• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau
Arsip:

SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau

Optimalkan Potensi Perkebunan Morotai, Tim Ekspedisi Patriot UGM Gelar FGD Bersama Warga Transmigrasi

berita Wednesday, 2 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai 2026 sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat transmigrasi di Desa Morodadi, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi lokal, memetakan tantangan pertanian, serta mengkaji hilirisasi limbah perkebunan demi kesejahteraan warga setempat. FGD yang berlangsung dalam dua sesi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Johan Mardiono selaku Kepala Desa Morodadi, Fendi Rauan selaku Perwakilan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Pulau Morotai, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Diskusi ini melibatkan pekebun dan petani dari kawasan SP 1 dan SP 3. Masyarakat SP 1 yang mayoritas merupakan transmigran lokal banyak mengusahakan komoditas kelapa untuk diolah menjadi kopra hitam dan arang. Sementara itu, wilayah SP 3 didominasi oleh petani hortikultura yang sebagian besar berasal dari Jawa. Kelapa tercatat sebagai komoditas dengan luas tanam terbesar dan dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Selain kelapa, warga juga aktif menanam cengkeh, dan pala.

“Paling banyak kelapa, cengkeh, pala, tapi kelapa yang utama dan banyak yang jadi kopra hitam sama arang,” ungkap Jaeruddin, salah satu pengusaha kopra hitam setempat yang hadir dalam FGD. Meski potensinya melimpah, warga mengeluhkan sejumlah tantangan berat. Mulai dari mahalnya harga pupuk, musim kemarau yang mengeringkan sumber air, akses jalan kebun yang rusak, keterbatasan modal, hingga serangan hama babi.

Melihat tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UGM hadir membawa perspektif akademis melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM. Kerja sama multisektor ini melibatkan alumni serta mahasiswa UGM dari berbagai program studi strategis. Dari Fakultas Pertanian, tim diperkuat oleh alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah Hidayati, S.P. Dukungan keahlian tambahan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi yang melibatkan Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo.

Kegiatan FGD dan riset yang diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Patriot UGM di Pulau Morotai ini berkontribusi langsung pada beberapa target Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, antara lain: SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui rencana pemanfaatan limbah perkebunan menjadi briket arang dan konversi limbah basah menjadi biogas lewat biodigester. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui optimalisasi produk turunan kelapa (kopra hitam, arang) dan pengembangan komoditas cengkeh serta pala untuk meningkatkan pendapatan petani transmigran.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong konsep zero waste di sektor pertanian dengan mendaur ulang sisa sabut dan air kelapa yang selama ini dibuang menjadi produk bernilai guna. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan kolaborasi solid antara akademisi UGM, pemerintah daerah (Dinas Transmigrasi), pemerintah desa, dan komunitas petani lokal dalam membangun wilayah transmigrasi. Melalui FGD ini, Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai berharap aspirasi nyata dari masyarakat Desa Morodadi dapat menjadi fondasi kuat dalam merancang cetak biru pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan tepat guna.

 

Penulis: Titi Nur Arofah Hidayati, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai 2026

Tim Ekspedisi Patriot 2026: Faperta UGM dan Kementerian Transmigrasi Dorong Pemanfaatan Bioenergi di Pulau Morotai

berita Wednesday, 2 September 2026

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan sepuluh kampus mitra, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2026, dengan tujuan melakukan pengabdian, pemberdayaan, dan penelitian di kawasan transmigrasi. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM.

Tim Morotai terdiri dari lintas disiplin akademik, melibatkan alumni dan mahasiswa UGM dari berbagai program studi. Dari Fakultas Pertanian hadir alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah, S.P.. Dukungan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi melalui Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo..

Selama empat bulan, tim akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber energi komunitas dan rumah tangga. Limbah kelapa, seperti sabut dan batok, akan diolah menjadi briket melalui sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi pencemaran udara. Air kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diolah menjadi nata de coco sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, limbah pertanian dan rumah tangga akan dimanfaatkan melalui biodigester untuk menghasilkan gas memasak.

Tahapan kegiatan dimulai dengan rapid assessment pada bulan pertama untuk memetakan potensi limbah pertanian dan perkebunan di kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan ini menjadi dasar perancangan dan pembuatan prototype teknologi, seperti retort drum untuk karbonisasi dan biodigester untuk pemanfaatan biomassa. Pada bulan kedua dan ketiga, tim fokus pada pengembangan prototype serta pemantauan hasil pemanfaatan biomassa. Memasuki bulan keempat, hasil kegiatan akan diseminasi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus penyusunan dokumen pemetaan potensi energi berbasis biomassa yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah dalam membangun wilayah transmigrasi. “Misi besar, kerja nyata… dampak besar untuk Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan harapan agar kerja keras tim ekspedisi membawa manfaat luas. “Semoga setiap keringat dan kerja keras kita menjadi keberkahan untuk Indonesia,” ungkapnya.

Program TEP 2026 di Pulau Morotai juga memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan bioenergi mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, penciptaan peluang ekonomi mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan teknologi bioenergi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan limbah mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Pertanian UGM bersama Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan berbasis bioenergi.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Pulau Morotai UGM

Guest Lecture Petrokimia × Faperta UGM 2026: Light the Future of Farming

berita Friday, 21 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Guest Lecture Petrokimia × Faperta UGM dengan tema Light the Future of Farming: Leading the Change in a Disruptive World pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi sivitas akademika untuk memperkuat wawasan, kolaborasi, dan inovasi di bidang pertanian berkelanjutan.

Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui sambutan Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan sejalan dengan konsep Smart Eco Bioproduction (SEB). Dekan berharap kegiatan kuliah umum ini dapat menjadi agenda rutin yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif dan solusi inovatif bagi sektor pertanian.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber utama dari PT Petrokimia Gresik, yaitu Dr. Ir. Daconi Khotob, M.M. selaku Direktur Utama dan Andri Puji Handoyo, S.P. sebagai Senior Vice President. Keduanya membagikan perspektif strategis mengenai pengembangan agribisnis, tantangan dunia industri, serta peluang kolaborasi dengan akademisi dalam menghadapi era disrupsi.

Sebagai bagian dari rangkaian kuliah umum, dilaksanakan pula Pitching Session SEED × Faperta UGM yang menampilkan presentasi inovasi mahasiswa. Awardee terbaik, Team Green Guardians, mempersembahkan karya unggulan SOLAROBUSTA yang menawarkan solusi energi terbarukan untuk mendukung pertanian modern. Penayangan video SEED dan sesi penghargaan semakin memperkuat semangat kolaborasi dan kreativitas mahasiswa.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dan PT Petrokimia Gresik untuk terus menyalakan masa depan pertanian melalui pendidikan, riset, dan inovasi berkelanjutan.

Kegiatan ini secara langsung mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). SDG 2: Tanpa Kelaparan didukung melalui inovasi pertanian berkelanjutan yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian. SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui kuliah umum yang menghadirkan praktisi industri untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan, tantangan, dan peluang di sektor pertanian dan agribisnis.

Inovasi SOLAROBUSTA yang menawarkan solusi energi terbarukan untuk mendukung pertanian modern berkontribusi terhadap SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, khususnya dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian. Sementara itu, Pitching Session SEED × Faperta UGM dan pengembangan inovasi mahasiswa mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi berbasis teknologi dan pengembangan solusi aplikatif bagi sektor pertanian.

Perspektif mengenai pengembangan agribisnis dan dunia industri serta interaksi mahasiswa dengan praktisi juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan wawasan dan kompetensi mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional dan mendukung pengembangan sektor agribisnis. Adapun sinergi antara Faperta UGM dan PT Petrokimia Gresik melalui kegiatan kuliah umum dan SEED × Faperta UGM memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Pitching Session Terbaik SEED 2026: Green Guardians dengan SOLAROBUSTA

Prestasi Friday, 21 August 2026

Sebagai bagian dari rangkaian Guest Lecture Petrokimia × Faperta UGM 2026, sesi pitching menampilkan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi pertanian berkelanjutan. Tim terbaik, Green Guardians, mempersembahkan karya unggulan bertajuk SOLAROBUSTA.

SOLAROBUSTA merupakan sistem budidaya kopi robusta berbasis IoT, agrivoltaics, dan pemupukan berimbang. Inovasi ini memadukan teknologi panel surya di sela pohon kopi sebagai naungan sekaligus sumber energi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Hal ini menjadi solusi atas tantangan perubahan iklim, di mana kenaikan suhu 1°C dapat menurunkan hasil panen hingga 14%.

Green Guardians merupakan tim yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu, antara lain Fikri Danang Himawan (Magister Kehutanan UGM), Ikhsan Adi Pratama (Doktor Ilmu Pertanian UGM), dan Fathur Khoirul Arifin (Magister Kehutanan UGM).

Latar belakang yang diusung berawal dari Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Namun, para petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti produktivitas yang rendah, kesenjangan mutu, sistem pemupukan konvensional, serta minimnya akses data dan informasi. SOLAROBUSTA hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan pendekatan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, Tim Green Guardians menyampaikan bahwa PT Petrokimia Gresik berperan sebagai penyedia tools, data, farmer informer, dan sistem digital agronomi. Sementara itu, UGM melalui mahasiswa berkontribusi dalam pembuatan instalasi panel surya, sistem monitoring, serta otomasi agrivoltaics yang mencakup pengendalian suhu, kesuburan tanah, dan irigasi presisi.

Inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi dunia, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 2: Tanpa Kelaparan didukung melalui upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan sistem budidaya kopi. Pemanfaatan panel surya dan teknologi agrivoltaics berkontribusi terhadap SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui penerapan sumber energi terbarukan dalam sistem pertanian.

Integrasi IoT, sistem monitoring, otomasi, serta pengelolaan suhu, kesuburan tanah, dan irigasi presisi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi untuk pertanian modern. Sementara itu, penerapan pemupukan berimbang dan irigasi presisi turut berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penggunaan input dan sumber daya secara lebih efisien.

Respons SOLAROBUSTA terhadap peningkatan suhu dan tantangan perubahan iklim secara langsung berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya melalui pengembangan sistem budidaya yang lebih adaptif dan tangguh terhadap perubahan lingkungan. Kolaborasi antara PT Petrokimia Gresik dan UGM dalam penyediaan data, sistem digital agronomi, instalasi panel surya, monitoring, dan otomasi juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan solusi pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Dosen Fakultas Pertanian UGM Pimpin Tim Ekspedisi Patriot 2026

berita Wednesday, 12 August 2026

Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui keterlibatan aktif dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebuah program resmi Kementerian Transmigrasi yang bertujuan melakukan riset multidisiplin, pendampingan masyarakat, serta percepatan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Sebagai kampus mitra, UGM menerjunkan 24 tim yang terdiri dari dosen, peneliti, dan alumni. Di antara tim tersebut, empat dosen Fakultas Pertanian UGM dipercaya sebagai ketua tim dengan fokus riset dan pendampingan di berbagai kawasan transmigrasi:
● Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D.
Tema: Ekonomi Hijau Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Kawasan Transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
● Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.
Tema: Penguatan Kelembagaan Ekonomi Transmigran melalui Transformasi Koperasi dan Bumdes di Kawasan Sagea Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
● Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc., Ph.D.
Tema: Akselerasi Adopsi Teknologi Pemasaran Digital untuk Mitigasi Konflik Agraria di Kawasan Patlean, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
● Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D.
Tema: Rapid Assessment Potensi Biomassa dan Sistem Bioenergi Komunitas Menuju Desa Mandiri Energi di Kawasan Pulau Morotai, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Para ketua tim akan mendampingi kegiatan yang melibatkan lima alumni UGM dan universitas mitra lainnya. Program ini berlangsung mulai 31 Juli hingga 27 November 2026, dengan fokus pada pemetaan potensi lokal, penguatan kelembagaan ekonomi, hilirisasi komoditas endemik, serta pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.


Keterlibatan dosen Fakultas Pertanian UGM dalam TEP 2026 secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pemetaan potensi lokal dan pengembangan komoditas endemik yang dapat mendukung ketahanan pangan serta penguatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan potensi biomassa dan sistem bioenergi komunitas menuju desa mandiri energi di Morotai, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan koperasi dan Bumdes sebagai bagian dari kelembagaan ekonomi dan agregator rantai pasok, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui akselerasi adopsi teknologi pemasaran digital, pemetaan potensi wilayah, serta pengembangan inovasi berbasis sumber daya lokal untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui hilirisasi dan pemanfaatan berkelanjutan komoditas endemik serta pengembangan ekonomi hijau berbasis sumber daya lokal, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui upaya mitigasi konflik agraria dan penguatan kelembagaan masyarakat di kawasan transmigrasi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara UGM, universitas mitra, Kementerian Transmigrasi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan riset dan pendampingan masyarakat.
Dengan partisipasi aktif ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat jejaring akademik, dan mengabdi bagi masyarakat di wilayah 3T.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Fakultas Pertanian UGM

 

Fakultas Pertanian UGM Perkuat Kontribusi SDGs, Dorong UGM ke Peringkat 41 Dunia

berita Wednesday, 8 July 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menembus peringkat ke-41 dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rating 2026 dengan skor 93,2/100. Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi strategis Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, yang tercatat sebagai salah satu fakultas dengan aktivitas SDGs tertinggi di lingkungan UGM.

Berdasarkan data Dashboard SDGs UGM, Faperta mencatat lebih dari 2.500 aktivitas (per 3 Ju yang mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Angka ini menempatkan Faperta sebagai fakultas dengan kontribusi terbesar ketiga setelah universitas secara keseluruhan.

Kontribusi Faperta tidak hanya memperkuat reputasi UGM secara global, tetapi juga memastikan riset dan pengabdian masyarakat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan, ketahanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan. Dengan capaian ini, Faperta menegaskan perannya sebagai pionir riset pertanian berkelanjutan sekaligus penggerak utama kontribusi UGM dalam mendukung SDGs.

Capaian UGM diumumkan secara resmi pada Rabu, 24 Juni 2026. UGM berhasil naik 41 peringkat dari posisi ke-82 dunia tahun sebelumnya menjadi posisi ke-41 dari total 1.603 universitas yang dievaluasi. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyebutkan bahwa kenaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja hampir di seluruh SDGs. “Capaian tersebut menunjukkan penguatan reputasi akademik sekaligus komitmen UGM terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional,” ungkapnya.

Penilaian dilakukan berdasarkan kontribusi universitas dalam mencapai indikator SDGs, dengan data yang dikumpulkan dari pelaporan universitas dan bibliometrik Elsevier. Universitas peserta diwajibkan mengikuti minimal empat kategori SDG, termasuk SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan sebagai komponen wajib.

Sebagai salah satu fakultas dengan kontribusi terbesar, Faperta UGM berperan penting dalam mendukung capaian-capaian tersebut. Melalui riset pertanian berkelanjutan, inovasi agroekosistem, penguatan kurikulum berbasis OBE, serta jejaring internasional, Faperta memastikan bahwa kontribusi UGM terhadap SDGs tidak hanya tercatat dalam pemeringkatan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Dashboard SDGs UGM

Dr. Kengo Inoue Ungkap Potensi Mikroba Elektrogenik dalam Menghasilkan Energi Bersih

berita Tuesday, 21 April 2026

Dalam sesi ketiga Biotechnology Seminar di Fakultas Pertanian UGM, Dr. Kengo Inoue dari Faculty of Agriculture, Miyazaki University, memaparkan peran komunitas mikroba elektrogenik dalam sistem Microbial Fuel Cells (MFCs). Penelitiannya menunjukkan bagaimana komunitas mikroba mampu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan energi listrik.

Dalam paparannya, Dr. Inoue menjelaskan bahwa sistem Microbial Fuel Cells (MFCs) yang dioperasikan selama lebih dari tiga tahun mampu mempertahankan kinerja tinggi secara konsisten. Selama periode tersebut, terjadi pengayaan mikroorganisme tertentu, terutama methanogens dan sulfate-reducing bacteria, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem. Kehadiran kedua kelompok mikroba ini tidak hanya meningkatkan efisiensi degradasi senyawa organik dalam limbah cair, tetapi juga memperkuat kapasitas sistem dalam menghasilkan energi bersih.

Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan MFCs sangat bergantung pada keseimbangan komunitas mikroba yang terbentuk secara alami. Dengan memahami dinamika populasi mikroba, teknologi ini dapat dikembangkan lebih jauh untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan.

Paparan Dr. Inoue memperlihatkan bagaimana riset dari Miyazaki University dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi bioteknologi global. Kehadirannya di Faperta UGM memperkuat jejaring akademis internasional dan membuka peluang kolaborasi riset di bidang energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan.

Riset Dr. Inoue memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian Berpartisipasi dalam Sosialisasi Borang dan Pendampingan SCA 2026

berita Wednesday, 11 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi Borang dan Pendampingan Sustainability Campus Action (SCA) 2026 yang diselenggarakan oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) pada Selasa, 10 Maret 2026 secara daring. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran program SCA 2026 yang telah dilaksanakan pada 3 Maret 2026.

Dalam agenda tersebut, Fakultas Pertanian diwakili oleh Kepala Kantor Administrasi, Agus Sudarwinto, S.E., M.M., bersama tim. Tiap peserta mendapatkan pendampingan terkait pengisian borang sustainability, meliputi indikator UI GreenMetric, QS Sustainability, dan THE Impact Rankings, serta arahan mengenai implementasi kegiatan berkelanjutan di tingkat fakultas.

Sebagai bagian dari program tersebut, setiap fakultas direncanakan akan memperoleh hibah sebesar Rp20.000.000 untuk mendukung minimal lima kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan tata kelola sampah dengan pemanfaatan timbangan digital, efisiensi energi, konservasi air, serta berbagai program lain yang relevan dengan bidang pertanian.

Kontribusi Fakultas Pertanian dalam SCA 2026 mendukung pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Berdayakan Ibu PKK Kalimundu Olah Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket Ramah Lingkungan

berita Friday, 24 October 2025

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam kelompok BIJAK (Briket Jagung Kalimundu) menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah pertanian melalui kegiatan “Pemberdayaan PKK Dusun Kalimundu Melalui Pengolahan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket dengan Optimalisasi Pembakaran Kalor”. Kegiatan ini berlangsung dari 28 Agustus hingga 20 September 2025 di Dusun Kalimundu, Kalurahan Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

Program ini diketuai oleh Anisa Eka Zakiya (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2023), bersama anggota tim Asyifa Nur Afanie, Laluna Lena (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2023), Muhammad Wildan Mustofa (Proteksi Tanaman 2024), dan Salma Salsabila (Teknik Kimia 2023). Di bawah bimbingan Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc., Dosen Fakultas Pertanian UGM, tim BIJAK menginisiasi pelatihan pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket sebagai solusi energi alternatif sekaligus peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Dusun Kalimundu, yang merupakan salah satu wilayah penghasil jagung di Bantul, menghasilkan limbah tongkol jagung hingga 99,8 ton per tahun. Selama ini limbah tersebut hanya dibuang atau dibakar, berpotensi mencemari lingkungan dan menghambat saluran irigasi. Melalui program ini, ibu-ibu PKK diberdayakan untuk mengolah limbah menjadi briket yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Kegiatan pelatihan dilakukan dalam lima pertemuan akhir pekan yang diikuti oleh 20 peserta aktif dari anggota PKK. Bertempat di rumah Dukuh Kalimundu, pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat. Ketua PKK Kalimundu, Agni Pririanismara, menyampaikan harapannya agar program ini berkelanjutan dan mampu dikembangkan secara mandiri oleh ibu-ibu PKK. “Memanfaatkan limbah yang tersedia di sekitar kita, khususnya tongkol jagung, merupakan langkah yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Anisa selaku ketua tim menekankan bahwa program ini tidak hanya mengurangi limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. “Briket ini memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan,” jelasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa. Program BIJAK turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Tim PKM-PM BIJAK UGM & Beny Nabila Happy Fauziah

Editor : Desi Utami

 

STIVALUTION Sulap Sampah Plastik dan Sekam Padi Menjadi Bahan Bakar Industri yang Ramah Lingkungan

berita Thursday, 4 September 2025

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam perlombaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), melalui unitnya yaitu Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). PKM terdiri dari 9 bidang, sedangkan bidang PKM yang diikuti adalah PKM Kewirausahaan (PKM-K). Kelima mahasiswa tersebut adalah Gayuh Dewi Mahesa (S1 Teknologi Industri Pertanian 2023) sebagai ketua tim, Ikhsan Setiawan (S1 Teknologi Industri Pertanian 2023), Octavia Riezqi Yusandra (S1 Proteksi Tanaman 2023), Vanky Agrinda Tama (S1 Teknik Mesin 2024), dan Muchammad Zakky Pratama (S1 Manajemen Kebijakan Publik 2024) yang dibersamai dengan dosen pembimbing dari Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P. Setelah melalui beberapa tahap seleksi mulai dari seleksi internal oleh pihak UGM hingga seleksi oleh pihak Belmawa, tim PKM-K berhasil lolos pendanaan dengan mendapatkan pendanaan penuh dari Simbelmawa.

Inovasi yang ditawarkan oleh tim PKM-K adalah STIVALUTION yaitu produk bahan bakar industri yang ramah lingkungan berbentuk biopelet dengan bahan baku sampah plastik kategori Low Density Polyethylene (LDPE) dan sekam padi. Penggunaan kedua bahan baku ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang menumpuk di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta serta sekam padi yang jarang dimanfaatkan. “Kami memanfaatkan sampah plastik LDPE seperti kantong plastik dan sekam padi yang terbuang begitu saja menjadi bahan bakar ramah lingkungan agar dapat memiliki nilai jual,” jelas Gayuh.

“Sampah plastik LDPE menghasilkan nilai kalor yang tinggi dengan nyala api yang stabil, sedangkan sekam padi mengandung senyawa lignin apabila dibakar menghasilkan minim asap dengan nilai kalor ±3.000 kkal/kg. Hal ini mendorong kami menggabungkan kedua bahan tersebut untuk dijadikan bahan bakar alternatif,” tambah Octa.

STIVALUTION memiliki target pasar industri kecil dan menengah, seperti usaha pembuatan Bakpia Pathok, penggorengan kerupuk, catering, dan pembuatan batu bata. Harapannya melalui inovasi baru dari produk STIVALUTION dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi sampah plastik dan sekam padi di Indonesia dan menghadapi habisnya bahan bakar tidak terbarukan seperti batu bara di masa mendatang. Kini, STIVALUTION telah diperjualbelikan melalui e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada untuk menjangkau customer hingga seluruh Indonesia. Customer dapat menemukan produk pada bar pencarian dengan nama toko “STIVALUTION”.

Langkah kecil dari tim STIVALUTION merupakan salah satu upaya untuk ikut serta menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra
Editor: Desi Utami

12

BERITA FAKULTAS

  • Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Lentera DESA Faperta UGM Hadirkan Pembelajaran Interaktif pada Pelatihan Hidroponik BPSDMP DIY
    09/09/2026
  • Program Studi Proteksi Tanaman Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    09/09/2026
  • Program Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    09/09/2026
  • Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Studi Pertukaran di Lund University, Swedia
    07/09/2026
  • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    02/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju