• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • (Page 17)
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Day 1: World Vegetable Center dan Fakultas Pertanian UGM Fokus pada Diagnostik Penyakit Tumbuhan dan Tanaman Tahan

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama World Vegetable Center (WorldVeg) resmi membuka rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dan PIAT UGM ini menandai komitmen kuat UGM dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset di bidang kesehatan tanaman.

Acara pembukaan dihadiri jajaran dekanat Fakultas Pertanian, yaitu Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, selaku Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, serta Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Sambutan juga diberikan oleh Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, UGM), yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan penyakit tanaman.

Hari pertama pelatihan difokuskan pada konsep diagnostik penyakit tanaman. Dr. Lourena Maxwell dan Dr. Ram Khadka (WorldVeg) memaparkan alur diagnostik hama, jamur, bakteri, dan virus, mulai dari observasi lapangan hingga konfirmasi laboratorium. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. M. Iqbal Maulana (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, UGM) yang menjelaskan peran nematoda parasit dalam sistem produksi sayuran, dilanjutkan dengan praktikum identifikasi nematoda melalui ekstraksi DNA dan teknik PCR.

Selain itu, peserta mengikuti field scouting di PIAT UGM, mempelajari gejala penyakit pada cabai, tomat, dan sayuran daun secara langsung. Sesi ini juga memperkenalkan teknologi digital diagnostik seperti Plantix App dan Rapid Pathogen Analysis (RPA), yang semakin menegaskan relevansi inovasi teknologi dalam mendukung ketahanan pangan. Dr. Alan Soffan (UGM) memberikan materi terkait ekonomi sirkuler yang dilakukan di PIAT UGM.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas dalam menjaga kesehatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengelolaan kesehatan tanaman yang berkontribusi terhadap keamanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang kesehatan tanaman.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pengukuhan Guru Besar Bidang Biologi Perikanan dan Kelautan: Prof. Dr. Eko Setyobudi Tekankan Pentingnya Data untuk Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan

berita Tuesday, 30 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam Bidang Biologi Perikanan dan Kelautan pada Kamis, 25 Juni 2026. Acara pengukuhan berlangsung di Balai Senat UGM dengan pidato berjudul “Biologi Perikanan: Konsep dan Penerapan dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

Dalam pidatonya, Prof. Eko menekankan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan harus berlandaskan pada data biologi yang akurat, detail, dan berkesinambungan. Beliau menyoroti perlunya sistem pengelolaan data perikanan nasional yang kuat, didukung oleh metode sampling yang adaptif dan representatif sesuai karakteristik masing-masing wilayah perairan. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mengambil peran strategis sebagai bagian penting dalam penyediaan data biologi perikanan nasional, sehingga kontribusi akademik dapat langsung mendukung kebijakan publik.

Prof. Eko juga menggarisbawahi urgensi pengembangan portal data nasional berbasis digital yang terbuka, terstandarisasi, dan mudah diakses. Dengan adanya sistem data yang terintegrasi, setiap kebijakan pemerintah maupun pengelolaan perikanan dapat disusun dan diimplementasikan berdasarkan bukti ilmiah yang valid. Hal ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan ekosistem perairan, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia di tingkat global.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Eko, tetapi juga memperkuat komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang perikanan dan kelautan. Kontribusi beliau sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengelolaan sumber daya perikanan untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang biologi perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem data perikanan nasional berbasis digital serta pemanfaatan inovasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah, SDG 14: Ekosistem Laut melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap semakin banyak kontribusi nyata yang lahir dari bidang biologi perikanan dan kelautan, guna mendukung ketahanan pangan, menjaga ekosistem perairan, dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya perikanan di tingkat global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: UGM

 

Asesmen Lapangan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Verifikasi Mutu Akademik dan Dialog Multi-Pihak

berita Tuesday, 30 June 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP). Hari kedua (5/6/2026) menjadi rangkaian utama, di mana para asesor, yakni Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc. (Universitas Sam Ratulangi) dan Prof. Dr. Ir. Feliatra, DEA (Universitas Riau), memimpin serangkaian kegiatan verifikasi, konfirmasi, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi di Ruang Sidang Dekanat Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM, yang dihadiri pimpinan fakultas, UPPS, tim SPMI, ketua program studi, serta tim akreditasi. Setelah pengenalan panel asesor dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan, rombongan bergeser ke Gedung A4 Departemen Perikanan untuk melaksanakan sesi konfirmasi mendalam terkait tata pamong, sistem pengelolaan, capaian UPPS, serta efektivitas siklus SPMI.

Rangkaian asesmen berlanjut dengan sesi bersama tenaga kependidikan, yang menyoroti kinerja, pelayanan, dan kepuasan kerja. Setelah jeda istirahat, asesor melakukan konfirmasi data LKPS dan LED untuk memastikan keakuratan informasi sebagai dasar penilaian kuantitatif. Pada siang hari, sesi paralel digelar: satu bersama alumni dan pengguna eksternal, termasuk pemerintah, masyarakat, dan mitra desa binaan, untuk menggali masukan terkait output program studi; sementara sesi lainnya bersama dosen, membahas keterlibatan dan kepuasan dalam mendukung tri dharma perguruan tinggi.

Sore harinya, mahasiswa turut dilibatkan dalam diskusi mengenai prestasi, pelayanan, dan pengalaman akademik. Di waktu yang sama, asesor melakukan kunjungan ke berbagai laboratorium, seperti Lab Teknologi Pengolahan Ikan, Lab Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Lab Nutrisi, Lab Riset, serta Ruang Podcast, guna memverifikasi kelayakan sarana dan prasarana pembelajaran.

Menjelang akhir kegiatan, tim asesor menyusun draft berita acara dan rekomendasi hasil akreditasi, sebelum menyampaikan umpan balik kepada pimpinan UPPS. Proses ini ditutup dengan penandatanganan berita acara asesmen lapangan, menandai komitmen bersama untuk menjaga mutu akademik, tata kelola, serta relevansi Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Hari kedua asesmen lapangan ini memperlihatkan bagaimana proses akreditasi tidak hanya berfokus pada dokumen administratif, tetapi juga pada keterlibatan seluruh elemen akademik dan pemangku kepentingan. Dengan pendekatan yang menyeluruh, asesmen ini memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pendidikan tinggi di bidang teknologi hasil perikanan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu akademik dan sistem penjaminan mutu, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi lulusan yang siap berkontribusi pada industri perikanan dan pangan, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan, keamanan pangan, serta pemanfaatan sumber daya perairan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara UGM, LAM PTIP, alumni, pengguna lulusan, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Departemen Perikanan

 

Asesmen Lapangan Magister Ilmu Perikanan UGM: Verifikasi Data, Dialog Stakeholder, dan Kunjungan Laboratorium

berita Tuesday, 30 June 2026

Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP). Hari kedua (5/6/2026) menjadi inti dari rangkaian kegiatan, di mana para asesor, yakni Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc. (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Ir. Agus Tjahjono, M.S. (Universitas Brawijaya), melakukan serangkaian verifikasi, konfirmasi, serta dialog dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi di Ruang Sidang Dekanat Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM. Acara ini dihadiri pimpinan fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), tim SPMI, ketua program studi, serta tim akreditasi. Setelah pengenalan panel asesor dan penandatanganan pernyataan asesmen lapangan, rombongan bergeser ke Gedung A4 Departemen Perikanan untuk melaksanakan sesi konfirmasi terkait tata pamong, sistem pengelolaan, capaian UPPS, serta efektivitas siklus SPMI.

Rangkaian asesmen kemudian dilanjutkan dengan sesi bersama tenaga kependidikan, yang menyoroti kinerja, pelayanan, dan kepuasan kerja. Setelah itu, asesor meninjau data LKPS dan LED untuk memastikan keakuratan informasi sebagai dasar penilaian kuantitatif. Pada siang hari, sesi paralel digelar: satu bersama alumni dan pengguna eksternal, termasuk pemerintah, masyarakat, dan mitra desa binaan, untuk menggali masukan terkait output program studi; sementara sesi lainnya bersama dosen, membahas keterlibatan dan kepuasan dalam mendukung tri dharma perguruan tinggi.

Sore harinya, mahasiswa turut dilibatkan dalam diskusi mengenai prestasi, pelayanan, dan pengalaman akademik. Di waktu yang sama, asesor melakukan kunjungan ke berbagai laboratorium, seperti Lab. Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Lab. Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Lab. Perikanan Maju, Ruang Podcast, serta Lab. Bioteknologi Perikanan (AGLC), guna memverifikasi kelayakan sarana dan prasarana pembelajaran.

Menjelang akhir kegiatan, tim asesor menyusun draf berita acara dan rekomendasi hasil akreditasi, sebelum menyampaikan umpan balik kepada pimpinan UPPS. Proses ini ditutup dengan penandatanganan berita acara asesmen lapangan, menandai komitmen bersama untuk menjaga mutu akademik, tata kelola, serta relevansi Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Hari kedua asesmen lapangan ini memperlihatkan bagaimana proses akreditasi tidak hanya berfokus pada dokumen administratif, tetapi juga pada keterlibatan seluruh elemen akademik dan pemangku kepentingan. Dengan pendekatan menyeluruh, asesmen ini memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pendidikan tinggi di bidang perikanan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu akademik dan sistem penjaminan mutu, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi lulusan yang siap berkontribusi di sektor perikanan, SDG 14: Ekosistem Lautan (Life Below Water) melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara UGM, LAM PTIP, alumni, pengguna lulusan, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Departemen Perikanan

 

Lentera DESA Faperta UGM Fasilitasi Agri Training Camp BAPELTAN Jateng untuk Pelajar Purworejo

berita Tuesday, 30 June 2026

Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi sebagai fasilitator pada kegiatan Agri Training Camp (ATC) yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah. Kegiatan ATC batch ini diikuti oleh siswa dan siswi SMA/MA/SMK yang berkolaborasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan kegiatan 23 Juni 2026 tersebut, Lentera DESA mengirimkan dua fasilitator untuk mendampingi dan memandu peserta sepanjang sesi. Kehadiran tim Faperta UGM difokuskan untuk mendorong pemahaman tentang kemandirian pangan berkelanjutan dan pentingnya keberlanjutan pembangunan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan pendidikan.

Pada sesi yang dibawakan Lentera DESA, peserta diajak mengikuti praktik pembelajaran interaktif yang membahas konsep Agritech Platform. Fasilitator memperkenalkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung manajemen usaha tani, akses pengetahuan, dan jejaring agribisnis. Peserta juga diajak menjadi member aktif Lentera DESA sehingga dapat mengakses sumber belajar dan program pembinaan yang disediakan.

Salah satu fokus praktik adalah pengenalan dan penggunaan Buku Tani melalui platform Lentera DESA. Melalui modul ini, peserta belajar cara mencatat usaha tani secara digital—mulai dari pencatatan kegiatan budidaya, penggunaan input, hingga pemantauan hasil panen—sebagai langkah awal membangun praktik pertanian yang lebih terstruktur dan transparan.

Partisipasi Lentera DESA dalam ATC ini merupakan bagian dari komitmen tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Penyediaan platform pembelajaran digital secara gratis ditujukan untuk memperluas akses pengetahuan pertanian, terutama bagi generasi muda di tingkat menengah yang menjadi calon pelaku pertanian masa depan.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA

Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 Dorong Ekosistem Inovasi Agro

berita Friday, 26 June 2026

Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 di Eastparc Hotel, Yogyakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Forum ini diawali dengan Opening Ceremony dan Forum Framing yang berlangsung di The Grand Ballroom, Eastparc Hotel, sebagai bagian dari agenda resmi.

Dalam pembukaan, sambutan disampaikan oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama yang menekankan pentingnya forum ini sebagai pusat inovasi. Fokus utama adalah membangun ekosistem inovasi agro dari hulu hingga hilir, dengan benih sebagai kunci keberhasilan budidaya pertanian. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya menyentuh aspek pangan, tetapi juga sosial budaya, rantai pasok, ekonomika, dan regulasi.

Dari Kementerian Pertanian, Ibu Ebi Rulianti, S.P., M.Sc. menyampaikan bahwa mempertahankan swasembada pangan lebih sulit dibandingkan mencapainya. Ketersediaan benih padi gogo baru mencapai 50% dari kebutuhan, sementara target produksi padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 2,6 juta ton. Untuk jagung pipil, kebutuhan benih sudah terpenuhi, namun kedelai, ubi-ubian, dan kacang-kacangan masih menghadapi kendala. Ia juga menyoroti terbitnya PERPU Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur ruang lingkup perbenihan, sertifikasi varietas lokal, standar SNI, serta sanksi bagi pelanggaran.

Pada sesi Forum Framing, Dr. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P. menegaskan bahwa industri benih memiliki peluang besar dengan proyeksi kenaikan rata-rata 3% pada periode 2026–2034. Rantai nilai perbenihan, mulai dari penyediaan material hingga benih yang ditanam petani, menuntut keterlibatan semua pihak: regulator, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Tantangan yang dihadapi mencakup regulasi, biaya tinggi formulasi, kesenjangan antar-stakeholder, serta isu publik seperti pemalsuan benih dan perubahan iklim.

Forum ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui forum pertukaran ilmu dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan industri benih nasional yang inovatif dan berdaya saing. Selain itu, pembahasan mengenai sertifikasi benih, standar mutu, dan penguatan rantai nilai perbenihan juga mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara upaya pengembangan benih yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Seluruh inisiatif tersebut diperkuat melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan regulator sebagai wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Asesmen Lapangan Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Perkuat Mutu Akademik

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Asesmen Lapangan Program Studi Magister Ilmu Tanah yang berlangsung di Ruang Venture, Gedung AGLC Fakultas Pertanian UGM pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memastikan mutu akademik dan reputasi program studi, sekaligus memperkuat komitmen fakultas terhadap standar akreditasi nasional.

Asesmen lapangan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, antara lain Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A. selaku Kepala Unit Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU), Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Hadir pula Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. selaku Ketua Unit Jaminan Mutu, Agus Sudarwinto, S.E., M.M. selaku Kepala Kantor Administrasi, Dr.Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P. selaku Ketua Departemen Tanah, Prof. Benito Heru Purwanto selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Tanah, serta Dr. Agr. Cahyo Wulandari, S.P., M.P. selaku Sekretaris Departemen.

Kegiatan ini juga melibatkan Tim Task Force Akreditasi, yang terdiri dari Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P., IPU., ASEAN Eng., Nur Ainun H.J. Pulungan, S.Si., M.Sc., Ph.D., Imas Masithoh Devangsari, S.P., M.Sc., Ph.D., Margi Asih Maimunah, S.P., M.Sc., Ph.D., Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D., Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan perwakilan mahasiswa.

Asesmen lapangan ini dipimpin oleh dua asesor, yakni Prof. Dr. Ir. Dedik Budiyanta, MS dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Prof. Dr. Dewi Sukma, S.P., M.Si. dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedua asesor memberikan arahan, masukan, serta evaluasi yang konstruktif untuk mendukung peningkatan kualitas program studi.

Rangkaian kegiatan asesmen mencakup berbagai sesi paralel yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dimulai dengan sesi bersama pimpinan unit pengelola program studi, dilanjutkan dengan diskusi tim task force akreditasi, penjaminan mutu internal, serta middle management di UPPS. Sesi lain juga menghadirkan alumni dan pengguna eksternal, dosen dan tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Asesmen turut mencakup kunjungan laboratorium dan sarana pembelajaran, kerja mandiri tim asesor, hingga penyampaian dan penandatanganan berita acara asesmen lapangan.

Melalui asesmen ini, Program Studi Magister Ilmu Tanah menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik, memperkuat reputasi internasional, dan memastikan keberlanjutan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan tata kelola akademik yang inovatif, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penerapan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, asesor eksternal, alumni, pengguna lulusan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Komitmen Dukung Pendidikan, CV Karya Rasa Indonesia Salurkan Beasiswa Melalui Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 26 June 2026

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dan CV Karya Rasa Indonesia (Bakpia Kukus Tugu Jogja) resmi menandatangani dokumen kerja sama pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Pertanian pada Kamis, 25 Juni 2026. Agenda ini bertujuan untuk memberikan bantuan keringanan UKT bagi mahasiswa dari golongan kurang mampu, khususnya mereka yang akan menjadi sarjana pertama di keluarganya sehingga diharapkan dapat mengurangi keresahan biaya pendidikan sekaligus melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi di industri pangan nasional.

Prosesi penandatanganan kerja sama di Ruang Dekanat Fakultas Pertanian ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian UGM Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., serta Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. sebagai ketua Departemen Perikanan. Sementara dari pihak mitra, dokumen ditandatangani oleh perwakilan manajemen CV Karya Rasa Indonesia.

CV Karya Rasa Indonesia mengungkapkan bahwa pandangan Fakultas Pertanian UGM sebagai mitra strategis menjadi bentuk langkah nyata industri untuk melanjutkan kontribusi di sektor pendidikan. Selain itu, Fakultas Pertanian UGM dinilai memiliki potensi besar dalam memajukan usaha olahan pertanian dan perikanan lokal guna melestarikan kuliner tradisional sekaligus menjamin pemenuhan pangan anak bangsa yang berkualitas. Melalui kolaborasi ini, kelompok mahasiswa rentan diharapkan dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak industri terhadap dunia pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada CV Karya Rasa Indonesia (Bakpia Kukus Tugu Jogja) yang telah berkomitmen membantu penyaluran bantuan finansial bagi mahasiswa kami. Dukungan ini akan sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi mahasiswa bagi yang membutuhkan, sehingga mereka dapat lebih fokus menyelesaikan studi tanpa terhambat kendala biaya,” ujar Jaka

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberian dukungan finansial bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan meningkatkan kesempatan pendidikan bagi kelompok yang kurang beruntung; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

 

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Foto: Unit Media Faperta UGM

 

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Fakultas Pertanian UGM dan DPD RI Gelar Seminar Uji Sahih RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggarakan Seminar dalam rangka Uji Sahih RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani pada Selasa 23 Juni 2026 di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghimpun masukan dalam penyempurnaan regulasi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh DPD RI tersebut. Menurutnya, revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 menjadi penting untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga regenerasi petani.

“Fakultas Pertanian UGM siap memberikan kontribusi akademik dan masukan konstruktif dalam penyempurnaan regulasi yang berpihak kepada petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Jaka Widada.

Anggota Komite II DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hilmy Muhammad, M.A., dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi pertanian Indonesia sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti alih fungsi lahan, kesejahteraan petani, serta pentingnya regenerasi petani muda. Ia menegaskan bahwa perlindungan dan pemberdayaan petani perlu diperkuat agar sektor pertanian mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa seminar uji sahih ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi DPD RI melalui penyerapan aspirasi dari berbagai pihak. Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap dinamika sektor pertanian.

“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan masukan yang komprehensif sehingga RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani Indonesia,” ungkap Badikenita.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui upaya penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan dan produktivitas petani; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong kebijakan pertanian yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara DPD RI, Fakultas Pertanian UGM, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

1…1516171819…67

BERITA FAKULTAS

  • Tim Citra Fakultas Pertanian UGM Perkuat Branding dan Promosi Fakultas Melalui Kunjungan Sekolah
    22/10/2026
  • Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern
    22/10/2026
  • Faperta UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro
    22/10/2026
  • Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21/10/2026
  • Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien
    21/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju