• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Sekolah Tani UGM Lanjutkan Sesi Kedua: Inovasi Budidaya Padi Gamagora

berita Friday, 6 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan petani melalui kolaborasi strategis bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Perwakilan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Yogyakarta. Sinergi ini diwujudkan melalui program “Sekolah Tani” yang berfokus pada hilirisasi inovasi budidaya padi varietas Gamagora serta pemanfaatan pupuk hayati Bacillus sp. sebagai solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Pada sesi kedua yang diselenggarakan Kamis, 5 Maret 2026, Sekolah Tani mengangkat tema “Inovasi Budidaya Padi Gamagora.” Kegiatan berlangsung di Classroom 5 dan 6, Lantai 1 Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM, pukul 15.30 – 17.45 WIB. Varietas Gamagora 7, hasil riset unggulan UGM, dikenal memiliki masa panen yang lebih singkat dengan produktivitas tinggi, sehingga menjadi salah satu kontribusi nyata universitas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sesi tersebut, Dody Kastono, S.P., M.P. dari Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM memaparkan perkembangan penelitian varietas Gamagora 7. Ia menekankan bahwa beras Gamagora merupakan turunan dari Rojolele yang diarahkan untuk dikembangkan menjadi beras premium, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani mitra. Beberapa capaian penelitian yang disampaikan meliputi:

  • Pengembangan varian Gamagora lainnya yang prospektif dengan produktivitas tinggi dan kualitas baik, mencakup padi sawah dan padi gogo. Pada tahun 2026, akan dilakukan uji multilokasi terhadap delapan galur harapan (enam beras hitam, satu beras merah, dan satu beras putih) dengan dukungan pendanaan hasil kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
  • Biofortifikasi pangan melalui perbaikan kualitas gizi beras, seperti Beras Presokazi yang sudah masuk pasar. Inovasi ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan kekurangan zat besi (Fe) dan seng (Zn) pada anak dan ibu hamil, yang sering menjadi penyebab hambatan tumbuh kembang dan risiko stunting.
  • Padi Gamagora 7 telah berada di F5 dan 2 generasi selanjutnya diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dari Gamagora 7

Penjelasan dilanjutkan dengan menunjukkan keberhasilan introduksi Gamagora 7 di beberapa wilayah, antara lain:

  • Ngawi, Jawa Timur (21 Desember 2023): Panen raya varietas Gamagora 7 menunjukkan hasil mencapai 9,63 ton GKP/ha, dengan ketahanan terhadap kekeringan, rebah, serta hama utama seperti wereng dan hawar bakteri.
  • Pulau Enggano, Bengkulu (14 Agustus 2024): Melalui program KKN UGM, penanaman Gamagora 7 mendukung kedaulatan pangan di salah satu pulau kecil terluar Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Universitas Bengkulu.
  • Semarang, Jawa Tengah (12 Maret 2025): Meski menghadapi tantangan banjir berulang, Gamagora-7 tetap mampu menghasilkan panen hingga 7,5 ton/ha, bahkan pada 26 November 2024, panen Padi Gamagora 7 mencapai 10,3 ton/ha pada kondisi optimal, lebih tinggi dibanding Padi Padjadjaran dengan selisih 29,23%.
  • Nusa Tenggara Barat (NTB): Uji coba awal dengan 100 g benih Gamagora berkembang pesat hingga pengiriman 4 ton benih, difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, menunjukkan potensi besar pengembangan di lahan gogo rancah.

Program sekolah Tani tidak hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi pertanian. Padi Gamagora 7 turut menjadi inovasi yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Riset Virus Tanaman: Dr. Nabeshima Tomoyuki Bahas Solusi untuk Petani Sayuran di Asia Timur

berita Wednesday, 4 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar kuliah tamu pada Senin, 2 Maret 2026 di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6, dengan menghadirkan tiga akademisi dari Jepang. Salah satunya adalah Dr. Nabeshima Tomoyuki dari Yamagata University, yang memaparkan riset tentang interaksi virus tanaman dengan sayuran, khususnya terkait masalah serius yang dihadapi petani lokal.

Dalam wawancaranya, Dr. Nabeshima menjelaskan bahwa fokus penelitiannya adalah Gemini virus pada cabai di Asia Timur. “Saya datang ke sini karena proyek penelitian Gemini virus pada cabai. Kami berusaha menyelesaikan masalah ini dengan pendekatan genetik dan studi patogen tanaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan serius akibat cuticle cracking (retak kutikula) pada buah tomat dan cabai menjadi tantangan nyata bagi petani. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hasil panen, tetapi juga berdampak pada nilai ekonomi produk hortikultura. “Saat ini saya sedang meneliti aspek budidaya untuk mendefinisikan penyebab masalah ini secara lebih rinci. Ke depan, tujuan saya adalah mengembangkan metode manajemen yang praktis dan dapat diterapkan langsung oleh petani,” jelasnya.

Kuliah tamu ini menjadi wadah penting bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara. Riset yang dilakukan Dr. Nabeshima memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

Jejak Cabai di Asia Pasifik: Dr. Sota Yamamoto Ungkap Rute Dispersi dalam Kuliah Tamu di UGM

berita Wednesday, 4 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kuliah tamu pada Senin, 2 Maret 2026, di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dengan menghadirkan tiga akademisi dari Jepang. Salah satu pembicara, Dr. Sota Yamamoto dari International Research Center of Island Studies, Kagoshima University, memaparkan riset etnobotani yang menyoroti sejarah dan pemanfaatan cabai di kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia.

Dalam wawancaranya, Dr. Yamamoto menjelaskan ketertarikannya pada cabai sebagai tanaman yang tidak hanya digunakan sebagai bumbu, tetapi juga sebagai sayuran dan obat tradisional. “Saya sudah berkunjung ke Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Maluku untuk melihat bagaimana masyarakat memanfaatkan cabai. Daun dan buahnya tidak hanya dimakan, tetapi juga digunakan sebagai obat,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyoroti sejarah penyebaran cabai dari Amerika ke berbagai belahan dunia. Menurutnya, selain jalur Atlantik melalui Eropa, Afrika, India, dan Asia Tenggara, terdapat kemungkinan jalur lain melalui Pasifik dan Oceania menuju Asia. “Saya tertarik meneliti apakah Jawa atau Sulawesi mendapat pengaruh dari kedua jalur tersebut (India dan Pasifik) dan bagaimana dampaknya terhadap budaya konsumsi cabai di Indonesia,” jelas Dr. Yamamoto.

Kuliah tamu ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan lintas negara dan disiplin, memperkuat posisi Faperta UGM sebagai pusat riset pertanian yang berorientasi global. Kajian etnobotani ini tidak hanya penting secara akademis, tetapi juga relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Kuliah Tamu Max Planck Institute: Kolaborasi Riset Genomik Penyakit Tanaman di Faperta UGM

berita Wednesday, 4 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kuliah tamu pada Senin, 2 Maret 2026 di Gedung AGLC Lantai 6. bersama Dr. Honour Claire McCann dari Max Planck Institute for Biology Tübingen, Jerman. Dalam kesempatan ini, Dr. Honour membawakan topik “Evolutionary Genomics of Ralstonia syzygii subsp. celebesensis”, yang merupakan bagian dari kolaborasi riset internasional antara Faperta UGM dan Max Planck Institute.

Dalam wawancaranya, Dr. Honour menyampaikan rasa bangga atas kesempatan bekerja di lingkungan riset Faperta UGM. “Kami sangat beruntung dapat menempati ruang laboratorium di AGLC yang dibangun dengan standar tinggi, benar-benar kelas dunia. Dengan akses ke fasilitas ini, kami bisa melakukan lebih banyak pekerjaan dan melakukannya dengan sangat sukses,” ungkapnya.

Topik kuliah tamu ini dipilih karena relevan dengan kolaborasi riset yang sedang berlangsung di Indonesia. Dr. Honour menekankan pentingnya memahami asal-usul penyakit tanaman. “Pertanyaan besar yang kami teliti adalah dari mana asal wabah penyakit baru ketika muncul di area pertanian, misalnya pada tanaman pisang. Kami ingin mengetahui sumbernya, dan itu menjadi inti dari kolaborasi kami dengan UGM,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Honour juga memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa muda yang tertarik pada bidang genomik dan patologi tanaman. Ia mendorong mahasiswa untuk menemukan pertanyaan yang benar-benar memotivasi mereka, membaca sebanyak mungkin sumber, dan bekerja keras tanpa menyerah.

Kolaborasi ini juga dirasakan langsung oleh mahasiswa yang terlibat. Clara Bartenstein, manajer laboratorium dengan latar belakang bioanalitik, menyampaikan pengalamannya bekerja sama dengan Faperta UGM. “Saya sangat senang dengan kesempatan bekerja di lab ini. Semua fasilitas baru dan kami mendapat banyak bantuan dari semua orang. Kami bahkan sudah meraih beberapa keberhasilan, dan itu luar biasa,” ujarnya.

Mahasiswa lain, Sonja Beiter, menambahkan bahwa pengalaman melakukan sampling langsung di lapangan di Indonesia memberikan wawasan baru. “Ini pertama kalinya saya pergi ke alam liar untuk mengambil sampel tanaman dan melihat penyakit secara langsung. Itu pengalaman luar biasa dan saya belajar banyak dari tim di sini,” jelasnya.

Kuliah tamu dan kolaborasi riset ini memperkuat kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Faperta UGM dan PWNU DIY Gelar Tahap Pertama “Sekolah Tani” Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora

berita Monday, 2 March 2026

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Sekolah Tani bertema “Penguatan Ketahanan Pangan melalui Praktik Pertanian Alami dan Berkelanjutan”. Program ini diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) sebagai bentuk komitmen memperkuat kapasitas petani nahdliyin dalam menghadapi tantangan krisis pangan dan perubahan iklim.
Workshop yang berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 ini diikuti lebih dari 70 peserta dari lima kabupaten/kota di DIY. Peserta terdiri dari petani, kelompok tani, pengurus LPPNU, serta masyarakat umum yang peduli terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya inovasi pertanian yang hemat biaya, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.


Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa tren pertanian global tengah bergeser menuju model budidaya ramah lingkungan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan dan teknologi. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah penggunaan agen hayati untuk meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas tanaman. Beliau juga memperkenalkan varietas unggul padi Gamagora, benih hasil riset UGM yang mampu tumbuh produktif baik di lahan sawah irigasi maupun tadah hujan.
Sementara itu, Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Muhajir, S.Pd.I., M.Si., menekankan bahwa mayoritas petani Indonesia merupakan warga nahdliyin. Oleh karena itu, PWNU DIY memandang penguatan sektor pertanian sebagai tanggung jawab moral dan sosial organisasi. Program Sekolah Tani tidak berhenti pada kegiatan workshop semata, tetapi akan ditindaklanjuti dengan pembentukan demplot (demonstration plot) yang dikelola masyarakat dengan pendampingan pakar perguruan tinggi.
Penyelenggaraan Sekolah Tani ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman krisis pangan global maupun nasional. Pertumbuhan populasi mendorong kenaikan permintaan pangan, sementara di tingkat regional DIY menghadapi penyusutan lahan akibat alih fungsi. Data BPS menunjukkan laju alih fungsi lahan sawah di DIY mencapai rata-rata 2,19% per tahun dalam periode 2013 – 2020. Kondisi ini diperparah oleh krisis regenerasi petani serta dampak perubahan iklim.
Melalui program ini, PWNU DIY dan Fakultas Pertanian UGM berupaya membangun strategi kemandirian pangan berbasis inovasi teknologi aplikatif. Tujuan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitigasi risiko on-farm dan off-farm, penguatan praktik pertanian efisien dan berkelanjutan, peningkatan literasi dampak inflasi terhadap kehidupan petani, serta pemahaman arah kebijakan pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.
Materi dan diskusi interaktif difasilitasi oleh Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. dan Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan pupuk hayati berbasis mikroba dengan metode sederhana, hemat biaya, dan mudah diterapkan secara mandiri.
Program Sekolah Tani ini dirancang dalam dua tahap. Setelah sesi pertama, kegiatan akan berlanjut pada 5 Maret 2026 dengan fokus pada “Inovasi Budidaya Padi Gamagora”, varietas unggulan hasil riset UGM yang dikenal dengan kecepatan panen dan produktivitas tinggi. Dengan dimulainya tahap pertama ini, Faperta UGM berharap inovasi hasil riset universitas dapat segera diadopsi oleh masyarakat tani, sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Pelaksanaan Sekolah Tani ini menunjukkan kontribusi nyata Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

Visiting Lecturer Prof. Siti Subandiyah Bahas Ralstonia dan Dampaknya pada Komoditas Unggulan

berita Monday, 2 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Khairun menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer/Scientist dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc., dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), pada Senin, 23 Februari 2026. Forum ilmiah ini menjadi wadah strategis bagi dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika untuk mendiskusikan serangan penyakit bakteri pembuluh tanaman yang disebabkan oleh kelompok Ralstonia solanacearum species complex (RSSC) di Provinsi Maluku Utara.
Dalam paparannya, Prof. Siti Subandiyah menekankan pentingnya kajian epidemiologi, identifikasi patogen, serta strategi pengendalian berbasis riset mutakhir. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor perkebunan dan pertanian, khususnya terhadap komoditas unggulan daerah yang rentan terhadap serangan penyakit tanaman.


Rangkaian kegiatan turut menghadirkan Dr. Owner dari Max Planck Institute for Biology yang menyampaikan materi mengenai Banana Blood Disease akibat infeksi Ralstonia syzygii. Penyakit ini dikenal sebagai ancaman serius bagi tanaman pisang karena menimbulkan kerugian ekonomi signifikan. Topik tersebut selaras dengan paparan Prof. Siti Subandiyah mengenai kasus serupa pada tanaman cengkeh, di mana fenomena pohon cengkeh mengering atau Penyakit Sumatera juga disebabkan oleh Ralstonia syzygii.


Keterkaitan kedua kasus ini menegaskan urgensi pemahaman komprehensif terhadap bakteri patogen pembuluh tanaman dalam konteks pertanian tropis. Melalui pertukaran pengetahuan lintas institusi dan internasional, Fakultas Pertanian Universitas Khairun memperkuat perannya sebagai pusat kajian penyakit tanaman yang responsif terhadap tantangan pertanian di kawasan Maluku Utara.


Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.

Perkuat Sektor Marikultur, Fakultas Pertanian UGM dan Woogene B&G Korea Selatan Jalin Kerja Sama Pengembangan Vaksin Ikan

beritakerjasama Friday, 27 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Woogene B&G Korea Selatan dalam pengembangan vaksin ikan. Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memperkuat sektor marikultur Indonesia melalui inovasi di bidang kesehatan ikan dan budidaya laut berkelanjutan.

Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. dari Departemen Perikanan Faperta UGM menjadi tokoh sentral dalam riset ini dan akan mengawal pengembangan vaksin untuk mendukung industri budidaya laut nasional. Sinergi antara pimpinan fakultas dan tim peneliti diharapkan menjadi kunci keberhasilan implementasi kerja sama tersebut. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Woogene B&G ke UGM pada Desember 2025.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat riset dan inovasi di bidang pertanian dan perikanan. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., dan Ketua Unit Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.. Kehadiran tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. semakin memperkuat landasan teknis pengembangan vaksin ikan di sektor marikultur.

Selama lima tahun ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengembangkan vaksinasi ikan air laut, dengan fokus awal pada vaksin Iridovirus. Upaya ini ditujukan untuk meminimalisir risiko penyakit pada budidaya laut, khususnya komoditas unggulan seperti kerapu dan kakap putih. Peningkatan efisiensi produksi diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan pembudidaya ikan di berbagai wilayah Indonesia.

Kerja sama jangka panjang ini menjadi bukti nyata peran akademisi dan industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Kerja Sama Faperta UGM

Gelar “Sekolah Tani”, Faperta UGM dan PWNU DIY Berkolaborasi Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora

berita Friday, 20 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan petani melalui kolaborasi strategis bersama Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. Sinergi ini diwujudkan melalui program “Sekolah Tani” yang berfokus pada hilirisasi inovasi budidaya padi varietas Gamagora serta pemanfaatan pupuk hayati Bacillus sp.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi konkret bagi petani dalam menghadapi tantangan pertanian modern dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Program Sekolah Tani ini akan dilaksanakan dalam dua sesi intensif yang menghadirkan Tenaga Ahli dari Fakultas Pertanian UGM sebagai fasilitator utama:

  • Sesi 1 (Kamis, 26 Februari 2026): Fokus pada “Pelatihan dan Praktik Pembuatan Pupuk Hayati Bacillus sp”. Materi ini menawarkan solusi pupuk yang murah dan ramah lingkungan namun mampu menghasilkan panen yang melimpah.
  • Sesi 2 (Kamis, 5 Maret 2026): Fokus pada “Inovasi Budidaya Padi Gamagora”. Varietas unggulan UGM ini dikenal memiliki keunggulan panen cepat dan hasil produksi yang tinggi.

Kedua sesi tersebut akan berlangsung pukul 15.30-17.45 WIB bertempat di Venture Room, Lantai 6 Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM.

Acara ini bersifat gratis dan terbuka bagi pihak-pihak yang ingin mendalami teknologi pertanian terbaru. Selain mendapatkan ilmu langsung dari para ahli, peserta juga akan mendapatkan fasilitas takjil karena bertepatan dengan suasana menjelang bulan Ramadan. Mengingat kuota yang terbatas, calon peserta diharapkan segera mendaftarkan diri melalui tautan resmi di ugm.id/daftarsekolahtani atau menghubungi narahubung Yuhri Ikhsan (0856-4222-1351).

Melalui Sekolah Tani ini, Faperta UGM berharap inovasi hasil riset universitas tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diadopsi langsung oleh masyarakat tani untuk meningkatkan kesejahteraan dan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pendaftaran  : ugm.id/daftarsekolahtani

Narahubung  : Yuhri Ikhsan (0856-4222-1351)

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Posbindu Fakultas Pertanian: Wujud Kepedulian pada Kesehatan Sivitas Akademika

berita Wednesday, 18 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan sivitas akademika dengan menyelenggarakan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Selasar Gedung A1 pukul 08.00–10.00 WIB dan diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan dengan penuh antusiasme.

Posbindu menjadi sarana penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melakukan screening kesehatan, mendapatkan informasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular, serta berdiskusi langsung dengan tim kesehatan yang mendampingi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., selaku Ketua Health Promoting University (HPU), menyampaikan bahwa Posbindu merupakan salah satu upaya untuk screening potensi penyakit tidak menular untuk sivitas akademika di Fakultas Pertanian UGM sejak 2023 dan mulai hadir dengan sistem baru yang terintegrasi ke berbagai layanan kesehatan di UGM.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kesehatan civitas akademika, tetapi juga mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan fokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup. Posbindu menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Pertanian berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Menuju Kampus Sehat: Posbindu Faperta UGM Dorong Pencegahan Penyakit Tidak Menular

berita Friday, 6 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan sivitas akademika melalui kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Faperta UGM yang berlangsung di Ruang Venture Lt. 6 AGLC pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dengan diterapkannya sistem baru Posbindu UGM yang mengintegrasikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar dengan mekanisme rujukan internal ke berbagai fasilitas kesehatan di lingkungan UGM.

Melalui sistem tersebut, peserta dapat melakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, asam urat, kolesterol, hingga gula darah secara cepat dan akurat. Seluruh data hasil pemeriksaan terekam dalam pangkalan data terpusat yang aman, sehingga tren kesehatan sivitas akademika dapat dipantau secara real-time melalui tampilan grafik yang informatif.

Sistem digital Posbindu UGM juga dilengkapi dengan fitur rujukan internal ke Rumah Sakit Akademik (RSA), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), serta Gadjah Mada Medical Center (GMC). Dengan mekanisme ini, tindak lanjut kesehatan peserta dapat dilakukan secara lebih terarah, terintegrasi, dan efisien sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Untuk memastikan layanan berjalan optimal, para kader Posbindu telah memperoleh pelatihan khusus dalam pengoperasian platform digital tersebut. Penerapan sistem ini terbukti mampu memangkas waktu tunggu peserta sekaligus mempercepat alur pelayanan. Standarisasi layanan yang lebih profesional dan responsif terhadap risiko penyakit tidak menular diharapkan dapat mendorong setiap unit di lingkungan UGM untuk melaksanakan skrining kesehatan rutin secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan Posbindu Faperta UGM ini tidak hanya mendukung kesehatan sivitas akademika, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan capaian ini, Posbindu Faperta UGM menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung kampus sehat yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya universitas mewujudkan lingkungan akademik yang produktif, sehat, dan berkontribusi pada agenda pembangunan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

123…18

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
  • Sekolah Tani UGM Lanjutkan Sesi Kedua: Inovasi Budidaya Padi Gamagora
    06/03/2026
  • 5th International Youth Summit
    06/03/2026
  • Japanese Class Bersama Mahasiswa Yamagata University: Belajar Kaligrafi hingga Eksplorasi Minat Peserta
    05/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Workshop Gene Expression untuk Perkuat Riset Berkelanjutan
    04/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju