
Hari keempat pelaksanaan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Kamis, 9 Juli 2026, berlangsung dengan penuh antusiasme. Ruang kelas paralel bertransformasi menjadi pusat diskusi interaktif berskala internasional saat para peserta dari 7 negara diajak mendalami inovasi akuakultur modern yang berbasis ekosistem laut atau blue food.
Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam sesi paralel ini adalah Prof. Weiwei You, Ph.D. Beliau merupakan ilmuwan marikultir yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan College of Ocean and Earth Sciences di Xiamen University, China. Selain aktif memimpin lebih dari 30 proyek riset strategis nasional, Prof. You juga mengemban posisi penting sebagai Wakil Presiden International Abalone Society serta anggota Dewan Penasihat Teknis pada Aquaculture Stewardship Council (ASC).

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Reimagining Tropical Agriculture and Fisheries for a New Generation: Case studies from abalone aquaculture in China”, Prof. You menjelaskan peran vital ekonomi kelautan (Blue Economy) yang diproyeksikan tumbuh pesat dari 1,3 triliun USD menjadi 2,6 triliun USD global. Salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi yang menjadi fokus risetnya adalah abalone atau kerang mata tujuh (Bao Yu). China saat ini menjadi produsen dan konsumen abalone terbesar di dunia, di mana metode budidaya (farmed abalone) telah menyuplai sekitar 95% dari total produksi global akibat menipisnya stok liar di alam.
Sebagai penutup, Prof. You menegaskan bahwa arah masa depan marikultur harus bersandar pada prinsip One-Health akuakultur. Pendekatan ini mengintegrasikan keselarasan kesehatan antara manusia, organisme budidaya, dan lingkungan bersama melalui sinergi Government-Scientist-Enterprise. Penerapan budidaya multi-trofik terintegrasi (Integrated Multi-trophic Aquaculture/IMTA) yang menggabungkan rumput laut kelp, kerang abalone, dan teripang dalam satu kawasan keramba jaring menjadi contoh nyata ekosistem yang seimbang.
Fasilitasi kelas internasional oleh Faperta UGM ini mempertegas kontribusi nyata institusi dalam mengawal pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) global. Pembahasan mengenai sistem produksi pangan laut (blue food) yang ramah lingkungan dan kaya nutrisi ini selaras dengan pemenuhan SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Selain itu, inovasi platform mekanisasi lepas pantai dan riset genomik abalone mendukung ketercapaian SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara komitmen menjaga ekosistem pesisir serta sertifikasi keberlanjutan ASC berkontribusi penuh pada pemenuhan target SDG 14: Ekosistem Laut demi kelestarian pangan masa depan. Selain itu, kolaborasi internasional ini juga turut mendukung pencapaian target SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: TIM SCA-STAF 2026