
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Workshop Ketiga Pengisian Dokumen Pengajuan Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP) pada Jumat (20/2). Bertempat di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh program studi di lingkungan Faperta UGM untuk menyelaraskan kualitas akademik dengan standar nasional terbaru.

Workshop ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dekanat dan sivitas akademika Faperta UGM. Fokus utama pertemuan kali ini adalah membedah secara mendalam progres pengisian dokumen akreditasi dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Program Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Acara dipandu secara kolaboratif oleh Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. (Ketua Unit Jaminan Mutu Faperta UGM) dan Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).

Dalam sesi pemaparan, terungkap bahwa secara kolektif, pengerjaan dokumen dari setiap program studi telah mencapai angka 50% hingga 70%. Capaian ini dinilai sangat positif mengingat kompleksitas instrumen akreditasi LAM PTIP yang menuntut ketelitian data dan bukti fisik yang kuat.

Peningkatan mutu melalui akreditasi ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bagian integral dari visi besar fakultas, yaitu Smart Eco-Bioproduction. Dengan meraih status akreditasi “Unggul”, Faperta UGM semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Melalui kegiatan ini turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Foto: Media Faperta UGM