
Program Japanese Class di Fakultas Pertanian UGM bersama mahasiswa Yamagata University menghadirkan suasana belajar yang kaya pengalaman dan interaksi lintas budaya. Kegiatan ini berlangsung setiap Senin hingga Jumat sejak 27 Februari 2026, dengan dua sesi utama, yaitu kelas pagi dan kelas siang, yang masing-masing menawarkan pendekatan berbeda namun sama-sama interaktif.
Pada Rabu, 4 Maret 2026, sesi pagi diawali dengan pengenalan seni kaligrafi Jepang (shudō). Kegiatan ini dipandu oleh Kyoka Matsuo (Science) dan Fumika Kobayashi (Engineering). Peserta diajak menulis nama mereka dalam gaya kaligrafi tradisional, sehingga dapat merasakan langsung keindahan estetika huruf Jepang sekaligus memahami filosofi ketelitian dan kesabaran yang melekat dalam praktik tersebut.

Selain itu, Ryota Watanabe (Science) dan Asuka Hashizume (Humanities and Social Sciences) membimbing peserta dalam mempelajari huruf dasar hiragana dan katakana. Sementara itu, Rara Suzuki (Collaborative Regional Innovation and Data Science) dan Kaito Yoshida (Science) memperdalam pemahaman peserta mengenai kanji. Pendekatan bertahap ini memberikan fondasi yang kuat untuk memahami struktur bahasa Jepang sekaligus menghargai nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pada sesi siang, kegiatan difokuskan pada pengenalan diri serta eksplorasi minat belajar peserta. Proses ini dilanjutkan dengan pemetaan (plotting) sub-minat agar pembelajaran lebih terarah dan sesuai kebutuhan. Beberapa kelompok minat yang terbentuk antara lain Anime Jepang dipandu oleh Kyoka, Hiragana & Katakana untuk pemula bersama Rara, Katakana dipandu oleh Fumika, Kanji dipandu oleh Asuka dan Kaito, serta Geografi Jepang dipandu oleh Ryota.
Dengan pembagian ini, peserta dapat lebih fokus mendalami aspek bahasa maupun budaya Jepang sesuai ketertarikan masing-masing, sehingga suasana belajar menjadi lebih personal dan menyenangkan. Program Japanese Class ini tidak hanya memperkuat kemampuan bahasa peserta, tetapi juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM
