
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan resmi ke Chulalongkorn University, Thailand. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat jejaring internasional dan menginisiasi kolaborasi strategis di bidang pendidikan dan penelitian program pascasarjana. Fokus utama dari pertemuan ini adalah menyelaraskan visi akademik kedua institusi guna menghadapi tantangan sektor pertanian global melalui inovasi riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penguatan Kerjasama Penelitian Pascasarjana Dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan akademik Chulalongkorn University, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kolaborasi penelitian antar-laboratorium, khususnya pada level magister dan doktor. Diskusi mencakup potensi joint research pada bidang ketahanan pangan, bioteknologi pertanian, dan sistem pertanian berkelanjutan. Kerjasama ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran peneliti serta akses bersama terhadap fasilitas laboratorium mutakhir guna menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional yang berdampak luas.
Penjajagan Transfer Kredit dan Mobilitas Mahasiswa Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mekanisme transfer kredit (credit transfer) bagi mahasiswa pascasarjana. Kedua universitas melakukan pemetaan kurikulum awal untuk memastikan kompatibilitas mata kuliah yang dapat diakui di kedua belah pihak. Langkah ini diambil untuk mendorong mobilitas mahasiswa melalui program short course atau pertukaran satu semester, yang tidak hanya memperkaya pengalaman akademik tetapi juga memberikan perspektif budaya dan praktik pertanian di kawasan Asia Tenggara.
Inisiasi Program Double Degree dan Rencana Tindak Lanjut Kunjungan ini diakhiri dengan pembicaraan serius mengenai pengembangan program Double Degree. Kedua institusi berkomitmen untuk menyusun kerangka kerja (Memorandum of Agreement) yang mengatur persyaratan akademik, supervisi bersama (joint supervision), dan administrasi kelulusan. Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk tim kecil dari masing-masing fakultas untuk mendetailkan kurikulum dan prosedur teknis, sehingga program ini dapat segera diimplementasikan guna mencetak lulusan dengan kualifikasi ganda yang diakui secara global.