• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
  • (Page 3)
Arsip:

berita

Temu Alumni: Momentum Sinergi Lintas Generasi untuk Kemajuan Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Ratusan alumni lintas angkatan berkumpul kembali di almamater dalam acara Temu Alumni KAGAMA Fakultas Pertanian UGM dalam Rangka Lustrum XVI, Minggu, 20 September 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Sinergi Kolaborasi Alumni dan Almamater Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini berlangsung guyub, hangat, dan penuh semangat kekeluargaan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum KAGAMA Pertanian Mahmudi, S.P., M.Si., serta sambutan Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Rangkaian acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Guyub Nusantara yang dibawakan secara kolaboratif oleh lintas generasi alumni (angkatan 1986, 1989, 1990, hingga 2019) bersama PP KAGAMA dan UGM.

Selain menjadi ajang reuni dan silaturahmi, pertemuan ini diisi dengan peluncuran buku inspirasi alumni, penyaluran donasi dana abadi beasiswa melalui Yayasan Prof. Harjono Danoesastro, serta seremoni penyerahan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa aktif. Kehangatan temu alumni ditutup dengan ramah tamah, makan siang bersama, hiburan musik, dan foto bersama di selasar kampus.

Momentum temu alumni ini mempertegas kembali komitmen jejaring KAGAMA Pertanian untuk terus berjalan beriringan bersama fakultas dalam menjawab tantangan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, melalui kegiatan ini Faperta UGM terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui beasiswa yang membantu meringankan beban finansial mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi agar dapat menuntaskan pendidikan tinggi; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring alumni dan almamater dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui fasilitasi ruang sinergi antara dunia akademik dan profesional alumni untuk memperkaya proses pembelajaran; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui dukungan terhadap kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi mahasiswa dari seluruh program studi sarjana di Faperta UGM; SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui partisipasi lintas generasi dalam apresiasi dan pelestarian budaya melalui Tari Guyub Nusantara; SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan ruang partisipasi dan hubungan kelembagaan alumni yang harmonis dan inklusif; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi multipihak antara almamater, KAGAMA Pertanian, alumni, dan komunitas agribisnis nasional nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

Alumni Fakultas Pertanian UGM Perkuat Akses Pendidikan Lewat Beasiswa KAGAMA Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Kepedulian nyata terhadap keberlanjutan studi generasi penerus ditunjukkan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Pertanian (KAGAMA Pertanian) melalui penyerahan Beasiswa KAGAMA Pertanian 2026. Agenda ini menjadi salah satu sesi utama dalam Temu Alumni KAGAMA Pertanian dalam rangka Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Faperta UGM yang digelar di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Penggalangan beasiswa ini dikelola secara akuntabel melalui Yayasan Profesor Harjono Danoesastro dengan akumulasi total dana beasiswa mencapai 1,3 M. Komitmen tersebut diperkuat oleh sumbangan Dana Abadi dari angkatan penyelenggara, di antaranya Angkatan 1986 (dikoordinasi Ir. Ardiati & Ir. Kuswantri Heri) sebesar Rp28.000.000, Angkatan 1996 (dikoordinasi Sapta Wira U., S.P., M.I.Kom.) sebesar Rp30.000.000, serta Angkatan 2006 (dikoordinasi Iga Aditya, S.P.) sebesar Rp12.850.000.

Pemberian beasiswa untuk periode Oktober 2026 hingga September 2027 ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., bersama jajaran Sekjen KAGAMA Pertanian dan Dekanat Faperta UGM kepada perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi:

  1. Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
  2. Ayudya Martha Sholihah (Agronomi)
  3. Muhammad Wildan Mustofa (Proteksi Tanaman)
  4. Rafel Hidayat Rizki (Teknologi Hasil Perikanan)
  5. Riris Rhegita Chayani (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian)
  6. Amanda Irfatul Hidayah (Ilmu Tanah)

Inisiatif beasiswa ini menunjukkan komitmen alumni dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Faperta UGM. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui bantuan finansial yang membantu mengurangi beban biaya pendidikan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui dukungan terhadap keberlanjutan dan pemerataan akses pendidikan tinggi; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia terdidik dan terampil yang dipersiapkan untuk berkontribusi di dunia kerja; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan menyelesaikan pendidikan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kemitraan antara Faperta UGM, KAGAMA Pertanian, Yayasan Profesor Harjono Danoesastro, alumni lintas angkatan, dan berbagai sektor profesional dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Forum Maritim Bali Dorong Peran Generasi Muda dalam Menjaga Laut

berita Friday, 25 September 2026

Forum Maritim Bali (FMB) menghadirkan perspektif lintas generasi mengenai pentingnya menjaga sumber daya maritim Indonesia dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Kegiatan tersebut menghadirkan empat pemateri dengan latar belakang duta yang berbeda untuk membahas keterkaitan antara pangan, ekosistem laut, kesejahteraan masyarakat, dan peran generasi muda.

Empat pemateri yang hadir yakni Keyza Morenata, salah satu Duta Protein Indonesia 2024; Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya, Duta Kids Maritim Bali 2024; Putu Winie Arisachi Karita, Runner Up 3 Duta Maritim Bali 2024; serta Ni Komang Larasati Kusumawardana, Duta Maritim Bali 2024.

Dalam pemaparannya, Keyza Morenata mengangkat materi mengenai pentingnya konsumsi ikan dan protein berkualitas. Ia menekankan bahwa edukasi mengenai pangan dan protein tidak cukup berhenti pada penyampaian informasi, tetapi perlu diwujudkan melalui solusi yang nyata. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein yang cukup, aman, dan bergizi, memastikan mutu ikan yang dikonsumsi, serta mendukung sumber pangan lokal dengan tetap menjaga keberlanjutan laut.

“Edukasi tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui solusi yang nyata,” ujar Keyza.

Perspektif mengenai keberlanjutan laut kemudian dilanjutkan oleh Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya melalui materi “Peran Gen Alfa dalam Menjaga Ekosistem Terumbu Karang.” Ia menyoroti karakter Generasi Alfa yang tumbuh berdampingan dengan teknologi sebagai peluang untuk memperluas edukasi mengenai lingkungan laut. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi sekaligus mengajak lebih banyak generasi muda untuk peduli terhadap ekosistem terumbu karang.

“Kami, Generasi Alfa, tidak hanya sebagai penerus, tetapi sebagai bagian dari solusi,” ungkap Ananda.

Sementara itu, Putu Winie Arisachi Karita membahas keterkaitan erat antara ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Ekosistem laut tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai organisme, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat, khususnya masyarakat pesisir. Oleh karena itu, upaya menjaga kelestarian laut juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.

“Menjaga ekosistem laut bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Putu.

Pembahasan kemudian ditutup dengan perspektif Generasi Z yang disampaikan oleh Ni Komang Larasati Kusumawardana melalui materi “Peran Gen Z dalam Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Maritim.” Ia menekankan bahwa generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem laut, bukan sekadar menjadi penonton. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya digital movement, edukasi dan sosialisasi, serta aksi nyata dalam menjaga lingkungan laut.

“Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan untuk mencegah kerusakan dan melestarikan ekosistem laut,” ujar Larasati.

Kegiatan Forum Maritim Bali dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Faperta UGM berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut, terumbu karang, dan keberlanjutan sumber daya maritim. Pembahasan mengenai konsumsi ikan dan protein berkualitas juga berkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam mendorong kesadaran terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas. Keterkaitan sumber daya laut dengan mata pencaharian masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara ajakan untuk menjaga sumber daya laut secara berkelanjutan sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Edukasi dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga ekosistem laut juga memperkuat kesadaran dan aksi masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan yang berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

Family Gathering Lustrum XVI Faperta UGM Jadi Etalase 15 UMKM Binaan

berita Friday, 25 September 2026

Sebanyak 15 UMKM turut memeriahkan rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Minggu, 13 September 2026. Kehadiran para pelaku UMKM menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan keluarga besar Faperta UGM dalam suasana kebersamaan dan silaturahmi.

Berbagai produk UMKM hadir dalam bazar yang digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut. Para pelaku usaha memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa dan memperkenalkan produk mereka kepada peserta Family Gathering.

Salah satu pelaku UMKM yang turut berpartisipasi adalah UMKM dari Kelompok Tani Sedyo Maju dari Purwormartani, Kalasan  dibawah bimbingan Dody Kastono, S.P., M.P. dosen Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM yang menghadirkan produk  unggulan yaitu Semangka Varietas Klasik dan Madrid. Nurcahya Tri Haryanta mengaku senang dapat menjadi bagian dari kegiatan Family Gathering Lustrum XVI Faperta UGM.

“justru ini adalah kesempatan bagi kami poktan poktan untuk bisa muncul dan diberi wadah pada event event tertentu untuk menambah semangat kami selaku pelaku dibawah”

Menurut Nurcahya Tri Haryanta, kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Selain dapat mengikuti suasana Family Gathering, kehadirannya sebagai pelaku UMKM juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan para peserta yang hadir.

Kehadiran 15 UMKM dalam Family Gathering Lustrum XVI turut menambah ragam kegiatan dalam perayaan Dies Natalis ke-80 Faperta UGM. Bazar menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku usaha dengan keluarga besar fakultas dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan.

Kegiatan Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Faperta UGM juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberian ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM serta penguatan aktivitas kewirausahaan lokal. Kegiatan ini juga mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan ruang partisipasi dan akses yang lebih luas bagi kelompok usaha dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Selain itu, keterlibatan Faperta UGM, dosen pendamping, kelompok tani, dan pelaku UMKM mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal.

 

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM

berita Friday, 25 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar bagi Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., Guru Besar Bidang Virologi Tumbuhan pada Selasa, 22 September 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen fakultas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas pengukuhan Prof. Sedyo sebagai guru besar ke-30 di Fakultas Pertanian UGM. Harapannya, amanah ini dapat semakin memperkaya perkembangan ilmu virologi tumbuhan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Sedyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran dekanat, kolega, dan alumni yang hadir. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan penuh kerendahan hati, Prof. Sedyo berharap acara sederhana ini dapat menjadi wadah kebersamaan dan apresiasi atas perjalanan akademiknya.

Doa bersama kemudian dipimpin oleh Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Doa tersebut memohon agar Prof. Sedyo senantiasa diberikan kesehatan lahir batin serta kekuatan dalam menjalankan peran sebagai peneliti dan pendidik.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah bersama Prof. Sedyo dan keluarga. Rekan sejawat, alumni, serta kolega turut memberikan ucapan selamat, dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan hidangan yang menambah kehangatan suasana.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset virologi tumbuhan yang mendukung perlindungan tanaman dan ketahanan pangan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM semakin meneguhkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Duta Maritim Bali Kenalkan Potensi Tuna dan Pentingnya Keberlanjutan Laut kepada Generasi Muda

berita Friday, 25 September 2026

Potensi kelautan Indonesia tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dikenalkan dan dijaga keberlanjutannya oleh generasi muda. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna yang menghadirkan para Duta Maritim Bali dalam Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) di Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, para duta memperkenalkan ikan tuna dari berbagai perspektif, mulai dari nilai ekonomi dan kandungan gizi hingga peluang inovasi pengolahan dan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut.

Ni Putu Indhira Laksmi Putri, Runner Up V Duta Maritim Bali 2026, menjelaskan bahwa tuna dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan isu kelautan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, tuna memiliki karakteristik yang relevan untuk menghubungkan aspek ekonomi, pangan, kesehatan, dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Menurut saya, ikan tuna bisa menjadi simbol yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama Gen Z dan Gen Alpha,” ujar Ni Putu Indhira.

Ia menjelaskan bahwa tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang luas. Di sisi lain, tuna juga dikenal sebagai sumber protein dan mengandung berbagai zat gizi, termasuk asam lemak omega-3. Potensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan sumber daya kelautan Indonesia.

Namun, pemanfaatan tuna perlu diiringi dengan perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Ni Putu Indhira menyoroti ancaman seperti overfishing dan pencemaran sampah plastik yang dapat memengaruhi keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Jika ikan tuna terancam oleh overfishing dan sampah plastik, maka inilah yang menjadi sinyal darurat bahwa laut kita sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa tuna tidak hanya dapat dipandang sebagai komoditas pangan dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut yang pemanfaatannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan sektor perikanan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Sementara itu, Ni Kadek Selbi Tariadani, Runner Up Duta Maritim Bali 2026, menyoroti pentingnya menghubungkan potensi sumber daya kelautan dengan inovasi pengolahan pangan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi pengolahan tuna yang ditujukan kepada peserta Family Gathering di lingkungan Faperta UGM.

Dalam wawancara tersebut, Ni Kadek Selbi menyampaikan bahwa potensi hasil perikanan dari wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan selatan Yogyakarta, dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan. Kegiatan demonstrasi menjadi sarana untuk memperkenalkan bahwa hasil perikanan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa Faperta UGM untuk semakin tertarik mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, potensi pangan Indonesia berasal dari sumber daya daratan maupun lautan yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Pengolahan hasil perikanan seperti tuna juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkenalkan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan secara optimal dan bertanggung jawab.

Dimensi pendidikan dan keberlanjutan turut disampaikan oleh Ni Kadek Keisha Suparta, Runner Up II Duta Kids Maritim Bali 2024. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran mengenai sektor maritim sejak usia dini. Menurutnya, kepedulian terhadap laut tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, tetapi juga melalui proses mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan maritim Indonesia.

“Kami sebagai Duta Kids Maritim Bali berharap agar generasi muda dapat menjadi generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan ikut berperan dalam menjaga dan memajukan potensi Indonesia,” tutur Ni Kadek Keisha.

Ia juga mengaitkan peran generasi muda dengan pengembangan ekonomi biru dan cita-cita membangun Generasi Emas 2045. Karena itu, edukasi mengenai maritim perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran dan tanggung jawab terhadap laut dapat tumbuh sejak dini.

Pesan serupa disampaikan oleh I.G.A. Kineta Adiaraya, Runner Up I Pra Kids Maritim Bali 2025. Menurutnya, kepedulian terhadap laut bukan hanya tanggung jawab masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Masyarakat yang berada jauh dari laut pun dapat berkontribusi melalui perilaku sehari-hari.

“Walaupun saya tinggal jauh dari pesisir, saya berhak untuk menjaga laut,” tegas I.G.A. Kineta.

Ia mencontohkan berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air, memilah sampah, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan edukasi mengenai lingkungan laut.

Rangkaian wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna tersebut memperlihatkan bahwa isu maritim memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Potensi tuna dapat dibahas dari sisi pangan dan gizi, nilai ekonomi, inovasi pengolahan, hingga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem laut.

Kehadiran Duta Maritim Bali di lingkungan perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai kelautan dapat dibangun melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Pengenalan terhadap komoditas seperti tuna menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pengetahuan mengenai sumber daya laut dengan persoalan pangan, lingkungan, dan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen sumber daya maritim, tetapi juga memahami nilai, potensi, serta tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutannya. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing dan berkembang menjadi partisipasi yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan sektor maritim Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai ikan sebagai bagian dari pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai potensi, pemanfaatan, dan keberlanjutan sumber daya maritim, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan nilai ekonomi dan peluang pengembangan hasil perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui demonstrasi serta pengembangan inovasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pengetahuan dan edukasi mengenai isu kemaritiman kepada generasi muda.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan secara lebih optimal serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi tentang keberlanjutan sumber daya ikan, ancaman overfishing, pengurangan pencemaran, dan perlindungan ekosistem laut; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dan aktivitas di daratan turut memengaruhi kesehatan ekosistem pesisir dan laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui interaksi dan kolaborasi antara Duta Maritim Bali, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta kepedulian terhadap keberlanjutan maritim.

Melalui pengenalan potensi tuna dan edukasi mengenai keberlanjutan laut, kegiatan ini menegaskan bahwa membangun budaya maritim tidak harus dimulai dari wilayah pesisir. Kepedulian dapat tumbuh dari ruang pendidikan, keluarga, komunitas, hingga tindakan sederhana sehari-hari. Dari sana, generasi muda dapat mengambil peran dalam memastikan kekayaan laut Indonesia tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Wawancara Alumni Faperta UGM: Refleksi dan Harapan di Temu Alumni 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian kegiatan Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) 2026 pada Minggu, 20 September 2026, sejumlah alumni berbagi refleksi pengalaman masa kuliah serta menyampaikan harapan bagi pengembangan fakultas ke depan. Wawancara singkat ini menjadi ruang inspiratif untuk meneguhkan nilai kebersamaan sekaligus memperkaya perspektif sivitas akademika.

Onis, alumni Prodi Pemuliaan Tanaman angkatan 2006, menuturkan bahwa jika diberi kesempatan mengulang masa kuliah satu hari, ia ingin lebih fokus pada perkuliahan dan penyelesaian skripsi. “Dulu saya sambil bekerja sehingga waktu kuliah agak terbagi. Jika bisa mengulang, saya ingin lebih fokus agar penyelesaian studi tidak tertunda,” ungkapnya. Pesan ini mencerminkan pentingnya manajemen waktu dan komitmen akademik bagi mahasiswa.

Sementara itu, Jaka Waluya, alumni Agronomi angkatan 1986 dengan spesialisasi Pemuliaan Tanaman, menekankan bahwa semangat keguyuban di Faperta UGM tetap terjaga lintas generasi. “Keguyupannya tidak pernah berubah, selalu solid. Namun yang perlu dibenahi adalah bagaimana lulusan dipersiapkan menghadapi dunia setelah kuliah. Jangan berpikir lulusan Faperta hanya untuk bertani, karena kariernya sangat luas. Ilmu pertanian penting, tetapi ilmu hidup juga sangat menentukan,” jelasnya. Pandangan ini menegaskan relevansi pengembangan karier alumni yang lebih beragam dan adaptif.

Syahrul, alumni Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 1996, menyampaikan harapan singkat namun penuh makna. “Untuk Faperta ke depan, saya berharap kita bisa merakyat, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya. Perspektif yang disampaikan para alumni juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan kualitas pendidikan dan pembekalan mahasiswa dengan kompetensi akademik maupun keterampilan kehidupan berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penyiapan lulusan untuk memasuki berbagai bidang profesi dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pandangan mengenai luasnya pilihan karier lulusan pertanian juga berkaitan secara pendukung dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan peluang pengembangan kapasitas bagi lulusan dengan beragam latar belakang dan jalur karier. Sementara itu, keterhubungan alumni dengan almamater serta pertukaran pengalaman lintas generasi memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antara alumni, fakultas, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Wawancara alumni ini tidak hanya menghadirkan refleksi personal, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, relevansi ilmu pertanian, dan arah pengembangan fakultas yang berkelanjutan. Fakultas Pertanian UGM berharap semangat alumni dapat terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Tari Guyup Nusantara Warnai Temu Alumni Faperta UGM 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Suasana Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali semarak dengan persembahan seni budaya bertajuk Tari Guyup Nusantara pada Minggu, 20 September 2026. Bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, penampilan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan budaya yang memperkuat ikatan alumni lintas generasi.

Persembahan tari ini merupakan hasil kolaborasi antara PP Kagama dan UGM, dibawakan oleh para alumni lintas angkatan: Sri Rida Farina (1986), Ngurah Ary Bebasari (1989), Nuning Issetyaning Pratiwi (1990), Safitriani (1990), Dian Pertiwi (2019), dan Zahra Seruni (2019). Kehadiran mereka di panggung tidak hanya menampilkan keindahan gerak tari, tetapi juga mempertegas semangat guyub yang menjadi ciri khas keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

Tari Guyup Nusantara menjadi medium yang menyatukan alumni dari berbagai angkatan, sekaligus memperlihatkan bahwa seni budaya dapat menjadi jembatan kebersamaan di tengah perayaan akademis. Penampilan ini menegaskan bahwa Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pembangunan pertanian, tetapi juga dalam pelestarian budaya bangsa.

Persembahan Tari Guyup Nusantara juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran lintas generasi dan pemanfaatan seni budaya sebagai ruang edukasi, ekspresi, serta penguatan nilai kebersamaan. Pelestarian dan pengenalan budaya dalam ruang komunitas juga berkaitan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sebagai bagian dari identitas komunitas. Keterlibatan alumni dari berbagai angkatan turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) melalui terciptanya ruang partisipasi yang mempertemukan alumni lintas generasi dalam kegiatan bersama. Sementara itu, kolaborasi antara alumni, UGM, dan organisasi KAGAMA memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring dan kerja sama yang mendukung keberlanjutan komunitas akademik.

Melalui Tari Guyup Nusantara, Temu Alumni Faperta UGM 2026 tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan lintas generasi melalui seni dan budaya. Persembahan tersebut memperkaya rangkaian peringatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan yang terus tumbuh dalam keluarga besar Faperta UGM.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Ketua KAGAMA Faperta UGM Teguhkan Komitmen Alumni dalam Peringatan Lustrum XVI

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Ketua KAGAMA Fakultas Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., turut memberikan sambutan penuh makna dalam kegiatan Temu Alumni yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Minggu, 22 September 2026.

Selain menjabat sebagai Ketua KAGAMA Faperta, Mahmudi merupakan alumni Faperta UGM yang saat ini dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding gula di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Kiprahnya di dunia industri menunjukkan bagaimana alumni Fakultas Pertanian mampu berkontribusi tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga dalam pengelolaan sektor strategis nasional.

Dengan kapasitasnya sebagai pemimpin perusahaan sekaligus representasi alumni, Mahmudi menegaskan komitmen untuk terus mendukung kejayaan Fakultas Pertanian UGM. “Semoga Fakultas Pertanian makin jaya. Atas nama alumni, kami mengucapkan selamat atas Lustrum XVI dan ulang tahun ke-80,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam sambutannya, Mahmudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan mitra yang telah berkontribusi dalam penggalangan beasiswa KAGAMA Pertanian. Hingga kini, dana yang terkumpul mencapai Rp1,3 miliar, dan telah disalurkan kepada enam mahasiswa selama satu tahun. Dukungan ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni terhadap keberlanjutan pendidikan dan penguatan kapasitas generasi muda.

Mahmudi juga mengajak seluruh alumni untuk semakin meningkatkan keberadaan KAGAMA Pertanian sebagai wadah kolaborasi. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada alumni angkatan 1986, 1996, dan 2006 yang telah berperan sebagai tuan rumah dan memfasilitasi kegiatan ini.

Sambutan Ketua KAGAMA menegaskan pentingnya sinergi antara alumni, fakultas, dan mitra strategis. Dengan dukungan berkelanjutan, Fakultas Pertanian UGM diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperluas jejaring, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Selain sebagai agenda temu alumni, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dukungan Beasiswa KAGAMA Pertanian berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) karena bantuan finansial dapat membantu mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan melanjutkan pendidikan. Sementara itu, kiprah alumni Faperta UGM di berbagai bidang profesional, termasuk sektor industri dan agroindustri, turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui kontribusi sumber daya manusia terdidik dan profesional dalam dunia kerja serta pembangunan sektor ekonomi. Kolaborasi antara alumni lintas angkatan, fakultas, dan mitra dalam pengembangan program beasiswa serta kegiatan alumni juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Agriculture Field Seminar 2026: UGM dan Shizuoka University Perkuat Kolaborasi Akademik

berita Thursday, 24 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyambut kehadiran delegasi dari Shizuoka University, Jepang, dalam rangkaian kegiatan Agriculture Field Seminar 2026 pada 14 September 2026. Acara ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan akademisi kedua universitas untuk bertukar ilmu, memperkuat jejaring internasional, serta mengembangkan gagasan inovatif di bidang pertanian berkelanjutan.

Acara pembukaan di Ruang Dekanat Fakultas Pertanian UGM dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia; Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., pejabat UGM bidang kerja sama internasional; serta Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Dari pihak Shizuoka University hadir Prof. Motohashi Reiko dan Yuko Yoneda, Ph.D., yang telah lama menjadi mitra strategis UGM dalam program ini.

Kegiatan ini turut dikoordinasi oleh Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Budidaya Pertanian, yang memastikan rangkaian seminar berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar maksimal bagi mahasiswa Shizuoka University. Selain itu, kerja sama antara UGM dan Shizuoka University telah dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. sejak 2008, dengan pembaruan terakhir pada tahun 2026 yang semakin memperkuat kolaborasi di bidang penelitian.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Ari Budhiyanti menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa Shizuoka University dan berharap mereka dapat menikmati pengalaman belajar selama dua minggu di Yogyakarta. Prof. Motohashi Reiko menekankan bahwa kerja sama ini telah berlangsung sejak sebelum pandemi COVID-19 dan menjadi sarana berharga untuk saling bertukar ilmu.

Sementara itu, Prof. Puji Astuti menambahkan bahwa rangkaian kegiatan seminar akan mencakup pembelajaran di Fakultas Pertanian, kunjungan ke PIAT UGM, serta interaksi langsung dengan petani lokal, sehingga diharapkan menghasilkan pembelajaran baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prof. Tri Joko menegaskan bahwa program ini telah diinisiasi sejak 2008 dan resmi berjalan sejak 2010, sehingga kini telah berusia 16 tahun. Ia berharap keberlanjutan program ini semakin memperkuat hubungan akademik antara UGM dan Shizuoka University.

Kegiatan seminar diawali dengan presentasi mahasiswa Shizuoka University yang terbagi dalam empat kelompok dengan topik Coffee, Tropical Fruit Trees, Tempe, dan Natural Rubber. Diskusi dilanjutkan dengan kuliah umum dari tiga pembicara dengan judul presentasi sebagai berikut:

  • Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM): “Plant Immunity System and Induced Resistance Utilization in Plant Disease Management”
  • Yuko Yoneda, Ph.D. (Shizuoka University): “Asia Bridge Program and My Research Topics”
  • Motohashi Reiko (Shizuoka University): “An Introduction to My Lab’s Research”

Agriculture Field Seminar 2026 turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan yang mengangkat berbagai komoditas pertanian dan isu pertanian berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), khususnya melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa dalam memahami sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Di sisi lain, rangkaian seminar, presentasi mahasiswa, kuliah umum, pembelajaran lapangan, dan kunjungan laboratorium mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan pengalaman belajar lintas negara yang memperluas pengetahuan dan perspektif mahasiswa.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pertukaran pengetahuan mengenai penelitian serta teknologi pertanian dan pengenalan lingkungan laboratorium sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi. Sementara itu, keberlanjutan kerja sama antara UGM dan Shizuoka University memperkuat kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring akademik internasional, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi penelitian.

Melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengalaman lapangan, inovasi, dan kemitraan internasional, Agriculture Field Seminar 2026 menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

12345…133

BERITA FAKULTAS

  • Tim Citra Fakultas Pertanian UGM Perkuat Branding dan Promosi Fakultas Melalui Kunjungan Sekolah
    22/10/2026
  • Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern
    22/10/2026
  • Faperta UGM Terima Kunjungan Edukatif SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro
    22/10/2026
  • Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan
    21/10/2026
  • Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien
    21/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju