• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 9: Industri
  • SDG 9: Industri
Arsip:

SDG 9: Industri

Faperta UGM Dukung Ketahanan Pangan Melalui Wiwitan Panen Semangka dan FGD Petani Milenial Sleman

berita Thursday, 30 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menghadiri kegiatan Wiwitan Panen Semangka dan Focus Group Discussion (FGD) bersama para Petani Milenial Sleman pada Senin, 27 April 2026. Acara yang berlangsung di demplot semangka, Padukuhan Danen, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem pertanian lokal.

Dalam kegiatan ini, jajaran Dekanat Faperta UGM hadir bersama Tim Pengembangan Benih Semangka Non-Biji dan Lentera DESA. Kolaborasi strategis ini melibatkan peran aktif petani milenial sebagai penggerak di lapangan, PT Indomarco Prismatama selaku offtaker, serta instansi pemerintah terkait yang berperan sebagai fasilitator dalam penyediaan akses pasar dan infrastruktur.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menekankan penerapan teknologi tepat guna sebagai sarana pembelajaran bagi petani di wilayah Sleman. Dalam sesi FGD, Prof. Subejo memberikan motivasi kepada para petani milenial agar terus berinovasi dan menjaga semangat kolaborasi. Beliau juga menekankan pentingnya penguatan jejaring kemitraan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendorong pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan ini, Faperta UGM berkomitmen untuk terus mendukung regenerasi petani serta memastikan generasi milenial menjadi ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pendekatan berbasis teknologi dan akses pasar yang terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengembangan pertanian di daerah lain. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Faperta UGM Dukung Swasembada Pangan Melalui Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah di Maluku Utara

berita Thursday, 30 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) telah melaksanakan kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah di Provinsi Maluku Utara tahun 2026. Proyek strategis yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI ini dilaksanakan pada 1–21 April 2026 di tiga lokasi utama, yakni Wasile (Halmahera Timur), Kao Barat (Halmahera Utara), dan Gane Timur (Halmahera Selatan).

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc., dengan dukungan tenaga ahli multidisiplin. Tim tersebut meliputi:

  • Tenaga Ahli Ilmu Tanah: Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D. dan Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc.
  • Tenaga Ahli Agronomi: Imas Masithoh Devangsari, S.P., M.Sc., Ph.D.
  • Tenaga Ahli Kehutanan: Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.
  • Tenaga Ahli Hidrologi: Ir. Wahyu Banitara, S.T.
  • Tenaga Ahli Klimatologi: Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D.
  • Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Pertanian: Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc. dan Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
  • Tenaga Ahli Geodesi: Erfan Taufik Ardianto, S.T, M.Sc.
  • Tenaga Ahli GIS & Pemetaan: Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.

Survei ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan yang belum produktif di luar kawasan hutan lindung sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional. Tim melakukan observasi mendalam terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, karakteristik tanah, serta ketersediaan sumber air untuk irigasi pada 31 desa potensial di Provinsi Maluku Utara. Bagi masyarakat yang setuju lahannya dikembangkan, tim menyusun desain cetak sawah komprehensif yang meliputi petakan sawah, pematang, saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga infrastruktur bendungan jika diperlukan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi lahan di Maluku Utara dapat memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata kontribusi Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SID Maluku Utara

ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan

berita Tuesday, 28 April 2026

Hari kedua ACIAR HLB Symposium 2026 berlanjut dalam bentuk workshop yang digelar di PIAT UGM, Berbah, Yogyakarta pada Selasa, 21 April 2026. Sesi pertama menghadirkan rangkaian materi yang menyoroti kebijakan penyuluhan, strategi pengembangan sumber daya manusia pertanian, serta praktik manajemen terbaik dalam mendukung keberlanjutan industri jeruk.

Acara dibuka dengan penyampaian rekap hari pertama oleh Alan Soffan, Ph.D. selaku Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi UGM (PIAT UGM) yang juga termasuk dalam tim peneliti Fakultas Pertanian UGM dalam kolaborasi riset bersama ACIAR dengan kode proyek ACIAR HORT/2019/164. Acara pun dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi yang dimoderatori oleh Dr.agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM) dengan pemaparan pertama oleh Dr. Muhamad Amin selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian. Beliau menekankan pentingnya kebijakan penyuluhan dan strategi pengembangan SDM pertanian masa depan untuk mendukung ketahanan produksi jeruk di Indonesia. Menurutnya, peningkatan kapasitas penyuluh dan petani menjadi kunci menghadapi ancaman penyakit HLB.

Selanjutnya, Steven Falivene dari NSW DPIRD (Australia) berbagi pengalaman praktik manajemen budidaya jeruk di Australia. Ia menjelaskan sistem produksi hortikultura yang mencakup jarak tanam, mekanisasi, kualitas buah, nutrisi, hingga irigasi. Praktik ini dinilai relevan untuk diadaptasi dalam konteks Indonesia guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan.

Dari sisi pengendalian hama, Dr. Suputa (Fakultas Pertanian UGM) memaparkan pengalaman proyek mangga terkait pengelolaan lalat buah. Strategi ini dapat menjadi referensi penting dalam menghadapi ancaman serangga lalat buah yang menjadi salah satu hama penyerang tanaman jeruk. Sesi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi nilai tambah pascapanen oleh Imro’ah Ikarini, S.TP., M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menampilkan inovasi pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan daya saing produk.

Diskusi panel dan sesi tanya jawab menutup rangkaian sesi pertama, sekaligus memperkuat interaksi antara pembicara dan peserta dalam merumuskan solusi nyata bagi pengelolaan pertanian jeruk yang berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, mencakup SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim ACIAR Faperta UGM

Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan

berita Tuesday, 28 April 2026

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan diskusi sesi panel 4 pada simposium yang digelar pada Senin, 20 April 2026 dengan sejumlah pembicara yang berfokus terkait integrasi teknologi, manajemen, dan praktik lapangan untuk membangun industri jeruk yang efisien dan berkelanjutan. Sesi ini dimoderatori oleh Imro’ah Ikarini, S.TP.,M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang memandu jalannya tanya jawab serta memperkuat diskusi antara pembicara dan peserta.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Prof. Supriyadi dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang membawakan topik fisiologi pasca panen dan teknologi pengolahan jeruk. Beliau memaparkan bahwa adanya penundaan pengolahan itu dapat menyebabkan perubahan kualitas dari jeruk. Perubahan tersebut terlihat jelas dari segi fisik seperti warna daun atau batang.

Selanjutnya, Prof. Alva Edy Tontowi dari Fakultas Teknik UGM membuka diskusi dengan paparan mengenai manajemen bisnis di industri jeruk mulai dari bahan tanam hingga rantai pasok produk industri. Beliau menekankan bahwa pentingnya sinergi antar berbagai pihak (multi-helix) dalam mengembangkan industri jeruk di Indonesia agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Nanda Budi Prayoga sebagai petani jeruk milenial yang berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, di mana ia menjelaskan praktik industri jeruk. Ia menyoroti bahwa inovasi teknologi serta kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri jeruk di Indonesia.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026

berita Tuesday, 28 April 2026

Sesi ketiga ACIAR HLB Symposium pada Senin, 20 April 2026 membahas terkait kajian terhadap sistem pertanian secara utuh mencakup dimensi ekonomi melalui pemodelan tumpang sari, dimensi teknis melalui prinsip kesehatan tanaman dan standarisasi pembibitan, serta dimensi komparatif melalui telaah pengalaman Vietnam, Cina, dan Laos yang secara bersama-sama membentuk kerangka pembangunan pertanian yang holistik. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Steven Falivene, seorang citrus development officer dari New South Wales Department of Primary Industries and Regional Development (NSW DPIRD).

Narasumber pertama, Dr. Sri Peni Wastutiningsih dan Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM), menyampaikan hasil penelitian yang mencakup kondisi existing terkait layanan penyuluhan kepada petani mengenai budidaya jeruk dan secara khusus mengenai penyakit Huanglongbing. Tak hanya itu, Hariyani lebih lanjut memaparkan hasil survei ekonomi dan permodelan tumpang sari yang ditemukan di berbagai daerah sentra jeruk di Indonesia. Mereka menekankan terkait pentingnya penyaluran dan optimalisasi pemberian informasi layanan antar penyuluh atau langsung kepada petani.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD, Australia) yang menjelaskan prinsip menanam pohon sehat, serta Dr. Jessica Lye (Citrus Australia) menyampaikan terkait standar pembibitan jeruk australia. Varietas yang umum digunakan di Australia merupakan jenis bibit yang memiliki standar karantina yang ketat. Australia telah memiliki sistem standarisasi pembibitan nasional yang terstruktur melalui NIASA, membuktikan bahwa kualitas bibit dapat dijaga secara sistemik melalui praktik terbaik, pendanaan riset, dan pengawasan berkala.

Pemaparan materi terakhir, berisi tentang pengalaman daerah di negara Vietnam, Cina, dan Laos yang dipaparkan secara daring. Keberlanjutan pertanian jeruk di Vietnam menuntut pergeseran paradigma dari pengelolaan individual menuju kolektif, dari pendekatan reaktif menuju preventif, dan dari input kimia menuju solusi biologis. Selanjutnya tanaman jeruk di Laos memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi ancaman serius akibat penyakit HLB yang belum tertangani secara optimal, sehingga dibutuhkan riset mendalam dan kolaborasi antarnegara untuk menyelamatkan produktivitas jeruk di kawasan ini.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB

berita Friday, 24 April 2026

Rangkaian akhir kegiatan proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 memasuki hari ketiga dengan agenda field visit. Setelah dua hari simposium intensif di Yogyakarta, para peserta diajak meninjau langsung lokasi pembibitan jeruk dan kondisi budidaya jeruk di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya memahami tantangan nyata penyakit Huanglongbing (HLB) di tingkat petani.

Kunjungan pertama dilakukan ke pembibitan jeruk di CV Mitra Bibit, Kecamatan Kemiri, yang dikelola oleh Pak Eko, di mana peserta dapat melihat proses produksi bibit jeruk sekaligus berdiskusi dengan petani dan teknisi lapangan mengenai strategi pencegahan HLB sejak tahap awal budidaya. Diskusi menyoroti pentingnya penggunaan batang bawah yang sehat dan toleran, serta penerapan standar sanitasi kebun untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke kebun jeruk produktif di Kecamatan Bayan yang dipandu oleh Pak Suparman selaku ketua kelompok tani. Di lokasi ini, peserta menyaksikan praktik budidaya jeruk yang sudah berproduksi, sekaligus mendengar langsung pengalaman petani dalam menghadapi tantangan HLB.

Kegiatan field visit ini memperkuat pemahaman bahwa pengendalian HLB tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi harus diintegrasikan dengan praktik lapangan yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi petani. Kolaborasi antara UGM, ACIAR, peneliti, dan masyarakat lokal diharapkan mampu menghasilkan strategi pengelolaan jeruk yang berkelanjutan.

Hari ketiga ini juga menegaskan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

ACIAR Day 2: Ajak Seluruh Pelaku Pengembangan Jeruk untuk Berintegrasi

berita Friday, 24 April 2026

Rangkaian kegiatan workshop yang menjadi bagian dari ACIAR HLB Symposium 2026 pada Selasa, 21 April 2026 berlanjut dengan sesi materi dan diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Sri Widyaningsih (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dengan narasumber pertama, yaitu Dr.agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UGM). Beliau menyampaikan terkait tantangan yang dihadapi dalam bidang penyuluhan pertanian yang melibatkan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) dalam mengawal budidaya jeruk yang dilakukan petani. Terkait hal tersebut, beliau menekankan pentingnya koordinasi, sinergi, dan integrasi.

Narasumber selanjutnya, Ramli, petani inovator MORAGA yang berasal dari Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, berbagi pengalaman tentang bagaimana peningkatan skala usaha pertanian memberi manfaat bagi petani untuk mengambil kendali lebih besar atas penjualan produk. Diskusi ini membuka wawasan peserta mengenai pentingnya pemberdayaan petani dalam rantai nilai agribisnis.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi lokakarya interaktif yang dipandu oleh Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih dan Steven Falivene. Sesi ini ditujukan untuk mengidentifikasi kebutuhan sumber daya, peluang, permasalahan, dan potensi pengembangan usaha tani jeruk yang dilakukan secara berkelompok berdasarkan pada peran masing-masing, yaitu kelompok PPL, kelompok POPT, kelompok petani, kelompok perwakilan dinas pertanian, dan kelompok peneliti. Hasil diskusi pun dipresentasikan oleh perwakilan masing-masing kelompok, sebelum akhirnya kegiatan ditutup untuk berpindah ke sesi lapangan (field session).

Sesi lapangan dipandu oleh Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Pertanian UGM) dan didampingi oleh Dr. Haris Setyaningrum yang mengajak peserta berdiskusi langsung mengenai praktik pengelolaan tanaman dan melihat secara langsung salah satu strategi pengendalian hama di lapangan menggunakan yellow sticky trap.

Sesi kedua workshop ini memperkuat kontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim ACIAR Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Gelar Wisuda Pascasarjana Periode III T.A. 2025/2026

berita Friday, 24 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Pada kesempatan ini, sebanyak 74 wisudawan berhasil menuntaskan studi, terdiri dari 28 wisudawan dan 46 wisudawati dari berbagai program pascasarjana.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi kepada para dosen, orang tua, dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan akademik para lulusan. Dalam pesannya, Prof. Jaka menekankan pentingnya ketangguhan menghadapi perubahan zaman dan tantangan dunia kerja. “Belajar tidak ada hentinya. Wisudawan harus tetap resilien terhadap dinamika zaman. Untuk lulusan doktor, semoga dapat kembali ke institusinya dengan baik dan terus berkontribusi,” ujarnya.

Prof. Jaka juga menyampaikan rasa syukur atas capaian periode ini yang menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, khususnya dalam hal waktu tempuh studi yang semakin baik. Hal ini menjadi indikator positif atas komitmen Fakultas Pertanian dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa.

Momentum wisuda kali ini juga menghadirkan sejumlah lulusan berprestasi yang menjadi teladan bagi rekan-rekan sejawat, seperti:

  • Rivaldi Pratama (Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian, Program Magister Fitopatologi, dengan IPK sempurna 4.00 dan masa studi 1 tahun 5 bulan 18 hari)
  • Rafi Sukma Aulia (Lulusan Termuda, Program Magister Ilmu Perikanan, dengan IPK 3.92 dan usia kelulusan 22 tahun 4 bulan 24 hari)
  • Anggi Putri Pertiwi (Lulusan Tercepat, Program Magister Ilmu Perikanan, dengan IPK 3.96 dan masa studi 1 tahun 5 bulan 3 hari)

Lulusan Doktor Terbaik diraih oleh Nia Herlina dari Minat Studi Ilmu Tanah dengan IPK 3.99 dan masa studi 2 tahun 11 bulan 17 hari. Sementara itu, lulusan magister terbaik berdasarkan departemen antara lain:

  • Nadira Ramdhani Lumintang dari Departemen Budidaya Pertanian dengan IPK 3.91 dan masa studi 2 tahun 5 bulan 4 hari
  • Muhammad Garda Pancasona dari Departemen Hama dan Penyakit Tanaman dengan IPK 4 dan masa studi 1 tahun 11 bulan 29 hari
  • Anggi Putri Pertiwi dari Departemen Perikanan dengan IPK 3.96 dan masa studi 1 tahun 5 bulan 3 hari
  • Dinda Amalia Gumay dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dengan IPK 4 dan masa studi 1 tahun 11 bulan 28 hari
  • Aurora Madania Khusnul dari Departemen Tanah dengan IPK 3.99 dan masa studi 1 tahun 11 bulan 29 hari

Tercatat pula beberapa lulusan dengan IPK 4, antara lain:

  • Rani Yuwanita dari Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 12 hari
  • Ade Mahendra Sutejo dari Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dengan masa studi 3 tahun 11 bulan 23 hari
  • Putri Nabila Naziroh dari Program Studi Magister Fitopatologi dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 14 hari
  • Rivaldi Pratama dari Program Studi Magister Fitopatologi dengan masa studi 1 tahun 5 bulan 18 hari
  • Muhammad Garda Pancasona dari Program Studi Magister Fitopatologi dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 29 hari
  • Dinda Amalia Gumay dari Program Studi Magister Manajemen Agribisnis dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 28 hari

Selain itu, terdapat lulusan dari program unggulan fakultas pertanian, yaitu program integrasi sarjana dan magister atau fasttrack. Prestasi tersebut diraih oleh Rafi Sukma Aulia dan Khalishah Jasmine Putri Abdillah dari Program Studi Magister Ilmu Perikanan.

Wisuda kali ini tidak hanya menjadi momentum perayaan capaian akademik, tetapi juga penegasan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Bahas Strategi AgronBahas Strategi Agronomi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026mi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026

berita Friday, 24 April 2026

Setelah sesi pertama yang membahas mekanisme penyakit Huanglongbing (HLB) dan vektornya, simposium hari pertama proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 berlanjut ke Panel 2 pada Senin, 20 April 2026 dengan fokus pada strategi agronomi dan manajemen kebun untuk menghadapi ancaman HLB. Diskusi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, yang memandu jalannya sesi dengan interaktif dan terarah.

Panel kedua membuka wawasan baru mengenai strategi agronomi dan manajemen kebun dalam menghadapi ancaman HLB. Dr. Tahir Khurshid (NSW DPIRD) bersama Prof. Siti Subandiyah (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD) memaparkan pentingnya pemilihan batang bawah yang toleran terhadap HLB. Mereka menekankan bahwa penggunaan batang bawah adaptif dapat meningkatkan ketahanan tanaman jeruk sekaligus memperpanjang umur produktif kebun.

Materi berikutnya disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPIRD) bersama Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), yang menguraikan faktor-faktor manajemen kebun global yang terbukti meningkatkan kelangsungan hidup tanaman di bawah tekanan HLB. Ia mencontohkan praktik-praktik terbaik dari berbagai negara yang dapat diadaptasi di Indonesia, mulai dari pengelolaan nutrisi hingga penerapan teknologi monitoring kebun.

Selanjutnya, Dr. Tahir Khurshid berkolaborasi dengan Dr. Sri Widyaningsih dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas konsep penanaman dengan kepadatan tinggi. Prinsip agronomi ini ditawarkan sebagai solusi intensifikasi budidaya, yang memungkinkan peningkatan produktivitas meski kebun menghadapi tekanan penyakit. Pendekatan ini dinilai relevan bagi petani jeruk di Indonesia yang membutuhkan strategi efisien untuk menjaga hasil panen.

Diskusi panel ditutup dengan sesi tanya jawab yang mempertemukan perspektif peneliti internasional dan nasional. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan teknologi dan kebijakan agronomi, sehingga memperkaya pemahaman bersama tentang strategi pengendalian HLB.

Panel 2 semakin menegaskan kontribusi kegiatan ini terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ACIAR HLB Sympisum 2026 Hari Pertama: Hadirkan Simposium untuk Masa Depan Industri Jeruk Hadapi Ancaman HLB

berita Friday, 24 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) membuka hari pertama simposium sebagai rangkaian akhir dari proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 yang bertajuk “Preparedness and Management of Huanglongbing (Citrus Greening Disease) to Safeguard the Future of Citrus Industry in Australia, China and Indonesia” pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga keberlanjutan industri jeruk di tiga negara melalui kerja sama penelitian dan pendidikan.

Acara dibuka dengan ucapan selamat datang oleh pimpinan Fakultas Pertanian UGM yang diwakili oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM yang menegaskan komitmen kedua institusi untuk memperkuat kerja sama riset lintas negara. Pengantar kemudian dilanjutkan oleh Dr. Meena Thakur (International Project Leader ACIAR) dan Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. (Indonesian Project Leader ACIAR), yang menjelaskan latar belakang proyek serta tujuan strategis penelitian bersama ini.

Sesi pertama simposium menghadirkan sejumlah pembicara yang menyoroti tantangan serius penyakit Huanglongbing (HLB), yang telah dilaporkan menghambat produksi jeruk di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sesi pertama dimoderatori oleh Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, yang memfasilitasi jalannya tanya jawab serta memperkuat interaksi antara pembicara dan peserta.

Intan Muliani Fajarsari, S.TP., M.Agr.Sc., selaku Ketua Tim Kerja Tanaman Buah Tahunan dari Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, membuka diskusi dengan paparan mengenai kebijakan dan arah pengembangan masa depan produksi jeruk nasional. Beliau menekankan perlunya strategi terpadu antara pemerintah, akademisi, dan petani untuk menghadapi ancaman penyakit ini.

Dilanjutkan oleh Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD, Australia) yang menjelaskan mekanisme bagaimana HLB dapat membunuh pohon jeruk, serta Dr. Meena Thakur (NSW DPIRD) yang memaparkan siklus hidup serangga vektor kutu loncat jeruk atau Asian Citrus Psyllid (ACP) dan faktor penyebarannya. Sementara itu, Alan Soffan, Ph.D. dari Fakultas Pertanian UGM menyampaikan hasil studi mengenai inovasi perangkap dan penolak ACP sebagai bagian dari strategi pengendalian.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…7

BERITA FAKULTAS

  • Faperta UGM Dukung Ketahanan Pangan Melalui Wiwitan Panen Semangka dan FGD Petani Milenial Sleman
    30/04/2026
  • Faperta UGM Dukung Swasembada Pangan Melalui Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah di Maluku Utara
    30/04/2026
  • ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan
    28/04/2026
  • Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan
    28/04/2026
  • Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026
    28/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY