• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Program Pondasi UTS Faperta UGM Dukung Mahasiswa Hadapi Ujian Tengah Semester

berita Wednesday, 21 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan dan keberhasilan akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan program “Pondasi UTS”. Program ini dilaksanakan selama periode Ujian Tengah Semester (UTS) Tahun Akademik 2026/2027, tepatnya pada 5–16 Oktober 2026, di Kantin Sehat Fakultas Pertanian UGM.

Melalui program ini, Fakultas Pertanian UGM menyediakan 200 porsi sarapan gratis setiap hari bagi mahasiswa yang sedang mengikuti Ujian Tengah Semester. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik, sekaligus mendorong terbentuknya pola hidup sehat selama masa perkuliahan dan ujian.

Mahasiswa dapat memperoleh sarapan gratis dengan menunjukkan kartu ujian sebelum mengikuti kegiatan akademik pada hari tersebut. Program yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa karena membantu memastikan kebutuhan asupan energi terpenuhi sebelum menghadapi ujian.

Sebagai lingkungan akademik yang menjunjung tinggi keberhasilan mahasiswa secara holistik, Fakultas Pertanian UGM memandang bahwa capaian akademik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kesehatan mahasiswa. Nutrisi yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsentrasi, daya pikir, dan produktivitas selama pelaksanaan ujian.

Program “Pondasi UTS” juga mencerminkan kepedulian Fakultas Pertanian UGM terhadap kesejahteraan mahasiswa melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak nyata. Selain memberikan dukungan nutrisi, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan kampus, serta menciptakan suasana akademik yang lebih suportif selama periode ujian.

Inisiatif ini sejalan dengan berbagai upaya Fakultas Pertanian UGM dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, sehat, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara optimal. Melalui program-program yang berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa, fakultas berharap dapat terus memberikan pengalaman belajar yang berkualitas sekaligus mendukung keberhasilan studi mahasiswa. Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penyediaan sarapan gratis untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan mahasiswa; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penciptaan lingkungan akademik yang mendukung kesiapan dan keberhasilan belajar; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui penyediaan akses sarapan gratis yang inklusif bagi mahasiswa; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui potensi penguatan sinergi antara fakultas dan berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan program kesejahteraan mahasiswa.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Perluas Jejaring Internasional melalui Kerja Sama dengan ICI-HAAS China

berita Wednesday, 21 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus memperkuat jejaring internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui finalisasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Pertanian UGM dan Industrial Crops Institute, Heilongjiang Academy of Agricultural Sciences (ICI-HAAS), China, yang berlangsung pada 28 September hingga 3 Oktober 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. selaku dosen dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan atas undangan ICI-HAAS sebagai tindak lanjut proses penyusunan kerja sama yang telah diinisiasi sejak tahun 2025.

Penyusunan MoU tersebut dikawal oleh Prof. Ani Widiastuti bersama Dr. Guo Mei, peneliti ICI-HAAS yang juga menjadi rekan kolaborasi dalam komunitas peneliti penyakit hawar daun kentang internasional AsiaBlight, sebuah jejaring regional terbuka dan nirlaba yang menghimpun peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk mengendalikan dan mengelola penyakit hawar daun kentang (potato late blight) yang disebabkan oleh Phytophthora infestans.

Kerja sama ini mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kemitraan tersebut, kedua institusi berkomitmen memperluas peluang kolaborasi, terutama pada pengembangan riset penyakit hawar daun kentang serta program pemberdayaan petani di Indonesia dan China.

ICI-HAAS merupakan salah satu institusi riset pertanian terkemuka di China yang memiliki fokus pada komoditas strategis seperti kentang, rami, bunga matahari, kacang tanah, jagung khusus, tanaman herbal, serta pengembangan varietas unggul, teknik budidaya, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Dengan karakteristik keilmuan yang saling melengkapi, kerja sama ini membuka peluang pengembangan riset yang lebih luas di bidang pertanian dan perlindungan tanaman.

Selama kunjungan tersebut, Prof. Ani Widiastuti mempresentasikan berbagai kegiatan penelitian yang dikembangkan di Fakultas Pertanian UGM, termasuk presentasi ilmiah berjudul Harnessing UV-B Light for Plant Defense Priming in Horticultural Crops against Fungal Pathogen Infection. Topik tersebut mendapat perhatian dan respons positif dari para peneliti ICI-HAAS karena dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan strategi perlindungan tanaman yang lebih ramah lingkungan.

Selain kegiatan akademik, kunjungan juga diisi dengan pengamatan lapangan pada lahan penelitian kentang milik ICI-HAAS. Bersama Dr. Guo Mei, Prof. Ani Widiastuti mengamati respons berbagai varietas kentang terhadap serangan Phytophthora infestans, patogen penyebab penyakit hawar daun kentang yang menjadi salah satu ancaman utama produksi kentang di berbagai negara. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengembangan varietas tahan penyakit dan strategi pengelolaan penyakit yang berkelanjutan.

Diskusi antara kedua peneliti juga menghasilkan sejumlah rencana kolaborasi lanjutan, termasuk pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani dalam melakukan diagnosis dini penyakit kentang dan penerapan teknik pengelolaan penyakit yang efektif. Program ini diharapkan dapat mulai dikembangkan dalam waktu dekat sehingga hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani.

Menurut Prof. Ani Widiastuti, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian internasional menjadi penting dalam menjawab tantangan pertanian global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas negara memungkinkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman yang dapat mempercepat lahirnya inovasi pertanian yang berdampak bagi masyarakat.

Melalui kerja sama dengan ICI-HAAS, Fakultas Pertanian UGM semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperluas kontribusi global sekaligus menghasilkan solusi berbasis sains untuk mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Kolaborasi ini turut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas tanaman; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kerja sama akademik internasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan riset dan inovasi teknologi perlindungan tanaman; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui upaya pengembangan praktik perlindungan tanaman yang mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi internasional antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.

Mahasiswa Proteksi Tanaman UGM Raih Medali Emas pada Airlangga University Karate Cup II 2026

Prestasi Tuesday, 20 October 2026

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Athifah Rahmadhani, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2023, berhasil meraih Juara 1 pada Airlangga University Karate Cup II 2026 yang diselenggarakan oleh UKM Karate Universitas Airlangga pada 19-20 September 2026 di GOR CLS Kertajaya, Surabaya. Kompetisi nasional tersebut diikuti sekitar 879 peserta dari 48 kontingen yang berasal dari berbagai universitas dan dojo di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih Athifah Rahmadhani setelah tampil gemilang pada kelas kumite senior -55 kg putri. Pada kategori yang diikuti oleh delapan atlet dari delapan kontingen berbeda tersebut, Athifah berhasil menunjukkan kemampuan teknis, strategi bertanding, dan konsistensi performa hingga melaju ke babak final. Pada pertandingan puncak, Athifah berhadapan dengan atlet dari Institut Teknologi Bandung dan berhasil mengamankan kemenangan dengan selisih lima poin, sehingga mengantarkannya meraih medali emas sekaligus posisi juara pertama.

Airlangga University Karate Cup II 2026 merupakan kejuaraan karate tingkat nasional yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah dan institusi pendidikan melalui berbagai kelas pertandingan, baik kategori open maupun mahasiswa. Ajang ini menjadi arena kompetitif untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengembangkan sportivitas, disiplin, dan mental juang dalam olahraga karate.

Keberhasilan Athifah turut menjadi bagian dari pencapaian kontingen Universitas Gadjah Mada yang mengirimkan 22 atlet pada kejuaraan tersebut. Dalam kompetisi ini, kontingen UGM berhasil meraih enam medali emas, tujuh medali perak, dan sebelas medali perunggu, menunjukkan daya saing mahasiswa UGM dalam kancah olahraga nasional.

Capaian ini mencerminkan komitmen mahasiswa Fakultas Pertanian UGM dalam mengembangkan potensi secara holistik, tidak hanya melalui prestasi akademik tetapi juga melalui kegiatan pengembangan minat dan bakat. Perolehan prestasi ini turut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Prestasi yang diraih Athifah Rahmadhani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan kapasitas diri, serta membawa nama baik institusi pada berbagai ajang kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Athifah Rahmadhani

Mahasiswa Proteksi Tanaman UGM Raih Juara 1 Nasional pada Universitas Airlangga Karate Cup II 2026

Prestasi Tuesday, 20 October 2026

Prestasi gemilang kembali diraih mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Zafira Nayla Mumtaz, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2025, berhasil meraih Juara 1 pada Universitas Airlangga Karate Cup II 2026, kompetisi karate tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga pada 19-20 September 2026 di GOR CLS Kertajaya, Surabaya. Kompetisi tersebut diikuti oleh 879 peserta yang berasal dari 65 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Fakultas Pertanian UGM sekaligus menunjukkan kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi di bidang non akademik tanpa mengesampingkan komitmen terhadap pendidikan. Melalui latihan yang konsisten, disiplin, serta semangat kompetitif yang tinggi, Zafira Nayla Mumtaz mampu tampil unggul di tengah persaingan nasional dan meraih posisi tertinggi pada ajang tersebut.

Universitas Airlangga Karate Cup II 2026 merupakan kejuaraan karate nasional yang diselenggarakan oleh UKM Karate Universitas Airlangga. Kompetisi ini mempertandingkan kategori kata (seni) dan kumite (tarung) yang terbagi ke dalam berbagai kelas berdasarkan kelompok usia dan tingkat peserta, mulai dari pra-usia dini hingga mahasiswa. Seluruh pertandingan dilaksanakan secara luring dengan sistem penilaian yang mengacu pada metode terbaru dari World Karate Federation (WKF).

Partisipasi dalam kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknik karate peserta, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, ketekunan, serta kemampuan menghadapi tekanan dalam kompetisi. Capaian yang diraih Zafira Nayla Mumtaz mencerminkan nilai-nilai unggul yang senantiasa dikembangkan oleh mahasiswa UGM, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM untuk terus berani mengembangkan minat dan bakat, serta berkompetisi pada berbagai ajang nasional maupun internasional. Perolehan prestasi ini turut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa secara holistik merupakan salah satu komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi:  Zafira Nayla Mumtaz

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Dilibatkan dalam Forum Global dan Regional Pengelolaan Hama Terpadu

berita Thursday, 8 October 2026

Peran akademisi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., memperoleh undangan untuk berpartisipasi dalam dua forum strategis internasional yang membahas pengelolaan hama, pestisida, dan inovasi pertanian berkelanjutan pada Oktober 2026.

Undangan pertama datang dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) untuk mengikuti Twenty First Meeting of the FAO Panel of Experts on Pesticide Management dan Ninetieth FAO/WHO Joint Meeting on Pesticide Management (JMPM) yang diselenggarakan di Roma, Italia, pada 6–9 Oktober 2026.

Dalam surat undangan tersebut, Prof. Y. Andi Trisyono diundang sebagai anggota panel berdasarkan keahlian teknis yang dimiliki dalam bidang pengelolaan hama dan pestisida. Forum tersebut membahas implementasi kode etik internasional pengelolaan pestisida, evaluasi perkembangan kebijakan, strategi pengelolaan pestisida, serta isu-isu prioritas dan tantangan yang berkembang di tingkat global.

Selain itu, Prof. Y. Andi Trisyono juga menerima undangan untuk berpartisipasi dalam ASEAN Bioinnovation and IPM Action Plan Workshop yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 13–16 Oktober 2026. Forum regional tersebut menjadi bagian dari implementasi tahap kedua ASEAN Bioinnovation and Integrated Pest Management (IPM) Action Plan yang berfokus pada penguatan kolaborasi negara-negara ASEAN dalam pengembangan teknologi pengendalian hayati dan pengelolaan hama terpadu.

Berdasarkan agenda kegiatan, pembahasan akan mencakup pengendalian hayati (biological control), solusi bioproteksi, pemanfaatan kecerdasan buatan dan genomika dalam IPM, pengelolaan resistensi, hingga pengembangan biopestisida dan demonstrasi lapangan. Informasi tersebut tampak pada dokumen undangan ASEAN Bioinnovation and IPM Action Plan yang ditunjukkan pengguna.

Keterlibatan akademisi Fakultas Pertanian UGM dalam kedua forum tersebut mencerminkan pengakuan internasional terhadap kapasitas keilmuan dan kontribusi akademik UGM dalam bidang proteksi tanaman, pengelolaan hama terpadu, serta pertanian berkelanjutan. Keikutsertaan dalam forum global maupun regional diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan inovasi yang relevan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian.

Partisipasi aktif sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM dalam berbagai forum internasional sejalan dengan komitmen fakultas untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak luas bagi masyarakat. Melalui kontribusi pada perumusan kebijakan, pengembangan teknologi, dan pertukaran praktik terbaik di tingkat global, Fakultas Pertanian UGM terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia dan dunia. Partisipasi ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan ketahanan pangan dan sistem pertanian berkelanjutan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengelolaan pestisida yang aman dan bertanggung jawab; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas keilmuan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan inovasi teknologi pengendalian hama; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penerapan praktik pengelolaan pestisida yang berkelanjutan; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui pengembangan pengendalian hayati yang mendukung perlindungan ekosistem; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan kebijakan dan inovasi pertanian berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc.

Fakultas Pertanian UGM Berkontribusi dalam Pertemuan Perdana Konsorsium ACIAR untuk Penguatan Produksi Mangga Berkelanjutan

berita Wednesday, 7 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut ambil bagian dalam HORT/2022/125 Inception Meeting, sebuah pertemuan perdana konsorsium riset internasional yang berfokus pada transformasi produksi mangga melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) dan penggunaan pestisida yang lebih cerdas di Asia Tenggara dan Australia. Pertemuan ini diselenggarakan pada 20-23 September 2026 di University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina, dan mencakup kunjungan lapangan ke San Pascual, Batangas.

Keterlibatan dalam konsorsium yang didukung oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) ini menegaskan peran aktif Faperta UGM dalam jejaring riset internasional untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) secara resmi berkontribusi dalam diskusi mengenai implementasi proyek, prioritas masing-masing negara, kegiatan penelitian, koordinasi antar lembaga, serta perencanaan program pada tahun pertama pelaksanaan proyek.

Pada pertemuan tersebut, tim Indonesia memaparkan perkembangan industri mangga nasional dan berbagai program riset yang telah dijalankan. Presentasi turut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc. (Dosen Departemen Hama dan Perlindungan Tumbuhan) menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen mangga terbesar dunia sekaligus tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya saing industri mangga nasional.

Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa industri mangga Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi petani, komoditas mangga juga berkontribusi terhadap perdagangan ekspor. Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, seperti pengelolaan hama dan penyakit tanaman, penggunaan pestisida yang efisien, kualitas produk yang konsisten, serta penguatan rantai pasok dan akses pasar ekspor.

Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan pendekatan Area-Wide Integrated Pest Management (AW-IPM) untuk pengendalian lalat buah pada komoditas mangga. Pengalaman riset dan implementasi yang telah dilakukan di berbagai sentra produksi mangga di Jawa Barat menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

Melalui keterlibatan dalam konsorsium internasional ini, Fakultas Pertanian UGM diharapkan dapat memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara, memperluas pengembangan inovasi berbasis IPM, serta mendorong lahirnya solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, keamanan pangan, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan industri mangga di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Keterlibatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Agronomi UGM Raih Juara 2 Nasional pada Kejuaraan Karate Universitas Airlangga Karate Cup II 2026

Prestasi Wednesday, 7 October 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dwi Wulandari, mahasiswa Program Studi Agronomi angkatan 2025, berhasil meraih Juara 2 KATA Perorangan Mahasiswa Putri pada Kejuaraan Karate Universitas Airlangga Karate Cup II 2026, sebuah kompetisi karate tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga. Kompetisi tersebut berlangsung pada 19-20 September 2026 dan diikuti oleh sekitar 400 peserta dari berbagai perguruan, klub, dan institusi pendidikan di Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan keunggulan di bidang olahraga. Melalui dedikasi, disiplin, dan semangat berlatih yang tinggi, Dwi Wulandari berhasil meraih posisi kedua pada ajang yang mempertemukan atlet-atlet karate terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejuaraan Karate Universitas Airlangga Karate Cup II 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Karate Universitas Airlangga di GOR CLS Kertajaya, Surabaya. Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori KATA dan KUMITE berdasarkan kelompok usia dan kelas pertandingan, sehingga menjadi wadah bagi atlet mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis, sportivitas, dan daya saing di tingkat nasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengembangan mahasiswa di Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong pengembangan karakter, ketangguhan, dan prestasi pada berbagai bidang. Perolehan prestasi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Prestasi yang diraih Dwi Wulandari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri serta berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Dwi Wulandari

Mahasiswa Proteksi Tanaman UGM Raih Juara 2 Nasional pada Kompetisi Plant Doctor Plant Protection Day 2026

PrestasiUncategorized Wednesday, 7 October 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Tim mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi Plant Doctor pada ajang Plant Protection Day 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 24-26 September 2026 dan diikuti oleh 11 tim dan 33 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim Fakultas Pertanian UGM terdiri atas Aprilia Nur Safitri, Reza Umami, dan Hapsah Luthfia Rahmawati, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2023. Melalui kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang kuat, tim berhasil menunjukkan kompetensi unggul di bidang perlindungan tanaman sehingga meraih posisi kedua pada kompetisi nasional tersebut.

Kompetisi Plant Doctor merupakan salah satu rangkaian kegiatan Plant Protection Day 2026 yang berfokus pada identifikasi dan analisis hama serta penyakit tanaman berdasarkan gejala yang diamati secara langsung. Seluruh peserta ditantang untuk melakukan diagnosis terhadap berbagai permasalahan tanaman melalui pengamatan spesimen yang telah disediakan panitia. Materi yang diujikan mencakup Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), gejala dan tanda serangan hama maupun patogen penyebab penyakit, Pengendalian Hama Terpadu (PHT), entomologi, fitopatologi, toksikologi dan pestisida, hingga studi kasus perlindungan tanaman di Indonesia.

Mengusung tema “Sinergi Ilmu, Inovasi, dan Industri untuk Deteksi Tanaman Keberlanjutan”, kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan teori, tetapi juga ketelitian, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan analisis peserta dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang perlindungan tanaman. Keberhasilan mahasiswa UGM dalam kompetisi ini menunjukkan kualitas akademik sekaligus kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Fakultas Pertanian UGM mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional secara berkelanjutan. Perolehan prestasi tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang perlindungan tanaman dan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Aprilia Nur Safitri

Vigoasa Kalina Zaida Artha Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo 2026

Prestasi Friday, 25 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu mahasiswinya, Vigoasa Kalina Zaida Artha dari Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2024. Vigoasa berhasil meraih medali emas pada ajang bergengsi Internasional Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2 2026, yang diselenggarakan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta pada 19–21 Juni 2026.

Kejuaraan tingkat internasional ini diikuti oleh lebih dari 3.000 atlet Taekwondo dari 21 provinsi di Indonesia serta 4 negara, menjadikannya salah satu kompetisi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sebelum pertandingan dimulai, tim Taekwondo UGM mengikuti Technical Meeting pada 18 Juni 2026 di Hotel Porta, Yogyakarta. Pertemuan tersebut membahas sistem pertandingan, ketentuan pelanggaran, sistem penilaian terbaru, serta pengecekan data atlet untuk memastikan kelancaran jalannya kompetisi. Pada hari yang sama, atlet kategori Kyorugi juga melaksanakan penimbangan berat badan di GOR UNY sebagai syarat resmi sebelum bertanding.

Dalam kategori Kyorugi Senior O 73 Female, Vigoasa tampil gemilang dan berhasil meraih peringkat pertama, mengungguli ratusan peserta lain dari berbagai daerah dan negara. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di tingkat internasional.

Capaian Vigoasa sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan olahraga dan gaya hidup sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menegaskan pentingnya disiplin, sportivitas, dan semangat belajar sepanjang hayat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui partisipasi aktif dalam kompetisi internasional yang memperkuat jejaring global.

Fakultas Pertanian UGM memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Vigoasa, serta seluruh tim Taekwondo UGM yang telah mengharumkan nama universitas. Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk pencapaian lebih tinggi di masa mendatang, sekaligus memperkuat semangat mahasiswa dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dan non-akademik.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Vigoasa Kalina Zaida Artha

Forum Maritim Bali Dorong Peran Generasi Muda dalam Menjaga Laut

berita Friday, 25 September 2026

Forum Maritim Bali (FMB) menghadirkan perspektif lintas generasi mengenai pentingnya menjaga sumber daya maritim Indonesia dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Kegiatan tersebut menghadirkan empat pemateri dengan latar belakang duta yang berbeda untuk membahas keterkaitan antara pangan, ekosistem laut, kesejahteraan masyarakat, dan peran generasi muda.

Empat pemateri yang hadir yakni Keyza Morenata, salah satu Duta Protein Indonesia 2024; Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya, Duta Kids Maritim Bali 2024; Putu Winie Arisachi Karita, Runner Up 3 Duta Maritim Bali 2024; serta Ni Komang Larasati Kusumawardana, Duta Maritim Bali 2024.

Dalam pemaparannya, Keyza Morenata mengangkat materi mengenai pentingnya konsumsi ikan dan protein berkualitas. Ia menekankan bahwa edukasi mengenai pangan dan protein tidak cukup berhenti pada penyampaian informasi, tetapi perlu diwujudkan melalui solusi yang nyata. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein yang cukup, aman, dan bergizi, memastikan mutu ikan yang dikonsumsi, serta mendukung sumber pangan lokal dengan tetap menjaga keberlanjutan laut.

“Edukasi tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui solusi yang nyata,” ujar Keyza.

Perspektif mengenai keberlanjutan laut kemudian dilanjutkan oleh Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya melalui materi “Peran Gen Alfa dalam Menjaga Ekosistem Terumbu Karang.” Ia menyoroti karakter Generasi Alfa yang tumbuh berdampingan dengan teknologi sebagai peluang untuk memperluas edukasi mengenai lingkungan laut. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi sekaligus mengajak lebih banyak generasi muda untuk peduli terhadap ekosistem terumbu karang.

“Kami, Generasi Alfa, tidak hanya sebagai penerus, tetapi sebagai bagian dari solusi,” ungkap Ananda.

Sementara itu, Putu Winie Arisachi Karita membahas keterkaitan erat antara ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Ekosistem laut tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai organisme, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat, khususnya masyarakat pesisir. Oleh karena itu, upaya menjaga kelestarian laut juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.

“Menjaga ekosistem laut bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Putu.

Pembahasan kemudian ditutup dengan perspektif Generasi Z yang disampaikan oleh Ni Komang Larasati Kusumawardana melalui materi “Peran Gen Z dalam Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Maritim.” Ia menekankan bahwa generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem laut, bukan sekadar menjadi penonton. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya digital movement, edukasi dan sosialisasi, serta aksi nyata dalam menjaga lingkungan laut.

“Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan untuk mencegah kerusakan dan melestarikan ekosistem laut,” ujar Larasati.

Kegiatan Forum Maritim Bali dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Faperta UGM berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut, terumbu karang, dan keberlanjutan sumber daya maritim. Pembahasan mengenai konsumsi ikan dan protein berkualitas juga berkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam mendorong kesadaran terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas. Keterkaitan sumber daya laut dengan mata pencaharian masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara ajakan untuk menjaga sumber daya laut secara berkelanjutan sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Edukasi dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga ekosistem laut juga memperkuat kesadaran dan aksi masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan yang berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

123…25

BERITA FAKULTAS

  • Tim Citra Fakultas Pertanian UGM Perkuat Branding dan Promosi Fakultas Melalui Kunjungan Sekolah
    22/10/2026
  • Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern
    22/10/2026
  • Faperta UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro
    22/10/2026
  • Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21/10/2026
  • Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien
    21/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju