
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dwi Wulandari, mahasiswa Program Studi Agronomi angkatan 2025, berhasil meraih Juara 2 KATA Perorangan Mahasiswa Putri pada Kejuaraan Karate Universitas Airlangga Karate Cup II 2026, sebuah kompetisi karate tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga. Kompetisi tersebut berlangsung pada 19-20 September 2026 dan diikuti oleh sekitar 400 peserta dari berbagai perguruan, klub, dan institusi pendidikan di Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan keunggulan di bidang olahraga. Melalui dedikasi, disiplin, dan semangat berlatih yang tinggi, Dwi Wulandari berhasil meraih posisi kedua pada ajang yang mempertemukan atlet-atlet karate terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejuaraan Karate Universitas Airlangga Karate Cup II 2026 merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Karate Universitas Airlangga di GOR CLS Kertajaya, Surabaya. Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori KATA dan KUMITE berdasarkan kelompok usia dan kelas pertandingan, sehingga menjadi wadah bagi atlet mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis, sportivitas, dan daya saing di tingkat nasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengembangan mahasiswa di Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong pengembangan karakter, ketangguhan, dan prestasi pada berbagai bidang. Perolehan prestasi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Prestasi yang diraih Dwi Wulandari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri serta berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Dwi Wulandari