• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
  • (Page 3)
Arsip:

berita

Fakultas Pertanian UGM Berkontribusi dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi

berita Tuesday, 4 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menorehkan capaian penting melalui keterlibatan empat dosennya dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus pada kawasan transmigrasi di Papua Selatan dan Maluku Utara. Keempat dosen tersebut adalah Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., Yumechris Amekan, S.Si., M. Biotech., Ph.D., Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc., Ph.D., serta Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D.

Dalam penugasan, Agus Dwi Nugroho bertindak sebagai PIC di Maluku Utara, khususnya di kawasan Sagea Waleh, Morotai, dan Patlean, bersama dengan Najmu Tsaqib Akhda dan Yumechris Amekan. Sementara itu, Riska Ayu Purnamasari akan menjalankan misi pengabdian di Muting, Papua Selatan.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta TEP 2026 mengikuti pembekalan intensif di Bogor dan Jakarta yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM. Workshop pada 23 Juli 2026 memberikan materi strategis mengenai kesehatan mental, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), manajemen risiko, serta pemahaman sosial budaya. Pembekalan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam menghadapi tantangan di kawasan transmigrasi, sekaligus memastikan keberlanjutan program pengabdian yang berbasis pada prinsip akademis, etika, dan kebermanfaatan sosial.

Keterlibatan dosen Fakultas Pertanian UGM dalam TEP 2026 mencerminkan komitmen institusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program ini berkontribusi terhadap SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pembekalan mengenai kesehatan mental, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta manajemen risiko bagi peserta pengabdian; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat di kawasan transmigrasi; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan memperluas akses pendampingan akademik dan pemberdayaan masyarakat di wilayah transmigrasi serta daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal); SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui dukungan terhadap pembangunan kawasan transmigrasi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, pemerintah, dan berbagai mitra strategis dalam merancang dan melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berdampak.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Patriot Faperta UGM

KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida: Implementasi Pertanian Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

berita Tuesday, 4 August 2026

Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, pada 24 Juni – 8 Agustus 2026. Dengan tema Penguatan Pengelolaan Sampah Hulu-Hilir Berbasis Ekonomi Sirkular, kegiatan ini berfokus pada tiga bidang utama, yaitu pendampingan masyarakat, pertanian terpadu, serta penerapan teknologi tepat guna.

Dalam bidang pertanian terpadu, tim mengembangkan dua skala kegiatan, yakni hulu dan hilir. Skala hulu menyasar rumah tangga, sekolah, dan sektor HOREKA dengan tujuan mendorong masyarakat untuk mulai bertani dan beternak secara mandiri. Prototipe pertanian yang ditawarkan dibuat dari barang bekas, sebagai solusi atas tingginya produksi sampah di kawasan pariwisata Nusa Lembongan. Sementara itu, skala hilir difokuskan pada penggabungan sektor pertanian, peternakan, dan komposting melalui demplot pertanian terpadu yang ramah lingkungan tanpa pupuk maupun pestisida kimia. Upaya yang dilakukan meliputi penggunaan pupuk kompos, aplikasi Trichoderma dan Photosynthetic Bacteria, serta penanaman hortikultura, pangan, refugia, dan MPTS secara tumpang sari.

Kegiatan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, kondisi tanah yang kering dan berbatu kapur, rendahnya intensitas hujan, serta cuaca panas. Meski demikian, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sasaran program aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya, pemanfaatan prototipe sederhana, hingga penerapan pertanian ramah lingkungan. Beberapa bahkan menyatakan keinginan untuk mengembangkan prototipe secara mandiri dan membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Arnes Desti Hapsari, mahasiswa Proteksi Tanaman, menyampaikan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang untuk bertani. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan menerapkan budidaya ramah lingkungan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Meilany Adi Susilowati, mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, berharap kebun yang dikembangkan dapat memotivasi masyarakat menjaga ketahanan pangan yang lestari serta menjadi pionir pertanian di Nusa Lembongan.

Wahyu Yoga, pemilik lahan Kebun Dharma, mengungkapkan rasa syukur atas pengolahan lahan yang kini memiliki kegiatan pertanian dan peternakan. Nia, salah satu sasaran program skala hulu, menuturkan bahwa penggunaan galon bekas sebagai media tanam menjadi solusi atas kondisi tanah yang kering dan berbatu kapur. Seorang guru SMP Negeri 4 Nusa Penida juga menilai program hidroponik sebagai inovasi menarik yang siap dikembangkan bersama siswa melalui kegiatan kewirausahaan.

Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida berharap demplot pertanian terpadu yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus contoh penerapan pertanian ramah lingkungan. Lebih jauh, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar pulau.

Integrasi program KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) menjadi salah satu aspek penting yang memperkuat relevansi kegiatan ini. Tema Penguatan Pengelolaan Sampah Hulu-Hilir Berbasis Ekonomi Sirkular serta pengembangan pertanian terpadu skala hulu dan hilir secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan pembelajaran berbasis praktik di masyarakat dan sekolah, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan ekonomi sirkular dan kewirausahaan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan pertanian ramah lingkungan, SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat melalui konservasi lahan dan pengelolaan pertanian berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, masyarakat, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Arnes Desti Hapsari, Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida

Tetapkan Bakal Calon Dekan Faperta UGM 2026, Penilaian Dilakukan Berdasarkan Lima Aspek Utama

berita Monday, 3 August 2026

Memasuki hari kedua rangkaian Penentuan Bakal Calon Dekan Fakultas Pertanian UGM 2026 pada Kamis, 30 Juli 2026, agenda difokuskan pada tahap penilaian dan penetapan bakal calon dekan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro dan Zoom Meeting ini diikuti oleh seluruh dosen aktif Fakultas Pertanian UGM dengan penuh antusiasme dan integritas tinggi.

Proses penilaian terhadap para bakal calon dekan dilakukan secara cermat dan objektif merujuk pada ketentuan Pasal 16 Peraturan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 12 Tahun 2016. Penilaian didasarkan pada lima aspek utama, yaitu: (1) jiwa kepemimpinan, (2) kemampuan manajerial, (3) strategi pencapaian target kinerja berbasis visi-misi UGM, (4) rekam jejak yang unggul, serta (5) kemampuan komunikasi yang baik.

Melalui bobot penilaian pada kelima aspek strategis tersebut, seluruh peserta forum berdiskusi hingga berhasil menetapkan bakal calon dekan secara mufakat. Penetapan ini diharapkan melahirkan pimpinan fakultas yang tidak hanya memiliki kapabilitas akademis unggul, tetapi juga memiliki kepekaan manajerial dalam membawa Faperta UGM menjawab tantangan agribisnis dan ketahanan pangan nasional maupun global.

Proses seleksi berbasis standar regulasi dan meritokrasi ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan tata kelola kelembagaan yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penetapan kepemimpinan institusional yang efektif dan profesional dalam mengelola sumber daya manusia serta menciptakan lingkungan kerja akademik yang produktif. Selain itu, proses pemilihan yang transparan, akuntabel, dan berlandaskan regulasi mencerminkan implementasi SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola dan pengambilan keputusan yang berintegritas. Partisipasi aktif seluruh dosen dalam proses penilaian turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan partisipasi sivitas akademika dalam mewujudkan kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan institusi. Di sisi lain, kepemimpinan yang terpilih diharapkan mampu mendorong inovasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta transformasi kelembagaan, sehingga turut berkontribusi terhadap pencapaian SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Sukses Gelar Penentuan Bakal Calon Dekan 2026, Pansel Faperta UGM Kawal Proses Mufakat

berita Monday, 3 August 2026

Panitia Seleksi (Pansel) Bakal Calon Dekan Fakultas Pertanian UGM 2026 sukses menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan Penentuan Bakal Calon Dekan yang berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid berpusat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM dan diakses melalui media Zoom Meeting. Rangkaian agenda berjalan dengan tertib, transparan, serta mengedepankan asas kekeluargaan seluruh sivitas akademika.

Pelaksanaan hari pertama (29/7) diisi dengan agenda pemaparan rencana program kerja dari para bakal calon dekan yang membedah strategi pengembangan fakultas ke depan. Pada hari kedua (30/7), agenda dilanjutkan dengan tahap penilaian serta penetapan bakal calon dekan. Dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan dosen aktif di lingkungan Faperta UGM, seluruh proses penentuan sukses berjalan lancar hingga mencapai kata mufakat.

Ketua Panitia Seleksi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta panitia yang telah berpartisipasi aktif dalam mengawal proses pimpinan fakultas ini. Keberhasilan penyelenggaraan ini mencerminkan tingginya komitmen kebersamaan dan kedewasaan demokrasi di Fakultas Pertanian UGM untuk mewujudkan kepemimpinan yang amanah serta mampu membawa fakultas ke arah yang lebih maju.

Penyelenggaraan proses suksesi kepemimpinan yang transparan, akuntabel, inklusif, dan berbasis musyawarah ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi yang menjamin keberlanjutan kepemimpinan dan peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, proses ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui terwujudnya kepemimpinan yang profesional dan mampu menciptakan lingkungan kerja akademik yang produktif. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam seluruh tahapan seleksi juga mencerminkan implementasi SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Keterlibatan aktif dosen, tenaga kependidikan, dan panitia seleksi menunjukkan semangat kolaborasi yang mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sementara kepemimpinan yang akan terbentuk diharapkan mampu mendorong inovasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kelembagaan sehingga turut berkontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Tim KKN PPM UGM Kota Gorontalo Perkuat Pendampingan dan Budidaya Tanaman Lokal Tahunan di Lahan Marjinal 

berita Thursday, 30 July 2026

Tim KKN-PPM UGM Telusur Kota Gorontalo melaksanakan program penanaman dan  pendampingan budidaya tanaman lokal di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya,  Kota Gorontalo pada Sabtu 12 Juli 2026. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPHP) Kota  Gorontalo tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus mitigasi bencana  melalui pemanfaatan tanaman lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Kegiatan tersebut digagas oleh salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yaitu Noor Amelia Putri jurusan Agronomi angkatan 2023 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Aprillia Firmonasari, SS, M.Hum., DEA. dari Fakultas Ilmu Budaya.  Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Leato Utara yang didominasi tanah berpasir hasil formasi gamping terumbu karang. Karakteristik tanah tersebut menyebabkan porositas tinggi sehingga kawasan ini memiliki kerentanan terhadap bencana longsor saat musim hujan. Oleh karena itu, penanaman tanaman tahunan bertujuan sebagai upaya mitigasi bencana sekaligus mendukung kegiatan penghijauan di daerah gersang.

Kegiatan diikuti oleh Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Bibit tanaman lokal tahunan yang terdiri atas tanaman mangga, sirsak, dan jambu air ditanam di sejumlah titik di wilayah RW 01 Leato Utara. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, tim juga menyerahkan 2 karung pupuk kompos serta tiga botol pupuk organik cair sebagai nutrisi awal. Selain melakukan penanaman, Tim KKN – PPM Telusur Kota Gorontalo juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya dan pemeliharaan tanaman lokal pada lahan marginal. Materi yang disampaikan meliputi teknik pengolahan tanah dan  perawatan tanaman agar mampu tumbuh optimal sesuai karakteristik lingkungan di Leato Utara, Kota Gorontalo.

“Lahan di kawasan Leato Utara ini sebagian besar terdiri dari pasir karena posisinya dekat sekali dengan pantai. Oleh karena itu, lahan di Leato Utara sangat minim unsur hara serta rawan sekali longsor apabila musim hujan.” Ucap Amelia.  Ia menambahkan bahwa pengelolaan lahan marjinal dilakukan dengan memperkaya mikroba Rhizobium di dalam tanah melalui budidaya tanaman kacang kacangan. Bakteri Rhizobium sendiri berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara nitrogen sehingga kesuburan tanah dapat ditingkatkan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya terlibat dalam proses penanaman, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan. Kepala Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas menyambut kegiatan pengabdian tersebut dengan penuh suka cita. Ia berharap tanaman yang telah ditanam diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui penguatan tutupan lahan dan pengurangan risiko longsor, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial ekonomi melalui hasil buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Saya berharap tanaman ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Leato Utara, bisa untuk memperbaiki tanah agar tidak longsor dan buahnya dapat dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim KKN-PPM Telusur Kota Gorontalo bersama  masyarakat akan melakukan monitoring pertumbuhan tanaman secara berkala. Kegiatan ini juga akan disertai sesi berbagi pengalaman dan diskusi rutin mengenai pemeliharaan tanaman sehingga masyarakat dapat terus mengembangkan praktik budidaya tanaman lokal secara mandiri setelah program KKN berakhir. Program ini juga merupakan bentuk komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam merealisasi Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni pada SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 : Menjaga Ekosistem Darat.

 

Penulis : Noor Amelia Putri

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim KKN – PPM Telusur Kota Gorontalo

RSA UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Fakultas Pertanian UGM

berita Thursday, 30 July 2026

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menyelenggarakan kegiatan RSA UGM Goes to Campus di Fakultas Pertanian UGM pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Harjono Danoesastro mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan kuota 100 peserta.

Program pemeriksaan kesehatan ini ditujukan bagi civitas akademika Fakultas Pertanian UGM, khususnya dosen serta tenaga kependidikan tetap dan PNS berusia di atas 40 tahun yang berulang tahun pada periode Januari hingga Juli. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, sampling urine, sampling darah, serta rekam jantung/EKG. Peserta diminta melakukan persiapan dengan berpuasa selama 10–12 jam, namun tetap diperbolehkan mengonsumsi air putih.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RSA UGM dalam mendukung kesehatan civitas akademika sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan kampus. Selain itu, program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan akses pemeriksaan kesehatan preventif, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan mendukung keberlanjutan aktivitas akademik melalui kesehatan dosen dan tenaga kependidikan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja yang sehat, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh dengan memperkuat tata kelola institusi yang peduli pada kesejahteraan civitas akademika, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara Rumah Sakit Akademik UGM dan Fakultas Pertanian UGM dalam penyelenggaraan layanan kesehatan bagi civitas akademika.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

SEMNASKAN-UGM XXIII: Transformasi Blue Food untuk Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan

berita Thursday, 30 July 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM) ke-23 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Sabtu, 25 Juli 2026. Forum ilmiah ini menegaskan peran strategis Blue Food (pangan berbasis sumber daya akuatik) sebagai pilar berkelanjutan dalam mendukung gizi nasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Kegiatan ini mempertemukan 109 pemakalah dari 15 institusi nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, IPB University, Universitas Jember, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Terbuka, Universitas Malikussaleh, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Yogyakarta, serta Universitas Gadjah Mada.
Dua pembicara utama turut memberikan perspektif penting. Erwin Dwiyana, S.Pi., M.Sc. (Kementerian Kelautan dan Perikanan) memaparkan strategi transformasi sistem Blue Food Indonesia untuk ketahanan pangan. Sementara itu, Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P. (UGM) menyoroti potensi inovasi mikroalga dan makroalga dalam matriks pangan sebagai solusi masa depan.


Melalui sesi paralel, para peneliti mendiseminasikan beragam solusi atas tantangan industri perikanan, mulai dari stabilitas rantai dingin, efisiensi pakan akuakultur, penerapan teknologi digital (Internet of Things), hingga penguatan peran UMKM dan aspek gender dalam tata kelola perikanan.


Ketua Panitia, Dr. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa SEMNASKAN-UGM XXIII merupakan langkah nyata UGM dalam mendukung pencapaian 12 target Sustainable Development Goals (SDGs). Relevansi capaian tersebut mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan dengan penguatan UMKM perikanan untuk peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui diversifikasi gizi melalui transformasi Blue Food, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui inovasi mikroalga dan makroalga untuk pangan fungsional, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kolaborasi akademik antarinstitusi, SDG 5: Kesetaraan Gender dengan penguatan peran perempuan dalam tata kelola perikanan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui ekosistem pangan akuatik berbasis sains yang mendorong ekonomi inklusif, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan penerapan IoT dan penguatan rantai dingin, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui kolaborasi lintas institusi yang memperluas akses pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui efisiensi pakan akuakultur untuk mendukung produksi berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui sistem pangan rendah jejak lingkungan untuk mitigasi emisi karbon, SDG 14: Ekosistem Laut dengan perlindungan ekosistem laut melalui tata kelola berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui partisipasi 15 institusi nasional sebagai wujud kolaborasi multipihak.

Departemen Perikanan UGM sebagai unit di bawah Fakultas Pertanian berkomitmen untuk terus mengembangkan riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi demi mendukung kedaulatan pangan akuatik Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Departemen Perikanan UGM
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Solusi Sampah Berkelanjutan, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Gelar Workshop dan Field Trip Internasional

berita Thursday, 30 July 2026

Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Municipal Waste Management: Workshop and Field Trip 2026 pada 20–26 Juli 2026. Mengusung tema “Empowering Communities Through Sustainable Waste Solutions”, program bertaraf internasional ini diikuti oleh 25 mahasiswa terpilih dari 17 negara, seperti China, Filipina, Vietnam, Tanzania, Sudan, hingga Indonesia. Seluruh peserta difasilitasi untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah perkotaan berbasis masyarakat dan pengolahan limbah organik berbasis mikroorganisme secara langsung di Yogyakarta.

Selama satu pekan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan experiential learning yang memadukan diskusi pakar, pertukaran pengetahuan lintas budaya, dan kunjungan lapangan ke berbagai titik pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengunjungi TPA Piyungan serta bank sampah lokal seperti di Gondolayu, Jetis, untuk melihat inovasi pengolahan limbah rumah tangga—termasuk pembuatan sabun dari minyak jelantah. Program yang didanai oleh LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema EQUITY World Class University (WCU) DPkM UGM ini berhasil menyaring peserta dari total 408 pendaftar di 42 negara.

Guna memberikan pengalaman pengabdian masyarakat khas UGM, kegiatan ini juga mengkolaborasikan peserta internasional dengan mahasiswa KKN-PPM UGM di Kelurahan Baciro dan Terban. Ketua Program EQUITY WCU UGM, Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., bersama Direktur DPkM UGM, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., menyampaikan bahwa kolaborasi ini memperkenalkan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah diakui UNESCO dan United Nations University (UNU) dalam mendorong edukasi pemilahan sampah langsung dari sumbernya bersama warga lokal.

Ketua Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM sekaligus Person in Charge (PIC) kegiatan, Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., didampingi Koordinator Seksi Acara, Susanti Mugi Lestari, S.P., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan eksposur internasional bagi mahasiswa internal tanpa harus meninggalkan kampus. Melalui interaksi dengan mahasiswa mancanegara, mahasiswa UGM dapat mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas jejaring akademis, serta memicu lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang inklusif di masa depan.

Penyelenggaraan kegiatan internasional ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pembelajaran internasional berbasis pengalaman dan pertukaran pengetahuan lintas negara; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui edukasi pengelolaan limbah dan praktik pengurangan pencemaran lingkungan yang mendukung kelestarian sumber daya air; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi; SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui promosi sistem pengelolaan sampah perkotaan yang inklusif berbasis partisipasi aktif masyarakat; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi serta penerapan praktik pemilahan sampah, pengolahan limbah organik berbasis mikroorganisme, dan prinsip ekonomi sirkular; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan melalui inovasi pengelolaan sampah terpadu; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan strategis multisektoral yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, komunitas lokal, dan peserta dari 17 negara.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM

Perkuat Daya Saing Global, Mahasiswa Faperta UGM Raih Beasiswa JASSO Student Exchange Program

berita Thursday, 30 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mengukir prestasi di kancah internasional melalui pencapaian para mahasiswanya. Dua mahasiswa Faperta UGM berhasil meloloskan diri dan terpilih sebagai penerima beasiswa dalam Japan Student Services Organization (JASSO) Student Exchange Program. Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan kualitas dan daya saing global mahasiswa Faperta UGM, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama akademis internasional yang telah terjalin erat antara UGM dengan berbagai institusi terkemuka di Jepang.

JASSO Student Exchange Program merupakan program pertukaran pelajar bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Jepang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional berprestasi dari berbagai negara dalam menimba ilmu dan pengalaman akademik di universitas-universitas di Jepang. Melalui program ini, para peserta berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan, melakukan riset lintas budaya, serta memperluas wawasan keilmuan di bidang agrokompleks dan lingkungan dengan fasilitas serta bimbingan akademik berskala internasional.

Adapun dua mahasiswa unggulan Faperta UGM yang berhasil lolos dalam seleksi ketat program pertukaran mahasiswa ke Jepang ini adalah Angelo Di Lorenzo dan Firza Nabil Abrar. Selama menjalani masa studi pertukaran tersebut, keduanya akan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan akademik, riset terapan, serta kolaborasi pembelajaran bersama para akademisi dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional ini menjadi bukti nyata komitmen Faperta UGM dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia unggul dan berwawasan global. Pencapaian ini sekaligus menegaskan kontribusi nyata Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kesempatan pendidikan lintas negara yang inklusif dan berdaya saing; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kompetensi, keterampilan global, serta kesiapan lulusan untuk berkontribusi di dunia kerja dan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan kolaborasi riset internasional; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik internasional yang mendukung peningkatan daya saing global; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kerja sama antarnegara dan kelembagaan pendidikan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi strategis antara UGM, perguruan tinggi di Jepang, dan Pemerintah Jepang dalam penyelenggaraan program pertukaran mahasiswa.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tantriani

Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia

berita Thursday, 30 July 2026

Krisis regenerasi di sektor pertanian dan perikanan global tengah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masa depan. Menjawab tantangan besar tersebut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., memberikan paparan kunci dalam sesi invited speaker pada pembukaan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam presentasi ilmiahnya yang bertajuk “Succession in Global Agriculture and Fisheries: Future Hopes and Challenges“, Prof. Subejo mengupas tuntas urgensi rekonstruksi suksesi (regenerasi) petani dan nelayan, baik di tingkat global maupun nasional. Mengawali paparannya, Prof. Subejo mengingatkan para peserta dari berbagai negara mengenai risiko krisis pangan global yang dipicu oleh badai perubahan iklim, konflik, guncangan ekonomi, serta sistem pangan yang rapuh. Ditambah lagi dengan proyeksi lonjakan populasi dunia yang diperkirakan akan menyentuh angka 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050, kebutuhan produksi pangan pun harus dipacu hingga meningkat sekitar 60%.

Di sisi lain, krisis generasi terus menjadi ancaman dan untuk memutus rantai krisis generasi, Prof. Subejo menegaskan bahwa makna suksesi pertanian harus diperluas. Suksesi tidak lagi sekadar transfer kepemilikan aset dari orang tua ke anak, melainkan juga harus mencakup penumbuhan wirausahawan baru yang lahir dari luar keluarga petani tradisional.

Mengakhiri sesi presentasinya, Prof. Subejo mengajak seluruh sivitas akademika, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global untuk berinvestasi pada masa depan pemuda tani dan nelayan. Melalui gagasan komprehensif tersebut, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan regenerasi sektor pertanian dan perikanan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas wirausaha muda di sektor agri-fisheries, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan transformasi sektor pertanian, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembangunan sistem pangan yang lebih tangguh, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

12345…126

BERITA FAKULTAS

  • Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan
    12/08/2026
  • Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani
    12/08/2026
  • Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut
    12/08/2026
  • Mengoptimalkan Mikrobioma Tanah, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Hadirkan BioInovasi untuk Rekayasa Ekosistem
    12/08/2026
  • Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT
    12/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju