
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dan diskusi bersama PT Sumitomo Indonesia dan Sumitomo Corporation Thailand di Joglo Faperta UGM. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pertanian berkelanjutan pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumitomo Corporation, salah satu perusahaan perdagangan umum terbesar asal Jepang dengan jaringan global di lebih dari 66 negara.
Diskusi dihadiri oleh jajaran akademisi UGM, antara lain Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama), Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.Sc. dan Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. (Departemen Tanah), Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian), serta Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D., IPU. (Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan). Dari pihak Sumitomo Indonesia hadir Mattheus Sunaryo, sementara delegasi Sumitomo Thailand terdiri atas Primprima Tansanguan (Senior Executive), Meesak Tanvichian (Senior Manager, DX Leader), dan Vararose Lahachit (Department General Manager).

Topik utama diskusi adalah AWD Project (Alternate Wetting Drying), sebuah teknologi pengelolaan air pada lahan sawah yang terbukti mampu menurunkan emisi gas rumah kaca. Proyek ini telah dijalankan sejak 2025 melalui kolaborasi PT Sumitomo Indonesia, UGM, dan Pemerintah Kabupaten Kediri, dengan hasil yang positif. Dalam pertemuan ini, Sumitomo Corporation Thailand menyampaikan ketertarikannya untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi teknologi AWD sebagai langkah awal sebelum diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut di Thailand.

Kunjungan dan diskusi ini memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani