
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan petani melalui kolaborasi strategis bersama Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. Sinergi ini diwujudkan melalui program “Sekolah Tani” yang berfokus pada hilirisasi inovasi budidaya padi varietas Gamagora serta pemanfaatan pupuk hayati Bacillus sp.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi konkret bagi petani dalam menghadapi tantangan pertanian modern dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Program Sekolah Tani ini akan dilaksanakan dalam dua sesi intensif yang menghadirkan Tenaga Ahli dari Fakultas Pertanian UGM sebagai fasilitator utama:
- Sesi 1 (Kamis, 26 Februari 2026): Fokus pada “Pelatihan dan Praktik Pembuatan Pupuk Hayati Bacillus sp”. Materi ini menawarkan solusi pupuk yang murah dan ramah lingkungan namun mampu menghasilkan panen yang melimpah.
- Sesi 2 (Kamis, 5 Maret 2026): Fokus pada “Inovasi Budidaya Padi Gamagora”. Varietas unggulan UGM ini dikenal memiliki keunggulan panen cepat dan hasil produksi yang tinggi.
Kedua sesi tersebut akan berlangsung pukul 15.30-17.45 WIB bertempat di Venture Room, Lantai 6 Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM.
Acara ini bersifat gratis dan terbuka bagi pihak-pihak yang ingin mendalami teknologi pertanian terbaru. Selain mendapatkan ilmu langsung dari para ahli, peserta juga akan mendapatkan fasilitas takjil karena bertepatan dengan suasana menjelang bulan Ramadan. Mengingat kuota yang terbatas, calon peserta diharapkan segera mendaftarkan diri melalui tautan resmi di ugm.id/daftarsekolahtani atau menghubungi narahubung Yuhri Ikhsan (0856-4222-1351).
Melalui Sekolah Tani ini, Faperta UGM berharap inovasi hasil riset universitas tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diadopsi langsung oleh masyarakat tani untuk meningkatkan kesejahteraan dan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pendaftaran : ugm.id/daftarsekolahtani
Narahubung : Yuhri Ikhsan (0856-4222-1351)
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Workshop Ketiga Pengisian Dokumen Pengajuan Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP) pada Jumat (20/2). Bertempat di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh program studi di lingkungan Faperta UGM untuk menyelaraskan kualitas akademik dengan standar nasional terbaru.

Workshop ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dekanat dan sivitas akademika Faperta UGM. Fokus utama pertemuan kali ini adalah membedah secara mendalam progres pengisian dokumen akreditasi dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Program Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Acara dipandu secara kolaboratif oleh Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. (Ketua Unit Jaminan Mutu Faperta UGM) dan Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).

Dalam sesi pemaparan, terungkap bahwa secara kolektif, pengerjaan dokumen dari setiap program studi telah mencapai angka 50% hingga 70%. Capaian ini dinilai sangat positif mengingat kompleksitas instrumen akreditasi LAM PTIP yang menuntut ketelitian data dan bukti fisik yang kuat.

Peningkatan mutu melalui akreditasi ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bagian integral dari visi besar fakultas, yaitu Smart Eco-Bioproduction. Dengan meraih status akreditasi “Unggul”, Faperta UGM semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Melalui kegiatan ini turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Foto: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung mahasiswa baru pascasarjana dengan menyelenggarakan Sosialisasi Pelayanan Agrotropica Learning Centre (AGLC) pada Jumat, 13 Februari 2026. Bertempat di Classroom 5–6, Gedung AGLC Lantai 1, kegiatan ini berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai layanan yang tersedia di Agrotropica Learning Centre (AGLC), sehingga mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas akademik secara optimal. Suasana sosialisasi terasa hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab yang memperkaya pemahaman mereka tentang fungsi dan manfaat AGLC sebagai pusat layanan akademik.

Turut hadir juga Manajer AGLC, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. (Departemen Perikanan), yang menjelaskan tentang fasilitas dan layanan laboratorium AGLC. Sosialisasi dilanjutkan oleh Lintang Sukma Surtri Putri selaku Teknisi Laboratorium, dengan menjelaskan terkait Prosedur Pengujian Sampel, Tarif Layanan Pengujian Sampel, Prosedur Sewa Bench Penelitian, Tarif Layanan Sewa Bench Penelitian, hingga Prosedur Sewa Alat Penelitian.
Selain memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menempuh perjalanan akademik, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Fakultas Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan informatif dan bermanfaat, sebagai langkah positif dalam mendukung kesuksesan akademik mahasiswa pascasarjana sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan sivitas akademika dengan menyelenggarakan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Selasar Gedung A1 pukul 08.00–10.00 WIB dan diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan dengan penuh antusiasme.
Posbindu menjadi sarana penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melakukan screening kesehatan, mendapatkan informasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular, serta berdiskusi langsung dengan tim kesehatan yang mendampingi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., selaku Ketua Health Promoting University (HPU), menyampaikan bahwa Posbindu merupakan salah satu upaya untuk screening potensi penyakit tidak menular untuk sivitas akademika di Fakultas Pertanian UGM sejak 2023 dan mulai hadir dengan sistem baru yang terintegrasi ke berbagai layanan kesehatan di UGM.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kesehatan civitas akademika, tetapi juga mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan fokus pada pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup. Posbindu menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Pertanian berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Workshop Pengisian Dokumen Pengajuan Akreditasi LAM PTIP (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Classroom 7 dan 8, Gedung AGLC Lantai 1, pukul 07.30–11.30 WIB, serta melibatkan sivitas akademika Fakultas Pertanian.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penyusunan dokumen akreditasi, sehingga proses pengajuan dapat berjalan lebih sistematis dan sesuai standar yang ditetapkan oleh LAM PTIP. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menyusun dokumen akreditasi secara lebih komprehensif, akurat, dan mencerminkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang pertanian.

Acara dipandu oleh Ketua Unit Jaminan Mutu Faperta UGM, Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., yang menekankan pentingnya akreditasi sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat daya saing fakultas di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tindak lanjut pengisian dokumen oleh masing-masing departemen, yakni Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Departemen Tanah, Departemen Budidaya Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Departemen Perikanan, dan Departemen Mikrobiologi Pertanian.

Workshop ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyusunan dokumen, tetapi juga memiliki relevansi strategis terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Upaya peningkatan mutu pendidikan melalui akreditasi secara langsung mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Sesi II pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kurikulum, visi program studi, serta peluang pengembangan karier di bidang pertanian dan perikanan berkelanjutan.

Orientasi berlangsung di Gedung AGLC (Agrotropical Learning Center) dan diisi dengan sesi paralel penjelasan program studi yang disampaikan langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi). Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh gambaran komprehensif mengenai sistem pembelajaran, arah penelitian, hingga roadmap akademik program magister dan doktor.
Adapun rincian sesi paralel penjelasan program studi sebagai berikut:
- Magister Pemuliaan Tanaman: Classroom 2, dipimpin Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D.
- Magister Agronomi: Classroom 3, oleh Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.
- Magister Ilmu Tanah: Classroom 4, dibawakan Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr. dan Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.
- Magister Fitopatologi: Classroom 5, dipimpin Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D.
- Magister Manajemen Agribisnis: Tidak ada sesi karena telah dilakukan matrikulasi.
- Magister Ilmu Hama Tanaman: Classroom 6, oleh Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc.
- Magister Ekonomi Pertanian: Secara daring.
- Magister Ilmu Perikanan: Classroom 8 AGLC Lt 1, dipimpin Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D.
- Doktor Ilmu Pertanian: Ruang Sidang Dekanat Gedung A1 Lt 2, oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.
- Doktor Ilmu Perikanan dan Perikanan Tropis: Ruang Serbaguna 1 Gedung A4 Lt 1, dipimpin Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si.
Kegiatan orientasi ini tidak hanya menyampaikan informasi administratif, tetapi juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan mutakhir dan kapasitas riset yang relevan untuk menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi sumber daya, dan ketahanan pangan.

Melalui program pascasarjana yang berfokus pada inovasi pertanian, agribisnis, dan perikanan berkelanjutan, Faperta UGM terus berupaya melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional dan pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat global.

Sebagai bagian dari misi pendidikan tinggi, orientasi ini memperkuat peran Faperta UGM dalam mencapai tujuan SDGs, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro dan diikuti dengan penuh semangat oleh para mahasiswa baru.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan jajaran dekanat serta Ketua Program Studi Pascasarjana di lingkungan Faperta UGM. Prof. Jaka menekankan pentingnya komitmen, integritas, dan semangat inovasi dalam menempuh studi pascasarjana. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta mendukung pertanian berkelanjutan.

Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., memaparkan struktur program pascasarjana serta memberikan penjelasan mengenai kurikulum, sistem pembelajaran, dan peluang riset yang tersedia. Paparan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memahami alur studi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik.

Materi bertajuk Kiat Sukses Studi di Pascasarjana disampaikan oleh Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. Dalam sesi tersebut, beliau menekankan pentingnya strategi belajar yang efektif, manajemen waktu, serta pembangunan jejaring akademik dan profesional. Materi ini memberikan motivasi sekaligus panduan praktis bagi mahasiswa dalam menjalani studi pascasarjana.
Kegiatan orientasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan akademik, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.
Dengan terselenggaranya kegiatan orientasi ini, Fakultas Pertanian UGM berharap mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan akademik, menjalin hubungan baik dengan sivitas akademika, serta memulai studi dengan semangat dan kesiapan penuh. Orientasi ini menjadi langkah awal yang positif menuju pencapaian prestasi akademik sekaligus kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Ketergantungan berlebihan terhadap pangan impor bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat bangsa dan kesejahteraan rakyat. Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec., dalam pidato pengukuhan Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis di Balai Senat, Balairung, Universitas Gadjah Mada pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam pidato berjudul “Kemandirian Pangan sebagai Jembatan Emas untuk Meminimumkan Ketergantungan Pangan dan Mewujudkan Kedaulatan Pangan serta Kesejahteraan Bangsa”, Prof. Jangkung menekankan bahwa pangan tidak dapat diperlakukan semata sebagai komoditas pasar. Pangan adalah fondasi stabilitas sosial, instrumen politik, sekaligus prasyarat utama kesejahteraan bangsa.
“Bangsa yang tidak berdaulat atas pangannya akan selalu berada dalam posisi rentan, karena kesejahteraan rakyatnya ditentukan oleh dinamika eksternal yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan,” tegas Prof. Jangkung.
Prof. Jangkung menjelaskan bahwa sistem pangan global saat ini ditandai oleh volatilitas harga, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan konflik geopolitik. Pasar pangan internasional bersifat thin market, sehingga guncangan kecil di negara produsen utama dapat memicu ketidakstabilan harga global. Kondisi ini berisiko tinggi bagi negara yang bergantung pada impor pangan, termasuk Indonesia.
Lebih jauh, Prof. Jangkung menyoroti paradoks pembangunan pertanian Indonesia: produktivitas meningkat, tetapi kesejahteraan petani cenderung stagnan. Struktur penguasaan lahan yang semakin kecil, alih fungsi lahan, serta ketimpangan antar subsektor memperlemah posisi petani sebagai produsen utama pangan.
“Kemandirian pangan yang tidak disertai kemandirian petani adalah kemandirian semu. Tanpa kesejahteraan petani, seluruh agenda kedaulatan pangan kehilangan legitimasi moralnya,” ujarnya.
Menurutnya, kedaulatan pangan memberi negara ruang kebijakan untuk melindungi petani, menjaga stabilitas harga, dan menjamin hak dasar rakyat atas pangan. Kedaulatan pangan bukan bentuk isolasi, melainkan kemampuan cerdas untuk mengelola keterbukaan global secara berdaulat.
Menutup pidatonya, Prof. Jangkung menegaskan bahwa ilmu ekonomi pertanian tidak boleh berhenti pada analisis dan publikasi, melainkan harus hadir sebagai penuntun kebijakan, penguat kelembagaan rakyat, dan penjaga nalar publik.
“Setiap butir pangan yang kita hasilkan adalah bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Jangkung sebagai Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

