
Tim Humas dan Media Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menghadiri Workshop Inklusivitas dan Aksesibilitas dalam Layanan Informasi Publik yang berlangsung di Ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. selaku Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM, yang menekankan pentingnya komunikasi inklusif sebagai bagian dari implementasi kebijakan UGM berdasarkan Peraturan Rektor No. 19/2024 tentang Unit Layanan Disabilitas.
Dalam pemaparannya, Dr. Wuri menjelaskan bahwa inklusivitas tidak dapat dipisahkan dari aksesibilitas. Inklusivitas berarti memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas, sementara aksesibilitas adalah langkah nyata untuk mewujudkannya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan bahasa sederhana, penyediaan versi audio, penambahan subtitle, serta pengembangan website dengan screen reader.

Lebih lanjut, komunikasi inklusif juga menuntut pemilihan diksi yang tepat dan cara penyampaian yang tidak membebani audiens dengan jargon teknis. Menurut Dr. Wuri, penggunaan bahasa yang terlalu kompleks justru memperbesar hambatan bagi kelompok disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya memahami terminologi EDI (Equality, Diversity, Inclusion) serta kesadaran terhadap disability dan neurodiversity. Kata-kata yang merendahkan atau menimbulkan rasa kasihan, seperti “dia menderita disabilitas,” sebaiknya diganti dengan ungkapan yang lebih setara, misalnya “dia seorang disabilitas.”
Workshop ini turut menyoroti perkembangan istilah yang digunakan dalam komunikasi publik. Dari istilah lama seperti penyandang cacat hingga berkebutuhan khusus, kini istilah yang lebih tepat dan inklusif adalah disabilitas, yang juga digunakan dalam dokumen formal.
Melalui kegiatan ini, Tim Humas dan Media Fakultas Pertanian UGM semakin memperkuat kapasitasnya dalam menyajikan layanan informasi publik yang inklusif, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan informasi yang inklusif dan mudah diakses, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan layanan informasi publik yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM