• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • page. 3
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Fakultas Pertanian UGM Gelar Jalan Sehat Dies Natalis ke-79 Dukung Program Health Promoting University

berita Monday, 22 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menggelar kegiatan Jalan Sehat sebagai bagian dari rangkaian Family Gathering Dies Natalis ke-79, pada Minggu, 14 September 2025. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap program Health Promoting University (HPU) yang dicanangkan UGM.

Rute jalan sehat dimulai dari halaman Fakultas Pertanian UGM sebagai titik start, kemudian melewati kawasan kampus UGM seperti Balairung, FISIPOL, Perpustakaan Pusat, FEB, FIB, Grha Sabha Pramana, UC Hotel, Masjid Kampus, Museum UGM, Fakultas Psikologi, Fakultas Filsafat, dan Fakultas Hukum, sebelum kembali berakhir di Fakultas Pertanian.

Acara ini diikuti oleh keluarga besar Fakultas Pertanian, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga keluarga masing-masing. Ketua Dies Natalis ke-79, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa jalan sehat dipilih karena menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat silaturahmi.

“Dengan jalan sehat, kita tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan. Inilah semangat Health Promoting University yang ingin kita wujudkan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum penting mempererat kebersamaan sivitas akademika beserta keluarga. Melalui suasana santai dan penuh keakraban, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan keluarga dapat berinteraksi lebih dekat, membangun solidaritas, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fakultas. Jalan sehat juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik sekaligus meningkatkan kesejahteraan mental, menjadikannya ajang yang bermanfaat secara holistik bagi seluruh peserta.

Suasana semakin meriah dengan penampilan Dharma Wanita Fakultas Pertanian yang membawakan berbagai lagu menggunakan kesenian angklung. Selain itu, panitia juga menyiapkan beragam doorprize menarik, mulai dari peralatan rumah tangga seperti setrika, kompor, kulkas, dan mesin cuci, hingga hadiah utama berupa sepeda dan motor listrik.

Dengan penuh semangat, Jalan Sehat Dies Natalis ke-79 Faperta UGM tahun ini tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga meneguhkan komitmen fakultas dalam mengedepankan gaya hidup sehat, berkelanjutan, dan penuh kebersamaan. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari program Health Promoting University, sekaligus mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

 

STIVALUTION Sulap Sampah Plastik dan Sekam Padi Menjadi Bahan Bakar Industri yang Ramah Lingkungan

berita Thursday, 4 September 2025

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam perlombaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), melalui unitnya yaitu Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). PKM terdiri dari 9 bidang, sedangkan bidang PKM yang diikuti adalah PKM Kewirausahaan (PKM-K). Kelima mahasiswa tersebut adalah Gayuh Dewi Mahesa (S1 Teknologi Industri Pertanian 2023) sebagai ketua tim, Ikhsan Setiawan (S1 Teknologi Industri Pertanian 2023), Octavia Riezqi Yusandra (S1 Proteksi Tanaman 2023), Vanky Agrinda Tama (S1 Teknik Mesin 2024), dan Muchammad Zakky Pratama (S1 Manajemen Kebijakan Publik 2024) yang dibersamai dengan dosen pembimbing dari Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P. Setelah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari seleksi internal oleh pihak UGM hingga seleksi oleh pihak Belmawa, tim PKM-K berhasil lolos pendanaan dengan mendapatkan pendanaan penuh dari Simbelmawa.

Inovasi yang ditawarkan oleh tim PKM-K adalah STIVALUTION yaitu produk bahan bakar industri yang ramah lingkungan berbentuk biopelet dengan bahan baku sampah plastik kategori Low Density Polyethylene (LDPE) dan sekam padi. Penggunaan kedua bahan baku ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekam padi yang jarang dimanfaatkan. “Kami memanfaatkan sampah plastik LDPE seperti kantong plastik dan sekam padi yang terbuang begitu saja menjadi bahan bakar ramah lingkungan agar dapat memiliki nilai jual,” jelas Gayuh.

“Sampah plastik LDPE menghasilkan nilai kalor yang tinggi dengan nyala api yang stabil, sedangkan sekam padi mengandung senyawa lignin apabila dibakar menghasilkan minim asap dengan nilai kalor ±3.000 kkal/kg. Hal ini mendorong kami menggabungkan kedua bahan tersebut untuk dijadikan bahan bakar alternatif,” tambah Octa.

STIVALUTION memiliki target pasar industri kecil dan menengah, seperti usaha pembuatan Bakpia Pathok, penggorengan kerupuk, catering, dan pembuatan batu bata. Harapannya melalui inovasi baru dari produk STIVALUTION dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi sampah plastik dan sekam padi di Indonesia dan menghadapi habisnya bahan bakar tidak terbarukan seperti batu bara di masa mendatang. Kini, STIVALUTION telah diperjualbelikan melalui e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada untuk menjangkau customer hingga seluruh Indonesia. Customer dapat menemukan produk pada bar pencarian dengan nama toko “STIVALUTION”.

Langkah kecil dari tim STIVALUTION merupakan salah satu upaya untuk ikut serta menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra
Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM Sosialisasikan Pelayanan Gedung AGLC untuk Optimalisasi Fasilitas Penelitian

berita Thursday, 4 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai layanan dan fasilitas Gedung Agrotropical Learning Center (AGLC) pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, bertempat di Gedung AGLC. Acara ini ditujukan bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana serta terbuka untuk seluruh mahasiswa pascasarjana.

Sosialisasi ini dibuka oleh Dr. Dyah Weni Respatie, S. P., M. Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya AGLC sebagai fasilitas pendukung utama dalam perlaksanaan riset.

“Sosialisasi pelayanan AGLC merupakan langkah awal bagi mahasiswa pascasarjana dalam menghasilkan publikasi-publikasi yang luar biasa. Keberadaan fasilitas AGLC diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa”, tambah Weni.

Muhammad Saifur Rohman, S. P., M. Si., M. Eng., Ph. D., selaku Manajer AGLC, menyampaikan bahwa AGLC merupakan fasilitas paling advanced di lingkungan Fakultas Pertanian yang ditujukan untuk memfasilitasi riset mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam pengembangan teknologi dan praktik budidaya yang adaptif terhadap iklim tropis.

Pelayanan yang tersedia di AGLC meliputi beberapa ruang kelas, laboratorium penelitian untuk mahasiswa pascasarjana, Laboratorium Pertanian Terintegritas, Pusat Riset dan Pengembangan untuk Budidaya Petanian dan Industri Pertanian, Venture Laboratory untuk kolaborasi, meeting room, serta student room.

Fasilitas alat yang tersedia di AGLC dan dapat dimanfaatkan mencakup berbagai peralatan canggih, seperti Peralatan Analisis Kimia (LC/MSMS, GC/MS, HPLC, HPLC Semi Prep, FTIR, XRF), Peralatan Genetika dan Biologi Molekular (2D-Mini Protean, Spectophotometer BioDrop, SDS-PAGE, Electroporator, Particle Bombardment, quantitative PCR). Peralatan Biologi Sel (Flow Cytometry, Mikroskop), Peralatan Paket Fotosintesis, serta Peralatan Pendukung Lainnya (Growth Chamber, BSC Class II, Deep Freezer).

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap prosedur operasional standar (SOP) dan prinsip keselamatan kerja di laboratorium (Laboratory Safety). Hal ini bertujuan membangun kesadaran mahasiswa agar dapat menggunakan fasilitas secara aman dan bertanggung jawab, menciptakan lingkungan riset yang tertib, aman, dan produktif.

Gedung Agrotropical Learning Center (AGLC) dibangun dalam rangka percepatan perwujudan Smart Eco-Bioproduction. Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa pascasarjana dapat memaksimalkan pemanfaatan AGLC sebagai sarana yang mendukung riset dan pengembangan di sektor pertanian. Hal ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam Program Pembangunan SGDs Global yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Naomi Cahaya Dewi
Editor: Desi Utami
Dokumentasi Media Faperta

Faperta UGM Gelar Masterclass “ClimMob: Citizen Science Method on Farming Testing”

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Masterclass “ClimMob: A Citizen Science Method on Farming Testing” pada Rabu, 27 Agustus 2025 di Venture Lab AGLC, Lantai 6. Acara ini menghadirkan Prof. Edward Carey dari Kansas University, Amerika Serikat, sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, Prof. Carey mengambil contoh komoditas ubi jalar sebagai salah satu komoditas strategis dunia. Ia menjelaskan bahwa selain varietas unggul dari Tiongkok, banyak negara di Afrika seperti Tanzania, Uganda, Angola, dan Nigeria juga berhasil mengembangkan ubi jalar dengan produktivitas tinggi. “Ubi jalar dahulu dikenal sebagai tanaman pangan tradisional untuk ketahanan pangan, tetapi kini berkembang menjadi komoditas bernilai tinggi dengan rantai pasok modern. Produk olahan ubi jalar, seperti roti dan mi, bahkan bisa menjadi alternatif pengganti tepung gandum, yang relevan bagi Indonesia yang tidak cocok menanam gandum,” terangnya.

Prof. Carey juga menekankan sifat ubi jalar yang sangat heterozigot, heksaploid, dan dapat diperbanyak secara klonal mampu mendorong kemajuan baru dalam genomik. Dengan sumber daya genetik global termasuk CIP (Center International Potato) genebanks, national genebanks, serta program pemuliaan—upaya percepatan pemuliaan ubi jalar terus dilakukan secara kolaboratif. “Pemuliaan membutuhkan tim multidisiplin, mulai dari pemulia, ahli benih, peneliti pangan, hingga pakar sosial dan gender,” tambahnya.

Masterclass ini juga memperkenalkan ClimMob, sebuah perangkat lunak daring berbasis citizen science yang dirancang untuk mendukung eksperimen pertanian skala besar secara partisipatif. Platform ini memungkinkan ribuan partisipan, mulai dari petani, konsumen, hingga masyarakat umum, untuk ikut berkontribusi dalam pengujian berbagai teknologi pertanian, seperti varietas tanaman, produk pangan, maupun praktik agronomi.

ClimMob mengusung pendekatan baru dalam citizen science melalui metode tricot (triadic comparison of technologies) yang menyederhanakan proses eksperimen. Dalam metode ini, petani membandingkan tiga perlakuan berbeda untuk menilai teknologi atau varietas yang lebih unggul. Data preferensi yang terkumpul kemudian dianalisis dengan model Plackett-Luce, menghasilkan informasi yang akurat dan relevan. Didukung oleh alat open-source, ClimMob membantu peneliti memahami tren secara mendalam sekaligus mempercepat inovasi pertanian demi ketahanan pangan global.

“Metode tricot memungkinkan peneliti memahami preferensi petani dan konsumen secara lebih akurat, baik dari sisi agronomis maupun kualitas pascapanen, seperti rasa, tekstur, warna, hingga daya simpan,” jelas Prof. Carey. Platform ini telah dikembangkan melalui situs climmob.net dan 1000farms.climmob.net, yang memungkinkan distribusi paket percobaan, pengumpulan data genotipe-fenotipe, serta analisis preferensi secara terintegrasi.

Kegiatan ini memperkuat peran Fakultas Pertanian UGM sebagai pusat kolaborasi global dalam inovasi pertanian berkelanjutan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Faperta UGM Luluskan 199 Wisudawan Pada Purna Wisuda Pascasarjana Periode IV TA 2024/2025

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyelenggarakan Purna Wisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Ajaran 2024/2025 pada Kamis, 28 Agustus 2025. Sebanyak 199 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda Program Sarjana Faperta UGM, terdiri atas 62 wisudawan dan 137 wisudawati. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro.

Momen wisuda diawali dengan sambutan dari Nazla Amanda Kamila, lulusan terbaik Fakultas Pertanian dari Program Studi Proteksi Tanaman dengan IPK 3,98 dan masa studi 3 tahun 11 bulan 2 hari. Dalam pidatonya, Nazla mewakili para wisudawan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak atas capaian ini. “Mewakili para wisudawan, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika Faperta UGM atas bimbingan dan dedikasi yang telah mengantarkan kami meraih gelar sarjana. Ucapan terima kasih juga saya persembahkan untuk orang tua dan keluarga atas doa, kerja keras, serta pengorbanan yang tak ternilai. Untuk teman seperjuangan, terima kasih telah berdinamika dan bertumbuh bersama. Hari ini adalah kebahagiaan bagi kita semua, atas gelar yang telah kita capai,” ujar Nazla.

Tidak hanya itu, Nazla juga berpesan kepada para wisudawan, “Bertambahnya gelar bukan berarti segalanya telah usai. Sebagai alumni, mari wujudkan semangat locally rooted, globally respected. Pertanian memberi akar, perikanan memberi arus kehidupan. Dengan keduanya, kita berakar kuat pada tanah air sekaligus siap berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik. Teruslah belajar dan beradaptasi agar dapat bermanfaat, karena setiap langkah kecil akan menuntun kita menuju tujuan yang besar.”

Selanjutnya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., memberikan apresiasi sekaligus pesan moral kepada para lulusan. Beliau menyampaikan, “Ada tiga hal yang ingin saya titipkan. Pertama, teruslah belajar dan beradaptasi, ikuti perkembangan teknologi, karena kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses di masa depan. Kedua, jadilah agen perubahan. Gunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan solusi bagi masyarakat, serta menjadi inovator dan kontributor bagi para petani. Ketiga, junjung tinggi integritas. Bekerjalah dengan jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab, sebab kesuksesan sejati dibangun di atas fondasi integritas dan kolaborasi. Pada pundak kalianlah harapan besar ini dititipkan, agar menjadi alumni yang membanggakan, sukses, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.”

Perwakilan orang tua, Dr. Sugito, S.IP., M.Si, turut menyampaikan rasa terima kasih terhadap seluruh sivitas akademika Faperta UGM yang telah memberikan pelayanan akademik yang prima sehingga mayoritas wisudawan dapat lulus dibawah 4 tahun dengan peringkat cumlaude. Tidak hanya itu, Dr. Sugito juga turut menyampaikan rasa bangga dan pesan kepada para lulusan, “Hari ini kalian resmi menyandang gelar Sarjana Pertanian. Terima kasih sudah membuktikan mampu melewati tantangan akademik maupun non-akademik. Jadilah pribadi yang berakar kuat dan bergerak lincah tanpa kehilangan prinsip, serta selalu hormati dosen dan orang tua agar menjadi manusia yang sukses dan mulia.”

Pada periode ini terdapat beberapa wisudawan berprestasi diantaranya adalah wisudawan tercepat atas nama Hirzan Radhiza Naufal dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik dengan IPK 3,7 dan masa studi 3 tahun 8 bulan 0 bulan, serta Kyla Chandrika Perwitasari sebagai lulusan termuda dari Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis dengan IPK 3.79 yang lulus pada usia 20 tahun 11 bulan dan 6 hari.

Melalui wisudawan yang siap berkarya di bidang pertanian dan pembangunan, Faperta UGM kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Perayaan ini sekaligus menjadi kontribusi nyata fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Cerita Seru Amal sebagai Awardee Asean International Mobility Students (AIMS) di Gyeongsang National University, Korea Selatan

berita Tuesday, 2 September 2025

Pada Bulan Agustus hingga Desember 2024 lalu, beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengikuti program Asean International Mobility Students (AIMS). Salah satunya adalah Amalia Sawita Linuwih yang akrab dipanggil Amal, mahasiswi Program Studi Proteksi Tanaman, berbagi pengalamannya selama study exchange di Gyeongsang National University, Korea Selatan. Program AIMS merupakan program kerja sama di bawah kemitraan antar universitas yang berasal dari negara-negara di kawasan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan. Program ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar di luar negeri dalam disiplin ilmu tertentu dan mengembangkan keterampilan belajar dan antarbudaya mereka untuk memperkaya kompetensi global mereka serta berkontribusi pada internasionalisasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

Menurut Amal, mengikuti program AIMS memiliki peluang besar dan kesempatan yang berharga untuk menambah pengalaman di bidang akademik dan non akademik. Selain itu, program ini juga fully funded, sehingga sangat memberikan benefit yang besar bagi para awardee. Amal juga berbagi cerita mengenai perbedaan sistem belajar yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa di Gyeongsang National University. “Dosen disana selalu on time baik masuk dan keluarnya sesuai jadwal. Biasanya kalau tipe dosen kita selalu kasih waktu untuk berdiskusi menganai topik perkuliahan, sedangkan kalau disana tidak diberi kesempatan itu. Jadi kalau mahasiswa bingung dengan pembelajarannya dituntut untuk mencari informasi sendiri contohnya melalui bacaan di perpustakaan,” jelasnya.

Selain perbedaan tipe mengajar dosen, mahasiswa di sana cenderung bersifat individualis karena sistem penilaian yang menggunakan sistem distribusi normal. Amal menjelaskan, “Ketika sudah memasuki masa ujian, pperpustakan pasti penuh sampai mereka rela menginap dan bawa sikat gigi ke perpustakaan. Mereka sangat serius untuk pendidikan, sehingga memotivasi aku untuk lebih rajin belajar dan menyempatkan waktu ketika weekend ke perpustakaan”.

Amal merasa sangat menikmati dunia perkuliahan di luar negeri seperti kegiatan belajar mengajar yang tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. “Salah satu mata kuliah favoritku adalah International Cooperation in Agriculture karena setiap dua minggu sekali ada outdoor learning untuk mengamati pertanian di Korea jadi nggak bosen,” terangnya.

Tentunya menjadi mahasiswa yang merantau ke negeri orang juga mengalami perbedaan dari segi daily life. “Tantangan yang paling basic adalah dasar beretika orang korea dan kendala dalam berkomunikasi. Karena ada beberapa dialek yang sulit didengar dan dimengerti,” tutur Amal. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Amal berusaha untuk adaptasi dengan memperhatikan etika dan cara bersosialisasi melalui teman-temannya yang berasal dari korea serta belajar bahasa korea dengan bantuan aplikasi pendukung untuk memudahkan komunikasi.

Banyaknya pengalaman berharga yang didapatkan Amal melalui AIMS merupakan salah satu upaya Fakultas Pertanian untuk ikut serta menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Fakultas Pertanian UGM Kukuhkan Guru Besar Baru di Bidang Ilmu Entomologi Pertanian

berita Wednesday, 27 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatat capaian akademik penting dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc. sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Entomologi Pertanian. Prosesi pengukuhan berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2025, di Balai Senat, Balairung UGM.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pengelolaan Serangga Hama yang Ramah Lingkungan Berbasis Teknologi Semiokimia untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan”, Prof. Witjak menekankan serangga memiliki peran fundamental dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, tanpa keberadaan serangga, kehidupan di Bumi tidak akan berlangsung. Namun, populasi serangga juga dapat menimbulkan dampak negatif ketika berperan sebagai hama. Kerugian akibat serangan hama pada sektor pertanian tercatat mencapai 18% dari total nilai produksi, dan sebagian besar masih diatasi dengan penggunaan insektisida kimia.

Sebagai solusi atas dampak buruk pestisida kimia, Prof. Witjak menjelaskan pendekatan alternatif melalui teknologi semiokimia. “Strategi pengendalian hama yang inovatif dan ramah lingkungan dapat dilakukan dengan senyawa semiokimia,” jelasnya.

Semiokimia merupakan senyawa kimia yang berperan dalam interaksi antarorganisme. Feromon, misalnya, dihasilkan oleh satu individu dan memicu respons spesifik pada individu lain dalam spesies yang sama, baik berupa feromon seks, alarm, agregasi, maupun penanda wilayah. Sementara itu, allelochemical berperan dalam interaksi antarspesies. Pendekatan ini dinilai spesifik, tidak beracun, dan berkelanjutan.

Prof. Witjak juga mencontohkan pemanfaatan semiokimia sebagai biosensor. Salah satunya dalam mendeteksi senyawa setelah peneluran lalat buah pada salak, yang memunculkan inovasi berupa alat portabel bagi petugas karantina. Teknologi ini bersifat cepat, non-destruktif, dan hemat biaya. Selain itu, aplikasi feromon seks juga telah digunakan untuk mendeteksi keberadaan hama, melakukan penangkapan massal, hingga mengacaukan perkawinan serangga.

“Dengan adanya teknologi semiokimia, pengelolaan populasi hama dapat dilakukan secara spesifik terhadap satu spesies tanpa merugikan organisme lain, sehingga lebih ramah lingkungan,” tegas Prof. Witjak.

Dalam pidatonya, Prof. Witjak juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Rektor UGM, Senat Akademik UGM, Dekanat Faperta UGM, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, para dosen, mitra kerja, serta keluarga atas dukungan yang diberikan sepanjang perjalanan akademiknya.

Pengukuhan ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG) yaitu antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 18: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

Orientasi Pascasarjana Faperta UGM 2025: Pengenalan, Motivasi, dan Strategi Sukses Studi

berita Wednesday, 20 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini diikuti oleh 64 mahasiswa magister reguler, 33 mahasiswa fast track, serta mahasiswa 18 program doktor baik secara luring maupun daring.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., memperkenalkan jajaran wakil dekan, ketua departemen, ketua program studi, serta pimpinan unit-unit penunjang akademik di lingkungan Faperta UGM. Pengenalan ini bertujuan agar mahasiswa baru lebih memahami struktur organisasi fakultas dan mengetahui layanan yang dapat mendukung kelancaran studi mereka.

Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan pesan selamat datang sekaligus dorongan motivasi kepada mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Pertanian UGM. Nanti akan ada banyak sosialisasi dari masing-masing program studi. Mudah-mudahan dengan dimulainya perkuliahan ini para mahasiswa dapat menjalani studi dengan lancar. Kalau ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan pembimbing,” ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa studi pascasarjana berbeda dengan jenjang sarjana. Mahasiswa dituntut lebih mandiri, kreatif, dan aktif mencari berbagai sumber ilmu.

“Berbeda dengan S1, di jenjang ini Anda dituntut untuk lebih kreatif, mandiri, dan aktif mencari peluang. Khusus mahasiswa S3, saya berpesan agar lebih giat lagi karena syarat kelulusan adalah publikasi di jurnal internasional. Kuncinya ada pada semangat dan komunikasi yang baik dengan pembimbing,” tambahnya.

Selain sambutan dari pimpinan fakultas, kegiatan orientasi juga diisi dengan sejumlah materi pembekalan. Di antaranya adalah penyampaian kode etik mahasiswa pascasarjana, pengenalan Faperta UGM, serta alur penyelesaian studi magister yang disampaikan oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai tata tertib akademik, lingkungan kampus, hingga tahapan yang harus ditempuh agar studi dapat diselesaikan tepat waktu.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa selain jalur reguler, penerimaan mahasiswa pascasarjana tersedia melalui jalur fast track yang jumlahnya mencapai 50% dari jalur reguler, serta jalur alumni berprestasi sebagai bentuk apresiasi dari UGM. Untuk program doktor, Faperta UGM membuka dua bidang studi, yaitu Doktor Ilmu Pertanian dan Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis, dengan total 10 minat studi. Salah satunya adalah minat baru Agribusiness and Entrepreneurial Marketing (AEM) yang merupakan hasil kerja sama dengan Markplus. Melalui berbagai jalur dan program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan waktu serta menyusun strategi bersama pembimbing agar dapat lulus tepat waktu.

Selain itu, mahasiswa baru juga mendapatkan materi motivasi dari Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., dosen sekaligus alumni Faperta UGM. Dalam kesempatan tersebut, Firdausi berbagi pengalaman selama menempuh studi pascasarjana melalui program PMDSU, mulai dari manajemen diri, alur studi, hingga persiapan publikasi. Materi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa pascasarjana menyusun strategi studi agar lulus tepat waktu.

Dengan adanya orientasi ini, diharapkan mahasiswa baru dapat memahami lebih dalam sistem akademik yang berlaku di Faperta UGM serta mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Faperta UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

 

Mahasiswa KKN UGM Bakam Bercerita Hadirkan Inovasi Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kemandirian Desa

berita Wednesday, 20 August 2025

Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta UGM) dan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UGM) berperan aktif dalam mendorong kemandirian Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Melalui program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II 2025 yang berlangsung selama 50 hari, tim KKN-PPM UGM Bakam Bercerita yang dibimbing langsung oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menghadirkan berbagai kegiatan yang menggabungkan inovasi pangan, pertanian, dan perikanan berbasis potensi lokal.

Koordinator klaster agro, Ahmad Abdurrohman, menjelaskan bahwa seluruh program dirancang dengan prinsip keberlanjutan dan sesuai kebutuhan warga. “Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menambah wawasan mereka mengenai pemanfaatan sumber daya lokal,” ujar Abdur.

Salah satu program yang diperkenalkan adalah Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan sistem aquaponik, yang dijalankan oleh Cantika Adhelia dari Departemen Perikanan Faperta UGM dan Najma Inayati Hazima dari FTP UGM. Dalam ember berkapasitas 80 liter, ikan lele dibudidayakan di bagian bawah, sementara tanaman seperti kangkung tumbuh di bagian atas dengan memanfaatkan nutrisi dari kotoran ikan. Pelatihan dilakukan secara praktik langsung dan berhasil membuat warga terkesan serta menambah wawasan baru. “Belum pernah terpikirkan menggabungkan ikan dan tanaman. Ini solusi bagus untuk menghemat pengeluaran keluarga,” ungkap Sultanda, salah satu peserta kegiatan.

Di Dusun Sidomulyo, inovasi hadir melalui pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Program ini merupakan sinergi antara Fuad Nur Ikhsan dari FTP UGM dan Rafida Hasna Kholidi dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta UGM. Warga dilatih mulai dari pemilihan singkong, fermentasi, penjemuran, penggilingan, hingga pengolahan MOCAF menjadi brownies yang lezat. Kepala Dusun Sidomulyo, Ibu Fernia, mengapresiasi pelatihan ini karena membuka peluang usaha baru berbasis hasil pertanian lokal.

Di bidang pertanian, tim memperkenalkan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu, yang dijalankan oleh Muhammad Adzka Mumtaz dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM. PGPR berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama. Antusiasme warga terlihat sangat besar—petani hortikultura hingga pekebun kelapa sawit aktif mengikuti praktik pembuatan. Produk PGPR kemudian dibagikan kepada warga pada Festival Bukit Layang untuk mendorong penerapan pertanian berkelanjutan.

Sektor kuliner juga mendapatkan perhatian melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan, yang dibawakan oleh Maria Vania Lucy Nugraha dari Departemen Perikanan Faperta UGM. Peserta belajar menggiling ikan, mencampur bumbu, membentuk, hingga mengukus dimsum bergizi tinggi yang memiliki potensi dijadikan usaha rumahan. “Dimsum disukai semua kalangan usia, sehingga peluang pasarnya cukup besar,” kata Maria.

Melalui rangkaian kegiatan ini, sinergi klaster agro berhasil menggabungkan inovasi teknologi tepat guna dengan pemberdayaan masyarakat desa. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat sektor pangan, pertanian, dan perikanan, tetapi juga membuka jalan menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kontribusi ini menjadi bukti nyata sinergi klaster agro KKN-PPM UGM Bakam Bercerita dalam menerapkan ilmu dari bangku kuliah ke tengah masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa dan warga mampu menciptakan perubahan nyata yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN Bakam Bercerita

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN Bakam Bercerita

Wujudkan Program Kampung Iklim, Mahasiswa KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian Perkenalkan Pembuatan POC POKA pada Warga Margakaca, Lampung Selatan

berita Wednesday, 20 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian periode II tahun 2025 telah berhasil menyelesaikan program pengabdian warga di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Tim ini melibatkan mahasiswa yang terbagi ke dalam lima subunit, salah satunya bertugas di Dusun Margakaca. Dusun Margakaca dipilih karena memiliki potensi sekaligus tantangan lingkungan yang relevan untuk diatasi melalui penerapan Program Kampung Iklim (ProKlim), sebuah inisiatif nasional yang mendorong keterlibatan warga dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program kerja ini berlangsung pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 dan berfokus pada pembangunan ProKlim yang berkelanjutan. Salah satu poin penting dalam pelaksanaan ProKlim adalah pengelolaan limbah, terutama limbah organik rumah tangga yang sering kali menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.

Maharani Rahma Suci, mahasiswi Program Studi Ilmu Tanah angkatan 2022 Fakultas Pertanian UGM, bersama dengan anggota sub-unit Dusun Margakaca secara khusus menaruh perhatian pada pengelolaan limbah organik rumah tangga. Mereka berupaya mengedukasi warga tentang pemilahan sampah, pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC), serta penerapan metode pengelolaan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap praktik ramah lingkungan yang mendukung pencapaian target ProKlim secara menyeluruh.

Program kerja berjudul “POKA: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga” merupakan salah satu program kerja unggulan untuk mewujudkan ProKlim. POKA adalah pupuk organik cair yang berasal dari limbah organik rumah tangga dan dibuat menggunakan metode ember tumpuk. Kegiatan ini dilaksanakan setelah tim ini melaksanakan berbagai tahapan pelaksanaan program seperti koordinasi dengan pihak Dusun Margakaca, survei kebiasaan warga dalam pengelolaan limbah rumah tangga, studi literatur, hingga pelaksanaan program POKA. Pelaksanaan program ini dilaksanakan selama 4 hari dari Jumat 18 Juli 2025 hingga Senin, 21 Juli 2025 pada empat RT Dusun Margakaca. Kegiatan ini menghadirkan 15 hingga 30 warga pada masing-masing RT Dusun Margakaca.

“Melalui program KKN ini, kami memperkenalkan pembuatan POKA sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah rumah tangga di Dusun Margakaca,” ujar Maharani. Ia menambahkan, “Kini warga sudah mulai bisa memproduksi pupuk organik cair secara mandiri yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam di pekarangan rumah. Harapannya, ke depan setiap rumah di Dusun Margakaca dapat memproduksi POKA sendiri.”

Warga Dusun Margakaca yang mengikuti kegiatan ini tak sekadar menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POKA). Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan ketertarikan dan kepedulian tinggi terhadap pengelolaan sampah organik secara mandiri.

“Secara pribadi, saya merasa POKA sangat membantu dalam mengurangi sampah organik rumah tangga. Kalau sebelumnya sampah hanya dibakar tanpa dimanfaatkan, sekarang justru bisa memberikan manfaat tambahan. Selain volume sampah berkurang, kami juga bisa memperoleh POC dari hasil pengelolaan tersebut. Menurut saya, akan sangat baik jika setiap rumah bisa memproduksi POKA seperti ini,” jelas Ibu Herna Suhartin, warga Dusun Margakaca.

Di sisi lain, anggota tim sub-unit Dusun Margakaca terjun langsung untuk membuat kelas pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada pengelolaan limbah seperti kelas Pilah Sampah, aplikasi pemupukan, hingga pembuatan HORTIVERTI sebagai wadah budidaya tanaman hortikultura di lahan vertikal. Melalui program ini, Maharani bersama timnya berharap dapat membawa dampak dan kontribusi positif yang berkelanjutan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Program KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan demikian, tim KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 berharap agar upaya ini dapat menjadi langkah nyata perwujudan ProKlim dan berkelanjutan.

 

Penulis: Maharani Rahma Suci

Editor: Desi Utami

Foto: Maharani Rahma Suci

 

 

12345…17

BERITA FAKULTAS

  • Sosialisasi AGLC 2026: Wujud Komitmen Fakultas Pertanian dalam Mendukung Aktivitas Mahasiswa
    18/02/2026
  • Posbindu Fakultas Pertanian: Wujud Kepedulian pada Kesehatan Sivitas Akademika
    18/02/2026
  • Workshop Akreditasi LAM PTIP: Langkah Fakultas Pertanian UGM Menuju Pendidikan Berkualitas
    18/02/2026
  • Rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap 2025/2026 Faperta UGM
    11/02/2026
  • Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM Semester Genap TA 2025/2026
    11/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju