• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • page. 13
Arsip:

SDG 15: Ekosistem Daratan

Fakultas Pertanian UGM Kembangkan Rooftop Urban Agriculture untuk Pangan dan Kota Sehat

berita Wednesday, 15 May 2024

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, inovasi strategis harus terus diusahakan. Hal tersebut sejalan dengan slogan Smart Eco-Bioproduction yang menjadi spirit Fakultas Pertanian UGM untuk terus menghasilkan inovasi pertanian yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satu terobosan Fakultas Pertanian baru-baru ini adalah penerapan rooftop urban agriculture dengan pemanfaatan atap gedung untuk budidaya tanaman buah. Bertempat di atap Gedung Rachmiwati Fakultas Pertanian UGM, penerapan urban agriculture ini dilakukan dengan membuat green house dengan komoditas buah melon. Dekan Fakultas Pertanian bersama dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dekan Fakultas Kehutanan, Dekan Fakultas Filsafat, Dekan Fakultas Fisipol, dan Dekan Fakultas Geografi melakukan pemanenan buah melon pada Hari Rabu, 15 Mei 2024.

Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Dekan Fakultas Pertanian meyampaikan bahwa penanaman buah di atap gedung ini sebagai wujud pengembangan urban agriculture yang sehat dan menguntungkan. 

“Melalui pemanfaatan atap gedung ini diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi petani dan ketahanan pangan nasional” jelasnya. 

Hasil panen buah melon yang ditanam di green house atap tersebut mencapai 3-4 kg per buah dengan umur 65 hari setelah tanam. Hal tersebut membuktikan bahwa pemanfaatan ruang yang ada untuk budidaya tanaman dengan perawatan yang tepat tetap bisa menghasilkan tanaman yang subur dan sehat. 

Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., Rektor UGM, terkesan dengan pemanfaatan green house yang digunakan untuk menanam melon jenis Sweet Hami. 

“Ini adalah suatu inisiasi yang bagus sekali untuk memanfaatkan ruang yang dapat digunakan untuk urban farming,” ucap Prof. Ova. 

Rektor juga menambahkan bahwa inovasi Fakultas Pertanian ini perlu diterapkan di lingkungan Universitas Gadjah Mada lainnya agar pemanfaatan ruang lebih maksimal dan menjadi lingkungan yang hijau. 

Inisiasi langkah inovatif ini menjadi komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk turut mendorong perwujudan pembangunan berkelanjutan SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan

 

Dokumentasi    : Media Faperta

Penulis     : Talita Salma

Editor        : Desi Utami

Rektor UGM memanen dan mencicipi buah melon bersama Dekan Fakultas Pertanian dan jajaran pimpinan di UGM 

Rektor UGM memanen buah melon yang ditanam di green house atap gedung di Fakultas Pertanian 

 

Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian UGM Usung Pemanfaatan Bakteri sebagai Pestisida Ramah Lingkungan

Prestasi Friday, 10 May 2024

Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian UGM tahun 2024, Dicky Eka Setyawan, mengusung gagasan kreatif berjudul “Potensi Pemanfaatan Bakteri Antagonis Bacillus spp. Untuk Pestisida Ramah Lingkungan dalam Mendukung SDGs”. Mahasiswa yang berasal dari Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2020 tersebut mengatakan bahwa bakteri antagonis Bacillus memiliki sifat tidak toksik dan kuat terhadap stres lingkungan. 

“Untuk mendukung SDGs, saya memilih Bacillus karena ramah lingkungan dan tidak toksik. Secara bioekologi pun bakteri ini kuat terhadap stres lingkungan sehingga sesuai dengan beberapa tujuan SDGs, yaitu nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim, nomor 3 tentang Kesehatan, nomor 14 tentang ekosistem laut, dan nomor 15 tentang ekosistem darat,” jelas Dicky, yang saat ini juga menjadi mahasiswa program Fast-Track.

Dicky mengakui, dirinya termotivasi mengikuti ajang mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas karena melihat kesempatan besar untuk menguji kemampuan diri dan memperluas relasi. Tak hanya itu, ia juga terdorong untuk terus belajar dan berkembang dengan bertemu mahasiswa perwakilan fakultas lainnya yang tidak kalah hebat.

Mendukung prestasinya, Dicky memiliki pengalaman pengabdian di bawah naungan Dewan Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM pada tahun 2021. Selama kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Padukuhan Duwet, Kulon Progo, Dicky mengedukasi anak-anak tentang isu sampah, seperti pengenalan jenis sampah dan manfaat daur ulang sampah.

“Dulu saya mengajari anak-anak Padukuhan Duwet tentang bagaimana memanfaatkan sampah untuk daur ulang. Ada praktik bersama juga, seperti membuat kreasi dari daun kering dan botol plastik,” jelas Dicky.

Setelah berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian UGM, Dicky berharap kedepannya bisa berkontribusi di berbagai kegiatan atau ajang kompetisi lainnya. Ia pun juga bertekad untuk menggandeng mahasiswa lainnya dalam membawa nama baik Fakultas Pertanian UGM dimanapun dan kapanpun.

Kegiatan ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Dicky

Lanjutkan Kerja Sama, Fakultas Pertanian UGM dan Bank Indonesia DIY Fokuskan Diseminasi Inovasi untuk Ketahanan Pangan

beritakerjasama Tuesday, 30 April 2024

Setelah melakukan demplot padi varietas Gamagora di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Fakultas Pertanian UGM bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY melanjutkan program pengembangan klaster padi sistem hamparan dengan berfokus pada pendayagunaan input organik dan tata kelola air berkelanjutan. Dalam diskusi yang dihadiri langsung oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. pada Jumat, 26 April 2024, kedua pihak menyadari pentingnya memaksimalkan pemanfaatan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan.

Dari hasil diskusi, program pengembangan klaster padi sistem hamparan akan mengimplementasikan empat jenis pelatihan dan pendidikan dalam upaya mendiseminasikan berbagai inovasi kepada para petani, yaitu 1) pelatihan optimalisasi penggunaan pupuk hayati dan organik, 2) pelatihan optimalisasi tata kelola air, 3) pelatihan penggunaan perangkat uji tanah sawah (PUTS), serta 4) pelatihan pengembangan model budidaya sistem hamparan. Selama berjalannya program, Fakultas Pertanian UGM akan memberikan dampingan dan bimbingan mengenai penggunaan pupuk hayati, manajemen lahan organik, sampai partisipasi dalam budidaya sistem hamparan.

Di sisi lain, Bank Indonesia DIY sebagai mitra akan memberikan dukungan fasilitas dan penciptaan ekosistem bisnis pertanian komoditas padi untuk peningkatan produksitivitas, stabilitas produksi, dan peningkatan skala usaha. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Fungsi Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah BI DIY, Maya Mulyawati.

Selain Bank Indonesia DIY, mitra lain yang terlibat dalam program ini adalah pemerintah daerah dan petani dari kelompok tani terpilih. Harapannya, program ini  dapat mendukung peningkatan kinerja ekonomi daerah melalui produksi padi yang sehat, efisien, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani padi di Kabupaten Kulon Progo. Program ini pun menjadi upaya mewujudkan tujuan SDGs, antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Petani Sentolo Buktikan Keunggulan Padi Gamagora

berita Thursday, 25 April 2024

Petani yang tergabung dalam Gabunganan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur Sejahtera, Sentolo, Kulon Progo telah melakukan panen perdana padi Gamagora yang ditanam dalam demplot seluas 1 ha dan dibagi menjadi tiga titik. Hasil panen pada Selasa, 23 April 2024 menunjukkan rata-rata 7,52 ton/ha untuk wilayah tengah dan timur, serta rata-rata 7,8 ton/ha untuk wilayah barat dengan usia panen 75 hari setelah tanam. Menurut salah satu petani, hasil tersebut termasuk sangat baik mengingat usia panennya yang jauh lebih pendek dibandingkan usia panen padi varietas lainnya.

“Padi Gamagora yang hari ini kita panen hanya berusia 75 hari setelah tanam dan bisa sampai rata-rata 7 ton lebih per hektarenya. Saya rasa ini sangat menguntungkan, terutama nantinya di musim tanam kedua yang masa basahnya lebih pendek,” ujar Pak Bandi, salah satu petani penanam padi Gamagora.

Setelah kegiatan panen, dilakukan diskusi antara seluruh pihak yang terlibat, yaitu tim peneliti Fakultas Pertanian UGM, perwakilan Bank Indonesia DIY, perangkat pemerintahan setempat, petugas penyuluh lapangan (PPL), petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT), dan para petani. Dalam diskusi tersebut, PPL Kalurahan Tuksono, Anis Prasetyo, menyampaikan bahwa penanaman padi Gamagora telah menggunakan pupuk organik cair yang merupakan bantuan dari Bank Indonesia. Selain itu, ia menilai hasil panen padi Gamagora menunjukkan potensi yang cukup optimal apabila dibandingkan dengan hasil panen padi varietas lainnya.

“Selain panen padi Gamagora, tadi kita juga lakukan pemananen padi varietas Ciherang dan didapatkan hasil 7,01 ton/ha. Saya rasa, perbedaan yang cukup signifikan antara hasil panen Ciherang dan Gamagora memperlihatkan potensi Gamagora yang dinilai optimal,” jelas Anis.

Dari segi ketahanannya terhadap hama, POPT Kapanewon Sentolo, Farliana Wardani, menjelaskan hasil pengamatannya menunjukkan bahwapadi varietas Gamagora tidak diserang terlalu banyak hama. Walaupun terdapat hama wereng, tetapi belum dilakukan pengendalian yang berarti karena populasi dan intensitas serangannya masih termasuk sangat sedikit.

Perwakilan Bank Indonesia DIY, Maya, yang turut hadir pun mengutarakan rasa terima kasihnya atas semangat dari para petani dalam kerja sama demplot padi Gamagora sehingga dapat merasakan secara langsung keunggulan salah satu inovasi Fakultas Pertanian UGM. Ia pun menyampaikan rencana selanjutnya adalah pembangunan rumah pupuk bagi para petani di Sentolo untuk mencapai mandiri pupuk.

“Kami bersama Fakultas Pertanian UGM sedang dalam proses membuat perencanaan pembangunan rumah pupuk untuk Sentolo yang akan dieksekusi pada tahun ini. Kami harap, ini akan membawa manfaat yang lebih lagi untuk para petani Sentolo,” ungkap Maya.

Kerja sama dalam pembuatan demplot padi Gamagora ini menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk mencapai tujuan SDGs, antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Lakukan Edukasi Pengolahan Sampah di Selopamioro melalui Program SUIJI-SLP

beritaPrestasi Monday, 1 April 2024

Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian UGM mengikuti kegiatan SUIJI-SLP (Six University Initiative Japan Indonesia-Service Learning Program) 2024 yang dilaksanakan di Selopamioro, Imogiri, Bantul, DIY pada 1-9 Maret 2024. Mereka melakukan edukasi penanganan sampah, seperti memilah dan mengolah sampah. Bekerja sama dengan para mahasiswa dari Jepang, mereka juga mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah organik menggunakan sumur serapan biopori agar nantinya bisa dipanen sebagai pupuk.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu mahasiswa yang mengikuti SUIJI-SLP 2024, Fashihah Mutamimah, mahasiswi Proteksi Tanaman angkatan 2020.

“Kami di Selopamioro itu kegiatannya seperti KKN tapi versi singkatnya saja. Beranjak dari permasalahan sampah di TPA Piyungan, kami berusaha mengedukasi masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah, salah satunya dengan biopori. Biopori kami pilih karena Desa Jetis, Selopamioro memiliki riwayat banjir, sehingga harapannya biopori dapat membantu upaya pencegahan banjir,” ungkap Fashihah.

Selama kegiatan, Fashihah juga mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang berkesan dari para mahasiswa Jepang, seperti ketepatan waktu selama kegiatan dan keterbukaan dengan segala jenis informasi. Hal ini juga dirasakan oleh Franky Sanja Galingging (Ilmu Tanah 2023) yang melihat bagaimana luasnya perspektif mahasiswa Jepang dalam mengatasi sesuatu.

“Saya  belajar dari teman-teman mahasiswa Jepang tentang bagaimana mereka mengatasi suatu masalah dari perspektif yang berbeda. Selain itu, saya juga jadi bisa belajar bahasa Jepang, walaupun baru sedikit-sedikit,” tambah Franky.

Tidak hanya mereka yang belajar dari mahasiswa Jepang, tetapi juga mereka memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa Jepang, seperti yang disampaikan oleh Zikra Fathin Nabila (Mikrobiologi Pertanian 2021).

“Saya dan teman-teman juga menjelaskan kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat super dan ramah. Rasanya bangga sekali sebagai mahasiswa Indonesia dan bisa menceritakan budaya-budaya Indonesia ke mahasiswa Jepang,” ujar Zikra.

 

Bagi Fashihah, Franky, dan Zikra, kegiatan SUIJI-SLP 2024 ini memiliki beberapa nilai penting dalam kehidupan, antara lain menumbuhkan tingkat kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, toleransi terhadap keragaman budaya, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, meningkatkan rasa percaya diri, serta berkontribusi dalam menciptakan keberlanjutan bagi komunitas lokal dan global. Melalui program ini, Fakultas Pertanian UGM menunjukkan upayanya mencapai tujuan SDGs, seperti tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Mahasiswa

Fakultas Pertanian UGM bersama Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementan RI Lakukan Kajian Lalat Buah pada Manggis

beritakerjasama Monday, 1 April 2024

Pada Rabu, 27 Maret 2024, Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengunjungi Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM dalam rangka melakukan uji host determination lalat buah pada buah manggis yang dilakukan di Greenhouse Departemen HPT dan diskusi di Laboratorium Entomologi Dasar Fakultas Pertanian UGM. Uji ini dimaksudkan untuk menjadi bukti ilmiah justifikasi bahwa lalat buah tidak menyerang buah manggis, sehingga nantinya akan bisa diekspor ke Taiwan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Suputa, S.P., M.P., selaku ahli lalat buah dalam kerja sama antara Departemen HPT, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan Direktorat Perlindungan Hortikultura Kementan, bahwa kerja sama ini dimaksudkan untuk menghasilkan aktivitas penelitian yang nantinya mampu digunakan untuk meyakinkan para negara mitra dagang, khususnya terkait komoditas buah manggis.

“Manggis itu sebenarnya sudah terkenal di berbagai negara. Selain karena kandungannya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, manggis juga terkenal karena kekhasannya memiliki mahkota. Saat ini, Taiwan menjadi salah satu negara tujuan ekspor manggis yang memberlakukan syarat terbebasnya manggis dari lalat buah. Maka dari itu, hasil penelitian ini nanti akan di-publish di jurnal internasional untuk meyakinkan negara mitra dagang bahwa manggis bukan merupakan inang lalat buah,” jelas Suputa.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Direktorat Perlindungan Hortikultura, Evy Octavia, S.P., M.P., menambahkan bahwa kajian atau penelitian ini memilih Departemen HPT UGM sebagai mitra karena dipandang kompeten dalam bidang hama dan penyakit tumbuhan, terutama Dr. Suputa yang merupakan ahli lalat buah. Dalam penelitian ini, lalat buah yang digunakan merupakan lalat buah hasil pengembangbiakan oleh BBPOPT, sejak tahun 2010.

Hal tersebut disampaikan oleh Willing Bagariang, S.P., M.Si., selaku salah satu POPT dari BBPOPT.

“Sementara ini, kita menggunakan 2 spesies lalat buah yang selama tahun 2010 sudah kami perbanyak, setelah adanya kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam ekspor mangga,” ujar Willing.

Kerja sama dalam bentuk penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu wujud nyata dukungan Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai tujuan SDGs, yaitu SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

Faculty of Agriculture UGM and Faculty of Agriculture, Yamagata University Take a Significant Step Towards a Partnership on Double Degree Master Programs

beritakerjasama Saturday, 30 March 2024

On Thursday, 21 March 2024, a meeting was held at Faculty of Agriculture UGM regarding the initiation of an academic collaboration between Faculty of Agriculture, Yamagata University and Faculty of Agriculture UGM on double degree program for Master’s study programs. The meeting was attended by Dean, Vice Deans, Department Heads and Master Study Program Heads in Agriculture study field of Faculty of Agriculture UGM, and Coordinator of Academic Exchange from Yamagata University, Prof. Keitaro Tawaraya.

During the meeting, both parties delved into the configuration of partnership’s agreement, formulating the most feasible and beneficial scheme for the students and institutions. As a highlight, the double degree program will enable Master’s students to acquire two Master’s degrees in two years, with one year study at Host University. Regarding the thesis supervision, the students will have supervisors from Faculty of Agriculture, Yamagata University and Faculty of Agriculture UGM.

Prof. Tawaraya stated, “There will be one main supervisor and one sub-supervisor from home university, also one sub-supervisor from the other university.”

The productive engagement meeting was fruitful and received positive responses from both sides. It was definitely not the final meeting, but it was a beginning step towards further discussion. Hopefully, the partnership itself and the outcomes of upcoming double degree programs will contribute to the achievement of SDG 4: Quality Education, SDG 15: Life on Land, and SDG 17: Partnerships for the Goals.

 

Stay tuned for further details as the academic collaboration between Faculty of Agriculture UGM and Faculty of Agriculture, Yamagata University continues to establish.

 

Author : Sha

Editor  : Hanita Athasari Zain

 

Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Pertanian UGM Gelar Edukasi Penanaman Tanaman Hias di Sekolah Marjinal Yogyakarta

berita Monday, 25 March 2024

Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Pertanian UGM (Plantagama) yang memasuki usia 40 tahun, berkolaborasi dengan Komunitas Sekolah Marjinal (KSM) Yogyakarta untuk menggelar kegiatan sosialiasasi penanaman di Sekolah Marjinal Babarsari, Kledokan, Depok, Sleman, DIY, pada Selasa, 19 Maret 2024.

Kegiatan sosialisasi penanaman tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan perayaan Lustrum ke-40 Plantagama. Nia Audewi (mahasiswi S1 Agronomi angkatan 2023) selaku Ketua Panitia Lustrum ke-40 Plantagama menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi penanaman ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan bagi anak-anak, serta sebagai wadah menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman.

“Kolaborasi kami dengan KSM ini bertujuan untuk sebagai wadah edukasi bagi anak-anak dalam memanfaatkan barang bekas, seperti menggunakan botol bekas sebagai pot tanaman. Dari kegiatan ini, kami berupaya untuk meningkatkan rasa peduli terhadap lingkungan dalam diri anak-anak di sekolah marjinal,” jelas Dewi.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Plantagama beserta pengurus KSM memberikan edukasi penanaman tanaman hias dengan botol bekas yang telah diwarnai. Selain itu, mereka juga mengajak anak-anak untuk membuat cap tangan menggunakan media cat air. Kegiatan ditutup dengan buka bersama dan pemberian hadiah.

Dewi menambahkan, kegiatan sosialisasi dan edukasi penanaman ini merupakan rangkaian kegiatan kedua, setelah diadakannya donor darah sebagai rangkaian pertama pada 13 Maret 2024 lalu. Nantinya, puncak acara lustrum akan dilaksanakan pada 27 April 2024 dengan kegiatan Temu Reuni Alumni Plantagama.

Kegiatan ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Plantagama

Fakultas Pertanian UGM Bersama University of Passau Genjot Pertanian Berkelanjutan Melalui Adopsi Uji Tanah Sawah

beritakerjasama Wednesday, 13 March 2024

Pertanian berkelanjutan memfokuskan pada aktivitas produksi pertanian yang memperhatikan kondisi lingkungan, seperti penggunaan pupuk yang tidak berlebih. Untuk dapat menentukan dosis dan jenis pupuk yang sesuai, perangkat uji tanah sawah (PUTS) perlu untuk digencarkan kepada para petani. Melalui kolaborasi bersama University of Passau, Germany, Fakultas Pertanian UGM melakukan penelitian mengenai pengetahuan petani tentang kesehatan tanah dan tingkat adopsi PUTS. Penelitian disertai pelatihan dengan memanfaatkan fasilitas Lentera Desa, sebuah platform pelatihan secara daring yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian UGM.

Hal tersebut disampaikan oleh Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D., selaku koordinator tim peneliti Fakultas Pertanian UGM.

“Kolaborasi kami dengan University of Passau sudah sejak 2021 dengan menitikberatkan pada pertanian organik dan berkelanjutan. Dari hasil penelitian, kami menemukan fakta bahwa belum semua petani memahami kesehatan tanah dan bagaimana cara penggunaan PUTS,” jelas Raya.

Hasil penelitian dipaparkan dalam Academic dan Policy Workshop dengan tema “Sustainable Agriculture, Digital Extension, and Soil Testing Adoption by Smallholder Farmers” yang digelar pada 5-6 Maret 2024 di Yogyakarta dan 7 Maret 2024 di Bogor. Workshop tersebut bertujuan untuk mengumpulkan gagasan dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintahan, akademisi, petani/praktisi, non-government organization (NGO), serta peneliti untuk bersama-sama memetakan potensi pengembangan inovasi pengelolaan kesehatan tanah dan meningkatkan kesiapan petani untuk mengadopsi inovasi perangkat uji tanah sawah.

“Dengan adanya workshop ini, terutama dalam policy workshop, harapannya bisa mengajak pemerintah untuk lebih menggalakkan penyuluhan dan pendampingan penggunaan PUTS agar petani dapat menentukan jumlah pupuk yang sesuai,” tambah Raya.

Pada workshop tersebut, koordinator tim University of Passau, Prof. Michael Grimm, bersama koordinator lapangan, Dr. Nathalie Luck, turut hadir secara langsung dan menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan bersama Fakultas Pertanian UGM berfokus pada perubahan perilaku petani dalam penggunaan pupuk.

“Melalui sesi materi penyuluhan dan praktik penggunaan perangkat uji tanah sawah, terdapat perubahan perilaku petani dalam penggunaan pupuk, seperti mengurangi penggunaan pupuk nitrogen kimia. Proses adopsi oleh petani menunjukkan beberapa perbedaan, di mana sebagian petani tidak mengadopsi, beberapa mengadopsi kembali, dan sebagian lainnya mengadopsi setelah penyuluhan berulang kali,” ujar Nathalie.

Kegiatan ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain, Siti Fatonah

Foto: Dokumentasi Panitia

 

Ciptakan Momen di Tahun Kabisat, Prof. Siwi Indarti Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Nematologi Pertanian

berita Monday, 4 March 2024

Tahun kabisat kerap memiliki maknanya tersendiri karena penambahan satu tanggal yang hadir sekali setiap 4 tahun lamanya. Tahun 2024 yang merupakan tahun kabisat menjadi momen terindah bagi Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., atas dikukuhkannya menjadi Guru Besar Bidang Nematologi Pertanian di Balai Senat Universitas Gadjah Mada pada Kamis, 29 Februari 2024.

Siwi adalah seorang dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM sejak tahun 1993. Beliau diangkat menjadi guru besar sesuai Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada 1 Agustus 2023 silam. Dosen yang juga menjabat sebagai Sekretaris Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan tersebut membacakan pidato pengukuhan yang berjudul “Peran Fungsional Nematoda dalam Keberlanjutan Ekosistem Pertanian Sehat untuk Mendukung Ketahanan Pangan”.

Melalui pidatonya, Siwi menegaskan bahwa bidang nematologi menjadi salah satu bidang kajian ilmu yang dibutuhkan untuk mewujudkan ekosistem pertanian sehat demi tercapainya ketahanan pangan dengan mempelajari nematoda. Nematologi akan mampu mendorong penelitian terintegrasi sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar dalam proses produksi pertanian.

“Pertanian diperlukan untuk mendukung perekonomian, mewujudkan ketahanan pangan, menyerap tenaga kerja, penanggulangan kemiskinan, dan lain-lain. Ketahanan pangan sendiri mencakup 3 dimensi, yaitu ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Di sinilah bidang nematologi dibutuhkan, suatu disiplin ilmu yang mempelajari nematoda,” terangnya.

Kegiatan ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

 

1…11121314

BERITA FAKULTAS

  • ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan
    28/04/2026
  • Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan
    28/04/2026
  • Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026
    28/04/2026
  • Athifah Rahmadhani Raih Emas di 15th Silent Knight Karate Cup 2026
    28/04/2026
  • ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB
    24/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju