
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar acara serah terima jabatan di Auditorium Prof. Hardjono Danusastro pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara ini menjadi momentum penting dalam rangka regenerasi kepemimpinan dan penguatan tata kelola akademik di lingkungan fakultas.
Serah terima jabatan meliputi posisi Ketua Departemen, Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi, dan Ketua Unit di berbagai bidang. Beberapa nama baru yang kini mengemban amanah sebagai kepala departemen antara lain:
● Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P. sebagai Ketua Departemen Budidaya Pertanian, menggantikan Rani Agustina Wulandari, S.P., M.Sc., Ph.D.

● Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P. sebagai Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, menggantikan Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.

● Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng, Ph.D. sebagai Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian, menggantikan Prof. Ir. Donny Widianto, Ph.D.
● Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Departemen Perikanan
● Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. sebagai Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, menggantikan Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, S.P., M.Ec.

● Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P. sebagai Ketua Departemen Tanah, menggantikan Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.

Adapun nama-nama baru yang kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Departemen antara lain:
● Dr. Elly Syafriani, S.P. sebagai Sekretaris Departemen Budidaya Pertanian, menggantikan Siti Nurul Rofiqo, S.P., M.Agr. Ph.D.

● Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc. sebagai Sekretaris Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, menggantikan Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.
● Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. sebagai Sekretaris Departemen Perikanan, menggantikan Dr. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P.

● Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. sebagai Sekretaris Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, menggantikan Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D
● Dr.Agr. Cahyo Wulandari, S.P., M.P. sebagai Sekretaris Departemen Tanah, menggantikan Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.
Adapun nama-nama baru yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi antara lain:
● Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Agronomi, menggantikan Dr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P.
● Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si. melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Akuakultur
● Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, menggantikan Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.
● Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Mikrobiologi Pertanian, menggantikan Dr. Ir. Ngadiman, M.Si.
● Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Manajemen Sumber Daya Akuatik, menggantikan Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc.
● Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, menggantikan Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
● Prof. Ir. Sedyo Hartono, M.P., Ph.D. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Proteksi Tanaman, menggantikan Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc
● Nur Ainun Harlin Jennie Pulungan, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Ilmu Tanah, menggantikan Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.
● Indun Dewi Puspita, S.P., M.Sc. Ph.D. sebagai Ketua Program Sarjana Prodi Teknologi Hasil Perikanan, menggantikan Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P.
● Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc. sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Agronomi, menggantikan Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D.
● Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Fitopatologi, menggantikan Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.
● Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc. sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Ilmu Hama Tanaman, menggantikan Dr. Suputa, S.P., M.P.
● Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Ekonomi Pertanian, menggantikan Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.
● Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Ilmu Perikanan
● Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P. melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Manajemen Agribisnis
● Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Pemuliaan Tanaman, menggantikan Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc.
● Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr. sebagai Ketua Program Magister Prodi Magister Ilmu Tanah, menggantikan Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P., IPU, ASEAN Eng.
● Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. sebagai Ketua Program Doktor Prodi Doktor Ilmu Pertanian
● Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si. melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Program Doktor Prodi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
Selain itu, beberapa nama yang kini mengemban amanah sebagai ketua unit antara lain:
● Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. sebagai Manager AGLC atau Ketua Unit dan Pengabdian Kepada Masyarakat, menggantikan Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng, Ph.D.
● Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. sebagai Wakil Manajer AGLC atau Ketua Unit Perencanaan dan Pengembangan, menggantikan Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D.
● Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. sebagai Ketua Unit Jaminan Mutu, menggantikan Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.
● Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D. sebagai Ketua Unit Media dan Sistem Informasi menggantikan, Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D.
● Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Unit Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri
● Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. sebagai Ketua Unit Kebun Percobaan menggantikan Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc.
● Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P. sebagai Koordinator Kemahasiswaan dan PKM Centre
● Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. melanjutkan kepemimpinan sebagai Koordinator Health Promoting University (HPU)
● Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D. sebagai Koordinator AIMS and Student Mobility
Dengan semangat kebersamaan, para pemimpin baru berkomitmen untuk melanjutkan program kerja dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian target fakultas di tingkat nasional maupun internasional.
Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi juga langkah strategis Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar acara serah terima jabatan untuk sejumlah posisi strategis, meliputi Ketua Departemen, Sekretaris Departemen, Ketua Program Studi, serta Ketua Unit Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (7/1) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Faperta UGM, dan dihadiri oleh jajaran dekanat, pejabat lama, dan pejabat baru di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

Acara ini menjadi momen penting dalam transisi kepemimpinan untuk mendukung dinamika pengelolaan fakultas ke depan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan kutipan Surat Keputusan (SK) Rektor UGM terkait pengangkatan Ketua dan Sekretaris Departemen serta Ketua Program Studi, serta kutipan SK Dekan Faperta UGM untuk pengangkatan Ketua Unit. Puncak acara dalam rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan berita acara serah terima jabatan yang disaksikan langsung oleh Dekan Faperta UGM (Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.), Wakil Dekan, dan Sekretaris Senat Faperta UGM.
Dalam sambutannya, Dekan Faperta UGM menyampaikan pesan inspiratif dengan analogi pertanian.
“Seperti bercocok tanam padi, kadang ada hama atau hambatan, kadang perlu pupuk kesabaran dengan dosis tinggi,” ujar beliau, menekankan pentingnya ketekunan dalam menghadapi tantangan pengelolaan fakultas.

Perwakilan pejabat lama, Dr. Jangkung, yang menjabat sebagai Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian periode 2021-2026, memberikan sambutan penuh makna. “Bertepatan dengan tanggal 7 Januari, filosofi dalam bahasa Jawa 7 adalah pitulungan, dan semoga Bapak Ibu yang menjabat mendapatkan keberkahan dalam mengelola dinamika lingkungan Faperta UGM,” tambah beliau.
Sementara itu, perwakilan pejabat baru Dr. Eka Tarwaca menyampaikan sambutan sebagai Ketua Departemen Budidaya Pertanian periode 2026-2031, menegaskan komitmennya dalam melanjutkan program unggulan fakultas dalam lingkup departemen.
Acara ditutup dengan doa bersama, meninggalkan semangat kolaborasi bagi seluruh civitas akademika Faperta UGM. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi inovasi di bidang pertanian, sejalan dengan visi Faperta UGM dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui smart eco-bio production. Melalui kegiatan ini juga turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Tim pendamping lapangan Program Kemitraan Penanaman Pepaya Callina (California) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) melakukan evaluasi akhir tahun pada 24 Desember 2025 untuk meninjau perkembangan budidaya sekaligus menilai capaian program yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.
Kunjungan yang dipimpin oleh Dody Kastono, S.P., M.P. (Dosen Budidaya Pertanian) menunjukkan bahwa tanaman Pepaya Callina tersebut telah berusia enam bulan dan memasuki fase panen dengan kebutuhan input produksi yang terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, Dody memaparkan potensi ekonomi Pepaya Callina, yaitu dalam satu siklus panen sekitar 19 bulan, dengan frekuensi panen mingguan dan bobot rata-rata 1 kg per buah, petani berpeluang memperoleh pendapatan hingga Rp3 juta per minggu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kemitraan tidak dapat diukur hanya dalam satu tahun, melainkan membutuhkan proses, pendampingan berkelanjutan, dan komitmen semua pihak.
Menurut Nurhayadi, petani mitra dari Sleman, pengeluaran usaha taninya kini telah tertutup sekitar 80 persen. Budidaya Pepaya Callina menjadi pengalaman baru baginya setelah dua kali gagal menanam cabai. Ia menekankan penggunaan pupuk organik sebagai input utama.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. (Dosen Departemen Tanah) yang menegaskan bahwa nutrisi dari pupuk organik mampu mendukung fase generatif tanaman. Selain itu, Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D. (Dosen Departemen Tanah) menambahkan bahwa kondisi agroklimat lokasi sangat sesuai, terutama dari aspek curah hujan, suhu, dan ketersediaan air.
Dari sisi perlindungan tanaman, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P. (Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) menjelaskan bahwa tingkat serangan hama relatif rendah pada lahan mitra yang menerapkan sanitasi, pemantauan rutin, dan pengendalian terpadu. Meski demikian, kepatuhan terhadap standar budidaya masih perlu ditingkatkan.
Sugeng, mitra sekaligus pengurus Petani Milenial Sleman, mengungkapkan pengalaman dalam pembinaan petani dan koordinasi program. Ia menambahkan, pada usia 6 bulan 2 minggu, Pepaya Callina telah menghasilkan empat kali panen dengan total 2,6 kuintal berkat penggunaan pupuk organik yang tinggi.
Menyikapi hal tersebut, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) menekankan peluang kemitraan masih terbuka melalui dukungan akses pasar kolektif Petani Milenial Sleman dan Indomaret dengan pendampingan dan komunikasi yang seimbang.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan serta memperkuat pendampingan akademik kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Wujud kemitraan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Dyah Woro Untari
Tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Hasil Samping Industri Perikanan melalui Pengolahan Produk Pangan dan Nonpangan Komersial dalam Mendukung Program Smart Eco-Bioproduction”. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si., dan melibatkan empat mahasiswa sebagai anggota tim peneliti. Kegiatan penelitian berlangsung selama delapan bulan, mulai April hingga November 2025.
Penelitian dilaksanakan di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, dengan analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Basah Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, serta Laboratorium Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BBKKP) D.I. Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah jeroan ikan lele sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) melalui proses hidrolisis dan fermentasi, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil samping industri perikanan secara berkelanjutan.
Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu pupuk organik cair jeroan ikan lele yang dihidrolisis menggunakan kombinasi enzim bromelin dan papain, menentukan waktu fermentasi optimal yang menghasilkan kualitas POC terbaik, serta mengevaluasi potensi pemanfaatannya dalam mendukung pertumbuhan populasi fitoplankton. Parameter mutu yang dianalisis meliputi derajat hidrolisis, rendemen, kadar protein, kadar air, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar abu, pH, serta kandungan unsur hara makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi enzim bromelin dan papain mampu menghasilkan derajat hidrolisis sebesar 88,68% dengan rendemen mencapai 97,71%. Hidrolisat yang dihasilkan memiliki kadar protein 13,74%, kadar abu 4,46%, kadar lemak 1,21%, kadar karbohidrat 2,05%, kadar air 75%, dan pH netral sebesar 7,43. Proses fermentasi selama 15 hari menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimal diperoleh pada hari ke-9, yang menghasilkan kandungan unsur hara makro tertinggi dan kualitas POC yang paling stabil.
Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan memenuhi standar persyaratan teknis minimal pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019, khususnya untuk kandungan unsur hara makro (N + P₂O₅ + K₂O) sebesar 2–6%. Selain itu, aplikasi POC dengan dosis 1,0 mL/L berpotensi meningkatkan populasi fitoplankton hingga 7.233,33 × 10³ sel/mL, yang menunjukkan prospek pemanfaatan produk ini dalam mendukung produktivitas ekosistem perairan.
Melalui penelitian ini, Faperta UGM berupaya mendorong pengembangan teknologi pengolahan hasil samping industri perikanan yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan konsep Smart Eco-Bioproduction. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan limbah perikanan yang lebih efisien sekaligus membuka peluang pengembangan produk komersial berbasis sumber daya lokal.
Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 14: Ekosistem Laut, melalui penguatan inovasi pengelolaan hasil samping perikanan secara berkelanjutan.
Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami





