
Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Satru Jnana (@satru.jnana) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Kerambitan dan Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Titi Susanti, S.S., M.P.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Mengusung tema Integrasi Ekosistem Desa Mandiri: Sinergi Agro, Teknologi, dan Kesehatan Menuju Akselerasi Digital dan Ekonomi Sirkular berbasis Asset-Based Community Development, Tim Satru Jnana menghadirkan inovasi pertanian melalui dua program kerja utama, yaitu ACA (Ayo Cek Ketersediaan Air) berupa sosialisasi pengelolaan air dalam usaha tani padi menggunakan metode alternate wetting and drying (AWD) dan Media Check Up Tanah melalui sosialisasi kesehatan tanah melalui pemeriksaan sederhana untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Program dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di Subak Kerambitan dan 1 Agustus 2026 di Subak Mumbu, Desa Kukuh, dengan sasaran utama para petani.

Kegiatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan pengairan yang tidak selalu stabil serta pemeriksaan pH tanah yang sebelumnya hanya dilakukan saat ada kunjungan dari dinas pertanian atau PPL. Meski demikian, antusiasme petani sangat tinggi. Kedua ketua subak menyambut baik program ini, sementara para petani aktif bertanya mengenai cara penggunaan, dampak, dan manfaat teknologi yang diperkenalkan.

Ketua Subak Mumbu, Desa Kukuh menyampaikan, “Program kerja adik-adik selama KKN sangat baik dan dapat membantu memberikan solusi bagi petani untuk mengembangkan potensi pertanian ke depannya. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi adik-adik untuk membantu warga kami, khususnya di subak kami”
Tim KKN-PPM Satru Jnana berharap program ini dapat membantu petani menambah pengetahuan mengenai pH tanah sehingga mampu menghadapi permasalahan lahan dengan lebih baik. Selain itu, penerapan metode irigasi AWD diharapkan dapat dilanjutkan sebagai upaya penghematan air sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca akibat genangan air pada sawah.

Program kerja Tim Satru Jnana memiliki relevansi strategis dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui sosialisasi pengelolaan air dengan metode alternate wetting and drying (AWD) serta pemeriksaan kesehatan tanah yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian padi dan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas petani mengenai pengelolaan air, penerapan metode AWD, serta pemeriksaan sederhana kesehatan tanah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui program ACA (Ayo Cek Ketersediaan Air) yang berkontribusi pada efisiensi penggunaan air dalam sistem irigasi sawah, sejalan dengan tujuan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan inovasi teknologi dan metode pengelolaan air serta pemantauan kesehatan tanah yang dapat mendukung pengembangan praktik pertanian yang lebih adaptif dan efisien, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemeriksaan pH tanah dengan metode sederhana yang mendorong praktik pertanian yang lebih bijak, efisien, dan berkelanjutan, sehingga mendukung pola produksi yang bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan irigasi AWD yang tidak hanya menghemat air, tetapi juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca dari lahan sawah tergenang, sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, serta SDG 15: Kehidupan di Darat melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan ekosistem pertanian yang mendukung perlindungan serta pemanfaatan sumber daya darat secara berkelanjutan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Nasywa Khaylila Zahra, Tim KKN-PPM UGM Satru Jnana