
Lahan pekarangan yang tampak biasa, kini menumbuhkan harapan baru dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kedung Aren, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman DIY menjadi salah satu contoh nyata pemberdayaan ekonomi masyakarat desa melalui kolaborasi strategis antara akademisi, sektor swasta, dan komunitas petani. Budidaya papaya Callina membuka peluang para perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan inklusif di sektor pertanian.
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) hadir dengan memberikan kegiatan penyuluhan yang berlangsung pada Senin, 12 April 2025, digelar di Bangsal Pascapanen milik KWT Kedung Aren dan dihadiri oleh 36 anggota KWT. Penyuluhan ini menjadi bagian dari tindak lanjut program kemitraan antara Faperta UGM dengan PT Indomarco Prismatama dan Petani Milenial Sleman. Tujuannya adalah memberikan pendampingan teknis budidaya dan pemasaran hasil panen secara berkelanjutan.

Sri Suharti, selaku Koordinator Produksi KWT Kedung Aren, menyampaikan antusiasme para anggota KWT terhadap kerja sama ini. Suharti menyebutkan bahwa mayoritas lahan pekarangan milik anggota KWT sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan berharap agar lahan yang dimiliki dapat menghasilkan tambahan nilai ekonomi bagi keluarga.
Sementara itu, perwakilan Petani Milenial Sleman, Suryanto, menjelaskan bahwa saat ini telah terdata sekitar 4,4 hektar lahan yang dikelola dalam program budidaya pepaya Callina, dengan separuh lahan telah ditanami untuk musim pertama. “Kami dorong agar KWT juga mengoptimalkan lahan 5–10 m² miliknya untuk penanaman papaya Callina. Perawatan harus rutin dan mengikuti standar budidaya yang tepat agar buah tidak cacat,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pendampingan dari Fakultas Pertanian UGM, Dody Kastono, S.P., M.P., memaparkan pentingnya pemilihan jenis tanaman pepaya yang tepat. “Hanya pepaya hermaprodit yang menghasilkan buah lonjong sesuai standar pasar. Maka, penting bagi petani untuk rutin melakukan pengecekan agar tidak ada pepaya jenis lain yang tumbuh,” jelasnya. Ia juga memberikan panduan waktu panen, yakni saat buah berumur 7–8 bulan dan kulitnya mulai menunjukkan semburat oranye.
Anggota KWT, Parmi, menyampaikan bahwa lahan pekarangan warga umumnya datar. Menanggapi hal tersebut, Dody Kastono menyarankan pembuatan lubang tanam yang dalam dan penggunaan bumbunan atau gundukan tanah untuk mencegah tanaman roboh karena terpaan angin.
Pentingnya kualitas hasil panen juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Suryanto menekankan bahwa hasil panen harus memenuhi standar kualitas agar dapat diserap oleh Indomaret sebagai mitra penyalur.
Pemberdayaan ini tidak sekadar soal pertanian, namun juga tentang peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap sumber daya. Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, para wanita tani dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mendukung produksi pertanian yang profesional.
Sebagai kelanjutan, Tim Pendampingan Faperta UGM akan melakukan monitoring lapangan untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin dihadapi oleh anggota KWT. Harapannya, keberhasilan ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh KWT lainnya di wilayah Sleman maupun daerah lain.
Melalui kemitraan strategis antara Fakultas Pertanian, KWT, sektor swasta, dan kelompok petani milenial, inisiatif ini mendorong pemberdayaan perempuan tani sebagai aktor utama dalam transformasi pertanian rumah tangga. Program ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia, yakni SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Hanif Falah Nasrulloh
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Andrianto Antasari

Kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) kembali diselenggarakan oleh HPU Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sebagai langkah pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi sivitas akademika. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 23 Mei 2025 dan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

Posbindu ini ditujukan bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Faperta UGM. Dalam kegiatan ini, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB) & lingkar perut, pengecekan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular agar dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan maupun pengobatan yang tepat.
“Kegiatan Posbindu sebagai salah satu upaya kepedulian Fakultas Pertanian UGM terhadap kondisi kesehatan civitas akademika agar setiap individu mengetahui kondisi kesehatan dan dapat mencegah faktor risiko PTM” ucap Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dekan Faperta UGM.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap PTM yang sering kali muncul tanpa gejala awal yang jelas.

“Saya sudah melakukan cek kesehatan mulai dari cek gula darah, kolesterol, asam urat dan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya karena saya dapat mengetahui kondisi kesehatan saya”, ujar Dr. Najmu Tsakib Akhda, S.P., M.Sc. selaku salah sat partsipan Posbindu Faperta UGM.
Melalui Posbindu Faperta UGM mendukung visi universitas untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan produktif. Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk menekan angka kejadian penyakit tidak menular dan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika untuk senantiasa menjaga kesehatan.
Harapan untuk kegiatan Posbindu ke depannya akan berlanjut untuk meningkatkan kesadaran civitas akademika Faperta UGM tentang pentingnya menjaga kesehatan. Di Fakultas Pertanian UGM, pemeriksaan rutin dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup karyawan karena risiko penyakit tidak menular dapat dikurangi.
“Posbindu PTM Faperta UGM melibatkan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Diharapkan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik guna mewujudkan lingkungan sehat dan produktif,” ucap Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan
Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia Faperta UGM.
Kegiatan ini sekaligus menunjukan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung SDGs di antaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

PT Pagilaran, salah satu unit usaha di bawah naungan Universitas Gadjah Mada yang memiliki core bisnis di bidang perkebunan teh dan kakao meraih prestasi gemilang pada ajang 3rd National Tea Competition 2025 yang merupakan bagian dari Festival Teh Nasional. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia dan menjadi ajang bergengsi bagi pelaku industri teh nasional.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh 18 perusahaan milik BUMN dan swasta serta melombakan 91 sampel teh dari seluruh Indonesia, PT Pagilaran tampil gemilang dengan menyabet sejumlah penghargaan utama pada kategori First Grade Teh Hitam. Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis, 22 Mei 2025 dalam rangkaian kegiatan Jogja Food & Beverage Expo 2025 yang berlokasi di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.

Adapun raihan prestasi yang berhasil dibawa pulang oleh PT Pagilaran di antaranya adalah: Juara 1 untuk kategori Broken Orange Pekoe (BOP), Juara 1 untuk kategori Broken Orange Pekoe Fanning (BOPF), Juara 1 untuk kategori Pekoe Fanning (PF), dan Juara 2 untuk kategori Dust.

Research and Development PT Pagilaran didukung oleh Fakultas terkait di lingkungan UGM. Salah satu Fakultas yang memiliki kontribusi sangat signifikan adalah Fakultas Pertanian dengan kolaborasi riset dan pengembangan secara intensif pada komoditas teh dan kakao.

Capaian ini menjadi bukti pengakuan atas kualitas teh produksi PT Pagilaran, serta keberhasilan perusahaan dalam melakukan inovasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Menurut Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., selaku Dekan Faperta UGM penghargaan ini mencerminkan banyak hal positif.

“Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian luar biasa. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas kualitas teh Pagilaran, tapi juga bukti kontribusi Faperta UGM dalam pengembangan industri teh nasional. Ini sekaligus meningkatkan reputasi UGM sebagai institusi pendidikan yang inovatif dan berdampak nyata di sektor agribisnis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, keberhasilan ini menunjukkan posisi PT Pagilaran sebagai pelopor dalam industri teh nasional yang terus mendorong pengembangan berkelanjutan, dari hulu ke hilir. Diharapkan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produksi, memperkuat riset dan inovasi, serta memperluas dampak bagi masyarakat dan industri teh Indonesia.
Dengan torehan prestasi ini, PT Pagilaran tidak hanya mengharumkan nama UGM, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam kancah industri teh berkualitas tinggi di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi wujud nyata upaya UGM dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) antara lain: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur. SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG: 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

SAP Career Day 2025 dan SAP Learning Hub akan hadir di Universitas Gadjah Mada!
Apa itu SAP Learning Hub?
SAP Learning Hub Student Edition adalah program gratis untuk mahasiswa dan dosen yang menyediakan akses ke berbagai pelatihan SAP serta dua kali ujian sertifikasi SAP tanpa biaya.
Apa saja yang dapat Anda ikuti dalam kegiatan ini?
🔹 Diskusi Panel: Career in SAP Ecosystem
Bersama para CEO dan eksekutif dari SAP Indonesia, KPMG, EY, TMS, Accenture, dan PwC. Anda akan memperoleh wawasan langsung mengenai tren teknologi serta kebutuhan talenta digital di era saat ini.
🔹 Booth Session:
Anda dapat mengunjungi booth mitra SAP untuk berdiskusi langsung dan mendapatkan informasi seputar peluang magang maupun karier di ekosistem SAP.
Pelaksanaan:
📅 Hari & Tanggal : Kamis, 5 Juni 2025
🕙 Pukul : 10.00–12.00 WIB
📍 Lokasi : Student Center, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM
🎯 *Pendaftaran gratis melalui tautan berikut: http://bit.ly/SAPCareerDay

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi petani muda menuju era pertanian modern berbasis teknologi. Melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Literasi Digital secara Luring dan Daring pada Platform Lentera DESA untuk Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial di Daerah Istimewa Yogyakarta,” Faperta UGM bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UGM, UPTD BPSDMP DIY, dan University of Passau, Jerman, menggelar pelatihan intensif yang menyasar sebanyak 259 peserta dari kalangan petani milenial dan penyuluh pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan dilaksanakan secara luring pada 2–3 Mei 2025 di UPTD BPSDMP DIY dan dilanjutkan dengan sesi daring pada 14–16 Mei 2025 melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.; Ketua Program Studi Doktor PKP Sekolah Pascasarjana UGM, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.; serta Kepala UPTD BPSDMP DIY, Anita Windrati, S.P., M.MA.
Peningkatan literasi digital menjadi semakin relevan dengan berjalannya modernisasi pertanian yang kini tidak terlepas dari teknologi dan informasi terbarukan. Tidak hanya memberikan keterampilan dalam menggunakan perangkat digital, literasi digital juga menghadirkan wadah informasi yang komunikatif, etis, dan bertanggung jawab. Menjawab kebutuhan akan edukasi digital yang sistematis dan mudah diakses, platform Lentera DESA hadir sebagai teknologi edukatif yang dikembangkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa, termasuk sektor pertanian.
Melalui pelatihan ini, penyuluh pertanian dan petani milenial di wilayah DIY diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dalam literasi digital, memperluas wawasan dan jejaring kolaboratif, serta menerapkan teknologi digital untuk mendukung praktik pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Materi pelatihan menyoroti bagaimana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat digunakan secara kreatif dan fungsional. Peserta diperkenalkan pada strategi pemanfaatan media sosial untuk promosi produk, pencatatan digital usaha tani, hingga pengembangan praktik penggunaan website Lentera DESA sebagai sumber informasi dan penghubung komunitas digital.
Dalam sambutannya, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dalam memajukan sektor pertanian Indonesia. “Kerja sama antara Lentera DESA, UGM, BPSDMP, University of Passau, dan petani milenial adalah sinergi yang baik. Ini melibatkan banyak pihak dan menjadi model kolaborasi untuk transformasi pertanian Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemampuan literasi digital menjadi kunci agar petani mampu mencari, memilih, menciptakan, serta menyebarluaskan informasi yang relevan untuk meningkatkan produktivitas usahanya.
Dalam situasi di mana pertanian Indonesia masih didominasi oleh petani berusia lanjut, petani milenial diharapkan tampil sebagai agen perubahan yang mendorong inovasi serta menginspirasi komunitas sekitarnya untuk mengoptimalkan usaha tani berbasis teknologi.
Melalui pelatihan ini, Lentera DESA bersama para mitra berupaya mendorong lahirnya generasi petani dan penyuluh pertanian muda yang mampu membawa perubahan di pedesaan dengan bekal literasi digital dan semangat inovatif. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia, yakni SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Hanif Falah Nasrulloh
Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi salah satu tuan rumah untuk kegiatan Annual Review ACIAR 2025 yang merupakan bagian dari proyek kerja sama Australia Centre for International Agricultural Research (ACIAR) HORT/2019/164: “Preparedness and Management of Huanglongbing (citrus greening diseases) to safeguard the future of citrus industry in Australia, China and Indonesia”. Annual review ini digelar pada Senin, 5 Mei 2025 di Ruang Venture, Gedung AGLC Lt.6.
Kegiatan annual review ini ditujukan bagi tim peneliti yang berasal dari Fakultas Pertanian UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan New South Wales Department of Primary Industries (NSW DPI Australia), untuk dapat memaparkan hasil dan progres penelitian kolaboratif yang telah dilakukan terkait praktik persiapan dan manajemen dalam industri tanaman jeruk. Pemaparan ini pun disimak secara langsung oleh ACIAR Manager of Horticulture, Dr. Sandra McDougall, dan para project reviewers, yaitu Dr. Bronwyn Walsh dan Ir. Agus Muharam, M.S. Tak hanya itu, para mahasiswa yang terlibat juga turut hadir sebagai audiens.
Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Beliau menyambut baik kegiatan yang dilakukan dan berharap bahwa riset kolaborasi ini akan membawa dampak baik bagi industri komoditas jeruk di skala internasional.
“Ini adalah waktu yang sangat penting bagi kita untuk terus meningkatkan industri jeruk di Indonesia dan Australia. Lebih jauh, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pengembangan industri jeruk untuk meningkatkan produksi dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik,” terang Jaka.

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Mr. Myles Parker dan Dr. Sandra Mcdougall selaku Project Leader dan Manager of Horticulture of ACIAR. Dalam sambutannya, keduanya menggarisbawahi pentingnya hasil penelitian ini untuk mengenalkan teknik manajemen yang tepat dalam budidaya komoditas jeruk di skala industri. Keduanya juga mengingatkan tentang berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani jeruk di masa sekarang dan masa depan. Lebih jauh, mereka juga berharap bahwa kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam bidang akademik dan penelitian dapat terjalin lebih baik setelah kegiatan ini.
“Tentu saja, kami berharap dapat berkolaborasi lebih jauh dengan Indonesia di masa depan,” jelas Parker.
Kegiatan annual review secara resmi dibuka oleh Wakil rektor di bidang Research, Business Development, and Partnership. Dr. Danang Sri Handoko S.Si., M.Sc. Dalam sambutanya, ia menerangkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi suatu kegiatan pertemuan di bidang akademis antar dua negara, Indonesia dan Australia. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi komitmen untuk UGM dan ACIAR untuk terus melakukan kolaborasi penelitian di bidang pertanian. Ia juga berharap bahwa kerjasama antara UGM dan ACIAR dapat terus dijaga di masa depan.

Sesi pemaparan diawali oleh presentasi pembuka oleh Dr. Tahir Khursid yang berjudul “Rootstock Importance, Nursery Preparation, and High-Density Field Planting”. Kemudian, dilanjutkan dengan presentasi yang berfokus pada manajemen hama Asian Citrus Psyllid (ACP) pada tanaman jeruk yang dipaparkan oleh Dr. Meena Thakur (NSW DPI), Alan Soffan, Ph.D. (dosen Departemen HPT), Susi Wuryantini, M.P. (mahasiswi S3 Ilmu Pertanian UGM peminatan Ilmu Hama Tumbuhan), dan Haris Setyaningrum, M.Sc. (mahasiswa S3 Ilmu Pertanian UGM peminatan Ilmu Hama Tumbuhan).
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPI), Dr.agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian), Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Dosen Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis), dan Hanita Athasari Zain, S.P., M.Sc. (Alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) yang berfokus pada analisis sosial dan ekonomi pertanian. Sebagai penutup sesi pemaparan, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. (Guru Besar Fakultas Pertanian UGM) selaku Indonesia Project Leader menyampaikan kontribusi mahasiswa di dalam projek kerja sama ini sebagai bentuk upaya mencapai capacity building.
Usai sesi pemaparan, seluruh peserta kegiatan mengikuti kunjungan ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM di Kecamatan Berbah, Sleman. Di sana, rombongan diperkenalkan pada berbagai varietas jeruk yang tengah dibudidayakan di dalam greenhouse khusus penangkaran, serta mendapatkan penjelasan langsung mengenai penerapan sistem pertanian sirkular yang menjadi ciri khas PIAT UGM. Kunjungan ini menjadi penutup yang inspiratif sekaligus memberikan gambaran nyata tentang integrasi penelitian, inovasi, dan praktik pertanian berkelanjutan di lingkungan UGM.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengembangkan lebih jauh industri jeruk di Indonesia, Australia dan China. Kegiatan kolaborasi ini juga merupakan upaya Faperta UGM untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Noor Amelia Putri
Editor: Desi Utami

Pada tanggal 27 April 2025, Ikatan Mahasiswa Agronomi (IMAGRO) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan perayaan Dies Natalis ke-43 yang bertempat di KPTU lantai 3 Faperta UGM. Perayaan ini mengusung tema “Menggapai Asa Menggenggam Cita dalam Harmoni Kekeluargaan”. Acara Dies Natalis Imagro ke-43 mengundang segenap anggota, staff serta mahasiswa departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian. Selain itu, turut hadir pula Rani Agustina Wulandari S.P, M.P., Ph.D selaku Ketua Departemen Budidaya Pertanian, Panjisakti Basunanda S.P, M.P., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Agronomi, serta Eka Tarwaca S.P.,M.P., Ph.D. selaku Pembina IMAGRO 2024- 2025.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Presiden IMAGRO, Makhasin Suqi Habibi (Agronomi 2023). Dalam kesempatan ini, Suqi menyampaikan pesan penting kepada seluruh pengurus dan staf IMAGRO untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan dosen, staff serta mahasiswa Departemen Budidaya Pertanian dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia kampus dan masyarakat selama satu tahun kedepan. Selain itu, ia juga berharap ajang Dies Natalis IMAGRO ke-43 dapat menjadi ajang silaturahmi bagi para alumni dan civitas Departemen Buper.

Sambutan yang kedua diberikan oleh Rani Agustina Wulandari S.P, M.P., Ph.D. atau yang akrab disapa Rani selaku Ketua Departemen Budidaya Pertanian 2025. Sambutan syukur beliau panjatkan atas IMAGRO yang sudah memasuki umur ke-43 tahun. Beliau berharap bahwa kedepanya IMAGRO dapat terus berkembang, matang dan menjadi organisasi yang melesat di kemudian hari.
“Umur 43 di manusia seharusnya sudah masuk ke usia matang, harapanya IMAGRO juga begitu dan akan bisa semakin melesat ke depannya,” terang Rani.
Selanjutnya Rani menyampaikan pesan dan motivasi kepada mahasiswa untuk meningkatkan prestasi departemen di Faperta UGM.
“Yang pertama kita harus saling bantu bersama antar dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan track record kita dengan melaporkan kegiatan yang ada di Departemen Buper, yang kedua kita juga harus memperbanyak kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam Tridharma UGM terutama di bidang Pengabdian, Pendidikan dan Penelitian,” ujarnya.
Acara dilanjut dengan prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan yang lebih baik untuk perjalanan IMAGRO kedepan. Simbolisasi pemotongan tumpeng dipandu oleh Suqi selaku ketua IMAGRO periode 2025-2026 serta Rani Agustina Wulandari S.P, M.P., Ph.D. Prosesi potong tumpeng diikuti dengan khidmat dan penuh kebahagiaan dari mahasiswa budidaya pertanian.

Sesi selanjutnya adalah sesi talkshow oleh Valentina Suci Handayani S.P., M.Si., Ph.D. atau yang akrab disapa Uci, selaku dosen Departemen Budidaya Pertanian dengan moderator Asma Nadia (Agronomi 2024). Sesi talkshow kali ini membawa tema “Dinamika dan Manajemen dalam Organisasi”. Dalam sesi ini beliau menjelaskan tentang tantangan dalam dinamika yang kerap ditemui saat berorganisasi, seperti konflik internal, manajemen waktu, kurangnya komunikasi, komitmen anggota serta perbedaan tujuan individu. Konflik-konflik tersebut kerap kali menjadi hambatan apabila tidak diregulasi secara baik. Pada hal ini, beliau menekankan bagaimana peran besar teamwork dalam sebuah organisasi bekerja.
“Dalam suatu teamwork, yang paling terpenting adalah bukan hanya bagaimana organisasi tersebut menjadi sukses. Namun, yang terpenting bagaimana orang-orang dalam organisasi tersebut bisa menjadi lebih baik dan hadir untuk IMAGRO,” jelas Uci.
Sebagai penutup, Uci berharap agar pengurus serta staff IMAGRO dapat terus mengembangkan komunikasi dan adaptasi saat berkecimpung di dunia organisasi serta dapat mengisi komitmen yang baik dalam IMAGRO.
Sebelum penutupan acara, ada beragam penampilan tari modern dari mahasiswa Budidaya Pertanian. Setelah penampilan beragam performance, terdapat sesi games yang tidak kalah seru dan diharapkan dapat menumbuhkan semangat kekeluargaan antar staf dan pengurus IMAGRO. Rangkaian acara Dies Natalis IMAGRO ke-43 pun ditutup dengan sesi foto bersama.
Dengan adanya kegiatan ini, besar harapan untuk dapat terus memupuk rasa semangat dan kerjasama yang baik antar sivitas Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM yang sejalan dengan capaian SGDs (Sustainable Development Goals) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan serta SDG 4 : Pendidikan Berkualitas.
Penulis: Noor Amelia Putri
Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) secara resmi menjalin kerja sama pendidikan pada Jumat, 2 Mei 2025 di Sugar Cane Learning Center, Faperta UGM. Acara dihadiri oleh Ir. Jaka Widada M.P., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, Bapak Mahmudi selaku Direktur Utama PT SGN, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. selaku Ketua Senat Faperta UGM, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Dyah Weni Respatie, S.P., M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan beberapa jajaran staff PT SGN. Kerja sama pendidikan diresmikan dengan penandatanganan MoU yang difokuskan pada program beasiswa pendidikan magister (S2) bagi para karyawan SGN yang ingin melanjutkan studi di bidang pertanian.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ir. Jaka Widada M.P., Ph.D., ia menilai kolaborasi antara dunia industri dan akademik menjadi salah satu bagian penting dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia.
“Kami sangat menyambut baik niat dari karyawan SGN yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di Faperta UGM. Semoga melalui kerja sama ini, kita dapat bersama-sama mendorong kemajuan perkebunan tebu di Indonesia,” imbuh Dekan.

Dengan adanya kerja sama pendidikan ini juga dijadikan sebagai kesempatan dan peluang menciptakan optimalisasi peran Sugar Cane Learning Center sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan di bidang tebu. Dalam sambutannya, Mahmudi selaku Direktur Utama PT SGN menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Melalui pendidikan yang lebih tinggi, kami sangat berharap karyawan dapat meningkatkan kompetensi, wawasan, dan inovasi dalam pengelolaan industri gula nasional. Minat dari internal perusahaan terhadap program pendidikan berkualitas cukup tinggi, sehingga ini bisa dijadikan sinyal positif untuk semangat belajar dan berkembang bagi masa depan industri tebu nasional,” ujar Mahmudi.

Penandatanganan kerja sama pendidikan ini diikuti dengan penyerahan bantuan dari PT SGN berupa satu set perangkat online meeting untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh serta dua unit air purifier sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan dan kesehatan lingkungan belajar di Sugar Cane Learning Center. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjelasan program pascasarjana yang disampaikan oleh Dr. Dyah Weni Respatie, S.P., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.
Di sela-sela pemaparan materi program pascasarjana, terlihat antusiasme dari pihak PT SGN yang aktif diskusi maupun tanya jawab, selanjutnya acara ditutup dengan dokumentasi bersama.
Sinergi dan kerja sama pendidikan Faperta UGM dengan PT SGN juga menjadi upaya merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti
Editor: Desi Utami


