• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 5
Pos oleh :

agusrn

UGM dan Ewindo Perkuat Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Lokal

beritakerjasama Friday, 1 May 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) kembali meneguhkan komitmen dalam menjaga kekayaan biodiversitas Indonesia melalui penandatanganan piagam kerja sama pengembangan Bank Sumber Daya Genetik Sayuran. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat Balairung, dan turut dihadiri sejumlah dosen Fakultas Pertanian UGM, seperti Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dan Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D.

Benih unggul memegang peranan penting dalam sistem pangan nasional. Di tengah tantangan global seperti krisis iklim, degradasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati, upaya konservasi genetik tanaman menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi produksi pangan berkelanjutan.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa penguatan sektor hulu melalui konservasi genetik merupakan bagian penting dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. “Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama agar kualitas dan gizi komoditas tetap terjaga,” ujarnya.

Presiden Direktur Ewindo, Glenn Pardede, menambahkan bahwa rekayasa genetika adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan Indonesia. Kolaborasi riset ini diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kerja sama ini juga melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka akan dibekali pelatihan teknik pengumpulan benih sesuai standar operasional prosedur, sehingga dapat mendokumentasikan sumber daya genetik di berbagai wilayah Indonesia.

Sejak dimulai pada 2018, kerja sama UGM dan Ewindo telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2.000 plasma nutfah tanaman lokal, termasuk tomat, timun, wortel, pare, terong, seledri, paprika, labu, okra, cabai, dan berbagai komoditas lain. Koleksi ini menjadi bukti nyata kekayaan biodiversitas Indonesia yang patut dimanfaatkan dan dilestarikan.

Dengan dukungan akademisi, mahasiswa, dan mitra industri, kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya genetik tanaman lokal Indonesia. Capaian ini juga relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Donnie dan Humas Universitas Gadjah Mada

 

 

Magang Berdampak: Mahasiswa Faperta UGM Observasi Ekowisata Curug Jeglong

berita Friday, 1 May 2026

Andaru Fido Firmansyah Mahasiswa Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2023 berkesempatan mengikuti magang berdampak di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara. Ia bersama Mandor Perhutani RPH Kenjuran, pengelola ekowisata, dan beberapa mahasiswa Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan observasi ekowisata di Curug Jeglong, Kendal pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk merencanakan potensi pengembangan kembali dan melakukan rebranding setelah ekowisata sempat tutup pasca pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan observasi, mahasiswa diajak untuk meninjau berbagai aspek mulai dari akses masuk, kondisi daerah sekitar, hingga turun langsung ke lokasi curug. Proses ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk memahami potensi wisata alam sekaligus tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ekowisata.

Kegiatan ini menarik karena mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga dilibatkan dalam perencanaan strategis untuk menghidupkan kembali Curug Jeglong sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Dengan dukungan Perhutani dan pengelola ekowisata, diharapkan Curug Jeglong dapat kembali menjadi daya tarik wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Observasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi, pengelola, dan masyarakat dalam mengembangkan ekowisata berbasis konservasi. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi Curug Jeglong untuk kembali bersinar sebagai salah satu destinasi unggulan di Kendal.

Kegiatan observasi ekowisata Curug Jeglong tidak hanya bertujuan untuk merencanakan rebranding pasca pandemi, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Andaru Fido Firmansyah

Perjuangan Mukhlis Ibrahim: Mahasiswa Doktor Faperta UGM Raih Penghargaan Internasional

Prestasi Friday, 1 May 2026

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Mukhlis Ibrahim, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dari tahap awal penelitian disertasinya hingga ke panggung internasional.

Mukhlis memulai perjalanan akademiknya dari proses screening disertasi yang penuh tantangan. Selama tiga bulan, ia tekun melakukan percobaan di laboratorium, menyusun rancangan penelitian, dan menghadapi berbagai hasil yang belum konsisten. Meski sempat diliputi keraguan, doa orang tua, bimbingan promotor, serta dukungan teman-teman menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Kerja keras tersebut berbuah manis ketika Mukhlis memperoleh kesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya pada The 3rd International Conference on Sustainable Industrial Agriculture (IC-SIA) di Universitas Jember. Dalam forum tersebut, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain:

  1. Best Presenter Award at The 3rd International Conference on Sustainable Industrial Agriculture (IC-SIA).
  2. 2nd Place Winner of the National Young Researcher Award from the Indonesian Phytopathological Society.
  3. Young Researcher Appreciation Award (Under 30 Category).

Tidak berhenti di tingkat nasional, Mukhlis kemudian melangkah ke panggung internasional dengan berpartisipasi dalam 13th International Conference on Chemical and Biological Sciences (ICCBS 2026) di Osaka, Jepang. Di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, ia mempresentasikan hasil penelitiannya sekaligus membangun jejaring akademik global. Partisipasi ini juga memberinya sertifikat berstandar internasional sebagai pengakuan atas kontribusi ilmiah yang diberikan.

Mukhlis menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan bukti bahwa langkah kecil yang dijalani dengan sepenuh hati dapat membuka jalan menuju kesempatan besar. Lebih dari itu, kebahagiaan terbesar hadir ketika ia mampu membanggakan orang tua, promotor, dan rekan-rekan seangkatan yang selalu mendukung perjuangannya.

“Tidak ada langkah kecil yang sia-sia apabila dilakukan dengan sepenuh hati. Kerja keras akan selalu menemukan jalannya, dan puncak tertinggi dari sebuah pencapaian adalah ketika kita mampu berbagi kebahagiaan dengan orang lain,” ungkap Mukhlis.

Prestasi Mukhlis Ibrahim menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang, berkontribusi, dan menunjukkan potensi besar di panggung dunia. Prestasi ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Mukhlis Ibrahim

Wisuda dan Cerita di Baliknya: Ekspektasi Awal, Kenangan, dan Refleksi Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Friday, 1 May 2026

Momen Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Rabu, 22 April 2026 menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Sebanyak 74 wisudawan berhasil menuntaskan studi mereka dengan baik, membawa serta kisah, tantangan, dan pencapaian yang tak terlihat di balik toga yang dikenakan.

Di balik senyum bahagia saat prosesi wisuda, tersimpan berbagai cerita tentang kerja keras, pengorbanan waktu, hingga keteguhan dalam menghadapi berbagai rintangan selama masa perkuliahan. Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol keberhasilan atas proses panjang yang telah dilalui, sekaligus awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih luas.

Rivaldi Pratama sebagai lulusan terbaik Fakultas Pertanian, Program Magister Fitopatologi, dengan IPK sempurna 4.00 dan masa studi 1 tahun 5 bulan 18 hari yang merupakan salah satu penerima beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul). Dalam pesannya, Rivaldi menyampaikan momen mengesankan selama kuliah “Ada momen berkesan saat kuliah lapangan, seperti ketika diajak dosen mengunjungi museum dan Pagilaran. Selain itu, selama penelitian kami juga diberikan akses untuk menggunakan laboratorium hingga malam hari,” ujarnya.

Salah satu wisudawan bernama Rio Aji Pradana dari Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman mengungkapkan bahwa ekspektasi saat kuliah “Awalnya saya kira tidak bisa mengikuti beberapa mata kuliah, tapi ternyata selama perkuliahan saya dapat mengikuti dengan baik berkat bantuan dari dosen, tenaga pendidik, dan dukungan dari teman-teman,” ucap Rio.

Wisudawan yang sudah sampai di titik ini, itu bukanlah suatu hal yang mudah dan ringan, ada usaha yang pernah dicurahkan sekuat tenaga. Salah satu wisudawati bernama Novita Febrianti dari Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman memberikan pesan yaitu jangan pernah menyerah dan bermimpi setinggi-tingginya karena kita pasti bisa mencapainya.

Wisuda kali ini tidak hanya menjadi momentum perayaan capaian akademik, tetapi juga penegasan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Rivaldi Pratama Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Pertanian UGM dengan IPK 4,00

Prestasi Friday, 1 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meluluskan mahasiswa berprestasi pada Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 24 April 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Pada periode ini, Rivaldi Pratama, lulusan Program Magister Fitopatologi, berhasil meraih predikat wisudawan terbaik fakultas dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Rivaldi menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 5 bulan 18 hari, menjadikannya lulusan dengan performa akademik tertinggi pada periode tersebut. Capaian ini mencerminkan komitmen dan konsistensi dalam menjalani proses akademik di lingkungan Faperta UGM.

Dalam sambutannya, Rivaldi menyampaikan bahwa perjalanan studi yang ditempuh merupakan proses yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran yang membentuk ketahanan dan kedewasaan.

“Bukan karena semuanya mudah, tetapi karena kita berani untuk tidak berhenti,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya orang tua yang senantiasa memberikan doa dan pengorbanan.

“Jika hari ini kami berdiri di sini, itu bukan semata karena kerja keras kami, tetapi karena ada doa yang tidak pernah putus,” tambahnya.

Selain penghargaan sebagai wisudawan terbaik fakultas, Faperta UGM turut memberikan apresiasi kepada wisudawan berprestasi lainnya dalam berbagai kategori, yaitu Rafi Sukma Aulia sebagai lulusan termuda dengan capaian IPK 3,92, Anggi Putri Pertiwi sebagai lulusan tercepat dengan capaian IPK 3,96, serta Nia Herlina sebagai lulusan doktor terbaik dengan capaian IPK 3,99.

Capaian para wisudawan ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Gladys Geraldine Simaremare

Editor: Tantriani

Foto: Unit Media Faperta UGM

 

Dari Rwanda ke Faperta UGM: Refleksi Studi Joas Iradukunda

Prestasi Friday, 1 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 22 April 2026. Sebanyak 74 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut, menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal dari kontribusi mereka di masyarakat.

Dari total wisudawan yang dikukuhkan, terdapat beragam kisah perjalanan studi yang penuh dinamika, mulai dari proses adaptasi, tantangan akademik, hingga pengalaman berkesan selama menempuh pendidikan di Faperta UGM. Salah satunya adalah Joas Iradukunda, lulusan Departemen Perikanan asal Rwanda, Afrika Timur.

Selama menempuh studi di UGM, Joas mengalami berbagai proses adaptasi dalam lingkungan akademik baru. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat pertama kali memasuki kelas di awal perkuliahan, ketika ia disambut hangat oleh teman-teman sekelas yang membantu proses adaptasinya.

“Banyak momen yang tidak akan saya lupakan selama studi saya, salah satunya saat pertama kali masuk kelas. Saya disambut baik oleh teman-teman yang banyak membantu proses belajar dan adaptasi saya, termasuk menerjemahkan materi karena saat itu saya masih baru menggunakan Bahasa Indonesia. Momen tersebut sangat berkesan bagi saya,” ungkap Joas.

Bagi Joas, pengalaman tersebut mencerminkan lingkungan akademik di UGM yang suportif dan inklusif bagi mahasiswa internasional untuk berkembang dan beradaptasi.

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan untuk dirinya di masa lalu agar selalu percaya pada diri sendiri, bekerja keras, serta menjunjung tinggi kerja sama dalam proses belajar.

“Pesan saya adalah untuk selalu percaya pada diri sendiri, bekerja keras, dan mengutamakan kerja sama tim,” ujarnya.

Wisuda ini tidak hanya menjadi penanda capaian akademik para lulusan, tetapi juga mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berwawasan global. Melalui proses pembelajaran yang menghargai keberagaman, Faperta UGM turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Gladys Geraldine Simaremare

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

Faperta UGM Dukung Ketahanan Pangan Melalui Wiwitan Panen Semangka dan FGD Petani Milenial Sleman

berita Thursday, 30 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menghadiri kegiatan Wiwitan Panen Semangka dan Focus Group Discussion (FGD) bersama para Petani Milenial Sleman pada Senin, 27 April 2026. Acara yang berlangsung di demplot semangka, Padukuhan Danen, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem pertanian lokal.

Dalam kegiatan ini, jajaran Dekanat Faperta UGM hadir bersama Tim Pengembangan Benih Semangka Non-Biji dan Lentera DESA. Kolaborasi strategis ini melibatkan peran aktif petani milenial sebagai penggerak di lapangan, PT Indomarco Prismatama selaku offtaker, serta instansi pemerintah terkait yang berperan sebagai fasilitator dalam penyediaan akses pasar dan infrastruktur.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menekankan penerapan teknologi tepat guna sebagai sarana pembelajaran bagi petani di wilayah Sleman. Dalam sesi FGD, Prof. Subejo memberikan motivasi kepada para petani milenial agar terus berinovasi dan menjaga semangat kolaborasi. Beliau juga menekankan pentingnya penguatan jejaring kemitraan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendorong pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan ini, Faperta UGM berkomitmen untuk terus mendukung regenerasi petani serta memastikan generasi milenial menjadi ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pendekatan berbasis teknologi dan akses pasar yang terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan pertanian di daerah lain. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Faperta UGM Dukung Swasembada Pangan Melalui Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah di Maluku Utara

berita Thursday, 30 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) telah melaksanakan kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah di Provinsi Maluku Utara tahun 2026. Proyek strategis yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI ini dilaksanakan pada 1–21 April 2026 di tiga lokasi utama, yakni Wasile (Halmahera Timur), Kao Barat (Halmahera Utara), dan Gane Timur (Halmahera Selatan).

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc., dengan dukungan tenaga ahli multidisiplin. Tim tersebut meliputi:

  • Tenaga Ahli Ilmu Tanah: Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D. dan Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc.
  • Tenaga Ahli Agronomi: Imas Masithoh Devangsari, S.P., M.Sc., Ph.D.
  • Tenaga Ahli Kehutanan: Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.
  • Tenaga Ahli Hidrologi: Ir. Wahyu Banitara, S.T.
  • Tenaga Ahli Klimatologi: Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D.
  • Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Pertanian: Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc. dan Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
  • Tenaga Ahli Geodesi: Erfan Taufik Ardianto, S.T, M.Sc.
  • Tenaga Ahli GIS & Pemetaan: Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.

Survei ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan yang belum produktif di luar kawasan hutan lindung sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional. Tim melakukan observasi mendalam terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, karakteristik tanah, serta ketersediaan sumber air untuk irigasi pada 31 desa potensial di Provinsi Maluku Utara. Bagi masyarakat yang setuju lahannya dikembangkan, tim menyusun desain cetak sawah komprehensif yang meliputi petakan sawah, pematang, saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga infrastruktur bendungan jika diperlukan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi lahan di Maluku Utara dapat memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata kontribusi Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SID Maluku Utara

ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan

berita Tuesday, 28 April 2026

Hari kedua ACIAR HLB Symposium 2026 berlanjut dalam bentuk workshop yang digelar di PIAT UGM, Berbah, Yogyakarta pada Selasa, 21 April 2026. Sesi pertama menghadirkan rangkaian materi yang menyoroti kebijakan penyuluhan, strategi pengembangan sumber daya manusia pertanian, serta praktik manajemen terbaik dalam mendukung keberlanjutan industri jeruk.

Acara dibuka dengan penyampaian rekap hari pertama oleh Alan Soffan, Ph.D. selaku Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi UGM (PIAT UGM) yang juga termasuk dalam tim peneliti Fakultas Pertanian UGM dalam kolaborasi riset bersama ACIAR dengan kode proyek ACIAR HORT/2019/164. Acara pun dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi yang dimoderatori oleh Dr.agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM) dengan pemaparan pertama oleh Dr. Muhamad Amin selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian. Beliau menekankan pentingnya kebijakan penyuluhan dan strategi pengembangan SDM pertanian masa depan untuk mendukung ketahanan produksi jeruk di Indonesia. Menurutnya, peningkatan kapasitas penyuluh dan petani menjadi kunci menghadapi ancaman penyakit HLB.

Selanjutnya, Steven Falivene dari NSW DPIRD (Australia) berbagi pengalaman praktik manajemen budidaya jeruk di Australia. Ia menjelaskan sistem produksi hortikultura yang mencakup jarak tanam, mekanisasi, kualitas buah, nutrisi, hingga irigasi. Praktik ini dinilai relevan untuk diadaptasi dalam konteks Indonesia guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan.

Dari sisi pengendalian hama, Dr. Suputa (Fakultas Pertanian UGM) memaparkan pengalaman proyek mangga terkait pengelolaan lalat buah. Strategi ini dapat menjadi referensi penting dalam menghadapi ancaman serangga lalat buah yang menjadi salah satu hama penyerang tanaman jeruk. Sesi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi nilai tambah pascapanen oleh Imro’ah Ikarini, S.TP., M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menampilkan inovasi pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan daya saing produk.

Diskusi panel dan sesi tanya jawab menutup rangkaian sesi pertama, sekaligus memperkuat interaksi antara pembicara dan peserta dalam merumuskan solusi nyata bagi pengelolaan pertanian jeruk yang berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, mencakup SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim ACIAR Faperta UGM

Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan

berita Tuesday, 28 April 2026

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan diskusi sesi panel 4 pada simposium yang digelar pada Senin, 20 April 2026 dengan sejumlah pembicara yang berfokus terkait integrasi teknologi, manajemen, dan praktik lapangan untuk membangun industri jeruk yang efisien dan berkelanjutan. Sesi ini dimoderatori oleh Imro’ah Ikarini, S.TP.,M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang memandu jalannya tanya jawab serta memperkuat diskusi antara pembicara dan peserta.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Prof. Supriyadi dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang membawakan topik fisiologi pasca panen dan teknologi pengolahan jeruk. Beliau memaparkan bahwa adanya penundaan pengolahan itu dapat menyebabkan perubahan kualitas dari jeruk. Perubahan tersebut terlihat jelas dari segi fisik seperti warna daun atau batang.

Selanjutnya, Prof. Alva Edy Tontowi dari Fakultas Teknik UGM membuka diskusi dengan paparan mengenai manajemen bisnis di industri jeruk mulai dari bahan tanam hingga rantai pasok produk industri. Beliau menekankan bahwa pentingnya sinergi antar berbagai pihak (multi-helix) dalam mengembangkan industri jeruk di Indonesia agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Nanda Budi Prayoga sebagai petani jeruk milenial yang berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, di mana ia menjelaskan praktik industri jeruk. Ia menyoroti bahwa inovasi teknologi serta kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri jeruk di Indonesia.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

1…34567…106

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Asesmen Lapangan LAM PTIP
    04/06/2026
  • Asesmen Lapangan LAM PTIP Evaluasi Mutu Program Studi Doktor Ilmu Pertanian UGM
    04/06/2026
  • Prodi EPA Faperta UGM Gelar Agripreneur Expo 2026 sebagai Puncak Mata Kuliah Kewirausahaan
    04/06/2026
  • Perpustakaan Faperta UGM Dukung Atmosfer Penelitian Mahasiswa dengan Layanan Luring dan Daring
    02/06/2026
  • KAB Faperta UGM Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026 Lewat Subproposal ASAGRI
    29/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju