• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Athifah Rahmadhani Raih Juara 1, Wajah Baru Prestasi Faperta UGM di Sunan Kalijaga Cup XIII 2026

Prestasi Wednesday, 13 May 2026

Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Athifah Rahmadhani, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada Open Karate Championship Sunan Kalijaga Cup XIII 2026. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menyumbang signifikan bagi Faperta UGM dan dominasi UKM Karate Inkai UGM yang memborong 8 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari total 960 peserta nasional.

Kejuaraan yang digelar pada 1-2 Mei 2026 di Gedung Prof. Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mempertemukan 74 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. UKM Karate Inkai UGM tampil superior, membuktikan konsistensi mereka sebagai kekuatan utama di ajang karate nasional. Prestasi ini melanjutkan tradisi keunggulan UGM dalam olahraga prestasi, di mana kontingen mereka mengalahkan pesaing kuat dari seluruh negeri.

Di tengah keberhasilan tim, Athifah Rahmadhani bersinar terang sebagai mahasiswi Program Studi Proteksi Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM angkatan 2023. Pada nomor Senior Kumite -55 kg Putri, ia mengalahkan kontingen DIY dengan skor telak 5-0, menjadikannya juara 1 perorangan. Sebelumnya, Athifah juga telah mengukir emas di 15th Silent Knight Karate Cup 2026, menunjukkan dedikasi tinggi dalam menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik.

Prestasi seperti ini semakin relevan dalam konteks global, di mana kemenangan Athifah dan tim UKM Karate Inkai UGM mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, capaian mereka merefleksikan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi olahraga sebagai gaya hidup aktif, serta SDG 5: Kesetaraan Gender dengan keberhasilan atlet putri di tingkat nasional. Selain itu, prestasi ini juga ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, yang terimplementasi melalui integrasi pendidikan akademik dengan pengembangan karakter non-akademik untuk pembangunan berkelanjutan. Faperta UGM bangga kontribusi mahasiswanya memperkuat komitmen universitas terhadap agenda global ini.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Athifah Rahmadhani

Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM Belajar Pemberdayaan Masyarakat melalui MBKM di Koperasi ECN

berita Wednesday, 13 May 2026

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Melalui kegiatan magang di Koperasi Produsen Energi Cakrawala Nusantara (ECN) yang berlokasi di PLTU Tanjung Awar-Awar, Kabupaten Tuban, Muhammad Yusron Sidiq, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2023, memperoleh pengalaman langsung dalam bidang peternakan sekaligus memahami dinamika organisasi masyarakat.

Pada tahap awal, mahasiswa menjalani proses adaptasi dengan mengenal struktur organisasi koperasi, anggota, serta arah kerja lembaga. Proses ini memperkuat pemahaman bahwa komunikasi dan kemampuan beradaptasi merupakan faktor penting dalam bekerja bersama masyarakat.

Aktivitas harian mencakup pekerjaan teknis seperti pemupukan lahan rumput gajah untuk pakan ternak, pembersihan kandang, hingga pemberian pakan ayam dan rusa. Rutinitas tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa keberhasilan usaha peternakan bergantung pada kedisiplinan dan konsistensi. Selain itu, mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi melalui penyusunan media informasi berupa flyer dan folder promosi koperasi, serta berperan sebagai tour leader dalam kunjungan studi banding. Pengalaman ini memperkuat rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemampuan menyampaikan informasi secara sistematis.

Di luar aspek teknis, mahasiswa juga belajar mengenai kehidupan sosial masyarakat melalui rapat rutin, kegiatan sosial, dan acara kebersamaan. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem kerja, tetapi juga oleh hubungan sosial yang erat antaranggota.

Kegiatan MBKM di Koperasi Produsen Energi Cakrawala Nusantara mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas kerja dan kewirausahaan mahasiswa, serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui penguatan komunitas berbasis koperasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui praktik peternakan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, koperasi, dan masyarakat.

Program ini juga relevan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan lingkungan kerja dan komunitas yang mendukung kesejahteraan sosial masyarakat, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas kelembagaan koperasi dan pengembangan media komunikasi berbasis informasi.

Melalui kegiatan MBKM ini, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada terus mendorong mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus membangun kompetensi profesional dan sosial yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Muhammad Yusron Sidiq

 

PKP UGM Gelar Prospect Talks Book Insights #61: Bedah Buku CSR Kolaboratif

berita Thursday, 7 May 2026

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah pelaksanaan kuliah umum dan diskusi akademik Prospect Talks Book Insights edisi ke-61. Agenda utama kegiatan ini adalah bedah buku “CSR Kolaboratif: Sinergi Multi Sektor dalam Pemberdayaan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Prospect Institute di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Rabu, 29 April 2026.

Diskusi menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dyah Putri Utami selaku penulis buku sekaligus Sustainability Consultant Manager Prospect Institute serta Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., yang merupakan Guru Besar Fakultas Pertanian.

Dalam pemaparannya, Dyah Putri Utami menekankan bahwa praktik CSR tidak hanya berhenti pada inisiatif perusahaan, tetapi perlu membangun ekosistem yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. “Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Sunarru Samsi Hariadi memberikan apresiasi atas hadirnya buku tersebut yang dinilai mampu memberikan perspektif komprehensif dalam memahami fenomena sosial secara kualitatif, sekaligus membuka peluang pengembangan model kolaborasi yang lebih terstruktur di masa depan.

Buku ‘CSR Kolaboratif’ merangkum refleksi dari berbagai edisi Prospect Talks, menyoroti pentingnya sinergi antar sektor untuk menghindari tumpang tindih program, serta relevansi sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat desa. Dimensi kesehatan, keanekaragaman hayati, ekonomi, lingkungan, hingga aspek sosial budaya juga menjadi bagian integral dalam praktik CSR yang dibahas.

Melalui kegiatan ini, Prodi PKP UGM menegaskan komitmennya sebagai ruang akademik yang aktif mendorong diskursus kritis dan kolaboratif, khususnya dalam isu pembangunan pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui integrasi ilmu, praktik, dan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Prodi PKP UGM

Mahasiswa UGM Raih Prestasi di Kejuaraan Nasional Karate Sunan Kalijaga Cup XIII 2026

Prestasi Wednesday, 6 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian gemilang yang diraih oleh Zafira Nayla Mumtaz, mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman angkatan 2025, dalam ajang Kejuaraan Nasional Open Karate Championship Sunan Kalijaga Cup XIII Tahun 2026. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berlangsung secara luring di Gedung Multipurpose kampus tersebut, dengan diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai jenjang, mulai anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berlangsung secara luring di Gedung Multipurpose kampus tersebut, dengan diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa. Kompetisi mempertandingkan dua kategori utama, yaitu kata (seni) dan kumite (tarung), dengan berbagai kelas mulai dari usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, junior, under 21, hingga senior.

Prestasi Zafira menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UGM tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkompetisi di tingkat nasional dalam bidang olahraga. Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen universitas untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara holistik, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Capaian tersebut juga mencerminkan kontribusi mahasiswa terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Zafira Nayla Mumtaz

UGM dan Ewindo Perkuat Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Lokal

beritakerjasama Friday, 1 May 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) kembali meneguhkan komitmen dalam menjaga kekayaan biodiversitas Indonesia melalui penandatanganan piagam kerja sama pengembangan Bank Sumber Daya Genetik Sayuran. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat Balairung, dan turut dihadiri sejumlah dosen Fakultas Pertanian UGM, seperti Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dan Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D.

Benih unggul memegang peranan penting dalam sistem pangan nasional. Di tengah tantangan global seperti krisis iklim, degradasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati, upaya konservasi genetik tanaman menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi produksi pangan berkelanjutan.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa penguatan sektor hulu melalui konservasi genetik merupakan bagian penting dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. “Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama agar kualitas dan gizi komoditas tetap terjaga,” ujarnya.

Presiden Direktur Ewindo, Glenn Pardede, menambahkan bahwa rekayasa genetika adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan Indonesia. Kolaborasi riset ini diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kerja sama ini juga melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka akan dibekali pelatihan teknik pengumpulan benih sesuai standar operasional prosedur, sehingga dapat mendokumentasikan sumber daya genetik di berbagai wilayah Indonesia.

Sejak dimulai pada 2018, kerja sama UGM dan Ewindo telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2.000 plasma nutfah tanaman lokal, termasuk tomat, timun, wortel, pare, terong, seledri, paprika, labu, okra, cabai, dan berbagai komoditas lain. Koleksi ini menjadi bukti nyata kekayaan biodiversitas Indonesia yang patut dimanfaatkan dan dilestarikan.

Dengan dukungan akademisi, mahasiswa, dan mitra industri, kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya genetik tanaman lokal Indonesia. Capaian ini juga relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Donnie dan Humas Universitas Gadjah Mada

 

 

Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan

berita Tuesday, 28 April 2026

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan diskusi sesi panel 4 pada simposium yang digelar pada Senin, 20 April 2026 dengan sejumlah pembicara yang berfokus terkait integrasi teknologi, manajemen, dan praktik lapangan untuk membangun industri jeruk yang efisien dan berkelanjutan. Sesi ini dimoderatori oleh Imro’ah Ikarini, S.TP.,M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang memandu jalannya tanya jawab serta memperkuat diskusi antara pembicara dan peserta.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Prof. Supriyadi dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang membawakan topik fisiologi pasca panen dan teknologi pengolahan jeruk. Beliau memaparkan bahwa adanya penundaan pengolahan itu dapat menyebabkan perubahan kualitas dari jeruk. Perubahan tersebut terlihat jelas dari segi fisik seperti warna daun atau batang.

Selanjutnya, Prof. Alva Edy Tontowi dari Fakultas Teknik UGM membuka diskusi dengan paparan mengenai manajemen bisnis di industri jeruk mulai dari bahan tanam hingga rantai pasok produk industri. Beliau menekankan bahwa pentingnya sinergi antar berbagai pihak (multi-helix) dalam mengembangkan industri jeruk di Indonesia agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Nanda Budi Prayoga sebagai petani jeruk milenial yang berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, di mana ia menjelaskan praktik industri jeruk. Ia menyoroti bahwa inovasi teknologi serta kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri jeruk di Indonesia.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026

berita Tuesday, 28 April 2026

Sesi ketiga ACIAR HLB Symposium pada Senin, 20 April 2026 membahas terkait kajian terhadap sistem pertanian secara utuh mencakup dimensi ekonomi melalui pemodelan tumpang sari, dimensi teknis melalui prinsip kesehatan tanaman dan standarisasi pembibitan, serta dimensi komparatif melalui telaah pengalaman Vietnam, Cina, dan Laos yang secara bersama-sama membentuk kerangka pembangunan pertanian yang holistik. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Steven Falivene, seorang citrus development officer dari New South Wales Department of Primary Industries and Regional Development (NSW DPIRD).

Narasumber pertama, Dr. Sri Peni Wastutiningsih dan Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM), menyampaikan hasil penelitian yang mencakup kondisi existing terkait layanan penyuluhan kepada petani mengenai budidaya jeruk dan secara khusus mengenai penyakit Huanglongbing. Tak hanya itu, Hariyani lebih lanjut memaparkan hasil survei ekonomi dan permodelan tumpang sari yang ditemukan di berbagai daerah sentra jeruk di Indonesia. Mereka menekankan terkait pentingnya penyaluran dan optimalisasi pemberian informasi layanan antar penyuluh atau langsung kepada petani.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD, Australia) yang menjelaskan prinsip menanam pohon sehat, serta Dr. Jessica Lye (Citrus Australia) menyampaikan terkait standar pembibitan jeruk australia. Varietas yang umum digunakan di Australia merupakan jenis bibit yang memiliki standar karantina yang ketat. Australia telah memiliki sistem standarisasi pembibitan nasional yang terstruktur melalui NIASA, membuktikan bahwa kualitas bibit dapat dijaga secara sistemik melalui praktik terbaik, pendanaan riset, dan pengawasan berkala.

Pemaparan materi terakhir, berisi tentang pengalaman daerah di negara Vietnam, Cina, dan Laos yang dipaparkan secara daring. Keberlanjutan pertanian jeruk di Vietnam menuntut pergeseran paradigma dari pengelolaan individual menuju kolektif, dari pendekatan reaktif menuju preventif, dan dari input kimia menuju solusi biologis. Selanjutnya tanaman jeruk di Laos memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi ancaman serius akibat penyakit HLB yang belum tertangani secara optimal, sehingga dibutuhkan riset mendalam dan kolaborasi antarnegara untuk menyelamatkan produktivitas jeruk di kawasan ini.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Athifah Rahmadhani Raih Emas di 15th Silent Knight Karate Cup 2026

Prestasi Tuesday, 28 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu mahasiswinya, Athifah Rahmadhani, dari Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2023. Athifah berhasil meraih medali emas pada ajang bergengsi 15th Silent Knight International Karate Cup 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Karate Hayashi-ha Kuala Lumpur dan Persekutuan Karate Malaysia (MAKAF) di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17–19 April 2026.

Kejuaraan karate internasional ini diikuti oleh 1953 atlet dari 9 negara Asia, menjadikannya salah satu kompetisi terbesar di kawasan. Universitas Gadjah Mada mengirimkan 17 atlet terbaik melalui UKM Karate UGM dan berhasil meraih peringkat ke-6 dari 59 kontingen, dengan total perolehan 9 medali (3 emas, 4 perak, dan 3 perunggu).

Athifah Rahmadhani tampil gemilang dalam kategori Senior Female Individual Kumite -55kg, mengalahkan atlet-atlet tangguh dari Malaysia, Singapura, dan India hingga babak final. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi dan program studi, tetapi juga memperkuat reputasi Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pengembangan bakat dan minat mahasiswa.

Fakultas Pertanian UGM memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras Athifah Rahmadhani serta seluruh tim UKM Karate UGM. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di tingkat internasional melalui bidang olahraga.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Athifah Rahmadhani

ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB

berita Friday, 24 April 2026

Rangkaian akhir kegiatan proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 memasuki hari ketiga dengan agenda field visit. Setelah dua hari simposium intensif di Yogyakarta, para peserta diajak meninjau langsung lokasi pembibitan jeruk dan kondisi budidaya jeruk di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya memahami tantangan nyata penyakit Huanglongbing (HLB) di tingkat petani.

Kunjungan pertama dilakukan ke pembibitan jeruk di CV Mitra Bibit, Kecamatan Kemiri, yang dikelola oleh Pak Eko, di mana peserta dapat melihat proses produksi bibit jeruk sekaligus berdiskusi dengan petani dan teknisi lapangan mengenai strategi pencegahan HLB sejak tahap awal budidaya. Diskusi menyoroti pentingnya penggunaan batang bawah yang sehat dan toleran, serta penerapan standar sanitasi kebun untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke kebun jeruk produktif di Kecamatan Bayan yang dipandu oleh Pak Suparman selaku ketua kelompok tani. Di lokasi ini, peserta menyaksikan praktik budidaya jeruk yang sudah berproduksi, sekaligus mendengar langsung pengalaman petani dalam menghadapi tantangan HLB.

Kegiatan field visit ini memperkuat pemahaman bahwa pengendalian HLB tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi harus diintegrasikan dengan praktik lapangan yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi petani. Kolaborasi antara UGM, ACIAR, peneliti, dan masyarakat lokal diharapkan mampu menghasilkan strategi pengelolaan jeruk yang berkelanjutan.

Hari ketiga ini juga menegaskan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Bahas Strategi AgronBahas Strategi Agronomi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026mi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026

berita Friday, 24 April 2026

Setelah sesi pertama yang membahas mekanisme penyakit Huanglongbing (HLB) dan vektornya, simposium hari pertama proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 berlanjut ke Panel 2 pada Senin, 20 April 2026 dengan fokus pada strategi agronomi dan manajemen kebun untuk menghadapi ancaman HLB. Diskusi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, yang memandu jalannya sesi dengan interaktif dan terarah.

Panel kedua membuka wawasan baru mengenai strategi agronomi dan manajemen kebun dalam menghadapi ancaman HLB. Dr. Tahir Khurshid (NSW DPIRD) bersama Prof. Siti Subandiyah (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD) memaparkan pentingnya pemilihan batang bawah yang toleran terhadap HLB. Mereka menekankan bahwa penggunaan batang bawah adaptif dapat meningkatkan ketahanan tanaman jeruk sekaligus memperpanjang umur produktif kebun.

Materi berikutnya disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPIRD) bersama Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), yang menguraikan faktor-faktor manajemen kebun global yang terbukti meningkatkan kelangsungan hidup tanaman di bawah tekanan HLB. Ia mencontohkan praktik-praktik terbaik dari berbagai negara yang dapat diadaptasi di Indonesia, mulai dari pengelolaan nutrisi hingga penerapan teknologi monitoring kebun.

Selanjutnya, Dr. Tahir Khurshid berkolaborasi dengan Dr. Sri Widyaningsih dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas konsep penanaman dengan kepadatan tinggi. Prinsip agronomi ini ditawarkan sebagai solusi intensifikasi budidaya, yang memungkinkan peningkatan produktivitas meski kebun menghadapi tekanan penyakit. Pendekatan ini dinilai relevan bagi petani jeruk di Indonesia yang membutuhkan strategi efisien untuk menjaga hasil panen.

Diskusi panel ditutup dengan sesi tanya jawab yang mempertemukan perspektif peneliti internasional dan nasional. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan teknologi dan kebijakan agronomi, sehingga memperkaya pemahaman bersama tentang strategi pengendalian HLB.

Panel 2 semakin menegaskan kontribusi kegiatan ini terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…21

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Buka Summer Course 2026 untuk Mahasiswa Internasional
    13/05/2026
  • Alumni Faperta UGM Gabung Riset Persepsi Budidaya Maggot sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik
    13/05/2026
  • Lentera DESA Faperta UGM x UPTD BPSDMP DIY: Bersama Petani Muda Jogja Rajut Ketahanan Pangan
    13/05/2026
  • Integrasi Teori dan Praktik: Kisah Inspiratif Mahasiswa PKP UGM dalam Mengembangkan Kompetensi melalui Magang di AILESH
    13/05/2026
  • Athifah Rahmadhani Raih Juara 1, Wajah Baru Prestasi Faperta UGM di Sunan Kalijaga Cup XIII 2026
    13/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju