
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Pada Wisuda Sarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026, tiga mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman berhasil mencatatkan waktu kelulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 16 hari.
Ketiga wisudawan berprestasi tersebut adalah Ashim Syarif Krisnaputra, Agis Fauzi Gufron, dan Sofyan Ibrahim. Keberhasilan mereka menyelesaikan studi jauh lebih cepat dari masa studi reguler menjadi bukti bahwa manajemen waktu, konsistensi, dan disiplin merupakan kunci utama dalam menempuh pendidikan tinggi di tengah padatnya kurikulum pertanian.

Meraih gelar sarjana dalam waktu singkat tentu tidak diperoleh secara instan. Agis Fauzi Gufron membagikan strategi yang ia terapkan selama menyusun tugas akhir. Menurutnya, keberhasilan tidak terletak pada kerja besar dalam satu waktu, melainkan pada keberlanjutan proses.
“Setiap hari harus selalu ada progres. Prinsip saya sederhana: minimal satu hari satu paragraf. Yang penting tidak berhenti,” ujar Agis memberikan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya.
Selaras dengan Agis, Ashim Syarif Krisnaputra menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik selama masa perkuliahan. Baginya, rasa lelah adalah hal yang manusiawi, namun jangan sampai menjadi alasan untuk menyerah.

Pencapaian ketiga wisudawan dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa Faperta UGM lainnya untuk lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat. Keberhasilan ini juga menunjukkan kualitas bimbingan akademik di Faperta UGM yang mampu mengarahkan mahasiswa untuk tetap produktif dan fokus pada target lulus secara tepat waktu atau bahkan lebih cepat.
Pencapaian ini sekaligus menjadi kontribusi nyata fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM