
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Wisudawan/ Wisudawati Program Sarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin, 23 Februari 2026. Acara berlangsung di Auditorium MMA, Lt. 3 Gedung A10 (Sosek), dengan menghadirkan Ignatius Putra Andika, dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, sebagai pemateri di sesi kedua.
Dalam sesi bertajuk “Tips Mempersiapkan Personal dan Research Statement – Apa yang Mereka Katakan”, Ignatius menekankan pentingnya strategi komunikasi akademik dan perencanaan riset bagi lulusan yang berencana melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana. Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan sekolah pascasarjana perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian bidang penelitian calon pembimbing. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan minat akademik yang jelas serta potensi kontribusi dalam tim riset. Penyusunan research questions yang terarah juga menjadi salah satu aspek penting yang dapat memperkuat kesiapan calon mahasiswa.
Ignatius menambahkan bahwa etika komunikasi melalui email harus diperhatikan secara serius. Ketepatan nama, kerapian bahasa, dan personalisasi pesan sesuai konteks menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Ia juga menekankan bahwa persiapan wawancara merupakan tahap krusial, yang mencakup membaca karya ilmiah calon pembimbing serta menyelesaikan tugas yang diberikan. Menurutnya, wawancara sering kali menjadi momen penentu untuk menilai pemahaman akademik calon mahasiswa, lebih dari sekadar angka GPA.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satu calon wisudawan dari Departemen Perikanan menanyakan strategi memperoleh pendanaan luar negeri. Menanggapi hal tersebut, Ignatius menekankan pentingnya keberanian menghubungi profesor secara langsung, karena informasi mengenai peluang pendanaan sering kali diperoleh melalui komunikasi tersebut. Pertanyaan lain mengenai waktu yang tepat untuk melakukan follow up dijawab dengan rekomendasi jeda sekitar dua minggu, sembari tetap membuka komunikasi dengan beberapa profesor yang relevan dengan bidang minat.

Menutup acara, Ignatius menegaskan bahwa selain aspek administratif seperti GPA dan kemampuan bahasa Inggris, wawancara menjadi tahap krusial dalam proses seleksi. Kemampuan berkomunikasi profesional dalam bahasa Inggris, menurutnya, merupakan indikator kesiapan mahasiswa untuk beradaptasi dalam lingkungan akademik internasional. Kegiatan pembekalan ini tidak hanya memberikan bekal akademik bagi calon wisudawan, tetapi juga mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM