• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • page. 7
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Orientasi Pascasarjana Faperta UGM 2025: Pengenalan, Motivasi, dan Strategi Sukses Studi

berita Wednesday, 20 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini diikuti oleh 64 mahasiswa magister reguler, 33 mahasiswa fast track, serta mahasiswa 18 program doktor baik secara luring maupun daring.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., memperkenalkan jajaran wakil dekan, ketua departemen, ketua program studi, serta pimpinan unit-unit penunjang akademik di lingkungan Faperta UGM. Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa baru lebih memahami struktur organisasi fakultas dan mengetahui layanan yang dapat mendukung kelancaran studi mereka.

Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan pesan selamat datang sekaligus dorongan motivasi kepada mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Pertanian UGM. Nanti akan ada banyak sosialisasi dari masing-masing program studi. Mudah-mudahan dengan dimulainya perkuliahan ini para mahasiswa dapat menjalani studi dengan lancar. Kalau ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan pembimbing,” ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa studi pascasarjana berbeda dengan jenjang sarjana. Mahasiswa dituntut lebih mandiri, kreatif, dan aktif mencari berbagai sumber ilmu.

“Berbeda dengan S1, di jenjang ini Anda dituntut untuk lebih kreatif, mandiri, dan aktif mencari peluang. Khusus mahasiswa S3, saya berpesan agar lebih giat lagi karena syarat kelulusan adalah publikasi di jurnal internasional. Kuncinya ada pada semangat dan komunikasi yang baik dengan pembimbing,” tambahnya.

Selain sambutan dari pimpinan fakultas, kegiatan orientasi juga diisi dengan sejumlah materi pembekalan. Di antaranya adalah penyampaian kode etik mahasiswa pascasarjana, pengenalan Faperta UGM, serta alur penyelesaian studi magister yang disampaikan oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai tata tertib akademik, lingkungan kampus, hingga tahapan yang harus ditempuh agar studi dapat diselesaikan tepat waktu.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa selain jalur reguler, penerimaan mahasiswa pascasarjana tersedia melalui jalur fast track yang jumlahnya mencapai 50% dari jalur reguler, serta jalur alumni berprestasi sebagai bentuk apresiasi dari UGM. Untuk program doktor, Faperta UGM membuka dua bidang studi, yaitu Doktor Ilmu Pertanian dan Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis, dengan total 10 minat studi. Salah satunya adalah minat baru Agribusiness and Entrepreneurial Marketing (AEM) yang merupakan hasil kerja sama dengan Markplus. Melalui berbagai jalur dan program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan waktu serta menyusun strategi bersama pembimbing agar dapat lulus tepat waktu.

Selain itu, mahasiswa baru juga mendapatkan materi motivasi dari Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., dosen sekaligus alumni Faperta UGM. Dalam kesempatan tersebut, Firdausi berbagi pengalaman selama menempuh studi pascasarjana melalui program PMDSU, mulai dari manajemen diri, alur studi, hingga persiapan publikasi. Materi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa pascasarjana menyusun strategi studi agar lulus tepat waktu.

Dengan adanya orientasi ini, diharapkan mahasiswa baru dapat memahami lebih dalam sistem akademik yang berlaku di Faperta UGM serta mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Faperta UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

 

Mahasiswa KKN UGM Bakam Bercerita Hadirkan Inovasi Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kemandirian Desa

berita Wednesday, 20 August 2025

Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta UGM) dan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UGM) berperan aktif dalam mendorong kemandirian Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Melalui program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II 2025 yang berlangsung selama 50 hari, tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita yang dibimbing langsung oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan inovasi pangan, pertanian, dan perikanan berbasis potensi lokal.

Koordinator klaster agro, Ahmad Abdurrohman, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang dengan prinsip keberlanjutan dan sesuai kebutuhan warga. “Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menambah wawasan mereka mengenai pemanfaatan sumber daya lokal,” ujar Abdur.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan sistem aquaponik, yang dijalankan oleh Cantika Adhelia dari Departemen Perikanan Faperta UGM dan Najma Inayati Hazima dari FTP UGM. Dalam ember berkapasitas 80 liter, ikan lele dibudidayakan di bagian bawah, sementara tanaman seperti kangkung tumbuh di bagian atas dengan memanfaatkan nutrisi dari kotoran ikan. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dan berhasil membuat warga terkesan serta menambah wawasan baru. “Belum pernah terpikirkan menggabungkan ikan dan tanaman. Ini solusi bagus untuk menghemat pengeluaran keluarga,” ungkap Sultanda, salah satu peserta kegiatan.

Di Dusun Sidomulyo, inovasi hadir melalui pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Program ini merupakan sinergi antara Fuad Nur Ikhsan dari FTP UGM dan Rafida Hasna Kholidi dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta UGM. Warga dilatih mulai dari pemilihan singkong, fermentasi, penjemuran, penggilingan, hingga pengolahan MOCAF menjadi brownies yang lezat. Kepala Dusun Sidomulyo, Ibu Fernia, mengapresiasi pelatihan ini karena membuka peluang usaha baru berbasis hasil pertanian lokal.

Di bidang pertanian, tim memperkenalkan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu, yang dijalankan oleh Muhammad Adzka Mumtaz dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM. PGPR berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama. Antusiasme warga terlihat sangat besar—petani hortikultura hingga pekebun kelapa sawit aktif mengikuti praktik pembuatan. Produk PGPR kemudian dibagikan kepada warga pada Festival Bukit Layang untuk mendorong penerapan pertanian berkelanjutan.

Sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan, yang dibawakan oleh Maria Vania Lucy Nugraha dari Departemen Perikanan Faperta UGM. Peserta belajar menggiling ikan, mencampur bumbu, membentuk, hingga mengukus dimsum bergizi tinggi yang memiliki potensi dijadikan usaha rumahan. “Dimsum disukai semua kalangan usia, sehingga peluang pasarnya cukup besar,” kata Maria.

Melalui rangkaian kegiatan ini, sinergi klaster agro berhasil menggabungkan inovasi teknologi tepat guna dengan pemberdayaan masyarakat desa. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat sektor pangan, pertanian, dan perikanan, tetapi juga membuka jalan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kontribusi ini menjadi bukti nyata sinergi klaster agro KKN-PPM UGM Bakam Bercerita dalam menerapkan ilmu dari bangku kuliah ke tengah masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan warga mampu menciptakan perubahan nyata yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN Bakam Bercerita

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN Bakam Bercerita

Wujudkan Program Kampung Iklim, Mahasiswa KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian Perkenalkan Pembuatan POC POKA pada Warga Margakaca, Lampung Selatan

berita Wednesday, 20 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian periode II tahun 2025 telah berhasil menyelesaikan program pengabdian warga di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Tim ini melibatkan mahasiswa yang terbagi ke dalam lima subunit, salah satunya bertugas di Dusun Margakaca. Dusun Margakaca dipilih karena memiliki potensi sekaligus tantangan lingkungan yang relevan untuk diatasi melalui penerapan Program Kampung Iklim (ProKlim), sebuah inisiatif nasional yang mendorong keterlibatan warga dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program kerja ini berlangsung pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 dan berfokus pada pembangunan ProKlim yang berkelanjutan. Salah satu poin penting dalam pelaksanaan ProKlim adalah pengelolaan limbah, terutama limbah organik rumah tangga yang sering kali menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.

Maharani Rahma Suci, mahasiswi Program Studi Ilmu Tanah angkatan 2022 Fakultas Pertanian UGM, bersama dengan anggota sub-unit Dusun Margakaca secara khusus menaruh perhatian pada pengelolaan limbah organik rumah tangga. Mereka berupaya mengedukasi warga tentang pemilahan sampah, pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC), serta penerapan metode pengelolaan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap praktik ramah lingkungan yang mendukung pencapaian target ProKlim secara menyeluruh.

Program kerja berjudul “POKA: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga” merupakan salah satu program kerja unggulan untuk mewujudkan ProKlim. POKA adalah pupuk organik cair yang berasal dari limbah organik rumah tangga dan dibuat menggunakan metode ember tumpuk. Kegiatan ini dilaksanakan setelah tim ini melaksanakan berbagai tahapan pelaksanaan program seperti koordinasi dengan pihak Dusun Margakaca, survei kebiasaan warga dalam pengelolaan limbah rumah tangga, studi literatur, hingga pelaksanaan program POKA. Pelaksanaan program ini dilaksanakan selama 4 hari dari Jumat 18 Juli 2025 hingga Senin, 21 Juli 2025 pada empat RT Dusun Margakaca. Kegiatan ini menghadirkan 15 hingga 30 warga pada masing-masing RT Dusun Margakaca.

“Melalui program KKN ini, kami memperkenalkan pembuatan POKA sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah rumah tangga di Dusun Margakaca,” ujar Maharani. Ia menambahkan, “Kini warga sudah mulai bisa memproduksi pupuk organik cair secara mandiri yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam di pekarangan rumah. Harapannya, ke depan setiap rumah di Dusun Margakaca dapat memproduksi POKA sendiri.”

Warga Dusun Margakaca yang mengikuti kegiatan ini tak sekadar menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POKA). Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan ketertarikan dan kepedulian tinggi terhadap pengelolaan sampah organik secara mandiri.

“Secara pribadi, saya merasa POKA sangat membantu dalam mengurangi sampah organik rumah tangga. Kalau sebelumnya sampah hanya dibakar tanpa dimanfaatkan, sekarang justru bisa memberikan manfaat tambahan. Selain volume sampah berkurang, kami juga bisa memperoleh POC dari hasil pengelolaan tersebut. Menurut saya, akan sangat baik jika setiap rumah bisa memproduksi POKA seperti ini,” jelas Ibu Herna Suhartin, warga Dusun Margakaca.

Di sisi lain, anggota tim sub-unit Dusun Margakaca terjun langsung untuk membuat kelas pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada pengelolaan limbah seperti kelas Pilah Sampah, aplikasi pemupukan, hingga pembuatan HORTIVERTI sebagai wadah budidaya tanaman hortikultura di lahan vertikal. Melalui program ini, Maharani bersama timnya berharap dapat membawa dampak dan kontribusi positif yang berkelanjutan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Program KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan demikian, tim KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 berharap agar upaya ini dapat menjadi langkah nyata perwujudan ProKlim dan berkelanjutan.

 

Penulis: Maharani Rahma Suci

Editor: Desi Utami

Foto: Maharani Rahma Suci

 

 

Cerita dari Citta Bulukumba: Gizi Tumbuh dari Laut Kajang

berita Thursday, 14 August 2025

Faridatus Sabilal Khoiriyah, Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), mengubah ikan cakalang menjadi surimi bergizi tinggi sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Kassi, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) Tahun 2025 ini tak hanya membantu pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu posyandu, dengan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dwi Ertiningsih, S.Si., M.Si.

Di tangan kreatif Farida, ikan cakalang tak lagi hanya berakhir di wajan goreng atau meja makan sebagai lauk biasa. Melalui program unggulannya yang berjudul “SIPOKOK: Pengolahan Produk Hasil Perikanan dalam Produk Olahan Setengah Jadi (Surimi)”, ia bersama tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba 2025 menghadirkan gebrakan baru untuk pemanfaatan hasil laut yang melimpah di Desa Kassi, Kecamatan Kajang.

Program kerja ini ditujukan pada ibu-ibu posyandu sebagai target utama dengan membawa misi penting yaitu menciptakan alternatif bahan baku bergizi untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Surimi dari ikan cakalang yang kemudian dapat diolah menjadi pempek khas Palembang adalah solusi yang menarik. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penanganan stunting dengan memperkenalkan olahan ikan bergizi tinggi yang mudah diterima oleh anak-anak.

“Melalui program kerja ini, kami ingin masyarakat nggak cuma tahu dan suka makan ikan, tapi juga tahu cara mengolahnya menjadi produk yang lebih tahan lama dan cocok sebagai bahan baku PMT”, ungkap Farida, sang penggagas..

Wilayah kajang dikenal dengan lautnya yang kaya, namun hasil laut seperti ikan cakalang hanya diolah dengan cara yang itu-itu saja. Padahal, potensi ekonominya luar biasa jika diolah dengan metode yang tepat. surimi – produk olahan setengah jadi dari daging ikan yang memiliki tekstur elastis dan tahan lama menjadi jawaban inovatif atas masalah di atas.

Farida dan tim tidak hanya memaparkan materi tentang apa itu surimi, cara pembuatannya, dan keunggulannya, tetapi juga mengajak peserta untuk praktik langsung cara pembuatannya dan mencoba produk olahannya yang berupa pempek. Antusiasme ibu-ibu posyandu dan petugas kesehatan dari puskesmas luar biasa, salah satu peserta juga mengatakan “baru tahu ada produk namanya surimi dan bisa dijadikan bahan baku pempek. Pempeknya rasanya enak banget apalagi kuah cukonya nagih, mau coba buat di rumah”.

Program ini bukan hanya bicara soal makanan. Tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba secara tidak langsung juga mendorong pencapaian beberapa poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dengan pendekatan yang tepat sasaran bisa menciptakan dampak besar bagi masyarakat. Surimi bukan hanya soal teknologi pengolahan pangan, tetapi juga pintu menuju pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi gizi, dan kreativitas ibu-ibu desa. Dengan langkah kecil namun bermakna ini, Farida dan timnya membuktikan bahwa KKN bukan sekadar turun ke desa, tetapi ikut menanamkan benih perubahan yang berdampak nyata.

Penulis: Faridatus Sabilal Khoiriyah
Editor: Agrit Kirana Bunda
Foto: Tim KKN PPM UGM Citta Bulukumba 2025

Cerita dari Citta Bulukumba: Pengolahan yang Berkelanjutan, Edukasi Tepung Tulang Ikan

berita Thursday, 14 August 2025

Kegiatan KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) Universitas Gadjah Mada menjadi ajang pengabdian sekaligus pembelajaran bermakna bagi Ahmad Prasetya Muladi (Teknologi Hasil Perikanan 2022) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM 2025 Citta Bulukumba. Program ini berlokasi di Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan berlangsung selama 50 hari, mulai Juni hingga Agustus.
Dalam pelaksanaannya, Ahmad bersama tim berkesempatan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat. Selama kegiatan, mereka mendapatkan arahan dan bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Dwi Ertiningsih, S.Si., M.Si. yang berperan penting dalam mengarahkan dan membimbing program kerja sesuai tujuan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Kelurahan Tanah Jaya dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan yang cukup tinggi. Namun, banyak limbah hasil pengolahan seperti tulang ikan yang belum termanfaatkan secara optimal. Melihat potensi ini, Muladi bersama timnya menjalankan program “Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Menjadi Tepung dan Pakan Ternak Ayam” sebagai bentuk kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.

Pada awal pelaksanaan KKN, Muladi melakukan observasi langsung terhadap aktivitas pengolahan ikan, disini ada UMKM juga yang bergerak pada bidang pengolahan hasil perikanan yaitu pembuatan abon ikan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang kuat karena pengolahan ikan menjadi abon ikan menyisakan limbah berupa tulang ikan dan belum dimanfaatkan. Dari pengamatan tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar warga membuang tulang ikan karena dianggap tidak memiliki nilai guna. Padahal, secara ilmiah, tulang ikan mengandung kalsium, fosfor, dan kolagen yang tinggi sehingga sangat potensial sebagai bahan baku pakan ternak alternatif.

Berbekal pengetahuan perkuliahan dan hasil studi literatur, Muladi menyusun program pelatihan sederhana bagi siswa SMK untuk mengolah limbah tulang ikan menjadi tepung tulang ikan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan praktik langsung mulai dari pembersihan tulang ikan hingga pencampuran tepung ke dalam formula pakan ayam tanpa konsentrat. Pelatihan ini tidak hanya memberi pengalaman baru, tetapi juga membuka peluang wirausaha kecil berbasis limbah lokal.
Proses pengolahan tulang ikan dilakukan secara bertahap. Tulang ikan dibersihkan dari darah dan sisa daging, kemudian direbus untuk menghilangkan bau dan melunakkan struktur tulang. Setelah itu dilakukan proses pengeringan secara tradisional menggunakan sinar matahari. Tulang yang telah kering lalu digiling menggunakan blender dan diayak hingga menjadi tepung halus yang siap digunakan sebagai bahan pakan. Hasil olahan tersebut kemudian diuji coba dalam formulasi pakan ayam sederhana, tanpa tambahan konsentrat, dengan komposisi: dedak halus 50%, jagung giling 40%, tepung ikan 5%, dan tepung tulang ikan 5%. Campuran ini terbukti mudah dibuat dan secara fungsional mampu mendukung kebutuhan nutrisi ayam rumahan. Puncak kegiatan diisi dengan pelatihan dan demonstrasi langsung pembuatan tepung tulang ikan, diikuti oleh sesi praktik pencampuran pakan ayam. Peserta, dari kalangan siswa diajak terlibat secara langsung dalam setiap tahapan. Kegiatan ditutup dengan diskusi dan evaluasi, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap metode sederhana namun berdampak.

Melalui program ini, Muladi juga belajar banyak tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Diskusi bersama peternak lokal, guru SMK, dan pemuda desa memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan potensi desa. Tidak hanya menerapkan ilmu dari bangku kuliah, kegiatan KKN juga menjadi ruang belajar mengenai toleransi, semangat gotong royong, dan cinta terhadap tanah air.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah berbasis lingkungan dan ekonomi lokal. Selain membantu mengurangi pencemaran, program ini juga mendorong ketahanan pangan dan peluang usaha mikro yang berkelanjutan. Bagi Muladi, pengalaman KKN ini bukan sekadar tugas kuliah, tetapi menjadi bentuk nyata kontribusi sebagai mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus memperkuat identitas sebagai warga negara Indonesia yang peduli dengan lingkungan dan pemberdayaan desa. penyusunan program kerja ini sejalan dengan tujuan SDG 1: Tanpa Kelaparan, SDG 2: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Ahmad Prasetya Muladi
Editor : Agrit Kirana Bunda
Foto : Tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba 2025

Mahasiswa KKN-PPM UGM Besamo Ketahun Gagas Pelatihan Olahan Inovatif Stik Tulang Ikan dan Nugget Ikan: Wujud Nyata Dukung Gemarikan dan Kurangi Limbah Perikanan

berita Thursday, 14 August 2025

Sebanyak 27 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 Besamo Ketahun dari Universitas Gadjah Mada melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pasar Ketahun, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Tim KKN-PPM UGM Besamo Ketahun berada di bawah bimbingan Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Salah satu program kerja yang digagas adalah pelatihan bertajuk “Inovasi Olahan Ikan: Dari Limbah Jadi Lezat, Dari Gizi Jadi Sehat”. Program ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu pelatihan pembuatan stik tulang ikan sebagai pemanfaatan limbah perikanan, dan pelatihan pembuatan nugget ikan dalam rangka diversifikasi olahan untuk mendukung program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Pasar Ketahun dan diikuti oleh ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) serta pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan bahan baku, proses pembuatan tepung tulang ikan, hingga pengolahan stik dan nugget dengan teknik yang higienis dan ekonomis.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tulang ikan tidak harus dibuang, tetapi bisa diolah menjadi produk bergizi dan bernilai jual seperti stik tulang. Selain itu, nugget ikan merupakan olahan yang disukai anak-anak, sehingga bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan konsumsi ikan sejak dini,” ujar Adinda Khansa Tiffania (Teknologi Hasil Perikanan 2022), selaku koordinator program kerja.

Proses pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang nilai gizi ikan dan pentingnya protein hewani bagi tumbuh kembang anak. Kemudian peserta diajak praktik langsung membuat stik tulang ikan, mencampurnya dengan bahan lain seperti tepung dan bumbu rempah, hingga membentuk dan menggoreng stik tulang ikan. Untuk sesi kedua, peserta diajak membuat adonan nugget ikan menggunakan ikan berdaging putih, serta teknik mengurangi bau amis dengan bahan alami seperti jeruk nipis dan daun salam.

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa tulang ikan bisa dikonsumsi dan diolah menjadi produk bernilai jual. Beberapa pelaku UMKM bahkan menyatakan minat untuk mengembangkan produk stik tulang dan nugget sebagai tambahan menu jualannya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih produktif dalam mengolah hasil perikanan lokal, serta semakin sadar akan pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan keluarga.

Program KKN-PPM “Besamo Ketahun” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Adinda Khansa Tiffania
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: Tim KKN-PPM UGM Besamo Ketahun

Tim Peneliti Fakultas Pertanian UGM Kunjungi Lahan Budidaya Varietas Kacang Hijau Baru di Bantul

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim peneliti dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan kunjungan lapangan ke lokasi budidaya varietas kacang hijau hasil persilangan di wilayah Bantul pada Jumat, 8 Agustus 2025. Tim tersebut diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., dan Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan varietas kacang hijau baru yang diharapkan memiliki produktivitas tinggi dan kandungan nutrisi lebih baik, sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Varietas kacang hijau ini merupakan hasil persilangan antara Vigna radiata (Lokal Malang) dengan Phaseolus vulgaris (Lebat-3). Persilangan ini menghasilkan sejumlah keunggulan, di antaranya ukuran biji yang lebih besar dibandingkan varietas induk betina, warna kulit biji lebih cerah dan mengkilap yang kemungkinan diwarisi dari induk jantan, efek heterosis yang meningkatkan vigor tanaman, keragaman genetik tinggi pada populasi F2 yang terdeteksi melalui penanda Inter-Retrotransposon Amplified Polymorphism (IRAP), validasi sebagai hibrida sejati melalui kesamaan pola DNA beberapa individu F2 dengan induk jantan, serta potensi adaptasi lingkungan yang lebih baik berkat rekombinasi genetik dari dua spesies berbeda.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian penelitian ini. Menurutnya, persilangan kacang hijau dengan buncis merupakan terobosan penting karena melibatkan dua genus yang berbeda, yang jarang dilakukan dalam pemuliaan tanaman.

Sementara itu, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., yang juga terlibat dalam penelitian, menegaskan pentingnya kacang hijau sebagai sumber protein nabati, khususnya untuk ibu hamil dan balita. Ia berharap varietas baru ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas gizi kacang hijau di Indonesia.

Hasil penelitian ini akan melalui tahap pengujian dan pendaftaran varietas sebelum diajukan untuk memperoleh izin resmi. Setelah disetujui, varietas baru ini diharapkan dapat segera dibudidayakan oleh petani di berbagai wilayah.

Kunjungan lapangan ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus mendorong inovasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui riset aplikatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Pengembangan varietas kacang hijau ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Mengakhiri kelaparan, SDG 3: Kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 9: Industri, inovasi, dan infrastruktur, dan SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Penulis: Benny Nabila Happy

Editor: Desi Utami

Bawean Hijau: Mahasiswa KKN-PPM UGM Faperta Dorong Pertanian Ramah Lingkungan dan Edukasi Pertanian Sejak Dini di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur

berita Tuesday, 12 August 2025

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2025 Baweanesia di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berhasil melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Potensi Lokal dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Guna Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat tani dalam mewujudkan sistem pertanian yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.

Fhilia Raga Cipta Wida, mahasiswa Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian UGM sekaligus pelaksana program, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan, serta mengedukasi masyarakat sejak dini melalui pendekatan interaktif dan aplikatif. Tim KKN hadir dengan mengusung empat program utama yang menyasar petani, kelompok tani, dan siswa sekolah dasar.

Selama pelaksanaan program, tim memulai dengan sosialisasi penggunaan pestisida yang aman berdasarkan prinsip 6T dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang dilaksanakan pada 9 Juli 2025. Program ini bertujuan untuk menekan risiko kesehatan akibat paparan bahan kimia pertanian, serta menanamkan kesadaran pentingnya penggunaan pestisida secara bijak dan tepat sasaran.

Berlanjut pada 16 Juli 2025, tim mengadakan pelatihan pengendalian hama berbasis ramah lingkungan dengan memperkenalkan teknik pengendalian hayati dan pendekatan ekologi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Petani diajak untuk mengenali manfaat musuh alami dan metode budidaya adaptif yang mendukung ekosistem lahan pertanian.

Pada 19 Juli 2025, program dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan sistem ember tumpuk. Pelatihan ini mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga dan pertanian menjadi sumber nutrisi yang murah dan efektif bagi tanaman, sekaligus sebagai solusi pemupukan ramah lingkungan yang mudah diterapkan secara mandiri.

Tidak hanya menyasar kelompok tani, tim juga melibatkan siswa sekolah dasar  melalui program Agroschooling yang dilaksanakan pada 23 Juli 2025. Anak-anak diajak untuk mengenal konsep ekosistem dan bertani secara kreatif menggunakan sistem hidroponik sederhana. Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa, yang aktif mengikuti sesi pembelajaran dan praktik menanam.

Seluruh kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Petani dan warga terlihat aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan diskusi, serta menunjukkan ketertarikan terhadap pendekatan baru dalam pertanian. Respon positif juga datang dari peserta anak-anak yang sangat antusias saat mengikuti kegiatan Agroschooling.

Tim KKN berharap seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi dasar perubahan pola pertanian ke arah yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Tim juga berharap generasi muda semakin tertarik pada dunia pertanian melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM Pulau Bawean turut mendukung pencapaian beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat.

Penulis: Fhilia Raga Cipta Wida, Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Bawean 2025

Sosialisasi Tanaman TOGA Sukses Dilaksanakan: Mahasiswa Interdisipliner Berkolaborasi Edukasi Budidaya TOGA dan Pemanfaatannya di KKN Bromo

berita Monday, 11 August 2025

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN -PPM) Bromo Bestari 2025 Periode II yang dilaksanakan di Kecamatan Wringinanom pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 telah sukses terlaksana dengan baik dan lancar. Pada periode tersebut, Tim KKN PPM Bromo Bestari mengusung beberapa proker besar yang mampu menarik antusias warga dan memberikan pandangan baru bagi audiens. Salah satu proker besar yang dilaksanakan berupa sosialisasi terkait tanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan judul Pengenalan, Budidaya, dan Pemanfaatan TOGA. Program kerja tersebut diusung oleh dua mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Otniel Thery (Agronomi 2022) dan Nidaul Hasanah (Agronomi 2022) yang berkolaborasi dengan mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, dan Sekolah Vokasi Teknik Mesin.

Program kerja tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengenalkan komoditas TOGA memiliki potensial. Melalui pelaksanaan program kerja tersebut mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wringinanom sekaligus memberikan solusi terkait kendala umum dalam kegiatan budidaya.Pemilihan program kerja ditentukan melalui pengamatan dan diskusi bersama ketua kelompok tani Dusun Besuki dan Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Ibu-ibu PKK, dan beberapa pelaku budidaya baik dalam skala pekarangan maupun lahan. Melalui hasil tersebut, Otniel dan Nidaul mengusulkan program kerja berupa introduksi komoditas TOGA yang berpotensi untuk dibudidayakan di Kecamatan Wringinanom, berupa Temulawak dan Daun Mint yang sekaligus mengenalkan beberapa kendala yang umum ditemui seperti pengairan dan hama penyakit. Penjelasan lebih lanjut terkait Temulawak dan Daun Mint dibahas oleh mahasiswa Fakultas Farmasi (Marfa 2022) terkait pengolahan Temulawak dan Daun Mint menjadi produk Gummy Candy, mahasiswa Fakultas Hukum (Fiqa 2022) terkait pemasarannya pada media online shop, dan mahasiswa Sekolah Vokasi (Danindra 2022) terkait instalasi irigasi drip system dalam mengatasi kekeringan.

Program kerja yang dilaksanakan dalam bentuk sosilasi dan praktik langsung berhasil menarik antusiasme audiens. Hal tersebut mampu terlihat melalui interaksi warga selama sesi diskusi dan keterikatan langsung selama pelaksanaan praktik budidaya tanaman TOGA temulawak dan daun mint. “Selama ini kami belum pernah membudidayakan daun mint, sehingga senang dapat mengenal tanaman baru sekaligus mempelajari cara perbanyakannya menggunakan root-up dan teknik budidayanya,” kata Ibu Ismawati selaku petani tanaman TOGA.

Selanjutnya diharapkan melalui program kerja yang diusung dalam pengabdian ini menunjukkan ralisasi pengabdian mahasiswa dan upaya untuk mewujudkan tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

 

Penulis: Otniel Thery

Editor: Desi Utami

 

 

Mahasiswa Agronomi UGM Ukir Prestasi Nasional dalam Ajang FORNAS VIII 2025

Prestasi Friday, 8 August 2025

Mahasiswa Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) angkatan 2022 berhasil mencetak prestasi membanggakan di kancah nasional melalui ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-VIII. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Nasional (KORMINAS) ini berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dalam cabang olahraga karate, perwakilan dari Jawa Tengah tampil gemilang dan mengharumkan nama daerah serta almamaternya.

Mahasiswa tersebut adalah Anisah Lia Qur’aini, yang berhasil mengatasi berbagai tantangan dalam proses persiapan dan kompetisi. Ia mengaku bersyukur atas pencapaiannya. “Alhamdulillah, saya bersyukur di FORNAS kali ini bisa mendapatkan hasil terbaik untuk Jawa Tengah,” ungkap Anisah.

Didukung penuh oleh orang tua dan teman-temannya, Anisah menunjukkan tekad kuat meski hanya memiliki waktu latihan yang sangat terbatas. “Saya hanya memiliki sekitar 10 hari latihan karena keterbatasan waktu dan jarak. Bahkan sempat mengalami kendala kesehatan menjelang hari-H, tapi itu tidak membuat saya putus asa,” ujarnya.

Perjalanan Anisah dalam dunia karate dimulai sejak usia 3 tahun, kemudian rutin berlatih sejak umur 5 tahun. Saat berusia 7 tahun, ia mulai aktif bertanding untuk melatih mental dan mencari pengalaman. “Selain untuk kesehatan, karate juga memberi saya ruang untuk berprestasi. Banyak hal yang saya pelajari dari karate, terutama tentang membentuk mental dan cara berpikir yang lebih positif,” jelasnya.

Suasana pertandingan di Lombok berlangsung ketat. Banyak atlet unggulan dari berbagai provinsi yang datang dengan persiapan maksimal. Anisah sempat merasa minder, namun ia tetap yakin dan bertekad menampilkan yang terbaik. “Sempat terpikir untuk menyerah karena saya mewakili provinsi dan melihat progres para atlet lain yang sangat bagus. Tapi saya memilih tetap fokus, memanfaatkan waktu yang ada, dan berusaha tampil maksimal.”

Meski persiapan minim dan kompetisi begitu menantang, semangat dan keberanian Anisah akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ia pun berharap pengalamannya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani berjuang dan berkarya di berbagai bidang.

Keberhasilan mahasiswa Agronomi UGM dalam ajang FORNAS VIII 2025 juga mencerminkan kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Alkhansa Khairunnisa

Editor: Agrit Kirana Bunda

 

 

1…56789…20

BERITA FAKULTAS

  • Faperta UGM Dukung Ketahanan Pangan Melalui Wiwitan Panen Semangka dan FGD Petani Milenial Sleman
    30/04/2026
  • Faperta UGM Dukung Swasembada Pangan Melalui Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah di Maluku Utara
    30/04/2026
  • ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan
    28/04/2026
  • Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan
    28/04/2026
  • Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026
    28/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju