• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • page. 39
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Terlibat dalam Pengoptimalan Potensi Agrikultur di Kalimantan Tengah

Prestasi Monday, 26 August 2024

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, Muhammad Damar Prakosa Sejati (Mikrobiologi Pertanian 2021) turut terlibat dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Menyusur Kapuas periode II tahun 2024 yang berlokasi di Desa Palingkau Asri, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Damar bersama teman-temannya mengusung tujuan program yang berfokus pada pengoptimalan potensi pertanian dengan penerapan Integrated Agriculture Farming System guna mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu program yang menonjol adalah pembuatan pupuk cair dari limbah organik dengan menggunakan mikroorganisme Lactobacillus, Saccharomyces, dan bakteri penambat nitrogen, pelarut fosfat, dan kalium. Selain itu, program pembuatan kompos juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

“Kompos sangat diminati oleh masyarakat di daerah Palingkau Asri, sehingga ketika dilakukan sosialisasi, banyak masyarakat yang tertarik,” ujar Damar.

Program pembuatan pupuk kompos dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Juli 2024 dengan diikuti oleh ketua kelompok tani di RT 4 dan beberapa tetangganya. Setelah diadakan program pembuatan pupuk kompos, masyarakat pun langsung mencoba pengaplikasian pupuk kompos tersebut. Masyarakat setempat memberikan respon positif dari keberhasilan pengaplikasian pupuk kompos yang dapat meningkatkan kesuburan tanaman.

Nindya Aisyah (Fakultas Biologi UGM 2021) selaku Ketua Sub-Unit KKN Desa Palingkau Asri, mengungkapkan bahwa terdapat berbagai potensi pertanian yang dapat dikembangkan di Desa Palingkau Asri.

“Potensi pertanian dan peternakan di Kalimantan Tengah, khususnya di Palingkau Asri, sangat banyak dan perlu dikembangkan melalui inovasi yang diberikan oleh mahasiswa. Contoh potensi pertanian yang kami temui di lapangan antara lain karet, sawit, dan padi. Di sisi lain, potensi peternakan yaitu ternak kambing dan sapi,” jelas Nindya.

Damar mengungkapkan harapannya agar peningkatan mutu pertanian dan peternakan di Desa Palingkau Asri dapat terwujud, sehingga pendapatan masyarakat dari kedua sektor tersebut dapat meningkat.

Kegiatan KKN ini mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), termasuk SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Yomita Misya

Editor: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Damar dan tim KKN

Perkuat Reputasi Global, Fakultas Pertanian Siapkan Akreditasi Internasional ASIIN untuk Empat Program Studi

berita Monday, 26 August 2024

 

Menjadi institusi pendidikan tinggi nasional yang berkelas dunia dan unggul adalah visi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dengan salah satu strategi yang dilakukan yaitu pemantauan mutu secara konsisten, termasuk melakukan penilaian terhadap input-proses-output, dan tentunya outcome pendidikan pada program studi. Fakultas Pertanian UGM  aktif dalam upaya memperoleh akreditasi internasional, termasuk akreditasi dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).

Delapan program studi di level S1 yaitu Program Studi Agronomi, Akuakultur, Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Ilmu Tanah, Manajemen Sumberdaya Akuatik, Proteksi Tanaman dan Teknologi Hasil Perikanan sudah meraih Akreditasi Internasional dari ASIIN. Di tahun ini, satu program studi S1 (Mikrobiologi Pertanian) dan tiga program studi S2 (Program Magister Ilmu Perikanan, Magister Ilmu Hama Tanaman dan Magister Fitopatologi) mempersiapkan pengajuan akreditasi ASIIN. Untuk mempersiapkan hal tersebut, Fakultas Pertanian mengadakan konsinyering yang diadakan tanggal 8 Agustus 2024 ini dihadiri oleh Dosen Fakultas Pertanian UGM, staf administrasi, serta perwakilan mahasiswa.

Fakultas Pertanian UGM telah mengimplementasikan berbagai program untuk mendukung pencapaian akreditasi internasional. Salah satu program utamanya adalah melalui penyusunan dokumen Evaluasi Diri Akreditasi Internasional Program Studi sesuai dengan format ASIIN.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan tahapan akreditasi yang diperlukan agar pendidikan yang diselenggarakan dapat diakui secara global. Dalam acara konsinyering ini juga dihadiri oleh Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. selaku Ketua Unit Jaminan Mutu Fakultas Pertanian UGM

“Tujuan dari konsinyering ini adalah untuk meninjau dan merevisi progress terbaru yang telah diterima dari SPMR (Satuan Penjamin Mutu dan Reputasi) UGM. Hasil revisi ini kemudian akan dibahas dan disempurnakan dalam konsinyering,” ujar Hani.

Acara konsinyering ASIIN di Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG), antara lain, SDG 3: Kehidupan Sehat dan SejahteraSDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Alkhansa Khairunnisa

Editor: Agrit Kirana Bunda

Dokumentasi: Media Faperta

 

Perkuat Sektor Agrowisata, KKN-PPM Kembara Tegallang Usung Konsep Tri Hita Karana

Prestasi Wednesday, 21 August 2024

Tim KKN-PPM Kembara Tegallalang periode II tahun 2024 berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Kedisan dan Desa Kenderan, Tegallalang, Gianyar, Bali. Kecamatan Tegallalang dipilih karena memiliki peran sentral dalam penguatan sektor prioritas, yaitu sektor agrowisata. Program yang berlangsung dari tanggal 1 Juli hingga 19 Agustus 2024 tersebut berfokus pada optimalisasi sumber daya manusia yang adaptif dan responsif terhadap pembangunan berkelanjutan. Nazla Amanda Kamila, mahasiswi Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM, bersama mahasiswa kluster agro lainnya mengusung konsep “Tri Hita Karana” sebagai falsafah hidup konteks keharmonisan hubungan antar umat manusia dengan sesama dan lingkungan. 

Tim yang beranggotakan 30 mahasiswa tersebut melalui berbagai tahapan dalam pelaksanaan program seperti identifikasi masalah dan potensi desa, diskusi serta koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat, studi literatur, pelaksanaan program kegiatan hingga evaluasi kegiatan. Arya Yudhistira, Ketua Tim KKN Kembara Tegallalang, menjelaskan bahwa perlu penyesuaian bagi semua anggota untuk tinggal di tempat yang baru dan menyebarkan ilmu yang diperoleh dari kuliah kepada masyarakat setempat. 

“Program KKN ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mengimplementasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh di bangku kuliah dan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk mengabdi pada masyarakat,” jelas Arya, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. 

Sekolah Agro dan Pembuatan Ecoprint menjadi program unggulan dari kluster agro yang memiliki target utama, seperti siswa, kelompok tani, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. 

“Berbagai program di sekolah agro tersebut memeberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali potensi, mengembangkan kreativitas, dan membangun swadaya generasi muda,” tutur Amanda. 

Di sisi lain, anggota tim KKN Kembara Tegallalang terjun langsung untuk membangun inisiasi berkelanjutan di sektor pertanian seperti pengetahuan mengenai biopestisida, pembuatan kompos, dan silase, serta mengenalkan aplikasi Desa Apps dan Lentera Desa sebagai media informasi pertanian. Dengan adanya program tersebut, Amanda dan rekan-rekannya berharap bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. 

Program KKN-PPM “Kembara Tegallang” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Wilhelmina Alexandra Valmay Putri Aberth

Editor: Hanita Athasari Zain

Foto: dokumentasi tim 

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM: Perang Informasi dan Inovasi Jadi Tantangan Penyuluh pada Era Digital

Uncategorized Sunday, 18 August 2024

Dalam era digital saat ini, penyuluhan menghadapi tantangan baru berupa perang informasi dan kebutuhan akan inovasi. Penyuluh dituntut untuk tidak hanya menyampaikan informasi yang akurat, tetapi juga mampu bersaing dengan berbagai sumber informasi yang beredar di internet.

Topik ini disampaikan Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Fakultas Pertanian UGM,  Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., pada 8 Agustus 2024. Dalam kegiatan Seminar Nasional Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan 2024 yang bertemakan “Transformasi Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komunikasi Pembangunan dalam Penyiapan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas” bertempat di University Club Hotel (UC Hotel) UGM. 

“Terdapat tiga kasus penelitian doktoral terkait perang informasi inovasi tersebut. Di Madiun, petani lebih mengikuti saran pedagang daripada penyuluh. Sementara di perkebunan kelapa sawit Bangka Belitung, petani lebih mengadopsi metode dari perusahaan daripada penyuluh lokal. Di Kalimantan Utara, petani lada lebih memilih teknik budidaya dari petani Malaysia dibandingkan penyuluh setempat,” jelas Prof. Sunarru.

Dengan banjirnya informasi dan perang inovasi, penyuluh perlu mengolaborasikan berbagai metode penyuluhan seperti penyuluhan massal, kelompok, dan individu untuk membangun kesadaran dan menciptakan minat di masyarakat sehingga mendorong terjadinya difusi inovasi melalui social learning. Tidak hanya itu, sinergitas antara penyuluh dengan lembaga penelitian, pendidikan, pendukung penyuluhan, serta pemanfaatan teknologi informasi diperlukan agar penyuluh dapat “menang” dari perang informasi.

Pengembangan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial dan internet dibutuhkan agar digitalisasi penyuluhan dapat tercapai. Selektivitas dan kemampuan berpikir kritis menjadi kunci utama dalam melakukan penyuluhan.

“Ke depannya, penyuluh dan petani perlu dibekali keterampilan abad 21 seperti berpikir analitis, problem solving, dan critical thinking untuk bisa memilah informasi yang ada di handphone. Tanpa kemampuan kritis, mereka berisiko menerapkan informasi yang tidak benar,” tambah Prof. Sunarru.

Tantangan penyuluhan tersebut juga menjadi peluang besar bagi penyuluh untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan kegiatan penyuluhan. Hal ini sekaligus menjadi salah satu bentuk upaya Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai tujuan SDGs di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Panitia  

Tim PKM “Salarupan” Berdayakan Keterampilan Hijau Ibu-Ibu PKK di Tlatar Kandangan melalui Limbah Salak

Prestasi Sunday, 18 August 2024

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) “Salarupan” berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) pada tahun 2024. Tim yang diketuai oleh Aisha Razita Khairani (Agronomi, Fakultas Pertanian 2022) dengan anggota Vivi Ariyanti (Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi 2022), Eri Wahyuni Rahayu (Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi 2022), M. Bafaqih Rizal H. (Teknik Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi 2022), dan Syabani Rahyan Adi N. (Pembangunan Ekonomi Kewilayahan, Sekolah Vokasi 2022), mengusung penelitian yang berjudul “Salarupan” Inisiasi Agribisnis Salak Terintegrasi Melalui Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Dusun Tlatar Kandangan.

Dusun Tlatar Kandangan, Turi, Sleman dipilih menjadi lokasi program karena daerah tersebut merupakan sentra kebun salak sekaligus ekspor salak yang menghasilkan banyak limbah salak. Akan tetapi, pengolahan limbah salak di daerah tersebut masih kurang optimal.

Aisha, selaku ketua tim, menyampaikan bahwa pelaksanaan program dilakukan sejak bulan April hingga Agustus 2024 mendatang yang diawali dengan uji coba mencari bahan yang sesuai dan resep yang digunakan, pelatihan ibu-ibu PKK terkait pembuatan pupuk, sosialisasi koperasi, pelatihan pembuatan sabun, sosialisasi branding dan pemasaran, serta pembuatan serbuk biji salak. 

“Kami merasa bahwa limbah salak yang terdapat di sana memliki potensi yang cukup besar tetapi pengolahannya masih kurang. Kami datang membantu ibu-ibu PKK yang memiliki waktu luang untuk mengelola limbah salak tersebut agar menjadi produk bernilai jual yang lebih tinggi,” tutur Aisha. 

Pengolahan limbah salak menjadi pupuk organik cair, sabun, dan serbuk biji salak menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan dan mengefisienkan bahan baku limbah salak yang dihasilkan. 

“Pembuatan pupuk, sabun, dan serbuk biji salak ini dilakukan karena limbah salak masih memiliki kandungan unsur hara makro yang tinggi seperti fosfor. Kandungan vitamin C yang tinggi dari daging salak cocok dijadikan sabun. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi pada biji salak dapat diolah menjadi serbuk untuk pengganti kopi,” tambah Vivi. 

Selama menjalani rangkaian kegiatan penelitian, Tim PKM “Salarupan” didampingi oleh seorang dosen dari Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, yaitu R. Derajad Sulistyo Widhyharto., S.Sos., M. Si. yang merupakan pembina dari Organisasi kKemahasiswaan Dewan Energi Mahasiswa. 

“Pengabdian masyarakat sebagai transfer pengetahuan bagaimana akhirnya masyarakat menjadi berdaya terutama pada keterampilan-keterampilan hijau. Melalui PKM diharapkan mahasiswa dapat membentuk semangat dalam basis-basis kemasyarakatan sehingga masyarakat merasa tertolong dengan adanya program ini,” jelas Derajad. 

Kegiatan riset sosial humaniora yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian UGM ini menjadi bukti nyata dari komitmen untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. 

 

Penulis : Wilhelmina Alexandra Valmay Putri Aberth

Editor : Agrit Kirana Bunda

Foto: Dokumentasi TIM PKM-PM

Expo Faperta: Ajak Mahasiswa Baru Kenal Lebih Dekat Organisasi dan Kegiatan di Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Sunday, 18 August 2024

Fakultas Pertanian UGM kembali menggelar Expo Faperta pada hari Senin tanggal 12 Agustus 2024 di Gazebo Fakultas Pertanian. Expo Faperta menjadi program kerja tahunan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Pertanian yang bertujuan untuk mengenalkan berbagai organisasi dan kegiatan di lingkungan Fakultas Pertanian. Terdapat 6 Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) dan 10 Badan Semi Independen (BSI) yang turut serta memeriahkan acara dengan membuka stand menarik.

Meski diadakan setiap tahun, kegiatan Expo Faperta selalu memiliki perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ketua panitia, Az Zahra Daffa Gayu Faadhilah (Mikrobiologi Pertanian 2023) atau yang akrab disapa Gayu menyampaikan ada beberapa hal yang berbeda pada kegiatan Expo Faperta kali ini. 

“Perbedaan paling mendasar adalah di bagian tempat pelaksanaan. Pada tahun ini, kegiatan Expo Faperta dilaksanakan di ruangan terbuka. Hal ini diharapkan agar menarik perhatian mahasiswa baru untuk dapat berkunjung. Mahasiswa datang sebelum maupun sesudah kelas ketika melewati halaman depan Gedung A2. Dengan demikian, Expo tahun ini menjadi lebih ramai, bahkan mahasiswa luar Fakultas Pertanian pun turut hadir untuk menyaksikan kegiatan ini,” Jelas Gayu.

Antusiasme mahasiswa baru tampak terlihat saat mereka menjelajahi stand dan berpartisipasi aktif dalam challenge yang disediakan di berbagai stand. Tak hanya itu, kegiatan Expo Faperta semakin meriah dengan adanya talkshow dan pentas seni yang ditampilkan oleh para mahasiswa. Pentas seni ini terdiri dari penampilan dance modern, vokal solo, dan vokal grup. Kemeriahan tersebut semakin bertambah dengan atraksi memukau Single Rope Technique (SRT) dari Plantagama.

Gayu berharap dengan adanya Expo Faperta ini dapat membantu mahasiswa baru untuk dapat lebih mengenal dekat HMD BSI yang ada di Fakultas Pertanian UGM, sehingga nantinya dapat menunjang pengembangan keterampilan non-akademik mahasiswa seperti kemampuan kepemimpinan, manajemen, dan kerja sama tim. 

Kegiatan Expo Faperta merupakan salah satu wujud nyata Fakultas Pertanian dalam mendukung keberhasilan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Karina Nisa Intan Kusuma

Editor: Agrit Kirana Bunda

Dokumentasi: Media Faperta

Hanita Athasari Zain: Aktif Terlibat dalam Tri-Nation Project hingga Tempuh Perjalanan ke Australia

Prestasi Wednesday, 14 August 2024

Mahasiswa program Fast Track S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian UGM dan S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana UGM, Hanita Athasari Zain, terlibat secara aktif dalam sebuah tri-nation project yang didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Tri-nation project tersebut bertujuan untuk memahami penyakit Huanglongbing (HLB) pada jeruk yang ada di Indonesia dan meningkatkan kesiapan Australia dalam menghadapi penyakit tersebut melalui berbagai teknik manajemen budidaya jeruk, salah satunya adalah sistem tumpangsari. Fakultas Pertanian UGM pun menjadi salah satu kolaborator dalam project ini dengan diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc.

Mahasiswa yang kerap disapa Tari itu, mendapatkan kesempatan untuk pergi secara langsung ke Australia dan mempelajari industri jeruk yang ada di sana, khususnya di New South Wales, dengan didampingi oleh Steven Falivene, B.Agr.Sc. (citrus development officer of NSW Department of Primary Industries). Adapun segala kebutuhan perjalanan, seperti tiket pesawat, penginapan, hingga living allowance pun dibiayai secara penuh oleh ACIAR. Menurut Tari, ini menjadi suatu hadiah yang sangat berkesan setelah dinyatakan lulus dari program S2 pada 31 Juli 2024 lalu, di mana ia juga menghasilkan tesis berdasarkan project ini dengan judul “Comparative Study on Farmers’ Capacity Level in Overcoming Huanglongbing Disease on Siamese Citrus Crops in Jember Regency”.

Ia pergi bersama Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc., dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, dan menghabiskan waktu selama lima hari (4-8 Agustus 2024) untuk melakukan analisis usaha tani jeruk dengan sistem tumpangsari yang diterapkan oleh petani jeruk di Malang, Jawa Timur. Analisis usaha tani jeruk tersebut menjadi tahap pertama dari keseluruhan proyek yang akan dilanjutkan hingga tahun berikutnya. Tari menjelaskan, ia dan Nasir bertugas untuk membuat format analisis usaha tani yang kemudian akan dipakai oleh peneliti berikutnya dengan data dari beberapa lokasi di Indonesia.

“Hal yang saya dan Pak Nasir lakukan sekarang ini bisa dibilang sebagai first phase, di mana hasil analisis usaha tani jeruk dengan data dari Malang ini akan menjadi acuan format untuk second phase. Format ini diperlukan karena di second phase, mahasiswa yang  melanjutkan, akan diminta untuk mengumpulkan data usaha tani jeruk dari kurang lebih 5 provinsi di Indonesia. Jadi, ini untuk memudahkan hal tersebut,” jelas Tari.

Bagi Tari, kesempatan ini adalah kesempatan berharga untuk belajar lebih jauh, baik berkaitan dengan penelitian, maupun untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

“Selama di NSW DPI, saya belajar lebih banyak tentang industri jeruk di Australia, dari sejarahnya sampai teknologi atau inovasi yang ada. Steven sendiri adalah seorang peneliti dan juga penyuluh, sehingga saya merasa mendapatkan banyak sekali ilmu melalui interaksi yang intensif dengan Steven, bahkan dengan rekan kerjanya yang lain. Pengalaman ini tidak akan bisa saya lupakan,” ujar Tari.

Keterlibatan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM dalam tri-nation project ini menunjukkan upaya untuk mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Desi Utami

Foto: dokumentasi Hanita

Tampil sebagai Wadah Kreativitas, Hollidjon Ramaikan Penutupan Pionir Organik 2024

berita Wednesday, 14 August 2024

Hollidjon (Hooligan Laskar Harjono Danoesastro) merupakan kumpulan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yang menjadi wadah kreativitas dan kebebasan berekspresi di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Hollidjon kerap memeriahkan beberapa kegiatan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, seperti perayaan wisuda, dukungan bagi atlet dan seniman di laga Pekan Olahraga dan Kesenian Universitas Gadjah Mada (Porsenigama), serta penyambutan mahasiswa baru, Pionir Organik. Di tahun ini, Hollidjon kembali meramaikan penutupan Pionir Organik 2024 pada 1 Agustus 2024 untuk mengajak para mahasiswa baru menyuarakan kreativitas dan gelora semangat.

Vincentius Oktorimawan Wisnu Ganendra (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022) yang saat ini berposisi sebagai Jenderal Hollidjon menyampaikan bahwa kehadiran Hollidjon di Pionir Organik 2024 secara garis besar bertujuan untuk menyambut dan menghibur mahasiswa baru Fakultas Pertanian UGM sebagai ucapan selamat datang. Selain itu, gelora semangat yang digaungkan menjadi apresiasi dan perayaan atas prestasi diterimanya para mahasiswa baru di Fakultas Pertanian UGM.

“Hollidjon diberikan tempat memperkenalkan diri kepada Amarta Muda (mahasiswa baru Fakultas Pertanian UGM) agar Amarta Muda mengetahui eksistensi Hollidjon. Setelah ini, kami berharap mereka akan berperan aktif dalam perkembangan Holldijon. Nah, untuk itu, pentingnya Hollidjon terus diundang di Pionir Organik karena menjadi simbol semangat mahasiswa di sisi non-akademik,” ujar Jenderal Hollidjon yang kerap disapa Wisnu.

Menurut Wisnu, Hollidjon menjadi tempat yang tepat bagi para mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk menyalurkan kreativitasnya. Kreativitas tersebut bisa dalam bentuk memberikan ide, bahkan berpartisipasi langsung dalam kegiatan Hollidjon. Wisnu menambahkan bahwa para mahasiswa tidak perlu ragu untuk terlibat aktif dalam kegiatan Hollidjon.

Adanya Hollidjon sebagai wadah kreativitas bagi seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian UGM menjadi salah satu wujud komitmen mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

Mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM Gelar Pelatihan Pemasaran Digital di Muncar, Banyuwangi

berita Wednesday, 14 August 2024

Mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Shoivaturrohmah, yang tergabung dalam Tim KKN PPM UGM “Muncar Memancar” mengadakan pelatihan pemasaran digital bagi anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada Jumat, 9 Agustus 2024. Kegiatan yang dilakukan di Desa Sumberberas, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut bertujuan untuk membantu para anggota dalam mempromosikan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Shoiva, sapaan akrabnya, mengusung  pelatihan ini berdasarkan permasalahan jangkauan pemasaran konvensional yang belum menjangkau pasar secara luas. Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, ia merasa bahwa pemasaran digital penting untuk dilakukan, khususnya dengan menggunakan media sosial sebagai perantaranya.

“Menurut saya, pemasaran digital cukup penting karena untuk mencapai target pemasaran yang luas dan medianya pun perlu mengikuti perkembangan zaman. Media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, memiliki segmen audiens yang bermacam macam, mulai dari anak kecil sampe dewasa. Menurut saya, itu menjadi salah satu alasan kenapa media sosial sangat sesuai untuk memperkenalkan produk, kuliner, dan ciri khas dari Desa Sumberberas,” jelas Shoiva.

Pelatihan pemasaran digital yang dilakukan oleh Shoiva meliputi pelatihan pembuatan konten video dengan memanfaatkan aplikasi CapCut pada smartphone. Dari pengamatannya, anggota PKK Desa Sumberberas telah mengetahui aplikasi CapCut, tetapi belum secara optimal. Karenanya, antusiasme anggota PKK sangatlah tinggi saat diberikan pengenalan fitur-fitur yang lebih banyak lagi agar menghasilkan video promosi produk yang lebih menarik.

Shoiva berharap, pelatihan ini akan bermanfaat tidak hanya untuk anggota PKK, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Desa Sumberberas. Melalui konten video promosi produk yang disebarkan melalui media sosial sebagai sarana pemasaran digital, masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak permintaan produk, sehingga tingkat perekonomian pun meningkat.

Program pelatihan yang digelar oleh Shoiva ini menunjukkan kesadarannya terhadap tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Shoiva

Sambut Mahasiswa Baru, Pionir Organik 2024 Sajikan Tarian Selebrasi Berfilosofis

berita Wednesday, 14 August 2024

 

Panitia Pionir Organik 2024 menyajikan koreografi tarian selebrasi untuk memeriahkan rangkaian acara bersamaan dengan anthem Pionir Organik. Tarian selebrasi tersebut pun selalu berbeda-beda di tiap tahunnya. Pada Pionir Organik 2024 yang diselenggarakan pada 31 Juli–1 Agustus 2024, koreografi diciptakan oleh Wiliana Arshanda (Program Studi Akuakultur 2022) dengan beragam filosofi yang terkandung di tiap gerakannya.

Wiliana menjelaskan bahwa gerakan-gerakan yang ia buat dalam tarian selebrasi kali ini memiliki beberapa filosofi yang sesuai dengan lirik anthem Pionir Organik. Salah satu gerakan yang diciptakan Wiliana adalah gerakan double step melangkah ke arah kanan dan kiri yang disesuaikan dengan lirik “berjuta kali tanpa lelah ciptakan langkah pasti”. Ia mengungkapkan makna gerakan tersebut adalah wujud keberanian untuk melangkah dengan yakin ke manapun jalan menggapai cita-cita.

“Gerakan yang saya buat disesuaikan dengan lirik yang ada. Harapannya, Amarta Muda (Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian UGM) yang menarikan tarian selebrasi ini tidak hanya menarikan gerakannya saja, tetapi juga memaknai filosofi di setiap gerakan dan lirik yang tercantum dalam anthem Pionir Organik,” ujar Wiliana.

Tarian yang dikonsep oleh Wiliana selanjutnya dibawakan oleh tim selebrasi dari divisi acara untuk dilakukan pengambilan video. Tim selebrasi beranggotakan Nur Chalimatus (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2022), Raihan Abdul Wahab (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022), Akira Ayomi (Teknologi Hasil Perikanan 2023), Amalisa Putri (Agronomi 2023), Fashi Rahmania Ousia (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2023), Marta Petricia (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2023), dan Sherina Ghina (Teknologi Hasil Perikanan 2023). Video tarian selebrasi yang dibuat secara kreatif oleh divisi desain, dekorasi, dan dokumentasi (DDD) tersebut pun diunggah melalui media sosial Pionir Organik, seperti YouTube dan Instagram.

Kreativitas mahasiswa dalam menyambut mahasiswa baru melalui pembuatan tarian selebrasi menunjukkan upaya untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Khairani Nabilah

Editor: Hanita Athasari Zain

Foto: dokumentasi tim

 

1…3738394041…47

BERITA FAKULTAS

  • Bangun Mentalitas Agropreneur, Ir. Hadi Mustofa Bagikan Kiat Sukses Kelola Bisnis Pertanian pada Sesi Pembelakan Wisuda
    23/02/2026
  • Mempersiapkan Lulusan Unggul, Faperta UGM Gelar Pembekalan Wisudawan Sarjana Periode II TA 2025/2026
    23/02/2026
  • Pembekalan Wisudawan: Ignatius Putra Andika Bagikan Tips Persiapan Studi Pascasarjana kepada Calon Wisudawan Faperta UGM
    23/02/2026
  • Lowongan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
    23/02/2026
  • Gelar “Sekolah Tani”, Faperta UGM dan PWNU DIY Berkolaborasi Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora
    20/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju