
Menghadapi era disrupsi, lulusan sektor pertanian dituntut tidak hanya memiliki pemahaman teknis budidaya, tetapi juga ketajaman naluri bisnis. Hal ini ditegaskan oleh Ir. Hadi Mustofa, S.E., M.B.A., Akt., Founder sekaligus Direktur PT Shadani Insan Mulia Abadi (SHIMA), saat menjadi pembicara dalam sesi pembekalan calon wisudawan Program Sarjana Faperta UGM, Senin (23/2).

Dalam paparannya, Ir. Hadi Mustofa merinci tujuh prinsip fundamental yang harus dimiliki untuk membentuk jiwa entrepreneur yang tangguh di sektor agribisnis. Beliau menekankan bahwa fondasi awal dimulai dari kepekaan dalam membaca peluang pasar yang kemudian didukung oleh kemampuan mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan petani. Agar bisnis dapat bertahan lama, seorang wirausahawan wajib melakukan inovasi berkelanjutan serta dedikasi penuh dalam menjaga kepercayaan pelanggan atau pasar sebagai aset terpenting perusahaan.
Lebih lanjut, beliau memberikan gambaran realistis mengenai dinamika dunia usaha yang tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, fase berkembang dalam bisnis seringkali akan berhadapan dengan fase masa surut yang menantang. Namun, kunci keberhasilan sejati terletak pada daya juang untuk bangkit lagi dan menjadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar.
Sebagai bukti nyata dari penerapan prinsip-prinsip tersebut, beliau memperkenalkan PT Shadani Insan Mulia Abadi (SHIMA) yang telah berdiri sejak tahun 2014. Perusahaan agroindustri ini bergerak di bidang produksi berbagai jenis pupuk, mulai dari Phosphate, NPK, hingga pupuk organik. Selain itu, SHIMA juga aktif memproses gabah hasil petani menjadi beras berkualitas tinggi.
Di akhir sesi, Ir. Hadi menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat para peserta. Ia meyakini bahwa bekal keilmuan dari Faperta UGM menjadi fondasi kuat bagi para calon wisudawan untuk berkontribusi dalam memajukan industri pertanian Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya minat lulusan muda untuk terjun langsung mengembangkan sektor agroindustri nasional.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut menunjukkan kontribusinya dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM