• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
Arsip:

SDG 14: Ekosistem Lautan

Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM: Sinergi untuk Keanekaragaman Hayati

berita Wednesday, 20 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menyelenggarakan Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM pada Senin, 28 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dengan UGM, sekaligus wujud komitmen menjaga ekosistem daratan dan memperkaya keanekaragaman hayati perairan kampus.

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T, Direktur Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr., Sc., Ph.D, perwakilan UGM Residence, pamong Kalurahan Caturtunggal, serta segenap civitas akademika Departemen Perikanan. Pembukaan acara dipandu oleh Abiyyu Dzaki Hernawan, mahasiswa Departemen Perikanan sekaligus Finalis Duta Gemarikan DIY.

Dalam sambutannya, R. Hery Sulistio Hermawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara dinas dan Fakultas Pertanian UGM. “Harapannya dapat menambah populasi ikan lokal di Lembah UGM. Kemitraan ini sangat penting dalam menjaga ekosistem daratan,” ujarnya.

Prof. Suadi turut memberikan apresiasi atas inisiatif Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. “Semoga kegiatan ini dapat menjaga keanekaragaman hayati di Lembah UGM,” ungkapnya. Sementara itu, Prof. Djumanto selaku perwakilan Fakultas Pertanian dan Departemen Perikanan menyampaikan bahwa sebanyak 7 kg benih ikan lokal ditebar pada kesempatan ini untuk memperkaya jenis ikan di perairan kampus.

Penebaran benih ikan lokal tidak hanya dilakukan di Lembah UGM, tetapi juga mencakup 13 titik di wilayah Yogyakarta dengan total sekitar 97 ribu ekor benih yang terdiri atas ikan tawes, nilem, dan wader. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya ikan lokal.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Buka Summer Course 2026 untuk Mahasiswa Internasional

info Wednesday, 13 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dengan bangga membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional dan warga negara asing untuk bergabung dalam Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026. Program ini mengusung tema “Reimagining Tropical Farming and Fisheries for the New Generation” yang bertujuan memperkenalkan pertanian dan perikanan tropis melalui pembelajaran interaktif, pertukaran budaya, kolaborasi global, serta pengalaman lapangan langsung di Indonesia.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 6–17 Juli 2026 dengan dua pilihan format, yaitu Hybrid Program yang menggabungkan pembelajaran daring dengan pengalaman lapangan di Yogyakarta, serta Fully Online Program yang memungkinkan peserta mengikuti seluruh rangkaian secara daring dari berbagai belahan dunia.

Peserta akan memperoleh wawasan baru dari akademisi dan praktisi UGM, membangun jejaring global, serta mendapatkan satu kredit akademik setara 45 jam pembelajaran dan sertifikat penyelesaian. Bagi peserta hybrid, program ini juga dilengkapi dengan field trip dan kegiatan budaya yang memperkaya pengalaman belajar.

📌 Pendaftaran dibuka: 12–29 Mei 2026

🔗Link pendaftaran: ugm.id/summercourse2026fpn

📧 Informasi lebih lanjut: summercourse.faperta@ugm.ac.id

📱 WhatsApp: 0813-8670-0967

Melalui program ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung kolaborasi internasional dan mencetak generasi baru yang adaptif serta berkontribusi nyata bagi keberlanjutan pertanian dan perikanan tropis.

Program Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026, Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan wawasan pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran internasional berbasis pengalaman dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas generasi muda di bidang agrokompleks global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi pertanian dan perikanan tropis berbasis teknologi dan pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembelajaran mengenai sistem pertanian tropis yang adaptif terhadap perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan wawasan perikanan berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui edukasi tentang pengelolaan sumber daya alam tropis yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional antar mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta

Humas UGM dan Fakultas Pertanian Produksi Konten Promosi Prodi Akuakultur

berita Monday, 13 April 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Humas, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian (Faperta), kembali melanjutkan inisiatif produksi konten promosi program studi dengan membuat video untuk Program Studi Akuakultur pada 8 April 2026.

Proses pengambilan gambar kali ini dihadiri oleh Tim Humas UGM, Unit Media Faperta UGM, sejumlah dosen seperti Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi., dan Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun, serta perwakilan mahasiswa. Kolaborasi lintas unit tersebut diharapkan mampu menghadirkan konten yang informatif, inspiratif, dan relevan dengan isu ketahanan pangan nasional.

Video promosi ini menekankan peran penting akuakultur dalam menjawab tantangan pangan masa depan. Narasi yang dibangun menyoroti potensi besar Indonesia sebagai negara maritim, sekaligus memperlihatkan proses pembelajaran mahasiswa dari hulu ke hilir: mulai dari pembenihan, pakan, kualitas air, pengendalian hama dan penyakit, kewirausahaan budidaya perikanan, hingga panen.

Visual yang ditampilkan mencakup aktivitas mahasiswa di ruang kelas, laboratorium, kolam percobaan, serta dokumentasi kegiatan riset dan magang melalui program MBKM. Selain itu, konten juga menegaskan prospek karier lulusan yang luas, mulai dari peneliti, akademisi, tenaga ahli di kementerian dan perusahaan perikanan, hingga wirausaha di bidang budidaya perikanan.

Produksi konten ini tidak hanya memperkenalkan program studi, tetapi juga menegaskan kontribusi UGM, khususnya Fakultas Pertanian, terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Humas UGM dan Fakultas Pertanian Produksi Konten Promosi Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik

berita Monday, 13 April 2026

Kerja sama antara Humas Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM kembali berlanjut dengan pembuatan video promosi untuk Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) pada Rabu, 8 April 2026. Proses pengambilan gambar kali ini dihadiri oleh Tim Humas UGM, Unit Media Faperta UGM, sejumlah dosen MSA seperti Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si. (Han) dan Dr. Sulistiowati, S.Si., M.Si., serta beberapa perwakilan mahasiswa. Kolaborasi ini memperkuat sinergi lintas unit dalam menghadirkan konten yang informatif sekaligus inspiratif.

Video promosi ini mengangkat narasi tentang pentingnya pengelolaan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas. Visual yang ditampilkan mencakup potensi laut dan pesisir, aktivitas mahasiswa dalam diskusi maupun praktikum, serta fasilitas pendukung seperti laboratorium, stasiun lapangan, dan perpustakaan.

Selain menekankan kurikulum yang berfokus pada konservasi, sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan manajemen sumber daya perairan, konten ini juga menyoroti luasnya peluang karier lulusan MSA. Lulusan dapat berkiprah sebagai peneliti, tenaga ahli di instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), industri perikanan dan kelautan, hingga menjadi pendidik maupun wirausaha di bidang perikanan.

Produksi konten ini diharapkan semakin memperkuat citra UGM, khususnya Fakultas Pertanian, sebagai kampus yang inovatif dalam menyampaikan informasi akademik secara kreatif, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga dan mengelola sumber daya perairan Indonesia secara berkelanjutan.

Produksi konten ini tidak hanya memperkenalkan program studi, tetapi juga menegaskan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Sektor Marikultur, Fakultas Pertanian UGM dan Woogene B&G Korea Selatan Jalin Kerja Sama Pengembangan Vaksin Ikan

beritakerjasama Friday, 27 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Woogene B&G Korea Selatan dalam pengembangan vaksin ikan. Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memperkuat sektor marikultur Indonesia melalui inovasi di bidang kesehatan ikan dan budidaya laut berkelanjutan.

Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. dari Departemen Perikanan Faperta UGM menjadi tokoh sentral dalam riset ini dan akan mengawal pengembangan vaksin untuk mendukung industri budidaya laut nasional. Sinergi antara pimpinan fakultas dan tim peneliti diharapkan menjadi kunci keberhasilan implementasi kerja sama tersebut. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Woogene B&G ke UGM pada Desember 2025.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat riset dan inovasi di bidang pertanian dan perikanan. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., dan Ketua Unit Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.. Kehadiran tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. semakin memperkuat landasan teknis pengembangan vaksin ikan di sektor marikultur.

Selama lima tahun ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan vaksinasi ikan air laut, dengan fokus awal pada vaksin Iridovirus. Upaya ini ditujukan untuk meminimalisir risiko penyakit pada budidaya laut, khususnya komoditas unggulan seperti kerapu dan kakap putih. Peningkatan efisiensi produksi diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan pembudidaya ikan di berbagai wilayah Indonesia.

Kerja sama jangka panjang ini menjadi bukti nyata peran akademisi dan industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Kerja Sama Faperta UGM

Mahasiswa IUC Fakultas Pertanian UGM Ikuti Exposure Program di Xiamen University

berita Thursday, 5 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Dr.nat.sc. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. bersama enam mahasiswa International Undergraduate Class (IUC) melakukan kunjungan akademik ke Fujian Institute of Marine Sustainable Development, Xiamen University. Kunjungan ini disambut hangat oleh Direktur Fujian Institute, Prof. Xue Xiongzhi, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional.

Dalam sambutannya, Prof. Xue menekankan bahwa kunjungan ini bukan hanya sekadar pertukaran akademik, tetapi juga bagian dari kerangka “Jaringan Kerja Sama Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan Wilayah Pesisir” yang diinisiasi oleh Fujian Institute. Fakultas Pertanian UGM sendiri merupakan salah satu anggota pendiri jaringan ini, sehingga kehadiran dosen dan mahasiswa UGM memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi global.

Pada sesi akademik, Dr. Fu Yiqiu memaparkan hasil utama dari Indeks Kapasitas Pembangunan Berkelanjutan Wilayah Pesisir Negara-Negara Jalur Maritim. Mahasiswa UGM aktif berdialog, berbagi riset, serta menunjukkan minat untuk berkolaborasi. Pada kesempatan yang sama, Fujian Institute juga memperkenalkan peluang beasiswa Pemerintah Tiongkok serta beasiswa khusus di bidang pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir, yang membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Xiamen University.

Kunjungan ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan UGM dalam memperoleh Program Hibah Riset Peningkatan Peringkat QS Bidang Studi pada Desember 2025. Lebih dari itu, pertemuan ini merupakan praktik nyata dari komitmen IUC dalam memperkuat jejaring internasional, memperluas kolaborasi riset, serta membangun kapasitas generasi muda untuk menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir.

Kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Medali di PIMNAS 38, Hadirkan Inovasi Berbasis Keberlanjutan

Prestasi Friday, 28 November 2025

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin.

Amalisa Putri Defita (Prodi Agronomi, angkatan 2023) berhasil meraih Medali Emas pada kategori Poster dan Medali Perak pada kategori Presentasi dalam cabang Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Tim Amalisa mengusung program yang dapat mendorong kemajuan UMKM, terutama bagi mitra mereka, yaitu Yono Es Puter dan Es Krim. Inovasi ini menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah berbasis pangan lokal.

Sementara itu, Mutiara Hanum (Prodi Akuakultur, angkatan 2024) juga mengukir pencapaian dengan memperoleh Medali Perunggu pada kategori Poster dalam cabang yang sama, PKM-PI.

Tim Mutiara mempersembahkan inovasi SOLAQUA, sistem aerasi cerdas bertenaga surya yang didukung teknologi IoT. Inovasi ini mawarkan keunggulan dalam memantau kadar oksigen, suhu, pH, hingga kualitas air langsung dari demi ekosistem perairan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Keberhasilan Amalisa dan Mutiara menegaskan peran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM sebagai agen perubahan yang menghubungkan inovasi lokal yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkalajutan, seperti SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Mahasiswa KKN UGM Bakam Bercerita Hadirkan Inovasi Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kemandirian Desa

berita Wednesday, 20 August 2025

Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta UGM) dan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UGM) berperan aktif dalam mendorong kemandirian Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Melalui program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II 2025 yang berlangsung selama 50 hari, tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita yang dibimbing langsung oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan inovasi pangan, pertanian, dan perikanan berbasis potensi lokal.

Koordinator klaster agro, Ahmad Abdurrohman, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang dengan prinsip keberlanjutan dan sesuai kebutuhan warga. “Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menambah wawasan mereka mengenai pemanfaatan sumber daya lokal,” ujar Abdur.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan sistem aquaponik, yang dijalankan oleh Cantika Adhelia dari Departemen Perikanan Faperta UGM dan Najma Inayati Hazima dari FTP UGM. Dalam ember berkapasitas 80 liter, ikan lele dibudidayakan di bagian bawah, sementara tanaman seperti kangkung tumbuh di bagian atas dengan memanfaatkan nutrisi dari kotoran ikan. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dan berhasil membuat warga terkesan serta menambah wawasan baru. “Belum pernah terpikirkan menggabungkan ikan dan tanaman. Ini solusi bagus untuk menghemat pengeluaran keluarga,” ungkap Sultanda, salah satu peserta kegiatan.

Di Dusun Sidomulyo, inovasi hadir melalui pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Program ini merupakan sinergi antara Fuad Nur Ikhsan dari FTP UGM dan Rafida Hasna Kholidi dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta UGM. Warga dilatih mulai dari pemilihan singkong, fermentasi, penjemuran, penggilingan, hingga pengolahan MOCAF menjadi brownies yang lezat. Kepala Dusun Sidomulyo, Ibu Fernia, mengapresiasi pelatihan ini karena membuka peluang usaha baru berbasis hasil pertanian lokal.

Di bidang pertanian, tim memperkenalkan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu, yang dijalankan oleh Muhammad Adzka Mumtaz dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM. PGPR berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama. Antusiasme warga terlihat sangat besar—petani hortikultura hingga pekebun kelapa sawit aktif mengikuti praktik pembuatan. Produk PGPR kemudian dibagikan kepada warga pada Festival Bukit Layang untuk mendorong penerapan pertanian berkelanjutan.

Sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan, yang dibawakan oleh Maria Vania Lucy Nugraha dari Departemen Perikanan Faperta UGM. Peserta belajar menggiling ikan, mencampur bumbu, membentuk, hingga mengukus dimsum bergizi tinggi yang memiliki potensi dijadikan usaha rumahan. “Dimsum disukai semua kalangan usia, sehingga peluang pasarnya cukup besar,” kata Maria.

Melalui rangkaian kegiatan ini, sinergi klaster agro berhasil menggabungkan inovasi teknologi tepat guna dengan pemberdayaan masyarakat desa. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat sektor pangan, pertanian, dan perikanan, tetapi juga membuka jalan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kontribusi ini menjadi bukti nyata sinergi klaster agro KKN-PPM UGM Bakam Bercerita dalam menerapkan ilmu dari bangku kuliah ke tengah masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan warga mampu menciptakan perubahan nyata yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN Bakam Bercerita

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN Bakam Bercerita

Menuju UMKM Zero Waste di Lembar Selatan, KKN-PPM UGM Lembaran Kisah Melakukan Pengelolaan Limbah Pengolahan Rajungan dengan Memanfaatkan Cangkang menjadi Tepung.

berita Wednesday, 20 August 2025

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Lembaran Kisah 2025 Periode II melaksanakan kegiatan di Desa Lembar dan Lembar Selatan, Kec. Lembar, Kab. Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kedua wilayah tersebut dipilih karena lokasinya yang strategis menjadi gerbang pintu masuk Lombok serta potensi yang dimiliki sangatlah mumpuni untuk dikembangkan lebih lanjut. Samuel Kristo, mahasiswa Prodi Akuakultur Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada melaksanakan KKN-PPM di Desa Lembar Selatan dengan membawakan program Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan menjadi Tepung sebagai Bahan Pakan yang berlangsung selama masa KKN mulai tanggal 23 Juni hingga 8 Agustus 2025. Program tersebut memberikan pengetahuan mengenai produk turunan lainnya yang didapat dari rajungan serta meminimalisir adanya pembuangan limbah cangkang yang terkadang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Desa Lembar Selatan merupakan desa pesisir yang berdekatan dengan gerbang pintu masuk Pulau Lombok yaitu Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas sehingga desa tersebut memiliki kondisi geografis kawasan pesisir. Kondisi geografis tersebutlah yang membuat desa ini memiliki banyak potensi seperti kawasan mangrovenya yang luas sehingga komoditas perikanannya yang melimpah salah satunya rajungan. Rajungan di Desa Lembar Selatan diolah menjadi produk kerupuk rajungan dan daging frozen yang dikirim langsung ke pabrikan, namun dibalik pengolahan tersebut masih terdapat limbah yang tidak terolah dengan baik yaitu cangkang rajungan.

“Program yang dibawakan teman-teman KKN UGM memberikan pengetahuan baru bagi kami terutama dalam pengolahan limbah cangkang rajungan serta pemanfaatannya menjadi bahan campuran untuk pakan ayam. Harapan kami melalui program tersebut agar dapat kami kembangkan lebih lagi menjadi bahan baku pangan sehingga kami ingin tetap menjalin komunikasi selalu bersama mahasiswa UGM guna mendampingi lebih lanjut mengenai pemanfaatan tepung cangkang rajungan” ujar Husniadi Gupan yang merupakan pelaku UMKM rajungan husaeni food di Desa Lembar Selatan.

Cangkang kepiting memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, kandungan tersebut bermanfaat untuk pertumbuhan serta penguatan tulang bagi makhluk hidup sehingga pemanfaatannya memiliki potensi yang tinggi. Proses pembuatan cangkang kepiting diawali pada pencucian, pengeringan menggunakan oven, pencacahan, penghalusan, penyaringan hingga pengemasan. Pemanfaatan tersebut memberikan pengetahuan serta solusi baru bagi pelaku UMKM rajungan milik masyarakat Desa Lembar Selatan yaitu Husaeni Food dalam mengolah limbah cangkang, adanya program tersebut diharapkan menjadi inovasi baru yang dalam melakukan pengelolaan limbah sehingga terciptanya UMKM Zero Waste.

“Program ini sangat inovatif karena memanfaatkan limbah hasil pengolahan rajungan, namun dalam pengembangan nantinya perlu diteliti lebih lanjut agar pembuatannya lebih efisien dan efektif “ ujar Della selaku teman Tim KKN-PPM UGM Lembaran Kisah 2025 yang ikut andil dalam program.

Program KKN-PPM UGM Lembaran Kisah 2025 Periode II menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Harapan kami melalui program ini kiranya dapat menyelesaikan permasalahan limbah cangkang rajungan di Desa Lembar Selatan serta membuka peluang UMKM baru bagi masyarakat untuk menjadikannya sebagai produk-produk.

 

Penulis : Samuel Kristo
Editor: Desi Utami

 

 

Kuliah Tamu Faperta UGM Bahas Inovasi Pemanfaatan Duckweed dari Limbah hingga Pangan Masa Depan

berita Wednesday, 9 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkolaborasi mengadakan kuliah tamu yang bersifat terbuka bagi sivitas akademika UGM dan umum dengan Kasertart University, Thailand. Kegiatan kuliah tamu dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025 secara online melalui Zoom Meeting. Kuliah tamu dibawakan oleh Dr. Chanita Boonmak dari Kasertart University, Thailand Duckweed Holobiont Resource and Research Center (DHBC).

Topik yang dibawakan yaitu Duckweed Microbiome: Unlocking Bacterial Potential for Environmental and Food Applications yang menceritakan hasil kolaborasi melalui rogram penelitian yang didanai oleh Japan Science and Technology Agency (JIST) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang disebut Science Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATPREPS).

Thailand memiliki empat genus duckweed diantaranya Spirodela polyrhiza, Landolita punctata, Lemna aequionoctialis, dan Wolffia globosa. Pada kesempatan ini Dr. Chanita Boonmak menjelaskan, “Duckweed memiliki kandungan yang berbeda tergantung dengan lingkungannya. Beberapa kandungan dari duckweed adalah serat, lignin, akumulasi protein kisaran 7- 45%, tepung kisaran 14-44% yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.” Pemanfaatan duckweed di Thailand yaitu kultivasi Wolffia dengan air jernih untuk pakan ternak dapat meningkatkan kualitas kuning telur ayam, sebagai carbon sequestration yakni dapat menyerap CO2 dengan cepat selama perkembangannya, sebagai substrat tepung kanji untuk biofuel, serta dapat dijadikan bahan baku bioplastik dan polyester.

“Karakteristik duckweed yang mengandung protein tinggi dipengaruhi oleh lingkungan. Selain itu duckweed juga merupakan tumbuhan air yang tumbuh dengan cepat karena hanya membutuhkan lahan kecil untuk tumbuh, tetapi memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi air dan lahan,” tambah Chanita. Menurut penelitian yang telah dilakukan beliau, duckweed dapat bertahan hidup di permukaan air seperti sawah, lotus pond, drying canal, dan natural pond. Duckweed juga dapat hidup di air limbah atau yang mengandung polusi, misalnya di area perkotaan atau kolam khusus air limbah.

Upaya peningkatan perkembangan dari duckweed di aliran limbah dapat melalui Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Filum bakteri yang sering ditemukan hidup bersamaan dengan duckweed adalah Gammaproteobacteria, Alphaproteobacterial, Betaproteobacteria, Firmicutes, dan Actinobacteria. Limbah pertanian (dalam hal ini peternakan) yang mengandung organik tinggi atau bahan padat seperti kotoran ayam, pakan, bulu ayam, dan limbah cuci umumnya menggunakan anaerobic wastewater treatment tank. Namun, terkadang nitrogen yang terkadung di dalamnya sulit untuk dihilangkan, sehingga memerlukan proses terlebih dahulu seperti melalui facultative pond yang ditumbuhi duckweed.

Desi Utami, S. P., M. Env.Sc., Ph.D., dosen di Mikrobiologi Pertanian selaku koordinator acara kuliah tam menjelaskan bahwa kegiatan rutin yang menghadirkan dosen dan peneliti berbagai negara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keingintahuan mahasiswa, serta memperluas kolaborasi internasional untuk Faperta UGM.

Melalui kolaborasi dengan Kasertart University, Hokaido University, Faperta UGM membuka wawasan yang mendalam mengenai duckweed disertai dengan sejuta manfaat yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Faperta UGM juga berupaya mengambil peran dalam menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

123

BERITA FAKULTAS

  • Kunci Sukses Menjadi Entrepreneur Muda: Alumni Faperta UGM Dorong Lulusan Berani Wujudkan Ide
    21/05/2026
  • Kiat Lanjut Studi ke Luar Negeri: Alumni Faperta UGM Berbagi Strategi dan Inspirasi
    21/05/2026
  • Kiat Sukses Berkarier di BUMN: Alumni Faperta UGM Bagikan Pengalaman untuk Calon Wisudawan
    21/05/2026
  • Sinergi Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM dalam Penyusunan Draf SAR ASIIN
    20/05/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Pembekalan Calon Wisudawan Periode III T.A. 2025/2026
    20/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju