
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Yayasan Bhumitara dan Tim Fuji Oil Co., Ltd. Jepang melakukan kunjungan kerja ke UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Desa Taripa dan Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, pada Kamis, 18 Desember 2025.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., dosen Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, serta perwakilan Yayasan Bhumitara, yakni Rahmat Adeputra, S.T., Mohammad Ramadhan, dan Fachri Anas Abduh, S.Pt. Turut hadir pula mitra internasional dari perusahaan kakao global asal Jepang, Fuji Oil Co., Ltd., yang dikenal sebagai salah satu perusahaan bahan baku cokelat terbesar ketiga di dunia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan perkebunan kakao yang berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
Agenda kunjungan bertujuan untuk menindaklanjuti kerjasama antara Yayasan Bhumitara, Fuji Oil, dan Universitas Gadjah Mada dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam pengembangan teknik produksi bibit kakao yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida sebagai bagian dari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, rombongan disambut langsung oleh Kepala UPT BPTP, Haikal Toramai, S.P., M.T., didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha, Dahria, S.H., M.Si., beserta jajaran staf. Pertemuan yang berlangsung di Kantor UPT BPTP membahas berbagai strategi penguatan sistem perbenihan tanaman perkebunan dengan fokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Diskusi menyoroti pemanfaatan biofungisida dan bioinsektisida sebagai alternatif pengendalian yang berkelanjutan, sekaligus upaya meningkatkan mutu bibit tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, Faperta UGM berperan aktif melalui pendekatan berbasis riset dan keilmuan untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Sumber Benih (KSB) UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan di Desa Labuan Panimba, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Pada kesempatan tersebut, para pihak melakukan survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida pada tanaman kakao sebagai tahap awal penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang berorientasi pada keberlanjutan serta peningkatan kualitas bibit perkebunan.

Selain aspek teknis, kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, mitra internasional, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan sektor perkebunan serta peningkatan kapasitas petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses alih pengetahuan dan teknologi dapat berjalan lebih efektif sehingga petani mampu mengadopsi praktik budidaya kakao yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian dan perkebunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kerja sama dengan Yayasan Bhumitara dan Fuji Oil Jepang menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendukung penguatan sistem perbenihan kakao di Indonesia.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami