat kerja sama internasional, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi upaya dalam mencapai tujuan SDGs diantaranya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

1…34567…10

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Gunung Madu Plantation
    08/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Serah Terima Jabatan, Perkuat Tata Kelola Akademik
    07/01/2026
  • Serah Terima Jabatan Faperta UGM: Pupuk Kesabaran dalam Dinamika Kepemimpinan
    07/01/2026
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk
    07/01/2026
  • Lowongan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
    07/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju