
Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keikutsertaan tim Taekwondo dalam ajang Internasional Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 3.000 atlet dari 21 provinsi di Indonesia serta empat negara, menjadikannya salah satu turnamen terbesar di tingkat internasional.
Salah satu capaian membanggakan datang dari Isa Rahmat Aulia, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Pertanian UGM, yang berhasil meraih Juara III pada kategori Poomsae Senior Green Taegeuk 2: Male. Isa juga turut menyumbangkan medali perak pada kategori Kyorugi Senior U 58 Male, sehingga kontribusinya semakin memperkuat posisi tim Taekwondo UGM di ajang internasional ini.

Dalam surat permohonannya, Isa menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari persiapan panjang, latihan intensif, serta dukungan dari dosen pembimbing dan tim official. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempertemukan atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah dan negara.
Kontingen Taekwondo UGM secara keseluruhan menurunkan 14 atlet dan berhasil meraih 7 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu. Hasil ini menunjukkan konsistensi UGM dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga, sekaligus memperkuat reputasi universitas di tingkat internasional.

Prestasi Isa dan tim Taekwondo UGM memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang olahraga internasional mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi gaya hidup sehat, kebugaran fisik, serta nilai-nilai sportivitas dan disiplin. Prestasi yang diraih juga mencerminkan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena universitas tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan potensi mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Keberhasilan Isa sebagai mahasiswa yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan olahraga menunjukkan pentingnya pendidikan yang holistik. Partisipasi atlet dari berbagai daerah dan negara mencerminkan semangat SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan menyediakan kesempatan yang setara bagi mahasiswa untuk berkompetisi dan mengembangkan potensi mereka. Selain itu, penyelenggaraan kejuaraan yang melibatkan berbagai institusi pendidikan, organisasi olahraga, dan peserta internasional menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi dalam memajukan olahraga, pengembangan talenta muda, dan kerja sama lintas negara.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Isa Rahmat Aulia


























